SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
    432 research outputs found

    STRATEGI ANGGOTA KELOMPOK HIMPUNAN WARIA SOLO (HIWASO) DALAM MENGHADAPI BERBAGAI BENTUK DISKRIMINASI

    Full text link
    ABSTRAK      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai bentuk diskriminasi yang diperoleh kelompok minoritas waria dan strategi anggota kelompok Himpunan Waria Solo (HIWASO) untuk mampu pertahan di tengah masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dengan menggunakan teori fenomenologi Alferd Schutz yaitu motif-motif sebab (because of motive)dan motif tujuan (in order to motive) dimana motif sebab merupakan rentetan masalalu yang dialami waria yaitu berbagai tindakan diskriminasi di tengah masyarakat. Motif tujuan yaitu upaya mereka agar di terima di tengah masyarakat dengan melakukan berbagai strategi mempertahankan diri. Hasil penelitian menujukan bahwa masih (1) banyak tindakan diskriminasi atau perlakuan yang tidak mengenakan yang didapat anggota waria dalam kehidupan sehari-hari ataupun ketika sedang melakukan pekerjaan diantaranya tidak diperbolehkan menggunakan lapangan bola voly, pengusiran, cibiran, hinaan, dan di tertawakan ketika anggota waria berada di tempat umum tindakan kekerasan fisik berupa pukulan, tendangan hingga bacokan dan berbagai upaya yang dilakukan berbagai oknum untuk mengembalikan anggota waria ke keadaan  sebagai laki-laki.(2) strategi yang dilakukan oleh anggota HIWASO untuk dapat bertahan di tengah masyarakat diantaranya mengubah perilaku menjadi lebih baik di tengah masyarakat, mengembangkan kemampuan yang mereka miliki, bergabung dengan kelompok HIWASO sebagai tempat untuk mengembangkan diri dan tempat bertemunya dengan anggota lain yang sepenanggungan.      Kata kunci : diskriminasi, strategi, waria, fenomenologi, Alferd Schut

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X IIS 1 SMA NEGERI 3 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2016/2017

    No full text
    ABSTRAKAditya Damar Aji Yudha.  K8410003.  PENERAPAN  MODEL PEMBELAJARAN TIPETHINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI PESERTA DIDIK KELAS XI IPS 4 SMA N 2 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2016/2017. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.Universitas Sebelas Maret.Juli 2017.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Sosiologi pada peserta didik kelas XI IPS 4 SMA Negeri 2 Sukoharjo melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share. Penelitian ini   merupakan   Penelitian  Tindakan   Kelas (PTK) yang dilaksanakan   dalam   dua  siklus,   dengan  tiap   siklus   terdiri   atas  perencanaan, pelaksanaan  tindakan,  observasi,  dan refleksi.  Subyek  penelitian adalah peserta didik kelas XI IPS 4 SMA  Negeri 2 Surakarta Tahun  Pelajaran  2016/2017  yang berjumlah 35 siswa. Sumber data berasal dari guru, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data  adalah dengan  observasi  dan  tes sebagai  teknik  utama dan  didukung  dengan teknik wawancara, dan dokumentasi. Validitas data  menggunakan triangulasi sumber.Analisis    data    dilakukan    menggunakan    teknik    analisis    deskriptif    dengan memperhatikan perubahan hasil disetiap siklus yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan   bahwa   penerapan   model   pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Sosiologi pada peserta didik kelas  XI IPS 4  dari  mulai siklus pra tindakan ke siklus I, dan  dari siklus I ke siklus II. Hal ini ditunjukkan dengan persentase  perolehan   nilai rata-rata   peserta didik   di   tiap   siklus   juga   mengalami peningkatan,  yaitu  pada  siklus pra tindakan  nilai  rata-rata  76,6  meningkat  menjadi 78,2 pada siklus I dan kembali meningkat menjadi 91 pada siklus II.Simpulan  penelitian  ini  adalah  penerapan  model  pembelajaran  kooperatiftipeThink Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XI IPS 4 SMA Negeri 2 Sukoharjo. Kata  Kunci: Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Think Pair Share, Hasil Belajar

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X IIS 1 SMA NEGERI 3 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2016/2017

    Full text link
    ABSTRAKPenelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Dalam setiap siklus terdiri dari tahap Perencanaan, Pelaksanaan Tindakan, Observasi dan Refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X IIS 1 SMA Negeri 3 Boyolali yang terdiri dari 36 peserta didik. Sumber data diperoleh dari guru dan peserta didik. Teknik utama dalam penelitian ini melalui observasi dan test, sedangkan teknik pendukung pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Sosiologi Kelas X IIS 1 SMA Negeri 3 Boyolali tahun pelajaran 2016/2017, yang dimulai dari tahap pratindakan, siklus I dan siklus II. Hasil belajar ranah kognitif pada tahap Pra Tindakan menunjukkan 75,41 dengan prosentase ketuntasan peserta didik sebesar 64%. Hasil belajar mengalami peningkatan pada Siklus I menjadi 81,02 dengan prosentase ketuntasan sebesar 75%. Kemudian hasil belajar pada Siklus II kembali meningkat menjadi 85,11 dan prosentase ketuntasan sebesar 92%. Sedangkan pada ranah afektif diperoleh prosentase pada Siklus I sebesar 76% menjadi 83% pada Siklus II. Kemudian prosentase ranah Psikomotor mengalami peningkatan dari 72% pada Siklus I menjadi 89% pada Siklus II. Simpulan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X IIS 1 SMA N 3 Boyolali.Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Think Pair Share, Hasil Belaja

    HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI (SELF ESTEEM) DAN PERGAULAN TEMAN SEBAYA DENGAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 8 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2016/2017

    Full text link
    HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI (SELF ESTEEM) DAN PERGAULAN TEMAN SEBAYA DENGAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 8 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Nuryanti, Dra. Siti Rochani Ch., M. Pd dan Dr. Zaini Rohmad, M.PdPendidikan Sosiologi Antropologi, FKIP Universitas Sebelas MaretSurakarta, 57126, [email protected]                                                            ABSTRAK            Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) Hubungan antara harga diri (self esteem) dengan hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Surakarta Tahun Pelajaran 2016/2017. 2) Hubungan antara pergaulan teman sebaya dengan hasil belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Surakarta Tahun Pelajaran 2016/2017. 3) Hubungan antara harga diri (self esteem) dan pergaulan teman sebaya dengan hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Surakarta Tahun Pelajaran 2016/2017.            Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Surakarta yang berjumlah 175 siswa. Sampel yang digunakan sebanyak siswa diambil dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi product moment Karl Pearson dan analisis korelasi ganda.Kesimpulan penelitian ini bahwa : (1) Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara harga diri (self esteem) dengan hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Surakarta dengan nilai r Pearson sebesar 0,692 dan angka signifikansi 0,000. (2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pergaulan teman sebaya dengan hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Surakarta dengan nilai r Pearson sebesar 0,600 dan angka signifikansi 0,000. (3) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara harga diri (self esteem) dan pergaulan teman sebaya secara bersama-sama dengan hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Surakarta dengan F hitung 4,675 dan koefisien korelasi ganda 0,764.Kata kunci : Kuantitatif, Hasil Belajar Sosiologi, Harga Diri (Self esteem), Pergaulan Teman Sebaya

    PERAN SENDRATARI RAMAYANA DALAM MELESTARIKAN KEBUDAYAAN TRADISIONAL (STUDI KASUS DI BALEKAMBANG KOTA SURAKARTA)

    Full text link
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui motif Sendratari Ramayana masih bertahan di era modern saat ini; (2) Untuk mengetahui strategi bertahan Sendratari Ramayana di era modernisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode ini dipilih karena penelitian kualitatif merupakan suatu bentuk kajian terhadap suatu fenomena yang terjadi dalam masyarakat yang dideskripsikan secara detail dengan menggunakan metode tertentu guna menghasilkan sebuah jawaban dari pertanyaan yang sedang dikaji dalam penelitian tersebut. Jenis penelitian ini adalah studi kasus tunggal, karena penelitian ini terarah pada satu karakteristik hanya dilakukan pada satu sasaran lokasi dan berfokus pada satu objek yaitu kesenian Sendratari Ramayana Balekambang. Sumber data diperoleh dari studi pustaka, dokumen dan arsip, informan yaitu pemerintah kota, ketua paguyuban, sutradara/pelatih, pemain, penonton. Teknik pengambilan cuplikan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi serta dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber. Untuk menganalisis data menggunakan analisis model interaktif yaitu dari pengumpulan data kemudian reduksi data, sajian data, terakhir penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan (1) motif bertahan dimiliki oleh semua pihak pengelola sendratari ramayana, motif intrinsik antara lain adanya bakat dalam diri para pemain yang mampu menumbuhkan panggilan jiwa sehingga memiliki kesadaran untuk bertahan melestarikan sendratari ramayana di era modern, dan motif “nguri-uri budaya Jawa” yaitu rasa memiliki kesenian ini sebagai masyarakat Jawa sehingga mampu membuat kesenian ini bertahan. Sedangkan motif ekstrinsik datang karena adanya simbiosis mutualisme atas terselenggaranya pertunjukan Sendratari Ramayana membawa keuntungan bagi setiap pihak. (2) beragam strategi bertahan untuk melestarikan Sendratari Ramayana dilakukan oleh seluruh elemen yang dibagi dalam dua sektor pemerintah kota memiliki strategi dalam hal perbaikan fasilitas dengan memperlebar open stage, meningkatkan dana stimulan bagi sanggar, dan juga promosi dengan mengundang wartawan. Sanggar memiliki strategi dalam hal perbaikan sajian pementasan seperti memasukkan unsur modern dalam pementasan. Strategi bertahan yang dimiliki oleh setiap elemen telah menunjukkan keseimbangan antara hambatan dan upaya penanganannya, akan tetapi dalam sektor pemasaran perlu ditingkatkan agar Sendratari Ramayana Balekambang tetap lestari.          Kata kunci : Kesenian, Pelestarian, Sendratari Ramayan

    KONSTRUKSI SOSIAL TENTANG PENGGUNAAN BUSANA MUSLIM SEBAGAI SERAGAM WAJIB BAGI SISWA PADA HARI JUMAT DI SMA BATIK 1 SURAKARTA

    Full text link
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) persepsi siswa mengenai penggunaan busana muslim; (2) faktor yang mempengaruhi siswa dalam menggunakan busana muslim; (3) konstruksi penggunaan busana muslim pada siswa yang berlaku di SMA Batik 1 Surakarta.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Kriteria informan adalah siswa – siswi SMA Batik 1 Surakarta yang melaksanakan secara langsung peraturan penggunaan busana muslim pada hari Jum’at.  Selanjutnya adalah  pihak kesiswaan  yaitu pembuat serta pengawas dari peraturan tersebut. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam serta observasi langsung dimana peneliti berperan pasif dalam proses wawancara dan menggunakan triangulasi teknik. Tahap analisis penelitian ini yaitu tahap persiapan, pengumpulan data, analisis data, dan penyusunan laporan penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa mempunyai persepsi berbeda – beda dalam memahami busana muslim, mereka menggunakan busana muslim karena taat pada aturan serta kesadaran sebagai umat muslim. busana muslim juga digunakan untuk kebebasan berekspresi dalam berpakaian, (2) terdapat faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi mereka, faktor internal yaitu individu dan keluarga, serta faktor eksternal yaitu lingkungan sosial pertemanan dan media, (3) konstruksi dari busana muslim tersebut adalah pertama, busana muslim sebagai benteng diri, kedua busana muslim sebagai presentasi diri, ketiga sekolah sebagai ajang fashion show.Kata Kunci : Konstruksi Sosial, Busana Muslim, Sekolah

    ANALISIS DIMENSI ETIS-SPIRITUAL DALAM PROSES PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK PADA PERMAINAN TRADISIONAL

    Full text link
    ABSTRAKANALISIS DIMENSI ETIS-SPIRITUAL DALAM PROSES PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK PADA PERMAINAN TRADISIONAL. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui respon masyarakat sekitar terhadap adanya komunitas anak bawang (2) Untuk mengetahui peran permainan tradisional terhadap pendidikan karakter anak. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Sumber data dari informan, komunitas dan dokumen. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik penentu informan menggunakan purposive sampling. Untuk mencari validitas data menggunakan trianggulasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan (1) Respon masyarakat tentang adanya Komunitas Anak Bawang yakni sangat baik seperti Pertama, komunitas anak bawang masih bisa menyempatkan waktu untuk melakukan kegiatan sosial walaupun mereka dari mahasiswa psikologi. Kedua, komunitas anak bawang memberi dampak positif terhadap anak-anak sehingga dapat mengenalkan dan melestarikan permainan tradisional. Ketiga, komunitas anak bawang dapat membawa kembali kepada masa lampau yang anak-anak dan orang dewasa bisa menikmati kembali permainan tradisional. Keempat, komunitas anak bawang terus untuk dikembangkan lagi dikarenakan anak-anak pada zaman sekarang memerlukan media untuk bermain secara tepat seperti permainan tradisional. (2) Terdapat beberapa permainan tradisional yang dapat bermanfaat bagi anak dan sekaligus juga dapat membentuk karakter anak Pertama, permainan tradisional dhakon terdapat nilai-nilai kehidupan yang dapat diambil dari para pemain. Kedua, permainan tradisional gasing yang bisa untuk media terapi. Ketiga, permainan tradisional egrang bambu memiliki nilai budaya yang terkandung seperti kerja keras, keuletan, dan sportivitas. Keempat, permainan tradisional lompat tali mengajarkan anak untuk melatih motorik saat melompat. Kelima, permainan tradisional Surakarta mengajarkan anak strategi. Keenam, permainan tradisional Engklek Gunung, Permainan ini mengajakan anak untuk membangun rumahnya dan perjuangan manusia dalam meraih wilayah kekuasaannya.Kata Kunci: Karakter, Permainan Tradisional, Anak, Komunita

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 1 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2016/2017

    Full text link
    ABSTRAK ESTER AYUNINGTYAS CIPTA. K8413027. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING  TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 1 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2016/2017 : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA, OKTOBER 2017.                       Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Boyolali Tahun Pelajaran 2016/2017 pada Mata Pelajaran Sosiologi dengan menerapkan Model Pembelajaran Cooperative Learning tipe Numbered Head Together (NHT).                       Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pada setiap siklusnya terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Sumber data berasal dari informan, peristiwa dan dokumen atau arsip. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik uji validitas yang digunakan adalah triangulasi data dan triangulasi metode. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif.                       Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa. Hal ini terbukti dari terjadinya peningkatan pada setiap siklusnya. Pada kegiatan Pra Siklus sebelum diterapkannya model pembelajaran Cooperative Learning tipe Numbered Head Together (NHT) keaktifan siswa 38,62%. Pada Siklus I keaktkifan belajar meningkat menjadi 58,78%. Pada Siklus II keaktifan belajar siswa mencapai 79,96%. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan keaktifan belajar pada Mata Pelajaran Sosiologi. Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Numbered Head Together (NHT), Keaktifan Belajar. 

    ANALISIS PENDIDIKAN KRITIS PAULO FREIRE PADA PEMANFAATAN EKSTRAKURIKULER TEATER DI SEKOLAH (STUDI KASUS DI SMA NEGERI 3 SURAKARTA)

    Full text link
    ABSTRAK Alfina Fadilatul Mabruroh. K8413003. ANALISIS PENDIDIKAN KRITIS PAULO  FREIRE  PADA  PEMANFAATAN  EKSTRAKURIKULER TEATER    DI    SEKOLAH    (STUDI    KASUS    DI    SMA    NEGERI    3SURAKARTA).  Skripsi,  Surakarta:  Fakultas Keguruan  dan  Ilmu  Pendidikan.Universitas Sebelas Maret, Juni 2017 Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan analisis pendidikan kritis pada ekstrakurikuler Teater. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara 12 informan. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui observasi latihan dan dokumentasi naskah AA II UU serta LANGKAH. Dalam pengambilan subjek penelitian, teknik purposive sampling digunakan untuk menggali informasi dari seorang pelatih, 3 alumni, 8 informan peserta didik. Penelitian menggunakan uji validitas data yaitu trialungasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data  Miles  &  Huberman  yang  terdiri  dari  reduksi  data,  paparan  data  serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Proses latihan ektrakurikuler teater di sekolah terbagi menjadi 3 yaitu latihan dasar, latihan rutin dan latihan pentas. Dari ketiga latihan, analisis pendidikan kritis akan berfokus pada latihan pentas (2) Latihan pentas merupakan puncak praktik dari latihan lainnya yang mengandung unsur  kodifikasi  teks dan  berisi  laku-laku  pemahaman  ( acts of cognition) (3) Pada latihan pentas, terdapat macam-macam tahapan yaitu bedah naskah, reading, casting, blocking, running, dan pentas. (4) Pentas AA II UU yang dilaksanakan dengan mengadaptasi naskah film mengandung unsur kodifikasi teks pada tahap bedah naskah dan reading (5) Proses latihan LANGKAH yang mengandung unsur pendidikan yang membebaskan. Hal ini dikarenakan, proses LANGKAH terlaksana tanpa sutradara, sehingga peserta didik mengimplementasikan pengetahuan tentang teter dan kritik sosial secara mandiri. Proses tersebut berisi proses penemuan kembali (reinventing), penciptaan kembali (recreating), penulisan ulang (rewriting) peserta didik atas pengetahuan yang selama ini diterima selama Latihan Dasar dan Latihan Rutin.Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa (1) Study teater belum sepenuhnya melaksanakan konsep pendidikan kritis Paulo Freire. (2) Beberapa konsep Pendidikan kritis Paulo Freire, hanya ditemukan 2 indikator yang mampu untuk mengkaji hasil temuan data. Kedua konsep tersebut yaitu konsep penolakan objek tabungan pengetahuan dan dialog. (3) Proses latihan pentas pertunjukan, dikaji dengan menggunakan konsep penolakan objek tabungan pengetahuan. (4) Proses eksplorasi naskah dan proses kreatif selama latihan pertunjukan mengandung unsur pembebaskan laku-laku pemahaman ( acts of cognition) dan kodifikasi naskah. (5) Proses dialog formal (pada saat latihan) dan proses dialog non formal dikaji menggunakan konsep dialog sebagai praktik pembebasan.Kata Kunci : Pendidikan Kritis, Paulo Freire, Teate

    PENERAPAN METODE INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI SISWA KELAS X IIS 1 SMA NEGERI GONDANGREJO KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2016/2017

    Full text link
    PENERAPAN METODE INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI SISWA KELAS X IIS 1 SMA NEGERI GONDANGREJO KARANGANYARTAHUN PELAJARAN 2016/2017THE IMPLEMENTATION OF INQUIRY METHOD TO IMPROVE LEARNING ACHIEVEMENT SOCIOLOGY SUBJECT STUDENT IN X SOCIAL SCIENCE 1 CLASS SENIOR HIGH SCHOOL GONDANGREJO KARANGANYAR ACADEMIC YEAR 2016/2017.Shafira Rizqi Aulia, Siti Rochani, Zaini RohmadSkripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2017 ABSTRAKPenelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam (2) siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas X IIS 1 SMA N GONDANGREJO KARANGANYAR Tahun Pelajaran 2016/2017 sejumlah 36 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik utama dalam pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, sementara teknik pendukung dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan metode inkuiri dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran sosiologi siswa kelas X IIS 1 mulai dari tes pra tindakan, siklus I dan siklus II yaitu pada pra tindakan rata-rata prestasi belajar siswa 70,25 naik menjadi 78,75 pada siklus I dan mengalami peningkatan kembali sebesar 86,67 pada siklus II. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan metode inkuiri dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran sosiologi siswa kelas X IIS 1 SMA N Gondangrejo Karanganyar Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Penelitian Tindakan Kelas, Metode Inkuiri, Prestasi Belajar.

    398

    full texts

    432

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇