SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
    432 research outputs found

    FRONTIERISME PEMANFAATAN RUANG PUBLIK SEBAGAI ARENA KREATIF DI KOTA SURAKARTA

    Full text link
    FRONTIERISME PEMANFAATAN RUANG PUBLIKSEBAGAI ARENA KREATIF DI KOTA SURAKARTAABSTRAK       Penelitian ini bertujuan untuk memahmi dan menjelaskan terbangun dan berkembangnya pemanfaatan ruang publik di kota Surakarta. Pasar Pucangsawit dan Pasar Kembang dijadikan sebagai contoh karena memiliki keunikan yang relatif jarang ditemukan di pasar-pasar tradisional lain, yaitu tersedianya ruang bersama yang dapat dimanfaakan oleh berbagai pihak untuk menjalankan kegiatan yang tidak terkait langsung dengan aktivitas jual-beli. Para pekerja seni, aktivis lembaga swadaya masyarakat, organisasi berbasis masyarakat, mahasiswa, dan perkumpulan perempuan adalah di antara mereka yang banyak memanfaatkan ruang bersama ini. Konsep yang digunakan untuk mengkerangkakan pemikrian dan analisis data dalah frontierisme.Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini melibatkan wawancara dengan informan yang terlibat langsung dan tidak langsung dengan pemanfaatan ruang bersama di kedua pasar tersebut, antara lain pengelola ruang bersama yang dinamai “ruang kreatif” tersebut, pengunjung, komunitas kreatif, seninan muda, dan pedagang “angkringan”. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jaringan sosial. Dengan menggunakan analisis tersebut diharapkan agar relasi antar-pihak yang berkontribusi bagi tertopangnya keberadaan kedua ruang kreatif tersebut dapat tergambarkan dan terpetakan.Kesimpulan dari penelitian ini adalah intensitas interaksi dan tingkat keaktivan masing-masing aktor dalam kegiatan-kegiatan di kedua ruang kreatif tersebut memperkuat ikatan sosial antara mereka sekaligus menopang keberlangsungan dua ruang kreatif yang ada di pasar Pucangsawit dan pasar Kembang. Data wawancara menunjukkan bahwa ada kejenuhan yang dirasakan terhadap keberadaan tempat-tempat yang sudah menjadi mainstream, antara lain galeri seni, gedung pertunjukan, dan pusat perbelanjaan. Pada gilirannya, ruang kreatif di pasar Pucangsawit dan pasar Kembang menjadi pilihan.  Hal ini menegaskan pandangan bahwa ruang diproduksi melalui relasi kuasa yang melibatkan sejumlah aktor dominan. Kata kunci : arena kreatif, frontierisme, jaringan sosial, pasar tradisional, produksi ruang, ruang publik,

    HIPERREALITAS PORNOGRAFI BAGI MAHASISWA KOS DI KELURAHAN JEBRES, SURAKARTA

    Full text link
    Abstrak Tujuan  penelitian  ini  adalah  (1)  untuk  mengetahui  latar  belakang  mahasiswa “penikmat pornografi” dalam menikmati pornografi, (2) untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari hiperrealitas pornografi, (3) untuk mengetahui hiperrealitas memandang mahasiswa yang menikmati pornografi.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif diskriptif. Sumber data dari penelitian ini yaitu (1) informan, yaitu mahasiswa kos di daerah Jebres. (2) dokumen, yaitu berupa foto bukti mengenai alamat web, isi laptop, dan barang yang menunjang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah, (1) wawancara mendalam, (2) observasi. Untuk  menguji  data dalam  penilitian ini  valid menggunakan  triangulasi  dengan  metode. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis interaktif yang memiliki tiga tahapan yaitu reduksi data, sajian data, dan kesimpulan data.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang mahasiswa dalam mengenal dan menikmati pornografi terdiri dari tiga tahap yaitu, tahap pertama adalah pengenalan dari teman, tahap kedua berupa pengembangan rasa ingin tahu, dan tahap ketiga adalah mulai mencari informasi untuk mendapatkan pornografi dengan mudah. Kemudian dari latar belakang muncul dampak bagi penikmat pornografi yaitu, mengalami kecanduan pada pornografi,  penyimpanan  file pornografi  yang  berlebihan, melakukan  mastrubasi,  sampai melakukan hubungan seks bebas. Dilihat dari hiperrealitas, pornografi menjadi bentuk hiperrealitas yang ada didalamnya berupa pemeran yang menarik, adegan yang tidak realita, dan durasi yang bervariasi. Selain itu para penikmat pornografi sendiri sudah masuk kedalam ruang  semu  yang  didalamnya  terdapat  sebuah  kenikmatan  dan  fantasi  secara  virtual. Dianggap oleh penikmatnya sebagai bentuk kenikmatan yang nyata padahal hanya berupa simulasi. Kata kunci      : hiperrealitas, pornografi, mahasisw

    Persatuan Pedagang Pelataran Pasar Klewer (P4K) Surakarta Sebagai Sumber Modal Sosial Dalam Mempertahankan Keberlangsungan Usaha Pasca Revitalisasi

    Full text link
    Persatuan Pedagang Pelataran Pasar Klewer (P4K) Surakarta Sebagai SumberModal Sosial Dalam Mempertahankan Keberlangsungan UsahaPasca Revitalisasi Ambarwati MawaddaturrohmahK8414005Program Studi Pendidikan Sosologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret SurakartaAbstrakPenelitian   ini   bertujuan   untuk   mengetahui   peran   Persatuan   Pedagang Pelataran Pasar Klewer (P4K) dalam mempertahankan keberlangsungan usahanya pasca revitalisasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling  dan  snowball  sampling,  di  mana  informan  inti  adalah  pedagang pelataran  yang  menjadi  anggota  P4K  sedangkan  informan  tambahan  lainnya adalah staff dinas dan staff pengelola pasar. Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan   teknik   wawancara,   observasi   sera   dokumentasi.   Teknik   uji validitas data yang digunakan adalah trianggulasi sumber dan trianggulasi teknik serta teknik analisis data yang digunakan berpedoman pada Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa P4K memiliki peran yang sangat penting bagi pedagang pelataran dalam menghadapi masa-masa sulit pasca revitalisasi. Peran tersebut terklasifikasi menjadi 2 tipe yakni peran inklusif dan eksklusif. Pada peran inklusif P4K mampu menghubungkan antara pedagang pelataran dengan anggota lain di luar kelompoknya sedangkan pada peran eksklusif P4K mampu meningkatkan  solidaritas  antar  sesama  pedagang.  Kehadiran  P4K  menjadi kekuatan bersama bagi pedagang pelataran dan mampu mengkonsolidasi modal sosial yakni kepercayaan, jaringan, norma-sanksi dan kewajiban-ekspektasi menjadi  suatu  elemen  yang  bersifat  produktif bagi  pedagang pelataran  dalam upaya mempertahankan keberlangsungan usahanya. Dengan demikian pedagang pelataran tidak lagi termarginalkan dan menjadi bagian dari Pasar Klewer dalam mengembangkan daya saing pasar tradisional. Kata  kunci:  Paguyuban,  Pedagang  pelataran,  Modal  sosial,  Keberlangsungan usaha 

    HUBUNGAN ANTARA KOHESIVITAS TEMAN SEBAYA DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PENETAPAN TUJUAN BELAJAR PADA SISWA KELAS XI SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2017/2018.

    Full text link
    ABSTRAK Yeniarti Juwita. K8414059. HUBUNGAN ANTARA KOHESIVITAS TEMAN SEBAYA DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PENETAPAN TUJUAN BELAJAR PADA SISWA KELAS XI SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2017/2018. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret. Mei 2018.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui : (1) Hubungan antara kohesivitas teman sebaya dengan penetapan tujuan belajar pada siswa kelas XI SMA Al Islam 1 Surakarta. (2) Hubungan antara motivasi berprestasi dengan penetapan tujuan belajar pada siswa kelas XI SMA Al Islam 1 Surakarta. (3) Hubungan antara kohesivitas teman sebaya dan motivasi berprestasi dengan penetapan tujuan belajar pada siswa kelas XI SMA Al Islam 1 Surakarta.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan pendekatan kuantitatif  dengan metode deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Al Islam 1 Surakarta. Sampel yang diambil dengan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi ganda.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara kohesivitas teman sebaya dengan penetapan tujuan belajar pada siswa kelas XI SMA Al Islam 1 Surakarta dengan nilai r Pearson sebesar 0,663 dan angka signifikasi sebesar 0,000. (2) Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara motivasi berprestasi dengan penetapan tujuan belajar pada siswa kelas XI SMA Al Islam 1 Surakarta dengan nilai r Pearson sebesar 0,677 dan angka signifikasi sebesar 0,000. (3) Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara kohesivitas teman sebaya dan motivasi berprestasi dengan penetapan tujuan belajar pada siswa kelas XI SMA Al Islam 1 Surakarta dengan dengan nilai r Pearson sebesar 0,458 dan angka signifikasi sebesar 0,000. Kata Kunci : Kohesivitas teman sebaya, motivasi berprestasi, penetapan tujuan belajar

    BENTUK STRATEGI ADAPTASI GAYA MAHARDHIKA SURAKARTA DI TENGAH MASYARAKAT HETERONORMATIVITAS

    Full text link
    BENTUK STRATEGI ADAPTASI GAYA MAHARDHIKA SURAKARTA DI TENGAH MASYARAKAT HETERONORMATIVITASPaulin Mega KristinaK8414040ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses coming out dan bentuk strategi adaptasi Anggota Gaya Mahardhika dengan identitas homoseksual di tengah masyarakat heteronormativitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi waktu dan triangulasi sumber. Anggota Gaya Mahardhika melakukan adaptasi setelah melakukan coming out dengan melalui lima proses berikut,  (1)  mempertanyakan  (13-15  tahun),  informan  mengalami kebingungan akan ketertarikannnya pada sesama jenis usia; (2) mengeskplorasi, informan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi; (3) menyadari (15-18 tahun), informan mulai menyadari ketertarikannya pada sesama jenis; (4) mengadopsi (19-21 tahun), informan mulai mengadopsi homoseksualitas tersebut sebagai identitas, orientasi dan perilaku seksualitasnya; (5) Melela/coming out (20-23 tahun), informan memberi tahu identitasnya sebagai homoseksual pada seseorang yang dipercaya untuk pertama kali. Setelah melalui proses coming out, informan melakukan penyesuain diri dengan identitasnya yang baru. Dengan menggunakan teori adaptasi John W. Bennett, penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk strategi adaptasi Anggota Gaya Mahardhika, yaitu (1) strategi adaptasi perilaku, informan berperilaku sesuai dengan harapan masyarakat dengan cara, (a) manipulasi orientasi seksual; (b) bermanfaat bagi orang lain; (2) Strategi adaptasi siasat,  siasat yang dirancang untuk menghadapi resistensi atau penolakan, dengan cara (a) memahami SOGIE, (b) menggunakan internet sebagai ruang perjuangan, (c) membangun resiprokal dalam kelompok LGBT, (d) berprestasi; (3) strategi adaptasi proses, yang dibagi menjadi dua level; individu dan kelompok. Pada tingkat individu, (a) coming in; (b) coming out; sedangkan dalam tingkat kelompok, Gaya Mahardhika melakukan adaptasi agar tetap diterima masyarakat dengan cara (a) kolaborasi komunitas.Kata kunci: homoseksual, adaptasi, coming out, Gaya Mahardhika, LGB

    FENOMENA KELOMPOK TEMAN SEBAYA DI KALANGAN SISWA SMA N 1 TAWANGSARI TAHUN AJARAN 2016/2017

    No full text
    FENOMENA KELOMPOK TEMAN SEBAYA DI KALANGAN SISWA SMA N 1 TAWANGSARI TAHUN AJARAN 2016/2017ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) latar belakang siswa membentuk kelompok teman sebaya; (2) dampak adanya kelompok teman sebaya di sekolah; (3) melakukan analisis dengan teori Strukturasi berkaitan dengan fenomena kelompok teman sebaya di kalangan siswa. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data berasal dari wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan dengan enam informan, yaitu empat siswa siswi kelas XI IIS 1, satu guru BK dan satu guru yang merangkap sebagai ketua STP2K. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan informan dengan cara purposive sampling. Dalam melakukan uji validitas data, yang dilakukan yaitu dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan data (verifikasi data). Hasil penelitian menunjukkan: (1) Latar belakang siswa membentuk kelompok teman sebaya adalah (a) Ada perkembangan proses sosialisasi, (b)  Ingin menemukan dunianya, (c) Perlu perhatian dari orang lain; (2) Dampak adanya kelompok teman sebaya di sekolah adalah (a) Adanya In Group dan Out Group, (b) Mendorong individu bersikap mandiri, (c) Pengucilan dalam pergaulan; (3) Proses terbentuknya kelompok teman sebaya merupakan sebuah proses strukturasi. Yang artinya proses tersebut akan terus menerus terulang dan berkembang dalam lingkup ruang dan waktu yang berdeda. Kata Kunci          : Kelompok Teman Sebaya, Strukturasi

    IMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PADA ANAK DIDIK PEMASYARAKATAN (STUDI KASUS PADA RUMAH TAHANAN NEGARA KLAS IIB WONOGIRI)

    Full text link
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program pendidikan kesetaraan dalam upaya pemenuhan hak pendidikan bagi Andikpas di Rumah Tahanan Negara Klas IIB Wonogiri.Penelitan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan Kepala subseksi pembinaan dan pelayanan tahanan, pengelola pembinaan pendidikan di Rutan, koordinator kesetaraan di SKB, tutor yang mengajar di Rutan dan Andikpas yang berada di Rutan Wonogiri. Observasi dilakukan dengan melihat kondisi ruang kelas, membaca situasi dan kondisi selama proses pembelajaran. Dan dokumentasi berupa daftar kehadiran Tutor dan Andikpas, hasil belajar Andikpas dan buku pelajaran yang digunakan. Dalam melakukan pengumpulan data, peneliti menggunakan cara purposive sampling. Teknik uji validitas data yang digunakan berupa triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisi model interaktif yang memiliki 3 tahapan yakni reduksi data, penyajian data dan verifikasi.Hasil penelitian ini adalah implementasi program pendidikan pada pemenuhan hak Andikpas di Rutan Wonogiri belum dilakukan secara optimal. Program pendidikan kesetaraan yang digaungkan sebagai program unggulan menciptakan kondisi hiperealitas. Program yang diunggulan tidak seiring dengan realitas yang ada. Kurangnya optimalnya penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan disebabkan oleh antar penyelenggara dan Andikpas tidak memiliki konsep dan tujuan yang sama. Program pendidikan kesetaraan yang diupayakan oleh petugas Rutan dan tutor SKB untuk memenuhi hak pendidikan Andikpas tidak sesuai dengan kebutuhan Andikpas. Meskipun dalam pelaksanaannya terdapat pembagian porsi kerja supaya tidak terjadi tumpang tindih antar dua instansi namun, monitoring terhadap program pendidikan kesetaraan belum dilakukan dengan baik.Kata kunci: Program pendidikan kesetaraan, Pemenuhan hak pendidika

    HUBUNGAN ANTARA DISIPLIN BELAJAR DAN TUNTUTAN ORANG TUA DENGAN TINGKAT STRES AKADEMIK SISWA KELAS XI SMAN 1 KARANGANYAR

    Full text link
    ABSTRAK Melinda Tineke Dwi Puspitaningrum. K8414030. HUBUNGAN ANTARA DISIPLIN  BELAJAR  DAN  TUNTUTAN  ORANG TUA  DENGAN TINGKAT    STRES    AKADEMIK    SISWA    KELAS    XI    SMAN    1KARANGANYAR. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Sebelas Maret Surakarta, 2018.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) hubungan antara disiplin belajar dengan tingkat stres akademik kelas XI SMAN 1 Karanganyar (2) untuk mengetahui hubungan antara tuntutan orang tua dengan tingkat stres akademik kelas XI SMAN 1 Karanganyar (3) hubungan bersama antara disiplin belajar dan pergaulan teman sebaya dengan tingkat stres akademik siswa kelas XI SMAN 1Karangayar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 1 Karanganyar. Sampel yang digunakan sebanyak 68 siswa diambil dengan menggunkan teknik cluster random sampling . Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi ganda. Kesimpulan penelitian ini adalah :  (1) terdapat hubungan  yang positif dan signifikan  antara disiplin belajar  dengan  tingkat   dengan  stres  akademik  siswa  kelas  XI  SMAN  1Karanganyar. Semakin tinggi disiplin belajar seorang siswa maka semakin tinggi pula  stres  akademik  yang  dialami  (2)  terdapat  hubungan  yang  positif  dan signifikan antara tuntutan orang tua dengan tingkat stres akademik siswa kelas XI SMAN 1 Karanganyar. Semakin tinggi tuntutan orang tua terhadap anak maka akan semakin tinggi pula stres akademik yang dialami anak (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara disiplin belajar dan tuntutan orang tua dengan tingkat stres akademik siswa kelas XI SMAN 1 Karanganyar. Semakin tinggi disiplin belajar dan tuntutan orang tua terhadap anak maka semakin tinggi pula stres akademik yang dialami anak. Jadi dapat dinyatakan bahwa disiplin belajar dan tuntutan orang tua secara bersama-sama memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan tingkat stres akademik siswa kelas XI SMAN 1 Karanganyar. Kata Kunci : Kuantitatif, Disiplin Belajar, Tuntutan Orang Tua, Stres Akademik

    FORUM PENGEMBANGAN KAMPOENG BATIK LAWEYAN SEBAGAI SUMBER MODAL SOSIAL PELAKU USAHA BATIK

    Full text link
    ABSTRAK FORUM PENGEMBANGAN KAMPOENG BATIK LAWEYAN SEBAGAI SUMBER MODAL SOSIAL PELAKU USAHA BATIK Rohima Raisfitfi Antika, Nurhadi, Siany Indria Liestryasari Pendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas [email protected] Penelitian ini untuk mengetahui (1) peran FPKBL dalam mengembangkan keberlangsungan usaha para pemilik showroom batik. (2) Bagaimana menjadikan FPKBL sebagai   strategi   pemilik   showroom   dalam   memperkuat   modal   sosial.   Penelitian   ini merupakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan  data berasal  dari  wawancara dan  dokumentasi.  Informan  yang di  gunakan sebagai sumber data utama yaitu Ketua FPKBL dan pemilik showroom batik sebagai pelaku usaha. Teknik pemilihan informan di lakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik uji validitas data yang di gunakan berupa triangulasi sumber.   Teknik analisis data yang di gunakan terdiri dari tiga tahap yaitu: reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan (1) keberadaan FPKBL telah menjadi sumber modal sosial bagi pelaku usaha batik yaitu  pemilik showroom, karena  berperan dalam membantu pelaku usaha batik mengembangkan keberlangsungan usaha di tengah Masyarakat Ekonomi ASEAN. Peran yang di berikan FPKBL sebagai sumber modal sosial diantaranya menjadikan forum untuk wadah organisasi, sebagai penyedia informasi sekaligus sebagai fasilitator dalam memperluas  jaringan  kerjasama.  Dengan  demikian  hasil  penelitian  menunjukan  bahwa FPKBL telah memberikan peran optimal sebagai sumber modal sosial bagi pelaku usaha batik untuk mengembangkan keberlangsungan usaha. (2)  Penelitian ini telah membuktikan apa yang dikatakan Coleman tentang modal sosial bahwa strategi yang di gunakan pelaku usaha  batik  melalui  FPKBL  telah  berhasil  menguatkan  modal  sosial  diantara  mereka sehingga tujuan untuk memperoleh keuntungan usaha dapat tercapai.Kata Kunci: Keberlangsungan usaha, modal sosial, Kampoeng Batik Laweya

    PENGARUH PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA SMA NEGERI 3 BOYOLALI

    Full text link
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada : (1) Pengaruh pemanfaatan sumber belajar terhadap prestasi belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 3 Boyolali; (2) Pengaruh minat belajar terhadap prestasi belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 3 Boyolali; dan (3) Pengaruh pemanfaatan sumber belajar dan minat belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 3 Boyolali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional yang bersifat ex-post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 3 Boyolali Tahun Pelajaran 2016/2017. Sampel yang terpilih adalah kelas XI IPS 1 dan XI IPS 3 dengan teknik pengambilan sampel cluster sampling. Pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik angket untuk data pemanfaatan sumber belajar dan minat belajar sedangkan teknik dokumentasi untuk data prestasi belajar sosiologi siswa. Analisis data menggunakan uji regresi sederhana dan uji regresi berganda dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian adalah sebagai berikut ini. Pertama, Terdapat pengaruh positif yang signifikan pemanfaatan sumber belajar terhadap prestasi belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 3 Boyolali tahun pelajaran 2016/2017. Kedua, Terdapat pengaruh positif yang signifikan minat belajar terhadap prestasi belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 3 Boyolali tahun pelajaran 2016/2017. Ketiga, Terdapat pengaruh positif yang signifikan pemanfaatan sumber belajar dan minat belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 3 Boyolali tahun pelajaran 2016/2017.Kata kunci : Pemanfaatan sumber belajar, minat belajar, prestasi belajar sosiologi.

    398

    full texts

    432

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇