SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
432 research outputs found
Sort by
PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KEGIATAN EKTRAKURIKULER PALANG MERAH REMAJA (PMR) PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015-2016
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara yang dilakukan PMR SMP Negeri 1 Surakarta dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa.Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Surakarta dengan teknik pemilihan informan berupa purposif sampling. Informan yang dipilih dalam penelitian ini adalah pembina PMR SMP Negeri 1 Surakarta, pelatih SMP Negeri 1 Surakarta, koordinator guru BK SMP Negeri 1 Surakarta, dan siswa yang merupakan anggota PMR SMP Negeri 1 Surakarta. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder melalui teknik wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Uji validitas data menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode. Analisis data dalam penelitian diawali dengan pengumpulan data, mereduksi data, menyajikan data, dan terakhir menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara yang dilakukan oleh PMR SMP Negeri 1 Surakarta dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa adalah melalui adalah (1) cara yang dipraktekkan terlebih dahulu oleh pembina/pelatih mengenai nilai karakter yang akan ditanamkan (2) pembiasaan melalui kegiatan sehari-hari dan (3) kegiatan lapangan yang melibatkan siswa secara langsung. Nilai karakter yang ditanamkan dalam kegiatn ektrakurikuler PMR adalah peduli lingkungan, peduli sosial , tanggung jawab, kemandirian, religius, toleransi, disiplin. Kendala yang dihadapi dalam menanmkan nilai-nilai karakter melalui kegiatan ektrakurikuler PMR adalah tingkat kebosanan siswa dalam kegiatan pemberian materi sehingga diatasi dengan memperbanyak kegiatan lapangan. Kata Kunci : SMP Negeri 1 Surakarta, Kegiatan Ekstrakurikuler PMR, Pendidikan Karakter, Penanaman Nilai-Nilai Karakter
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI KELAS XI IPS 1 SMA N 3 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2015/2016
ABSTRAKElvita Nila Ratih. K8412025. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI KELAS XI IPS 1 SMA N 3 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Januari 2016. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pokok konflik sosial (kekerasan dan integrasi sosial) dan hubungan antara mobilitas sosial dengan struktur sosial dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Boyolali Tahun Pelajaran 2015/2016. Sumber data adalah guru dan siswa. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara, kajian dokumen, dan tes. Analisis data menggunakan teknik analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil Penelitian dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi konflik sosial (kekerasan dan integrasi sosial) dan hubungan antara struktur dan mobilitas sosial. Dalam penelitian ini, hasil belajar siswa yang dimaksud meliputi hasil belajar kognitif. Berdasarkan data yang diperoleh nilai rata-rata kelas hasil belajar siswa pratindakan adalah 72,63 kemudian meningkat pada siklus I hasil belajar siswa menjadi 77,67, dan meningkat lagi pada siklus II nilai rata-rata kelas menjadi 86,13. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) terbukti dapat meningkatkan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Boyolali Tahun Pelajaran 2015/2016 Kata kunci : Penerapan, Berbasis Masalah (problem based learning), Hasil Belajar, Sosiolog
PEMANFAATAN FILM DOKUMENTER DALAM PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI GONDANGREJO TAHUN PELAJARAN 2015/2016
ABSTRAKPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar mata pelajaran Sosiologi siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri Gondangrejo tahun pelajaran 2015/2016 melalui pemanfaatan film dokumenter dalam pembelajaran inkuiri. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus .Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri Gondangrejo sebanyak 34 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dalam penelitian dapat disimpulkan bahwa: ada peningkatan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri Gondangrejo melalui pemanfaatan film dokumenter dalam pembelajaran inkuiri. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dapat dilihat dari hasil analisis data pada pra tindakan diperoleh 5,88%, pada siklus I 47,06% dan meningkat pada siklus II menjadi 85,29%. Hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan dari nilai rata-rata kelas 65,68 pada pratindakan, menjadi 75,09 pada siklus I dan meningkat menjadi 80,09 pada siklus II dengan prosentase ketuntasan siswa sebesar 38,24% pada pra tindakan, menjadi 55,88% pada siklus I dan 82,35% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pemanfaatan film dokumenter dalam pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri Gondangrejo. Tahun Pelajaran 2015
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMET) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI KELAS XI IPS 3 SMA N 3 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2015/2016
ABSTRAK Shinta Arwidya. K8412074 . PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE (TEAM GAMES TOURNAMENT) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI KELAS XI IPS 3 SMA N 3 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Skripsi,Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ,Universitas Sebelas Maret Surakarta,Juni 2016. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS 3 SMA N 3 Boyolali tahun pelajaran 2015/2016 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) Pada materi Kelompok Sosial Dalam Perkembangan Masyarakat Multikultural.Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 3 SMA N 3 Boyolali sebanyak 32 siswa .Teknik Pengumpulan data adalah dengan observasi,tes, wawancara dan dokumentasi.Teknis analisis data secara kualitiatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan keaktifan belajar siswa pada kegiatan pratindakan dengan perolehan 6,25%,kemudian meningkat pada siklus I menjadi 56,25 % dan meningkat pada siklus II dengan perolehan 81,75%.Peningkatan hasil belajar siswa diamati dari peningkatan nilai rata-rata pra tindakan dengan perolehan 66,62 atau 28,00% kemudian meningkat pada siklus I sebesar 80,82 atau 87,50% kemudian pada siklus II sebesar 84,06 atau 96,88% .Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menggunakan tipe TGT (Team Games Tournament) dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa XI IPS 3 SMA N 3 Boyolali pada mata pelajaran sosiologi. Kata Kunci : Penelitian Tindakan Kelas,tipe Team Games Tournament),Keaktifan,Hasil Belajar
INTERAKSIONISME SIMBOLIK DALAM PENDIDIKAN KARAKTER PADA KEGIATAN PRAMUKA DI SMA NEGERI 1 MOJOLABAN
ABSTRAKMuhammad Bahtiar Taufiqur Rohman. K8411048. “INTERAKSIONISME SIMBOLIK PADA KEGIATAN PRAMUKA DI SMA NEGERI 1 MOJOLABAN”. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret. September 2016. Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) persepsi peserta didik terhadap kegiatan Pramuka yang diselenggarakan di SMA Negeri 1 Mojolaban; (2) bentuk-bentuk kegiatan kepramukaan di SMA Negeri 1 Mojolaban; (3) dampak kegiatan Pramuka di SMA Negeri 1 Mojolaban terhadap perilaku peserta didik.Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data berasal dari wawancara, observasi, serta dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan tujuh informan, yang terdiri dari dua peserta didik yang dianggap rajin (aktif) mengikuti kegiatan Pramuka dan dua peserta didik yang dianggap malas (pasif) mengikuti kegiatan Pramuka. Informan lainnya adalah satu pembina Pramuka dan dua Dewan Ambalan sebagai pembantu pembina Pramuka. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan informan dengan cara purposive sampling. Dalam melakukan uji validitas data, yang dilakukan yaitu dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan data (verifikasi data).Hasil penelitian menunjukkan: (1) Persepsi peserta didik terhadap kegiatan Pramuka di SMA Negeri 1 Mojolaban adalah (a) ikut Pramuka karena aturan wajib, (b) menegangkan, (c) membosankan; (2) Bentuk kegiatan Pramuka di SMA Negeri 1 Mojolaban adalah (a) kedisiplinan, (b) mencatat, (c) minim komunikasi dalam kegiatan; (3) Peserta didik menjadi objek dalam balutan kegiatan Pramuka sesuai konsep “me” menurut Mead.Kesimpulan penelitian ini adalah realisasi kegiatan wajib Pramuka di SMA Negeri 1 Mojolaban tidak menunjukkan pembentukan karakter, dan membentuk diri peserta didik menjadi objek atau “Me” menurut Mead. Kata Kunci : Interaksionisme Simbolik, “I” dan “Me”, Kegiatan Pramuka, Pendidikan Karakter.
Upaya Mempertahankan Tradisi Nyadran Di Tengah Arus Modernisasi (Studi Diskriptif Kualitatif Di Kampung Krenen, Kelurahan Kriwen, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo)
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan masyarakat dalam mempertahankan tradisi nyadran di tengah arus modernisasi di Kampung Krenen, Kelurahan Kriwen, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan bentuk pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus tunggal terpancang. Sumber data diperoleh dari narasumber dan dokumentasi. Teknik Sampling diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Untuk mencari validitas data menggunakan trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tradisi nyadran di Kampung Krenen tercipta dari pemikiran para leluhur yang melihat kebiasaan masyarakat Kampung Krenen yang hampir setiap hari melakukan ziarah kubur. Dari sini mereka membuat kesepakatan bersama bahwa ziarah kubur dilakukan secara bersama-sama dengan tujuan untuk menyatukan warga masyarakat Kampung Krenen. Untuk itu tradisi nyadran ini perlu dipertahankan sebagai sarana pengikat solidaritas masyarakat yang telah terbentuk. Simpulan penelitian ini adalah upaya yang dilakukan masyarakat Kampung Krenen dalam mempertahankan tradisi nyadran antara lain: (1) Lembaga Keluarga dapat membiasakan anak sejak dini mengikuti tradisi nyadran. (2) Lembaga masyarakat melibatkan generasi muda dalam tradisi nyadran dan memberikan pelatihan-pelatihan dalam melakukan tradisi nyadran, serta perlu pendokumentasian yang dapat dijadikan pelajaran dan mengembangkan tradisi yang ada. (3) Lembaga pemerintah dan tokoh adat dapat bekerja sama memberikan pemahaman tradisi nyadran kepada masyarakat untuk menumbuhkan kepercayaan akan pentingnya tradisi nyadran yang selama ini dilakukan. Kata kunci : nyadran, modernisasi, tradisi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAME TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI PADA SISWA KELAS XI IIS 1 SMA NEGERI 1 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar mata pelajaran Sosiologi pada materi integrasi dan reintegrasi sosial siswa kelas XI IIS 1 SMA Negeri 1 Boyolali tahun pelajaran 2015/2016 dengan cara menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas kegiatan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IIS 1 SMA N 1 Boyolali sebanyak 34 siswa. Sumber data penelitian ini adalah guru dan siswa. Teknik pengumpulan data utama adalah observasi dan tes sementara teknik pengumpulan data pendukung menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan motivasi belajar peserta didik, pada siklus I diperoleh sebesar 11 siswa termotivasi atau sebesar 33,40% kemudian meningkat pada siklus II diperoleh sebesar 14 siswa atau 42,01%. Hasil belajar siswa menunjukan peningkatan dari nilai rata-rata kelas 78,35 dengan persentase ketuntasan sebesar 52,94% pada pratindakan meningkat menjadi 81,17 dengan persentase ketuntasan siswa 67.64% pada siklus I dan kembali meningkat menjadi 87,88 dengan persentase ketuntasan 85.29% pada siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar mata pelajaran Sosiologi pada siswa kelas XI IIS 1 SMA Negeri 1 Boyolali Kata kunci : Penelitian Tindakan Kelas, Team Game Tournament, Motivasi belajar, Hasil Belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATI DENGAN TIPE THE POWER OF TWO UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X IPS 3 SMA BATIK 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016
Abstrak Singgih Bayu Pamungkas. K8412076. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATI DENGAN TIPE THE POWER OF TWO UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X IPS 3 SMA BATIK 1 SURAKARTATAHUN AJARAN 2015/2016. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Maret 2016.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada materi pokok gejala sosial (definisi, macam-macam faktor penyebab, macam-macam, contoh, dampak, dan cara mengatasi gejala sosial) dengan menerapkan Model Pembelajaran Kooperati Dengan Tipe The Power Of Two Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Sosiologi Kelas X Ips 3 SMA Batik 1 Surakarta Tahun Ajaran 2015/2016.Sumber data adalah guru dan siswa. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara, kajian dokumen, dan tes. Analisis data menggunakan teknik analisis secara kuantitatif dan kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan belajar peserta didik pada kegiatan pra tindakan dengan perolehan sebesar 17,39%, kemudian meningkat pada siklus I dengan perolehan sebesar 62,06% dan meningkat pada siklus II dengan perolehan sebesar 78,80%. Peningkatan hasil belajar peserta didik dilihat dari nilai rata – rata post test yang diperoleh yang diawali dengan kegiatan pra tindakan dengan perolehannya sebesar 73,39 atau 69,4%, kemudian meningkat pada siklus I sebesar 76,84 atau 74,69% kemudian meningkat lagi pada siklus II sebesar 80,73 atau 86,06%. Untuk keaktifan guru setiap siklusnya terjadi peningkatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menggunakan tipe pembelajaran The Power Of Two dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas X IPS 3 SMA BatikI Surakarta mata pelajar sosiologi. Kata kunci : Penelitian tindakan kelas, tipe The Power Of Two, Keaktifan, dan Hasil Belajar.
“PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI DI KELAS XI IIS 5 SMA NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Abstrak Kurnia Anandita Widyaningrum. K8412039. PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAM GAME TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI DI KELAS XI IIS 5 SMA NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Skripsi, Surakarta; Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Univesitas Sebelas Maret. Januari 2016.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan minat dan hasil belajar sosiologi peserta didik klas XI IIS 5 SMA Negeri 2 Surakarta tahun pelajaran 2015/2016 melalui penerapan model Cooperative Learning tipe Team Game Tournament (TGT).Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah pesrta didik kelas XI IIS 5 SMA Negeri 2 Surakarta dengan jumlah 30 peserta didik. Teknik utama pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi dan test, sementara teknik pengumpulan data pendukung menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualititatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Cooperative Learning tipe Team Game Tournament (TGT) dapat meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran sosiologi di kelas XI IIS 5 SMA Negeri 2 Surakarta tahun pelajaran 2015/2016. Pada pra tindakan minat belajar peserta didik 20%, meningkat menjadi 46,67% pada siklus I, dan meningkat menjadi 80% pada siklus II. Pada pra tindakan hasil belajar peserta didik menunjukkan rata-rata 2,44, meningkat menjadi 2,83 pada siklus I, dan meningkat menjadi 3,21 pada siklus II.Simpulan penelitian ini adalah penerapan model Cooperative Learning tipe Team Game Tournament dapat meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran sosiologi kelas XI IIS 5 SMA Negeri 2 Surakarta. Kata kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Team Game Tournament (TGT), Minat belajar, Hasil Belajar
PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP KONFLIK ANTAR OKNUM PERGURUAN SILAT (Studi Fenomenologi Mengenai Konflik Antar Oknum Perguruan Silat di Kabupaten Madiun)
ABSTRAKAli Firmansyah. K8408024.PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP KONFLIK ANTAR OKNUM PERGURUAN SILAT ( Studi Fenomenologi Mengenai Konflik Antar Oknum Perguruan Silat di Kabupaten Madiun ).Skripsi: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. April 2016.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui persepsimasyarakat terhadap konflik yang melibatkan oknum Perguruan Pencak Silat di Kabupaten Madiun. (2) Untuk mengetahui dampak-dampak yang ditimbulkan dari adanya konflik yang melibatkan oknum Perguruan Pencak Silat di Kabupaten Madiun(3) Untuk mengetahui upaya dari pihak perguruan, pemerintah dan aparat keamanan dalam mecegah terjadinya konflik yang melibatkan oknum Perguruan Pencak Silat di Kabupaten MadiunPenelitian inimenggunakan metode pendekatan kualitatif yang mengarah pada jenis penelitian studi kasus tunggal terpancang yang berusaha mengungkap, dan menjelaskan sebuah kasus tertentuserta berusaha memberikan saran maupun evaluasi terhadapnya. Teknik pemilihan informannya menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknikpengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Adapun validitas datanya menggunakantringgulasi data dan trianggulasi teori. Teknik analisis data yang dipakai menggunakan model analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konflik yang melibatkan Oknum dari Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate dan Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo di Kabupaten Madiun memunculkan persepsi yang beragam dari masyarakat baik itu negatif maupun positif. Terbaginya persepsi masyarakat ini disebabkan oleh faktor komunikasi yang belum berjalan selaras. Kuranglengkapnya informasi yang diperoleh masyarakat menimbulkan prasangka (Ketidaktahuan) yang berbuah desas-desus dan kecurigaan sehingga pelabelan terhadap kelompok yang sering melakukan konflik belum sepenuhnya hilang. Perasaan was-was, dan tidak nyaman masih dirasakan masyarakat sebagai dampak dari konflik. Keadaan antagonistik pun masih kuat terasa pada masyarakat di tataran bawah, terutama ketika agenda masing-masing perguruan pencak silat ini tiba di bulan Suro. Penafsiran Nilai-nilai luhur ajaran perguruan yang berbeda oleh sejumlah oknum mengindikasikan belum berhasilnya upaya pembinaan yang dilakukan. Lemahnya sistem sanksi dan kontrol masyarakat juga menjadi kendala sulitnya aparat dalam mengusut permasalahan dari konflik sehingga perlanggaran cenderung diulang. Menindaklanjuti hal ini pihak perguruan, pemerintah maupun aparat keamanan telah berusaha melakukan upaya pembinaan, ikrar, koordinasi, pengamanan, dan kemudian membentuk Paguyuban Pencak Silat serta mengusulkan rebranding Kabupaten menjadi “Madiun Kampung Pesilat”. Kata kunci : Fenomenologi, Konflik,Pencak Silat, Persepsi Masyaraka