Jurnal Kesehatan Reproduksi
Not a member yet
    239 research outputs found

    Pengalaman Ibu Hamil dan Melahirkan Bayi dengan Kelainan Kongenital

    No full text
    Latar Belakang: Menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2018 menyatakan bahwa angka kematian bayi di Indonesia menurun, namun kematian bayi yang disebabkan karena kelainan kongenital meningkat yaitu sebesar 1,4 %. Ibu yang tidak mengetahui sejak awal kelainan kongenital pada janin di dalam kandungannya dapat meningkatkan terjadinya stres dan kesulitan dalam merawat bayinya. Ibu yang mengalami stres dapat menurunkan kadar serotonin dan akan menekan pengeluaran hormon oksitosin sehingga ASI (air susu ibu) yang dikeluarkan juga terganggu dan akan mengakibatkan terganggunya proses pemberian ASI eksklusif pada bayi sehingga pemenuhan gizi dan kenaikan berat badan bayi menjadi terganggu.Tujuan: Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman ibu hamil dan melahirkan bayi dengan kelainan kongenital.Metode: Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Banguntapan Bantul Yogyakarta pada bulan Oktober 2019 sampai Januari 2020.Hasil dan Pembahasan: Hasil yang ditemukan bahwa selama kehamilan ibu merasa tidak ada keluhan yang berbeda dari kehamilan sebelumnya namun mengalami kesulitan saat melahirkan. Semua kelainan kongenital sulit terdeteksi saat hamil meskipun ibu telah rutin periksa kehamilan dan melakukan USG ke tenaga kesehatan. Mayoritas ibu mengatakan telah mencoba menyusui secara langsung kepada bayinya meskipun ada perasaan takut. Namun karena kondisi yang tidak memungkinkan seperti bayi masih ketegantungan dengan alat rumah sakit dan ASI ibu yang keluar sedikit membuat ibu memberikan ASI donor atau formula kepada bayinya. Adanya dukungan dari berbagai pihak seperti keluarga, tenaga kesehatan, lingkungan dan tingkat spiritualitas yang baik membuat ibu mulai dapat menerima dengan ikhlas.Kesimpulan: Dikarenakan diagnosa kelainan kongenital masih sulit dideteksi meskipun ibu sudah rutin melakukan pemeriksaan di tenaga kesehatan saat hamil, sehingga keadaan ini membuat ibu kaget syok dan sedih. Diharapkan adanya pendampingan kepada ibu yang mempunyai bayi dengan kelainan kongenital terutama pada faktor psikologi dan perlunya penambahan program mengenai deteksi kelainan kongenital pada ibu hamil.  

    Group Cognitive Behavior Therapy (Cbt) Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Korban Perilaku Kekerasan (Bullying) Di Sekolah Dasar

    Get PDF
    Background: Based on research data from PISA 2018, it was found that 4 out of 10 students in Indonesia have been victims of bullying.  One of the impacts of violent behavior on children (bullying) is anxiety. Objective:The purpose of this study was to address anxiety or the risk of psychosocial disorders by using group cognitive behavior therapy (CBT)in Solok CityMethod: This was quasi experimental study with pre-post test group.The sample in this study were elementary school who had experienced bullying. To measure the level of anxiety in victims of violent behavior (bullying) using a measuring tool or instrument known as the Hamilton Rating Scale For Anxiety (HRS - A)Results and Discussion: the results showed that there was a decrease in anxiety among victims of bullying behavior after Cognitive Behavior Therapy (CBT) group therapy (p = 0.031).Conclusion:  CBT can be applied as a method of reducing anxiety that can be given to victims of bullying

    Pengembangan Video Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Bagi siswa Sekolah Dasar di Kota Cirebon

    Get PDF
    Latar Belakang: Batasan usia remaja berdasarkan WHO adalah 10-19 tahun. Seks pranikah merupakan masalah yang sangat rentan terjadi pada remaja. Faktor penyebab munculnya perilaku seksual adalah kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Pemberian pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja sangat penting, Berbagai penelitian telah merekomendasikan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini.Tujuan: melakukan pengembangan video pendidikan kesehatan reproduksi remaja bagi siswa Sekolah Dasar di Kota CirebonMetode: Metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (research and development), dengan jenis data kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian ini subjek ahli/ pakar (psikolog, petugas UKS, dosen Kesehatan Reproduksi, ahli informasi dan teknologi).  Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner dan 3 buah video. Analisis data meliputi univariabel dalam bentuk distribusi frekuensi. Data kualitatif dianalisis dengan content analysis.Hasil dan Pembahasan: hasil analisis uji kelayakan video pendidikan kesehatan reproduksi pada siswa SD menurut psikolog, petugas UKS, dosen kespro dan ahli media adalah layak digunakan sebagai media pembelajaran kesehatan reproduksi remajaKesimpulan : video pendidikan kesehatan reproduksi pada siswa SD menurut psikolog, petugas UKS, dosen kespro dan ahli media adalah layak digunakan sebagai media pembelajaran kesehatan reproduksi remaj

    Rekanalisasi Tuba Fallopi Paska Sterilisasi dan Luaran Kehamilannya: Case Report

    No full text
    Latar Belakang: Sekitar 1-3% wanita yang telah melakukan sterilisasi berkeinginan untuk memiliki anak kembali di kemudian hari. Sementara beberapa penelitian menunjukkan bahwa kehamilan tidak terencana yang terjadi setelah prosedur sterilisasi dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik. Rekanalisasi tuba fallopi merupakan suatu alternatif dari fertilisasi in vitro (IVF) untuk pasien yang menginginkan kehamilan setelah sterilisasi dan mungkin lebih sesuai untuk dilakukan di negara berkembang karena efektivitas biayanya.Tujuan: Untuk memberikan informasi mengenai prosedur rekanalisasi tuba fallopi yang dilakukan pada wanita yang sebelumnya menjalani sterilisasi serta luaran kehamilannya.Laporan Kasus: Kami melaporkan dua kehamilan pada wanita yang menjalani rekanalisasi tuba fallopi. Pada kedua wanita tersebut dilakukan pendekatan laparotomi mikro dari reanastomosis tuba setelah mengidentifikasi tuba fallopi yang diikat sebelumnya. Pembedahan mikro dilakukan dengan menjahit mesosalping menggunakan bahan polypropylene no. 6.0. Selanjutnya lapisan otot di ujung kedua tuba diidentifikasi dan dijahit secara sistematis pada jam 6, 12, 3, 9 dan diakhiri dengan penjahitan lapisan serosa menggunakan jahitan satu-satu. Uji patensi kedua tuba dilakukan dengan mengalirkan pewarna metilen biru untuk memastikan tidak ada kebocoran dari jahitan reanastomosis. Evaluasi pencitraan HSG satu bulan paska tindakan didapatkan hasil tuba dalam kondisi baik dan kurang lebih satu tahun setelahnya kedua pasien berhasil hamil dan melahirkan dengan kondisi ibu dan bayi baik.Kesimpulan: Keberhasilan rekanalisasi tuba dan kehamilan setelahnya ditentukan sejak dokter melakukan skrining awal pada kandidat operasi, penjelasan yang tepat mengenai teknik prosedur yang dilakukan dan persiapan pre-operasi yang detail dan baik. Banyak studi menyebutkan rekanalisasi tuba fallopi sebagai pilihan yang patut untuk dikerjakan karena memiliki keunggulan pada kelayakan tindakan dan juga efektivitas biayanya. Beberapa faktor penting yang dapat memengaruhi keberhasilan rekanalisasi adalah usia pasien, interval waktu antara sterilisasi dengan tindakan rekanalisasi, tempat ligasi, metode yang digunakan pada ligasi sebelumnya dan sisa panjang tuba setelah operasi. Kata Kunci: rekanalisasi tuba fallopi paska sterilisasi;luaran kehamilan

    Pengaruh Perawatan Payudara terhadap Kadar Prolaktin dan Volume ASI pada Ibu Postpartum Primipara

    Get PDF
    Abstract BackgroundExclusive breast milk is breastfeeding for infants from 0-6 months in order to meet the nutritional needs for growth and development. Breastfeeding has unmatched advantages for infants, mothers, families and communities. It is strongly recommended to exclusively breastfeed for 6 months. The production and excretion of breast milk is influenced by the prolactin hormone and the oxytocin hormone.  ObjectiveProlactin affects the amount of milk produced. Breast care is highly important; one of which is maintaining breast hygiene, especially the hygiene of the nipples to avoid infection and to soften it, so that the infant can be breastfed properly, and stimulates the glands.Method an experimental research with post test only control group design in Andalas Community Health Center, Padang. The sample in this study consisted of 15 treatment groups and 15 control groups that met the inclusion criteria taken by simple random sampling technique. Breast care was carried out on the third trimester of pregnant women starting from the age of 34 weeks carried out three times a week. Prolactin level was measured by ELISA and breastmilk volume was measured by measuring tubes. The normality test used the Shapire Wilk test. Statistical test used independent t test.Results and DiscussionThe results of this study indicated that the mean of prolactin level in the breast care group (425,00 ± 41,08) was greater than the control group (372,34 ± 43,59). The results of statistical tests revealed that there was a significant effect of breast care on prolactin level (p = 0,002). Besides, the volume of breast milk in the breast care group was (32,67 ± 4,60) greater than the control group (26,60 ± 4,29). The results of statistical tests showed that there was a significant effect of breast care on breast milk volume (p = 0,001).ConclusionProlactin level and milk volume in postpartum primiparous mothers who did breast care were more in production than mothers who did not do breast care and the difference was significant

    Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Upaya Remaja untuk Menurunkan Nyeri Saat Menstruasi (Dismenore Primer)

    Get PDF
    Latar Belakang: Dismenore merupakan salah satu masalah menstruasi yang sering dialami oleh remaja putri. Namun hal tersebut sering diabaikan bahkan dianggap biasa, padahal dismenore bisa menjadi hal yang serius apabila tidak segera ditangani. Pendidikan kesehatan merupakan upaya yang dilakukan untuk merubah perilaku dan peduli terhadap masalah kesehatan individu dan kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan upaya yang dilakukan remaja saat nyeri haid sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang dismenore.Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah experimental research dengan jenis praeskperimen one group pre-test post-tes design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability dengan jenis simple random sampling. Total responden adalah 30 orang. Penelitian dilakukan di SMP Muhammadiyah 1 Malang. Analisa data dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon test.Hasil Dan Pembahasan: Hasil pre-test dan post-test pada kelompok intervensi yaitu sebanyak 23 (77%) siswi dalam kategori kurang baik dan 7 (23%) siswi memiliki upaya baik, setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang dismenore 30 (100%) siswi memiliki upaya baik. Uji Wilcoxon test didapatkan nilai sig. (2-tailed) adalah 0,000, dimana jika dibandingkan dengan nilai α (0,05) maka akan didapatkan 0,000 < 0,05. Sehingga pendidikan kesehatan tentang dismenore berpengaruh terhadap upaya remaja untuk menurunkan nyeri menstruasi (dismenore primer).Kesimpulan: Pendidikan kesehatan tentang dismenore sangat penting diberikan pada remaja yang baru mengalami menstruasi karena bisa menjadi panduan bagi remaja untuk mengatasi dismenore oleh karena itu petugas kesehatan dan guru harus sering melakukan penyuluhan dan konseling tentang masalah menstruasi serta cara untuk mengatasi dismenore dengan tepa

    Perbandingan Luaran Ibu dan Bayi pada Khamilan dengan DM Gestasional dan DM Pregestasional di RSUP Dr.Sardjito

    No full text
    Latar Belakang: Diabetes mellitus dapat terjadi pada 3-5% dari seluruh kehamilan. Hiperglikemia pada saat konsepsi dan pada awal kehamilan secara khusus selama organogenesis mengakibatkan enam kali lipat peningkatan risiko kecacatan pada perkembangan embrio. Bahkan peningkatan kadar glukosa yang ringan selama kehamilan dapat mempengaruhi ibu dan janin. Tujuan: Mengetahui gambaran dan prevalensi kehamilan dengan DM pregestasional dan DM gestasional di RSUP Sardjito. Membandingkan luaran ibu dan bayi pada kehamilan dengan DM pregestasional dan DM gestasional di RSUP Sardjito Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kohort retrospektif. Data diambil dari rekam medis, subyek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian dikumpulkan, diolah dan dianalisis dengan menggunakan SPSS 23. Dilakukan analisis data univariat, bivariat dan multivariat untuk mengetahui pengaruh antar variabelHasil: Penelitian ini melibatkan 74 subyek. Terdapat luaran ibu dengan ketoasidosis sebanyak 35 orang (47,30%), luaran bayi dengan makrosomia 15 kasus (20,27%), kelainan jantung 7 kasus (9,46%), dan mortalitas neonatal sebanyak 6 kasus (8,11%). Riwayat ANC < 4 kali berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian mortalitas neonatal (OR 10,548; 95% CI 1,700-65,437; p = 0.011).\ Kesimpulan: Angka kejadian PGDM sebesar 44 kasus (59,46%) sedikit lebih tinggi dibandingkan GDM sebesar 30 kasus (40,54%) yang melakukan persalinan di RSUP Sardjito selama 5 tahun dari total 8857 kasus persalinan. KAD yang merupakan luaran ibu kejadiannya sebesar 47,30%, dan luaran bayi yang berupa makrosomia sebesar 20,27%, kelainan jantung pada bayi 9,46%, serta mortalitas neonatal 8,11%. Luaran ibu dan luaran bayi pada kehamilan dengan pregestasional diabetes yang dibandingkan dengan gestasional diabetes tidak berbeda bermakna pada penelitian ini. Kata kunci: pregestasional diabetes mellitus, gestasional diabetes mellitus, ketoasidosis diabetik, makrosomia, mortalitas neonatal, kelainan jantung pada bayi.

    Hubungan antara Modified Glasgow Prognostic Score (mGPS) dengan Stadium dan Derajat Diferensiasi Kanker Ovarium

    Get PDF
    Background: Prognostic factors for ovarian cancer include residual tumor and chemotherapy response, but these parameters are not sufficient to predict ovarian cancer prognoses. A new approach such as mGPS that use a combination of CRP and albumin can be used to assess an inflammatory response. With mGPS, an elevated CRP value and hypoalbuminemia are poor prognosis. Objective: To investigate the effect of mGPS on histopathologic staging and grading of ovarian cancer.Method: The study design was a cross sectional study. The population of this study were patients with suspected ovarian cancer who underwent laparotomy surgical staging at RSUP Dr. Sardjito. The samples were patients with suspected ovarian cancer that have examined the hs-CRP level and albumin level preoperative,then underwent laparotomy surgical staging with histopathological results epithelial ovarian cancer. Data were analyzed using Chi Square test and logistic regression.Results and Discussion: there were 57 subjects with epithelial ovarian cancer consisting of 25 subjects (43.86%) with high mGPS and 32 subjects (56.14%) with low mGPS. The value of mGPS is associated with the stage of ovarian cancer (p = 0.000; RP = 4.000 CI 95% = 2.195 – 7.289). The results of the multivariate analysis showed that the most important factor in determining the stage was mGPS (p = 0.000; RP = 3.818 95% CI = 1.544-6.092). While the most important factor in determining histopathologic grading of ovarian cancer was the type of ovarian tumor (p = 0.000; RP = 7.339 95% CI = 4.960-9.718).Conclusion: There was an association between mGPS and the stage of ovarian cancer. The histopathologic grading was not influenced by mGPS, but was influenced by the type of ovarian tumor.Keywords: mGPS; Stage; Histopathologic grading; Ovarian Cancer; Epithelial Typ

    Apakah Endometriosis Mempengaruhi Kualitas Embryo pada Pasien Invitro Fertilization?

    Get PDF
    Latar Belakang Invitro Fertilization merupakan salah satu manajemen infertilitas yang baik, namun masih didapatkan adanya kesamaan peluang kegagalan perkembangan embrio sebanyak 50% dibandingkan dengan pasien yang tidak mengalami endometriosis.Tujuan: untuk mengetahui hubungan endometriosis dan kualitas embrio pada pasien yang menjalani program invitro fertilization.Metode: Data yang dikumpulkan merupakan data pada rekam medis pasien Klinik Fertilitas Sekar yang menjalani invitro fertilization di Klinik Fertilitas Sekar RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada Januari 2010 – Desember 2019. Analisis menggunakan uji deskriptif dan Uji T tidak berpasangan. Hasil dianggap signifikan jika p ≤ 0,05.Hasil dan Pembahasan: Dalam penelitian ini, rerata kualitas embrio baik memiliki perbedaan yang signifikan (p0.05).Kesimpulan: Endometriosis memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas embrio pada wanita yang menjalani program IVF

    Kehamilan 33-34 Minggu dengan COVID-19 dalam Perspektif Medis, Bioetik, dan Islam

    Get PDF
    Latar belakang: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit yang menyebabkan pandemik global dan menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius. Sampai saat ini, pengetahuan tentang infeksi COVID-19 dalam hubungannya dengan kehamilan dan janin masih terbatas dan belum ada rekomendasi spesifik untuk penanganan ibu hamil dengan COVID-19.Objektif: Perempuan 28 tahun, kehamilan pertama dengan usia 34 minggu (preterm), masuk rumah sakit dengan keluhan batuk, demam dan sesak. Hasil foto thoraks gambaran pneumonia bilateral paru. Hasil swab dan rapid tes positif dan pasien diisolasi sebagai pasien terkonfirmasi COVID-19.Metode: Case studyHasil dan Pembahasan: Penanganan sesuai standar COVID-19 dan informed consent untuk terminasi kehamilan dengan rencana pematangan paru. Pengambilan keputusan terhadap masalah dan dilema etik dengan pendekatan medis, bioetika dan islam.Kesimpulan: Penanganan dan pengambilan keputusan klinik pada kasus kehamilan preterm dengan COVID-19 dengan berbagai dilema selain pertimbangan medis, diperlukan pendekatan bioetika dan nilai islam.Kata kunci: Kehamilan; COVID-19; preterm; medis; bioetika; isla

    219

    full texts

    239

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Reproduksi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇