Publika Budaya (Journal)
Not a member yet
    83 research outputs found

    HIPERREALITAS DALAM NOVEL CYBERPUNK FREE TO FALL KARYA LAUREN MILLER

    Get PDF
    AbstrakFree To Fall adalah sebuah novel cyberpunk yang ditulis oleh Lauren Miller. Sebagai sebuah novel cyberpunk, Free To Fall mengambil beberapa poin dari fiksi ilmiah dan fiksi postmodern. Novel ini berhubungan dengan teknologi dan efek dari teknologi yaitu hiperrealitas. Hiperrealitas adalah sebuah fenomena yang menyebabkan keterputusan antara yang asli dan tiruan. Hiperrealitas adalah topik utama dalam analisis ini. Analisis ini menggunakan metode analisis kualitatif. Data yang dikumpulkan adalah tentang informasi yang berhubungan dengan hiperrealitas di Free To Fall, informasi tentang Paradise Lost, dan kondisi Amerika saat ini terkait dengan perkembangan teknologi. Diskusi dimulai dengan analisis konstruksi fiksi cyberpunk yang menuntun pada diskusi tentang hiperrealitas. Dalam menganalisis hiperrealitas di Free To Fall, teori hiperrealitas oleh Baudrillard digunakan untuk menganalisis perubahan imaji tentang teknologi di dalam novel. diskusi berlanjut untuk menganalisis intertekstualitas antara Free To Fall dan Paradise Lost oleh John Milton. Selanjutnya, analisis ini juga mendiskusikan tentang kondisi Amerika yang digunakan untuk menunjukkan hubungan antara hiperrealitas di Free To Fall dan Amerika. Hasilnya, teknologi telah mengaburkan realitas dan membawa orang-orang menuju realitas buatan. Analisis tentang hiperrealitas menunjukkan bahwa terdapat simulasi dari simulasi di dalam Free To Fall. Selain itu, hiperrealitas di Amerika menunjukkan bahwa orang-orang Amerika menggunakan teknologi untuk menciptakan surga mereka sendiri dimana mereka mendapatkan kebahagiaan

    THE APPRAISAL OF BIAS AND POWER AS EXPRESSED IN SEVERAL INDONESIAN NEWS ARTICLES ABOUT INDONESIA NEW HOUSE SPEAKER INAUGURATION

    Get PDF
    Abstract This research discusses about bias and power in the four chosen news articles published by the Jakarta Post. Those four articles discuss the competition between two bickering factions inside Golkar Party, Bakrie’s group and Laksono’s group, to grab the position of new house speaker in early 2016. The main goal of this research is to reveal the power and bias applied implicitly through the linguistic features enacted in media. The revelation of bias is analyzed through its linguistic choice by using Appraisal theory proposed by Martin and White (2005). Since bias is one of the social inequalities phenomena, this research is revealed under Critical Discourse Analysis (CDA) scope, especially using Firclough’s three dimensional frameworks, which deals with analyzing the relation between language and social context. The Jakarta Post needs to obey the principles of journalist that are being neutral, independent and objective in informing the news. However, the result of this research shows that the media is possible to do bias because of political interest

    PELAKSANAAN KEBIJAKAN PEMERINTAH INDONESIA TERHADAP ETNIS TIONGHOA DI KOTA MALANG TAHUN 1967-2000

    Get PDF
    AbstrakArtikel ini menjelaskan tentang Pelaksanaan kebijakan pemerintah Indonesia terhadap etnis Tionghoa di Kota Malang tahun 1967-2000. Kota Malang merupakan salah satu wilayah yang kosmopolit dan multi etnis yang terbuka terhadap segala bentuk budaya dari luar. Di Kota Malang salah satu keberadaan komunitas yang cukup penting untuk dikaji adalah etnis Tionghoa. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi politik untuk menganalisis keberadaan komunitas Tionghoa di Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam rangka mengintegrasikan etnis Tionghoa ke dalam masyarakat pribumi, pemerintah mulai menerapkan asimilasi sebagai kebijakan yang resmi pada masa rezim Orde Baru. Kebijakan asimilasi yang diterapkan oleh pemerintah Orde Baru memberikan dampak terhadap etnis Tionghoa di Malang, baik yang sifatnya positif ataunpun negatif. DI masa masa reformasi, paling tidak sampai tahun 2000, pemerintah memberikan kebebasan kepada komunitas Tionghoa dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya dengan mencabut kebijakan yang dianggap mendiskriminasi mereka. Berbagai kebijakan pemerintah pada era reformasi mencerminkan pembelaan terhadap kaum minoritas Tionghoa. Oleh karenya kehidupan komunitas etnis Tionghoa di Kota Malang lebih baik. Bahkan, komunitas Tionghoa juga merasakan dampak positif secara kultural, yakni kebebasan mengekspresikan kekayaan budaya mereka

    CIRI-CIRI BAHASA RUNNING TEXT PADA KABAR PAGI DI CHANNEL tvOne (THE LANGUAGE STYLE OF RUNNING TEXT IN KABAR PAGI ON tvOne CHANNEL)

    Get PDF
    Running text is a short news report running continuously underneath of television screen during a certain programme. The function of running text is to make the audience get easier understanding from the information of some events happened, without directly seeing from the news programme or the stage. The rersearch ontends to describe and explain the use of diction, sentence pattern, and productivity of the sentence pattern of running text in Kabar Pagi news on tvOne channel. The result shows that there are four kinds of disctions within running text, those are origin verb, derived verbs which are separated from prefiks, abbreviation, and acronym. There are five kinds of sentence pattern used within running text, those are simple sentence, complex sentence, direct speech, invitation sentence, and special short sentence for sports. According to amount of sentence can be concluded that the most productive sentence pattern is the simple sentence. Key words: diction, sentence pattern, productivity of sentence pattern. ABSTRAK Running text adalah berita singkat yang berjalan pada tampilan bawah layar televisi secara berulang- ulang dalam suatu acara tertentu. Running text berfungsi untuk memudahkan pemirsa televisi memahami informasi dari beberapa peristiwa yang terjadi, tanpa menyaksikan langsung dari tempat kejadian atau dari tayangan acara berita televisi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan penggunaan diksi, pola kalimat, dan keproduktivan pola kalimat running text pada acara Kabar Pagi di channel tvOne. Hasil penelitian menunjukkan dalam running text ada empat jenis diksi, yaitu verba asal, verba turunan yang mengalami pelepasan prefiks, singkatan, dan akronim. Pola kalimat yang digunakan dalam running text ada lima jenis, yaitu kalimat tunggal, kalimat majemuk, kalimat langsung, kalimat ajakan, dan kalimat singkat khusus bidang olahraga. Berdasarkan jumlah kalimat dapat disimpulkan pola kalimat yang paling produktif digunakan adalah kalimat tunggal. Kata kunci: diksi, pola kalimat, keproduktivan pola kalimat

    KERUSUHAN PASAR GLODOK: STUDI KASUS ETNIS TIONGHOA DI KELURAHAN GLODOK KECAMATAN TAMAN SARI JAKARTA BARAT) GLODOK’S MARKET RIOT: CASE STUDIES OF ETHNIC TIONGHOA AT SUB- DISTRICT GLODOK DISTRICT TAMAN SARI JAKARTA BARAT, 1998-2000

    Get PDF
    Artikel ini membahas tentang faktor- faktor penyebab, dampak, dan penyelesaian kerusuhan di pasar Glodok Jakarta Barat yang bertujuan dapat menjelaskan sebab- sebab terjadinya dan dampak kerusuhan di pasar Glodok. Penulisan ini menggunakan kerangka pendekatan psikologi sosial dengan mewawancarai para korban kerusuhan yang mengalami trauma menganggap peristiwa tersebut sangat menakutkan. Faktor nasional yaitu Krisis Moneter tahun 1998, mengakibatkan sembako naik dan menjadi langka dipasaran. Kepanikan, kesenjangan sosial ekonomi, dan prasangka buruk orang pribumi terhadap warga Tionghoa yang mayoritas pedagang terjadi di kalangan masyarakat. Faktor pendukung lain terjadi aksi demostrasi mahasiswa Trisakti bersamaan dengan kerusuhan massa. Pada tanggal 14 Mei 1998 kerusuhan semakin meluas, hingga pasar Glodok dan Orion Plaza menjadi sasaran penrusakan, penjarahan, dan pembakaran. Dampak dari aksi kerusuhan ini adalah pedagang kehilangan harta benda, kios, dan pekerjaan. Penyelesaian terhadap kerusuhan ini menjelang pergantian presiden mengalami perbedaan. Pada masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie menerapkan kebijakan perbaikan pasar Glodok dan pembentukan TGPF untuk menemukan, mengungkap fakta, pelaku, dan latar belakang peristiwa kerusuhan Mei 1998, sedangkan Presiden Abdurrahman Wahid memberi kebebasan etnis Tionghoa dibidang sosial budaya, agama, dan politik yang kemudian berpangaruh terhadap perkembangan Glodok, seperti hadirnya tabloid Glodok Standart berbahasa Mandarin. Kata Kunci: Krisis ekonomi, kerusuhan pasar Glodok, kebebasan Tionghoa ABSTRACT This article discusses the causal factors impact, and resolution of riot in the Glodok Market, West Jakarta. It aims to explain the causes and effects of violence in Glodok Market. This writing uses the framework of social psychology approach to in terview the riot victimswho considered the event as very frightening.The national factor was the Monetary Crisis in 1998 causing the rising prices of foodstuff. Monetary Crisis resulting in the price of nine essential commodities more increasingly and become scarce in the market. The panic, the socio economic disparity, and the prejudice indigenous people toward Chinese merchants happening among the public. While other political factor was Trisakti student demonstrations simultaneously with the mass riots.On May 14, 1998 the riots escalated, Glodok Market and Orion Plaza were subjected to vandalism, looting, arson, and rape. The impact of was the loss of property owned by merchants, and employment. Glodok Market riot also had an impact on the national economy untill the reign of President B.J. Habibie implementing corrective policies and the establishment of TPGF to discover, uncover the facts, the perpetrator, and the background of the riots in May 1998. President Abdurahman Wahid gave a freedom tto Chinese in sociocultural, religion, and political aspect, which influenced the development of Glodok Market, such as the presence of Glodok Standard Tabloid in mandarin. Key words : Financial Crisis, Glodok Market riot, Deliberacy of Chines

    PERKEBUNAN KAYUMAS PTPN XII DAN PENGARUHNYA TERHADAP MASYARAKAT DESA KAYUMAS KECAMATAN ARJASA KABUPATEN SITUBONDO TAHUN 1996-2010 (PLANTATION KAYUMAS OF PTPN XII AND THE INFLUENCE TO THE COMMUNITYOF KAYUMAS VILLAGE SUBDISTRICT ARJASA DISTRICT OF SITUBONDO

    Get PDF
    Artikel ini membahas tentang pengaruh perkebunan Kayumas terhadap kehidupan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat Desa Kayumas Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo Tahun 1996-2010. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi ekonomi, yaitu mengkaji tentang kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Desa Kayumas. Landasan teori yang digunakan adalah teori perubahan sosial, dan metode yang digunakan adalah metode sejarah dari Kuntowijoyo yang terdiri dari lima tahapan, yaitu pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Pengaruh adanya perkebunan Kayumas terhadap masyarakat sangat besar, meliputi, memberikan bantuan pemberdayaan Sumber Daya Manusia khususnya terhadap masyarakat yang menjadi karyawan. Selain itu pengaruh dalam bidang ekonomi, memberikan lapangan pekerjaan dan menunjang perekonomian masyarakat Desa Kayumas. Adanya Perkebunan Kayumas ditengah-tengah kehidupan masyarakat melahirkan sebuah tradisi slametan syukuran atas hasil tanam kopi, misalnya tradisi Jaruk Kopi yaitu slametan untuk melindungi kopi sampai masa panen tiba. Adanya Perkebunan Kayumas nantinya memberikan kehidupan yang baik bagi masyarakatnya, selain itu dengan adanya perkebunan menimbulkan lahan- lahan produktif untuk masyarakat yang kemudian bisa dimaksimalkan pemanfaatannya demi kehidupan yang lebih baik. Kata Kunci : Perkebunan, Perubahan sosial-ekonomi-budaya, Desa Kayumas. ABSTRACT This article discusses the influence of the Kayumas plantation on the social, economic and cultural life of Arjasa village, Kayumas District, Situbondo, 1996-2010. The approach used here is economic sociology approach, which examines the social and economic life of the village of Kayumas. The article applies theory of social change and the method used is the historical method of Kuntowijoyo which consists of five stages, namely the selection of topics, heuristics, source criticism, interpretation and historiography. The influence Kayumas plantations on society is great, such as, providing assistance in empowering Human Resources especially for people who become employees. In addition, it provided, jobs and supported the economy of the village of Kayumas. The existence of Plantation Kayumas amid public life gave the birth of a slametan tradition celebration of the coffee crop yields, especially Coffee Jaruk tradition ie slametan to protect coffee until harvest time. The existence of Plantation Kayumas provided a good life for the people, in addition, the plantations created to productive lands for people who could then maximize for the sake of a better life . Keywords : Plantation, socio - economic changes - cultural, Kayumas village

    BANJIR BANDANG DI KODYA SEMARANG TAHUN 1990 (THE MUNICIPALITY OF SEMARANG IN 1990)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan, menganalisis dan mengungkap bencana banjir bandang di Kodya Semarang pada tahun 1990. Dalam penggarapannya metode ini menggunakan sejarah lingkungan dengan memanfaatkan sumber-sumber yang di dapat baik tertulis maupun lisan, yang berkaitan dengan topik bahasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bencana banjir bandang mencerminkan rusaknya keseimbangan lingkungan khususnya di Kodya Semarang yang dimana kejadian akibat rusaknya lingkungan dari arah gunung pati, dan juga rusaknya hutan lindung yang berubah menjadi hutan produksi sehingga sistem vegetasi tidak mampu menyerap air ketika hujan. Perubahan lingkungan tersebut bisa dilihat dari kondisi ekologis, demografis, ekonomi, dan sosial budaya yang ada di Kodya Semarang. Proses terjadinya banjir bandang tidak serta merta datang begitu saja curah hujan tinggi yang berkepanjangan, sistem topografi, kapasitas volume air yang tidak cukup menampung air bah. Sehingga banjir meluluh-lantakkan pemukiman warga pada Jum’at dinihari 26 Januari 1990. Dampak banjir bandang tidak hanya terletak pada dampak ekonomi saja, melainkan berdampak pada kondisi sosial masyarakat Semarang. Beberapa daerah yang terkena dampak banjir bandang di Semarang meliputi, komplek Sampangan dan Bongsari yang paling parah. Bencana banjir bandang mengundang respons dan tanggapan dari pemerintah dan masyarakat untuk segera mengatasi bencana tersebut dan dapat meringankan beberapa para korban banjir. Kata Kunci : Lingkungan, Banjir Bandang, Semarang ABSTRACT This study is aimed to describe, analyze and uncover the flood disaster in the Municipality of Semarang in 1990. In executing the research, the study uses the historical method by utilizing resources that can be either written or oral, relating to the topic. The results of this study indicate that the flood disaster reflected the damage of environmental balance, especially in the Municipality of Semarang where the incident took place due to the damage of environment from Pati Mountain. It was also clue to the destruction of protection forest which turned into production forest, thus the vegetation system cannot absorb water when it rains. The changes in environment, be seen from ecologic condition, demographic, economic, and social culture in the Municipality of Semarang. The process of flood did not suddenly come. Because of high rainfall, topography system, and the capacity of water volume which is not enough to accommodate the flood, the flood destroyed the residential area on Friday morning January 26th, 1990. The impacts of the flood were not only in the economic but also on the social conditions of Semarang people. Some of the areas affected by floods in Semarang include, Sampangan residence and Bongsari was the most severe. Flood disaster provoked responses from the government and society to immediately overcome the disaster and can ease the burden of the flood victims. Keywords: environment, floods, Semaran

    KONFLIK INTERNAL PDI PERJUANGAN TAHUN 2005-2009 (INTERNAL CONFLICT PDI PERJUANGAN 2005-2009)

    Get PDF
    Artikel ini membahas konflik internal PDI Perjuangan saat pelaksanaan Kongres II di Bali tahun 2005. Permasalahan yang dikaji dalam artikel ini menyangkut beberapa faktor penyebab konflik internal, proses konflik antara PDI Perjuangan dengan Gerakan Pembaharuan serta dampak yang ditimbulkan dari terbentuknya PDP terhadap hasil perolehan suara PDI Perjuangan pada Pemilu 2009. Sumber penulisan yang menjadi dasar pembahasan dalam artikel ini berasal dari buku bacaan, surat kabar serta hasil wawancara dengan sumber primer dan sekunder.Setelah gagal menuntut hasil Kongres II, Gerakan Pembaharuan PDI Perjuangan membentuk PDP untuk bersaing di Pemilu 2009, namun hanya memperoleh kurang dari 1% suara. Selain itu PDI Perjuangan juga mengalami penurunan suara, bahkan tidak mempu mengusung Megawati kembali sebagai presiden. Artikel ini menunjukkan bahwa keberadaan oligarki politik berdampak pada proses konflik internal yang berakibat pada perpecahan partai dan kemerosotan suara hasil pemilu. Kata kunci: Oligarki, konflik, perpecahan. ABSTRACT This article discusses the internal conflict of PDI Perjuangan during the implementation of Congres II in Bali, 2005. The problems investigated in this article are: factors causing internal conflict, the conflict process between PDI Perjuangan with Gerakan Pembaharuan as well as the impact of PDP formation on the voting results of PDI Perjuangan in the 2009 election. The sources which become the basis of discussion are books, newspapers and interview results with primary and secondary sources. After failing to prosecute the results of Congres II, Gerakan Pembaharuan PDI Perjuangan formed PDP to compete in the 2009 election, but only gaining less than 1% of the voters. In addition, PDI Perjuangan also got a decreasing number of voters and was unable to promote Megawati as a president once more. This article showed that the existence of a political oligarchy had impact on the process of internal conflict that caused the disintegration of the party the decline in number of voters in the election. Keyword: Oligarchy, conflict, disintegratio

    PROSTITUSI DI JEMBER TAHUN 1974-2007

    Get PDF
    Komersialisasi seks di Indonesia berkembang sejak masa penjajahan Belanda. Pada saat itu, pelacuran telah memasuki semua kalangan masyarakat. Pada umumnya, praktek prostitusi memiliki tempat khusus yang disebut dengan lokalisasi. Para pelacur bekerja secara terorganisir dan diawasi oleh seorang yang disebut dengan germo. Akan tetapi tidak sedikit juga para pelacur yang tidak tergabung dalam lokalisasi atau mereka yang lebih memilih untuk bertebaran di berbagai tempat secara terselubung dalam melakukan prakteknya, seperti di hotel, wisma, musik room, taksi, tempat kost, panti pijat atau tempat lainnya. Di Jember praktek prostitusi disebabkan oleh keadaan ekonomi masyarakat yang tidak memadai, gaya hidup mewah serta budaya konsumtif yang masih melekat pada warga sekitar. Prostitusi di Jember tidak lagi dilakukan oleh kalangan dewasa saja, bahkan anak yang masih di bawah umur juga ikut serta di dalamnya. Fenomena ayam kampus dan gadis putih abu-abu juga banyak terjadi di Jember. Praktek prostitusi menimbulkan pro dan kontra dari masyarakat sekitar. Penelitian ini menggabungkan metode sejarah dan sejarah lisan. Metode sejarah digunakan untuk mengkaji bagaimana fenomena prostitusi terjadi serta bagaimana muncul dan berkembangnya prostitusi di Jember. Metode sejarah lisan digunakan untuk mendapatkan informasi dari masyarakat yang menjadi saksi atau terlibat langsung dalam peristiwa tersebut. Kata kunci: Menjual tubuh, Komersialisasi seks, Prostitusi di Jembe

    DAMPAK SOSIAL EKONOMI PERKEBUNAN TEH WONOSARI TERHADAP MASYARAKAT DESA TOYOMARTO KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG TAHUN 1996-2012

    Get PDF
    Artikel ini membahas mengenai Dampak Sosial Ekonomi Perkebunan Teh Wonosari Terhadap Masyarakat Desa Toyomarto Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengkaji perkembangan Pekebunan Teh Wonosari sebelum tahun 1996 sampai 2012 dan mengkaji beberapa faktor yang mempengaruhi dan melatar belakangi perkebunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, historiogafi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori perubahan sosial,. Hasil dari penelitian ini adalah Perkebunan Teh Wonosari dalam perkembangannya mengalami beberapa kemajuan, diantaranya adalah perkembangan pembangunan perkebunan baik berupa renovasi maupun perbaikan mesin-mesin, perkembangan kapasitas peralatan dalam proses produksi teh juga telah menunjukkan adanya suatu peran dari para pekerja dan pemilik perusahaan dalam meningkatkan aktifitas produksi, pemasaran secara baik dan terkontrol, penambahan dan penurunan jumlah pekerja. Perkebunan Teh Wonosari dalam perkembangannya dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor geografis, demografis, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Keberadaan Perkebunan Teh Wonosari membawa pengaruh positif bagi masyarakat dengan adanya lapangan pekerjaan dan beberapa fasilitas perkebunan masyrakat dapat menggunakan dan memenuhi kebutuhan ekonomi dalam kehidupannya sehingga kesejahteraannya meningkat. Kata Kunci: Perkebunan, Sosial, Ekonomi, Toyomart

    79

    full texts

    83

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Publika Budaya (Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇