SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
    432 research outputs found

    KOMPARASI METODE PROBLEM SOLVING DAN METODE KONVENSIONAL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 5 SURAKARTA

    Get PDF
    KOMPARASI METODE PROBLEM SOLVING DAN METODE KONVENSIONAL SERTA PENGARUHNYA TERHADAPHASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPSSMA NEGERI 5 SURAKARTAPutri Dian SetyawatiABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan  penggunaan metode problem solving dan metode konvensional terhadap hasil belajar sosiologi siswa (2) pengaruh penggunaan metode problem solving dan metode konvensional terhadap hasil belajar sosiologi siswa (3) seberapa besar pengaruh penggunaan metode problem solving dan metode konvensional terhadap hasil belajar sosiologi siswa. Adapun penelitian dilakukan pada kelas XI IPS di SMA Negeri 5 Surakarta.Penelitian ini termasuk penelitian kausal komparatif dengan bentuk penelitian semu. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMA Negeri 5 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian sebanyak dua kelas diambil dengan teknik multistage cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi 1 jalur.Hasil penelitian menunjukkan: (1) Ada perbedaan penggunaan metode problem solving dan metode konvensional terhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 5 Surakarta. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan rata-rata metode problem solving sebesar 23.06 dan rata-rata metode konvensional sebesar 22.13 dengan ρ= 0.065 (cukup signifikan). (2) Ada pengaruh  penggunaan metode problem solving dan metode konvensional terhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 5 Surakarta. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan harga F= 3.441; ρ= 0.065 (cukup signifikan). (3) Besar pengaruh penggunaan metode problem solving dan metode konvensional terhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 5 Surakarta sebesar 5%.Kesimpulan penelitian adalah ada perbedaan penggunaan metode problem solving dan metode konvensional terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 5 Surakarta. Nilai rata-rata kelas problem solving lebih tinggi daripada nilai rata-rata pada kelas konvensional. Metode belajar memberikan pengaruh terhadap hasil belajar sosiologi siswa yaitu sebesar 5% sedangkan 95% dipengaruhi oleh faktor lain.  Kata Kunci  : Hasil Belajar Sosiologi, metode problem solving, metode konvensional

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI KOMPETENSI DASAR PERILAKU MENYIMPANG PESERTA DIDIK KELAS X-10 SMA NEGERI 3 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memperbaiki prestasi belajar Sosiologi pada peserta didik X-10 SMA Negeri 3 Sukoharjo tahun pelajaran 2013/2014 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah kelas X-10 yang berjumlah 34 peserta didik. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi untuk memperoleh data keadaan awal peserta didik dan teknik tes untuk memperoleh data prestasi belajar peserta didik pada materi perilaku menyimpang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data sumber.            Hasil penelitian dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match, dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar peserta didik kelas X-10 dimana pada siklus I nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 77,12 dari nilai rata-rata pratindakan sebesar 69,74. Prosentase tingkat kelulusan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)  pratindakan sebesar 47,06% meningkat menjadi 82,35% pada siklus I. Pada siklus II kembali terjadi peningkatan prestasi belajar peserta didik dari siklus I. Nilai rata-rata pada siklus II meningkat menjadi 81,79 dan prosentase tingkat kelulusan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) menjadi 91,18%.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar Sosiologi peserta didik kelas X-10 SMA Negeri 3 Sukoharjo tahun ajaran 2013-2014. Kata kunci : Model pembelajaran kooperatif,  Make A Match, pretasi belajar

    MAKNA TRADISI “DEKAHAN” BAGI MASYARAKAT DESA PAKEL (Studi Fenomenologi Tentang Alasan Masyarakat Melestarikan Tradisi Dekahan Dan Perilaku Sosial Yang Ada Didalamnya Pada Masyarakat Desa Pakel, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali)

    Get PDF
    ABSTRAKMira Augristina. K8410038.Makna Tradisi “Dekahan”Bagi Masyarakat Desa Pakel (Studi Fenomenologi Tentang Alasan Masyarakat Melestarikan Tradisi Dekahan Dan Perilaku Sosial Yang Ada Didalamnya Pada Masyarakat Desa Pakel, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali).Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. April 2014.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuimakna tradisi Dekahan, serta alasan dan perilaku sosial yang ada dalam tradisi Dekahan di Desa Pakel. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Sumber data yang diperoleh dari studi pustaka, peristiwa atau aktivitas, tempat/lokasi dan informan. Teknik pengambilan cuplikan dengan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam (in deep interview), observasi dan dokumentasi. Uji validitas data dengan triangulasi data (sumber) dan metode. Teknik analisis menggunakan model analisis data interaktif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa, (1) Masyarakat memiliki pemaknaan sama terhadap tradisi Dekahan yaitu sebagai ungkapan syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas berkah, keselamatan dan ketentraman seluruh warga desa dari mara bahaya. Selain itu sebagai tempat untuk berkumpul antar sesama warga desa . (2) Alasan masyarakat masih melestarikan tradisi Dekahan yaitu untuk menjaga tradisi dan kebudayaan lokal sehingga tidak hilang, selain itu karena kepercayaan masyarakat terhadap mitos yang masih kuat tentang adanya dhanyang desa yang akan marah jika tidak dilakukan tradisi Dekahan. (3) Adapun perilaku sosial yang terdapat dalam tradisi Dekahan yaitu perilaku bersedekah, saling menghormati, menjaga kerukunan, dan menunjukkan eksistensi diri. Kata kunci : makna tradisi, perilaku sosial, pelestarian

    ART BARONG ROLE IN IMPROVING PARTICIPATION IN PELEM VILLAGE DISTRICT BLORA

    Get PDF
    This research aims to: (1) determine the role of art in the Art Barong increase community participation Pelem Village, District Blora; (2) determine the strategy that needs to be done to preserve the arts at the Art Barong Pelem Village, District Blora; ( 3) determine the impact of art on society participation Barong Art Pelem Village, District Blora.This research used qualitative methods. This method was chosen because of qualitative research study of a phenomenon that occurs in a society that is described in detail by using certain methods in order to produce an answer to the question that is being studied in the research. This research is a case study of spikes, because this study to explain or interpret a case (case) in the context naturally, without the intervention of outside parties. Sources of data obtained from the literature, which includes archives and documents and village informants and community members in the village Pelem Barong Art. Data collection techniques used were observation, interview and documentation. The validity of the data obtained through triangulation or the triangulation of data sources. The data analysis technique used in this study is an interactive analysis model (interactive models of analysis) which includes 4 components namely (1) data collection, (2) data reduction, (3) presentation of data, (4) conclusion.Based on the results of the research it can be concluded that Art Barong improve community solidarity manifested by the increasing spirit of mutual cooperation and empathy within to preserve the art of barong made by all elements of society which includes governments, artists and art Barong.Seni open new jobs for the community, many people are good at reading opportunities with trinkets and accessories barongan. Barong art community lose faith in yourself, because every performance Barong Art synonymous with many people who sell liquor and gambling.Keyword: Solidarity society, Barong art preservation, New jobs, Lowering the faith community

    STUDI EKSPLORATIF ALIRAN KEBATINAN PAGUYUBAN KAWRUH KODRATING PANGERAN (PKKP) DI PUCANGSAWIT SURAKARTA

    Get PDF
    STUDI EKSPLORATIF ALIRAN KEBATINANPAGUYUBAN KAWRUH KODRATING PANGERAN (PKKP)DI PUCANGSAWIT SURAKARTAMARIA ULFAK8410036FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS SEBELAS MARET2014 ABSTRAKJumlah anggota aliran kebatinan PKKP di Pucangsawit berkurang yang disebabkan oleh faktor usia, faktor pendidikan, penyebaran ajaran PKKP yang tidak terang-terangan, dan dari persepsi agama ajaran kebatinan merupakan ajaran yang sesat. Pelaksanaan ajaran kebatinan PKKP berdasarkan pada tiga pokok ajaran yaitu hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, dengan diri sendiri (batin), dan dengan masyarakat. Kehidupan sosial budaya kaum penghayat kebatinan memberikan dampak pada lingkungan sekitarnya, yakni mereka ikut serta dalam upaya menjaga kerukunan dan pelestarian budaya Jawa, tetapi di sisi lain menimbulkan keresahan bagi tokoh agama maupun masyarakat karena ajaran kebatinan adalah ajaran yang menyimpang dari agama yang telah ditentukan oleh pemerintah. Keberadaan kaum penghayat kebatinan PKKP di Pucangsawit merupakan sebuah bentuk patologi sosial yang bersifat deviasi sistematik, yaitu penyimpangan yang dilakukan oleh sebuah organisasi terstruktur terhadap keyakinan yang dipeluk oleh masyarakat.Kata kunci : aliran kebatinan, kaum penghayat, patologi sosial

    KOMPARASI METODE TWO STAY TWO STRAY DAN METODE MAKE A MATCH SERTA PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 KUTOWINANGUN TAHUN PELAJARAN 2013/2014

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan penggunaan metode Two Stay Two Stray dan metode Make a Match terhadap hasil belajar sosiologi siswa (2) pengaruh penggunaan metode Two Stay Two Stray dan metode Make a Match terhadap hasil belajar sosiologi siswa (3) seberapa besar pengaruh penggunaan metode Two Stay Two Stray dan metode Make a Match terhadap hasil belajar sosiologi siswa.Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan bentuk penelitian semu.Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Kutowinangun Tahun Pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian sebanyak dua kelas diambil dengan teknik multistage cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi 1 jalur.Kesimpulan penelitian iini adalah ada perbedaan penggunaan metode Two Stay Two Stray dan metode Make a Match terhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kutowinangun. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan rata-rata metode Two Stay Two Stray sebesar 24.438 dan rata-rata metode Make a Match sebesar 22.719  dengan ρ= 0.002 (sangat signifikan). Metode belajar memberikan pengaruh sangat signifikan terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan harga F= 10.840; ρ  = 0.002 (sangat signifikan).  Selanjutnya metode belajar memberikan pengaruh sebesar 15% terhadap hasil belajar sosiologi siswa. Hal ini dapat dilihat R2 sebesar 15% sedangkan 85% dipengaruhi oleh faktor lain selain metode belajar.Kata Kunci  : Hasil Belajar Sosiologi, Metode Two Stay Two Stray, Metode Make a Matc

    POLA PENGASUHAN ANAK YANG DILAKUKAN OLEH SINGLE MOTHER (Kajian Fenomenologi tentangPola Pengasuhan Anak yang Dilakukan oleh Single Mother di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo)

    Get PDF
    ABSTRAKHermia Anata Rahman. K8410027. POLA PENGASUHAN ANAK YANG DILAKUKAN OLEH SINGLE MOTHER ( Kajian Fenomenologi tentang Pola Pengasuhan Anak yang Dilakukan oleh Single Mother di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo). Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. April 2014.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengasuhan anak yang dilakukan oleh single mother.Pendekatan penelitian ini deskriptif kualitatif dengan jenis fenomenologi. Sumber data yang digunakan terdiri dari data primer yakni wawancara dengan informan dan sekunder yakni observasi tempat dan peristiwa dan studi pustaka.Teknik pengambilan cuplikan purposive  sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam (in dept interviewing) dengan 10 informan. Uji validitas data dengan triangulasi data (sumber) dan metode. Teknik analisis menggunakan model analisis data interaktif yaitu pengumpulan data, reduksi data, interpretasi data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab single mother adalah karena suami meninggal dunia, penyesuaian diri yang dihadapi oleh single mother adalah dalam hal ekonomi dan juga pengganti figur yang hilang, alasan single mother tidak menikah adalah karena ingin focus mengasuh anak dan karena faktor usia, faktor yang mempengaruhi pola pengasuhan anak dalam keluarga single mother adalah bukan karena meniru pola pengasuhan yang pernah didapatkan dari orangtuanya dahulu saat masih kecil, pola pengasuhan yang digunakan single mother mempengaruhi kepribadian anak. Anak cenderung bersikap penurut, rajin, tidak pembangkang, serta patuh terhadap orangtua.Simpulan dari penelitian ini adalah Ibu Rini, ibu Giyati, dan ibu Ngatmi mengasuh anaknya dengan cara memberikan batasan waktu untuk bermain, menekankan kedisiplinan, jika anak melanggar peraturan reaksi ibu adalah marah dan bahkan mencubitanaknya. Anak selalu berada dalam pengawasan orangtua dan anak dituntut untuk selalu patuh dengan orangtua, termasuk dalam pola asuh otoriter. Ibu Parsi, ibu Sulasmi dan ibu Rumi mengasuh anaknya dengan cara tidak memberikan peraturan untuk anak, tidak terlalu menekankan kedisiplinan untuk anak, dan jika anak melakukan kesalahan reaksii bu hanyala hmenasehati anak. Anak diberikan kebebasan untuk bertindak sesuai keinginan mereka sendiri, termasuk dalam pola asuh permisif. Ibu Suharti, ibu Giyani, dan ibu Samikem mengasuh anaknya dengan cara memberikan peraturan dan disiplin waktu untuk anak-anaknya secara seimbang dan tidak terlalu menekan, jika anak melakukan kesalahan maka reaksi ibu adalah menasehati dan memberikan pengertian supaya anak tidak melakukan kesalahan yang sama. Anak berada dalam pengawasan orangtua namun tidak selalu dikendalikan olehorangtua, termasuk dalam pola pengasuhan demokratis. Kata kunci: single mother, pola pengasuhan, ana

    HUBUNGAN PARTISIPASI MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKULIKULER DAN KEDISIPLINAN BELAJAR DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BOYOLALI TAHUN AJARAN 2013/2014

    Get PDF
    The objective of research was to find out the significant relationship of: (1) participation in extracurricular activity to student learning independency, (2) learning discipline to student learning independency, and (3) participation in extracurricular activity and learning discipline to student learning independency in SMA Negeri 1 Boyolali in the school year of 2013/2014. This study employed a quantitative method with statistic analysis design. The population of research was all of the XI IPS (Social Science) graders of SMA Negeri I Boyolali, consisting of 66 students. The sample was taken using multistage cluster random sampling. The sample of instrument tryout was selected randomly, consisting of 16 students, so that the sample of research consisted of 50 students. Technique of collecting data used was questionnaire for X1, X2 and Y variables, while the techniques of analyzing data used were descriptive statistic and product moment correlation analyses with SPSS for windows help. Considering the result of research, it could be found that (1) the participation in extracurricular activity was related to student learning independency with rX1Y= 0.505 and = 0.000 so that the participation in extracurricular activity was related very significantly to the student learning independency in SMA Negeri 1 Boyolali. (2) The learning discipline was related to student learning independency with rX2Y= 0.571 and = 0.000 so that the learning discipline was related very significantly to the student learning independency in SMA Negeri 1 Boyolali. (3) The relationship of participation in extracurricular activity and learning discipline to student learning independency showed r X1X2Y = 0.690 and = 0.000, thus, the relationship participation in extracurricular activity and learning discipline to student learning independency was very significant in SMA Negeri 1 Boyolali.Keywords: Extracurricular Activity, Learning Discipline, Student Learning Independenc

    PERSEPSI SISWA TENTANG PERILAKU SOSIAL DALAM PACARAN (Studi Kasus Siswa SMA Al Islam 1 Surakarta)

    Get PDF
    PERSEPSI SISWA TENTANG PERILAKU SOSIAL DALAM PACARAN (Studi Kasus Siswa SMA Al Islam 1 Surakarta) Oleh : Raafi’ Hikma Wiyanti Prodi Pendidikan Sosiologi FKIP UNS ABSTRACT This research aimed to find out and to find out the students of SMA Al Islam 1 Surakarta’s perception on social behavior in dating. The method employed in this research was descriptive qualitative with Case Study approach. The data source collected of primary data including interview with informant, and secondary data including observation and documentation study. The sampling technique used was Purposive Sampling. Technique of collecting data used was in-depth interview with 12 informants consisting of students who have never had dating and those who were having dating, teachers and dormitory management. The data validation was carried out using data triangulation and method. Technique of analyzing data used was an interactive model of analysis encompassing data collection, data reduction, data interpretation, and conclusion drawing. The result of research showed that the regulation concerning the prohibition of making dating in SMA Al Islam 1 Surakarta had been applied tightly by the school. Nevertheless, many students of SMA Al Islam 1 Surakarta still made dating beyond the school’s knowledge. From here, a different perception emerged concerning dating between the students who had never made dating and those who were making dating. The conclusions of research were 1) perceiving the social behavior in dating, the students of SMA Al Islam 1 Surakarta who were having dating had positive perception that dating is used as the media of entertainment, spending spare time, as sharing friend and the means of attracting more attention from someone rather than parents, while those who had never made dating perceive that dating is negative because it approaches to zina (any sexual act outside of marriage), distracts learning focus and wastes time, 2) the perceived social behaviors were role behavior tendency, behavior tendency in social relation, and behavior tendency in social relation, 3) the factors affecting the perception of SMA Al Islam Surakarta students on social behavior in dating that environment in which there were prohibition of dating and knowledge, namely religion. Keywords: Students’ perception, dating social behavio

    IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SMA NEGERI 3 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013/2014

    Get PDF
    IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SMA NEGERI 3 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013/2014.Sugeng Santoso. K8410056ABSTRAK Sugeng Santoso. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.Rumusan masalah dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman warga sekolah tentang konsep pendidikan karakter dan strategi implementasi pendidikan karakter di SMAN 3 SurakartaMetodologi yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah pengurus sekolah, guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah onservasi, wawancara dan dokumentasi. Tehnik analasis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik uji validitas data mengunakan trianggulasi metode dan sumberHasil menunjukan bahwa: 1) Pemahaman warga sekolah mengenai konsep pendidikan karakter cukup beragam namun terdapat kesamaan bahwa konsep pendidikan karakter adalah usaha menanamkan nilai karakter pada guru dan siswa. 2) Penerapan pendidikan karakter ditujukan pada guru dan siswa, pada guru pendidikan karakter diterapkan melalui sosialisasi, pengawasan serta pembinaan dan pada siswa diterapkan di dalam kelas dengan mengintegrasikan nilai karakter dengan pelajaran, dan di luar kelas diterapkan melalui aktivitas pembiasaan, keteladanan dan pengawasan. Pendidikan karakter pada siswa dan guru lebih berfokus dalam menanamkan karakter disiplin. Terdapat berbagai kegiatan sekolah yang syarat pendidikan karakter namun intensitasnya kurang. Pendidikan karakter di SMAN 3 Surakarta belum mampu mengembangkan karakter kritis siswa karena model pendidikan yang masih konvensional. Kata kunci: implementasi, pendidikan, karakter, nilai-nilai

    398

    full texts

    432

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇