SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
432 research outputs found
Sort by
INTERNALISASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN ANAK DI PONDOK ASIH SESAMI KECAMATAN BATURETNO KAPUPATEN WONOGIRI
Abstrak: Pada hakekatnya pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Secara opersional pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi individu agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berwatak, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, danmenjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pendidikan karakter menjadi bagian dari proses pembentukan akhlak anak bangsa. Dalamproses internalisasi pendidikan karakter sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, sehingga lingkungan memiliki peranan yang cukup besar dalam membentuk jati diri dan perilaku anak. Keluarga, sekolah dan masyarakat sebagai bagian dari lingkungan memiliki peranan yang sangat penting. Oleh karena itusetiap keluarga, sekolah dan masyarakat harus memiliki pendisiplinan dankebiasaan niai nilai karakter kepada anak agar kelak anak mampu untuk hidup mandiri dengan tetap menjaga sikap baik dalam setiap tindakan dan perbuatannya.Sikap kamandirian yang tercipta dalam diri anak akan dilandasi dengan nilai-nilai terpuji lainnya apabila dalam pembentukan sikap kemandirian itu didasarkan padanilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan karakterKata Kunci: Internalisasi, Pendidikan Karakter, Kemandiria
HUBUNGAN PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR DAN KEMANDIRIAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI SMA NEGERI KEBAKKRAMAT TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungan pemanfaataninternet sebagai sumber belajar dengan prestasi belajar sosiologi siswa kelas XISMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran 2013/2014; (2) hubungan kemandirianbelajar dengan prestasi belajar sosiologi siswa kelas XI SMA NegeriKebakkramat tahun pelajaran 2013/2014; (3) pemanfaatan internet sebagaisumber belajar dan Kemandirian belajar dengan prestasi belajar sosiologi siswakelas XI SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran 2013/2014.Penelitian menggunakan desain studi korelasional. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri Kebakkramat tahunpelajaran 2013/2014 yang berjumlah 105. Sampel penelitian adalah siswa-siswikelas XI IPS SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 44orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan teknik simplerandom sampling. Intrumen penelitian menggunakan angket atau kuesionertertutup dengan jenis pilihan ganda. Analisa data menggunakan regresi linierbergenda.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan: Ada hubungan positif dansignifikan antara pemanfaatan internet sebagai sumber belajar dengan prestasibelajar sosiologi siswa kelas XI SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran2013/2014 dapat dilihat (p (0,000 ,< 0,05) serta r = 0,542. Ada hubungan positifdan signifikan kemandirian belajar dengan prestasi belajar sosiologi siswa kelasXI SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran 2013/2014 dapat dilihat (p (0,000,< 0,05) serta r = 0,610. Ada hubungan signifikan pemanfaatan internet sebagaisumber belajar dan Kemandirian belajar dengan prestasi belajar sosiologi siswakelas XI SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran 2013/2014dapat dilihat darihitung F (16,888) > tabel F (3,21). Variabel bebas (pemanfaatan internet sebagaisumber belajar dan kemandirian belajar)memberikan kontribusi sebesar 45,2%terhadap prestasi belajar sosiologi.Kata Kunci: pemanfaatan internet sebagai sumber belajar, kemandirian belajar,prestasi belaja
Fenomena Kekerasan Dalam Game Online (Studi Etnometodologi Game Online Terhadap Perilaku Kekerasan Pelajar Usia 6-16 Tahun Di Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo)
Abstrak : Teknologi di era digital telah menciptakan ragam permainan yang lebih seru, menantang dan memanjakan tiap konsumennya.Salah satu permainan modern adalah game online, game online merupakan permainan modern yang membutuhkan akses langsung ke dalam internet. Dengan mengakses game online, pelajar dapat mempelajari teknologi internet yang digunakan ketika mengakses game online. Akan tetapi sebagian besar game online mengandung unsur kekerasan sehingga permainan yang seharusnya dapat mengembangkan kemampuan pelajar justru menanamkan unsur-unsur kekerasan pada diri pelajar. Oleh karena itu kekerasan tersebut dapat terefleksikan ke dalam kehidupan pelajar sehari-hari. Selain itu game online merupakan game yang tidak pernah tamat, game online biasanya berkelanjutan dan menyediakan target untuk dapat diraih. Hal inilah yang mungkin bisa membuat kecanduan para pengakses game online. Belum lagi maraknya warung internet yang beroperasi selama 24 jam serta minimnya pengawasan dalam warung internet ini mengakibatkan mudahnya game online diakses oleh pelajar pada jam berapapun. Oleh karena itu penanaman kekerasan di dalam game online serta minimnya pengawasan dari pihak warung internet mengakibatkan timbulnya kekerasan-kekerasan ketika pelajar mengakses game online. Jadi dapat disimpulkan bahwa game online merupakan permainan yang seharusnya mengasah kemampuan dan bakat pelajar malah justru mereproduksi kekerasan pada diri pelajar. Kata Kunci : game online, kekerasan, pelaja
Pola Perilaku Konsumtif Tenaga Kerja Wanita (TKW) Ketika Kembali Ke Daerah Asal Di Kabupaten Blitar
Abstrak : Adanya ketimpangan jumlah lapangan pekerjaan dengan angkatan kerja menyebabkan banyak penduduk Indonesia khsusnya perempuan yang memilih bekerja menjadi TKW di luar negeri. Meskipun secara umum tujuan utama mereka bekerja di luar negeri adalah untuk memperbaiki kehidupan terutama dari segi ekonomi, namun ketika kembali ke daerah asal banyak ditemukan perubahan perilaku dari TKW yang konsumtif. Perilaku konsumtif adalah perilaku seseorang yang lebih mementingkan keinginan daripada kebutuhan, sehingga konsumsi yang dilakukan berlebihan dan cenderung sebagai pemborosan. Saat ini, sebuah barang atau produk dikonsumsi bukan hanya karena kebutuhan lahiriah saja namun karena nilai tukarnya yang bersifat simbolik, sehingga memicu masyarakat termasuk TKW berperilaku konsumtif. Seperti konsumi yang dilakukan oleh TKW secara berlebihan hanya supaya dapat dikatakan sukses oleh masyarakat, sehinggga apa yang mereka konsumsi adalah sesuatu yang dianggap bernilai lebih oleh masyarakat sebagai indikator kesuksesan seorang TKW. Dapat dikatakan bahwa mereka mengalami hiperrealitas karena mereka bertindak melampaui “realitas” yang ada, hanya mengejar sesuatu yang tidak nyata yaitu prestise. Selain dari barang yang mereka konsumsi, hiperrealitas juga tampak dari perubahan perilaku mereka ketika kembali ke daerah asal baik dari perubahan penampilan maupun sikap yang berlebihan. Sedangkan perilaku konsumtif yang dilakukan oleh TKW akibat adanya hegemoni baik dari persepsi masyarakat maupun dari pikiran mereka sendiri yang ingin terlihat “berbeda” dari masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa adanya hegemoni baik dari persepsi masyarakat maupun TKW sendiri mendorong terjadinya perilaku konsumtif dan berujung pada keadaan yang hiperrealitas. Kata Kunci : pola perilaku, konsumtif, TKW, hipperealitas, hegemon
PERANAN UKM (USAHA KECIL MENENGAH ) TENUN LURIK UNTUK MENYERAP TENAGA KERJA PEREMPUAN (Studi Kasus Kelompok Tenun Sumber Rejeki Tex, Dusun Cabeyan, Desa Mlese, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten)
ABSTRAKSI Kota Klaten merupakan kota yang masih melestarikan warisan budaya yaitu tenun dengan ciri kas nya yaitu tenun lurik. Dengan menggunakan alat tradisional yang disebut ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) kualitas yang dihasilkan tidak kalah dengan alat tenun yang modern atau ATM (Alat tenun Modern). Sehingga UKM-UKM tenun lurik yang ada di kota Klaten masih menggunakan dan melestarikan ATBM sebagai alat tenun utama dalam pembuatan tenun lurik. Selain itu dengan adanya UKM – UKM yang muncul mampu mengurangi jumlah pengangguran yang ada . Salah satunya UKM Kelompok tenun Sumber Rejeki tex yang ada di Desa Mlese. UKM tersebut mampu menarik masyarakat sekitar untuk mau bergabung dan bekerja di tempat usaha. Sebagian masyarakat yang terserap adalah perempuan. Banyak perempuan di desa Mlese yang mempunyai ketrampilan menenun. Menenun bagi sebagian masyarakat desa Mlese merupakan hal yang sudah biasa karena ktrampilan menenun merupakan warisan dari orang tua. Sehingga pekerjaan menenun dianggap cocok dikerjakan oleh perempuan. Kata Kunci : Tenun Lurik, UKM Sumber Rejeki Tex, Perempua
MAKNA TRADISI ZIARAH MAKAM KYAI AGENG BALAK DALAM ERA MODERNISASI (Studi Kasus Makam Kyai Ageng Balak, Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Periode Tahun 2012-2013)
ABSTRAK : Dwi Susanti. K8405014. MAKNA TRADISI ZIARAH MAKAMKYAI AGENG BALAK DALAM ERA MODERNISASI (Studi Kasus MakamKyai Ageng Balak, Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo,Periode Tahun 2012-2013). Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.Universitas Sebelas Maret Surakarta, April 2013.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dari tradisi ziarah makamyang dilihat dari (1) motivasi peziarah datang ke Makam Kyai Ageng Balak dalam eramodernisasi, (2) pandangan peziarah mengenai makna dan nilai-nilai yang terkandungdalam tradisi ziarah Makam Kyai Ageng Balak dalam era modernisasi, (3) dampaktradisi ziarah Makam Kyai Ageng Balak dalam era modernisasi bagi peziarah.Penelitian ini dilakukan di area Makam Kyai Ageng Balak, Desa Mertan,Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Penelitan ini menggunakanbentuk pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus tunggalterpancang. Sumber data diperoleh dari nara sumber, aktivitas informan dan jugadokumentasi atau arsip. Teknik Sampling diambil dengan teknik purposive samplingyang dilakukan dengan memilih informan yang dianggap mengetahui informasi danmasalah yang hendak diteliti secara mendalam dan dapat dipercaya untuk menjadisumber data yang mantap dan juga menggunakan Time Sampling. Teknik pengumpulandata dengan observasi langsung, wawancara mendalam dan dokumentasi. Validitas datamenggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan model analisisinteraktif yaitu dengan tahapan sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, penarikankesimpulan dan verifikasi.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan: (1) Motivasi peziarah datang keMakam Kyai Ageng Balak dalam era modernisasi yaitu motivasi ekonomi, motivasikeselamatan lahir batin, motivasi perjodohan, motivasi kelanggengan kekuasaan,motivasi ketenangan batin (2) Makna dan nilai yang terkandung dalam tradisi ziarahMakam Kyai Ageng Balak dalam era modernisasi meliputi penghormatan pada leluhuryang di dalamnya terdapat nilai religi, sebagai ajang silaturahmi yang di dalamnyaterdapat nilai sosial, sebagai pelestarian tradisi yang di dalamnya terdapat nilai adatbudaya Jawa (3) Dampak yang diperoleh dari peziarahan di makam Kyai Ageng Balakdalam era modernisasi adalah peziarah mendapatkan berkah ekonomi dan hidup jaditenang.Kesimpulan dari penelitian ini adalah tradisi ziarah Makam Kyai Ageng Balakdalam era modernisasi mempunyai makna yang sangat luas dan mendalam bagi yangmempercayainya dan faktanya pada era modernisasi ziarah telah menjadi suatu tradisiatau bentuk kebudayaan bagi masyarakat Jawa yang menjadi sebuah kearifan lokal,peziarahan di maknai dalam tiga aspek yaitu motivasi yang beragam, nilai-nilai yangterkandung serta dampaknya. Terlepas dari perbedaan pendapat mengenai motivasimasyarakat dalam melakukan ziarah, tetaplah ziarah memiliki nilai positif yangkemudian dirasakan peziarah.Kata Kunci: Makna, tradisi Jawa, ziarah makam, era modernisasi
PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR DAN PEMANFAATAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS DI SMA BATIK 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pengaruh Kedisiplinan Belajar terhadap Prestasi Belajar Sosiologi Siswa Kelas XI IPS di SMA Batik 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/ 2014, (2) Pengaruh Pemanfaatan Failitas Belajar terhadap Prestasi Belajar Sosiologi Siswa Kelas XI IPS di SMA Batik 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014, (3) Pengaruh Kedisiplinan Belajar dan Pemanfaatan Fasilitas Belajar secara bersama – sama terhadap Prestasi Belajar Sosiologi Siswa Kelas XI IPS di SMA Batik 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode korelasional. Populasi penelitian ini ialah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Batik 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014, sejumlah 182 siswa. Sampel penelitian yang digunakan adalah sampel populasi dan diambil dengan Teknik Multistage Cluster Random Sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan Analisis Regresi Ganda.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) hipotesis 1 ”Ada pengaruh yang signifikan kedisiplinan belajar terhadap prestasi belajar sosiologi siswa SMA Batik 1 Surakarta tahun ajaran 2013/2014” diterima kebenarannya. Karena ρ menunjukkan angka 0,015 yang artinya bahwa 0,015 < 0,05 (sesuai dengan kaidah hipotesis yaitu ρ <0,05). Variabel kedisiplinan belajar memiliki thit 2,474 > ttab 1,671. (2) hipotesis 2 ” Ada pengaruh yang signifikan pemanfaatan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar sosiologi siswa SMA Batik 1 Surakarta tahun ajaran 2013/2014” diterima kebenarannya. Karena ρ menunjukkan angka 0,023 artinya 0,023 < 0,05 (sesuai dengan kaidah hipotesis yaitu ρ <0,05). Variabel pemanfaatan fasilitas belajar memiliki thit 2,321 > ttab 1,671. (3) hipotesis 3 ” Ada pengaruh yang signifikan kedisiplinan belajar dan pemanfaatan fasilitas belajar secara bersama - sama terhadap prestasi belajar sosiologi siswa SMA Batik 1 Surakarta tahun ajaran 2013/2014” diterima kebenarannya. Karena ρ menunjukkan angka 0,04 yang artinya bahwa 0,04 < 0,05 (sesuai dengan kaidah hipotesis yaitu ρ <0,05). Variabel kedisiplinan belajar dan pemanfaatan fasilitas belajar memiliki Fhit sebesar 5,859 > Ftab 1,671. Variabel bebas (kedisiplinan belajar dan pemanfaatan fasilitas belajar) memberikan konstribusi sebesar 12,8% terhadap prestasi belajar sosiologi. Kata kunci : Kedisiplinan belajar, Pemanfaatan fasilitas belajar, Prestasi belajar sosiolog
PEMENUHAN KEBUTUHAN HAK PENDIDIKAN FORMAL BAGI ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN KOTA LAYAK ANAK DI SURAKARTA
ABSTRAK Fenomena anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) marak menjadi bahan perbincangan masyarakat dan headline news di berbagai media. Mereka dipandang oleh masyarakat telah melakukan tindak kejahatan yang menggangu tertib sosial sehingga mereka dianggap layak diproses secara hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Akibatnya semakin banyak jumlah ABH yang menjalani pidana penjara dan terabaikan hak-haknya, khususnya hak pendidikan. Sebagai kota yang ditunjuk menjadi percontohan Kota Layak Anak (KLA) maka Surakarta dianggap mampu menyelesaikan berbagai persoalan dan mengupayakan perlindungan bagi anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus terpancang tunggal untuk mendiskripsikan bentuk pendidikan yang diterima oleh ABH dan peran stakeholder dalam upaya pemenuhan hak pendidikan formal bagi ABH. Data yang telah ditemukan dianalisa menggunakan teknik analisis interaktif. Kesimpulan yang diperoleh adalah pemenuhan hak pendidikan formal bagi ABH di Surakarta sebagai Kota Layak Anak (KLA) masih kurang mendapat perhatian dari stakeholder. Penting untuk membangun kesadaran berbagai pihak untuk terlibat dalam penanganan ABH demi mendukung pengembangan KLA. Penanganan ABH yang dilakukan berbasis masyarakat diharapkan dapat meminimalisir pelimpahan kasus pada aparat penegak hukum yang berakhir dengan pemenjaraan dan pengabaian hak-hak anak, khususnya di bidang pendidikan. Kata kunci: pendidikan formal, ABH, Kota Layak Ana
PEMBELAJARAN BERBASIS KELAS ICTDI SMA NEGERI GONDANGREJO KARANGANYARTAHUN PELAJARAN 2012/2013 (Studi Kasus Mengenai Pembelajaran Berbasis Kelas ICT di SMA Negeri Gondangrejo Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013)
ABSTRAK Kemajuan jaman saat ini telah menyentuh sampai pada dunia pendidikan, dengan begitu mau tidak mau setiap lembaga pendidikan saat ini berusaha dan berlomba-lomba untuk menjadi yang terdepan dalam kemajuan. Sebagai bentuk kemajuan di dunia pendidikan adalah adanya kemunculan kelas ICT. Kelas ICT yaitu sebuah kelas dengan pembelajaran berbasis IT/teknologi informasi, dengan menggunakan kurikulum ICT dalam pembelajaran berusaha untuk mencetak generasi muda yang peka akan kemajuan teknologi. Namun kadang tidak disadari bahwa bentuk kemajuan ini juga membawa berbagai permasalahan baru bagi sekolah jika tidak dijalankan secara serius. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus tunggal terpancang untuk mendiskripsikan proses bepbelajaran ICT di SMA Negeri Gondangrejo berikut berbagai permasalahan yang timbul. data yang ditemukan kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan berupa realitas pembelajaran yang terjadi di SMA Negeri Gondangrejo masih belum menunjukkan esensi kelas ICT yang sesuai. Dikarenakan masih banyak guru yang melakukan proses pembelajarannya dengan metode kontekstual. Selain itu keberadaan kelas ICT di sekolah tampak hanya menjadi sebuah simbol/label kemajuan, karena kurang serius dalam pelaksanaanya. Keberadaan kelas ICT di sekolah juga menimbulkan kesenjjangan yang berdampak pada interaksi guru, siswa kelas ICT, dan siswa non ICT. Kata kunci: pembelajaran ICT, ritualisasi kemajuan, label
STUDI KOMPARASI HASIL BELAJAR SOSIOLOGI ANTARA SISWA SMA N 1 SURAKARTA DAN SMA N 3 SURAKARTA JURUSAN IPS KELAS XI YANG MENGIKUTI BIMBINGAN BELAJAR DI GANESHA OPERATION, NEUTRON, DAN PRIMAGAMA TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Abstract. Niken Septiana Eka. P. K8409042. STUDY RESULTS COMPARISON BETWEEN SOCIOLOGY STUDENT LEARNING SMA N SMA N 1 SURAKARTA AND 3 CLASS XI IPS SURAKARTA DEPARTMENT OF THE FOLLOWING LEARNING MENTORING IN GANESHA OPERATION, NEUTRON, AND PRIMAGAMA FOR ACADEMICAL YEAR OF 2013/2014. Thesis, Surakarta: Teacher Training and Education Faculty. Sebelas Maret University of Surakarta. Juny. 2013. The aims of the research are to find: (1) differences in learning outcomes between students 'social studies sociology class XI SMA N 1 Surakarta and IPS students in class XI SMA N 3 Surakarta, (2) differences in students' learning outcomes sociology class XI IPS SMA N 1 Surakarta and IPS students class XI SMA N 3 Surakarta who follow tutoring Ganesha Operation, Neutron, and Primagama, (3) the place of origin and school tutoring affect the average student learning outcomes sociology class XI IPS SMA N 1 Surakarta and IPS students of class XI SMA N 3 Surakarta, (4) how much influence the differences and variations in the place of origin school tutoring to the average student learning outcomes sociology class XI IPS SMA N 1 Surakarta and students of class XI IPS SMA N 3 Surakarta. This research included in Ex-postfacto with quantitative approach. The study population was all students majoring in social studies class XI SMA Negeri 1 Surakarta and all students majoring in social studies class XI SMA Negeri 3 Surakarta. Samples were students majoring in social studies class XI students of SMA Negeri 1 Surakarta and students majoring in social studies class XI SMA Negeri 3 Surakarta who follow the guidance of learning outside of school (Ganesha Operation, Neutron, and Primagama) as many as 50 students. Sampling technique using multistage cluster random sampling technique. Data collection techniques using tests and school documents. Hypothesis testing using t-test and t-test multiple comparison Scheffe. Based on the results of this study concluded: the first hypothesis "There is a difference in the average value of N 1 Surakarta high school students and high school students N 3 Surakarta for academical year of 2013/2014", is accepted. It can be seen from the results of data analysis showed the difference of the two amounted to 3,901 t, and p = 0.001. The second hypothesis "There is a difference in the average value of the learning outcomes of students who take tutoring Ganesha Operation of 81.45 and a standard deviation of 6,117; Neutron average value of 79.65 and a standard deviation of 8,604; Primagama average value of 75.80 and standard deviation 82.03 ", is accepted. The third hypothesis "There is a very significant multiple correlation between school and home tutoring with an average student learning outcomes", is accepted. It can be seen from the results of data analysis showed Ry (X1, X2) = 0556; Freg = 10 558; ρ = 0.000. The fourth hypothesis "There is an effect of 31% that student learning outcomes are influenced by the home school and tutoring different place", is accepted. This shows the influence of the school of origin for the average student learning outcomes by 24%. While the influence of the place of origin of tutoring (Ganesha Operation, Neutron, and Primagama) against the average of 6.8% of learning outcomes. Keywords: Origin school. Tutoring place. Learning Outcome