SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
432 research outputs found
Sort by
RITUAL UNGGAHAN PADA KOMUNITAS ADAT BONOKELING ( Studi kasus pada Komunitas Adat Bonokeling di Kabupaten Banyumas menggunakan teori Liminalitas Victor Turner)
RITUAL UNGGAHAN PADA KOMUNITAS ADAT BONOKELING( Studi kasus pada Komunitas Adat Bonokeling di Kabupaten Banyumas menggunakan teori Liminalitas Victor Turner) Firdha AnnisaPendidikan Sosiologi Antropologi Universitas Sebelas Maret Surakarta Dr. rer. nat. Nurhadi S.Ant., M.HumPendidikan Sosiologi Antropologi Universitas Sebelas Maret Surakarta Siany Indria Liestyasari S.Ant., M.HumPendidikan Sosiologi Antropologi Universitas Sebelas Maret Surakarta ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) tahap-tahap ritual Unggahan pada Komunitas Adat Bonokeling. (2) terjadinya liminalitas dalam ritual Unggahan pada Komunitas Bonokeling. Penelitian ini merupakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data berasal dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan yang digunakan sebagai sumber data utama yaitu Kepala desa Pekuncen, Ketua Kelompok Masyarakat Komunitas adat Bonokeling, Bedogol, pengikut komunitas adat Bonokeling. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik uji validitas yang digunakan berupa triangulasi sumber. Teknik analisis data terdiri dari tiga tahap yaitu : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Ritual Unggahan merupakan bentuk ibadah dari masyarakat pengikut komunitas adat Bonokeling. Ritual unggahan ini dilaksanakan untuk mengingat dan mendoakan para leluhur, nenek moyang, dan yang terpenting adalah orangtua. Ritual ini bertujuan untuk mendapatkan keselamatan bagi keluarga, keturunan, dan juga menjaga keharmonisan dengan leluhur. (2) Proses Liminalitas Masyarakat komunitas adat Bonokeling ini merupakan suatu kelompok masyarakat yang mengakui bahwa mereka beragama Islam, akan tetapi dalam praktek ibadah mereka berbeda dengan umat Islam pada umumnya. Mereka memiliki keyakinan sendiri dalam aspek beribadah untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa. (3) Ritual Unggahan yang dilaksanakan oleh masyarakat komunitas adat Bonokeling memiliki tujuan yang baik, sehingga mempunyai pengaruh yang baik pula. Pengaruh positif yang didapatkan oleh masyarakat Desa Pekuncen khususnya komunitas adat Bonokeling baik untuk kehidupan sosial, kerukunan, dan kehidupan religi mereka.Kata kunci: Komunitas adat, liminalitas, ritual Unggahan.
ANALISIS TEORI INTERAKSIONISME SIMBOLIK PADA PENGAPLIKASIAN KONSEP MASKULINITAS MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET
ANALISIS TEORI INTERAKSIONISME SIMBOLIK PADA PENGAPLIKASIAN KONSEP MASKULINITAS MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET Imelda Nur Sayekti, Pendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret [email protected] ini bertujuan untuk mengetahui (1) pandangan mahasiswa mengenai maskulinitas Universitas Sebelas Maret; (2) pengaplikasian konsep maskulinitas dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan Universitas Sebelas Maret.Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi untukmenghasilkan dan mengolah data penelitian yang sifatnya deskriptif, seperti transkrip wawancara dan observasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa laki-laki yang berada di lingkungan Universitas Sebelas. Informan yang terpilih adalah beberapa mahasiswa yang telah dipilih dari beberapa fakultas yang berbeda untuk memperkaya jawaban-jawaban dari penelitian. Pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik wawancara dan observasi tentang kehidupan mahasiswa Universitas Sebelas Maret selama berada di lingkungan kampus dalam memahami dan mengaplikasikan konsep maskulinitas yang ada dalam dirinya.. Teknik analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data (data reduction), sajian data (data display) dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data (conclution drawing).Hasil penelitian adalah sebagai berikut ini. Pertama, pandangan , pandangan maskulinitas yang ada di lingkungan Universitas Sebelas Maret sangatlah beragam dapat dilihat dari keberagaman pengaplikasian maskulin dalam kehidupan sehari-hari. Dapat dilihat dari perilaku yang ditunjukan saat berada di kampus, mahasiwa berusaha menunjukan konsep maskulin yang ada yang terbentuk dari hasil belajar saat berada di lingkungan kampus Universitas Sebelas Maret. Kedua, pengaplikasian konsep maskulin dalal kehidupan sehari-hari ini memiliki perbedaan saat berada di lingkungan Universitas Sebelas Maret dan saat berada di luar lingkungan kampus. Saat berada di kampus mahasiswa mnerapkan konsep maskulin yang mereka percayai masih melihat dengan nilai dan norma yang berlaku di lingkungan kampus. Tidak serta merta mengaplikasikan yang ada dalam diri mereka. Hal ini juga dipengaruhi oleh lingkungan fakultas tempat mereka belajar. Setiap fakultas memiliki karakteristik tersendiri dan cara tersendiri dalam mengaplikasikan maskulinitas tersebut. Kata Kunci :maskulinitas, mahasiswa, simbo
HUBUNGAN ANTARA MINAT BACA DAN MOTIVASI BELAJAR IPS DENGAN PARTISIPASI SISWA DALAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH SMP NEGERI 6 PURWOREJO
HUBUNGAN ANTARA MINAT BACA DAN MOTIVASI BELAJAR IPS DENGAN PARTISIPASI SISWA DALAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH SMP NEGERI 6 PURWOREJO
Septi Rahayu1; Nurhadi2; Okta Hadi Nurcahyono3
Pendidikan Sosiologi-Antropologi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret
Jl. Ir Sutami 36A, Surakarta 57126, Telp (0271) 646994
Email: [email protected]
1Mahasiswa, 2,3Dosen Pendidikan Sosiologi-Antropologi FKIP UNS
ABSTRAK
Septi Rahayu, NIM K8414045 HUBUNGAN ANTARA MINAT BACA DAN MOTIVASI BELAJAR IPS DENGAN PARTISIPASI SISWA DALAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH SMP NEGERI 6 PURWOREJO.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Minat Baca dan Motivasi Belajar IPS dengan Partisipasi Siswa dalam Gerakan Literasi Sekolah SMP Negeri 6 Purworejo.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan analisis kuantitatif Korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 6 Purworejo. Teknik Pengambilan sampel dengan cara ordinal. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 96 siswa. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik angket. Uji reliabilitas Cronbach’s Alpha menunjukkan nilai sebesar 0,957 pada variabel Minat Baca (X1). Kemudian pada variabel Motivasi belajar IPS (X2) sebesar 0,961. Setelah itu pada variabel Partisipasi siswa (Y) sebesar 0,749. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi dan analisis regresi berganda.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan (1) terdapat hubungan positif yang signifikan antara Minat Baca dengan Partisipasi siswa dalam Gerakan Literasi Sekolah SMP Negeri 6 Purworejo. Besarnya hubungan sebesar 0.260** dengan niai signifikansi p= 0.00
BENTUK-BENTUK PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SMA N 2 KARANGANYAR DAN SMA MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA
BENTUK-BENTUK PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SMA N 2KARANGANYAR DAN SMA MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTAAwal SaputraK8413012Pendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Sebelas MaretNurhadiPendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Sebelas Maret Siany Indria LiestyasariPendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk melihat bentuk- bentuk pendidikan multikultural yang digunakan oleh kedua sekolah, yaitu SMA N2 Karanganyar dan SMA Muhammadiyah 1 Surakarta, mengingat begitu pentingnya pendidikan multikultural dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan teori pendidikan multikultural oleh M. Ainul Yaqin dalam analisisnya. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian Kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, peneliti menganalisis bentuk-bentuk pendidikan multikultural yang ada di SMA N 2Karanganyar dan SMA Muhammadiyah 1 Surakarta. Selain itu penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus, dengan mengamati kasus pendidikan multikultural yang ada di SMA N 2 Karanganyar dan SMA Muhammadiyah 1Surakarta. Data yang di peroleh dari penelitian ini berupa hasil wawancara, dokumen berupa buku sumber belajar, serta silabus yang digunakan dalam sekolah tersebut. Pengujian data dilaksanakan dengan triangulasi sumber.Hasil penelitian menunjukkan SMA N 2 Karanganyar dan SMA Muhammadiyah 1 Surakarta telah melakukan pendidikan multikultural. Pendidikan tersebut dilakukan oleh pihak guru dan sekolah oleh kedua sekolah tersebut. Pendidikan yang dilakukan oleh guru berupa nasihat, memberi contoh, serta melakukan perilaku-perilaku yang sesuai dengan pendidikan multikultural. Sedangkan sekolah melakukan pendidikan multikultural dengan mengadakan kegiatan kebudayaan, serta keagamaan, menanamkan perilaku multikultural pada siswa. Kata Kunci :Pendidikan, Multikultural, sekolah, guru
HUBUNGAN ANTARA KURANGNYA PERHATIAN KELUARGA DAN BERMAIN GAME ONLINE DENGAN TINGKAT KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS XI SMA N 1 PURBALINGGA
HUBUNGAN ANTARA KURANGNYA PERHATIAN KELUARGA DAN BERMAIN GAME ONLINE DENGAN TINGKAT KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS XI SMA N 1 PURBALINGGA Gilang Catur Pamungkas1, Siti Rochani1, Zaini Rohmad1Progam Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi, Universitas Sebelas MaretJl. Ir Sutami 36 A, Surakarta, 57126, IndonesiaSurat elektronik : [email protected] ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kurangnya perhatian keluarga dan bermain game online dengan tingkat kedisiplinan belajar siswa kelas XI SMA N 1 Purbalingga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Pengambilan data menggunakan teknik angket dan dokumentasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan cluster sampling. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukan, terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kurangnya perhatian keluarga dengan tingkat kedisiplinan belajar, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000 dan koefisien regresi (rx1y) sebesar 0,972. Terdapat hubungan negatif dan signifikan antara bermain game online dengan tingkat kedisiplinan belajar, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000 dan koefisien regresi (rx2y) sebesar 0,892. Terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kurangnya perhatian keluarga dan bermain game online dengan tingkat kedisiplinan belajar, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000 dan koefisien regresi (ry1,2) sebesar 0,983. Kata Kunci : kuantitatif, perhatian keluarga, game online, kedisiplinan belajar
ANALISIS TEORI OTORITAS MAX WEBER DALAM KEPEMIMPINAN DUKUN ADAT DI MASYARAKAT SUKU TENGGER (Studi Kasus tentang Kepemimpinan Lokal Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur)
ANALISIS TEORI OTORITAS MAX WEBER DALAM KEPEMIMPINAN DUKUN ADAT DI MASYARAKAT SUKU TENGGER
(Studi Kasus tentang Kepemimpinan Lokal Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur)
Faqih Muhdyanto , Sigit Pranawa , Okta Hadi Nurcahyono
Program Studi Pendidikan Sosiologi & Antropologi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta
ABSTRAK
Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji analisis teori Max Weber dalam, kepemimpinan dukun adat di masyarakat Suku Tengger , khususnya di Desa Ngadiwono. Bagaimana seorang Dukun Adat Suku Tengger Desa Ngadiwono memiliki otoritas yang membuatnya dipatuhi dan ditaati oleh masyarakat Suku Tengger. Otoritas apa saja yang dimiliki oleh seorang Dukun Adat dan bagaimana itu semua dianalisis dengan teori Otoritas Max Weber.
Peneliti menggunakan jenis kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Informan adalah dukun adat, kepala desa dan masyarakat setempat. Teknik pengambilan informan menggunakan Purposive Sampling dan Random Sampling, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan uji validitas data yakni triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah data reduction, data display dan conclusion drawing.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah: dengan menggunakan analisis teori Ototitas Max weber, Dukun Adat Dukun Tengger Desa Ngadiwono memiliki Otoritas Tradisional dan Otoritas Kharismatik, namun dukun adat tidak termasuk ke dalam otoritas Legal-Rasional. Temuan dalam penelitian ini adalah Dukun Adat Suku Tengger Desa Ngadiwono tidak memiliki Otoritas Legal-Rasional, dukun adat memiliki otoritas yang tidak dijelaskan Max Weber, atau berlawanan dengan Otoritas Legal-Rasional.
Kata kunci : Kepemimpinan, Dukun Adat, Suku Tengge
ANALISIS MEMBANGUN PEMBENTUKAN KEPERCAYAAN PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL GEDE HARDJONAGORO KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTA
ANALISIS MEMBANGUN PEMBENTUKAN KEPERCAYAAN PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL GEDE HARDJONAGORO KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTAEndarwati, Nurhadi, Sigit PranawaPendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas [email protected] Penelitian ini merupakan penelitian metode kualitatif dengan pendekatan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data berasal dari wawancara dan dokumentasi.. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik uji validitas data yang digunakan terdiri berupa triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari 4 tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulam. Hasil penelitian dengan menggunakan teori Francis Fukutama menunjukan bahwa (1) dalam membentuk kepercayaan antara pedagang pasar Etnis Tionghoa dan Suku Jawa dengan melakukan berbagai kegiatan yang dapat memupuk kepercayaan, kepercayaan terbentuk dengan adanya nilai-nilai yang tercipta (2)membangun sebuah kepercayaan pada pedagang multikulturalisme Kunci :kepercayaan, pedagang, pasar Gede Hardjonagor
FENOMENA KONSTRUKSI BUDAYA HYPEBEAST (STREETWEAR) DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET (Penelitian Fenomenologi Gaya Hidup Mahasiswa Universitas Sebelas Maret)
ABSTRAK
Yusuf Setyonugroho. K8415065. FENOMENA KONSTRUKSI BUDAYA HYPEBEAST (STREETWEAR) DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET (PENELITIAN FENOMENOLOGI GAYA HIDUP MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET). Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2019
Penelitian ini mengkaji tentang fenomena mengenai gaya hidup mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), terkait dalam melakukan konsumsi terhadap brand hypebeast streetwear guna melakukan konstruksi dari nilai dan simbol di baliknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yakni fenomenologi dengan pengumpulan data dengan wawancara mendalam terhadap responden yang merupakan mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di Universitas Sebelas Maret dan mengkonsumsi dari streetwear itu sendiri dan juga disertai dengan observasi lapangan di area Universitas Sebelas Maret. Hasil penelitian ini adalah, dalam mahasiswa melakukan konsumsi terhadap produk streetwear dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah adanya media yang menyebarkan dan mengenalkan dari kultur streetwear, acuan terhadap tokoh idola, dan juga keinginan yang timbul dari dalam diri sendiri untuk melakukan branding atas dirinya sebagai alat komunikasi sekaligus menunjukkan eksistensinya terhadap orang lain. Dari pengenalan kultur streetwear yang dibantu oleh brand ambassador kemudian menjadikan streetwear dianggap bagi mahasiswa yang melakukan konsumsi terhadapnya memiliki kedudukan yang tinggi secara hirarki. Dalam mengkaji fenomena konstruksi budaya hypebeast streetwear oleh mahasiswa, penulis menggunakan teori Konsumsi Simbol dari Jean Baudrillard. Dari pemikiran Baudrillard menjelaskan bahwa masyarakat konsumsi yang berada pada era modern ini sudah mengalami peleburan antara dunia yang bersifat nyata dan dunia yang bersifat simbol. Manusia dikuasai oleh sistem tanda sehingga akan menyebabkan konsumsi manusia atas barang tidak menekankan kepada fungsi suatu barang tetapi menekankan kepada simbol dan kode yang terdapat barang tersebut. Masyarakat konsumsi berorientasi kepada kemewahan dan barang-barang yang mengandung simbol-simbol tertentu. Sama seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret, mereka mengkonsumsi streetwear karena menekankan kemewahan di baliknya, sehingga bagi mereka konsumsi streetwear merupakan modal untuk dapat bersaing di lingkungannya.
Kata Kunci : Hypebeast, Konstruksi Budaya, Kemewahan, Konsumsi Simbol, Mahasiswa, Streetwea
RASIONALITAS ORANG TUA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN JURUSAN KULIAH ANAK MELALUI ANALISIS TEORI PILIHAN RASIONAL JAMES S. COLEMAN (UNIVERSITAS SEBELAS MARET)
RASIONALITAS ORANG TUA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN JURUSAN KULIAH ANAK MELALUI ANALISIS TEORI PILIHAN RASIONAL JAMES S. COLEMAN (UNIVERSITAS SEBELAS MARET) Ismi LatifahPendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Sebelas Maret NurhadiPendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Sebelas Maret Siany Indria LiestyasariPendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan rasionalitas orang tua dalam pengambilan keputusan jurusan kuliah anak. Minat dan bakat dianggap sebagai aspek penting yang perlu diperhatikan dalam keputusan melanjutkan pendidikan, pada kenyataan nya keputusan orang tua lebih berpengaruh besar dalam pendidikan anak. Dalam konsep pengambilan keputusan terbagi menjadi rasional dan emosional, rasional yaitu mempertimbangkan semua alternatif dengan segala akibat dari pilihan yang diambilnya, menyusun segala akibat dan memperhatikan skala pilihan yang pasti dan memilih alternatif yang memberikan hasil maksimal. Maka untuk melihat pengambilan keputusan mengenai jurusan kuliah anak, akan dilihat rasionalitas orang tua dalam pengambilan keputusan tersebut. Informan dalam penelitian ini adalah empat pasang orang tua, memiliki anak yang berkuliah di Universitas Sebelas Maret (UNS) terdiri dari jurusan: Kedokteran, Ilmu Hukum, Ilmu komunikasi, Desain Gravis (FSRD). Informan dipilih dengan teknik pengambilan informan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interaktif. Pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara dan observasi langsung. Triangulasi data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Data dianalisis dengan teori pilihan rasional James Coleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasionalitas orang tua dalam pengambilan keputusan jurusan kuliah anak, yaitu (1) pilihan melanjutkan ke perguruan tinggi alasan yang dikemukakan orang tua ialah: (a) Langkah Melanjutkan Tujuan yang Telah Ditetapkan, (b) Kualifikasi dalam Menghadapi Persaingan Dunia Kerja, (c) Memperluas Relasi; Sedangkan (2) rasionalitas dalam pemilihan jurusan didasari adanya, (a) Pemilihan Jurusan Didasarkan Pada Rasionalitas Orang Tua, (b) Faktor Keluarga yang Bekerja dibidang yang sama, (c) Peluang Pekerjaan di Masa Depan, (c) Investasi Jangka Panjang, (d) Status Sosial; (3) pilihan rasional didasarkan adanya, (a) memaksimalkan kepentingan agar diperoleh keuntungan dan kepuasan melalui tujuan (preferensi) (optimisasi), (b) aktor dan sumberdaya, (c) norma, (d) Perilaku kolektif.Kata kunci : rasionalitas, tindakan sosial, pengambilan keputusan, peran orang tu
MODAL SOSIAL PEDAGANG PASAR LEGI DI ERA MODERNISASI.
MODAL SOSIAL PEDAGANG PASAR LEGI DI ERA MODERNISASIAbstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hal hal yang dilakukan oleh pedagang dalam kehidupan sehari hari dan strategi pedagang Pasar Legi untuk dapat bersaing di era modernisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpualn data berasal dari wawancara dengan sumber data utama yaitu pedagang sayur, sembako dan buah serta ketua Dinas Pengelola Pasar Legi. Sedangkan data lainnya bersumber dari obervasi dan dokumentasi. Sampel yang diambil dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Uji validitas data menggunakan trianggulasi sumber dan metodelogis. Teknik analisis menggunakan model analisis data interaktif yakni reduksi, sajian data dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pedagang mempunyai peran yang penting terhadap keadaan pasar tradisional yang sekarang ini dengan menggunakan modal social yang ada. Peran dibagi menjadi dua jenis yakni internal dan eksternal. Pada internal, pedagang mampu menjalin hubungan baik dengan sesama pedagang, distributor dan pengelola pasar, sedangkan pada eksternal pedagang mampu menjalin hubungan baik dengan pembeli dan masyarakat sekitar tempat tinggal. Peran pedagang menjadi kekuatan dan mampu menggerakkan modal social yakni kepercayaan, partisipasi jaringan dan norma. Dengan demikian pedagang mampu bersaing dan bertahan di tengah tengah zaman yang semakin modern. Kata Kunci: modal social, pasar tradisional, modernisasi, strategi