SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
    432 research outputs found

    PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER PADA SISWA MELALUI KEGIATAN EKTRAKURIKULER PALANG MERAH REMAJA (PMR) DI SMP NEGERI 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016

    No full text
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara yang dilakukan PMR SMP Negeri 1 Surakarta dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa.Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Surakarta dengan teknik pemilihan informan berupa purposif sampling. Informan yang dipilih dalam penelitian ini adalah pembina PMR SMP Negeri 1 Surakarta, pelatih SMP Negeri 1 Surakarta, koordinator guru BK SMP Negeri 1 Surakarta, dan siswa yang merupakan anggota PMR SMP Negeri 1 Surakarta. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder melalui teknik wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Uji validitas data menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode.  Analisis data dalam penelitian diawali dengan pengumpulan data, mereduksi data, menyajikan data, dan terakhir menarik kesimpulan.           Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara yang dilakukan oleh PMR SMP Negeri 1 Surakarta dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa adalah melalui adalah (1) cara yang dipraktekkan terlebih dahulu oleh pembina/pelatih  mengenai nilai karakter yang akan ditanamkan (2) pembiasaan melalui kegiatan sehari-hari  dan (3) kegiatan lapangan yang melibatkan siswa secara langsung. Nilai karakter yang ditanamkan dalam kegiatn ektrakurikuler PMR adalah peduli lingkungan, peduli sosial , tanggung jawab, kemandirian, religius, toleransi, disiplin. Kendala yang dihadapi dalam menanmkan nilai-nilai karakter melalui kegiatan ektrakurikuler PMR adalah tingkat kebosanan siswa dalam kegiatan pemberian materi sehingga diatasi dengan memperbanyak kegiatan lapangan. Kata Kunci : SMP Negeri 1 Surakarta, Kegiatan Ekstrakurikuler PMR, Pendidikan Karakter, Penanaman Nilai-Nila

    STRATEGI GURU DALAM MENCAPAI PROFESIONALISME GURU DI SMA NEGERI 3 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2015/2016

    Get PDF
    ABSTRAKAnnas Kuncoro Abdurrahman. K8411009. “STRATEGI GURU DALAM MENCAPAI PROFESIONALISME GURU DI SMA NEGERI 3 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2015/2016”. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret. Desember 2016. Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) makna profesionalisme bagi guru di SMA Negeri 3 Boyolali; (2) upaya guru dalam mewujudkan profesionalisme guru di SMA Negeri 3 Boyolali.Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data berasal dari wawancara, observasi, serta dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan sembilan informan, yang terdiri dari dua guru mata pelajaran sejarah yang telah memperoleh sertifikasi dan dua guru mata pelajaran sosiologi yang akan mengikuti sertifikasi. Informan lainnya adalah tiga peserta didik kelas X IPS dan dua peserta didik kelas XI IPS. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan informan dengan cara purposive sampling. Dalam melakukan uji validitas data, yang dilakukan yaitu dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan data (verifikasi data).Hasil penelitian menunjukkan: (1) Makna profesionalisme bagi guru di SMA Negeri 3 Boyolali adalah (a) Sertifikasi hanya sebagai bukti formal sebagai guru yang profesional, (b) Motivasi guru untuk memperoleh sertifikasi bepengaruh terhadap kinerja guru setelah sertifikasi, (c) Peserta didik menjadi salah satu indikator prefesional seorang guru; (2) Upaya guru dalam mewujudkan profesionalisme guru di SMA Negeri 3 Boyolali adalah (a) menguasai kompetensi pedagogik, (b) menguasai metode pembelajaran, (c) pemanfaatan media pembelajaran.Kesimpulan penelitian ini adalah realisasi profesionalisme guru di SMA Negeri 3 Boyolali belum dapat terwujud sepenuhnya, masih terdapat guru yang tidak menjalankan kinerja sebagai guru dengan baik dan benar. Ini membuktikan bahwa sertifikasi hanya merupakan tahapan untuk mewujudkan profesionalisme guru. Sedangkan tahapan akhir untuk mewujudkan profesionalisme guru adalah “aktualisasi diri” seperti yang diungkapkan Maslow dalam konsep teori hierarki kebutuhan manusia. Kata Kunci          : Konsep Teori Motivasi Manusia, ProfesionalismeGuru, Abraham Harold Maslow

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 3 SMA NEGERI 7 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016

    Get PDF
    Abstrak & Kata KunciLuki Febri Suhendro . K412044. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE  TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 3 SMA NEGERI 7 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, April 2016.            Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Sosiologi siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 7 Surakarta tahun pelajaran 2015/ 2016 melalui penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT).            Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 7 Surakarta sebanyak 31 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik utama dalam pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, sementara teknik pendukung dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kualitatif.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT) dapat  meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi di kelas XI IPS 3 SMA Negeri 7 Surakarta tahun pelajaran 2015/2016. Pada siklus I keaktifan interaksi belajar siswa yang berkriteria baik 64,52%, meningkat menjadi 90,32% pada siklus II. Pada pra tindakan hasil belajar peserta didik menunjukkan rata-rata 71,67, meningkat menjadi 75,25 pada siklus I, dan meningkat menjadi 82,35 pada siklus II.            Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 7 Surakarta pada tahun pelajaran 2015/ 2016. Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, metode pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT), Hasil  Belajar

    ATRIBUT PESERTA DIDIK DAN TINDAKAN BULLYING PADA SAAT MOS DI SMA NEGERI 8 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana siswa dan pihak sekolah dalam memaknai kegiatan MOS, apa alasan sekolah masih mengadakan kegiatan MOS pada awal tahun ajaran baru sekolah serta bagaimana tindakan yang diambil oleh pihak sekolah untuk meminimalisir tindakan bullying pada saat MOS. Studi kasus ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data berasal dari wawancara dan dokumentasi. Wawancara melibatkan 6 siswa dan 1 wakil kepala sekolah bagian kesiswaan. Kriteria siswa sebagai informan adalah siswa panitia MOS dan siswa peserta MOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MOS merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap penerimaan siswa baru. kegiatan MOS tidak dapat dipisahkan dari proses penerimaan siswa baru di sekolah. Apabila MOS tidak dilaksanakan maka akan mengganggu efektifitas pada awal kegiatan belajar mengajar disekolah. MOS merupakan sebuah ritual yang menandakan perubahan status seseorang. Tujuan MOS adalah untuk memperkenalkan lingkungan sekolah kepada siswa baru. Kesimpulan dari penelitian ini adalah : (1) Kegiatan MOS dapat menghilangkan konflik; (2) Rangkaian kegiatan MOS menumbuhkan rasa solidaritas didalam diri setiap peserta MOS; (3) Dapat menyatukan perbedaan persepsi antara peserta didik maupun guru; (4) Kegiatan MOS dapat memberikan motivasi, semangat, bagi para peserta didik yang baru mulai memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sehingga tercipta rasa saling memiliki karena telah menjadi bagian dari warga SMA Negeri 8 Surakarta.  Kata Kunci : Penelitian kualitatif, MOS, tindakan bullying,  ritus peraliha

    HUBUNGAN ANTARA PEMANFAATAN MEDIA VIDEO DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS X ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SMA NEGERI 6 SURAKARTA

    Get PDF
    ABSTRAK Lia Mawarni. K8412040. HUBUNGAN ANTARA PEMANFAATAN MEDIA VIDEO DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS X ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SMA NEGERI 6 SURAKARTA. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret. April. 2016.Penelitian bertujuan untuk mengetahui : (1) Hubungan yang positif dan signifikan antara pemanfaatan media video dengan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas X IPS SMA Negeri 6 Surakarta. (2) Hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas X IPS SMA Negeri 6 Surakarta. (3) Hubungan yang positif dan signifikan antara pemanfaatan media video dan motivasi belajar dengan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas X IPS SMA Negeri 6 Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPS SMA Negeri 6 Surakarta. Sampel yang digunakan sejumlah 62 siswa diambil dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi ganda. Kesimpulan penelitian ini bahwa : (1) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pemanfaatan media video dengan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas X IPS SMA Negeri 6 Surakarta. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda diperoleh nilai signifikansi <0,05, yaitu 0,003. Jadi dapat dinyatakan bahwa korelasi positif dan signifikan, dengan hasil korelasi sebesar 0,351. (2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas X IPS SMA Negeri 6 Surakarta. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda diperoleh nilai signifikansi <0,05, yaitu 0,000. Jadi dapat dinyatakan bahwa korelasi positif dan sangat signifikan, dengan hasil korelasi sebesar 0,427. (3) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pemanfaatan media video dan motivasi belajar dengan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas X IPS SMA Negeri 6 Surakarta. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda diperoleh Fhitung 8,539 dengan signifikansi <0,05, yaitu 0,001. Jadi dapat dinyatakan bahwa korelasi  positif dan signifikan.Kata kunci : Kuantitatif, Prestasi Belajar Sosiologi, Pemanfaatan Media video, Motivasi belajar.

    PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI PADA SISWA KELAS X IPS 3 SMA NEGERI 8 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2016/2017

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 8 Surakarta melalui penerapan model pembelajaran kooperatif teknik Two Stay Two Stray (TSTS)Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 8 Surakarta tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 30 siswa. Sumber data berasal dari guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi dan tes sebagai teknik utama dan didukung dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis deskriptif komparatif denga membandingkan berubahan di setiap siklusnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif teknik Two Stay Two Stray (TSTS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari mulai pra siklus ke siklus I, dan dari siklus I ke siklus II. Hal ini ditunjukkan perolehan nilai rata-rata siswa di tiap siklus juga mengalami peningkatan, yaitu pada siklus pra tindakan nilai rata-rata 61,07 meningkat menjadi 71,45 pada siklus I dan kembali meningkat menjadi 81,37 pada siklus II.Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif teknik Two Stay Two Stray (TSTS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 8 Surakarta.Kata kunci : Model pembelajaran kooperatif,  Two Stay Two Stray (TSTS), hasil belajar.  

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK KANCING GEMERINCING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IPS 2 SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN 2015/206

    Get PDF
     ABSTRAKEvi Nurngaeni. K8412028. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN  KOOPERATIF TEKNIK KANCING GEMERINCING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IPS 2 SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN 2015/2016. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Maret 2016. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa pada pelajaran sosiologi siswa kelas XI IPS 2 SMA Al Islam 1 Surakarta tahun pelajaran 2015/2016 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing.Penelitian yang dilakukan merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus diawali dengan tahap  perencanaan, dan dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan siklusyang terdiri atas perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 2 SMA Al Islam 1 Surakarta tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 34 siswa. Data diperoleh melalui kajian dokumen,tes tertulis, observasi dan wawancara. Teknik analisis data dengan menggunakan teknik kuantitatif dan kualitatif.Berdasarkan analisis data dan pembahasan dalam penelitian dapat disimpulkan bahwa: ada peningkatan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Al Islam 1 Surakarta melalui penerapan model pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing pada pelajaran sosiologi. Peningkatan aktivitas belajar siswa dapat dilihat dari hasil analisis data pada pra tindakan diperoleh  20,59%,  pada 38,24% siklus I dan kembali meningkat menjadi 85,29% pada siklus II. Hasil belajar siswa menunjukan peningkatan dari nilai rata-rata kelas1,9dengan prosentase ketuntasan siswa sejumlah 2,94% pada pra tindakan meningkat  nilai rata-atanya menjadi 2,78 dngan prosentase ketuntasan siswa sejumlah 29,4% pada siklus I dan kembali meningkat menjadi 3,21 pada nilai rata-rata dengan prosentase ketuntasan siswa sejumlah 76,47%  pada siklus II.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa pada pelajaran sosiologi kelas XI IPS 2 SMA Al Islam 1 Surakarta. Kata kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Kancing Gemerincing,  Aktivitas belajar dan Hasil Belajar

    ANALISIS POLA PERGESERAN JUDUL SKRIPSI DI PROGRAM PENDIDIKAN SOSIOLOGI ANTROPOLOGI FKIP – UNIVERSITAS SEBELAS MARET

    Get PDF
    ABSTRAKAli Firmansyah. K8408024. ANALISIS POLA PERGESERAN JUDUL SKRIPSI DI PROGRAM PENDIDIKAN SOSIOLOGI ANTROPOLOGI FKIP – UNIVERSITAS SEBELAS MARET. Skripsi: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. April 2016. Peneltian ini menggambarkan pola pergeseran judul skripsi oleh mahasiswa program pendidikan sosiologi antropologi FKIP-UNS. Penelitian ini adalah hasil dari penelitian dari literatur atau dokumentasi, dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pola pergeseran judul skripsi mahasiswa Program Pendidikan Sosiologi Antroplogi FKIP-UNS, Dengan beberapa alasan sebagai berikut, Pertama, Pola pergeseran Judul skripsi dipengaruhi dengan norma hukum atau peraturan yang berlaku pada saat itu, Kedua, pergeseran yang penentuan judul skripsi, tergantung pada ruang sosial mahasiwa (pergaulan dan lingkungan mahasiwa), Ketiga, Standar kompetensi lulusan yang diharapkan oleh institusi pendidikan dimana akhirnya para lulusan akan berkerja, Keempat, akses terhadap informasi akan penelitian-penelitian dan perkembangan teori-teori baru yang berkembang di seluruh dunia. Kata Kunci : Pola Pergeseran, Judul Skripsi

    PERKELAHIAN ANTAR PELAJAR SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA SURAKARTA

    Get PDF
    ABSTRAK Puspa Arika Sari. NIM K8411056 PERKELAHIAN ANTAR PELAJAR SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA SURAKARTA (Studi Kasus di SMA Negeri 8 Surakarta) Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. September 2016.Penelitian ini bertujuan untuk memahami tindak kekerasan berupa perkelahian antar pelajar yang terjadi di kota Surakarta khususnya sekolah negeri, mengetahui gambaran tentang tindak perkelahian antar pelajar dari sudut pandang para siswa dan mengetahui upaya yang telah dilakukan dalam mencegah dan menangani tawuran antar pelajar di SMA N 8 Surakarta.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data berasal dari wawancara. Wawancara dilakukan secara mendalam (in depth interview) dengan informan yang terdiri dari 5 orang siswa, dan  seorang guru bimbingan konseling. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan informan dengan cara purposive. Dalam melakukan uji validitas data, yang dilakukan yaitu dengan metode cara pengumpulan data yang berbeda dan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan serta verifikasi.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, mendapatkan hasil sebagai berikut: (1) alasan siswa melakukan perkelahian antar pelajar adalah  (a)Terhadap sekolah lawan merupakan musuh bebuyutan sejak dahulu (b) Sebagai bentuk solidaritas kepada teman. (2) Perkelahian antar pelajar yang terjadi di SMA N 8 Surakarta telah mengalami penurunan sejak 2015 lalu hingga saat ini tidak lagi terjadi. (3) Peran sekolah dalam menyikapi perkelahian yang dilakukan oleh pelajar sekolahnya adalah dengan memperketat pelaksanaan dan pengawasan peraturan.Dalam fenomena perkelahian antar pelajar yang dilakukan oleh pelajar SMA Negeri 8 Surakarta, apa yang dijelaskan oleh para siswa sekolah tersebut menjadi suatu dampak dari disfungsi system sekolah seperti yang diungkapkan Robert K. Merton, dan pada akhirnya oleh siswa-siswa tersebut perkelahian antar pelajar terjadi sebagai bentuk yang dihasilkan dari rasa solidaritas dalam kelompok seperti yang diungkapkan pada teori Solidaritas Emile Durkheim.  Selanjutnya para siswa kemudian belajar mengenai pertikaian antar sekolah tersebut melalui gagasan dan konstruski berpikir Albert Bandura yaitu dari fenomena belajar social yang diungkapkan pada Teori Belajar Sosial. Tingkat perkelahian antar pelajar telah mengalami penurunan terutama pada sekolah berbasis negeri di Surakarta. Salah satu alasan tingkat perkelahian antar pelajar di kota Solo lebih rendah dibandingkan kota-kota besar lainnya adalah karena kebudayaan Jawa yang masih kental di kota Solo.Kata kunci : Perkelahian, Musuh, Kelompok, Pelajar

    KOMPARASI METODE PEMBELAJARAN EKSPOSITORI DAN KERJA KELOMPOK TERHADAP HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IIS SMA NEGERI 1 BOYOLALI TAHUN AJARAN 2015/2016

    Get PDF
    ABSTRAK Syariifah Amanina. K8412079. KOMPARASI METODE PEMBELAJARAN EKSPOSITORI DAN KERJA KELOMPOK TERHADAP HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IIS SMA NEGERI 1 BOYOLALI TAHUN AJARAN 2015/2016. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2016. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya (1) perbedaan antara penggunaan metode pembelajaran Ekspositori dan metode Kerja Kelompok terhadap hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IIS SMA N 1 Boyolali; (2) pengaruh penggunaan metode pembelajaran Ekspositori dan metode Kerja Kelompok terhadap hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IIS SMA N 1 Boyolali; (3) besar pengaruh penggunaan metode pembelajaran Ekspositori dan Kerja Kelompok terhadap hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IIS SMA N 1 Boyolali.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X, XI, dan XII IIS di SMA Negeri 1 Boyolali. Sampel penelitian yang terpilih adalah seluruh siswa kelas XI IIS 1 dan XI IIS 2 dengan teknik pengambilan sampel Multistage Cluster Random Sampling. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu atau Quasi experiment research. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes untuk mengetahui hasil belajar kognitif siswa dan angket untuk mengetahui respon siswa terhadap metode pembelajaran yang digunakan. Analisis data menggunakan uji-t independent sample. Hasil penelitian adalah sebagai berikut (1) Ada perbedaan pengguanaan metode pembelajaran Ekspositori dan Metode Kerja Kelompok terhadap hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IIS SMA Negeri 1 Boyolali. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukan seleisih dari kedia t sebesar 1,796 dan ρ sebesar 0.078 (cukup signifikan). (2) Ada pengaruh penggunaan metode Ekspositori dan Kerja kelompok terhadap hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IIS SMA Negeri 1 Boyolali. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis dimana t menunjukan angka 2,006 dengan tingkat signifikansi 0,054 (cukup signifikan). (3) Besar pengaruh penggunaan metode Ekspositori dan Kerja Kelompok terhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IIS SMA Negeri 1 Boyolali sebesar 56%, sedangkan 44% sisanya merupakan fatktor dari variable lain yang tidak diteliti oleh peneliti. Kata Kunci : Hasil Belajar Sosiologi, Metode Ekspositori, Metode Kerja Kelompok

    398

    full texts

    432

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇