SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
432 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT DAN METODE NUMBERED HEADS TOGETHER TERHADAP HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 BANYUDONO TAHUN PELAJARAN 2015/2016
ABSTRAK Dyah Putri Kusumaningrum. K8411025.PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENTDAN METODE NUMBERED HEADS TOGETHER TERHADAP HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 BANYUDONOTAHUN PELAJARAN 2015/2016. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta.September 2015.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan penggunaan metode Teams Games Tournament (TGT)dan Numbered Heads Together (NHT) terhadap hasil belajar siswa (2) pengaruh penggunaan metode Teams Games Tournament (TGT)dan Numbered Heads Together (NHT) terhadap hasil belajar siswa (3) berapa besar pengaruh penggunaan metode Teams Games Tournament (TGT)dan Numbered Heads Together (NHT)terhadap hasil belajar siswa. Adapun penelitian ini dilakukan pada kelas XI SMA Negeri 1 Banyudono.Penelitian ini bersifat eksperimental- semu (Quasy- Experimental Research).Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Banyudono Tahun Pelajaran 2015/ 2016. Sampel penelitian sebanyak tiga kelas diambil dengan teknik multistage cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan tes.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ada perbedaan penggunaan metode Teams Games Tournament (TGT)dan Numbered Heads Together (NHT) terhadap hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Banyudono. Hal ini dapat dilihat dari hasil olah data yang menunjukkan rata- rata metode TGTlebih besar dari rata- rata metode NHT. (2) Ada pengaruh penggunaan metode TGT dengan metode NHT terhadap hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Banyudono. Hal ini dapat dilihat dari dari hasil olah data yang menunjukkan rata- rata metode TGTlebih besar dari rata- rata metode NHT. (3) Besar pengaruh penggunaan metode TGT dengan metode NHT terhadap hasil belajar Sosiologi siswa kelas X SMA Negeri 1 Banyudono sebesar 4%Kesimpulan penelitian adalah ada perbedaan penggunaan metode TGT dengan metode NHT terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Banyudono.Nilai rata- rata kelas TGT lebih tinggi daripada nilai rata- rata pada kelas NHT. Metode belajar memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa yaitu sebesar 4% sedangkan 96% dipengaruhi oleh faktor lain.Kata Kunci : Hasil Belajar Sosiologi, metodeTeams Games Tournament (TGT), metode Numbered Heads Together (NHT
STRATEGI PEMANFAATAN SMARTPHONE SEBAGAI SUMBER BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 3 BOYOLALI TAHUN 2015/2016
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan guru memilih smartphone sebagai sumber belajar siswa dan mengetahui strategi pembelajaran yang digunakan guru dalam pemanfaatan smartphone sebagai sumber belajar siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Boyolali tahun 2015/2016.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan data menggunakan teknik observasi, wawancara semistruktur, dan penelusuran data online. Sumber data penelitian berasal dari data primer yaitu siswa dan guru serta data sekunder seperti media cetak dan media online. Uji validitas menggunakan teknik triangulasi sumber. Analisis data menggunakan analisis interaktif.Dalam penelitian ini smartphone dimanfaatkan sebagai sumber belajar antara lain untuk mencari istilah-istilah sosiologi yang belum dipahami siswa, selain itu smartphone dimanfaatkan sebagai sumber belajar bagi siswa ketika guru berhalangan hadir untuk mengajar di kelas, serta dimanfaatkan sebagai sumber belajar tambahan selain dari buku paket/Lks. Strategi dalam memanfaatkan smartphone sebagai sumber belajar antara lain membuat kontrak pembelajaran sejak awal masuk tahun ajaran baru, melarang melakukan penambahan daya baterai saat jam pelajaran, dan menggunakan smartphone sebagai strategi pembelajaran yang menarik dan variatif bagi siswa.Penelitian ini menggunakan analisis tindakan rasional instrumental dalam melihat strategi pemanfaatan smartphone sebagai sumber belajar siswa di SMA N 3 Boyolali. Smartphone digunakan sebagai sumber belajar merupakan tindakan rasional yang tidak melanggar akal pikir manusia dan tidak keluar dari logika manusia, serta merupakan tindakan rasional yang telah dilengkapi oleh peraturan sebagai kerangka acuan bersama agar perilaku dapat dinilai secara obyektif oleh pihak lain. Smartphone digunakan sebagai sumber belajar sebagai pemikiran rasional atas alat alternatif untuk mencapai tujuan belajar. Kata Kunci : smartphone, sumber belajar, webe
Dari Teacher Centered Leraning Menuju Student Centered Learning ( Studi Kasus Tentang Proses Pembelajaran Di SMA N I Manyaran )
Riska Marta D.R. Dari Teacher Centered Leraning Menuju Student Centered Learning ( Studi Kasus Tentang Proses Pembelajaran Di SMA N I Manyaran ) Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) Peneletian ini diharapkan dapat dijadikan masukan terhadap sekolah dalam hal sistem pembelajaran dan penerapan sistem pembelajaran yang tepat.Memberikan solusi alternatif atas kebuntuan yang melanda praktik pendidikan. (2) Teori pendidikan pembebasan Freire berhasil membongkar praktik-praktik pendidikan mapan yang selama ini dianut oleh sebagian besar Negara-nagara di dunia (termasuk Indonesia), di mana praktik pendidikan tersebut hanyalah melanggengkan dominasi kekuasaan dari kelas yang berkuasa.Sesuai dengan tujuan, maka penelitian kualitatif ini menggunakan metode observasi, dengan menerapkan metode observasi penarikan data di SMAN I Manyaran, Wonogiri. Penelitian ini mengacu pada perubahan pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dari pembelajaran Teacher Centre Learning (TCL) menjadi Student Centre Learning (SCL) di SMA N I Manyaran Wonogiri.Teknik pengumpulan data yang dilakukan meliputi pengamatan, wawancara atau diskusi dan kajian dokumenPenelitian ini menghasilkan simpulan sebagai berikut : (1) Pendidik di SMA Negeri 1 Manyaran memahami bahwa proses pembelajran student centered learning adalah proses yang membutuhkan kreatifitas siswa, kesadaran siswa serta perlunya dilakukan dengan penuh motivasi sehingga tujuan pembelajaran dapat sampai kepada peserta didik. Dan guru disini berkedudukan sebagai fasilitator, tidak perlu berbicara namun dapat memberikan kesimpulan yang relevan dalam proses pembelajarannya. (2) Dalam proses pembelajaran student centered learning di SMA Negeri I Manyaran telah banyak guru yang menjadi fasilitator namun, proses tersebut belum dapat dikatakan sebagai student centered learning (3) Untuk kesiapan peserta didik terbagi menjadi dua kelompok. Yang pertama adalah siswa yang mampu mengikuti proses pembelajaran atau dapat dikatakan sebagai siswa aktif. Dan siswa yang hanya menjadi penonton atau siswa pasif. Hal iini disebabkan dari faktor kesiapan peserta didik itu sendiri, dikarenakan belum memiliki sumber materi yang cukup. Kata kunci : Student Centered Learning, Teacher Centered Learnin
PERAN PENDIDIKAN KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN SIKAP KEMANDIRIAN PADA ANAK (Studi Deskriptif Kualitatif Di Dukuh Pondok Rejo, Kelurahan Lalung, Karanganyar)
ABSTRAKRiya Al Mustaqimah. PERAN PENDIDIKAN KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN SIKAP KEMANDIRIAN PADA ANAK (Studi Deskriptif Kualitatif Di Dukuh Pondok Rejo, Kelurahan Lalung, Karanganyar). Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Sebelas Maret Surakarta. Juli 2015.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pendidikan keluarga sebagai penunjang pembentukan sikap kemandirian pada anak dan proses pelaksanaan pendidikan keluarga pada beberapa keluarga di Dukuh Pondok Rejo.Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa informan, tempat/peristiwa, dan dokumen/arsip. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumen/arsip. Teknik pengambilan informan yang digunakan adalah purposive sampling. Untuk validitas data menggunakan trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendidikan keluarga yang terjadi di Dukuh Pondok Rejo meliputi kontrol orang tua terhadap anak agar tidak melakukan perilaku menyimpang, memberikan pembekalan pengetahuan tentang norma dan nilai yang berlaku di masyarakat sebelum anak siap untuk terjun di masyarakat sebagai warga masyarakat yang siap untuk berkontribusi, dan mendidik anak dengan pendidikan keluarga untuk membentuk sikap kemandirian pada anak.Faktor yang mendukung pendidikan keluarga yaitu anak mampu menyerap pesan yang disampaikan oleh orang tua, keluarga merupakan pendidikan pertama kali bagi anak dan anak tinggal dengan orang tuanya dengan memiliki banyak waktu untuk berinteraksi lebih intens, kemudian anak menyadari bahwa anak masih membutuhkan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.Hambatan yang terjadi yaitu ketika terjadi perbedaan pendapat antara orang tua dan anak, anak tidak menyukai cara orang tua menyampaikan pesan, begitu pula sebaliknya, dan kurangnya pemahaman karakter antara orang tua dan anak. uhkan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.Solusi yang ditempuh yaitu musyawarah untuk membicarakan kembali masalah yang terjadi antara orang tua dan anak, orang tua atau pun anak saling mengerti satu sama lain, dan anak memposisikan diri ketika terjadi konflik dengan orang tua. Kata kunci : pendidikan keluarga, sikap kemandiria
AKSI BULLYING DI KALANGAN SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS WILAYAH SURAKARTA TAHUN 2014/2015
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon korban terhadap aksi bullying verbal yang dialami, kondisi korban pasca bullying verbal, respon dari teman sebaya, dan respon dari pihak sekolah terhadap aksi bullying verbal di kalangan siswa SMA wilayah Surakarta tahun 2014/2015.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan studi kasus. Teknik pengambilan data angket, Focus Group Discussion, wawancara mendalam, dan penelusuran data online. Sumber data penelitian berasal dari data primer yaitu siswa dan guru serta data sekunder seperti media cetak media online serta dokumen angket yang telah tersebar di empat sekolah.Dalam penelitian ini korban dan teman sebaya mayoritas memilih diam dan tidak melaporkan aksi bullying verbal ke pihak sekolah. Pasca bullying verbal terdapat tiga kondisi, yang pertama korban menjadi ketergantungan akan aksi tersebut, kedua korban yang awalnya di-bully akhirnya menjadi pelaku bullying verbal dan ketiga akan timbul struktur aksi baru yaitu aksi bullying fisik. Guru yang mengetahui aksi ini merespon dengan memberi nasehat dan arahan agar siswa tidak mengulangi aksi bullying tersebut.Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kebenaran adanya dualitas struktur serta adanya kekuasaan, fasilitas dan dominasi yang ada di dalam bullying verbal. Dalam penelitian ini memunculkan struktur baru akibat lemahnya kontrol dari sekolah yang dapat dianalisis menggunakan dulaitas struktur. Kata Kunci : bullying verbal, pendidikan karakter, dualitas struktur, respon
PENGARUH PENGGUNAAN METODE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISSION (STAD) DAN METODE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SEMESTER GANJIL DI SMA NEGERI 1 SAMBUNGMACAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015
ABSTRAKRoma Tri Pamungkas. K8410050. PENGARUH PENGGUNAAN METODE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISSION (STAD) DAN METODE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SEMESTER GANJIL DI SMA NEGERI 1 SAMBUNGMACAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret. Mei 2015.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh penggunaan metode Student Teams Achievement Divission (STAD) terhadap hasil belajar siswa (2) pengaruh penggunaan metode Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar siswa (3) perbedaan pengaruh penggunaan metode Student Teams Achievement Divission (STAD) dan metode Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar siswa. Adapun penelitian ini dilakukan pada kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Sambungmacan. Penelitian ini bersifat eksperimental. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Sambungmacan Tahun Pelajaran 2014/2015. Sampel penelitian sebanyak tiga kelas diambil dengan teknik multistage cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, tes, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis uji dua pihak.Hasil penelitian menunjukkan: (1) Ada perbedaan penggunaan metode STAD dan metode NHT terhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Sambungmacan. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan rata-rata metode STAD sebesar 13,57 dan rata-rata metode NHT sebesar 15,80 dengan ρ= 0.065 (cukup signifikan). (2) Ada pengaruh penggunaan metode STAD dan metode NHT terhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Sambungmacan. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan harga F= 3.441; ρ= 0.065 (cukup signifikan). (3) Besar pengaruh penggunaan metode STAD dan metode NHT terhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Sambungmacan sebesar 22%.Kesimpulan penelitian adalah ada perbedaan penggunaan metode STADdan metode NHT terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Sambungmacan. Nilai rata-rata kelas NHT lebih tinggi daripada nilai rata-rata pada kelas STAD. Metode belajar memberikan pengaruh terhadap hasil belajar sosiologi siswa yaitu sebesar 22% sedangkan 78% dipengaruhi oleh faktor lain.Kata Kunci : Hasil Belajar Sosiologi, metode Student Teams Achievement Divission (STAD), metode Numbered Head Together (NHT
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI KELAS X-1 SMA MUHAMMADIYAH 2 KLATEN DI DELANGGU TAHUN PELAJARAN 2014/2015
Penelitian ini dilakukan SMA Muhammadiyah 2 Klaten Delanggu Kelas X-1 dengan tujuan mengetahui pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan hasil belajar Sosiologi kelas X-1 SMA Muhammadiyah 2 Klaten Di Delanggu tahun pelajaran 2014/2015.Populasi dalam penelitian ini Kelas X dengan jumlah sampel di kelas X-1 sebanyak 20 siswa.Penelitian dengan menerapkan strategi Student Team Achievement Division (STAD) denganmenggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dalam 2 (dua) siklus dengan menggunakan strategi pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) (STAD) pada pembelajaran mata pelajaran Mata Pelajaran Sosiologi di kelas X-1 SMA Muhammadiyah 2 Klaten Di Delanggu pada semester Genap tahun pelajaran 2014/2015 seperti yang telah dijelaskan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa : 1) Berdasarkan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas X. Pada siklus 1 diperoleh nilai rata-rata sebesar 75,35 dan siklus 2 diperoleh nilai rata-rata sebesar 81,15. Jadi dari diagram diatas dapat diketahui bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achiement Division) terbukti dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik siswa kelas X-1 Muhammadiyah 2 Klaten Di Delanggu. 2) PenerapanStudent Team Achievement Division (STAD) pada Pelajaran Sosiologi juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XSMA Muhammadiyah 2 Klaten Di Delanggu pada semester Genap tahun pelajaran 2014/2015 dari katagori cukup menjadi baik dan selama mengikuti proses pembelajaran siswa merasa lebih senang dan suasana kelas lebih hidup.Kata Kunci :Student Team Achievement Division (STAD
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X IIS 2 SMA N 8 SURAKARTA TAHUN 2014/2015
Abstrak Desra Putri Devi. K8411020. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X IIS 2 SMAN 8 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret. April 2015.Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi kelas X IIS 2 SMAN 8 Surakarta tahun pelajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Number Heads Together (NHT).Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakam dalam dua siklus. Setiap siklusnya terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IIS 2 SMAN 8 Surakarta yang terdiri dari 30 siswa. Sumber data utama berasal dari guru dan siswa. Teknik utama yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, sedangkan teknik pendukung menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Number Heads Together (NHT) dapat meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran Sosiologi siswa kelas X IIS 2 SMAN 8 Surakarta. Berdasarkan hasil dari tahap pra tindakan, siklus 1 dan siklus 2 selalu mengalami peningkatan. Pada tahap pra tindakan rata-rata 61,07 kemudian meningkat pada siklus 1 menjadi 71,45 dan meningkat lagi menjadi 81,37 pada siklus kedua. Sedangkan pada aspek afektif terjadi peningkatan dari 65,1 pada siklus pertama menjadi 81,2 pada siklus kedua.Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Number Heads Together (NHT) dapat meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran Sosiologi siswa kelas X IIS 2 SMAN 8 Surakarta. Kata Kunci : Penelitian Tindakan Kelas, Number Heads Together (NHT), Prestasi belajar.
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNINGUNTUKMENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI SISWA KELASX-9 SMA NEGERI EBAKKRAMAT TAHUN PELAJARAN 2014/2015
Agnes Budiati Novitasari. K8411002. PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA DI KELAS X-9 SMA NEGERI KEBAKKRAMAT TAHUN PELAJARAN 2014/2015. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2015.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi kelas X-9 SMA Negeri Kebakkramat Tahun Pelajaran 2014/2015.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi dan refleksi atas tindakan yang telah dilakukan. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-9 SMA Negeri Kebakkramat tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 35 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik utama dalam pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, sementara teknik pendukung dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Problem Based Learning dapat meningkatkan prestasi belajar Sosiologi siswa di kelas X-9 SMA Negeri Kebakkramat. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan prestasi belajar siswa pada pra siklus dengan nilai rata – rata 70,11 meningkat menjadi 79,74 pada siklus I dan 88,05 pada siklus II.Simpulan penelitian ini adalah penerapan Problem Based Learning dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X-9 SMA Negeri Kebakkramat Tahun Pealajaran 2014/2015.Kata kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Problem Based Learning, Prestasi Belajar Siswa
. KOMPARASI METODE TALKING STICK DAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) SERTA PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 8 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015
ABSTRAK Putri Zunaida Hanafi. K8411058. KOMPARASI METODE TALKING STICK DAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) SERTA PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 8 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universtas Sebelas Maret. Agustus 2015.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan penggunaan metode Talking Stick dan metode Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar sosiologi siswa; (2) Pengaruh penggunaan metode Talking Stick dan metode Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar sosiologi siswa; (3) Besar pengaruh penggunaan metode Talking Stick dan metode STAD terhadap hasil belajar sosiologi siswa. adapun penelitian ini dilakukan pada kelas XI IIS di SMA Negeri 8 Surakarta.Penelitian ini merupakan penelitian kausal komparatif dengan desain penelitian eksperimen semu. Populasi dari penelitian ini yaitu seluruh siswa SMA Negeri 8 Surakarta Tahun Ajaran 2014/2015 dengan jumlah 796. Sampel penelitian yaitu sebanyak dua kelas XI diambil dengan teknik multistage cluster random sampling. Pegumpulan data menggunakan teknik tes, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Uji-t Dua variabel Independent.Hasil penelitian menunjukkan : (1) Terdapat perbedaan penggunaan metode Talking Stick dan metode Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IIS SMA Negeri 8 Surakarta. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan rata-rata kelas metode Talking Stick sebesar 76,19 dan rata-rata kelas metode Student Teams Achievement Division (STAD) sebesar 80,00 dimana selisihnya sebesar 3,80 dengan signifikansi 0,004 (sangat signifikan). (2) Terdapat pengaruh penggunaan metode Talking Stick dan metode STAD terhadap hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IIS SMA Negeri 8 Surakarta. Hal ini dapat dilihat dengan harga t sebesar 3,119 dengan signifikansi sebesar 0,004 (sangat signifikan). (3) Besar pengaruh penggunaan metode Talking Stick dan metode Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IIS SMA Negeri 8 Surakarta yaitu sebesar 7%.Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan penggunaan metode Talking Stick dan metode Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IIS SMA Negeri 8 Surakarta. Nilai rata-rata kelas metode Talking Stick lebih tinggi daripada kelas metode Student Teams Achievement Division (STAD). Metode pembelajaran memberikan pengaruh sebesar 7% sedangkan 93% dipengaruhi oleh faktor lain.Kata Kunci : Hasil belajar Sosiologi, Metode Talking Stick, Metode Student Teams Achievement Division