SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
432 research outputs found
Sort by
TRADISI “METHIL” SEBAGAI SALAH SATU WARISAN KEARIFAN LOKAL DI DESA KARANGMALANG KECAMATAN KASREMAN KABUPATEN NGAWI
Abstract Culture is performed by human activities. And human culture are two things that can not be separated from one another. In some cultures there is a tradition that is carried out by the community. The tradition contains human activities in implementing something such as bancaan ceremony just before the rice harvest. Modernization is a time machine that is able to change a pattern of human behavior even able to give effect to a change in the existing local culture. Villagers are able to maintain the local tradition to modernization era certainly have a very strong reason. Key words: traditional culture, society, tradition, and modernization Pendahulua
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KELUARGA UNTUK MEMBENTUK KEPRIBADIAN REMAJA YANG DEWASA DALAM BERPIKIR DAN BERPERILAKU
Abstrak: Penelitian ini bertujuan: untuk memahami dan mengetahui (1) apakah pendidikan keluarga dapat berperan dalam membentuk kepribadian anak remaja yang berkarakter dewasa dalam berpikir dan berperilaku; (2) apakah orang tua memahami perihal pendidikan karakter dan menerapkannya dalam pola pengasuhan anak remaja agar anak remaja tersebut memiliki kepribadian yang dewasa dalam berpikir dan berperilaku.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif dengan jenis penelitian observasi lapangan. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam, sedangkan data sekunder melalui studi literatur. Teknik pengambilan cuplikan melalui purposive sampling dan snowball sampling. Uji validitas data menggunakan trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Proses analisis data menggunakan model analisis interaktif yakni tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan menjadi dua hal bahwa (1) pendidikan dalam keluarga dapat berperan dalam membentuk kepribadian anak remaja yang berkarakter dewasa dalam berpikir dan berperilaku. Hal tersebut dikarenakan orang tua juga memiliki harapan agar anak mereka memiliki kepribadian dan karakter yang positif untuk hidup dalam masyarakat kelak (2) orang tua memahami perihal pendidikan karakter dalam prakteknya mengasuh anak, dan mereka juga memiliki cara tersendiri untuk dapat menrapkan pendidikan karakter tersebut kepada anak mereka.Analisis penelitian menunjukkan bahwa orang tua sebagai pendidik utama anak memahami perihal pendidikan karakter dan penerapannya terhadap anak. Orang tua memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan karakter sebagai suatu salah satu cara dalam mendidik anak remaja agar anak remaja tersebut dapat berkembang dan memiliki kepribadian yang dewasa dalam berpikir dan berperilaku. Begitu pula dengan para anak remaja, tidak semua dari mereka yang setuju akan pergaulan jaman sekarang, mereka juga mengharapkan bisa menjadi dewasa dengan bimbingan orang tua mereka agar bisa menjadi pribadi dewasa yang sebenarnya, yaitu yang diharapkan kelak dapat hidup di tengah-tengah masyarakat dan mengikuti berbagai aturan-aturan di dalamnya. Kemudian meskipun secara teori orang tua tidak memahami pendidikan karakter tetapi dalam praktek keseharian mereka dalam mendidik anak remajanya para orang tua tersebut dengan sendirinya menerapkan pendidikan karakter tersebut sebagai salah satu cara mendidik anak agar memiliki kepribadian yang dewasa dalam berpikir dan berperilaku.Kata kunci: pendidikan karakter, keluarga, kepribadian remaja yang dewasa dalam berpikir dan berperilaku
HUBUNGAN ANTARA PEMANFAATAN FASILITAS BELAR DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Hubungan antara Pemanfaatan Fasilitas Belajar dan Prestasi Belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 5 Surakarta Tahun Ajaran 2013/2014, (2) Hubungan antara Motivasi Berprestasi dan Prestasi Belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 5 Surakarta Tahun Ajaran 2013/2014, (3) Hubungan anatara Pemanfaatan Fasilitas Belajar dan Motivasi Berprestasi dengan Prestasi Belajar Sosiologi siswa siswa kelas XI IPS SMA Negeri 5 Surakarta Tahun Ajaran 2013/2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini : diskriptif kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 5 Surakarta sejumlah 160 siswa. Sampel diambil dengan teknik multistage cluster random sampling sebanyak 83 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dipakai menggunakan analisis statistik dengan teknik regresi ganda.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan : (1) hipotesis 1 “Ada hubungan yang sangat signifikan antara pemanfaatan fasilitas belajar dan prestasi belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 5 Surakarta tahun ajaran 2013/2014” diterima. Hal ini dapat dilihat dari hasil analis data yang menunjukkan rx1y = 0,557 dan ρ = 0,000. (2) hipotesis “Ada hubungan yang sangat signifikan antara motivasi berprestasi dan prestasi belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 5 Surakarta tahun ajaran 2013/2014” diterima. Hal ini dapat dilihat dari hasil analis data yang menunjukkan rx2y = 0,444 dan ρ = 0,000. (3) hipotesis 3 “Ada hubungan yang sangat signifikan antara pemanfaatan fasilitas belajar dan motivasi berprestasi dengan prestasi belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 5 Surakarta tahun ajaran 2013/2014” diterima. Hal ini dapat dilihat dari hasil analis data yang menunjukkan Ry(x1,2) = 0,596 , ρ = 0,009 dan F = 22,084
Partisipasi Perempuan Dalam Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Di Desa Keyongan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali
Abstrak: Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) merupakan salah satu pemberdayaan yang berbasis keluarga. Posdaya dibentuk sebagai upaya untuk menumbuhkan kembali rasa gotong royong yang mulai memudar. Posdaya merupakan hasil revitalisasi dan mengembangkan program KB sehingga semua berawal dari keluarga sendiri. Oleh karena itu pengembangan posdaya memerlukan dukungan dari masyarakat dan masyarakat harus ikut terlibat dalam posdaya. Dari keterlibatan masyarakat secara luas dapat ditemukan keterlibatan perempuan dalam posdaya. Dalam posdaya secara keseluruhan mengganggap bahwa pelibatan perempuan dalam posdaya merupakan bentuk dari pemberdayaan perempuan namun hal tersebut dipengaruhi oleh pemerolehan akses, peran/partisipasi, kontrol serta manfaat. Dalam upaya pelibatan perempuan dalam posdaya dipengaruhi oleh bias gender. Hal ini dikarena terdapat perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan, akan tetapi perbedaan peran tersebut bukan karena faktor biologis melainkan konstruksi yang dibangun oleh perempuan berdasar peran gender. Salah satunya adalah anggapan mengenai hanya perempuan dan orang desa. Hal demikian akan mempengaruhi partisipasi perempuan dalam posdaya sehingga partisipasi perempuan tidak berjalan maksimal karena menjadi kendala bagi perempuan untuk ikut terlibat dalam posdaya. Selain itu, adanya keterbatasan akses juga akan berperngaruh terhadap partisipasi perempuan. Kondisi ini dapat dikatakan karena hanya perempuan-perempuan yang menduduki kawasan strategis saja yang memperoleh akses tentang posdaya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa partisipasi perempuan dipengaruhi oleh bias gender berdasarkan konstruksi yang dibuat oleh masyarakat sehingga partisipasi perempuan tidak berjalan maksimal. Kata Kunci : Partisipasi, Pemberdayaan, Perempuan, Posday
HUBUNGAN ANTARA SISWA MENGIKUTI ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH DAN KEDISIPLINAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 6 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2012/2013
ABSTRACTThis research has purpose to know: (1) relation of being active OSISOrganization with students sociologi learning achivement (2) relation of studentslearning discipline with students learning achievement (3) Relation of being activeOSIS organization and students learning discipline with learning achievementstudents class X SMA NEGERI 6 SURAKARTA.Method that used in this research is correlation descriptive. Researchpopulation is students class X SMA NEGERI 6 SURAKARTA learning years2012/2013, total 70 students. Sample takes with random sampling technique total20 students. Data takes technique do with questioner technique and grade schoolledger sociology lesson achievement. Statistic analysis technique folds correlationcoefficient analysis.Based from research output can take conclusion: (1) hypothesis 1 “thereis correlation that significant enough between being active OSIS Organizationwith students learning achivement students class X SMA NEGERI 6SURAKARTA SURAKARTA learning years 2012/2013”. This case can see fromanalysis data output that showing r 1y = 0,166 and sig = 0, 08. (2) Hypothesis 2“there is correlation that significant between students learning discipline withstudents learning achivement students class X SMA NEGERI 6 SURAKARTASURAKARTA learning years 2012/2013”. This case can see from analysis dataoutput that showing r 2y = 0,193 and sig = 0, 05. (3) Hypothesis 3 “there is foldcorrelation that significant less between of being active OSIS organization andstudents learning discipline with learning achievement students class X SMANEGERI 6 SURAKARTA learning years 2012/2013”. This case can see fromanalysis data output that showing Ry ( 1 2) = 0,214 and sig = 0, 21.Keyword: being active in organization, discipline learning, and learningachievemen
Perilaku Konsumsi Game Online Pada Pelajar (Studi Fenomenologi tentang Perilaku Konsumsi Game Online Pada Pelajar di Kelurahan Gemolong, Kabupaten Sragen tahun 2013)
Abstrak: Permainan game online menjadi salah satu jenis permainan yang tidak memandang usia dan waktu. Semua orang punya kesempatan luas untuk memainkan permainan ini. Sejauh ini game online paling banyak dimainkan oleh pelajar laki-laki dalam rentang usia wajib belajar dan sisanya adalah masyarakat umum dari semua kalangan usia maupun profesi. Alasan para pelajar yang menyukai game online cukup beragam. Diantaranya adalah game online merupakan sarana hiburan bagi mereka setelah seharian harus berjibaku dengan buku-buku pelajaran. Selain itu ketertarikan terhadap teknologi juga menjadi alasan mereka memilih game online sebagai media bermain. Game online dimainkan oleh pelajar juga sebagai pengisi waktu luang, serta wadah berkumpul dengan teman- teman serta media untuk mendapatkan lebih banyak kenalan baru baik dari dunia maya melalui game online maupun dari warnet tempat bermain. Sebagai pelajar yang memiliki kewajiban utama untuk belajar untuk meraih prestasi akademik membuat banyak waktu bermain mereka tersita. Maka dari itu para pelajar mensiasati keterbatasan waktu tersebut dengan menyempatkan bermain usai jam sekolah dan pada akhir pekan. Memperoleh uang untuk bermain game online pelajar lakukan dengan menyisakan uang jajan mereka. Adapula yang sengaja mencari tambahan uang jajan, serta ada yang meminta jatah uang lagi dari orangtua. Game online yang dimainkan secara terus- menerus menimbulkan kesenangan yang selalu ingin diulang-ulang. Perilaku negatif dan positif mereka rasakan karena selalu bermain game online merupakan dampak dari konsumsi berlebihan. Dampak positif tersebut diantaranya adalah mereka mendapat kesenangan dan hiburan, mendapatkan banyak teman baru, mahir berbahasa inggris, kemampuan konsentrasi yang baik serta mengikuti perkembangan teknologi. Dampak negatifnya adalah mereka menjadi jarang/malas belajar, lupa waktu, boros dalam memanfaatkan uang jajan, suka berbicara kasar, agresif, pergaulan tidak terkontrol, mengganggu kesehatan fisik dan psikologis, serta membuat orangtua cemas.Kata kunci: Perilaku ; Game Online; Pelaja
HUBUNGAN PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR DAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SMA NEGERI 4 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2012/2013
Abstrak. Risma Asfi Setya Kusuma Wardhani. K8409056. HUBUNGAN PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR DAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SMA NEGERI 4 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2012/2013. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juni 2013.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) hubungan pemanfaatan internet sebagai sumber belajar dengan prestasi belajar siswa dalam belajar Sosiologi, (2) hubungan minat belajar dengan prestasi belajar siswa dalam belajar Sosiologi, (3) hubungan pemanfaatan internet sebagai sumber belajar dan minat belajar secara bersama-sama dengan prestasi belajar siswa dalam belajar Sosiologi. Penelitian ini mengambil lokasi di SMA Negeri 4 Surakarta.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) kelas XI SMA Negeri 4 Surakarta Tahun Ajaran 2012/2013, sebesar 157 siswa. Sampel yang digunakan sebanyak 25% dari keseluruhan populasi sebanyak 40 siswa yang terbagi atas 5 kelas. Teknik sampling yang digunakan Proporsional Random Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dipakai menggunakan analisis statistik dengan Regresi Linier Berganda/Multiple.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan hipotesis pertama “Ada hubungan positif yang signifikan antara Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Belajar dengan Prestasi Belajar Sosiologi Siswa Kelas XI Ilmu Pengetahuan Sosial SMA Negeri 4 Surakarta Tahun Ajaran 2012/2013, diterima”. Hal ini dapat dilihat dari analisis data yang menunjukkan nilai (r) sebesar 0,530 dan (ρ) = 0,000 Hipotesis kedua “Ada hubungan positif yang signifikan antara Minat Belajar Siswa dengan Prestasi Belajar Sosiologi Siswa Kelas XI Ilmu Pengetahuan Sosial SMA Negeri 4 Surakarta Tahun Ajaran 2012/2013”, diterima. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menujukkan nilai (r) sebesar 0,529 dan (ρ) = 0,000 Hipotesis ketiga “Ada hubungan positif yang signifikan secara bersama Internet Sebagai Sumber Belajar dan Minat Belajar dengan Prestasi Belajar Sosiologi Siswa Kelas XI Ilmu Pengetahuan Sosial SMA Negeri 4 Surakarta Tahun Ajaran 2012/2013”, diterima. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan data (r) sebesar 0,632 dan (ρ) = 0,000Kata kunci : Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Belajar, minat belajar, prestasi belajar Sosiolog
PERMAINAN TIMEZONE BAGI KALANGAN REMAJA DI SOLO GRAND MALL (Studi Fenomenologi tentang Gaya Hidup Remaja yang Gemar Bermain di Timezone)
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan: untuk memahami dan untuk menjelaskan (1) alasan remaja gemar bermain di Timezone; dan (2) dampak yang dialami remaja yang gemar bermain di Timezone. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi untuk menjelaskan fenomena permainan Timezone bagi kalangan remaja di Solo Grand Mall. Data yang telah ditemukan dianalisa menggunakan teknik analisis interaktif. Teknik pengambilan cuplikan melalui purposive sampling dan snowball sampling. Uji analisis menggunakan triangulasi (sumber data dan teknik pengumpulan data). Kesimpulan yang diperoleh adalah terdapat berbagai alasan remaja gemar bermain di Timezone dan dampak positif maupun dampak negatif yang dialami oleh remaja yang gemar bermain di Timezone. Alasannya antara lain (a) ajakan dari teman dan keluarga, (b) hobi bermain, (c) Timezone lebih unggul dibanding arena permainan lain, dan (d) Timezone sebagai arena permainan yang bergengsi. Dampak positif antara lain adalah (a) sebagai hiburan/refreshing, (b) sebagai sarana untuk berolah raga, dan (c) mendapatkan banyak teman. Dampak negatif diantaranya adalah (a) menjadi boros, (b) lupa waktu, dan (c) malas belajar. Analisis penelitian membuktikan bahwa Gaya hidup remaja pengunjung Timezone pada umumnya bersifat konsumtif dan hedonis. Para remaja lebih senang bermain dan berada di luar rumah seperti jalan-jalan di Solo Grand Mall. Kata kunci: permainan, Timezone, Remaja, Solo Grand Mall, gaya hidup
BUDAYA “SAMBATAN” DI ERA MODERNISASI (Study Kasus Di Desa Gumukrejo, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali)
Abstrak: Sambatan merupakan sebuah kegiatan kerja sama yang umumnya ada pada masyarakat pedesaan di jawa. Sambatan merupakan bagian dari bentuk sistem tolong menolong yang pada dasarnya tidak ada sistem upah pada pelaksanaan kerjanya. Tolong menolong dalam masyarakat desa telah menjadi kebiasaan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat didesa, dengan masyarakat yang saling tolong menolong diharapkan ikatan persaudaraan dalam masyarakat akan semakin erat dan niscaya kerukunan akan tercipta. Sehingga kegiatan tolong menolong besar manfaatnya bagi kehidupan masyarakat pedesaan. Modernisasi membawa dampak bagi kehidupan masyarakat saat ini, tuntutan terhadap spesialisasi pekerjaan yang menuntut keahlian membuat masyarakat berlomba-lomba untuk mendapatkan gelar ahli. Hal tersebut berdampak pada sistem tolong. menolong dan sistem kerja sama gotong royong pada masyarakat pedesaan. Dengan adanya tenaga ahli yang merambah pada kehidupan masyarakat saat ini secara tidak langsung melunturkan rasa untuk saling tolong menolong dan bergotong royong dalam masyarakat, dan hal tersebut digantikan dengan hadirnya tenaga ahli yang dibayar untuk keahlianya tersebut. Masyarakat desa yang tadinya saling tolong menolong dan bergotong royong untuk menggerjakan sesuatu, seperti membangun rumah, acara pesta dll, dengan adanya modernisasi yang melahirkan tenaga ahli, ada sebuah pemikiran bahwa pekerjaan yang menggunakan tenaga ahli akan lebih cepat dan lebih baik jika dibandingkan dengan pekerjaan yang dilakukan dengan tolong menolong ataupun gotong royong. Sehingga hal tersebut dikhawatirkan akan menghilangkan eksistensi dari kegiatan tolong menolong seperti sambatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa modernisasi mempunyai pengaruh terhadap budaya sambatan.Kata Kunci : Modernisasi, Sambatan, Des
PENGRAJIN KULIT DI ERA GLOBALISASI (Studi Kasus Kehidupan Sosial Ekonomi Pengrajin Kulit di Desa Ringinagung Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Tahun 2013)
Era Globalisasi memacu semua negara di belahan dunia untuk berlomba - lomba memajukan seluruh sektor yang terdapat di masing-masing negaranya untuk memajukan negara tersebut. Begitu juga dalam sektor ekonomi. Saat ini sektor perindustrian di seluruh dunia sangat berkembang pesat, hal ini dapat dilihat dari perkembangan teknologi dalam bidang perindustrian yang semakin canggih. Tidak terkecuali dengan Indonesia yang menjadikan sektor industri menjadi matapencaharian sebagian besar penduduknya. Industri kecil dan kerajinan rumah tangga pada hakekatnya masih bertahan dalam struktur perekonomian Indonesia. Alasan kuat yang mendasari resistensi dari keberadaan industri kecil dan kerajinan rumah tangga dalam perekonomian Indonesia yaitu, Pertama : sebagian besar populasi industri kecil dan kerajinan rumah tangga berlokasi di daerah pedesaan dikaitkan dengan tenaga kerja yang semakin meningkat serta luas tanah garapan pertanian yang relatif berkurang, sehingga industri kecil merupakan alternatif jalan keluarnya. Kedua : beberapa jenis kegiatan industri kecil dan kerajinan rumah tangga banyak menggunakan bahan baku dari sumber di lingkungan terdekat, disamping tingkat upah yang murah, biaya produksi dapat ditekan rendah. Ketiga: harga jual yang relatif murah. Keempat: tetap adanya permintaan terhadap beberapa jenis komoditi yang tidak diproduksi secara masinal (misalnya batik tulis, anyaman, barang ukiran dan sebagainya) juga merupakan aspek pendukung yang kuat (Saleh, 1986). Industri kerajinan kulit di Magetan merupakan industri yang cukup besar yang terdapat lebih kurang 131 unit yang semuanya tersebar di Desa Ringinagung, Desa Mojopurno, Desa Banjarejo dan beberapa desa atau kelurahan lainnya. Industri kerajinan kulit yang berada di Ringinagung ini berawal dari adanya implementasi sentra penyamakan kulit yang juga berada di Desa Ringinagung. Dengan mengetahui pemerolehan modal dan proses produksi serta bagaimana cara pemasaran produk kerajinan kulit di desa Ringinagung diharapkan mampu memberikan analisis strategi yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan pengrajin kulit di Desa Ringinagung di era globalisasi. Kata kunci: Industri kerajinan kulit, meningkatkan, kehidupan sosial ekonomi, globalisas