SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
432 research outputs found
Sort by
STRATEGI GURU DALAM MENGHADAPI KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI 2 SURAKARTA
STRATEGI GURU DALAM MENGHADAPI KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI 2 SURAKARTABangun Setia Budi. K8410012ABSTRAKTujuan Penelitian ini adalah (1) Mengetahui strategi guru dalam menerapkan kurikulum 2013 di SMA Negeri 2 Surakarta, (2) Mengetahui bagaimana guru SMA Negeri 2 Surakarta memahami kurikulum 2013.Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data berasal dari data primer dan data sekunder. Data primer adalah data verbal yang diperoleh langsung dari wawancara dengan informan yang terdiri dari kepala sekolah, guru, waka kurikulum, siswa, dan observasi langsung ke SMA Negeri 2 Surakarta. Data sekunder yaitu dokumen atau arsip mengenai data guru beserta kompetensinya. Teknik sampling diambil melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi, dan analisa dokumen. Uji validitas data menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan teknik Analisis data model interaktif yakni dengan tahapan sebagai berikut : reduksi data, pengumpulan data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi.Simpulan hasil penelitian yaitu : (1) Persoalan yang dihadapi guru dalam menerapkan kurikulum 2013 adalah kurangnya sosialisasi yang diberikan kepada guru serta belum adanya buku mata pelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013 sebagai sumber belajar, (2) Strategi yang digunakan oleh guru dalam menghadapi penerapan kurikulum 2013 yakni dengan guru bertanya kepada rekan sesama guru terutama dilakukan dalam kegiatan MGMP dengan metode sharing dengan guru lain yang dianggap mampu memberikan informasi yang dibutuhkan, mencari buku referensi yang digunakan sebagai sumber kegiatan pembelajaran, serta mencari informasi dengan browsing dari internet sebagai salah satu bentuk usaha dalam menambah pengetahuan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Strategi yang dilakukan guru merupakan salah satu bentuk belajar mandiri guna menunjang penerapan kurikulum 2013 yang ada di SMA Negeri 2 Surakarta. Kata Kunci : Strategi guru, Kurikulum 201
PENGARUH PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR, BIMBINGAN ORANG TUA PIHAK IBU DAN AYAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KEBUMEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014
PENGARUH PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR, BIMBINGAN ORANG TUA PIHAK IBU DAN AYAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KEBUMEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Siti RokhayatiProgram Studi Sosiologi dan AntropologiUniversitas Sebelas Maret Surakarta .Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungan antara penggunaan internet sebagai sumber belajar dengan prestasi belajar, (2) hubungan antara bimbingan orang tua pihak ibu dengan prestasi belajar, (3) hubungan antara bimbingan orang tua pihak ayah dengan prestasi belajar, (4) hubungan antara penggunaan internet sebagai sumber belajar, bimbingan orang tua pihak ibu, dan bimbingan orang tua pihak ayah dengan prestasi belajar, (5) pengaruh penggunaan internet sebagai sumber belajar terhadap prestasi belajar, (6) pengaruh bimbingan orang tua pihak ibu terhadap prestasi belajar, (7) pengaruh bimbingan orang tua pihak ayah terhadap prestasi belajar, (8) pengaruh penggunaan internet sebagai sumber belajar, bimbingan orang tua pihak ibu, dan bimbingan orang tua pihak ayah terhadap prestasi belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kebumen tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif korelasional dengan unit analisis kelompok. Populasi meliputi seluruh siswa SMA N 1 Kebumen Tahun Ajaran 2013/2014 sejumlah 1003 responen dan sampel diambil menggunakan multistage cluster random sampling (menurut Earl Babbie) sejumlah 91 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi liner berganda. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan: (1) Hipotesis “Ada hubungan antara penggunaan internet sebagai sumber belajar dengan prestasi belajar” diterima karena diperoleh r x1y = 0,352 dengan p = 0,001. (2) Hipotesis “Ada hubungan antara bimbingan orang tua pihak ibu dengan prestasi belajar” diterima karena diperoleh r x2y = 0,277 dengan p = 0,008. (3) Hipotesis “Ada hubungan antara bimbingan orang tua pihak ayah dengan prestasi belajar” diterima karena diperoleh r x3y = 0,119 dengan p = 0,008. (4) Hipotesis “Ada hubungan antara penggunaan internet sebagai sumber belajar, bimbingan orang tua pihak ibu, dan bimbingan orang tua pihak ayah dengan prestasi belajar” diterima karena diperoleh Ry (x1,x2,x3) = 0,427 dengan P = 0,001 dan F = 6,480. (5) Hipotesis “Ada pengaruh antara penggunaan internet sebagai sumber belajar terhadap prestasi belajar” diterima karena diperoleh Sumbangan Relatif (SR) sebesar 67,781% dan Sumbangan Efektif (SE) sebesar 12,379%. (6) Hipotesis “Ada pengaruh antara bimbingan orang tua pihak ibu terhadap prestasi belajar” diterima karena diperoleh SR sebesar 28,127% dan SE sebesar 5,137%. (7) Hipotesis “Ada pengaruh antara bimbingan orang tua pihak ayah terhadap prestasi belajar” diterima karena diperoleh SR sebesar 4,092% dan SE sebesar 0,747%. (8) Hipotesis “Ada pengaruh antara penggunaan internet sebagai sumber belajar, bimbingan orang tua pihak ibu, dan bimbingan orang tua pihak ayah terhadap prestasi belajar” diterima karena diperoleh SR sebesar 100% dan SE sebesar 18,263%. Kata kunci: internet, sumber belajar, bimbingan orang tua, prestasi belajar, SMA N 1 Kebumen
REALITAS ANAK JALANAN DI KOTA LAYAK ANAK TAHUN 2014
Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui bentuk program kegiatan yang dilakukan masyarakat dan pemerintah terhadap penanganan anak jalanan di Kota Surakarta, (2) Untuk mengetahui kendala masyarakat dan pemerintah dalam penanganan anak jalanan di Kota Surakarta, (3) Untuk mengetahui persepsi anak jalanan terhadap upaya penanganan oleh masyarakat dan pemerintah di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deksriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam, sedangkan data sekunder didapat melalui dokumentasi. Teknik pengambilan cuplikan melalui purposive sampling dan snowball sampling. Uji validitas data menggunakan trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Proses analisis data menggunakan model analisis interaktif yakni tahap Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) program kegiatan yang dilakukan masyarakat dan pemerintah terhadap anak jalanan antara lain penjaringan, identifikasi, home visit, pelatihan keterampilan, monitoring, bantuan pendidikan, Rumah atau asrama perlindungan, Advokasi dan Pendampingan Kasus. (2) kendala masyarakat dan pemerintah dalam penanganan anak jalanan adalah dari anak jalanan yaitu sangat dinamis atau sering berpindah-pindah, sulit mengubah mindset karena pendidikan anak jalanan rendah, rendahnya keinginan anak mengikuti program pelatihan. Dari orang tua berupa kurangnya dukungan terhadap program penanganan, tingginya tingkat eksploitasi. Dari Pemerintah belum adanya Perda terkait dengan pelarangan pemberian sesuatu kepada anak jalanan. Dari LSM kurangnya fasilitas penunjang, keterbatasan dana. (3) persepsi anak jalanan terhadap upaya penanganan oleh masyarakat dan pemerintah banyak yang memiliki kesan positif, namun juga ada kesan negatif. Analisis penelitian menunjukkan bahwa penanganan anak jalanan yang dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah merupakan respon atas banyaknyaanak yang turun ke jalan. Hal tersebut merupakan suatu tindakan sosial, yang mana tindakan tersebut berupa peran pemerintah dan masyarakat dalam memberikan pelayanan, pelatihan, pendampingan, serta perlindungan, sehingga dapat mewujudkan kedisiplinan dan kemandirian terhadap anak jalanan. Penanganan yang dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah terhadap anak jalanan dikaji melalui tindakan sosial atas dasar rasionalitas pemikiran. Perilaku ini termasuk kedalam rasionalitas Instrumental (Zwerk rational) karena penanganan anak jalanan didasarkan pada pertimbangan yang sadar dan bertujuan dengan tujuan yang mereka harapkan, serta mempertimbangkan alat yang mereka gunakan dalam mencapai tujuan tersebut. Kata kunci: Realitas, Anak Jalanan, Kota Layak Ana
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE SNOWBALL DRILLING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ANTROPOLOGI SISWA KELAS XI BAHASA SMAN 1 TAWANGSARI SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014
ABSTRAKDwi Yanto. K8410019. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE SNOWBALL DRILLING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ANTROPOLOGI SISWA KELAS XI BAHASA SMAN 1 TAWANGSARI SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Juli 2014.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Antropologi kelas XI Bahasa SMAN 1 Tawangsari dengan menerapkan model pembelajaran tipe Snowball Drilling.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus tindakan. Setiap siklus terdidri dari empat tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.siklus pertama dan kedua membahas tentang materi bahasa dan dialek. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Bahasa SMAN 1 Tawangsari Tahun Pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 24 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif komparatif.Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa prestasi belajar siswa ranah kognitif mengalami peningkatan. Pada pratindakan nilai rata-rata kelas yang diperoleh adalah 72,54, pada siklus I nilai rata-rat kelas mengalami peningkatan menjadi 80,21 dan pada siklus II nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 82,17. Prestasi belajar ranah afektif siswa juga mengalami peningkatan. Pada siklus I prestasi belajar ranah afektif siswa yaitu sebesar 68,33% dan pada siklus II meningkat menjadi 80,33%. Kemudian prestasi belajar ranah psikomotorik siswa juga mengalami peningkatan yaitu pada siklus I sebesar 58,33% dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 80,83%.Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran tipe Snowball Drilling dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Antropologi kelas XI Bahasa SMAN 1 Tawangsari Tahun Pelajaran 2013/2014. Kata kunci : Penelitian Tindakan Kelas, Snowball Drilling, Prestasi Belajar
SENI KETOPRAK DI ERA MODERNISASI (Studi Kasus Di Lingkungan Balekambang Kodya Surakarta).
ABSTRAK Evie Nur Afifah. K8410022. SENI KETOPRAK DI ERA MODERNISASI (Studi Kasus Di Lingkungan Balekambang Kodya Surakarta). Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. 2014.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi seni ketoprak di era modernisasi. Lokasi penelitian ini dilakukan di Taman Balekambang Kota Surakarta dengan alasan hingga kini masih mempertahankan seni Ketoprak sebagai salah satu warisan budaya bangsa.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data yang digunakan terdiri dari data primer yakni wawancara dengan informan dan sekundernya yakni observasi dan studi dokumentasi. Teknik pengambilan cuplikan dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara mendalam (in dept interviewing) dengan 11 informan yang terdiri dari pemain, ketua, sesepuh, penonton dan pemerintah kota. Uji validitas data dengan trianggulasi data (sumber). Teknik analisis menggunakan model analisis data interaktif yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat ini seni Ketoprak semakin terpinggirkan di tengah arus modernisasi sebab masyarakat khususnya generasi muda beranggapan bahwa seni Ketoprak sudah ketinggalan jaman. Masyarakat cenderung memilih siaran televisi sebab dalam penyajiannya lebih menarik. Padahal sebenarnya fungsi Ketoprak dan televisi itu sama-sama menyampaikan pesan kepada masyarakat. Setiap pertunjukan digelar penonton yang menyaksikan hanya sedikit hanya. Faktor yang mendorong para pemain tetap bertahan dalam era modern adalah adanya rasa memiliki dan mereka ingin melestarikan budaya agar generasi muda tidak melupakan sejarah bangsa. Faktor penghambat dalam era modern adalah aturan atau pakem yang masih kaku, kurangnya fasilitas untuk pementasan, sarana publikasi yang minim, dan kurangnya perhatian pemerintah. Di era modern ini para pemain harus menyesuaikan dengan pola pemikiran anak muda agar seni Ketoprak kembali diterima dan digemari masyarakat khususnya generasi muda.Kesimpulan dari penelitian ini adalah seni Ketoprak Balekambang merupakan salah satu kesenian tradisional yang masih bertahan dalam era modern seperti sekarang. Meskipun pada kenyataannya seni ini semakin ditinggalkan masyarakat khususnya generasi muda. Nilai yang dipertahankan dalam seni Ketoprak adalah nilai moral, sosial-kultural, nilai pendidikan dan nilai estetika. Berbagai cara ditempuh untuk melestarikan seni Ketoprak antara lain melalaui iklan di media massa baik media cetak maupun elektronik serta melakukan pentas keliling. Kata kunci: Seni, Ketoprak, Modernisas
PERILAKU SISWA PENGGEMAR TAYANGAN KOREA DI TELEVISI PADA SISWA SMP NEGERI 1 JOGOROGO KABUPATEN NGAWI
PERILAKU SISWA PENGGEMAR TAYANGAN KOREA DI TELEVISI PADA SISWA SMP NEGERI 1 JOGOROGO KABUPATEN NGAWIYENY PUSPITO SARIK8410062FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS SEBELAS MARET2014 ABSTRAKPenyebaran Korean wave di Indonesia tidak lepas dari peranan media massa, salh satunya adalah televisi. Setiap hari televisi menghadirkan berbagai tayangan Korea seperti drama Korea, film Korea, acara musik Korea, serta berbagai acara lain yang bernuansa Korea. Sebagian besar penggemar tayangan Korea di televisi adalah remaja yang merupakan siswa sekolah. Siswa sangat antusias untuk mengikuti acara-acara Korea. Tayangan Korea di televisi berhasil mencuri hati para siswa sehingga merasa tidak cukup bila hanya melihat melalui televisi saja. Kecanggihan teknologi didukung oleh fasilitas yang dimiliki siswa membuat siswa semakin mudah untuk melihat tayangan Korea. Intensitas siswa melihat tayangan Korea melalui televisi maupun media lain sangat tinggi. Melihat tayangan Korea dianggap menjadi hal yang sangat penting sehingga siswa tidak ingin melewatkannya bahkan hingga melupakan kewajiban sebagai siswa yaitu belajar. Ada beberapa perilaku tertentu yang dilakukan oleh siswa penggemar tayangan Korea. Menjadi penggemar Korea juga memiliki dampak bagi siswa.Kata Kunci: perilaku penggemar, siswa, K-pop, Hallyu, tayangan Korea
EKSISTENSI TOKOH ADAT UPACARA SEDEKAH GUNUNG MERAPI DI DESA LENCOH KECAMATAN SELO KABUPATEN BOYOLALI
EKSISTENSI TOKOH ADAT UPACARA SEDEKAH GUNUNG MERAPI DI DESA LENCOH KECAMATAN SELO KABUPATEN BOYOLALIJATMIKO SURYO GUMILANGK8410031FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS SEBELAS MARET2014ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) makna upacara sedekah gunung (2) peran yang dilakukan tokoh adat dalam upacara sedekah gunung (3) strategi tokoh adat dalam melestarikan upacara sedekah gunung. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Lencoh Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali, dengan alasan sampai saat ini masih mempertahankan dan melestarikan upacara sedekah gunung.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data berasal dari wawancara dengan sumber data utama yaitu tokoh adat, kepala desa, ketua Rt.06 dan warga desa. Sedangkan data lainnya bersumber dari observasi dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Uji validitas data menggunakan trianggulasi sumber dan metode. Teknik analisis menggunakan model analisis data interaktif yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) upacara sedekah gunung sebagai adat tradisi warga Lencoh secara turun-temurun, upacara sedekah gunung dianggap sebagai kewajiban bagi semua warga Lencoh dan upacara sedekah gunung sebagai sarana meminta keselamatan kepada Tuhan. (2) peran tokoh adat sebagai seksi kerersmian dan pembaca ujub kidungan yang belum pernah tergantikan dan merupakan peran sentral dalam upacara sedekah gunung. (3) strategi tokoh adat dalam melestarikan upacara sedekah gunung adalah sosialisasi yang terus-menerus sehingga menjadi kebiasaan, iuran warga yang ditarik per-KK dan pergantian panitia penyelenggara.Simpulan penelitian ini adalah tokoh adat berperan sentral dalam upacara sedekah gunung. Tokoh adat sebagai agen yang memilki kekuasaan dengan rutinitas ritual upacara sedekah gunung yang sudah melekat erat dalam masyarakat. Kata kunci : sedekah gunung, tokoh adat,strukturasi, eksistensi
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN DI SMA AL-MUAYYAD SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013/2014
ABSTRAKNafis Nailil Hidayah. K8410041. IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN DI SMA AL-MUAYYAD SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013/2014. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juni 2014.Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui proses pemahaman guru di SMA AL-Muayyad Surakarta tentang pendidikan multikultural pada tahun pelajaran 2013/2014 (2) Untuk mengetahui proses pemahaman siswa di SMA AL-Muayyad Surakarta tentang pendidikan multikultural pada tahun pelajaran 2013/2014 (3) Untuk mengetahui implementasi pendidikan multikultural yang diterapkan di lingkungan SMA AL-Muayyad Surakarta pada Tahun Pelajaran 2013/2014.Penelitian ini dilakukan di SMA AL-Muayyad Surakarta. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan strategi pendekatan fenomenologi. Sumber data berasal dari para guru dan siswa SMA AL-Muayyad Surakarta serta pengurus yayasan Pondok Pesantren AL-Muayyad Surakarta sebagai bahan perbandingan kegiatan pendidikan multikultural. Sampling diambil dengan teknik purposive sampling yang dilakukan dengan pertimbangan kebenaran dalam menjawab sesuai tujuan yang dicari. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara mendalam (in dept interviewing) dengan informan yang terdiri dari ketua yayasan, kepala sekolah, guru, waka kurikulum, waka kesiswaan, pengurus asrama dan siswa SMA Al-Muayyad Surakarta. Uji validitas data dengan trianggulasi data (sumber). Teknik analisis menggunakan model analisis data interaktif yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan : (1) pemahaman yang dinyatakan oleh informan sebagai pendidik tentang pendidikan multikultural sangat beragam yakni sesuai dengan bidang mata pelajaran yang diajarnya. (2) Dari prosentase tingkat penguasaan siswa mengenai materi multikultural baik dalam mata pelajaran PPKN, Sosiologi dan Aswaja bisa disimpulkan siswa dalam kategori penguasaan materi yang baik, sehingga penerapan pendidikan multicultural dirasa telah cukup mencapai harapan yang diinginkan oleh para guru. (3) implementasi pendidikan multikultural di SMA Al-Muayyad Surakarta banyak terkandung didalam mata pelajaran PPKN, Sosiologi dan Aswaja yaitu terkandung nilai disiplin, religius, kerja keras, kreatif, jujur, dan yang mengkhusus ke multikulturalisme yaitu demokratis, toleransi dan kepedulian sosial (4) Dalam lingkungan pondok pesantren strategi pembiasaan adalah hal yang dirasa sangat tepat dalam meningkatkan penanaman pendidikan multikultural dalam keseharian para siswa. Kata kunci : pendidikan berbasis Islamic center, pendidikan multicultural
EKSISTENSI OBYEK WISATA WADUK GAJAH MUNGKUR DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (Studi Kasus Di Desa Sendang Kabupaten Wonogiri)
ABSTRAKYunitasari. K8410064. Eksistensi Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat (Studi Kasus Di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri). Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Juni 2014.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur dan eksistensi Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa SendangPenelitian ini menggunakan pendekatan penelitian diskiptif kualitatif dengan dirancang studi kasus. Sumber data yang diperoleh dari studi pustaka, peristiwa atau aktivitas, tempat atau lokasi informan. Teknik pengambilan cuplikan dengan Purposive Sampling dan Snowball Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam (in deep interview), observasi dan dokumentasi. Uji kebermaknaan data diperoleh melalui triangulasi. Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi data (sumber) dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa, (1) Pengelolaan pengembangan Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur hingga tercapai industri pariwisata dimulai dari perencanaan progam pengembangan, pelaksanaan progam dan keberhasilan progam yang ditujukan untuk Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur. (2) Keberadaan Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur mampu memberikan lapangan pekerjaan baru ataupun usaha sampingan bagi masyarakat Desa Sendang, sehingga dapat mengurangi pengangguran yang ada di Desa Sendang dan meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Sendang. (3) Adanya Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sendang, terutama mampu memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan, dan sebagian masyarakat mampu membeli barang-barang sekunder seperti barang-barang elektronik dan barang tersier yaitu perhiasan, mobil dan motor. Kata kunci : pengelolaan pariwisata, lapangan pekerjaan, kesejahteraa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI PESERTA DIDIK KELAS X-5 SMA NEGERI 3 BOYOLALI TAHUN AJARAN 2013/2014
ABSTRAKDitya Adi Wahyu Nugroho. K8410018. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI PESERTA DIDIK KELAS X-5 SMA NEGERI 3 BOYOLALI TAHUN AJARAN 2013/2014.Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2014. Tujuan dari Penelitian ini untuk meningkatkan keaktifan dan prestasibelajar sosiologi dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Giving Question and Getting Answer di kelas X-5 SMA Negeri 3 Boyolali tahun ajaran 2013/2014.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK)(ClassroomAction Research) yang terdiri dari dua siklus, dengan tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas X-5SMA Negeri 3 Boyolalitahun ajaran 2013/2014yang berjumlah 32 orang. Sumber data berasal dari guru dan siswa.Teknik pengumpulkan data meliputi observasi, wawancara, tes hasil belajar, dokumentasi dan catatan lapangan. Validitas data menggunakan trianggulasi data yang digunakan untuk mengecek keabsahan data dengan observasi, tes, wawancara dan lain-lain. Sedangkan analisis data dalam penelitian ini terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi.Hasil penelitian penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Giving Question and Getting Answerdapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar sosiologi siswa. Dari segi keaktifan belajar peserta didik yang meliputi aspek afektif, rata-rata nilai yang diperoleh pada siklus I sebesar 15,78 meningkat 3,81 pada siklus II menjadi 19,59. Pada aspek psikomotorik juga mengalami peningkatan yakni pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 13,37 meningkat 1,94 pada siklus II menjadi 15,31. Prestasi belajar mengalami peningkatan pada pratindakan nilai rata-rata 70,68 meningkat 2,38 menjadi 73,06 pada siklus I.Kemudian siklus Inilairata-rata siswa73,06mengalami peningkatan yang signifikan yaitu 5,78 padasiklus II menjadi78,84.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Giving Question and Getting Answerdapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar sosiologisiswa kelas X-5 SMA Negeri 3 Boyolali pada tahun ajaran 2013/2014.Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Giving Questions and Getting Answer, Keaktifan dan Prestasi Belajar