SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
432 research outputs found
Sort by
“Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams- Achiefment Division (STAD) Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar Sosiologi Dikelas X.2 SMA Negeri 2 Boyolali Tahun Ajaran 2012/2013”
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar sosiologi siswa di kelas X.2 SMA Negeri 2 Boyolali tahun ajaran 2012/2013. Cara yang digunakan adalah melalaui penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Student Teams-Achiefment Division (STAD). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Yang menjadi subyek penelitian adalah siswa kelas X.2 SMA Negeri 2 Boyolali yang berjumlah 26 siswa. Penelitian ini dilaksanakan ke dalam dua siklus tindakan. Pengumpulan data dilakukan pada saat pembelajaran sosiologi berlangsung. Motivasi belajar diukur dengan lembar observasi motivasi yang memuat indikator-indikator tingkat motivasi belajar siswa, yang kemudian dihitung ke dalam bentuk prosentase capaian motivasi siswa di setiap siklus. Sementara prestasi belajar diamati dari peningkatan rata-rata nilai ulangan siswa yang dilakukan padan kegiatan pra siklus, siklus I, dan siklus II. Hasil capaian motivasi belajar siswa pada siklus I prosentasenya sebesar 71,78%. Pada siklus II diamati capaian motivasi belajar siswa sebesar 80,01%. Dengan demikian telah terjadi peningkatan sebesar 8,23% dari siklus I ke siklus II. Prestasi belajar siswa juga menunjukkan adanya peningkatan, dari test yang dilakukan pada kegiatan pra penelitian diketahui nilai rata-rata kelas 72,30. Pada test yang diadakan pada siklus I diketahui meningkat menjadi 75,57. Dan pada test yang dilakukan di siklus II menjadi 79,34.Kata kunci : Pembelajaran Kooperatif, Student Teams-Achiefment Division (STAD), Motivasi Belajar, Prestasi Belajar
POLA KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI DAN STRATEGI BERTAHAN MASYARAKAT SEKITAR INDUSTRI (Studi Kasus Di Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo)
Perkembangan jaman saat ini semakin pesat, teknologi yang digunakan semakin maju, canggih dan modern. Banyak industri yang berdiri baik di kota maupun di pedesaan. Wilayah pedesaan yang strategis dipilih untuk memudahkan distribusi. Hal ini mengakibatkan terjadinya transformasi mata pencaharian. Masyarakat mengalami transisi atau perubahan mata pencaharian dari sektor pertanian sebagai petani dan buruh tani menuju sektor non pertanian sebagai buruh pabrik serta membuka usaha jasa. Keadaan ini mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat terutama pada kehidupan sosial ekonomi mengalami perubahan dan peningkatan. Berdirinya industri dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitarnya. Mereka dapat bekerja di sektor industri sebagai karyawan dan dapat membuka usaha. Dahulu, masyarakat memiliki sifat solidaritas sosial yang kuat. Namun, tanpa disadari keberadaan industri mengakibatkan solidaritas sosial mulai melemah. Ciri-ciri masyarakat pedesaan mulai memudar. Masyarakat semakin heterogen, individual, sibuk bekerja dan meninggalkan kegiatan sosial yang selama ini diikutinya. Karena pembagian kerja yang tinggi. Oleh karena itu, masyarakat memerlukan strategi bertahan agar usahanya tetap bertahan bahkan berkembang. Strategi bertahan yang dimiliki masyarakat antara lain : pertama, adaptasi sosial ekonomi dengan cara masyarakat mengikuti kegiatan sosial ekonomi dan memiliki pekerjaan sampingan. Kedua, masyarakat memiliki strategi usaha dengan cara berperilaku baik dan menjalin relasi sosial dengan pemerintah kelurahan. Ketiga, menjalin relasi dengan keluarga, rekan kerja dan masyarakat. Empat, masyarakat Jetis tidak hanya fokus pada satu pekerjaan. Selain itu mereka mengajarkan pola yang ada dalam masyarakat kepada anak.Kata kunci : masyarakat, sosial ekonomi, strategi bertahan, industr
EVALUASI PROGRAM PENANGANAN ANAK JALANAN MELALUI PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS (PLK) BERBASIS KELEMBAGAAN LOKAL DI KOTA SURAKARTA
ABSTRAK Fenomena anak jalanan merupakan bagian dari masyarakat modern saat ini. Adanya anak jalanan merupakan indikator berkembangnya suatu kota. Jumlah anak jalanan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, termasuk jumlah anak jalanan di Kota Surakarta. Pemerintah Kota Surakarta telah menggulirkan berbagai program penanganan anak jalanan namun belum mampu mengentaskan anak dari kehidupan di jalan. Program tersebut belum berhasil karena belum berperspektif anak. Salah satu program penanganan anak jalanan yang sudah berperspektif anak adalah Pendidikan Layanan Khusus (PLK) Anak Jalanan. Penyelenggara program ini adalah LSM Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pinggiran Seroja. Dalam perkembangannya penyelenggaraan PLK Anak Jalanan berpengaruh terhadap kehidupan anak jalanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian penelitian evaluasi. Sumber data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengambilan cuplikan dengan purposive sampling . Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan persepsi anak jalanan terhadap program PLK Anak Jalanan, tahapan dalam penyelenggaraan terdiri dari ijin penyelenggaraan, rekrutmen peserta didik, proses pembelajaran, manajemen penyelenggaran, penilaian dan evaluasi. Hambatan dalam PLK Anak Jalanan berupa kurangnya motivasi peserta didik, dukungan orang tua dan dinas terkait. Dampak dari PLK Anak Jalanan yaitu intensitas anak beraktivitas di jalan berkurang serta anak jalanan mendapatkan ijasah Kejar Paket A dan sertifikat pendidikan keterampilan hidup. Adanya koordinasi antara Pemerintah kota dengan LSM penyelenggara PLK Anak Jalanan diharapkan dapat mengatasi permasalahan anak jalanan yang lebih berperspektif anak. Kata kunci : anak jalanan, Pendidikan Layanan Khusus (PLK) Anak Jalanan, evaluasi, LS
PERILAKU MEROKOK DI KALANGAN PELAJAR ( Studi Kasus Tentang Faktor dan Dampak dari Perilaku Merokok pada Kalangan Pelajar SMA Negeri 2 Karanganyar)
Dwi Setiyanto, K8408079, PERILAKU MEROKOK PADA KALANGAN PELAJAR (Studi Kasus Pada Pelajar SMA Negeri 2 Karanganyar Tahun 2013), Skripsi.Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas sebelas Maret Surakarta,2013 Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui Faktor yang Mendorong Pelajar Mengkonsumsi Rokok. (2) Mengetahui Dampak Mengkonsumsi Rokok pada Pelajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi kasus terpancang tunggal.Sumber Data data dalam penelitian ini yaitu: Informan atau Narasumber,peristiwa atau aktivitas,tempat atau lokasi,dan dokumen.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara mendalam (in depth interviewing),observasi,teknik analisis dokumen.Teknik pengembangan analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah Trianggulasi data (trianggulasi sumber).Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif (Interaktif Model Analisys). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Para Pelajar SMA Negeri 2 Karanganyar dalam mengkonsumsi rokok memiliki alasan yang melatarbelakanginya,yaitu: Faktor Internal ataun alasan Pribadi,dan situasi sosial keluarga dimana pelajar tinggal dan beraktivitas,Faktor Eksternal atau faktor diluar pribadi,seperti pengaruh lingkungan,teman sebaya dalam pergaulan. (2) Dampak dari berperilaku merokok,pertama timbulnya rasa kepercayaan diri yang tinggi pada diri pelajar dalam menunjukkan kepribadian sebagai seorang laki-laki dengan mendekati lawan jenis tanpa adanya rasa malu,lebih meningkatkan konsentrasi dalam mengalami atau menghadapi masalah. Kedua berdampak pada masalah pelanggaran dalam pengelolaan ekonomi tingkat pelajara,seperti penyelewengan uang saku serta uang yang digunkan untuk operasional sekolah
PERBANDINGAN PENGARUH METODE PEMBELAJARAN JIGSAW DAN METODE PEMBELAJARAN DISKUSI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA PROGRAM JURUSAN IPS SMA BATIK 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pengaruh metode pembelajaran jigsaw dan metode pembelajaran diskusi terhadap prestasi belajar sosiologi siswa program jurusan IPS SMA BATIK 1 SURAKARTA tahun pelajaran 2013/2014. (2) Untuk mengetahui metode pembelajaran yang memberikan pengaruh lebik baik terhadap prestasi belajar sosiologi, pada pembelajaran sosiologi dengan metode pembelajaran jigsaw atau pembelajaran sosiologi dengan metode pembelajaran diskusi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif bersifat eksperimental semu dengan desain penelitian Nonrandomized Control Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian ialah seluruh siswa program jurusan IPS SMA Batik 1 Surakarta tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitan sebanyak dua kelas sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan teknik Multistage Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes prestasi berbentuk pilihan ganda, observasi, dan dokumentasi. Teknik uji prasayarat analisis data yang digunakan adalah uji liliefors untuk uji normalitas dan uji bartlett untuk uji homogenitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik uji-t saple tidak berhubungan.Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan pengaruh secara signifikan antara penggunakaan metode pembelajaran jigsaw dan metode pembelajaran diskusi terhadap prestasi belajar sosiologi siswa program jurusan IPS SMA Batik 1 Surakarta tahun pelajaran 2013/2014. Ini ditunjukkan dari hasil analisis data yang menunjukkan thitung > ttabel yaitu 2,488 > 1,994. (2) pembelajaran sosiologi yang menggunakan metode pembelajaran Jigsaw memberikan pengaruh prestasi belajar sosiologi lebih baik dibandingkan pembelajaran sosiologi yang menggunakan metode pembelajaran diskusi. Hal ini ditunjukkan Mean X1 > Mean X2 yaitu 23,44 > 15,84 dan SD1 > SD2 yaitu 13,561 > 12,555.Kesimpulan penelitian adalah terdapat perbedaan pengaruh secara signifikan antara penggunakaan metode pembelajaran jigsaw dan metode pembelajaran diskusi terhadap prestasi belajar sosiologi. Pembelajaran sosiologi yang menggunakan metode pembelajaran Jigsaw memberikan pengaruh prestasi belajar sosiologi lebih baik dibandingkan pembelajaran sosiologi yang menggunakan metode pembelajaran diskusi pada siswa program jurusan IPS SMA Batik 1 Surakarta tahun pelajaran 2013/2014. Kata Kunci : Prestasi Belajar Sosiologi, Metode pembelajaran Jigsaw, Metode Pembelajaran Diskusi
HUBUNGAN ANTARA PEMANFAATAN FASILITAS BELAR DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Hubungan antara Pemanfaatan Fasilitas Belajar dan Prestasi Belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 5 Surakarta Tahun Ajaran 2013/2014, (2) Hubungan antara Motivasi Berprestasi dan Prestasi Belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 5 Surakarta Tahun Ajaran 2013/2014, (3) Hubungan anatara Pemanfaatan Fasilitas Belajar dan Motivasi Berprestasi dengan Prestasi Belajar Sosiologi siswa siswa kelas XI IPS SMA Negeri 5 Surakarta Tahun Ajaran 2013/2014.Metode yang digunakan dalam penelitian ini : diskriptif kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 5 Surakarta sejumlah 160 siswa. Sampel diambil dengan teknik multistage cluster random sampling sebanyak 83 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dipakai menggunakan analisis statistik dengan teknik regresi ganda.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan : (1) hipotesis 1 “Ada hubungan yang sangat signifikan antara pemanfaatan fasilitas belajar dan prestasi belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 5 Surakarta tahun ajaran 2013/2014” diterima. Hal ini dapat dilihat dari hasil analis data yang menunjukkan rx1y = 0,557 dan ρ = 0,000. (2) hipotesis “Ada hubungan yang sangat signifikan antara motivasi berprestasi dan prestasi belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 5 Surakarta tahun ajaran 2013/2014” diterima. Hal ini dapat dilihat dari hasil analis data yang menunjukkan rx2y = 0,444 dan ρ = 0,000. (3) hipotesis 3 “Ada hubungan yang sangat signifikan antara pemanfaatan fasilitas belajar dan motivasi berprestasi dengan prestasi belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 5 Surakarta tahun ajaran 2013/2014” diterima. Hal ini dapat dilihat dari hasil analis data yang menunjukkan Ry(x1,2) = 0,596 , ρ = 0,009 dan F = 22,084.Kata kunci : Pemanfaatan fasilitas belajar, Motivasi berprestasi dan Prestasi belaja
COOPERATIVE MODEL IMPLEMENTATION OF STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS) METHODS FOR INCREASING INTEREST AND SOCIOLOGY OF LEARNING OUTCOMES FOR CLASS X.2 BATIK 1 HIGHSCHOOL SURAKARTA 2012/2013 ACADEMIC YEAR
ABSTRACT Yofita Khairunisa Pratiwi. K8409073. COOPERATIVE MODEL IMPLEMENTATION OF STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS) METHODS FOR INCREASING INTEREST AND SOCIOLOGY OF LEARNING OUTCOMES FOR CLASS X.2 BATIK 1 HIGHSCHOOL SURAKARTA 2012/2013 ACADEMIC YEAR. Thesis, Surakarta: The Faculty of Teaching and Education Sebelas Maret University. Juny 2013.The purpose of this research is to increase the interest and achievement in Sociology learning for class x.2 Batik 1 highschool Surakarta by applying the Student Team Achievement Divisions learning model. This research is a class action research. The research was conducted in two cycles, with each cycle consisting of planning, action, observation, and reflection. The subjects were class x.2 Batik 1 highschool Surakarta which amounts to 38 students. Source of data comes from teachers and students. The data collection techniques is by observation, questionnaires, tests, and documentation or archives. The validity of the data using source triangulation techniques. Data analysis using the comparative descriptive analysis techniques.The results showed that class x.2 Batik 1 highschool Surakarta student achievement in sociology subjects had increased after the implementation of the Student Team Achievement Divisions learning model. This is indicated by an increase in average interest of each cycle. Average student interest before any action is taken on indicator only 2.58 on attention, 3.02 on the relevance, 2.09 on confidence and at 2.12 against complacency. Once applied the action on the first and second cycle average student interest has increased in each of the indicators, the first and second cycle students' attention increased to 3.07 and increased to 3.56, relevance increased to 3.23 then to 4.66 in the second cycle, student confidence increased to 2.38 and increased to 3.67 in cycle II, and student satisfaction also increased to 2.42 in the first cycle and the second cycle to 4.57. Student learning outcomes also improved, as shown by an increase in average student learning outcomes in each cycle. Average student learning outcomes before the action only (8.57%) 64.42, after application of the action in the first cycle average student learning outcomes increased to (68.42%) 73.82. In the second cycle the average student learning outcomes increased to (76.32%) 79.34.The research conclusion is application of Student Team Achievement Divisions learning model can increase the interest and learning outcomes of sociology subjects of class x.2 Batik 1 highschool Surakarta student. Keywords: STAD cooperative learning, learning interest, learning outcom
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS ICT UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI PADA SISWA KELAS X7 SMA NEGERI 3 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Mike Devy Permatasari. K8409039. ICT BASED LEARNING APPLICATION FOR IMPROVING LEARNING ACHIEVEMENT IN SOCIOLOGY SUBJECT CLASS X7 SMA NEGERI 3 SURAKARTA SCHOOL YEAR 2012/2013. Thesis, Surakarta: Faculty of Teacher Training and Education. Sebelas Maret University of Surakarta, June 2013. This study aims to improve and enhance student achievement through the implementation of ICT based learning in the subjects of sociology. Type of research is a classroom action research with subjects X7 grade students of SMA Negeri 3 Surakarta academic year 2012/2013 which consisted of 33 students. The experiment was conducted in two cycles of action. Discuss the subject of the first cycle and second cycle of Social Deviation and Social Control. The data were obtained from the results of sociological observation during learning activities take place by using observation sheets, records of activities, and documentation. The results showed that the X7-class student achievement SMA Negeri 3 Surakarta on sociological subjects have increased after the implementation of ICT-based learning. This is indicated by an increase in average student learning outcomes in each cycle. Average student learning outcomes before the action amounted to 67.82, after the first cycle the action applied to the average student learning outcomes increased by 8.88 to 76.70. In the second cycle the average student learning outcomes increased to 85. Conclusion this research is the application of ICT based learning can improve learning achievement sociology subjects in grade X7 SMA Negeri 3 Surakarta. Keywords: Pembelajaran, ICT, Prestasi Belaja
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 7 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Andhita Risko Faristiana. K8409006. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 7 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2012/2013. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. April 2013.Tujuan Penelitian ini adalah perbaikan pembelajaran sosiologi sebagai upaya peningkatan keaktifan belajar sosiologi pada siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 7 Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013 melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together dan perbaikan pembelajaran sosiologi untuk meningkatkan hasil belajar sosiologi pada siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 7 Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013 melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 7 Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 32 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus tindakan. Siklus pertama dan kedua membahas pokok bahasan kelompok sosial.Data hasil penelitian diperoleh dari hasil observasi selama kegiatan pembelajaran sosiologi berlangsung dengan menggunakan lembar observasi keaktifan belajar siswa, catatan lapangan, wawancara, tes dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari lembar observasi keaktifan belajar siswa dianalisis dengan menghitung dari keseluruhan aspek yang diamati. Data yang diperoleh dari tes dianalisis dengan menghitung nilai rata-rata dan persentase hasil ketuntasan siswa kelas XI IPS 2 setiap siklus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan dan hasil belajar sosiologi siswa setelah dilakukan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada materi kelompok sosial mengalami peningkatan. Hasil ini terlihat dari rata-rata aspek keaktifan belajar dan evaluasi hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 7 Surakarta yang mengalami peningkatan. Keaktifan belajar siswa mengalami peningkatan, dari 48,37% menjadi 62,98%. Dengan demikian keaktifan belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 7 Surakarta yang mulanya tergolong sedang, setelah tindakan menjadi tinggi. Hasil belajarsiswa meningkat, dari rata-rata kelas sebesar 73,96 menjadi 82,56 dan hasil ketuntasan belajar, dari 50% menjadi 84,37 siswa mencapai batas tuntas.Kata kunci : Pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together, keaktifan belajar, hasil belaja
Gaya Hidup Penggemar K-Pop (Budaya Korea) Dalam Mengekspresikan Kehidupannya Studi Kasus K-Pop Lovers Di Surakarta
ABSTRACT-This research aims to: (1) identify the characteristics of K-Popfans inSurakarta; (2) identify the factors that encourage fans idolized K-Pop: and (3)describe how fans in expressing their penchant for K-Pop. This research usesqualitative methods. This method was chosen because of the qualitative research candescribe objects is based on the holistic based on the social reality which is occurredreal life. Type of this research is a case study of stake, because this research was tostudy, explain or interpret a case (case) in context naturally, without any interventionfrom outside parties.Source data obtained from studies library, event or activity, placeor location, the informant K-Poplovers who joined in community UKLI (United KPopLoversIndonesia) District Solo and documents (archives). Data collectiontechniques used are interviews, direct observation, and analysis of documents. Thevalidity of the data obtained through triangulation triangulation of data or resources.Data analysis techniques used in this research, a model analysis of the interactive(interactive model of analysis) which includes 4 components namely (1) datacollection, (2) reduction of data, (3) presentation of data, (4) the withdrawal of theconclusion.Based on the results of research it can be concluded that K-Poplovers at UKLI(United K-PopLovers Indonesia) District of Solo are mostly teenager who still studyboth in junior high school and College and they have their own Koreanname. Theychoose K-Popas their idol, for the fans in terms of vocal and dancing abilities as wellas in terms of their physical. Behavior or activity typical of fans in expressing to theK-Popcraze manifested through the high intensity of the hear music and watch musicvideos boy band and their idol girlband, collectibles (CD of original music, songs,videos, merchandise from boyband and a girlband K-Popof jackets, t-shirts, hats,posters, etc.), with enthusiasts through the expression community join in SoloDistrict, following UKLI K-fest, K-Pop concert.Key Words: K-Pop, life style, cultural studies