SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
432 research outputs found
Sort by
FENOMENA SALES PROMOTION GIRL (SPG) FREELANCE PADA MAHASISWADI KOTA SURAKARTA
ABSTRAKSejarah penindasan manusia yang disebabkan oleh pekerjaan selalu terulang dan terus-menerus ada dalam kehidupan masyarakat. Eksistensi sosial masyarakat yang membentuk kesadaran manusia, menjadi alasan mengapa pekerjaan menjadi hal yang sangat berharga. “Pekerjaan adalah segalanya”, determinisme ekonomi menciptakan tujuan utama dan hasil akhir dari pekerjaan manusia adalah materi. Sejarah mengatakan sistem pertukaran dari determinisme ekonomi tersebut tidak selalu menguntungkan, dimana selalu hadir penindasan didalamnya. Selalu ada “majikan dan buruh” dalam setiap sejarah penindasan manusia. Fenomena tersebut salah satunya terjadi pada perempuan yang menjalankan pekerjaan sebagai Sales Promotion Girl. Feminisme Marxis Sosialis yakin bahwa penindasan perempuan disebabkan oleh pekerjaan dan citra diri mereka yang dimanfaatkan oleh para kaum kapitalis. Perempuan yang menjalankan pekerjaan tersebut juga mengalami hal yang sama dimana penyebab opresi mereka adalah pekerjaan dan citra diri melalui campur tangan laki-laki. Citra diri perempuan sebagai SPG dimanfaatkan oleh para kapitalis untuk menarik konsumen sebanyak mungkin. Hal tersebut merupakan bentuk opresi terhadap perempuan yang bekerja sebagai SPG, sesungguhnya opresi terhadap mereka tersebut adalah eksploitasi dan alienasi diri, seperti yang dikemukakan oleh Marx.Kata kunci: pekerjaan, penindasan, determinisme, SPG, citra diri, dan Feminisme Marxis Sosialis
Kontribusi Pengrajin Industri Kecil Tahu Dalam Peningkatan Kehidupan Sosial Ekonomi Keluarga ( Studi Kasus Masyarakat Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo)
Abstrak : Industri kecil dirasa mampu sebagai suatu bentuk kegiatan dalam dunia usaha sebagai salah satu bentuk ekonomi rakyat yang memiliki potensi dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan serta berdampak meningkatkan perekonomian nasional dengan tidak mengesampingkan demokrasi ekonomi yang ada di Indonesia. Industri kecil merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan oleh pemerintah maupun masyarakat dalam usahanya untuk mengatasi jumlah pencari kerja yang melebihi lowongan pekerjaan yang ada dimasyakarakat. Selain itu dengan adanya industri kecil juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Industri kecil diartikan sebagai industri kecil adalah lembaga/organisasi yang memproduksi barang dan jasa, memiliki pekerja yang sedikit , memiliki ruang lingkup wilayah yang kecil, wilayah pemasaran lokal serta berorientasi untuk memperoleh keuntungan. Industri kecil di Indonesia dikategorikan memiliki pekerja antara 5 – 9 orang. Industri kecil terdapat berbagai macam dalam usahanya, baik itu mulai dari kerajinan, minuman, makanan ataupun yang lain. Salah satu industri kecil ini adalah industri kecil tahu. Industri kecil tahu merupakan industri kecil yang mengolah bahan baku yakni kedelai untuk diubah menjadi makanan yakni tahu. Industri kecil tahu seperti industri kecil lain yakni dalam perjalanannya mengalami perkembangan, baik dari proses produksi, hasil produksi yang mengarah kepada kuantitas dan kualitas produksi. Dalam proses perkembangannya ada faktor internal an eksternal yang mengukung industri kecil tahu ini. Semua ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pada khususnya keluarga dan masyarakat yang ada di sekitar industri kecil tahu. Simpulan penelitian ini adalah industri kecil tahu mampu memberikan peningkatan kehidupan baik itu dalam ranah sosial maupun ekonomi. Peningkatan kehidupan sosial ekonomi terjadi tidak hanya kepada pemilik industri kecil tahu akan tetapi juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan yang terjadi di masyarakat. Dalam perkembangannya industri tahu memerlukan dukungan dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal antara yang mempengaruhi perkembangan industri kecil tahu antara lain modal, tenaga kerja dan teknologi. Sedangkan faktor eksternal yakni bahan baku, peran pemerintah serta lingkungan masyarakat yang mendukung adanya industri kecil tahu. Kata Kunci : Industri Kecil Tahu, Kontribusi, keluarga, keidupan sosial ekonomi Keluarg
HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DAN FASILITAS BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMAN 3 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Abstract. Erin Anggraini. K8409022. THE CORRELATION BETWEEN LEARNING INTEREST AND STUDENT’S LEARNING FACILITY WITH SOCIOLOGICAL LEARNING ACHIEVEMENT OF THE STUDENTS OF GRADE XI IPS IN SMA NEGERI 3 SURAKARTA FOR ACADEMICAL YEAR OF 2013/2014. Thesis, Surakarta: Teacher Training and Education Faculty. Sebelas Maret University of Surakarta. Juny. 2013. The aims of the research are to find : (1) The correlation between learning interest with sociological learning achievement, (2) The correlation between student’s learning facility with sociological learning achievement, (3) The correlation between learning interest and student’s learning facility with sociological learning achievement. The research takes place in SMA Negeri 3 Surakarta. The method of the research is correlational research. The population of the research are the whole students of grade XI IPS in SMA Negeri 3 Surakarta for academical year 2013/2014, with the total amount of 120 students. The sample is taken by using random sampling technique as 92 students. The principal data collecting is done by using questionnaire. The data analysis technique used was statistical multiple regression analysis technique. Based on the result of the research, it can be concluded that : (1) There is significant correlation between learning interest with sociological learning achievement of the students of grade XI IPS in SMA Negeri 3 Surakarta for academical year 2013/2014. It can be seen from the data analysis result which showed rx1y = 0,477, and p = 0,000. (2) There is significant correlation between student’s learning facility with sociological learning achievement of the students of grade XI IPS in SMA Negeri 3 Surakarta for academical year 2013/2014. It can be seen from the data analysis result which showed rx2y = 0,760, and p = 0,000. (3) There is significant correlation between learning interest and student’s learning facility with sociological learning achievement of the students of grade XI IPS in SMA Negeri 3 Surakarta for academical year 2013/2014. It can be seen from the data analysis result which showed R = 0,768, p = 0,002 and F = 63,808. Keywords: interests, facilities, learning achievemen
HUBUNGAN PERSEPSI BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Ada tidaknya hubungan antara persepsi belajar dengan prestasi belajar mata pelajaran sosiologi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri2 Surakarta. (2) Ada tidaknya hubungan antara keaktifan siswa dengan prestasi belajar mata pelajaran sosiologi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 2 Surakarta. (3) Ada tidaknya hubungan antara persepsi belajar dan keaktifan siswa dengan prestasi belajar mata pelajaran sosiologi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 2 Surakarta.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif korelasi. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Surakarta Tahun pelajaran 2013/2014 dengan jumlah 196 siswa. Sampel sebanyak 50 siswa. Teknik sampling yang digunakan random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik angket dan dokumentasi. Analisa data menggunakan regresi linear berganda.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Terdapat hubungan signifikan positif antara variabel persepsi belajar dengan variabel prestasi belajar mata pelajaran sosiologi. Nilai korelasi pearson sebesar 0,652 dan r (0,000) < 0,05. (2) Terdapat hubungan signifikan positif antara variabel keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dengan variabel prestasi belajar mata pelajaran sosiologi. Nilai korelasi pearson sebesar 0,743 dan r (0,000) < 0,05. (3) terdapat hubungan signifikan positif antara persepsi belajar dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dengan variabel prestasi belajar mata pelajaran sosiologi. Nilai (33,692) > (3,10), dan Variabel bebas (persepsi belajar dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran) bersama-sama memberikan kontribusi kenaikan prestasi mata pelajaran sosiologi sebesar 58,9%. Hasil penelitian menunjukkan semakin baik persepsi belajar semakin tinggi prestasi belajar mata pelajaran sosiologi. Semakin aktif siswa tentang proses pembelajaran maka akan tinggi prestasi belajar mata pelajaran sosiologi. Semakin baik persepsi belajar dan ditambah dengan keaktifan siswa yang tinggi akan meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran sosiologi. Variabel keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dengan sumbangan efektif yang lebih besar (41,41%) dibandingkan dengan sumbangan efektif variabel persepsi belajar (17,45%).Kata kunci : Persepsi Belajar, Keaktifan siswa, Prestasi Belajar, Mata Pelajaran Sosiologi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 4 SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2012/2013
Huril Rifqi Afina. K8409027. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 4 SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2012/2013. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran sosiologi dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran Sosiologi Kelas XI IPS 4 SMA Al Islam 1 Surakarta. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus tindakan. Setiap siklus terdiri dari beberapa tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Siklus pertama dan kedua membahas tentang materi kelompok sosial. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 4 SMA Al Islam 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013 yang terdiri dari 38 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi.Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa hasil belajar siswa ranah kognitif mengalami peningkatan setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Pada pratindakan ketuntasan hasil belajar siswa ranah kognitif hanya sebesar 39,5% dengan nilai rata-rata kelas adalah 69.89. Setelah diadakannya tindakan siklus I, ketuntasan hasil belajar mengalami peningkatan. Ketuntasan hasil belajar siswa ranah kognitif siswa kelas XI IPS 4 pada siklus I adalah 57,8% dengan nilai rata-rata kelas 74.57. Kemudian pada siklus II, ketuntasan hasil belajar siswa ranah kognitif juga mengalami peningkatan. Ketuntasan yang diperoleh pada siklus II sebesar 81,6% dengan nilai rata-rata kelas 80,15. Selain itu, hasil belajar siswa ranah afektif secara keseluruhan mengalami peningkatan. Pada siklus I, perolehan hasil belajar siswa ranah afektif diperoleh sebesar 57,7% dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 76%. Hasil belajar siswa ranah psikomotor juga mengalami peningkatan secara keseluruhan. Pada siklus I, perolehan hasil belajar siswa ranah psikomotor diperoleh sebesar 65,5% dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 77,6%.Kata Kunci: model pembelajaran kooperatif tipe think pair share, hasil belaja
Pengrajin Batik di Era Modernisasi (Studi Industri Kecil Batik Dewi Brotojoyo di Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen)
Abstrak: Pengrajin merupakan salah satu pekerja di sektor ekonomi industri dengan menghasilkan barang-barang kerajinan tertentu. Batik termasuk salah satu dari barang kerajinan yang dikembangkan oleh pengrajin batik menjadi industri batik. Batik menjadi komoditas daerah dan menjadikan masyarakat gemar terhadap batik, termasuk menjadi pengrajin batik sebagai mata pencaharian dan tidak sedikit masyarakat yang menekuni usaha industri batik. Masuknya industri dalam usaha batik adalah dampak dari modernisasi. Terjadinya modernisasi tidak menghalangi pengrajin batik untuk tetap bertahan menjalankan industri batik. Alasan masih tetap menjadi pengrajin batik di era modernisasi adalah karena warisan usaha dari generasi terdahulu yang merupakan usaha turun temurun sehingga regenerasi usaha batik sekaligus sebagai upaya pelestarian kebudayaan setempat, untuk bertahan hidup sebagai usaha pemenuhan kebutuhan hidup. Keberadaan pengrajin batik sangat membantu masyarakat sekitar terutama dalam memperbaiki ekonomi masyarakat, memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan dan meningkatkan pendapatan daerah.Kata kunci : Pengrajin batik, Industri kecil, Pelestarian, Modernisas
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 3 BOYOLALI TAHUN AJARAN 2012/2013
Abstrak. Suci Dwi Novia Sari . K8409063. HUBUNGAN MOTIVASIBELAJAR DAN MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN PRESTASIBELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 3BOYOLALI TAHUN AJARAN 2012/2013. Skripsi, Fakultas Keguruan danIlmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juni 2013.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) hubungan motivasibelajar dengan prestasi belajar siswa dalam belajar Sosiologi, (2) hubungan mediapembelajaran dengan prestasi belajar siswa dalam belajar Sosiologi, (3) hubunganmotivasi belajar dan media pembelajaran dengan prestasi belajar siswa dalambelajar Sosiologi. Penelitian ini mengambil lokasi di SMA Negeri 3 Boyolali.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatifkorelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa IPS (Ilmu PengetahuanSosial) kelas XI SMA Negeri 3 Boyolali Tahun Ajaran 2012/2013, sebesar 158siswa. Sampel yang digunakan sebanyak 25% dari keseluruhan populasisebanyak 40 siswa yang terbagi atas 4 kelas. Teknik sampling yang digunakanProporsional Random Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan denganmenggunakan teknik angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dipakaimenggunakan analisis statistik dengan Regresi Linier Berganda.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan hipotesis pertama “Adahubungan positif yang signifikan antara Motivasi Belajar dengan Prestasi BelajarSosiologi Siswa Kelas XI Ilmu Pengetahuan Sosial SMA Negeri 3 BoyolaliTahun Ajaran 2012/2013, diterima”. Hal ini dapat dilihat dari analisis data yangmenunjukkan nilai (r) sebesar 0,763 dan (ρ) = 0,000 Hipotesis kedua “Adahubungan positif yang signifikan antara Media Pembelajaran Siswa denganPrestasi Belajar Sosiologi Siswa Kelas XI Ilmu Pengetahuan Sosial SMA Negeri3 Boyolali Tahun Ajaran 2012/2013”, diterima. Hal ini dapat dilihat dari hasilanalisis data yang menujukkan nilai (r) sebesar 0,651 dan (ρ) = 0,000 Hipotesisketiga “Ada hubungan positif yang signifikan secara bersama Motivasi Belajardan Media Pembelajaran dengan Prestasi Belajar Sosiologi Siswa Kelas XI IlmuPengetahuan Sosial SMA Negeri 3 Boyolali Tahun Ajaran 2012/2013”, diterima.Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan data (r) sebesar0,813 dan (ρ) = 0,000Kata kunci : Motivasi Belajar, Media Pembelajaran, Prestasi Belajar Sosiologi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK BERKIRIM SALAM DAN SOAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS X-1 SMA NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Meidita Cahyaningtyas. K8409038. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK BERKIRIM SALAM DAN SOAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS X-1 SMA NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2012/2013. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juni 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat dan hasil belajar dalam pembelajaran Sosiologi pada siswa kelas X-1 SMA Negeri 5 Surakarta dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif teknik Berkirim Salam dan Soal. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-1 SMA Negeri 5 Surakarta yang berjumlah 29 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, angket, tes, dan dokumentasi atau arsip. Validitas data menggunakan teknik triangulasi data dan validitas konten. Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif deskriptif dan kuantitatif dengan menggunakan uji beda t. Prosedur penelitian adalah model spiral yang saling berkaitan. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif teknik Berkirim Salam dan Soal dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada pra siklus ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. Proses pembelajaran pada pra siklus bersifat teacher-centered sehingga mengakibatkan minat siswa terhadap pembelajaran Sosiologi masuk dalam kategori sedang dan hasil belajar siswa kurang optimal terlihat pada nilai rata-rata kelas yang tidak mencapai KKM. Peningkatan terjadi pada siklus I. Minat dan hasil belajar siswa meningkat walaupun belum optimal. Pelaksanaan siklus II menyebabkan minat dan hasil belajar tinggi sehingga bisa mendukung suatu pembelajaran yang berkualitas. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif teknik Berkirim Salam dan Soal dapat meningkatkan minat dan hasil belajar Sosiologi siswa kelas X-1 SMA Negeri 5 Surakarta. Minat siswa meningkat dari kategori sedang menjadi kategori tinggi, dan hasil belajar siswa meningkat dari nilai rata-rata kelas 67,27 (pra siklus), 71,79 (siklus I) menjadi 84,34 (siklus II). Hasil ketuntasan belajar meningkat dari 72,41% menjadi 100%. Kata Kunci: model pembelajaran kooperatif, Berkirim Salam dan Soal, minat belajar, hasil belaja
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 3 SMA NEGERI 3 WONOGIRI TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Arum Rahma Shofiya. K8409010. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 3 SMA NEGERI 3 WONOGIRI TAHUN PELAJARAN 2012/2013. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Desember 2013. Tujuan Penelitian ini adalah perbaikan pembelajaran sosiologi sebagai upaya peningkatan motivasi dan hasil belajar sosiologi pada siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 3 Wonogiri Tahun Pelajaran 2012/2013 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 3 Wonogiri Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 26 siswa. Sumber data yang digunakan adalah informan, tempat atau lokasi, peristiwa, dokumen atau arsip. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber. Analisis data menggunakan teknik analisis diskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 3 Wonogiri mengalami peningkatan setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match. Hasil ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan prosentase motivasi belajar siswa dan peningkatan rata-rata hasil belajar siswa pada setiap siklusnya. Peningkatan prosentase motivasi belajar dilihat dari dua aspek yaitu berdasarkan lembar observasi dan angket. Motivasi belajar siswa berdasarkan lembar observasi menunjukkan terjadinya peningkatan sebesar 12,3% dari siklus I sebesar 63,85% menjadi 76,15% pada siklus II. Dan motivasi belajar siswa berdasarkan angket juga menunjukkan peningkatan yaitu sebesar 4,16% dari siklus I sebesar 74,05% menjadi 78,21% pada siklus II. Sedangkan peningkatan hasil belajar ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata nilai tes evaluasi siswa pada akhir siklus yaitu mengalami peningkatan sebesar 4,85 dari pra siklus dengan nilai rata-rata 71,42 menjadi 76,27 pada siklus I. Setelah dilaksanakan siklus II nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan sebesar 2,38 menjadi 78,65. Kata kunci : Pembelajaran kooperatif tipe Make a Match, motivasi belajar, hasil belaja
KOMPARASI PENGARUH PENGGUNAAN METODE CERAMAH DAN TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) TERHADAP RESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 1 TERAS BOYOLALI
Hendras Suci Pramukti, KOMPARASI PENGARUH PENGGUNAAN METODE CERAMAH DAN TEAM GAME TOURNAMENT KELAS IPS SMA NEGERI 1 TERAS BOYOLALI. Skripsi Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juli. 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Untuk mengetahui adakah perbedaan penggunaan metode ceramah dan metode Team Game Tournament (TGT) terhadap prestasi belajar sosiologi siswa kelas IPS di SMA Negeri 1 Teras Boyolali. (2) Untuk mengetahui adakah pengaruh penggunaan metode ceramah dan metode Team Game Tournament (TGT) terhadap prestasi belajar sosiologi siswa kelas IPS di SMA Negeri 1 Teras Boyolali. (3) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari metode ceramah dan metode Team Game Tournament (TGT) terhadap prestasi belajar sosiologi siswa kelas IPS di SMA Negeri 1 Teras Boyolali. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kausal komparatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Teras Boyolali Tahun Pelajaran 2012/2013, sejumlah 136 siswa. Sampel penelitian yang digunakan adalah sampel populasi dan diambil dengan teknik multi stage cluster random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan dokumentasi. Uji hipotesis menggunakan Uji t dan F regresi.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan : hipotesis pertama Ada perbedaan penggunaan metode ceramah dan metode Team Game Tournament (TGT) terhadap prestasi belajar sosiologi siswa kelas IPS di SMA Negeri 1 Teras Boyolali. Hal ini dapat dilihat dari analisis data diperoleh t = 1.424 dengan signifikansi sebesar 0.161; Hipotesis kedua Ada pengaruh penggunaan metode ceramah dan metode Team Game Tournament (TGT) terhadap prestasi belajar sosiologi siswa kelas IPS di SMA Negeri 1 Teras Boyolali. Hal ini dapat dilihat dari analisis data diperoleh R2 45%, sedangkan yang 55% merupakan pengaruh metode lain yang tidak diteliti,; Hipotesis ketiga Diduga besar Pengaruh metode ceramah dan metode Team Game Tournament (TGT) terhadap prestasi belajar sosiologi siswa kelas IPS di SMA Negeri 1 Teras Boyolali. Hal ini dapat dilihat dari analisis data diperoleh kelompok belajar yang menggunakan metode ceramah memperoleh nilai rata – rata sebesar 5.04, sedangkan kelompok belajar yang menggunakan metode Team Game Tournament (TGT) memperoleh nilai rata – rata sebesar 6.22. Kata Kunci : Metode Ceramah, Metode Team Game Tournament (TGT), dan Prestasi Belajar