SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
432 research outputs found
Sort by
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI MELALUI PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE BAMBOO DANCING (TARI BAMBU) KELAS XI IPS 3 SMA NEGERI KEBAKKRAMAT TAHUN PELAJARAN 2016/2017
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI MELALUI PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE BAMBOO DANCING (TARI BAMBU) KELAS XI IPS 3 SMA NEGERI KEBAKKRAMAT TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Devi Novitasari Program studi Pendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta ABSTRAKDevi Novitasari. K8413018. UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI MELALUI PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE BAMBOO DANCING (TARI BAMBU) KELAS XI IPS 3 SMA NEGERI KEBAKKRAMAT TAHUN PELAJARAN 2016/2017. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret. Juli 2017.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Tari Bambu (Bamboo Dancing) untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi kelas XI IPS 3 SMA Negeri Kebakkramat tahun ajaran 2016/2017.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi atas tindakan yang telah dilakukan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri Kebakkramat tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 38 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik utama dalam pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, sementara teknik pedukung dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Tari Bambu (Bamboo Dancing) dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa yang difokuskan pada aspek kognitif pada mata pelajaran Sosiologi kelas XI IPS 3 SMA Negeri Kebakkramat. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan aktivitas siswa dan hasil belajar pada pra siklus, siklus pertama, dan siklus II. Dalam pra-siklus, ada 5 siswa (13,15%) yang memiliki tingkat keaktifan belajar yang tinggi, kemudian meningkat pada siklus I menjadi 14 siswa (36,84%), sedangkan pada siklus II aktivitas belajar meningkat menjadi 30 siswa (78,94%). Hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan dalam pra siklus, siklus pertama, dan siklus II. Dalam pra siklus, nilai ratarata siswa adalah 67,69 pada dari skala 0-100. Hal ini meningkat menjadi 74,57 pada siklus I, 77,05 pada siklus II. Jumlah siswa yang tuntas Kriteria Ketuntasan Minimum pada pra-siklus adalah 7 siswa (18,42%), kemudian pada siklus I jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 20 siswa (52,63%), dan akhirnya pada siklus II siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum menjadi 31 siswa (81,57%). Kata Kunci : Penelitian Tindakan Kelas, Tari Bambu (Bamboo Dancing), Keaktifan Belajar Siswa, Hasil Belajar Siswa
STRATEGI SEKOLAH DALAM MEMBENTUK PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN TERHADAP SISWA MELALUI PROGRAM ADIWIYATA DI SMA 5 SURAKARTA
STRATEGI SEKOLAH DALAM MEMBENTUK PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN TERHADAP SISWA MELALUI PROGRAM ADIWIYATA DI SMA 5 SURAKARTADita Deas Syah Putri, Atik Catur Budiarti, Slamet SubagyoPendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Universitas Sebelas Maret, [email protected] ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bentuk partisipasi siswa dalam mendukung program sekolah adiwiyata di SMA 5 Surakarta. (2) Mengetahui strategi sekolah dalam membuat siswa agar memiliki perilaku peduli lingkungan melalui program sekolah adiwiyata di SMA 5 Surakarta.Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara serta data sekunder didapatkan melalui dokumentasi dan observasi. Pengambilan subyek penelitian menggunakan teknik purposive sampling yaitu siswa kelas X, XI, dan XII serta guru sebaga pengurus program adiwiyata. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode.Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari empat tahap yaitu; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Siswa melakukan partisipasi pikiran, tenaga, keahlian, barang, dan uang yang diterapkan dalam kegiatan adiwiyata di sekolah. (2) Sekolah menerapkan empat strategi untuk untuk membentuk perilaku peduli lingkungan kepada siswa melalui: melalui kegiatan belajar mengajar di kelas, pembiasaan dalam kehidupan keseharian di sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan keseharian di rumah.Strategi yang dilakukan oleh sekolah untuk membentuk perilaku peduli lingkungan terhadap siswa serta perilaku siswa dalam benuk partisipasinya terhadap program adiwiyata merupakan bentuk tindakan rasional instrumental. Dalam melaksanakan kegiatan, terdapat pemilihan alat yang mendukung berlangsungnya kegiatan tersebut dengan mempertimbangkan akibat yang akan diterima untuk mencapai suatu tujuan yakni keadaan lingkungan alam yang sehat. Kata kunci: strategi, sekolah adiwiyata, tindakan rasional instrumental
PENERAPAN KOMBINASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION DAN EXAMPLE NON EXAMPLES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IPS 3 SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2016/2017
ABSTRAKIffah Nur Yuliarti. K8413035. PENERAPAN KOMBINASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION DAN EXAMPLE NON EXAMPLE UNTUK MENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IPS 3 SMA NEGERI 2SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2016/2017. Skripsi: Surakarta Fakultas Keguruan dan IlmuPendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Mei 2017Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran sosiologi dengan penerapan kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dan Example non Examples di kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Sukoharjo tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) (Classroom Action Research) . Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Sukoharjo yang berjumlah 35 siswa. Penelitian dilaksanakan dua siklus tindakan. Siklus pertama membahas pokok bahasan konflik, kekerasan, dan upaya penyelesaiannya dan siklus kedua membahas pokok bahasan integrasi dan reintegrasi sosial sebagai upaya penyelesaian konflik dan kekerasan. Data hasil penelitian diperoleh dari hasil observasi selama kegiatan pembelajaran sosiologi berlangsung dengan menggunakan lembar observasi kegiatan pembelajaran, catatan lapangan, test dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari lembar observasi kegiatan pembelajaran siswa dianalisis dengan menghitung dari keseluruhan aspek yang diamati. Data yang diperoleh dari test dianalisis dengan menghitung nilai rata-rata kelas XI IPS 3 tiap siklus.Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar sosiologi siswa setelah dilakukan penerapan kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dan Example non Examples pada materi konflik, kekerasan, dan upaya penyelesaiannya, dan integrasi dan reintegrasi sosial sebagai upaya penyelesaian konflik dan kekerasan mengalami peningkatan baik dari hasil belajar ranah afektif, psikomotorik, dan kognitif. Hasil ini terlihat dari rata-rata hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Sukoharjo yang mengalami peningkatan baik dari ranah afektif, psikomotorik, dan kognitif. Hasil belajar siswa ranah afektif mengalami peningkatan dari nilai rata – rata siswa prasiklus yaitu 2,38 meningkat 0 , 20 pada siklus I sebesar 2,58 mengalami kenaikan hasil belajar pada siklus II sebesar 0, 39 dengan nilai rata-rata siswa menjadi 2, 97 dari interval nilai 1-4. Ranah Psikomotorik mengalami peningkatan dari nilai rata – rata siswa prasiklus yaitu 2, 61 meningkat 0, 09 pada siklus I sebesar 2, 7 mengalami kenaikan hasil belajar pada siklus II sebesar 0, 4 dengan nilai rata-rata siswa menjadi 3, 1 dari interval nilai 1-4. Pada ranah Kognitif siswa mengalami peningkatan dari nilai rata – rata siswa prsiklus yaitu 62, 88 meningkat 14, 49 pada siklus I sebesar 77, 37 mengalami kenaikan hasil belajar pada siklus II sebesar 6, 97 dengan nilai rata-rata siswa menjadi 84 , 34 dari interval 1-100. Dengan demikian hasil belajar siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Sukoharjo yang mulanya tergolong rendah, setelah tindakan mengalami peningkatan nilai rata-rata kelas dalam ranah afektif, psikomotorik, dan kognitif.Kata kunci : Konbinasi model pembelajaran, Pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI), Pembelajaran kooperatif tipe Example non Example (EnE) , hasil belajar
INTERNALISASI PENDIDIKAN KARAKTER DI PONDOK PESANTREN (STUDI KASUS PONDOK PESANTREN DARUL A’MAL KOTA METRO, LAMPUNG)
INTERNALISASI PENDIDIKAN KARAKTER DI PONDOK PESANTREN
(STUDI KASUS PONDOK PESANTREN DARUL A’MAL KOTA METRO, LAMPUNG)
Atika Xena, Sigit Pranawa, Siany Indria Liestyasari
Pendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sebelas Maret
[email protected]
Abstrak
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang menekankan nilai agama kepada peserta didiknya. Pengawasan terhadap pelaksana dan hasil dari pengajaran atas pendidikan karakter di pondok pesatren cukup ketat diawasi oleh Ustad/Ustazah, dengan pengawasan yang cukup ketat masih saja ada santri yang menunjukkan perilaku yang berujung pada permasalahan sikap yang tidak sesuai dengan apa yang telah diajarkan. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengkaji bagaimana internalisasi pendidikan karakter yang terdapat di Pondok Pesantren Darul A’mal Kota Metro.
Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Darul A’mal Kota Metro, Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus kemudian dianalisis dengan menggunakan teori konstruksi sosial dari Peter L Beger & Thomas Luckmann. Sumber data dalam penelitian ini didapat dari hasil wawancara dengan informan serta dari jurnal/ penelitain terdahulu. Teknik pengambilan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan informan Bapak Wachid Asy’ari, M.Pd, Ustad K.H Zaenal Abidin, Yuli Malik dan Riza Fitriani. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Analisis data dalam penelitian ini yaitu dengan reduksi data, kemudian penyajian data dan terkahir pengambilan kesimpulan.
Pendidikan karakter di pondok diberikan selama santri berada di lingkungan pondok atau selama 24 jam dan dengan pengawasan dari Ustad/Ustazah, namun masih saja ada santri yang sikapnya menunjukkan pada permasalahan karakter, seperti halnya yang ditemui peneliti pada saat prasurvei, peneliti melihat ada satu santri yang dihukum pihak pondok. Berupa hukuman diikat di tiang bendera dikarenakan mencuri barang di dalam pondok. Berdasarkan hasil penelitian yang kemudian dianalisis dengan menggunakan teori konstruksi sosial dari Peter L Beger & Thomas Luckmann, maka dapat ditarik kesimpulan dari penelitian ini yaitu: proses eksternalisasi, eksternalisasi merupakan proses awal pembelajaran, dimana pembelajaran yang dilakukan dengan metode dialog (kajian); proses obyektivasi yaitu dengan memberikan praktik langsung kepada santrinya, tentang ilmu yang telah diajarkan; dan proses internalisasi yaitu keteladanan, keteladanan merupakan sikap dimana santri akan meniru sosok yang diangap baik dan menjadi panutan dalam berperilaku di pondok. Penelitian mengenai proses internalisasi pendidikan karakter di pondok pesantren ini diharapkan dapat memberikan pemahaman bagi masyarakat bahwa pendidikan karakter bisa diberikan melalui pendidikan nonformal yaitu pondok pesantren.
Kata Kunci: Internalisasi, Pendidikan Karakter, Pondok Pesantre
ANALISIS POWER SITUATION DALAM KONTEKS ANAK JALANAN DI KOTA SURAKARTA
ABSTRAK Annisa Nur Rohmah, K8412008, ANALISIS POWER SITUATION DALAM KONTEKS ANAK JALANAN DI KOTA SURAKARTA. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2017. Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui latar belakang keputusan anak jalanan turun ke jalan di Kota surakarta (2) untuk mengetahui keterkaitan power situation yang dibangun antar anak jalanan yang menjadikan anak bertahan di jalanan Kota Surakarta. Penelitian initermasuk jenis penelitian deskripsi kualitatif dengan pendekatan life story atau pengalaman pribadi.Sumber data dari informan, dan dokumen. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan dokumen.Teknik penentu informan menggunakan purposive sampling. Untuk mencari validitas data menggunakan trianggulasi data.Teknik analisis data menggunakan model analisis kualitatif interaktif. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) latar belakang keputusan anak jalanan untuk berada di jalan karena disebabkan oleh beberapa faktor yaitu latar belakang ekonomi, keluarga, sekolah, dan lingkungan; (2) keterkaitan power situation yang dibangun antar anak jalanan yang menjadikan anak bertahan di jalanan adalah keadaan ekonomi rendah, teman, peran keluarga yang tidak hadir, tidak adanya pilihan lain, anak mengandalkan bantuan dari orang lain, kemudian lingkungan yang mendukung mereka berada di jalan, dan biaya sekolah. Kata Kunci : anak jalanan, jalan, power situation, Surakarta
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE PAIR CHECK UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI. IPS 1 SMA NEGERI 1 KARANGANOM TAHUN PELAJARAN 2016/ 2017
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengamati peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran cooperatif learning tipe pair check pada mata pelajaran sosiologi kelas XI. IPS 1 SMA Negeri 1 Karanganom. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksankan dalam dua siklus. Dalam setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI. IPS 1 SMA Negeri 1 Karanganom sebanyak 32 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik utama dalam pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, sementara teknik pendukung dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran cooperatif learning tipe pair check dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar mata pelajaran Sosiologi siswa kelas XI. IPS 1 mulai dari keaktifan dan hasil belajar siswa pra siklus, siklus 1, sampai siklus 2. Keaktifan siswa di dalam kelas XI. IPS 1 menunjukkan presentase 31,25% pada tahap pra siklus meningkat menjadi 53,12% pada siklus 1 dan kembali meningkat menjadi 87,50% pada siklus 2. Rata-rata capaian keaktifan individu menunjukkan presentase 57,58% pada tahap pra siklus meningkat menjadi 65,62% dan kembali meningkat menjadi 80,80% pada tahap siklus 2. Hasil belajar di dalam kelas XI. IPS 1 terbagi atas 3 ranah, yang pertama ranah kognitif menunjukkan 78,12 pada tahap pra siklus meningkat 81,62 pada siklus 1 dan kembali meningkat menjadi 84,81. Kedua yaitu ranah afektif (keaktifan) menunjukkan presentase 31,25% pada tahap pra siklus meningkat menjadi 53,12% pada siklus 1 dan kembali meningkat menjadi 87,50% pada siklus 2. Ketiga yaitu ranah psikomotorik menunjukkan presentase 40,6% pada tahap pra siklus meningkat menjadi 59,4% pada siklus 1, dan kembali meningkat menjadi 93,75 pada siklus 2. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe pair check dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI. IPS 1 SMA Negeri 1 Karanganom pada tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Pair check, Keaktifan dan Hasil Belaja
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) DENGAN METODE THINK-PAIR-SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2016/2017
ABSTRAKZaky Arya Rukma. K8410065. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) DENGAN METODE THINK-PAIR-SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2016/2017. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.Universitas Sebelas Maret.Juli 2017.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Sosiologi pada peserta didik kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Sukoharjo melalui penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning dengan metode Think Pair Share. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 36 siswa. Sumber data berasal dari guru, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi dan tes sebagai teknik utama dan didukung dengan teknik wawancara, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber.Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis deskriptif dengan memperhatikan perubahan hasil disetiap siklus yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning dengan metode Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Sosiologi pada peserta didik kelas XI IPS 1 dari mulai siklus pra tindakan ke siklus I, dan dari siklus I ke siklus II. Hal ini ditunjukkan dengan persentase perolehan nilai rata-rata peserta didik di tiap siklus juga mengalami peningkatan, yaitu pada siklus pra tindakan nilai rata-rata 70.89 meningkat menjadi 77.75 pada siklus I dan kembali meningkat menjadi 82.27 pada siklus II.Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning dengan tipe Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Sukoharjo. Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Contextual Teaching Learning, Think Pair Share, Hasil Belaja
PEMANFAATAN FILM DOKUMENTER MELALUI METODE PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI PADA KELAS X IIS 4 SMA N 1 KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2016/2017
ABSTRAKPungki Arum Puspitasari.K8412085. PEMANFATAAN FILM DOKUMENTER MELALUI METODE PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS X IIS 4 SMA N 1 KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2016/2017. Skripsi, Surakarta:Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret.Maret 2017. Slamet Subagyo,M.Pd dan Dra.Siti Rochani.M.PdPenelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran sosiologi siswa kelas X IIS 4 SMA N 1 KARANGANYAR Tahun Ajaran 2016/2017 melalui pemanfaatan media film dokumenter melalui metode pembelajaran group investigation.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua (2) siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IIS 4 SMA N 1 KARANGANYAR Tahun Ajaran 2016/2017 sebanyak 32 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik utama dalam pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, sementara teknik pendukung dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan media ilm documenter melalui metode group investigation dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran sosiologi siswa kelas X IIS 4 SMA N 1 KARANGANYAR Tahun Ajaran 2016/2017 mulai dari hasil tes pra tindakan, siklus I, dan siklus II yaitu pra tindakan rata-rata prestasi belajar siswa 74.06 naik menjadi 84.53 dan meningkat kembali dalam siklus II menjdi 89.00.Simpulan penelitian ini adalah penerapan media film documenter melalui metode pembelajaran group investigation dapat meningkatkan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas X IIS 4 SMA N 1 KARANGANYAR Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : Penelitian Tindakan Kelas, Film Dokumenter, Metode Group Investigation, Prestasi Belajar.)*Program FKIP UNS Sosiologi Antropologi, Surakart
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THE LEARNING CELL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X IIS 2 SMA NEGERI GONDANGREJO TAHUN PELAJARAN 2016/2017
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THE LEARNING CELL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X IIS 2 SMA NEGERI GONDANGREJO TAHUN PELAJARAN 2016/2017 THE IMPLEMENTATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL OF THE LEARNING CELL TYPE TO INCREASE THE LEARNING OUTCOMES IN SOCIOLOGY SUBJECT STUDENTS OF X IIS 2 AT SENIOR HIGH SCHOOL GONDANGREJO IN THE ACADEMIC YEAR OF 2016/2017 Aditya Wisnu Aji, Siti Rochani, Siany Indria Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jl. Ir Sutami No.36A, Jebres Kota Surakarta ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar Sosiologi peserta didik kelas X IIS 1 SMA Negeri Gondangrejo tahun pelajaran 2016/2017 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe The Learning Cell.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Dalam setiap siklus terdiri dari tahap Perencanaan, Pelaksanaan Tindakan, Observasi dan Refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X IIS 2 SMA Negeri Gondangrejo yang terdiri dari 36 peserta didik. Sumber data diperoleh dari guru dan peserta didik. Teknik utama dalam penelitian ini melalui observasi dan test, sedangkan teknik pendukung pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe The Learning Cell dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Sosiologi Kelas X IIS 2 SMA Negeri Gondangrejo tahun pelajaran 2016/2017, yang dimulai dari tahap pratindakan, siklus I dan siklus II. Hasil belajar ranah kognitif pada tahap Pra Tindakan menunjukkan 68,61 dengan prosentase ketuntasan peserta didik sebesar 55%. Hasil belajar mengalami peningkatan pada Siklus I menjadi 79,3 dengan prosentase ketuntasan sebesar 86%. Kemudian hasil belajar pada Siklus II kembali meningkat menjadi 86,53 dan prosentase ketuntasan sebesar 92%. Sedangkan pada ranah afektif diperoleh prosentase pada Siklus I sebesar 78% menjadi 85% pada Siklus II. Kemudian prosentase ranah Psikomotor mengalami peningkatan dari 84% pada Siklus I menjadi 92% pada Siklus II.Simpulan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe The Learning Cell dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X IIS 2 SMA Negeri Gondangrejo.Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, The Learning Cell, Hasil Belaja
PENGARUH KEAKTIFAN DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER, MINAT BACA, DAN KEDISIPLINAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 1 KARTASURA
PENGARUH KEAKTIFAN DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER, MINAT BACA, DAN KEDISIPLINAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 1 KARTASURA Pramudito Herlambang, Zaini Rohmad, dan Slamet SubagyaPendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta [email protected] ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara keaktifan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler, minat baca, dan kedisiplinan belajar siswa secara bersama-sama terhadap prestasi belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1Kartasura tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian ini ialah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kartasura Tahun Pelajaran 2016/2017, yang berjumlah 163 siswa. Sampel penelitian yang digunakan adalah sampel populasi dan diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi ganda. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) terdapat pengaruh positif yang signifikan keaktifan dalam kegiatan ekstrakurikuler, minat baca, dan kedisiplinan belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kartasura tahun pelajaran 2016/2017. (2) terdapat pengaruh positif yang signifikan keaktifan dalam kegiatan ekstrakurikuler terhadap prestasi belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kartasura tahun pelajaran 2016/2017. (3) terdapat pengaruh positif yang signifikan minat baca terhadap prestasi belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kartasura tahun pelajaran 2016/2017. (4) terdapat pengaruh positif yang signifikan kedisiplinan belajar terhadap prestasi belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kartasura tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci: keaktifan dalam kegiatan ekstrakurikuler, minat baca, kedisiplinan belajar, prestasi belajar sosiolog