SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
    432 research outputs found

    PERILAKU SEKSUAL KOMUNITAS GAY KAITANNYA DENGAN HIV/AIDS (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Komunitas Gay Di Kota Surakarta)

    Get PDF
    PERILAKU SEKSUAL KOMUNITAS GAY KAITANNYA DENGAN HIV/AIDS (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Komunitas Gay Di Kota Surakarta) WinarsihUniversitas Sebelas Maret Abstrak : Tren perkembangan kasus HIV/AIDS di Indonesia saat ini sudah mulai meluas ke beberapa kelompok masyarakat. Kelompok-kelompok ini disebut kelompok beresiko tertular HIV/AIDS. Pada awalnya HIV/AIDS hanya menyerang kelompok yang terlibat prostitusi tetapi sekarang sudah menyebar bahkan sampai kepada kelompok ibu rumah tangga. Hal ini terjadi karena tingginya mobilitas LBT (Laki-laki Beresiko Tinggi) sebagai pelaku utama dalam mengambil peran terhadap penularan HIV/AIDS. Di Indonesia sendiri LBT tidak hanya terbatas pada laki-laki pembeli dan penikmat seks namun sudah merambah pada fenomena kaum homoseksual – gay. Keberadaan komunitas gay yang belum trekspos di  media dan masyarakat ternyata ikut memberikan kontribusi terhadap perkembangan kasus HIV/AIDS. Cara yang paling banyak menularkan HIV/AIDS dari komunitas gay adalah melalui aktivitas seksual. Minimnya ngetahuan komunitas gay mengenai seks yang aman dan sulitnya kontrol pemerintah atas aktivitas komunitas gay menjadi sebab mudahnya HIV/AIDS ini menyerang komunitas gay. Oleh karena itu perlunya penanaman pemahaman mengenai seks yang aman dari HIV/AIDS menjadi tanggung jawab bersama dari seluruh elemen baik masyarakat, LSM hingga pemerintah. Jadi dapat disimpulkan bahwa perilaku seksual yang dilakukan komunitas gay menjadi salah satu faktor yang memberikan pengaruh dalam penularan HIV/AIDS. Kata Kunci : Sikap, Perilaku Seksual, Gay, HIV/AID

    PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONFLIK ANTAR OKNUM PERGURUAN PENCAK SILAT DI KABUPATEN MADIUN (Studi Kasus Mengenai Konflik yang melibatkan Oknum dari Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate dan Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo di Ka

    Get PDF
    Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap konflik yang melibatkan oknum Perguruan Pencak Silat di Kabupaten Madiun. (2) Untuk mengetahui dampak-dampak yang ditimbulkan dari adanya konflik yang melibatkan oknum Perguruan Pencak Silat di Kabupaten Madiun (3) Untuk mengetahui upaya dari pihak perguruan, pemerintah dan aparat keamanan dalam mecegah terjadinya konflik yang melibatkan oknum Perguruan Pencak Silat di Kabupaten MadiunPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mengarah pada jenis penelitian studi kasus tunggal terpancang yang berusaha menjelaskan sebuah kasus tertentu serta memberikan saran maupun evaluasi terhadapnya. Teknik pemilihan informannya menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Adapun validitas datanya menggunakan tringgulasi data dan trianggulasi teori. Teknik analisis data yang dipakai menggunakan model analisis interaktif.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konflik yang melibatkan Oknum dari Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate dan Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo di Kabupaten Madiun memunculkan persepsi yang beragam dari masyarakat. Terbaginya persepsi masyarakat ini disebabkan oleh faktor komunikasi yang belum berjalan selaras. Kuranglengkapnya informasi yang diperoleh masyarakat menimbulkan prasangka (Ketidaktahuan) yang berbuah desas-desus dan kecurigaan sehingga pelabelan terhadap kelompok yang sering melakukan konflik belum sepenuhnya hilang. Perasaan was-was, dan tidak nyaman masih dirasakan masyarakat sebagai dampak dari konflik. Keadaan antagonistik pun masih kuat terasa pada masyarakat di tataran bawah, terutama ketika agenda masing-masing perguruan pencak silat di bulan Suro ini tiba. Lemahnya kontrol masyarakat juga menjadi kendala sulitnya aparat dalam mengusut permasalahan dari konflik. Menindaklanjuti hal ini pihak perguruan, pemerintah maupun aparat keamanan telah berusaha melakukan upaya pembinaan, ikrar, koordinasi, pengamanan, dan kemudian membentuk Paguyuban Pencak Silat serta mengusulkan rebranding Kabupaten menjadi “Madiun Kampung Pesilat”.Kata kunci : Konflik, Pencak Silat, Persepsi Masyaraka

    PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI PADA SISWA KELAS X 4 SMA NEGERI KEBAKKRAMAT TAHUN PELAJARAN 2013/2014

    Get PDF
    PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASIBELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI PADA SISWA KELAS X 4 SMA NEGERI KEBAKKRAMATTAHUN PELAJARAN 2013/2014 Muhammad Dafiq Akbar. K8410035Prodi Pendidikan Sosiologi Antrologi FKIP UNS ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X 4 SMA Negeri  Kebakkramat Karanganyar melalui penerapan model pembelajaran kooperatif teknik Two Stay Two Stray (TSTS)Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas X 4 SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 36 siswa. Sumber data berasal dari guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi dan tes sebagai teknik utama dan didukung dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis deskriptif komparatif denga membandingkan berubahan di setiap siklusnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif teknik Two Stay Two Stray (TSTS) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dari mulai pra siklus ke siklus I, dan dari siklus I ke siklus II. Hal ini ditunjukka dengan persentase keaktifan siswa yang  mengalami peningkatan yaitu pada aspek bertanya, menjawab, dan berpendapat yang pada siklus I  77,77% menjadi 80,55% pada siklus II, pada aspek interaksi siswa dalam kelompok dari 80,55% pada siklus I menjadi 83,33% di siklus II. Peningkatan perolehan nilai ratain-rata siswa di tiap siklus juga mengalami peningkatan, yaitu pada siklus pra tindakan nilai rata-rata 64 meningkat menjadi 74,58 pada siklus I dan kembali meningkat menjadi 82,75 pada siklus II.Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif teknik Two Stay Two Stray (TSTS) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X 4 SMA Negeri Kebakkramat.Kata kunci : Model pembelajaran kooperatif,  Two Stay Two Stray (TSTS),, pretasi belajar

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE QUICK IN THE DRAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 2 KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2013/2014

    Get PDF
    ABSTRAKLinggar Banyu Biru. K8410034. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE QUICK ON THE DRAW  UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 2 KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2013/2014. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juni 2014.Tujuan penelitian ini adalah perbaikan pembelajaran sosiologi untuk meningkatkan hasil belajar sosiologi pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Karanganyar tahun pelajaran 2013/2014 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe quick on the draw.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas  (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan tiap siklus terdiri dari 4 tahap: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Karanganyar yang berjumlah 37 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes hasil belajar dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan terdiri dari 3 komponen yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerpan model pembelajaran kooperatif tipe quick on the draw dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari pratindakan ke siklus 1 dan dari siklus 1 ke siklus 2. Hal ini dapat terlihat dengan adanya peningkatan nilai rata-rata kelas yang pada saat pratindakan sebesar 68,41 terjadi peningkatan pada siklus 1 menjadi 74,38. Pada siklus 2 terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar siswa dari 74,38 atau 70,28% menjadi 78,05  atau 78,38% dari jumlah keseluruhan siswa yaitu 37 siswa.Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe quick on the draw dapat meningkatkan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Karanganyar tahun pelajaran 2014/2014. Kata kunci: Model pembelajaran kooperatif, quick on the draw, hasil belajar. 

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE BERKIRIM SALAM DAN SOAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IPS 3 SMA BATIK 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013/2014

    Get PDF
    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE BERKIRIM SALAM DAN SOAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IPS 3 SMA BATIK 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 SETIYORINIEmail : [email protected] Sosiologi Antropologi ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran sosiologi kelas XI IPS 3 SMA Batik 2 Surakarta dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe berkirim salam dan soal.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus tindakan. Setiap siklus terdiri dari beberapa tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Siklus pertama dan kedua membahas tentang materi kelompok sosial. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 3 SMA Batik 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 31 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif komparatif.Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa hasil belajar siswa ranah kognitif mengalami peningkatan. Pada pratindakan nilai rata-rata kelas yang diperoleh adalah 63,87, pada siklus I mengalami peningkatan menjadi 71,16 dan pada siklus II meningkat menjadi 76,39. Selain itu, ketuntasan hasil belajar ranah kognitif siswa pada pra tindakan adalah 38,71%, pada siklus I meningkat menjadi 67,74% dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 93,55%. Hasil belajar ranah afektif siswa juga mengalami peningkatan. Pada siklus I hasil belajar ranah afektif siswa yaitu sebesar 61,89% dan pada siklus II meningkat menjadi 78,67%. Kemudian hasil belajar ranah psikomotorik siswa juga mengalami peningkatan yaitu pada siklus I sebesar 58,78% dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 77,5%.Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe berkirim salam dan soal dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran sosiologi kelas XI IPS 3 SMA Batik 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014. Kata kunci : model pembelajaran kooperatif, tipe berkirim salam dan soal, hasil belajar.   

    EKSISTENSI OBYEK WISATA WADUK GAJAH MUNGKUR DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (Studi Kasus Di Desa Sendang Kabupaten Wonogiri)

    Get PDF
    ABSTRAKYunitasari. K8410064.  Eksistensi Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat (Studi Kasus Di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri). Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Juni 2014.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur dan eksistensi Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa SendangPenelitian ini menggunakan pendekatan penelitian diskiptif kualitatif dengan dirancang studi kasus. Sumber data yang diperoleh dari studi pustaka, peristiwa atau aktivitas, tempat atau lokasi informan. Teknik pengambilan cuplikan dengan Purposive Sampling dan Snowball Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam (in deep interview), observasi dan dokumentasi. Uji kebermaknaan data diperoleh melalui triangulasi. Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi data (sumber) dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa, (1) Pengelolaan pengembangan Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur hingga tercapai industri pariwisata dimulai dari perencanaan progam pengembangan, pelaksanaan progam dan keberhasilan progam yang ditujukan untuk Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur. (2) Keberadaan Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur mampu memberikan lapangan pekerjaan baru ataupun usaha sampingan bagi masyarakat Desa Sendang, sehingga dapat mengurangi pengangguran yang ada di Desa Sendang dan meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Sendang. (3) Adanya Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sendang, terutama mampu memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan, dan sebagian masyarakat mampu membeli barang-barang sekunder seperti barang-barang elektronik dan barang tersier yaitu perhiasan, mobil dan motor. Kata kunci : pengelolaan pariwisata, lapangan pekerjaan, kesejahteraa

    EKSISTENSI KESENIAN INCLING DALAM ERA MODERNISASI (Studi Kasus Di Desa Somongari Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo)

    Get PDF
    ABSTRAKBella Andrea Permatasari. K8410013. EKSISTENSI KESENIAN INCLING DALAM ERA MODERNISASI (Studi Kasus Di Desa Somongari Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo). Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. 2014.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui eksistensi kesenian Incling di masyarakat Somongari dalam era modernisasi (2) untuk mengetahui upaya yang dilakukan untuk melestarikan kesenian Incling. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Somongari Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo, dengan alasan sampai saat ini masih mempertahankan dan melestarikan kesenian Incling sebagai warisan budaya daerah.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Sumber data utama diperoleh dari wawancara dengan informan, sedangkan sumber data lainnya diperoleh dari observasi dan studi dokumentasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam dengan 10 informan yang terdiri dari ketua, tokoh masyarakat, pemain, pemerintah desa, dan pemerintah daerah (DIKBUDPORA) Purworejo. Uji validitas data menggunakan trianggulasi data. Teknik analisis menggunakan model analisis data interaktif yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpukan bahwa (1) eksistensi kesenian Incling dalam era modernisasi adalah tetap mempertahankan dan melestarikan kesenian Incling sesuai dengan tradisi nenek moyang. Kesenian Incling tidak terpengaruh oleh arus modernisasi yang selalu menuntut perkembangan. Walaupun masyarakat Somongari telah mengenal modernisasi dalam perubahan kehidupan dan pola pikir mereka telah mengkuti perkembangan jaman, akan tetapi mereka tetap menjaga kelestarian kesenian tradisional seperti yang diwariskan leluhur, dan terbukti masih tetap eksis di era modernisasi. Eksistensi kesenian Incling juga membawa dampak terhadap perkembangan masyarakat yang mengalami perubahan sosial ditengah arus modernisasi. Berbagai kegiatan yang diadakan oleh paguyuban dapat mengubah kebiasaan negatif dari masyarakat Somongari terutama kaum muda untuk lebih terarah dan mendapatkan kegiatan positif yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat. (2) Upaya yang dilakukan oleh masyarakat, paguyuban dan pemerintah adalah dengan mengajak generasi muda untuk melestarikan kesenian Incling, mengadakan berbagai kegiatan yang membawa dampak positif, masyarakat ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan oleh paguyuban, serta pemerintah desa dan pemerintah daerah memberikan fasilitas-fasilitas bagi setiap paguyuban yang tentunya menunjang eksistensi kesenian Incling di era modernisasi.  Kata kunci : kesenian, Incling, Modernisas

    A CORRELATION BETWEEN TRAINING, PROMOTION, IMAGING AND PUBLIC INTEREST WITH INCREASE OF SALE IN PRODUCT OF “BATIK TULIS” IN LAWEYAN, SURAKARTA.

    Get PDF
    The purpose of this research is to detect: (1) a correlation between batik training with increase of sale in product of batik, (2) a correlation between batik promotion with increase of sale in product of batik, (3) a correlation between batik imaging with increase of sale in product of batik, (4) a correlation between public interest with increase of sale in product of batik, (5) a correlation between training, promotion, imaging and public interest with increase of sale in a product of “batik tulis” in Laweyan, SurakartaThe research uses quantitative method. The research population is a whole entrepreneur and devotee of batik in Laweyan, Surakarta. A sample was took through Purposive Sampling technique. The data collection techniques use questionnaire and documentation. A data analysis technique was used with correlation test and double regression technique.Based on the results of research can be concluded that: (1) there is positive correlation and significant between batik training with increase of sale in a product of batik in Laweyan, Surakarta, (2) there is positive correlation and significant between batik promotion with increase of sale in a product of batik in Laweyan, Surakarta, (3) there is positive correlation and significant between imaging batik with increase of sale in a product of batik in Laweyan, Surakarta, (4) ) there is positive correlation and significant between public interest with increase of sale in a product of batik in Laweyan, Surakarta, (5) there are positive correlation and significant collectively between training, promotion, imaging and public interest with increase of sale in a product of batik in Laweyan, SurakartaKeywords : “Batik Tulis”, Product, Promotion and Imagin

    Fenomena Kehidupan Paguyuban Tunggul Sabdo Jati di Gunung Srandil Desa Glempang Pasir Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap

    No full text
    ABSTRAKPaguyuban Tunggul Sabdo Jati merupakan sebuah aliran kejawen yang berkembang sejak seratus tahun yang lalu di Gunung Srandil, pengikutnya telah tersebar di seluruh Indonesia. Dahulu di Gunung Srandil merupakan tempat bersemedi orang-orang sakti, hingga pada malam Minggu Wage di Bulan Sura turulah  wahyu kepada Kaki Tunggul Sabdo Jati dan kemudian wahyu tersebut disebarkan kepada para pengikutnya. Sejak saat itulah Paguyuban Tunggul Sabdo Jati semakin berkembang dan ajarannya semakin meluas, hingga pengikutnya juga bertambah.Alasan orang-orang untuk menjadi pengikut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya karena di Paguyuban Tunggul Sabdo Jati merupakan tempatnya orang-orang sakti yang melakukan semedi di Gunung Srandil, selain itu ajaran di paguyuban ini berupa tata cara jawa yang menentramkan hati, sehingga para pengikutnya merasa tenang ketika menjadi . Gunung Srandil dan roh-roh yang mendiaminya merupakan tempat yang sakral, dan semua itu diwujudkan dengan berbagai ritual. Ritual yang dilakukan meliputi tiga kegiatan yaitu penghormatan kepada leluhur, pemberi nasehat oleh sesepuh, dan pemberkahan.Kata Kunci : Kejawen, Ritual, Pengikut, Paguyuban Tunggul Sabdo Jati

    POLA PERILAKU MASYARAKAT BERBASIS GERAKAN PEMBAHARUAN MUHAMMADIYAH DI KELURAHAN SUMBERREJO KECAMATAN MERTOYUDAN KABUPATEN MAGELANG

    Get PDF
    POLA PERILAKU MASYARAKAT BERBASIS GERAKAN PEMBAHARUAN MUHAMMADIYAH   DI KELURAHAN SUMBERREJO KECAMATAN MERTOYUDAN             KABUPATEN MAGELANGASMA FAUZIAHK8410008FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS SEBELAS MARET2014ABSTRAKAsma Fauziah. POLA PERILAKU MASYARAKAT BERBASIS GERAKAN PEMBAHARUAN MUHAMMADIYAH DI KELURAHAN SUMBERREJO KECAMATAN MERTOYUDAN KABUPATEN MAGELANG. Skripsi : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Agustus 2014Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertama, mengetahui makna masyarakat terhadap gerakan pembaharuan Muhammadiyah. Kedua, mengetahui perubahan pola perilaku masyarakat Kelurahan Sumberrejo dalam beragama yang berbasis gerakan pembaharuan Muhammadiyah.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan  jenis fenomenologi. Teknik pengambilan cuplikan menggunakan purposive sampling, terdiri dari tokoh agama Islam, anggota Muhammadiyah, tokoh pembaharu di Sumberrejo. Adapun teknik pengumpulan data ada 3 yaitu, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk menguji validitas data menggunakan trianggulasi sumber data dan metode. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yaitu tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama gerakan pembaharuan Muhammadiyah dimaknai oleh masyarakat sebagai lembaga pendidikan dan indikator pengendalian sosial beragama dalam masyarakat. Kedua, gerakan pembaharuan Muhammadiyah telah memberikan pengaruh bagi kehidupan masyarakat Sumberrejo pada bidang ekonomi, agama, dan pendidikan.Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemaknaan masyarakat Kelurahan Sumberrejo terhadap pembaharuan Muhammadiyah menimbulkan tindakan dan sikap yang mempengaruhi kehidupan dan lingkungannya sesuai latar belakang kehidupan masing-masing individu. Kata Kunci : Sikap, makna, gerakan pembaharuan, Muhammadiyah

    398

    full texts

    432

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇