SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
432 research outputs found
Sort by
JILBAB SEBAGAI GAYA HIDUP (Studi Fenomenologi Tentang Alasan Perempuan Memakai Jilbab dan Aktivitas Solo Hijabers Community)
ABSTRAK Yasinta Fauziah Novitasari. K8410061. Makna Tradisi JILBAB SEBAGAI GAYA HIDUP (Studi Fenomenologi Tentang Alasan Perempuan Memakai Jilbab dan Aktivitas Solo Hijabers Community). Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. April 2014.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui jilbab sebagai gaya hidup bagi Solo Hijabers Community yang dilihat dari tiga hal yaitu alasan perempuan bergabung dengan Solo Hijabers Community, pemaknaan jilbab bagi anggota Solo Hijabers Community dan aktivitas Solo Hijabers Community.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Strategi penelitian dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Sumber data diperoleh dari studi pustaka, peristiwa atau aktivitas, tempat atau lokasi, informan yaitu Solo Hijabers Community yang terdiri dari komite dan anggota. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive. Validitas data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa, (1) Alasan mereka untuk bergabung dengan komunitas ini karena mereka haus akan ilmu agama, komunitas muslimah dengan anggota mayoritas kaum muda dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Solo Hijabers Community (religi, charity dan fashion). (2) Pemaknaan jilbab oleh anggota Solo Hijabers Community, Jilbab sendiri berarti pembatas, penutup aurat yang dapat menjadi pelindung dan suatu kewajiban atau perintah agama guna menjaga kehormatan wanita muslimah. Banyak hal yang melatarbelakangi para anggota Solo Hijabers Community untuk mulai memakai hijab. Ada yang dilatarbelangi karena kesadaran sendiri, keinginan dan lingkungan keluarga yang islami. (3) Aktivitas Solo Hijabers Community antara lain kegiatan religi, charity (amal) dan fashion. Apa yang dilakukan oleh perempuan berjilbab yang tergabung dalam Solo Hijabers Community tersebut merupakan sebuah gaya hidup, yang membawa simbol-simbol keagaman mereka yaitu jilbab sebagai sebuah gaya hidup yang mereka lakukan. Jilbab gaul, modis dan stylis ala hijabers telah membawa seperangkat nilai dan trend yang dilekatkan oleh member Solo Hijabers Community sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Pada akhirnya dari gaya hidup yang komunitas tersebut lakukan akan mengkontruksi sebuah identitas bagi anggotanya sebagai seorang hijabers yang identik dengan seorang yang fashionabel. Kata kunci : Solo Hijabers Community, jilbab, aktivitas, gaya hidu
HUBUNGAN MEDIA PEMBELAJARAN LCD PROYEKTOR DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 1 NGEMPLAK BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2013/2014
HUBUNGAN MEDIA PEMBELAJARAN LCD PROYEKTORDANMOTIVASI BELAJARDENGAN PRESTASI BELAJAR SISWASMA NEGERI 1 NGEMPLAK BOYOLALITAHUN PELAJARAN 2013/2014Muhammad Afwan Taufiq K8409035Pendidikan Sosiologi AntropologiUniversitas Sebelas Maret SurakartaAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui:(1) Hubungan antaramedia pembelajaran lcd proyektor dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri 1 Ngemplak BoyolaliTahun Pelajaran 2013/2014, (2) Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajarsiswa SMA Negeri 1 Ngemplak BoyolaliTahun Pelajaran 2013/2014, (3) Hubungan bersama antara media pembelajaran lcd proyektor dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali Tahun Pelajaran 2013/2014.Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode deskriptif kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ialah seluruh siswa SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali. Sampel yang digunakan sejumlah 80 siswa diambil dengan teknik multistage cluster random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik regresi ganda.Kesimpulan penelitian ini bahwa:(1) Ada hubungan yang cukup signifikan antara media pembelajaran lcd proyektor dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali Tahun Pelajaran 2013/2014. Hal ini dilihat dari hasil analis data yang menunjukan rx1y = 0,190 kemudian ρ = 0,088. (2) Ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolai Tahun Pelajaran 2013/2014. Hal ini dilihat dari hasil analis data yang menunjukan rx2y = 0,215 kemudian ρ = 0.053. (3) Ada hubungan yang cukup signifikan secara bersama antara media pembelajaran lcd proyektor dan motivasi belajardengan prestasi belajar siswa SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali Tahun Pelajaran 2013/2014. Hal ini dilihat dari hasil analis data yang menunjukan Ry(x1,x2) = 0,258; ρ = 0.069; dan F = 2,742.Kata kunci: media pembelajaran lcd proyektor,motivasi belajar, prestasi belaja
STUDI EKSPLORATIF ALIRAN KEBATINAN PAGUYUBAN KAWRUH KODRATING PANGERAN (PKKP) DI PUCANGSAWIT SURAKARTA
ABSTRAKJumlah anggota aliran kebatinan PKKP di Pucangsawit berkurang yang disebabkan oleh faktor usia, faktor pendidikan, penyebaran ajaran PKKP yang tidak terang-terangan, dan dari persepsi agama ajaran kebatinan merupakan ajaran yang sesat. Pelaksanaan ajaran kebatinan PKKP berdasarkan pada tiga pokok ajaran yaitu hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, dengan diri sendiri (batin), dan dengan masyarakat. Kehidupan sosial budaya kaum penghayat kebatinan memberikan dampak pada lingkungan sekitarnya, yakni mereka ikut serta dalam upaya menjaga kerukunan dan pelestarian budaya Jawa, tetapi di sisi lain menimbulkan keresahan bagi tokoh agama maupun masyarakat karena ajaran kebatinan adalah ajaran yang menyimpang dari agama yang telah ditentukan oleh pemerintah. Keberadaan kaum penghayat kebatinan PKKP di Pucangsawit merupakan sebuah bentuk patologi sosial yang bersifat deviasi sistematik, yaitu penyimpangan yang dilakukan oleh sebuah organisasi terstruktur terhadap keyakinan yang dipeluk oleh masyarakat.Kata kunci : aliran kebatinan, kaum penghayat, patologi sosial
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK DI SD MUHAMMADIYAH PROGRAM KHUSUS SURAKARTA
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK DI SD MUHAMMADIYAH PROGRAM KHUSUS SURAKARTAOleh : Siti Solekhah ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Pelaksanaan pembelajaran tematik, (2) Permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran tematik, dan (3) Strategi pemecahan masalah dalam pelaksanaan pembelajaran tematik di SD Muhammadiyah Program Khusus.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan strategi penelitian studi kasus. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi pasif, dan studi dokumen. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan metode interaktif terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, intepretasi data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran tematik masih memerlukan perbaikan dari berbagai sisi. (1) Pelaksanaan pembelajaran tematik diawali dengan persiapan, yakni guru membuat RPP dan menyiapkan media pembelajaran. Selanjutnya proses pembelajaran menggunakan metode diskusi dan permainan. Terakhir yakni evaluasi yang dilihat dari aspek kognitif, afektif dan psikomotor. (2) Permasalahan dalam pembelajaran tematik muncul dari siswa yang sulit mengubah pemahaman dari pembelajaran KTSP menjadi pembelajaran tematik. Dari segi orang tua siswa, belum memahami konsep pembelajaran tematik, sedangkan guru mengalami kesulitan menyusun RPP dan hasil evaluasi tematik. (3) Strategi pemecahan masalah dalam pembelajaran tematik yakni guru membantu siswa beradaptasi dengan konsep tersebut. Selain itu guru mengikuti pelatihan dari pemerintah dan diskusi internal sekolah untuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang ada. Sedangkan sekolah memberikan sosialisasi kepada orang tua tentang pembelajaran tematik.Simpulan dari penelitian ini bahwa pembelajaran tematik dapat membantu anak mengkonstruksi pengetahuannya melalui pendekatan saintifik, berpikir kritis dan diskusi kelompok. Kreatifitas guru dapat menyelesaikan berbagai permasalahan dalam pembelajaran tematik, khususnya yang berasal dari siswa. Kata kunci: Program Khusus, Pembelajaran Tematik, Anak Sekolah Dasar.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS MENONTON TAYANGAN TELEVISI DAN INTENSITAS BIMBINGAN ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA SMA N 1 BANTUL TAHUN PELAJARAN 2012/ 2013
The objective of research was to find out the significant relationship of: (1) television show watching activity to learning achievement, (2) parent guidance intensity to learning achievement, and (3) television show watching activity and parent guidance intensity to learning achievement in the X graders of SMA N 1 Bantul in the school year of 2012/2013. This study employed a quantitative method with statistic analysis. The population of research was all of the X graders of SMA Negeri 1 Bantul consisting of 192 students. The sample was taken using random sampling. The size of sample for instrument tryout consisted of 17 students, selected randomly, and the sample of research consisted of 49 students. Technique of collecting data used for X1, X2, and Y variables was questionnaire, while the data analysis was conducted using a statistic descriptive analysis and product moment correlation with SPSS program for windows help. Considering the result of research, it could be found (1) the activity of watching television show related with the learning achievement with rX1Y = 0.0149, and P = 0.30, so that the relationship of activity of watching television show to learning achievement of the X graders of SMA N 1 Bantul was not significant. (2) The parent guidance intensity related with the learning achievement with rX2Y = 0.285, and P = 0.045, so that the relationship of parent guidance intensity to learning achievement of the X graders of SMA N 1 Bantul was significant. (3) The relationship of television show watching activity and parent guidance intensity to learning achievement yielded r X1X2Y = 0.339, and P = 0.060, so that the relationship of television show watching activity and parent guidance intensity to learning achievement in the X graders of SMA N 1 Bantul was significant.Keywords: television show watching activity, parent guidance intensity, student learning achievement
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 6 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014
ABSTRAKPerucha Nuraini WKW, K8410043. “PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 6 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014”. Skripsi. Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Mei 2014.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 6 Surakarta Tahun Ajaran 2013/2014.Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan sebanyak 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu : perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 6 Surakarta yang berjumlah 34 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 1. Hal ini terbukti pada kondisi awal sebelum dilaksanakannya model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing, hasil penilaian kognitif siswa menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa 71,64 dengan presentase ketuntasan sebesar 47,05%. Siklus I nilai rata-rata siswa 79,65 dengan presentase ketuntasan sebesar 70,58%, sedangkan siklus II nilai rata-rata siswa adalah 85,64 dengan presentase ketuntasan 94,12%. Pada penilaian afektif juga mengalami peningkatan, pada siklus I presentase keaktifan siswa sebesar 79,41%, kemandirian 82,35%, kecakapan 67,65% dan kejujuran sebesar 91,17%. Peningkatan terjadi pada siklus II dengan presentase keaktifan siswa 88,23%, kemandirian 97,06%, kecakapan 88,23%, dan kejujuran 94,12%. Selain penilaian kognitif dan afektif, penilaian juga dilakukan pada aspek psikomotorik. Penilaian psikomotorik siswa pada siklus I presentase membuat pertanyaan sebesar 82,35% dan presentase mengikuti prosedur pembelajaran sebesar 73,53%. Sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan yaitu presentase membuat pertanyaan 97,05% dan presentase mengikuti prosedur pembelajaran sebesar 94,12%.Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dapat meningkatkan hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 6 Surakarta Tahun Ajaran 2013/2014. Kata Kunci : Pembelajaran Model Kooperatif, Snowball Throwing, Hasil Belajar Sosiologi
HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN OLEH GURU DAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA NEGERI 1 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:(1) Hubungan antara penggunaan media pembelajaran oleh guru dengan prestasi belajar Sosiologi di SMA Negeri 1 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2013/2014. (2) Hubungan antara minat belajar siswa dengan prestasi Sosiologi di SMA Negeri 1 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2013/2014. (3) Hubungan antara penggunan media pembelajaran oleh guru dan minat belajar siswa secara bersama-sama dengan prestasi belajar Sosiologi di SMA Negeri 1 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2013/2014.Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode deskriptif kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ialah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Sukoharjo sejumlah 113 siswa. Sampel yang digunakan yaitu sampel populasi dan diambil dengan teknik multistage cluster random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik regresi ganda.Kesimpulan penelitian ini bahwa : (1) Ada hubungan yang sangat signifikan antara penggunaan media pembelajaran dengan prestasi belajar sosiologi di SMA Negeri 1 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2013/2014. Hal ini dilihat dari hasil analis data yang menunjukan r x1y = 0,863 kemudian p(probabilitas) = 0,000. (2) Ada hubungan yang sangat signifikan antara minat belajar siswa dengan prestasi belajar sosiologi di SMA Negeri 1 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2013/2014. Hal ini dilihat dari hasil analis data yang menunjukan r x2y = 0,901 kemudian p(probabilitas) = 0.000. (3) Ada hubungan yang sangat signifikan secara bersama-sama antara penggunaan media pembelajaran dan minat belajar siswa dengan prestasi belajar sosiologi di SMA Negeri 1 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2013/2014. Hal ini dilihat dari hasil analis data yang menunjukan Ry (x1,x2) = 0,924 dan p(probabilitas) = 0.000 serta F = 76, 208.Kata Kunci: penggunaan media pembelajaran, minat belajar siswa, prestasi belaja
FENOMENA PENGEMIS ANAK DI PASAR KLEWER SURAKARTA (Studi Tentang Fenomena Akses Layanan Pendidikan Pengemis Anak)
ABSTRAKNurrohmah Setyaningrum. FENOMENA PENGEMIS ANAK DI PASAR KLEWER SURAKARTA (Studi Tentang Fenomena Akses Layanan Pendidikan Pengemis Anak).Skripsi: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juli 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) persepsi pengemis dikalangan pengemis anak di Pasar Klewer Surakarta. (2) faktor-faktor yang mempengaruhi anak-anak menjadi pengemis di Pasar Klewer Surakarta. (3) dampak yang ditimbulkan dari kegiatan mengemis yang dilakukan oleh anak-anak di Pasar Klewer SurakartaPenelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis fenomenologi. Teknik pengambilan cuplikan menggunakan purposive dan snowball. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi pasif dan studi dokumentasi. Untuk menguji validitas data menggunakan trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yakni tahap reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persepsi pengemis anak tentang kegiatan mengemis ada tiga. diantaranya pengemis anak bisa mendapatkan uang, dapat bermain disela-sela kegiatan mengemis dan yang terakhir yaitu pengemis anak menganggap bahwa kegiatan mengemis yang dilakukan untuk membantu orang tua mereka. (2) Faktor yang mempengaruhi anak-anak melakukan kegiatan mengemis ada empat. Pertama, karena penghasilan mengemis yang menguntungkan. Kedua, adalah tuntutan gaya hidup yang mencakup pola makan, uang jajan, fashion, dan kepemilikan barang-barang elektronik. Ketiga, tidak adanya aturan yang melarang pengemis di sekitar pasar. Keempat, sikap satpam pasar dan pedagang yang seolah membiarkan dan menerima keberadaan pengemis yang berada di sekitar pasar. (3) Dampak kegiatan mengemis bagi anak terbagi menjadi dua yaitu dampak negatif dan positif. Dampak negatif kegiatan mengemis yang dilakukan oleh anak-anak adalah anak merasa malu atau minder ketika berjumpa dengan teman sekolahnya dan kegiatan mengemis dapat menyebabkan pengemis anak merasa ketagihan. Sedangkan dampak positif mengemis bagi pengemis anak adalah anak dapat menabung/menyisihkan penghasilan dari dan anak mampu memenuhi kebutuhan, seperti kebutuhan uang saku sekolah, kebutuhan uang jajan, dan kebutuhan peralatan sekolah. Kata Kunci: Pengemis, anak, kebudayaan, kemiskina
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI PADA SISWA KELAS XI IPS 1 SMAN 3 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013/2014
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa melalui model cooperative learning tipe Teams Games Tournament (TGT) pada mata pelajaran sosiologi kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Surakarta.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian yakni kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Surakarta tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 29 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus tindakan. Siklus I membahas materi tentang pengertian kelompok sosial, ciri – ciri dan faktor-faktor yang mempengaruhi kelompok sosial. Sedangkan siklus II membahas materi tentang hubungan antarkelompok dalam masyarakat. Data hasil penelitian diperoleh dari observasi selama kegiatan pembelajaran sosiologi berlangsung dengan menggunakan lembar observasi keaktifan dan hasil belajar siswa, hasil tes, catatan lapangan, wawancara dan dokumentasi. Adapun data yang diperoleh dari lembar observasi di analisis dengan menghitung rata-rata dari aspek yang diamati.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi setelah dilakukan penerapan model cooperative learning tipe Teams Games Tournament (TGT) menunjukkan bahwa rata-rata seluruh aspek keaktifan dan hasil belajar mengalami peningkatan. Pada aspek keaktifan rata-rata nilai yang diperoleh pada siklus I yakni 13,72 kemudian pada siklus II sebesar 17,89 dengan peningkatan 4,17. Pada aspek afektif siklus I sebesar 12,27 kemudian siklus II sebesar 14,27 dengan peningkatan 2. Pada aspek psikomotorik siklus I sebesar 14,24 sedangkan siklus II sebesar 15,51 dengan peningkatan 1,27. Pada aspek kognitif pra siklus sebesar 63,79 kemudian meningkat menjadi 75,34 pada siklus I dengan peningkatan 11,55. Pada siklus II juga mengalami peningkatan sebesar 4,83 menjadi 80,17.Simpulan penelitian ini adalah penerapan cooperative learning tipe Teams Games Tournament (TGT)dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar mata pelajaran sosiologi pada siswa kelas XI IPS 1 SMAN 3 Surakarta. Kata kunci: cooperative learning tipe Teams Games Tournament (TGT),Keaktifan belajar, Hasil belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI KELAS X-7 SMA NEGERI KEBAKKRAMAT SEMESTER 1 TAHUN AJARAN 2013 / 2014
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar kelas X-7 SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif teknik Jigsaw.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas X-7 SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar tahun ajaran 2013/2014.Sumber data berasal dari guru, siswa. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan validitas isi, triangulasi teknik dan expert opinion. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik kritis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif teknik Jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Keaktifan interaksi siswa dalam diskusi kelompok sebesar 69,44% meningkat menjadi 88,89% pada siklus II. Prestasi belajar siswa yang dilihat dari nilai rata-rata kelas mengalami peningkatan yaitu pra tindakan 61,67 menjadi 75,11 siklus I dan meningkat 81,08 pada siklus II. Nilai evaluasi siswa setiap siklus juga mengalami peningkatan diikuti jumlah siswa yang memperoleh nilai di atas kriteria ketuntasan minimal 75 meningkat yaitu pra tindakan 36,11% menjadi sebesar 66,67% pada siklus I dan meningkat menjadi 83,33% pada siklus II.Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif teknik jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X-7 SMA Negeri Kebakkramat. Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Jigsaw, Prestasi Belajar