SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
    432 research outputs found

    IDENTITAS KEAGAMAAN ORANG TUA DALAM ORIENTASI PEMILIHAN LEMBAGA PENDIDIKAN BAGI ANAKNYA (Kasus Pendidikan Sekolah Dasar Islam Terpadu)

    Full text link
    IDENTITAS KEAGAMAAN ORANG TUA DALAM ORIENTASI PEMILIHAN LEMBAGA PENDIDIKAN BAGI ANAKNYA(Kasus Pendidikan Sekolah Dasar Islam Terpadu)Muhammad Alfitra PanatagamaPendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas [email protected] ini bertujuan untuk mengetahui alasan utama orang tua memilih sekolah-sekolah di bawah naungan JSIT sebagai pilihan bagi anaknya dan latar belakang identitas keagamaan orang tua dalam penentuan pilihan sekolah.Penelitian ini dilakukan di SDIT Nur Hidayah, SDI Internasional Al Abidin, SDIT Ar Risalah, dan SDIST Ibnu Qoyyim di Kota Surakarta dengan teknik pemilihan informan berupa purposive sampling. Pengumpulan data berasal dari wawancara. Informan terdiri atas 8 orang tua murid, 4 perwakilan sekolah, kepala sekolah dari 4 sekolah dan ketua JSIT Surakarta. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus. Dalam melakukan uji validitas data, metode yang digunakan dengan langkah pengumpulan data acak dan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan serta verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil sebagai berikut: (1) alasan utama orang tua memilih sekolah di bawah naungan JSIT bagi anaknya (a) Keinginan orang tua agar anaknya memiliki bekal agama, (b) Kesibukan orang tua dan minimnya waktu untuk memberikan bekal agama bagi anaknya dan (c) sebagian sekolah di bawah naungan JSIT merupakan sekolah favorit. (2) peran identitas keagamaan orang tua  dalam penentuan pilihan sekolah bagi anaknya (a) Keinginan orang tua melakukan internalisasi nilai dan norma agama sejak dini pada anaknya melalui lingkungan sekolah, dan (b) Sebagian dari orang tua menyadari akan keterbatasan dalam mempelajari ilmu agama dan menginginkan anaknya memiliki capaian tertentu dalam ilmu agama seperti hafalan al-qur’an. Dalam fenomena pengarus utamaan pemilihan sekolah-sekolah di bawah naungan JSIT oleh orang tua terhadap anaknya selaras dengan penggambaran teori tindakan rasional bertujuan oleh Max Weber dengan wujud internalisasi nilai dan norma agama terhadap anak sebagai bentuk interpretasi religius orang tua selaku umat beragama yang taat. Oleh karenanya mereka rela mengorbankan waktu maupun materi merefleksikan bentuk pengorbanan dan totalitas dalam beragama agar mendapat tujuan-tujuan yang dijanjikan oleh agama.Kata kunci : SDIT, Identitas, Orientas

    PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN OBYEK WISATA DI DESA GUNUNGGAJAH, KECAMATAN BAYAT, KABUPATEN KLATEN

    Full text link
    PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN OBYEK WISATADI DESA GUNUNGGAJAH, KECAMATAN BAYAT, KABUPATEN KLATEN Anita Dwi Riyanti, Siany Indria Liestyasari, Zaini RohmadPendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Sebelas [email protected] ABSTRAK             Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui (1) proses terbentuknya partisipasi lembaga desa dalam pengembangan obyek wisata di Desa Gununggajah  dan (2) bentuk partisipasi lembaga desa sebagai agen dalam pengembangan obyek wisata di Desa Gununggajah.            Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah (1) informan, yaitu para pengelola obyek wisata  dan (2) aktivitas pengelola dan masyarakat Desa Gununggajah di obyek wisata yang mendukung penelitian. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa (1) wawancara terstuktur, semi terstruktur, serta tidak terstruktur dan (2) observasi. Teknik uji validitas yang digunakan adalah triangulasi sumber dan teknik. Teknik pengambilan informan yang digunakan adalah purposive sampling  dan snowball sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis  interaktif dari Miles dan Hubberman yang memiliki tahapan reduksi data, sajian data, dan kesimpulan data.            Hasil penelitian mengenai partisipasi masyarakat dalam pengembangan obyek wisata di Desa Gununggajah menunjukkan (1) Keberhasilan dalam menerapkan pariwisata berbasis komunitas (community based tourism). Proses terbentuknya partisipasi lembaga desa dalam pengembangan obyek wisata di Desa Gununggajah berdasarkan inisiatif dan partisipatif dari masyarakat (buttom up). Bentuk partisipasi lembaga desa dalam pengembangan obyek wisata di Desa Gununggajah  mengacu pada Cohen dan Uphoff yaitu bentuk partisipasi pada tahap pengambilan keputusan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi, dan tahap pemanfatan hasil. Pengembangan obyek wisata tidak lepas dari peran para pengelola yang terdiri dari Pemerintah Desa, Karang Taruna Argo Mudo, BUMDes, dan tokoh masyarakat. Secara manajemen pengelolaan obyek wisata dipegang oleh BUMDes dan pada pelaksana lapangan dipegang oleh Karang Taruna Argo Mudo. Meskipun berhasil dalam menerapkan pariwisata berbasis komunitas, penurunan partisipasi terjadi pada masyarakat. (2) Penelitian ini berhasil membuktikan teori Giddens mengenai struktur dan agen yang memiliki hubungan dualitas yaitu antara slogan Gumbregah dengan pengelola sebagai agen dalam pengembangan obyek wisata. Proses produksi dan reproduksi struktur dilakukan oleh pengelola wisata yang didukung oleh lembaga desa, komunitas di luar struktur dan masyarakat. Peran pengelola sebagai agen berperan penting dalam pengembangan obyek wisata. Berkaitan dengan penelitian ini masih diperlukan usaha yang optimal dari agen dalam penyadaran tentang pentingnya pariwisata kepada masyarakat, peningkatan promosi, dan rotasi jabatan secara terus menerus. Kata Kunci : Pariwisata Berbasis Komunitas, Partisipasi lembaga Desa, Dualitas struktur dengan agen

    BENTUK-BENTUK STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT PENDATANG MADURA DI SURAKARTA (STUDI KASUS MASYARAKAT PENDATANG MADURA DI SUMBER NAYU)

    Full text link
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi adaptasi masyarakat pendatang khususnya masyarakat pendatang Madura di Surakarta dalam mengatasi kondisi minimal berupa krisis identitas serta stereotip etnis yang melekat pada mereka. Selain itu penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui motif masyarakat pendatang Madura dalam melakukan adaptasi. Pemilihan kampung Sumber Nayu sebagai lokasi penelitian dilakukan karena di Sumber Nayu terdapat cukup banyak pendatang Madura yang menetap dan bertempat tinggal selama bertahun-tahun di lokasi tersebut. Dalam penelitian ini konsep yang digunakan peneliti dalam menganalisis strategi adaptasi masyarakat pendatang Madura adalah dengan menggunakan konsep etika subsistensi yang dikemukakan oleh James C. ScottDengan menggunakan metode kualitatif peneliti melibatkan beberapa informan yang diambil dari masyarakat pendatang Madura dan masyarakat sekitar di Sumber Nayu untuk mendapatkan data tentang penelitian ini. Dalam menjawab rumusan masalah yang diangkat peneliti mencoba menggali data dengan wawancara mendalam dan terstruktur. Data-data yang diperoleh (transkrip wawancara, laporan observasi dan dokumentasi) selanjutnya dianalisis menggunakan konsep etika subsistensi yang dikemukakan oleh Scott. Dalam konsepnya Scott mengangkat tentang kehidupan masyarakat petani di Asia Tenggara yang mengalami kondisi minimal berupa krisis pangan, serta bagaimana mereka mensiasati kondisi-kondisi tersebut. Validitas data diuji menggunakan triangulasi sumber dimana data yang diperoleh dicocokkan dengan temuan data lain apakah konsisten, tidak konsisten, atau malah kontradiksi.Dari hasil penelitian, masyarakat pendatang Madura memiliki beberapa siasat dalam mengatasi kondisi minimal mereka. Siasat yang pertama adalah siasat menahan diri dimana mereka membatasi kebiasaan yang bertentangan dengan budaya sekitar. Kedua, siasat alternatif subsistensi dimana mereka mencoba mencari alternative dengan belajar budaya serta belajar bahasa sekitar. Lalu yang terakhir adalah siasat membangun relasi dimana mereka mencoba membangun relasi dengan mengikuti kegiatan yang diadakan di kampung tersebut. Ketiga siasat ini serupa dengan siasat yang dilakukan oleh masyarakat petani di Asia Tenggara dalam analisis Scott. Sedangkan dalam proses adaptasi tercipta motif-motif baru berupa motif moral ekonomi, motif hubungan resiprokal, dan juga motif menyebarkan budaya melalui pembangunan komunitas seperti TPA. Beberapa motif diatas juga bersinggungan dengan konsep Scott dalam analisis ekonomi moral petani di Asia Tenggara.Kata kunci : Strategi adaptasi, pendatang Madura, etika subsistens

    HUBUNGAN ANTARA PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 KARANGANYAR

    Full text link
    HUBUNGAN ANTARA PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 KARANGANYARABSTRAKPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui : (1) Hubungan antara pemanfaatan sumber belajar dengan hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Karanganyar. (2) Hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Karanganyar. (3) Hubungan antara pemanfaatan sumber belajar dan motivasi belajar dengan hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Karanganyar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan sejumlah 60 siswa yang diambil menggunakan teknik multistage cluster random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi ganda. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara pemanfaatan sumber belajar dengan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Karanganyar dengan nilai r Parson sebesar 0,455 dan angka signifikasi 0,00 (2) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Karanganyar dengan nilai r Parson sebesar 0,658 dan angka signifikasi 0,00 (3) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara pemanfaatan sumber belajar dan motivasi belajar dengan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Karanganyar dengan Fhitung 44,749 dengan angka signifikasi 0,00.Kata Kunci : Kuantitatif, Pemanfaatan Sumber Belajar, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Sosiolog

    BENTUK-BENTUK PENDIDIKAN MULTIKULTURALISME DI SMA N 2 KARANGANYAR DAN SMA MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA

    Full text link
    BENTUK-BENTUK PENDIDIKAN MULTIKULTURALISME DI SMA N 2 KARANGANYAR DAN SMA MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA Awal Saputra, Nurhadi dan Siany Indria LiestyasariPendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Sebelas [email protected] ini bertujuan untuk mengetahui berbagai bentuk pendidikan multikultural yang di lakukan pihak guru serta sekolah SMA N 2 Karanganyar dan SMA Muhammadiyah 1 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dengan menggunakan teori M. Ainul Yaqin mengenai Pendidikan Multikultur, dimana guru dan sekolah memiliki peran-peran dalam pendidikan multikultural. Guru dan sekolah menerapkan bentuk pendidikan multikultural berupa; membangun paradigma keberagamaan inklusif, menghargai keragaman bahasa, dan membangun sikap anti deskriminasi etnis. Hasil penelitian menunjukan guru dan sekolah dari SMA N 2 Karanganyar dan SMA Muhammadiyah 1 Surakarta telah melakukan peran-perannya dalam pendidikan multikultural, dengan berprilaku plural, saling menghormati, anti terhadap deskriminasi dan sensitif terhadap isu-isu multikultural. Seklolah juga berperan dengan menggunakan kurikulum yang anti terhadap deskriminasi dan penuh akan konten pluralisme.Kata kunci :pendidikan multikultural, M. Ainul Yaqin, sekolah, guru

    PEMBENTUKAN HABITUASI LITERASI BACA TULIS SISWA MELALUI GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 KLATEN

    Full text link
    PEMBENTUKAN HABITUASI LITERASI BACA TULIS SISWA MELALUI GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 KLATENFera Atmawati, Nurhadi, dan Zaini RohmadPendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Universitas Sebelas Maret, [email protected] ini bertujuan menjelaskan proses pembentukan habituasi literasi baca tulis siswa melalui Gerakan Literasi Sekolah. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Klaten dengan teknik pemilihan informan berupa purposive sampling. Informan yang dipilih adalah 5 orang siswa, kepala sekolah, penanggung jawab pelaksanaan literasi dan 2 orang guru. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder melalui teknik wawancara mendalam dan observasi langsung. Uji validitas data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Analisis data melalui analisis Cresswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembentukan habituasi literasi baca tulis melalui GLS di SMA N 1 Klaten dilakukan melalui 3 fase. Fase pertama, yaitu membentuk struktur kognitif berpikir siswa melalui pemahaman mengenai kegiatan literasi yang dilaksanakan oleh pihak sekolah yang dibernturkan dengan idealisme sekolah. Fase kedua yaitu drill yang diberikan sekolah melalui praktik GLS melalui tahap pembiasaan, tahap pengembangan dan tahap pembelajaran. Fase ketiga yaitu berpola. Pola yang dimaksud dalam hal ini ialah mengenai hasil dari rangkaian kegiatan GLS yaitu bentuk kesadaran siswa untuk membawa kegiatan literasi dalam kehidupan sehari-harinya.Kata Kunci : habituasi, literasi baca tulis, Gerakan Literasi Sekola

    PEMENUHAN KEBUTUHAN HAK DASAR ANAK BAGI ORANG TUA DI TEMPAT PENITIPAN ANAK BALITA (TPAB) AKHLAQUL KARIMAH AISYIYAH WARU KECAMATAN BAKI KABUPATEN SUKOHARJO

    Full text link
    PEMENUHAN KEBUTUHAN HAK DASAR ANAK BAGI ORANG TUADI TEMPAT PENITIPAN ANAK  BALITA (TPAB) AKHLAQULKARIMAH AISYIYAH WARU KECAMATANBAKI KABUPATEN SUKOHARJOSiti Koyimah, Dr.rer.nat.Nurhadi, S.Ant, M.Hum dan Drs. Slamet Subagya, M.PdPendidikan Sosiologi Antropologi, FKIP Universitas Sebelas MaretSurakarta, 57126, Indonesia [email protected] Koyimah. K8413067. Pemenuhan Kebutuhan Hak Dasar Anak bagi Orang Tua di Tempat Penitipan Anak Balita (TPAB) Akhlaqul Karimah Aisyiyah Waru Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo. Skripsi, Surakarta  : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Mei 2017.Penelitian ini bertujuan : (1) Mengetahui arti anak bagi orang tua yang menitipkan di TPAB Akhlaqul Karimah Aisyiyah Waru (2) Mengetahui bagaimana proses pengambilan keputusan orang tua yang akhirnya memilih TPA sebagai tempat menitipkan anaknya (3) Mengetahui pemahaman orang tua terhadap pemenuhan hak dasar anak di TPAB Akhlaqul Karimah Aisyiyah Waru.Penelitian ini menggunakan metode yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Dalam pengambilan subyek penelitian menggunakan teknik purposive yaitu orang tua yang menitipkan di TPA dengan kriteria kurang memperdulikan anaknya serta pengasuh TPA sebagai penguat data. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Uji validitas data yang digunakan yaitu triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan model analisis data Miles & Huberman yang terdiri dari tiga tahapan yaitu (1) reduksi data; (2) paparan data; dan (3) penarikan kesimpulan dan verifikasi.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan : (1) Arti anak bagi orang tua bersifat ambivalen yaitu  sebagai investasi, sebagai bukti pengakuan diri bagi perempuan, sebagai pelengkap keluarga, dan sebagai tenaga kerja. Namun secara tersirat, peneliti melihat bahwa pada dasarnya anak bagi orang tua merupakan beban tersendiri bagi mereka (2) Dalam pengambilan keputusan orang tua memilih TPA sebagai tempat menitipkan anak dipengaruhi oleh faktor dan aktor di dalamnya (3)  Pemahaman orang tua terhadap hak dasar anak di TPA Akhlaqul Karimah dirasa cukup, namun dalam penerapannya orang tua kurang memenuhi kebutuhan tersebut.Simpulan yang diperoleh adalah keberadaan TPA membantu orang tua khususnya perempuan yang bekerja. Namun, hal ini membuat orang tua menjadi terlalu melimpahkan sehingga pemenuhan kebutuhan hak dasar kurang dipenuhi. Bagi masyarakat, sering menyalahkan perempuan secara sepihak.  Dan TPA menjadi tempat pelepasan salah satu beban atau sebagai liberalisasi para perempuan karir yang harus menanggung beban ganda. TPA juga menjadi tempat untuk mengkompromikan tekanan-tekanan yang dihadapi (eksis strategi) oleh perempuan karir dari waktu ke waktu.Kata Kunci : Hak  Dasar Anak, TPA, Perempuan Karir, Pengasuhan, Liberalisas

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS 4 SMA NEGERI 2 KARANGANYAR

    Full text link
    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS 4 SMA NEGERI 2 KARANGANYARTHE IMPLEMENTATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL OF NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TO INCREASE THE ACTIVITY AND LEARNING OUTCOMES STUDENTS OF XI IPS 4 AT SENIOR HIGH SCOOL 2 KARANGANYARRagil Tri Yuliana Wilujeng, Atik Catur Budiati, Siany Indria LiestyasariSkripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta Juli 2017ABSTRAK Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 2 Karanganyar sebanyak 32 siswa. Sumber data berasal dari data primer dan data sekunder. Teknik utama dalam pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, sementara teknik pendukung dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Teknik uji validitas yang digunakan adalah trianggulasi metode dan validitas isi.  Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti pada siklus I dan siklus II keaktifan dan hasil belajar siswa terus meningkat. Sebelum diterapkan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Numbered Head Together (NHT) nilai rata-rata kelas adalah 76,59. Sedangkan keaktifan siswa pada aspek aktivitas visual 40,62%, aktivitas lisan 36,12%, aktivitas mendengarkan 39,84%, aktivitas mental 39,84%. Pada siklus I hasil belajar siswa mengalami peningkatan yaitu dengan nilai rata-rata 78,31. Sedangkan keaktifan siswa pada aspek aktivitas visual 57,03%, aktivitas lisan 55,86%, aktivitas mendengarkan 56,64%, aktivitas mental 62,49%. Pada siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan yaitu dengan nilai rata-rata 80,43. Sedangkan keaktifan siswa pada aspek aktivitas visual 76,56%, aktivitas lisan 76,56%, aktivitas mendengarkan 77,73%, aktivitas menulis 78,51%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi. Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Numbered Head Together (NHT), Keaktifan dan Hasil Belajar.

    PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI PADA SISWA KELAS X IPS 2 SMA NEGERI 1 SUKOHARJOTAHUN AJARAN 2016/2017

    Full text link
    PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI PADA SISWA KELAS X IPS 2 SMA NEGERI 1 SUKOHARJOTAHUN AJARAN 2016/2017Retno Mei Wulandari, Atik Catur Budiati, dan NurhadiPendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas eguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Sebelas Maret [email protected] ABSTRAKPenelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan keaktifan dan hasil belajar mata pelajaran sosiologi pada siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 1 Sukoharjo Tahun Ajaran 2016/2017 melalui penerapan model Cooperative Learning Tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Penelitian ini merupakan PenelitianTindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 1 Sukoharjo Tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 35 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik utama dalam pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, sementara teknik pendukung dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Cooperative Learning Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan  keaktifan dan hasil belajar mata pelajaran Sosiologi pada siswa kelas X IPS 2 mulai dari pra siklus, siklus I sampai siklus II. Keaktifan siswa menunjukkan prosentase 37,42% pada tahap pra tindakan, meningkat menjadi 52,92% pada siklus I, dan kembali meningkat menjadi 75,20% pada siklus II. Hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan dari nilai rata-rata kelas 74,57 pada pra siklus, meningkat menjadi 74,88 pada siklus I, dan kembali meningkat 88,59 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model Cooperative Learning tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar mata pelajaran Sosiologi pada siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 1 Sukoharjo Tahun Ajaran 2016/2017.  Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Student Teams Achievement Division (STAD), Keaktifan dan Hasil Belajar

    PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE PAIR CHECK UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI. IPS 1 SMA NEGERI 1 KARANGANOM TAHUN PELAJARAN 2016/ 2017

    Full text link
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengamati peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran cooperatif learning tipe pair check pada mata pelajaran sosiologi kelas XI. IPS 1 SMA Negeri 1 Karanganom. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksankan dalam dua siklus. Dalam setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI. IPS 1 SMA Negeri 1 Karanganom sebanyak 32 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik utama dalam pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, sementara teknik pendukung dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran cooperatif learning tipe pair check dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar mata pelajaran Sosiologi siswa kelas XI. IPS 1 mulai dari keaktifan dan hasil belajar siswa pra siklus, siklus 1, sampai siklus 2. Keaktifan siswa di dalam kelas XI. IPS 1 menunjukkan presentase 31,25% pada tahap pra siklus meningkat menjadi 53,12% pada siklus 1 dan kembali meningkat menjadi 87,50% pada siklus 2. Rata-rata capaian keaktifan individu menunjukkan presentase  57,58% pada tahap pra siklus meningkat menjadi 65,62% dan kembali meningkat menjadi 80,80% pada tahap siklus 2. Hasil belajar di dalam kelas XI. IPS 1 terbagi atas 3 ranah, yang pertama ranah kognitif menunjukkan 78,12 pada tahap pra siklus meningkat 81,62 pada siklus 1 dan kembali meningkat menjadi 84,81. Kedua yaitu ranah afektif (keaktifan) menunjukkan presentase 31,25% pada tahap pra siklus meningkat menjadi 53,12% pada siklus 1 dan kembali meningkat menjadi 87,50% pada siklus 2. Ketiga yaitu ranah psikomotorik menunjukkan presentase 40,6% pada tahap pra siklus meningkat menjadi 59,4% pada siklus 1, dan kembali meningkat menjadi 93,75 pada siklus 2. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe pair check dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI. IPS 1 SMA Negeri 1 Karanganom pada tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Pair check, Keaktifan dan Hasil Belaja

    398

    full texts

    432

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇