SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
432 research outputs found
Sort by
SOLIDARITAS KELOMPOK ORGANISASI PENCAK SILAT CABANG KABUPATEN PONOROGO (STUDI KASUS KONFLIK ANGGOTA PENCAK SILAT SETIA HATI TERATE VS SETIA HATI WINONGO)
ABSTRAKRickaIntanSetyani. K8411062. HUBUNGAN ANTARA PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN MINAT BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA XI IPS SMA NEGERI KEBAKKRAMAT TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Skripsi, Surakarta :FakultasKeguruandanIlmuPendidikan. UniversitasSebelasMaret. Januari. 2016.Penelitianbertujuanuntukmengetahui : (1) Hubunganantarapemanfaatan media pembelajarandenganhasilbelajarSosiologisiswakelas XI IPS SMA NegeriKebakkramattahunpelajaran 2015/2016. (2) HubunganantaraminatbelajardenganhasilbelajarSosiologisiswakelas XI IPS SMA NegeriKebakkramattahunpelajaran 2015/2016. (3) Hubunganantarapemanfaatan media pembelajarandanminatbelajardenganhasilbelajarSosiologisiswakelas XI IPS SMA NegeriKebakkramattahunpelajaran 2015/2016.Metode yang digunakandalampenelitianiniyaitumetodepenelitiankuantitatif. Populasipenelitianiniadalahseluruhsiswakelas XI IPS SMA NegeriKebakkramat. Sampel yang digunakansejumlah 106 siswadiambildenganteknikmultistage cluster random sampling. Teknikpengumpulan data dilakukandenganangketdandokumentasi. Teknikanalisis data yang digunakanadalahanalisisregresiganda.Hasilpenelitianmenunjukkan : (1) Terdapathubungan yang signifikanantarapemanfaatan media pembelajarandenganhasilbelajarSosiologisiswakelas XI IPS SMA NegeriKebakkramattahunpelajaran 2015/2016. Berdasarkanhasilanalisisregresi linier bergandadiperolehnilaisignifikansi<0,05, yaitu 0,001. Jadidapatdinyatakanbahwakorelasisignifikan, denganhasilkorelasisebesar 0,305. (2) Terdapathubungan yang signifikanantara minatbelajardenganhasilbelajarSosiologisiswakelas XI IPS SMA NegeriKebakkramattahunpelajaran 2015/2016. Berdasarkanhasilanalisisregresi linier bergandadiperolehnilaisignifikansi<0,05, yaitu 0,000. Jadidapatdinyatakanbahwakorelasisangatsignifikan, denganhasilkorelasisebesar 0,413. (3)Terdapathubungan yang signifikanantarapemanfaatan media pembelajarandanminatbelajardenganhasilbelajarSosiologisiswakelas XI IPS SMA NegeriKebakkramattahunpelajaran 2015/2016. Berdasarkanhasilanalisisregresi linier bergandadiperolehFhitung (14,029) >Ftabel (3,08), dengansignifikansi<0,05, yaitu 0,000. Jadidapatdinyatakanbahwakorelasisignifikan.Hasilpenelitianmenunjukkansumbanganrelatifvariabel X1denganvariabel Y sebesar 30,57%.Sumbanganrelatifvariabel X2denganvariabel Y sebesar 69,39%. Diperoleh sumbanganefektifvariabel X1denganvariabel Y sebesar 6,55%.Sumbanganefektifvariabel X2denganvariabel Y sebesar 14,85%.Kata kunci :HasilBelajarSosiologi, Media pembelajaran, Minatbelajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS 5 SMA NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016
AbstrakDyah Fitri Utami K8411074. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS 5 SMA NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Skipsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. 2016.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar sosiologi melalui pelaksanaan tindakan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing pada siswa kelas XI IPS 5 SMA Negeri 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS 5 SMA Negeri 2 Surakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis diskriptif kualitataif dan kuantitatifHasil penelitian dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi stratifikasi sosial, ditinjau dari aspek pengetahuan, sikap, dan ketrampilan. Rata-rata hasil belajar pada saat pratindakan mendapatkan perolehan aspek kognitif sebesar 2,42, sedangkan pada aspek sikap sebesar 1,43 dan pada aspek keterampilan menunjukkan hasil 1,85. Sedangkan rata-rata hasil belajar pada siklus I mengalami peningkatan daripada pratindakan. Rata-rata hasil belajar aspek kognitif siklus I sebesar 2,9, sedangkan pada aspek sikap sebesar 2,39, dan pada aspek keterampilan menunjukkan hasil 2,34. Rata-rata hasil belajar pada siklus II menunjukkan hasil meningkat yaitu perolehan pada aspek kognitif mendapat rata-rata 3,13, sedangkan aspek sikap sebesar 2,93, dan pada aspek ketrampilan sebesar 3.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar sosiologi pada siswa kelas XI IPS 5 SMA Negeri 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : Model, Pembelajaran Kooperatif, Snowball Throwing, Hasil Belajar
IMPLEMENTASI NILAI KEDISIPLINAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (Studi Deskriptif Kualitatif di SMA Kristen Widya Wacana Surakarta)
ABSTRAKRosary Putri Santika. K8412072. IMPLEMETASI NILAI KEDISIPLINAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH MENEGAH ATAS (Studi Deskriptif Kualitatif di SMA Kristen Widya Wacana Surakarta). Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2016.Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui bentuk implementasi nilai kedisiplinan pendidikan karakter di SMA Kristen Widya Wacana Surakarta, (2) Untuk mengetahui peran guru dan sekolah dalam implementasi nilai kedisiplinan pendidikan karakter di SMA Kristen Widya Wacana Surakarta, (3) Untuk mengetahui hambatan yang dihadapi dalam implementasi nilai kedisiplinan pendidikan karakter di SMA Kristen Widya Wacana Surakarta.Penelitian ini dilakukan di SMA Kristen Widya Wacana Surakarta. Bentuk penelitan adalah penelitian kualitatif dengan strategi pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari para guru, siswa dan karyawan SMA Kristen Widya Wacana Surakarta dalam memperoleh informasi mengenai implementasi pendidikan karakter. Sampling diambil dengan teknik purposive sampling yang dilakukan tanpa persiapan tetapi mengambil orang pertama yang dijumpai untuk mendapatkan sampling berikutnya sehingga mendapatkan data lengkap dan mendalam. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara mendalam yang dilakukan dengan para guru serta siswa dan karyawan SMA Kristen Widya Wacana Surakarta serta dokumentasi karena dirasa lebih tepat dengan topik dalam penelitian. Validitas data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan teknik analisis interaktif yakni dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan (1) bentuk - bentuk implementasi kedisiplinan yang diterapkan oleh sekolah yaitu melalui aturan atau tata tertib, razia dan pemberian sanksi kepada siswa – siswi yang didapati melanggar peraturan, (2) guru yang seharusnya mampu menjadi model atau contoh bagi para siswa namun masih saja didapati guru yang melanggar peraturan, (3) peran sekolah dalam implementasi nilai kedisiplinan sudah cukup bagus yaitu melalui sosialisasi kepada siswa – siswi baru dan juga melalui peraturan yang ada, (4) hambatan utama dalam implementasi nilai kedisiplinan pendidikan karakter oleh sekolah yaitu berasal dari latar belakang keluarga serta pergaulan siswa, (5) pelaksanaan paraturan atau tata tertib sebagai proses pendisiplinan lebih ditekankan pada siswa, tetapi tidak terlalu diterapkan bagi warga sekolah lainnya. Kata Kunci : pendidikan karakter, pendisiplinan, teori struktural fungsional Tallcot Parson
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X-3 PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI SMA NEGERI KEBAKKRAMAT TAHUN AJARAN 2015/2016
ABSTRAK Nisaul ‘Azmi Hajar. K8412057. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X-3 PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI SMA NEGERI KEBAKKRAMAT TAHUN AJARAN 2015/2016. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Mei 2016. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X-3 SMA Negeri Kebakkramat tahun ajaran 2015/2016 pada mata pelajaran sosiologi melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan 3 kali pertemuan setiap siklusnya. Setiap siklus terdiri dari beberapa tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Siklus pertama dan kedua membahas materi pokok penyimpangan sosial. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-3 SMA N Kebakkramat Tahun Ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 38 siswa. Teknik utama dalam pengumpulan data dilakukan dengan cara tes dan observasi, sementara teknik pendukung dengan menggunakan wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X-3 mulai dari pratindakan, siklus I dan siklus II, yaitu 67,65 pada tahap pratindakan meningkat menjadi 75,65 pada siklus I dan kembali meningkat menjadi 80,86 pada siklus II. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar sosiologi siswa kelas X-3 SMA N Kebakkramat. Kata Kunci : Penelitian Tindakan Kelas, Problem Based Learning (PBL), Hasil Belajar
PEMAKNAAN PERILAKU SOSIAL PELAJAR DI SEKOLAH (Studi Fenomenologi pada Pelajar SMA Batik 1 Surakarta)
ABSTRAK Viera Maulina. K8411070. PEMAKNAAN PERILAKU SOSIAL PELAJAR DI SEKOLAH (STUDI FENOMENOLOGI PADA PELAJAR SMA BATIK 1 SURAKARTA). Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Januari 2016.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bentuk perilaku pelajar SMA Batik 1 Surakarta di sekolah (2) pemaknaan pelajar SMA Batik 1 Surakarta terhadap aktivitasnya di sekolah (3) simulasi pendidikan berlangsung dalam aktivtas keseharian pelajar SMA Batik 1 Surakarta di sekolah. Adapun penelitian ini dilakukan pada kalangganpelajar SMA Batik 1 Surakarta.Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data primer berasal dari data wawancara informan dan aktivitas yang dilakukannya dan sumber data sekunder berasal dari observasi pasif yang dilakukan peneliti. Teknik pengambilan informan dilakukan secara purposive sampling. Informan dalam penellitian ini adalah pelajar SMA Batik 1 Surakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Uji validitas data menggunakan triangulasi data. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat tiga perilaku pelajar di sekolah, yakni perilaku pelajar dalam mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran di sekolah, perilaku dalam mensiasati kebosanan selama proses pembelajaran dan perilaku dalam meringankan beban proses pembelajaran. (2) aktivitas di sekolah dimaknai sebagai sesuatu yang membebani pelajar (3) berlangsungnya simulasi pendidikan tercermin dari penciptaan hiperrealitas di dalam ruang simulakrum sekolah bahwa aktivitas sekolah hanya berkutat pada belajar akademik, pelajar adalah sosok individu yang sudah pasti cerdas, selalu mendapat nilai bagus, lulus dengan nilai memuaskan, menjadi orang sukses, dan kelak mampu memperoleh pekerjaan yang berkelas.Kesimpulan penelitian ini adalah pelajar memaknai aktivitasnya di sekolah sebagai suatu aktivitas yang membebani. Hal tersebut terjadi karena di balik aktivitas pembelajaran di sekolah yang berbasis pendidikan ternyata terdapat sejumlah hiperrealitas yang menjadi tujuan para pelajar mengikuti aktivitas pembelajaran. Sehingga pada kenyataannya pelajar berusaha mengatasi realitas yang ada dengan segala kekurangan yang dimiliki untuk mencapai hiperrealitas dengan melakukan aktivitas sekolah berbasis simulasi. Kata kunci: Aktivitas Sekolah, Perilaku Sosial, Hiperrealitas, Baudrillard
HARAPAN ORA NG TUA DALAM MENYEKOLAHKAN ANAK DI PENDIDIKAN AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH PEMALANG (Studi Deskriptif Kualitatif pada SD Al-Irsyad Al-Islamiyyah Pemalang Tahun Pelajaran 2015/2016)
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan harapan yang melekat pada tindakan orangtua siswa dalam keputusannya menyekolahkan anaknya di SD Al Irsyad Al Islamiyyah Pemalang. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian yang didapat adalah sebagai berikut ini. Pertama, motivasi orangtua menyekolahkan anaknya ke SD Al Irsyad Al Islamiyyah berasal dari diri Individu (intrinsik) dan berasal dari rangsangan dari luar. Motivasi Intrinsik orangtua menyekolahkan anaknya di SD Al Irsyad Al Islamiyyah di karenakan adanya keinginan agar anak-anaknya menjadi anak yang Sholih-sholihah, sedangkan motivasi Ekstrinsiknya berasal dari nilai keagamaan, kualitas guru, lingkungan sekolah, biaya, jarak sekolah. Kedua, harapan orangtua terhadap SD Al Irsyad Al Islamiyyah Pemalang, diantaranya adalah harapan agar anaknya dapat memiliki pondasi agama yang kuat, kecerdasan Intelegensi, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kenyamanan sekolah, serta komunikasi yang lebih lancar antara pihak sekolah dan orangtua siswaKata Kunci : harapan menyekolahkan anak, SD Al Irsyad Al Islamiyyah Pemalang.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X 2 SMA NEGERI 3 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2015/2016
ABSTRAK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X 2 SMA NEGERI 3 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Anisa Eka Puspitasari. K8412007. Skripsi. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Februari 2016Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar sosiologi siswa kelas X 2 SMA Negeri 3 Boyolali tahun pelajaran 2015/2016. Cara yang digunakan adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Yang menjadi subyek penelitian adalah siswa kelas X 2 SMA Negeri 3 Boyolali tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 32 siswa.Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus tindakan. Pengumpulan data untuk melihat hasil belajar menggunakan hasil tes evaluasi. Peningkatan hasil belajar diamati dari peningkatan rata-rata siswa mulai dari pra siklus, siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat menunjukan peningkatan hasil belajar sisswa kelas X 2 SMA Negeri 3 Boyolali. Hasil capaian belajar siswa dilihat dari rata-rata kelas pada pra siklus adalah 72,6 dengan jumlah siswa yang belum tuntas sebanyak 14 (44%) dan siswa yang tuntas sebanyak18 (56%) siswa, sedangkan untuk siklus I meningkat menjadi 76,6 dengan jumlah siswa yang belum tuntas sebanyak 14 (44%) dan siswa yang tuntas sebanyak18 (56%) siswa dan siklus II meningkat menjadi 83,4 dengan jumlah siswa yang belum tuntas sebanyak 3 (9%) dan siswa yang tuntas sebanyak 29 (91%) siswa.Dengan hasil tersebut maka didapat kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada mata pelajaran sosiologi di kelas X 2 SMA Negeri 3 Boyolali dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata kunci : Pembelajaran Kooperatif, Teams Games Turnament (TGT), Hasil Belajar
Implementasi Program Full Day School Dalam Pembentukan Karakter Anak Di SD Islam Terpadu Taruna Teladan Delanggu Tahun 2015/2016
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Implementasi program full day school dalam pembentukan karakter anak. (2) Masalah implementasi program full day school dalam membentuk karakter anak. (3) Solusi atas masalah program full day school dalam membentuk karakter anak. Penelitian ini mengambil lokasi di SDIT Taruna Teladan Delanggu.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan menggunakan strategi studi kasus untuk memperoleh pemahaman terkait penyelenggaraan program full day school dalam membentuk karakter anak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi berpartisipasi aktif. Teknik analisis data yang digunakan dengan menggunakan analisis interaktif yang meliputi empat komponen yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Penyelenggraraan program full day school dalam pembentukan karakter anak dapat diimplementasikan melalui pendisiplinan yang diterapkan dalam pembiasaan, keteladanan, penguatan, dan fun learning. Dengan implementasi melalui cara tersebut, pembentukan good character anak di SDIT Taruna Teladan dapat tercapai. (2) Masalah yang ditemukan dari implementasi program full day school dalam pembentukan karakter yaitu terhambatnya daya kritis anak saat penerapan disiplin yang terlalu ketat. (3) Solusi yang diterapkan atas masalah implementasi program full day school dalam pembentukan karakter yaitu dengan menerapkan pola pembelajaran fun learning agar anak tidak pasif dan lebih kritis. Jadi kesimpulannya, implementasi program full day school dalam pembentukan karakter anak di SDIT Taruna Teladan sudah sepenuhnya berhasil meskipun ditemukan masalah dalam pelaksanaannya. Namun dapat teratasi melalui solusi yang diterapkan dalam penyelenggaraan program full day school. Kata kunci : Full day school, implementasi, karakte
SOLIDARITAS KELOMPOK ORGANISASI PENCAK SILAT CABANG KABUPATEN PONOROGO (STUDI KASUS KONFLIK ANGGOTA PENCAK SILAT SETIA HATI TERATE VS SETIA HATI WINONGO)
ABSTRAK Isnan Miftahul Aziiz. NIM K8411038 SOLIDARITAS KELOMPOK ORGANISASI PENCAK SILAT CABANG KABUPATEN PONOROGO (STUDI KASUS KONFLIK ANGGOTA PENCAK SILAT SETIA HATI TERATE VS SETIA HATI WINONGO) Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. April 2016.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. Bentuk karakteristik konflik yang dilakukan oleh Anggota organisasi SH Terate dan SH Winongo serta bentuk solidaritas anggota dalam kelompok Organisasi SH Terate dan SH Winongo. Penelitian ini dilakukan di Cabang Organisasi SH Terate dan SH Winongo Kabupaten Ponorogo Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Pengumpulan data berasal dari wawancara, observasi, serta dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan informan yang terdiri dari 3 laki-laki sebagai Anggota Orgnisasi SH Terate dan SH Winongo.Sedangkan informan pendukung terdiri 2 pengurus Orgnisasi SH Terate dan SH Winongo.Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan informan dengan cara purposive sampling. Dalam melakukan uji validitas data, yang dilakukan yaitu dengan metode cara pengumpulan data triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan serta verifikasi.Konflik yang dilakukan oleh anggota organisasi SH Terate dan SH Winongo merupakan konflik . yang memiliki keunikan tersendiri, terdapat berbagi penyebab konflik yang runtunya berawal dari pecahnya organisasi SH sampai masalah individu, gengsi dan pengeklaiman kebenaran ajaran yang asli. Konflik ini juga mengarah pada bentuk positif yang tujuannya adalah sebagai bentuk solidaritas antar individu yang mengarah kepada kelompok dan menjadikan konflik ketika pecah menjadi kuat dan besar. Kata kunci :Karakteristik Konflik, Solidaritas kelompok, Konflik menjadi bentuk positif
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE THINK-PAIR-SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS X-8 SMA NEGERI 2 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2015/2016
ABSTRAK Linda Ismiyanti. K8412041. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE THINK-PAIR-SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS X8 SMA NEGERI 2 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Mei 2016. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran tipe Think-Pair-Share (TPS).Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subyek penerima tindakan adalah siswa kelas X-8 SMA Negeri 2 Boyolali yang berjumlah 35 siswa. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes dan dokumentasi. Metode observasi ini dilakukan dengan cara mengamati pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran Sosiologi. Metode tes digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa sedangkan metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data – data berupa nama – nama siswa, daftar nilai tes dan foto rekaman proses tindakan. Uji validitas data yang digunakan yaitu, teknik triangulasi data. Triangulasi data disini dengan membandingkan hasil tes dengan hasil observasi yang telah dilakukan. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan analisis data kuantitatif. Data kuantitatif diperoleh dari evaluasi hasil belajar siswa, sedang data kualitatif diperoleh dari observasi dan dokumentasi. Analisis deskripsi kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran pada mata pelajaran sosiologi yang dilakukan guru. Sedangkan analisis data kuantitatif digunakan untuk mendekripsikan peningkatan hasil belajar siswa dan untuk menghitung prosentase jumlah siswa yang berhasil dalam pembelajaran.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar pra-tindakan sebesar 67,54 dengan prosentase kelulusan sebesar 43%, setelah tindakan penelitian siklus I menjadi 76,12 dengan prosentase kelulusan meningkat menjadi 71%, dan setelah penelitian siklus II rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 80,01 dengan prosentase kelulusan meningkat menjadi 94% dan telah mencapai target yang ditentukan yaitu 80%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran tipe Think-Pair-Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran sosiologi. Kata kunci: hasil belajar, model pembelajaran Think-Pair-Share