SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
432 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNINGTIPE NUMBERED HEADS TOGETHER(NHT) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI PADA SISWA KELAS XI IIS 4 SMA NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNINGTIPENUMBERED HEADS TOGETHER(NHT) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI PADA SISWA KELAS XI IIS 4 SMA NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015Alan Sigit Fibrianto K8411004 ABSTRAK Alan Sigit Fibrianto. K8411004. PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER(NHT) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI PADA SISWA KELAS XI IIS 4 SMA NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret. Januari 2014. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar mata pelajaran Sosiologi siswa kelas XI IIS 4 SMA Negeri 2 Surakarta tahun pelajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IIS 4 SMA Negeri 2 Surakarta sebanyak 31 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik utama dalam pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, sementara teknik pendukung dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar mata pelajaran Sosiologi siswa kelas XI IIS 4 mulai dari prestasi siswa pra siklus, siklus I sampai siklus II. Keaktifan siswa menunjukkan prosentase 19,35% pada tahap pra tindakan meningkat menjadi 45,16% pada siklus I dan kembali meningkat menjadi 83,87% pada siklus II. Sementara dari segi afektif pada siklus sebesar 86, 23 % pada siklus I menjadi 95, 83 % pada siklus II. Prestasi belajar siswa menunjukkan peningkatan dari nilai rata-rata kelas 82,19 pada pra siklus meningkat menjadi 84,48 pada siklus I dan kembali meningkat menjadi 88,87. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar sosiologi siswa kelas XI IIS 4 SMA Negeri 2 Surakarta pada tahun pelajaran 2014/2015. Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Numbered Heads Together (NHT), Keaktifan dan Prestasi Belajar
ANALISIS KONSEP GEORGE HERBERT MEAD DALAM FENOMENA PERILAKU MENYIMPANG DI KALANGAN PELAJAR SMA NEGERI 8 SURAKARTA
ABSTRAK Cindy Dyaning Dewati. K8411019. ANALISIS KONSEP GEORGE HERBERT MEAD DALAM FENOMENA PERILAKU MENYIMPANG DI KALANGAN PELAJAR SMA NEGERI 8 SURAKARTA. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta. November 2015.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) persepsi siswa dalam memandang perilaku menyimpang di SMA Negeri 8 Surakarta (2) faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya perilaku menyimpang pada siswa di SMA Negeri 8 Surakarta (3)strategi sekolah dalam menanggulangi perilaku menyimpang yang dilakukan oleh siswa di SMA Negeri 8 Surakarta. Adapun penelitian ini dilakukan pada kalangan pelajar di SMA Negeri 8 Surakarta.Penelitian ini bersifat fenomenologi dengan pendekatan penelitian kualitatif. Informan penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 8 Surakarta sebagai informan kunci dan guru Bimbingan Konseling, Wakasek Kesiswaan serta Tim STP2K sebagai informan pendukung yang diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif dan validitas menggunakan triangulasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persepsi siswa dalam memandang perilaku menyimpang memiliki perbedaan. Hal ini dapat dilihat bahwa siswa yang berperilaku menyimpang memandang sebagai perilaku yang wajar sementara siswa yang tidak menyimpang memandang sebagai perilaku yang tidak wajar (2) Terdapat dua faktor yang melatarbelakangi terjadinya perilaku menyimpang yaitu faktor internal (dalam diri) yang terdiri dari kepribadian, jenis kelamin, umur, kesadaran subjektif yang membentuk rasa malas untuk bersekolah, perasaan tidak suka, kesulitan atau kurang fokus pada pelajaran tertentu, yang berujung pada proses pembiasaan. Kemudian faktor eksternal (luar diri) yang terdiri dari adanya permasalahan dalam keluarga, pengaruh teman, ketidakpuasan terhadap pihak sekolah, dan pengaruh game online serta internet. (3) Strategi yang diterapkan oleh SMA Negeri 8 Surakarta terdiri dari dibentuknya Tim STP2K, teguran dari wali kelas, guru BK, pemanggilan orang tua, cek urin dan darah dari BNK dan PMI Surakarta, rutin melakukan revisi tata tertib sekolah melalui MPK, home visit. Kesimpulan penelitian adalah persepsi siswa tentang perilaku menyimpang dipengaruhi oleh kesadaran subjektif yang berbeda-beda. Dari pikiran atau kesadaran tersebut akan muncul proses tindakan, dimana tindakan itu tidak berdiri sendiri melainkan menjadi kesatuan yang saling berhubungan dan bergantung melalui proses interaksi. Sehingga telah terjadi pertumbuhan potensi dan kecenderungan yang berlangsung dari hari ke hari sebelum terwujud suatu penyimpangan perilaku serta reaksi adanya penyimpangan perilaku tersebut.Kata Kunci : Persepsi, Perilaku Menyimpang, Teori Interaksionis Simboli
POLA PERILAKU SISWA DALAM MENGHADAPI UJIAN NASIONAL (STUDI KASUS DI SMA NEGERI 2 BOYOLALI) Muhammad Bagus Nugroho
ABSTRAK Muhammad Bagus Nugroho. K8411051. POLA PERILAKU SISWA DALAM MENGHADAPI UJIAN NASIONAL (STUDI KASUS DI SMA NEGERI 2 BOYOLALI). Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret. November 2015.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) bentuk perubahan perilaku siswa kelas XII selama akan menghadapi ujian nasional; (2) faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku siswa XII ketika akan mengahadapi ujian nasional; (3) peran orang tua dan instansi pendidikan dalam membentuk perilaku persiapan siswa kelas XII dalam menghadapi ujian nasional.Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian studi kasus. Dalam penelitian ini informan diambil dari guru mata pelajaran ujian nasional, siswa kelas XII, orang tua siswa kelas XII. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan analisis dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data model interaktif.Hasil penelitian menunjukkan: 1) Perubahan perilaku siswa dalam menghadapi ujian nasional; 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi pola perilaku siswa dalam menghadapi ujian nasional; 3) Peran orang tua dan instansi pendidikan dalam membentuk perilaku siswa kelas XII 4) Terdapat pola perilaku siswa dalam menghadapi ujian nasional tahun 2015 di SMA Negeri 2 Boyolali; 5) Terdapat komponen yang mempengaruhi terbentuknya perilaku siswa kelas XII dalam menghadapi ujian nasional; 6) Adanya resolusi siswa kelas XII terhadap pemecahan masalah ketika menghadapi ujian nasional. Pola perilaku siswa ketika akan menghadapi ujian nasional dilihat berdasarkan aspek sosialisasi, aspek lingkungan dan aspek kelompok. Kemudian siswa dibagi menjadi 3 kategori yaitu siswa yang dengan motivasi tinggi dan memiliki fasilitas, siswa bermotivasi rendah minim fasilitas, dan siswa bermotivasi tinggi minim fasilitas.Kata Kunci : Perilaku, Siswa kelas XII, Menghadapi, Ujian Nasional
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN SOSIAL SISWA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 5 SURAKATA TAHUN AJARAN 2014/2015.
Abstrak: Penelitian ini merupakan penelititan tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 5 Surakarta tahun ajaran 2014/2015. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis yaitu analisis presentase dan analisis klinis. Analisis presentase menggunakan rumus precentage change, sedangkan analisis klinis menggunakan tekhnik deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran role playing terdapat peningkatan terhadap kecerdasan sosial siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 5 Surakarta tahun ajaran 2014/ 2015. Pada siklus I skor tingkat kecerdasan sosial peserta didik meningkat dari 72,58 menjadi 83,08 (14,50%) sedangkan pada siklus II juga terjadi peningkatan skor kecerdasan sosial peserta didik yang signifikan dibandingkan saat pratindakan yaitu dari 72,58 menjadi 109,06 (49,89%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran role playing melalui pelajaran Sosiologi terbukti dapat meningkatkan kecerdasan sosial siswa kelas XI IPS 2, SMA Negeri 5 Surakarta tahun ajaran 2014/2015.Kata kunci: role playing, kecerdasan sosial.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IPS 1 DI SMA NEGERI 3 SALATIGA TAHUN PELAJARAN 2014/2015
ABSTRAKInta Rafika Hudi. K8411037. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IPS 1 DI SMA NEGERI 3 SALATIGA TAHUN PELAJARAN 2014/2015. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret. M ei 2015.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Salatiga tahun pelajaran 2014/2015 dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi atas tindakan yang telah dilakukan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Salatiga tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 37 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik utama dalam pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, sementara teknik pedukung dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Salatiga. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan prestasi belajar siswa pada pra siklus dengan nilai rata-rata 73,83 meningkat menjadi 82,05 pada siklus I dan 88,86 pada siklus II.Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Salatiga Tahun Pelajaran 2014/2015.Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Two Stay Two Stray, Prestasi Belajar Siswa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI SEMESTER GENAP KELAS XI IIS 3 SMA N 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015
ABSTRAKDiah Khoiri Kurniawati. K8411021. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI SEMESTER GENAP KELAS XI IIS3 SMA N 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret. Mei 2015.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran sosiologi semester genap kelas XI IIS 3 SMA N 5 Surakarta tahun ajaran 2014/2014Jenis penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdapat 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IIS 3 semester genap SMA N 5 Surakarka tahun ajaran 2014.2015 yang berjumlah 31 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah : observasi, wawancara, angket, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan kualitatif.Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan model problem based learning pada mata pelajaran sosiologi terbukti dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI IIS 3 SMA N 5 Surakarta tahun ajaran 2014/2015.Kata Kunci : Problem based learning, dan berpikir kritis, peserta didik
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI MADRASAH ALIYAH PESANTREN PUTRI AL-MAWADDAH PONOROGO (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Pesantren Putri Al-Mawaddah Ponorogo 2014)
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana implementasi pendidikan karakter di Madrasah Aliyah Pesantren Putri Al-Mawaddah. Penelitianini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan, aktivitas, arsip dan dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Validitas data menggunakan triangulasi data (sumber) dan metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pendidikan karakter merupakan tujuan pendidikan di MA Al-Mawaddah yang tercermin melalui visi dan misi yang disusun. 2) Pendidikan karakter diimplementasikan melalui tiga cara yakni kegiatan di asrama, kegiatan belajar mengajar di kelas serta ekstrakurikuler dan organisasi. 3) Pendidikan karakter di asrama dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan dan penerapan disiplin. 4) Pendidikan karakter melalui kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter melalui mata pelajaran yang disampaikan. 5) Pendidikan karakter melalui esktrakurikuler terwujud dalam kegiatan muhadlarah (latihan berpidato), pramuka, ekstrakurikuler kesenian dan keterampilan serta organisasi. Implementasi pendidikan karakter yang dianggap paling efektif adalah melalui kegiatan non formal di luar sekolah yakni melalui kegiatan di asrama, kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi
HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA SMA NEGERI 1 TERAS, BOYOLALI
ABSTRAKTitik Rahayu. HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA SMA NEGERI 1 TERAS BOYOLALI. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Mei 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Hubungan antara kedisiplinan dengan prestasi belajar sosiologi siswa SMA Negeri 1 Teras, Boyolali tahun pelajaran 2013/2014, (2) Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar sosiologi siswa SMA Negeri 1 Teras, Boyolali tahun ajaran 2013/2014, (3) Hubungan secara bersama-sama antara kedisiplinan dan motivasi belajar dengan prestasi belajar sosiologi siswa SMA Negeri 1 Teras, Boyolali tahun pelajaran 2013/2014.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Teras, Boyolali tahun pelajaran 2013/2014 sejumlah 130 siswa. Besarnya sampel uji coba instrument secara random sebanyak 26 siswa, sampel untuk penelitian sebanyak 104 siswa. Sampel diambil dengan teknik cluster sampling ( penarikan sampel dengan cara berumpun). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dengan analisis statistik dengan teknik korelasi ganda.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Ada hubungan positif yang signifikan antara kedisiplinan dengan prestasi belajar sosiologi siswa SMA Negeri 1 Teras, Boyolali tahun pelajaran 2013/2014, diterima. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukan rx1y = 0,381 dan p = 0,000. (2) Ada hubungan positif yang signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar sosiologi siswa SMA Negeri 1 Teras, Boyolali tahun pelajaran 2013/2014, diterima. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukan rx2y = 0,459 dan p = 0,000. (3) Ada hubungan positif secara bersama-sama antara kedisiplinan dan motivasi belajar dengan prestasi belajar sosiologi siswa SMA Negeri 1 Teras, Boyolali tahun pelajaran 2013/2014, diterima. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukan F = 24,366 dan p = 0,000. . Kontribusi secara bersama variabel X1 dan X2 terhadap Y diperoleh harga R = 0,570 dan harga R2 sebesar 0,325. Jadi variabel bebas menentukan variabel terikat sebesar 32,5% dan sisanya sebesar 67,5% ditentukan oleh faktor lain di luar penelitian Kata kunci: Kedisiplinan, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar Sosiolog
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF BERMAIN JAWABAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IIS 2 SMA NEGERI BRINGIN KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015.
ABSTRAK Bernadeta Beka Fitri Aprianti. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF BERMAIN JAWABAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IIS 2 SMA NEGERI BRINGIN KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Oktober 2015. Tujuan dari Penelitian ini untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar sosiologi dengan penerapan model pembelajaran aktif Bermain Jawaban di kelas XI IIS 2 SMA Negeri 1 Bringin Kabupaten Semarang tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari dua siklus dan tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IIS 2 SMA Negeri 1 Bringin Kabupaten Semarang tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 34 orang. Teknik pengumpulkan data meliputi observasi, wawancara, tes hasil belajar dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi.Hasil penelitian penerapan model pembelajaran aktif Bermain Jawaban adalah sebagai berikut: tingkat minat belajar siswa pada saat pratindakan sebesar 25%, mengalami peningkatan pada siklus I menjadi 66,5%, dan pada siklus II tingkat minat belajar Sosiologi menjadi 88,75%. Dengan meningkatnya minat belajar siswa berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa: Pada pratindakan rata-rata kelas sebesar 76 dengan presentase ketuntasan 53%, setelah diterapkannya model pembelajaran aktif Bermain Jawaban pada siklus I meningkat menjadi 79 dengan presentase ketuntasan 68%, dan pada siklus II nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 83 dengan presentase ketuntasan 83%.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran aktif Bermain jawaban dapat meningkatkan minat dan hasil belajar sosiologi siswa sebesar 63,75% dan berdampak pada peningkatan nilai rata-rata kelas sebesar 6 dengan presentase ketuntasan belajar sebesar 30% pada siswa kelas XI IIS 2 SMA Negeri 1 Bringin Kabupaten Semarang tahun ajaran 2014/2015. Kata kunci: Model Pembelajaran Aktif, Bermain Jawaban, Minat dan hasil belaja
HUBUNGAN PERSEPSI PERHATIAN ORANG TUA DAN KEDISIPLINAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X IPS SMA NEGERI
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Persepsi Perhatian Orang Tua dan Kedisiplinan Belajar dengan Prestasi Belajar Sosiologi Kelas X IPS SMA Negeri 2 Magelang. Teknik pengumpulan data pokok dilakukan dengan menggunakan angket. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan teknik analisis statistik regresi ganda. Berdasarkan hasil penelitian “Ada hubungan yang positif dan signifikan antara Persepsi Perhatian Orang Tua dengan Prestasi Belajar Sosiologi Kelas X IPS SMA Negeri 2 Magelang. Nilai kontribusi variabel persepsi perhatian orang tua terhadap prestasi belajar sosiologi sebesar 36,59% sedangkan nilai kontribusi variabel kedisiplinan belajar terhadap prestasi belajar sosiologi sebesar 44,41%, dan nilai kontribusi variabel persepsi perhatian orang tua dan kedisiplinan belajar terhadap prestasi belajar sosiologi sebesar 81%