SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
    432 research outputs found

    IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ADIL GENDER DI PONDOK PESANTREN AL – MUAYYAD SURAKARTA

    Full text link
    IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ADIL GENDER DI PONDOK PESANTREN AL – MUAYYAD SURAKARTA  Vikri Zahara, Siany Indria Liestyasari, dan NurhadiPendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Surakarta [email protected] pendidikan adil gender di pondok pesantren Al – Muayyad Surakarta belum dilakukan secara optimal. Meskipun secara umum santri putra dan santri putri diberikan hak pendidikan yang sama di bidang akademik dan non akademik namun masih terjadi perbedaan akses, partisipasi, kontrol dan manfaat dari proses pendidikan. Belum optimalnya implementasi pendidikan adil gender di pondok pesantren Al – Muayyad Surakarta dikarenakan kendala kultural yang mengakibatkan adanya kebijakan kurang responsif gender. Kendala kultural yang dimaksud yaitu sistem patriarki. Pada sistem patriarki laki-laki mengontrol kerja perempuan. Implikasinya santri putra menempati otoritas utama di lingkungan pesantren. Dalam analisa teori nature dan culture, perempuan dan fungsinya diidentikkan dengan “kehidupan”, menempatkan dirinya dekat dengan alam. Berbeda dengan laki-laki yang sepenuhnya bebas dengan proyek “budaya”. Perempuan yang diidentifikasikan sebagai “alam”, dianggap sebagai orang yang berkaitan erat dengan sektor domestik. Sedangkan laki-laki di tempatkan sebagai kelompok  yang berhak  mengisi  sektor  publik.  Begitu  juga di  pesantren  Al  – Muayyad masih memperlakukan santrinya dengan dikotomi peran tersebut. Akibatnya santri putri mempunyai akses terbatas untuk mengikuti kegiatan di luar pesantren. Selain itu santri putra juga masih mendominasi pengambilan keputusan dalam rapat gabungan. Santri putri juga tidak bisa menempati posisi teratas dalam struktur  organisasi.  Subordinasi  pada  santri  putri  juga  terlihat  dari  minimnyakesempatan untuk tampil di depan umum. Karena sesuatu yang massal dan bergengsi dianggap sebagai wilayah laki – laki. Akhirnya pengalaman yang didapat santri putra lebih  banyak.  Dampaknya bekal  yang diterima santri  putri  untuk persiapan terjun ditengah masyarakat tidak sebesar santri putra. Kata Kunci : Pendidikan, Keadilan Gender, Pesantre

    PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING DENGAN METODE TIME TOKEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X IPS 3 SMA NEGERI 1 NGEMPLAK TAHUN PELAJARAN 2016- 2017

    Full text link
    ABSTRAKJanareindrad Bagas, K8413042, PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING DENGAN METODE TIME TOKEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X IPS 3 SMA NEGERI 1 NGEMPLAK TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2017.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dengan penerapan metode time token pada mata pelajaran sosiologi dapat meningkatkan hasil belajar peserrta didik Kelas X IPS 3 SMA Negeri 1 Ngemplak dalam proses.            Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus dan setiap siklusnya terdiri 2 pertemuan. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPS 3 di SMAN 1 Ngemplak Tahun Pelajaran 2016/ 2017 sejumlah 38 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes dan dokumentasi.. Untuk mencari validitas data menggunakan trianggulasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menununjukkan bahwa penelitian tindakan kelas dari pra siklus, siklus 1 dan siklus 2 terdapat hasil bahwa penerapan metode time token dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Sosiologi peserta didik kelas X IPS 3 SMAN 1 Ngemplak, Boyolali. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata- rata yang dicapai dalam tahap pra siklus, siklus 1, dan siklus 2. Pada tahap pra siklus nilai rata- rata hasil belajar peserta didik  46, 7,  pada siklus 1 menjadi 60, 2, terdapat kenaikan nilai rata- rata sebesar 13, 5 dari pra siklus ke siklus 1. Sedangkan siklus 2 nilai rata- rata peserta didik 84, 9 terdapat kenaikan nilai rata- rata sebesar 24, 7 dari siklus 1 ke siklus 2.Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan cooperative learning dengan metode time token dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik mata pelajaran sosiologi siswa kelas X IPS 3 SMAN 1 Ngemplak, Boyolali Tahun Pelajaran 2016/ 2017.   Kata Kunci : Penelitian Tindakan Kelas, Metode Time Token, dan Hasil Belajar.

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK KANCING GEMERINCING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 4 SMA AL-ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2016/2017

    No full text
    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK KANCING GEMERINCING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 4 SMA AL-ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2016/2017THE IMPLEMENTATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL OF KANCING GEMERINCING TECHNIQUE TO IMPROVE THE LEARNING OUTCOMES IN SOCIOLOGY SUBJECT STUDENTS OF XI IPS 4 SENIOR HIGH SCHOOL AL-ISLAM 1 SURAKARTA IN THE ACADEMIC YEAR OF 2016/2017Ika Hana Safitri, Siti Rochani, Atik Catur BudiatiSkripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret SurakartaMei 2017ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan untuk menigkatkan hasil belajar mata pelajaran sosiologi siswa kelas XI IPS 4 SMA Al-Islam 1 Surakarta tahun pelajaran 2016/2017 dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi tindakan. Subjek pada penelitian tindakan kelas adalah seluruh siswa kelas XI IPS 4 SMA Al-Islam 1 Surakarta yaitu sebanyak 34 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik utama dalam pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, sementara teknik pendukung dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif.Hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing dapat meningkatkan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS 4 SMA Al-Islam 1 Surakarta, yang dimulai dengan tahap pratindakan, siklus I dan Siklus II. Hasil belajar pada tahap Pra Tindakan diperoleh prosentase ketuntasan siswa sebesar 29,41% dengan nilai rata-rata kelas sebesar 66,32. Hasil belajar mengalami peningkatan pada Siklus I dengan prosentase ketuntasan sebesar  58,82% dan rata-rata nilai sebesar 73,08. Kemudian pada siklus II diperoleh prsontase ketuntasan sebesar 94,11% dan rata-rata nilai sebesar 82,5.Simpulan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif teknik kancing geemrincing dapat meningkatkan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS 4 SMA Al-Islam 1 Surakarta tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Penelitian Tindakan Kelas, Teknik Kancing Gemerincing, Hasil Belajar

    ANALISIS STRATEGI BERTAHAN HIDUP ANAK JALANAN DI LEMBAGA PPAP SEROJA DAN LSK BINA BAKAT KOTA SURAKARTA

    Full text link
    ANALISIS STRATEGI BERTAHAN HIDUP ANAK JALANAN DI LEMBAGA PPAP SEROJA DAN LSK BINA BAKATKOTA SURAKARTAAnnisa Nur Rohmah1, Nurhadi2, Slamet Subagya31Program Pendidikan Sosiologi Antropologi, FKIP, UNS Surakarta2Dosen Program Pendidikan Sosiologi Antropologi, FKIP, UNS Surakarta3Dosen Program Pendidikan Sosiologi Antropologi, FKIP, UNS Surakartae-mail : [email protected] Annisa Nur Rohmah. K8412008. ANALISIS STRATEGI BERTAHAN HIDUP ANAK JALANAN DI  LEMBAGA PPAP SEROJA DAN LSK BINA BAKAT  KOTA SURAKARTA. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret, 2018. Penelitian ini mengambil tempat penelitian di Lembaga PPAP Seroja dan LSK Bina Bakat Surakarta yang bertujuan (1) untuk mengetahui latar belakang munculnya anak jalanan (2) untuk mengetahui strategi bertahan hidup yang dibangun antar anak jalanan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskripsi kualitatif dengan pendekatan life history atau pengalaman pribadi. Sumber data dari informan, dan dokumen. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan dokumen. Teknik penentu informan menggunakan purposive sampling. Untuk mencari validitas data menggunakan triangulasi data. Teknik analisis data menggunakan model analisis kualitatif interaktif. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) latar belakang munculnya anak jalanan untuk berada di jalan karena disebabkan oleh beberapa faktor yaitu latar belakang ekonomi, keluarga, sekolah, dan lingkungan; (2) strategi bertahan hidup yang dibangun antar anak jalanan yang menjadikan anak bertahan di jalanan adalah keadaan ekonomi rendah, teman, peran keluarga yang tidak hadir, tidak adanya pilihan lain, anak mengandalkan bantuan dari orang lain terlihat dari bagaimana mereka menerima pakaian dari masyarakat maupun dalam bentuk makanan ataupun uang, kemudian lingkungan yang mendukung mereka berada di jalan seperti tempat tinggal yang kumuh maupun masyarakat yang miskin, dan biaya sekolah. Teori kebutuhan McClelland menjelaskan bahwa anak jalanan dalam strategi bertahan hidup dengan didorong oleh tiga kebutuhan yaitu need for achievement, need for power, dan need for affiliation. Anak jalanan bertahan karena mereka mempunyai tujuan yang diinginkan seperti karena kondisi ekonomi rendah, disharmoni keluarga, tidak adanya pilihan lain, dan mengandalkan bantuan dari orang lain. Dan kemudian mereka saling memberi kekuatan antara satu dengan yang lain. Selanjutnya terakhir, anak jalanan bertahan hidup karena lingkup pertemanan mereka yang akrab dan ramah. kata Kunci : Anak jalanan,  Jalan, Surakarta, Strategi   

    PERILAKU MASYARAKAT PADA PENGOBATAN TRADISIONAL SANGKAL PUTUNG H. ATMO SAIDI DI DESA SROYO KECAMATAN JATEN KABUPATEN KARANGANYAR (Studi Kasus pada Masyarakat Pemakai dan Bukan Pemakai Pengobatan Tradisional Sangkal Putung)

    Full text link
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengambilan keputusan masyarakat pada pengobatan tradisional sangkal putung H. Atmo Saidi.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Jenis penelitian adalah studi kasus tunggal. Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pengambilan keputusan masyarakat pada pengobatan tradisional sangkal putung diawali dari masyarakat mengenal pengobatan tradisional sangkal putung  melalui “getok tular”, kemudian masyarakat memberikan reaksinya secara positif atau negatif dan masyarakat melakukan pertimbangan serta mengumpulan informasi untuk memantapkan keputusannya. Selanjutnya masyarakat melaksanakan keputusan yang telah dipilih, sampai pada proses terakhir masyarakat memberikan konfirmasi dari pelaksanaan yang telah dilakukan. Kata Kunci: Difusi Inovasi, Perilaku, Msyarakat, Pengobatan Tradisional Sangkal Putung

    UPAYA PELESTARIAN KESENIAN BARONGAN DI KECAMATAN CEPU (STUDI FENOMENOLOGI TIGA PAGUYUBAN BARONGAN DI KECAMATAN CEPU KABUPATEN BLORA

    Full text link
    UPAYA PELESTARIAN KESENIAN BARONGAN DI KECAMATAN CEPU(STUDI FENOMENOLOGI TIGA PAGUYUBAN BARONGAN DI KECAMATAN CEPU KABUPATEN BLORA)Dian Rachma Puspita, Nurhadi, Siany Indria LiestyasariPendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Sebelas Maret, [email protected] AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbedaan cara paguyuban dalam melestarikan kesenian barongan serta apa saja manfaat yang diperoleh para anggota paguyuban hingga membuat mereka rela berpartisipasi untuk turut serta melestarikan kesenian barongan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan tiga paguyuban barongan, yaitu Paguyuban Kridha Mudha, Paguyuban Singa Lumaksana, dan Paguyuban Srangga Seta. Informan yang dipilih yaitu ketua masing-masing paguyuban serta tujuh anggota paguyuban barongan yang sudah bergabung dalam paguyuban minimal dua tahun terakhir. Dalam melakukan pengumpulan data peneliti menggunakan cara purposive sampling. Teknik uji validitas data yang digunakan berupa triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data yang digunakan analisis interaktif yang memiliki tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini adalah (1) tiap paguyuban memiliki cara tersendiri dalam upayanya untuk melestarikan kesenian barongan, (2) setiap paguyuban memiliki maksud dan tujuan tersendiri dalam upayanya melestarikan kesenian barongan, (3) setiap anggota paguyuban bergabung dalam paguyuban tidak hanya ingin melestarikan kesenian tradisional, melainkan karena memiliki tujuan tertentu. Jadi dapat disimpulkan tergabungnya para seniman barong dalam sebuah paguyuban merupakan sebuah tindakan rasional untuk mewujudkan tujuan mereka.Kata kunci : upaya pelestarian, paguyuban, tindakan rasional

    ANALISIS TIPOLOGI ADAPTASI ROBERT K. MERTON DALAM IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK OLEH GURU DI SMA NEGERI 2 SUKOHARJO

    Full text link
    ABSTRACT  Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penerapan penekatan saintifik guru di SMAN 2 Sukogharjo, (2) mendiskripsikan analisisis tipologi adaptasi Robert K. Merton dalam penerapan pendekatan saintifik guru di SMAN 2 Sukoharjo.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan strategi studi kasus fenomenologi. Sumber data dari informan atau narasumber serta dokumen dan arsip. Tekhnik cuplikan menggunakan purposive. Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari observasi   langsung,   wawancara   mendalam   dan   dokumen.   Untuk validitas   data   menggunakan   trianggulasi   data   atau   sumber   dan triangulasi metode. Tekhnik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, pertama, bahwa dari  enam  guru   yang  diteliti  hanya  dua  guru   yang  menerapkan pendekatan saintifik dengan benar. Sedangkan empat guru lain tidak menerapkan pendekatan saintifik yang sesuai. Kedua,   dalam Tipe adaptasi menurut merton terdapat 5 tipe yaitu: comformity, innovation, ritualism, retreatism, dan rebellion. dari enam guru yang diteliti satu guru termasuk kedalam tipe adapatasi comformity, dua guru masuk kedalam  tipe  adaptasi  innovation,  satu  guru  masuk  kedalam  tipe adaptasi   ritualism,   dan   dua   guru   masuk   kedalam   tipe   adapatasi retreatism.Kata kunci :pendekatan saintifik, tipologi adaptasi, gur

    PEMANFAATAN FILM DOKUMENTER MELALUI METODE PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI PADA KELAS X IIS 4 SMA N 1 KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2016/2017

    Full text link
    ABSTRAKPungki Arum Puspitasari K8412085. Drs. Slamet Subagyo,M.Pd dan Dra.Siti Rochani.M.Pd. PEMANFATAAN FILM DOKUMENTER MELALUI METODE PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS X IIS 4 SMA N 1 KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2016/2017. Skripsi, Surakarta:Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret.Maret 2017. Slamet Subagyo,M.Pd dan Dra.Siti Rochani.M.PdPenelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran sosiologi siswa kelas X IIS 4 SMA N 1 KARANGANYAR Tahun Ajaran 2016/2017 melalui pemanfaatan media film dokumenter melalui metode pembelajaran group investigation.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua (2) siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IIS 4 SMA N 1 KARANGANYAR Tahun Ajaran 2016/2017 sebanyak 32 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik utama dalam pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, sementara teknik pendukung dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan media ilm documenter melalui metode group investigation dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran sosiologi siswa kelas X IIS 4 SMA N 1 KARANGANYAR Tahun Ajaran 2016/2017 mulai dari hasil tes pra tindakan, siklus I, dan siklus II yaitu pra tindakan rata-rata prestasi belajar siswa 74.06 naik menjadi 84.53 dan meningkat kembali dalam siklus II menjdi 89.00.Simpulan penelitian ini adalah penerapan media film documenter melalui metode pembelajaran group investigation dapat meningkatkan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas X IIS 4 SMA N 1 KARANGANYAR Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : Penelitian Tindakan Kelas, Film Dokumenter, Metode Group Investigation, Prestasi Belajar.)*Program FKIP UNS Sosiologi Antropologi, Surakart

    PERAN MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN SOSIOLOGI DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI KOTA SOLO

    Full text link
    PERAN MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN SOSIOLOGIDALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI KOTA SOLO Amalia Emiliana Suryani, Atik Catur Budiarti, Siany Indria LiestyasariPendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Sebelas Maret, [email protected] AbstrakAmalia Emiliana Suryani. NIM K8413005. Peran Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sosiologi dalam Implementasi Kurikulum 2013 di Kota Solo. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Desember 2017.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala yang dihadapi guru sosiologi dalam implementasi Kurikulum 2013 dan peran yang telah dilakukan MGMP Sosiologi untuk membantu guru sosiologi dalam mengatasi kendala yang dihadapi dalam proses implementasi Kurikulum 2013 di Kota Solo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kendala yang dihadapi guru sosiologi di Kota Solo, yaitu kreativitas guru sosiologi yang belum maksimal dan pemahaman tentang Kurikulum 2013 masih belum maksimal pula (2) Peran MGMP Sosiologi dalam mengatasi kendala yang dihadapi guru sosiologi dalam implementasi Kurikulum 2013, yaitu peran kepelatihan, peran fasilitasi, dan sebagai forum diskusi bagi anggota MGMP Sosiologi di Kota Solo. Kata kunci : Peran, Guru Sosiologi, MGMP Sosiologi, Kurikulum 2013

    CYBERBULLYING DI KALANGAN PESERTA DIDIK (STUDI ETNOMETODOLOGI DI KALANGAN PESERTA DIDIK SMA 2 KOTA SURAKARTA)

    Full text link
    Muhamad Najib Shofy1), Siti Rochani 2), Sigit Pranawa3)1)Pendidikan Sosiologi Antropologi, FKIP UNS, e-mail: [email protected])Pendidikan Sosiologi Antropologi, FKIP UNS, e-mail: [email protected] 3)Pendidikan Sosiologi Antropologi, FKIP UNS, e-mail: [email protected] Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan cyberbullying yang terjadi di kalangan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitan kualitatif dengan menggunakan teori simulakra dan hiperrelitas untuk menganalisis terjadinya cyberbullying yang terjadi di kalangan peserta didik. Cyberbullying terjadi di SMAN 2 Kota Surakarta ditunjukkan dengan adanya temuan penelitian yang menunjukkan adanya pelaku, korban sekaligus pelaku dan hanya menjadi korban. Korban yang memberikan respon terhadap bentuk cyberbullying tertentu akan menimbulkan dampak psikis dan kehidupan sehari- hari peserta didik. Dalam menghadapi cyberbullying korban diharapkan selalu terbuka baik dengan teman akrab maupun pada pihak pendidik di sekolah. Pihak sekolah diharapkan bisa mengarahkan penggunaan smartphone pada saat jam pelajaran.Kata kunci : cyberbullying, korban, peserta didi

    398

    full texts

    432

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇