SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
    432 research outputs found

    PENGARUH MINAT MEMBACA DAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X IPS SMA NEGERI 2 SUKOHARJO.

    Full text link
    ABSTRAK  Febbi Antikha Indah Saputri. K8414018. PENGARUH MINAT MEMBACA DAN  MODEL  PROBLEM  BASED  LEARNING  TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X IPS SMA NEGERI2 SUKOHARJO. Skripsi. Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Sebelas Maret Surakarta. 2018.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pengaruh antara minat membaca terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IPS SMA Negeri 2Sukoharjo. (2) Pengaruh antara model problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IPS SMA Negeri 2 Sukoharjo. (3) Pengaruh antara minat membaca dan model problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IPS SMA Negeri 2 Sukoharjo.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPS SMA Negeri 2 Sukoharjo yang berjumlah 136 siswa. Sampel yang digunakan sejumlah 40 siswa diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Teknik  pengumpulan  data  dilakukan  dengan  menggunakan  angket.  Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda.Hasil penelitian adalah sebagai berikut ini. Pertama, adanya pengaruh positif yang signifikan antara minat membaca dengan kemampuan berpikir kritis siswa dengan angka koefisiensi sebesar 0,541. Sehingga semakin tinggi minat membaca siswa maka semakin meningkat kemampuan berpikir kritisnya. Kedua, adanya pengaruh positif yang signifikan antara model PBL dengan kemampuan berpikir kritis siswa dengan angka koefisiensi sebesar 0,473. Sehingga semakin sering menggunakan  model  PBL  maka  semakin  meningkatkan  kemampuan  berpikir kritis  siswa.  Ketiga,  adanya  pengaruh  positif  yang  signifikan  antara  minat membaca  dan  model  PBL  terhadap  kemampuan  berpikir  kritis  siswa  dengan angka koefisiensi sebesar 0,567. Sehingga semakin tinggi minat membaca bersamaan dengan penggunaan model PBL akan semakin meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.Kata  kunci  :  Kemampuan  Berpikir  Kritis,  Minat  Membaca,  Model  ProblemBased Learning

    Motif Pelabelan oleh Guru di SMA Negeri 2 Sukoharjo

    Full text link
    Motif Pelabelan oleh Guru di SMA Negeri 2 SukoharjoWieke Pratiwi Sekar Arum, Nurhadi, Zaini Rohmad.Pendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret [email protected] ini bertujuan untuk mengetahui motif pelabelan yang dilakukan oleh guru di SMA Negeri 2 Sukoharjo. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling, di mana informan inti meliputi guru yang mengawali pelabelan dan guru yang sering melakukan pelabelan. Sedangkan informan tambahan meliputi peserta didik yang mendapatkan pelabelan, teman sebaya dan guru BK. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terstruktur, observasi serta dokumen dan dokumentasi. Teknik uji validitas data menggunakan trianggulasi sumber dan metode. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data milik Creswell. Teori yang digunakan adalah teori Labelling milik Howard S. Becker mengenai kekuasaan dan wewenang. Hasil penelitian menunjukkan pelabelan yang dilakukan oleh guru di SMA Negeri 2 Sukoharjo mengandung motif kontrol sosial dan subjektivitas guru. Motif kontrol sosial berkaitan dengan pemberian label oleh guru yang bertujuan untuk membuat peserta didik jera dan tidak mengulangi tindakannya. Guru sengaja melabel peserta didik tersebut, membuatnya tidak nyaman dan malu hingga kemudian peserta didik itu merubah sikapnya. Sedangkan motif subjektivitas guru berkaitan dengan adanya pelabelan yang tidaklah sempurna karena dalam pengaplikasiannya terdapat ketidakadilan. Pelabelan tidak diberikan kepada semua peserta didik yang melakukan tindakan yang dianggap melanggar, tetapi hanya diterapkan kepada peserta didik tertentu.Kata kunci: pelabelan, guru, motif, penyimpangan

    ANALISIS STRUKTURASI GIDDENS DALAM PROGRAM SEKOLAH SIAGA BENCANA (SSB) DI SMA NEGERI 1 KARANGANOM

    Full text link
    ANALISIS STRUKTURASI GIDDENSDALAM PROGRAM SEKOLAH SIAGA BENCANA (SSB)DI SMA NEGERI 1 KARANGANOM Yuanita Dwi Hapsari, Nurhadi, Siany Indria LiestryasariPendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Sebelas [email protected] penelitian ini untuk mengetahui (1) peran warga sekolah dan lembaga yang terkait sebagai agen dalam pelaksanaan program sekolah siaga bencana yang ada di SMA Negeri 1 Karanganom. (2) hubungan dualitas antar struktur dan agen yang membentuk kesiapsiagaan bencana alam di SMA Negeri 1 Karanganom.Penelitian ini merupakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data berasal observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan yang digunakan sebagai sumber data utama yaitu Kepala Sekolah, Guru, Peserta didik, dan BPBD Kabupaten Klaten. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik uji validitas data yang digunakan berupa trianggulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari tiga tahap yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesismpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan program sekolah siaga bencana di SMA 1 Karanganom belum berjalan secara berkelanjutan. Hal ini disebabkan agen-agen yang terlibat dalam pelaksanaan program belum dapat menjalankan perannya secara optimal. Dalam hal ini BPBD telah melakukan serangkaian pelatihan dan pendampingan kepada pihak sekolah. Namun kegiatan tersebut hanya dilakukan sebelum sekolah dikukuhkan menjadi sekolah siaga bencana. Selain itu monitoring dan evaluasi tidak dilakukan secara baik, sehingga muncul kesan dari pihak pemerintah lepas begitu saja.  Di sisi lain, respon pihak sekolah belum menganggap penting program tersebut diterapkan secara berkelanjutan, sehingga apa yang sudah diperoleh selama masa pelatihan dan pendampingan tidak dilaksanakan secara continue. (2) Penelitian ini berhasil membuktikan apa yang dikatakan Giddens menganai struktur dan agen yang memiliki hubungan dualitas. Struktur dan agen merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Dalam proses produksi dan reproduksi struktur sosial dibutuhkan peranan yang baik dari agen yang mempunyai andil yang cukup besar. Kaitannya dengan penelitian ini bahwa program sekolah siaga bencana di SMA 1 Karanganom belum berjalan secara berkelanjutan dikarenakan belum optimalnya peran dari agen yang terlibat dalam program tersebut. Peranan yang baik dari masing masing agenlah yang menjadi kunci berhasilnya suatu program. Kata Kunci : sekolah siaga bencana, peran agen, dualitas struktur  

    HUBUNGAN ANTARA PENYESUAIAN DIRI DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA KELAS X IPS SMA N 1 KARANGANYAR

    Full text link
    HUBUNGAN ANTARA PENYESUAIAN DIRI DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA KELAS X IPS SMA N 1 KARANGANYAR Uut Agustin1, Siti Rochani1, Zaini Rohmad1Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi, Universitas Sebelas MaretJl. Ir Sutami 36 A, Surakarta, 57126, IndonesiaSurat elektronik: [email protected]  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penyesuaian diri dan dukungan teman sebaya dengan motivasi berprestasi siswa kelas X SMA N 1 Karanganyar.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi.Objek penelitian adalah seluruh siswa kelas X IPS di SMA N 1 Karanganyar.Teknik pengambilan data menggunakan teknik angket dan dokumentasi.Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan tipe undian pengembalian.Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi ganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penyesuaian diri dengan motivasi berprestasi yaitu dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien regresi (rx1y) sebesar 0,979.Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan teman sebaya dengan motivasi berprestasi yaitu dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien regresi (rx2y) sebesar 0,970. Terdapat hubungan yang positif dan siginifikan antara penyesuaian diri dan dukungan teman sebaya dengan motivasi berprestasi yaitu dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien regresi (ry(1,2)) sebesar 0,981. Kata Kunci : kuantitatif, korelasi, penyesuaian diri, dukungan teman sebaya, motivasi berprestas

    PILIHAN RASIONAL PELAKU HOME INDUSTRY CIU DI DESA WLAHAR KECAMATAN WANGON KABUPATEN BANYUMAS

    Full text link
    PILIHAN RASIONAL PELAKU HOME INDUSTRY CIU DI DESA WLAHAR KECAMATAN WANGON KABUPATEN BANYUMAS Septi Sinta Dewi¹, Nurhadi², Siany Indria Liestyasari³Program Studi Pendidikan Sosologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret SurakartaJl. Ir. Sutami 36 A, Surakarta 57126, Telp (0271)646994Email : [email protected]¹Mahasiswa, ²Dosen Pendidikan Sosiologi-Antropologi, ³Dosen Pendidikan Sosiologi-Antropologi AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menjelaskan rasionalitas pelaku home industry ciu di Desa Wlahar Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas tetap bertahan menjalankan produksinya hingga saat ini. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan teknik wawancara dan pengamatan. Teknik uji validitas data yang digunakan adalah trianggulasi sumber dan trianggulasi teknik serta teknik analisis data yang digunakan berpedoman pada Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaku home industry ciu tetap bertahan karena merasakan keuntungan yang didapatkan, diantaranya terdapat berbagai faktor pendukung yang terbuka lebar, seperti sumber daya manusia maupun sumber daya alam tersedia secara bebas di Desa Wlahar, warisan usaha yang sudah sejak dahulu terus dilestarikan, kondisi lingkungan yang sudah terbiasa akan keberadaan home industry ciu hal tersebut membuat para aktor merasa pada zona nyaman sehingga sampai saat ini masih bertahan menjalankan usaha home industry ciu. Dalam analisis teori pilihan rasional James S. Coleman pada penelitian ini aktor telah menguasai sumber daya seperti mempunyai banyak SDM dan SDA yang mendukung serta paguyuban, telah dapat berdamai dengan norma, serta adanya bantuan monitoring dari pihak tertentu sehingga sampai saat ini masih banyak produsen ciu yang menjalankan usahanya. Hal diatas yang menjadi pemicu rasionalitas para aktor untuk tetap bertahan mempertahankan usahanya sampai saat ini.Kata kunci: Rasionalitas, Pelaku,  Home Industry

    BIMBINGAN BELAJAR KOMUNITAS SOLO BELAJAR BAGI WARGA BELAJAR SUMBER TAPEN (KAJIAN FENOMENOLOGI DI RT 02 RW 03 SUMBER TAPEN, BANJARSARI, SURAKARTA)

    Full text link
    BIMBINGAN BELAJAR KOMUNITAS SOLO BELAJAR BAGI WARGA BELAJAR SUMBER TAPEN (KAJIAN FENOMENOLOGI DI RT 02 RW 03 SUMBER TAPEN, BANJARSARI, SURAKARTA)ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kegiatan bimbingan belajar serta mengetahui dampak yang ditimbulkan dari kegiatan bimbingan belajar komunitas Solo Belajar. Penelitian ini dilakukan di Solo Belajar yang bertempat di RT 02 RW 03 Sumber Tapen, Banjarsari, Surakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian fenomenologi. Kajian mengenai tindakan rasionalitas Max Weber digunakan untuk menganalisa pendirian dan penyelenggaraan bimbingan belajar Solo Belajar. Pengumpulan data berasal dari wawancara, observasi dan dokumentasi.  Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan informan dengan cara purposive sampling berdasarkan peran dan keterlibatan informan. Teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode merupakan teknik yang digunakan dalam uji validitas data. Sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi.penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut : (1) Solo Belajar merupakan pendidikan nonformal dalam bentuk kegiatan bimbingan belajar secara gratis kepada warga belajar dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar di RT 02 RW 03 Sumber Tapen. Bimbingan belajar dilakukan dengan memberikan tambahan pelajaran pada mata pelajaran yang ada di sekolah. (2) Solo Belajar telah membantu warga belajar dalam proses belajarnya sehingga mampu meningkatkan prestasi belajar di sekolah. Biaya bimbingan belajar Solo Belajar yang gratis telah membantu orang tua warga belajar dalam meringankan beban ekonomi keluarga. Kesimpulannya, Penyelenggaraan bimbingan belajar kepada warga belajar merupakan sebuah tindakan rasionalitas yang berorientasi nilai dari pihak Solo Belajar. Kata kunci : Pendidikan Nonformal, Bimbingan Belajar, Tindakan Rasionalitas 

    HUBUNGAN INTENSITAS MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER TEATER DAN KEAKTIFAN BELAJAR DENGAN KEMANDIRIAN ANGGOTA TEATER CITRA MANDIRI SMA NEGERI 2 SURAKARTA

    Full text link
    ABSTRAK Setya Oscar Riyanto. K8414047. HUBUNGAN INTENSITAS MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER TEATER DAN KEAKTIFAN BELAJAR DENGAN KEMANDIRIAN ANGGOTA TEATER CITRA MANDIRI SMA NEGERI 2 SURAKARTA. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Agustus 2018.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara: (1) intensitas mengikuti ekstrakurikuler teater dengan kemandirian belajar siswa; (2) keaktifan belajar dengan kemandirian belajar siswa; (3) intensitas mengikuti ekstrakurikuler teater dan keaktifan belajar dengan kemandirian belajar siswa.Populasi dalam penelitian ini adalah anggota Teater Citra Mandiri SMA N 2 Surakarta Tahun Ajaran 2018 / 2019 dengan jumlah 52 siswa. Sampel yang diambil sebanyak 52 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan menggunakan model sampling jenuh/sensus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan analisis kuantitatif korelasional. Pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik angket. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis korelasi dan analisis regresi berganda.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) terdapat hubungan positif yang signifikan antara intensitas mengikuti ekstrakurikuler teater dengan kemandirian belajar siswa. Dengan demikian semakin siswa intens dalam mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler teater maka kemandiriannya dalam belajar juga akan semakin meningkat; (2) terdapat hubungan positif yang signifikan antara keaktifan belajar dengan kemandirian belajar siswa. Dengan selalu aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar di dalam kelas maka akan dapat meningkatkan kemandirian belajarnya; (3) terdapat hubungan positif yang signifikan antara intensitas mengikuti ekstrakurikuler teater dan keaktifan belajar dengan kemandirian belajar siswa. Semakin siswa berpartisipasi serta intens untuk mengikuti berbagai kegiatan latihan dalam ekstrakurikuler teater dan selalu aktif dalam proses pembelajaran di kelas maka kemandirian yang dimiliki siswa juga akan semakin meningkat. Kata Kunci: Intensitas Mengikuti Ekstrakurikuler Teater, Keaktifan Belajar, Kemandirian Belajar.     

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI LINTAS MINAT KELAS X IPA 4 SMA NEGERI 8 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2017/2018

    Full text link
    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI LINTAS MINAT KELAS X IPA 4 SMA NEGERI 8 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2017/2018ABSTRAKGilang Satritama Nugraha. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI LINTAS MINATAKELAS X IPA 4 SMA NEGERI 8 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2017/2018. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, September 2018.Tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPA 4 SMA Negeri 8 Surakarta, yang berfokus pada mata pelajaran Sosiologi Lintas Minat, dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping. Penelitian ini termasuk dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dimana Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan rincian tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 4, guru, dan proses belajar mengajar mata pelajaran Sosiologi Lintas Minat yang ada di SMA Negeri 8 Surakarta. Data yang diperoleh berasal dari informan, dokumen, arsip, tempat, dan peristiwa. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Pengujian data menggunakan teknik triangulasi metode. Prosedur penelitian menggunakan model PTK Siklus yang dikembangkan oleh Suharsimi Arikunto (Planning, Action, Observing, Reflecting). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah memahami skema model pembelajaran Mind Mapping dan mampu mengaplikasikannya dengan baik. Siswa kelas X IPA 4 mampu memahami model pembelajaran Mind Mapping dan telah terbukit model pembelajaran tersebut mampu meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi dalam mata pelajaran Sosiologi Lintas Minat, ditandai dengan meningkatnya hasil tes yang dilaksanakan secara progresif, yang telah dilaksanakan pada bulan Januari-April 2018. Dari penelitian terseut didapatkan hasil belajar yang meningkat, Dimana pada tahap pra tindakan setelah melakukan penerapan model pembelajaran dan melakukan tes, siswa kelas X IPA 4 memperoleh hasil belajar dengan 24,13% meningkat pada siklus 1 mencapai 44,82%, hingga peningkatan yang mencapai indikator pada siklus 2 yaitu sebanyak 79,31%. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Mind Mapping terbukti efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPA 4 SMA Negeri 8 Surakarta tahun ajaran 2017/2018.Kata kunci: pembelajaran sosiologi lintas minat, model pembelajaran Mind Mapping.

    HUBUNGAN ANTARA KOHESIVITAS TEMAN SEBAYA DAN PERHATIAN ORANG TUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPS SMA MUHAMMADIYAH 1 KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN

    Full text link
    HUBUNGAN ANTARA KOHESIVITAS TEMAN SEBAYA DANPERHATIAN ORANG TUA DENGAN MOTIVASI BELAJARSISWA KELAS XI IPS SMA MUHAMMADIYAH 1 KARANGANYARTAHUN PELAJARAN 2017/2018 Annisa Ika Pratiwi, Zaini Rochmad, Siti RochaniPendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Universitas Sebelas Maret([email protected]) ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Hubungan antara Kohesivitas Teman Sebaya dengan Motivasi Belajar,(2) Hubungan antara Perhatian Orang Tua dengan Motivasi Belajar,(3) Hubungan antara kohesivitas Teman Sebaya dan Perhatian Orang Tua dengan Motivasi Belajar. Penelitian ini mengambil lokasi di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar.            Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif.Populasi penelitian ini ialah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar Tahun Pelajaran 2017/2018, sebesar 280 siswa.Sampel diambil dengan teknik sejumlah 80 siswa yang diambil dengan teknik simple random sampling.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket dan dokumentasi sebagai penunjang.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi product moment Karl Pearson dan analisis korelasi ganda.            Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan : (1) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kohesivitas teman sebaya dengan motivasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar, diterima. Hal ini dapat dilihat dari analisis data yang menunjukkan rx1y =0,569 dan ρ=0,000. (2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara perhatian orang tua dengan motivasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar.Hal ini dapat dilihat dari analisis data yang menunjukkan rx2y = 0,703 dan ρ=0,000.(3) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara kohesivitas teman sebaya dan perhatian orang tua dengan motivasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar.Hal ini dapat dilihat dari analisis data yang menunjukkan F= 41,291danρ= 0,000. Kontribusi secara bersama variabel X1 dan X2 terhadap Y diperoleh harga R= 0,517 dan harga R2 sebesar 0,719 . Jadi variabel bebas menentukan variabel terikat sebesar 51,7 %dan sisanya sebesar 48,3 % ditentukan oleh faktor lain diluar penelitian.Kata kunci : Motivasi Belajar, Perhatian Orang Tua, Kohesivitas Teman Sebaya

    Motif Pelabelan oleh Guru di SMA Negeri 2 Sukoharjo

    Full text link
    Motif Pelabelan oleh Guru di SMA Negeri 2 SukoharjoWieke Pratiwi Sekar Arum K8414056Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif pelabelan yang dilakukan oleh guru di SMA Negeri 2 Sukoharjo. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling, di mana informan inti meliputi guru yang mengawali pelabelan dan guru yang sering melakukan pelabelan. Sedangkan informan tambahan meliputi peserta didik yang mendapatkan pelabelan dan teman sebaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terstruktur, observasi serta dokumen dan dokumentasi. Teknik uji validitas data menggunakan trianggulasi sumber dan metode. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data milik Creswell. Teori yang digunakan adalah teori Labelling milik Howard S. Becker mengenai kekuasaan dan wewenang. Hasil penelitian menunjukkan pelabelan yang dilakukan oleh guru di SMA Negeri 2 Sukoharjo mengandung motif kontrol sosial dan subjektivitas guru. Motif kontrol sosial berkaitan dengan pemberian label oleh guru yang bertujuan untuk membuat peserta didik jera dan tidak mengulangi tindakannya. Guru sengaja melabel peserta didik tersebut, membuatnya tidak nyaman dan malu hingga kemudian peserta didik itu merubah sikapnya. Sedangkan motif subjektivitas guru berkaitan dengan adanya pelabelan yang tidaklah sempurna karena dalam pengaplikasiannya terdapat ketidakadilan. Pelabelan tidak diberikan kepada semua peserta didik yang melakukan tindakan yang dianggap melanggar, tetapi hanya diterapkan kepada peserta didik tertentu. Kata kunci: Pelabelan, guru, peserta didik, motif, Howard S. Becke

    398

    full texts

    432

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇