SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
    432 research outputs found

    STUDI KOMPARASI ANTARA PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN MACROMEDIA FLASH DAN POWER POINTSERTA PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 3 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Galuh Tia Fasya

    Get PDF
    ABSTRAK                Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan penggunaan media pembelajaran Macromedia Flash dan Power Pointterhadap hasil belajar sosiologi siswa (2) Pengaruh penggunaan media pembelajaran Macromedia Flash dan Power Pointterhadap hasil belajar sosiologi siswa (3) Seberapa besar pengaruh penggunaan media pembelajaran Macromedia Flash dan Power Pointterhadap hasil belajar sosiologi siswa. Adapun penelitian dilakukan pada kelas XI IPS di SMA Negeri 3 Surakarta.Penelitian ini termasuk penelitian kausal komparatif dengan bentuk penelitian semu. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMA Negeri 3 Surakarta Tahun Ajaran 2015/2016. Sampel penelitian sebanyak 2 kelas diambil dengan teknik multistage cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi 1 jalur.Hasil penelitian menunjukkan: (1) Ada perbedaan antara penggunaan media Macromedia Flashdan media Power Pointterhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 3 Surakarta. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan rata-rata kelas Macromedia Flash sebesar 89.000 dan rata-rata kelas Power Point sebesar 80.484, dan dari hasil Uji – t yang memperoleh t sebesar -4.634 dengan tingkat signifikansi ρ yaitu 0.000 (sangat signifikan). (2) Ada pengaruh antara penggunaan media pembelajaran dengan rata-rata hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 3 Surakarta. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan harga F sebesar 21.476 dengan tingkat signifikansi 0.000 (sangat signifikan). (3) Besar pengaruh penggunaan media Macromedia Flashdan media Power Pointterhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 3 Surakarta sebesar 27%.Kesimpulan penelitian adalah ada perbedaan penggunaan media Macromedia Flashdan media Power Pointterhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 3 Surakarta. Nilai rata-rata kelas Macromedia Flash lebih tinggi daripada nilai rata-rata kelas Power Point. Media belajar memberikan pengaruh terhadap hasil belajar sosiologi siswa yaitu sebesar 27% sedangkan 73% dipengaruhi oleh faktor lain. Kata Kunci      : Hasil belajar sosiologi, media Macromedia Flash, media Power Poin

    KOMPARASI METODE TEAM GROUP TOURNAMENT (TGT) DAN METODE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI KEBAKKRAMAT

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Perbedaan penggunaan metode TGT dan metode TPS terhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri Kebakkramat; (2) Pengaruh penggunaan metode TGT dan metode TPS terhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri Kebakkramat; (3) Besarnya pengaruh penggunaan TGT dan metode TPS terhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri Kebakkramat.Penelitian ini bersifat kausal komparatif dengan desain penelitian eksperimen semu. Pupolasi dari penelitian ini yaitu seluruh siswa SMA Negeri Kebakkramat Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan jumlah 1.046. Sampel penelitian yaitu sebanyak dua kelas XI diambil dengan teknik multistage cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik tes, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Uji-t Dua variabel Independent.Hasil penelitian menunjukkan : (1) Terdapat perbedaan penggunaan metode Team Game Tournament dan Think Pair Shared terhadap hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri Kebakkramat. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan rata-rata kelas metode Team Game Tournament sebesar 77,41 dan rata-rata kelas metode Think Pair Shared sebesar 82,41 dimana selisihnya sebesar -4,90 dengan signifikansi 0,000 (sangat signifikan). (2) Terdapat pengaruh penggunaan metode TGT dan metode TPS terhadap hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri Kebakkramat. Hal ini dapat dilihat dengan harga t sebesar -7,479 sengan signifikansi sebesar 0,000 (sangat signifikan). (3) Besar pengaruh penggunaan metode TGT dan metode TPS terhadap hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri Kebakkramat yaitu sebesar 27%.Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan penggunaan metode Team Game Tournament dan Think Pair Shared terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri Kebakkramat. Nilai rata-rata kelas metode Think Pair Shared lebih tinggi daripada kelas metode Team Game Tournament. Metode pembelajaran memberikan pengaruh sebesar 27% sedangkan 73% dipengaruhi oleh faktor lain. Kata Kunci : Hasil belajar Sosiologi, Metode Team Game Tournament, Metode Think Pair Share

    TINDAK KEKERASAN FISIK KALANGAN SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS TAHUN 2014/2015 (Studi Kasus di SMA Kota Surakarta)

    Get PDF
    AbstrakTujuan penelitian ini adalah mengetahui alasan masih terjadinya tindak kekerasan fisik dikalangan siswa/siswi Sekolah Menengah Atas pada Tahun 2014/2015 di Kota Surakarta,dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan dalam beberapa tahap untuk mendapatkan hasil penelitian yang mendalam. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu angket dari70 siswa, Focus Group Discussion, dan wawancara mendalam. Sumber data berasal dari siswa dan guru dengan menggunakan analisis data deskriptif kualitatif.Penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut : (1) tindak kekerasan fisik yang paling sering disaksikan dan dilaporkan siswa ke sekolah adalah berkelahi; (2) pelaku tidak menganggap tindakan mereka sebagai tindak kekerasan fisik; (3) korban memilih menciptakan kerukunan dalam hubungan pertemanan dan berespon diam walaupun merugikan diri sendiri; (4) langgengnya tindak kekerasan fisik karena adanya pengklasifikasian tindak kekerasan fisik ringan dan tindak kekerasan fisik berat; (5) peraturan dari sekolah sebagai pengawasan refleksif tidak berhasil mencegah tindak kekerasan fisik ringan; (6) berhasilnya teori strukturasi menganalisa hubungan pelaku dan struktur (dualitas struktur) yang terjadi di dalam tindak kekerasan fisik.Kata Kunci : penelitian kualitatif, dualitas struktur,strukturasi, tindak kekerasan fisik, peraturan

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD), MOTIVASI, DAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI PADA SISWA KELAS XI I.IS 4 SMA NEGERI 1 GOMBONG TAHUN PELAJARAN 2014/2015

    Get PDF
    ABSTRAKIqbal Nur Fais. K8410030. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD),MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI PADA SISWA KELAS XI I.IS 4 SMA NEGERI 1 GOMBONG TAHUN PELAJARAN 2014/2015. Skripsi , Surakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, April 2015Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatan motivasi dan hasil belajar sosiologi dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) di kelas XI I.IS 4 SMA Negeri 1 Gombong tahun pelajaran 2014/2015.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) (Classroom Action Research) . Subjek penelitian  adalah siswa kelas XI I.IS 4 SMA Negeri 1 Gombong  yang berjumlah 28 siswa. Penelitian dilaksanakan dua siklus tindakan. Siklus pertama membahas pokok bahasan permasalahan sosial dalam masyarakat dan siklus kedua membahas pokok bahasan perbedaan, kesetaraan dan keharmonisan sosial. Data hasil penelitian diperoleh dari hasil observasi selama kegiatan pembelajaran sosiologi berlangsung dengan menggunakan lembar observasi motivasi belajar, catatan lapangan, test dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari lembar observasi motivasi belajar siswa dianalisis dengan menghitung dari keseluruhan aspek yang diamati. Data yang diperoleh dari test dianalisis dengan menghitung nilai rata-rata kelas XI I.IS 4 tiap siklus.Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi dan hasil belajar sosiologi siswa setelah dilakukan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi permasalahan sosial dalam masyarakat, dan perbedaan, kesetaraan dan keharmonisan sosial mengalami peningkatan. Hasil ini terlihat dari rata-rata aspek motivasi belajar dan evaluasi hasil belajar sosiologi siswa kelas XI I.IS 4 SMA Negeri 1 Gombong yang mengalami peningkatan. Motivasi belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 13.93% dari siklus I sebesar 68,22% menjadi82.14% pada siklus II. Dengan demikian motivasi belajr siswa kelas XI I.IS 4 SMA Negeri 1 Gombong yang mulanya tergolong sedang, setelah tindakan menjadi sangat tinggi. Hasil belajar siswa terlihat dari nilai test pada akhir siklus mengalami peningkatan sebesar 2.89 dari prasiklus yang memiliki nilai rata-rata 73.36 menjadi 76.25 setelah siklus I. setelah dilaksanakan siklus II nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan sebesar 4.32 menjadi 80,57.Kata kunci : Pembelajaran kooperatif tipe Student teams achievement division (STAD), mottivasi belajar, hasil belajar

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IIS 5 SMA NEGERI 1 BLORA TAHUN AJARAN 2014/2015

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi integrasi sosial dengan menerapkan model pembelajaran Snowball Throwing. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IIS 5 SMA Negeri 1 Blora tahun ajaran 2014/2015. Sumber data adalah guru dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, kajian dokumen, dan tes. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian dengan menerapkan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi integrasi sosial, ditinjau dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Berdasarkan hasil tes kognitif pada siklus I diperoleh ketuntasan peserta didik sebesar 56% dengan rata-rata kelas 71,64 dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 24% sehingga menjadi 80% dengan rata-rata kelas 76,32. Untuk penilaian aspek afektif presentase ketercapaian pada siklus I adalah 67,2% kemudian mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 82,8%. Sedangkan pada aspek psikomotorik presentase ketercapaian pada siklus I adalah 71,1%, kemudian mengalami peningkatan menjadi 86,91% pada siklus II.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran Snowball Throwing terbukti dapat meningkatkan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IIS 5 SMA Negeri 1 Blora tahun ajaran 2014/2015 Kata Kunci : Snowball Throwing, hasil, belajar, sosiolog

    POLA INTERAKSI GURU DAN SISWA SEBAGAI STRATEGI MEMBANGUN KEDISIPLINAN (STUDI KASUS KELAS X IPS SMA NEGERI 7 SURAKARTA)

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dan konstruksi kedisiplinan dalam diri siswa serta untuk mengetahui pola interaksi guru dan siswa yang efektif sebagai upaya membangun kedisiplinan siswa di SMA N 7 Surakarta.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan dalam  beberapa tahap untuk mendapatkan hasil penelitian yang mendalam. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara mendalam dan observasi. Sedangkan sumber data sekunder diperoleh melalui studi dokumentasi berupa foto lingkungan sekolah dan tata tertib di SMA N 7 Surakarta. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive dan validitas diperoleh melalui trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Teknik analisis menggunakan model interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedisiplinan dimaknai siswa sebagai suatu perilaku yang taat pada peraturan yang ada di sekolah dan perilaku yang sesuai dengan lingkungannya meskipun perilaku tersebut melangar peraturan sekolah. Seringkali pemaknaan disiplin siswa tidak sejalan dengan perilaku disiplin. Hal ini karena sebagian perilaku yang di kategorikan tidak disiplin dianggap wajar karena dilakukan banyak siswa dan tidak mendapat hukuman. Pola interaksi guru dan siswa sebagai Strategi yang digunakan untuk membangun kedisiplinan ada tiga hal. Dengan memberikan contoh kedisiplinan pada diri siswa, dengan menasehati siswa, serta menghukum siswa.Strategi tepat yang dapat digunakan oleh guru dalam menanamkan kedisiplinan pada siswa dengan memberikan contoh, atau guru menjadi role model bagi siswa. Kesadaran akan kedisiplinan yang datang dari dalam diri itu merupakan kedisiplinan yang yang nyata dan dapat mempengaruhi siswa dalam kehidupannya. Kesadaran akan kedisiplinan yang datang dari dalam diri itu merupakan kedisiplinan yang yang nyata dan dapat mempengaruhi siswa dalam kehidupannya. Sikap disiplin yang berasal dari paksaan akan menjadi perilaku yang semu, yaitu berperilaku disiplin hanya pada saat dilihat guru atau dapat dikatakan sebagai kesadaran semu mengenai kedisiplinan. Mengenai strategi lebih diarahkan kepada pemaknaan kedisiplinan secara subyektif artinya dikembalikan pada proses self indication pada siswa. Siswa memilih sendiri cara mana yang mereka inginkan, dengan begitu mereka akan bisa memaknai kedisiplinan yang datang dari dalam diri mereka. Kata Kunci: Kedisiplinan, Strategi guru, self indication

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFTIPEMAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI PESERTA DIDIK KELAS X-2 SMA NEGERI KEBAKKRAMAT KARANGANYAR TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

    No full text
    ABSTRAKMaria Angela Mentari Januari. K84110044. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI PESERTA DIDIK KELAS X-2 SMA NEGERI KEBAKKRAMAT KARANGANYAR TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret. Juli 2015.Penilitian ini dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik kelas X-2 SMA N Kebakkramat dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas X-2 SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar tahun pembelajaran 2014/2015. Sumber data berasal dari guru dan peserta didik. Teknik utama dalam pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, sementara teknik pendukung dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunkan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik dalam sosiologi. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan prestasi belajar siswa pada pra siklus dengan nilai rata-rata 67 meningkat menjadi 82 pada siklus I dan 90 pada siklus II.Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didikkelas X-2 SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar tahun pembelajaran 2014/2015. Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Make a Match, Prestasi Belajar Peserta Didik. 

    KONSTRUKSI SOSIAL PERILAKU MEMBOLOS DI KALANGAN PESERTA DIDIK SMA NEGERI 6 SURAKARTA

    No full text
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi sosial perilaku membolos di kalangan peserta didik dengan subyek penelitian peserta didik SMA Negeri 6 Surakarta yang berperilaku membolos.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi fenomenologi. Sumber data berasal dari wawancara mendalam, observasi dan dokumen. Wawancara dilakukan terhadap 9 informan kunci yaitu peserta didik yang pernah atau masih berperilaku membolos dan informan pendukung adalah petugas Satuan Tugas Pelaksana Kegiatan Kesiswaan (STP2K), Guru Bimbingan Konseling (BK), ibu Kantin dan teman informan kunci. Observasi dilakukan di kantin, warung Mbak Yanti, dan Strong Family dengan dokumen berupa tata tertib peserta didik, rekapitulasi kehadiran dan status Blackberry Messanger (BBM) peserta didik. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive dan validitas data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa konstruksi sosial perilaku membolos di kalangan peserta didik adalah sebagai hal yang biasa dan wajar. Perilaku membolos dianggap biasa dan wajar karena telah mengalami pembiasaan (habitualisasi) dan tipifikasi sehingga memperoleh sifat obyektif, yang selanjutnya akan di internalisasi ke dalam diri individu sebagai realitas subyektif. Konstruksi tersebut dipengaruhi oleh lingkungan teman, sekolah dan keluarga.Kata kunci : Konstruksi. Sosial. Perilaku. Membolos. Sekola

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF BERMAIN JAWABAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IIS 2 SMA NEGERI BRINGIN KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015.

    Get PDF
    ABSTRAK Bernadeta Beka Fitri Aprianti. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF  BERMAIN JAWABAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IIS 2 SMA NEGERI BRINGIN KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Oktober 2015.            Tujuan dari Penelitian ini untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar sosiologi dengan penerapan model pembelajaran aktif Bermain Jawaban di kelas XI IIS 2  SMA Negeri 1 Bringin Kabupaten Semarang tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari dua siklus dan tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IIS 2 SMA Negeri 1 Bringin Kabupaten Semarang tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 34 orang. Teknik pengumpulkan data meliputi observasi, wawancara, tes hasil belajar dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi.Hasil penelitian penerapan model pembelajaran aktif Bermain Jawaban adalah sebagai berikut: tingkat minat belajar siswa pada saat pratindakan sebesar 25%, mengalami peningkatan pada siklus I menjadi 66,5%, dan pada siklus II tingkat minat belajar Sosiologi menjadi 88,75%. Dengan meningkatnya minat belajar siswa berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa: Pada pratindakan rata-rata kelas sebesar 76 dengan presentase ketuntasan 53%, setelah diterapkannya model pembelajaran aktif Bermain Jawaban pada siklus I meningkat menjadi 79 dengan presentase ketuntasan 68%, dan pada siklus II nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 83  dengan presentase ketuntasan 83%.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran aktif Bermain jawaban dapat meningkatkan minat dan hasil belajar sosiologi siswa sebesar 63,75% dan berdampak pada peningkatan nilai rata-rata kelas sebesar 6 dengan presentase ketuntasan belajar sebesar 30% pada siswa kelas XI IIS 2  SMA Negeri 1 Bringin Kabupaten Semarang tahun ajaran 2014/2015.   Kata kunci: Model Pembelajaran Aktif, Bermain Jawaban, Minat dan hasil belaja

    PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XIIS 5 SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015

    Get PDF
    ABSTRAKTria Ariyanti. K8411067. PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENTS TEAM ACHIEVMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS X IIS 5 SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, April 2015.Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IIS 5 SMA Al Islam 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD.Pengumpulan data menggunakan observasi dan tes evaluasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif. Validitas data menggunakan teknik validitas isi untuk menguji validitas tes hasil belajar.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa baik dari ranah kognitif, afektif dan juga psikomotorik. Hasil evaluasi siklus 1 menunjukkan rata-rata hasil belajar kognitif siswa 68.68, mengalami peningkatan sebesar 7.36 poin. Hasil evaluasi siklus 2 rata-rata hasil belajar kognitif siswa naik 6.98 poin menjadi 75.66. Sementara itu rata-rata hasil belajar afektif pada siklus 1 menunjukkan rata-rata pencapaian sebesar 79.20% naik sebesar 18.62% dari pratindakan. Rata-rata hasil belajar afektif siklus 2 meningkat sebesar 4.51% menjadi 83.71%. Selain itu, rata-rata hasil belajar psikomotorik mengalami peningkatan sebesar 20.94% dari hasil pratindakan menjadi 78.18%. Pada siklus 2 rata-rata hasil belajar psikomotorik meningkat sebesar 5.12% menjadi 83.30%.Simpulan penelitian ini adalah penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar Sosiologi siswa kelas X IIS 5 SMA Al Islam 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2014/2015.Kata Kunci: STAD, hasil belajar kognitif, hasil belajar afektif, hasil belajar psikomotori

    398

    full texts

    432

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇