SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
432 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X IIS 3 SMA NEGERI 6 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016
ABSTRAK Dita Agnes Dekasari. K8412022. PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X IIS 3 SMA NEGERI 6 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, April 2016. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan hasil belajar sosiologi peserta didik kelas X IIS 3 SMA Negeri 6 Surakarta Tahun Ajaran 2015/2016 melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL).Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap diklus terdiri dari perencanaan, pelaksanakan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X IIS 3 SMA Negeri 6 Surakarta dengan jumlah 31 peserta didik. Teknik utama pengumpulan data penelitian ini adalah observasi dan test, sementara teknik pengumpulan data pendukung menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran sosiologi kelas X IIS 3 SMA Negeri 6 Surakarta Tahun Ajaran 2015/2016. Pada pratindakan hasil belajar peserta didik menunjukkan rata-rata 69.61, meningkat menjadi 71,77 pada siklus I, dan meningkat menjadi 76,93 pada siklus II. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran sosiologi kelas X IIS 3 SMA Negeri 6 Surakarta. Kata kunci : Problem Based Learning, Penelitian Tindakan Kelas, Hasil Belajar.
INTERAKSI SOSIAL SISWA DIFABEL DALAM SEKOLAH INKLUSI DI SMA NEGERI 8 SURAKARTA.
ABSTRAK Rifki Yudhanto. K8412069. INTERAKSI SOSIAL SISWA DIFABEL DALAM SEKOLAH INKLUSI DI SMA NEGERI 8 SURAKARTA. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2016. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor yang mempengaruhi interaksi sosial siswa difabel dengan siswa non-difabel dan bentuk interaksi sosial siswa difabel dengan siswa non-difabel. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 8 Surakarta.Jenis dan pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fenomenologi. Penelitian ini menggunakan teknik pemilihan informan berupa purposive sampling. Informan yang dipilih adalah 4 siswa difabel dengan jenis keterbatasan yang berbeda-beda, 4 siswa non-difabel, 1 guru pembimbing khusus, dan 2 guru mata pelajaran. Data primer dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi langsung. Data sekunder dikumpulkan melalui teknik dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Analisis data melalui menginterpretasikan kata-kata yang disampaikan oleh informan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi interaksi sosial antara siswa difabel dengan siswa non-difabel adalah karena adanya kebutuhan yang harus dipenuhi dalam kegiatan akademis maupun non-akademis baik itu di kelas maupun di luar kelas. Dalam kegiatan akademis, siswa difabel mampu memberikan pendapatnya dalam menjawab tugas kelompok. Kemudian siswa non-difabel membantu siswa difabel dalam kegiatan pembelajaran berupa mendiktekan kembali penjelas dari guru dan memindahkan siswa difabel ke depan kelas untuk mengikuti presentasi kelompok. Dalam kegiatan non-akademis, siswa non-difabel membantu siswa difabel mengakses fasilitas yang tersedia di sekolah. Bentuk interaksi sosial siswa difabel dengan siswa non-difabel terlihat pada tatap muka secara berkelompok dan tatap muka antar individu. Dalam tatap muka secara berkelompok terlihat adanya kegiatan diskusi kelompok antara siswa difabel dengan anggota kelompoknya. Dalam tatap muka antar individu terlihat adanya pertentangan berupa pola perilaku siswa non-difabel dan perbedaan pendapat dengan guru. Kemudian adanya kontravensi yang berupa tindakan penolakan siswa difabel yang disebabkan menerima gangguan dari pembicaraan yang di dengar dari teman sekelasnya mengenai sikap siswa difabel.Teori konsep diri Charles Horton Cooley melihat siswa difabel yang merasa bangga terhadap tindakannya memperlakukan dirinya sama dengan siswa non-difabel, karena menerima tanggapan positif dari sikap siswa non-difabel sehingga terwujud kerjasama. Sedangkan teori konsep diri ini melihat siswa difabel yang merasa kecewa terhadap tindakannya memperlakukan dirinya sama dengan siswa non-difabel, karena menerima tanggapan negatif dari sikap siswa non-difabel sehingga terwujud pertentangan dan kontravensi. Kata Kunci : interaksi sosial, siswa difabel, konsep diri, sekolah inklus
TAYUBAN DAN TRADISI BERSIH DESA DI WONOGIRI (STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF PADA MASYARAKAT DUSUN SAMBENG, DESA KEPUHSARI, KECAMATAN MANYARAN)
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan fungsi tayuban dalam tradisi bersih desa. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Sambeng, Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri dengan subyek penelitian masyarakat Dusun Sambeng dan yang terlibat acara tayuban dalam bersih desa.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Wawancara mendalam dilakukan dengan informan kunci yaitu masyarakat Dusun Sambeng, sedangkan untuk informan pendukung adalah tokoh masyarakat serta tokoh agama Sambeng. Observasi dilakukan dengan mengamati tempat-tempat danyangan. Dokumentasi menggunakan dokumen tulisan seperti data perencanaan rasulan Dusun Sambeng tahun 2015, sedangkan dokumen gambar berupa foto tayuban di Dusun Sambeng pada september 2015. Teknik pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data mengunakan model interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tayuban dalam bersih desa dimaknai sebagai kearifan lokal. Bentuk kearifan lokal masyarakat Dusun Sambeng terlihat pada tradisi bersih desa. Pemaknaan tayuban dalam tradisi bersih desa mewujud dalam relasi masyarakat dengan alam (danyang). Tayuban merupakan bentuk persembahan masyarakat Dusun Sambeng kepada danyang yang dijadikan sebagai upaya masyarakat dalam “mencari keselamatan” hidup. Fungsi tayuban dalam bersih desa yaitu sebagai solidaritas sosial. Solidaritas sosial masyarakat Dusun Sambeng termasuk dalam solidaritas mekanik. Solidaritas sosial ini mewujud dalam tindakan-tindakan yang terbentuk melalui proses interaksi sosial, diantaranya membayar iuran untuk tayuban, kerja bakti membersihkan Dusun, rewang, kenduri atau kondangan, dan saat puncak acara tayuban Bagi individu yang tidak terlibat dalam tayuban, akan mendapatkan sanksi yang berupa gunjingan masyarakat dan teguran langsung. Kata Kunci : Kearifan Lokal, Solidaritas Sosial, Tayuba
PANDANGAN SISWA TENTANG GANESHA OPERATION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KOTA SURAKARTA (Studi Deskriptif Kualitatif Siswa Kelas XII)
ABSTRAK PANDANGAN SISWA TENTANG GANESHA OPERATION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KOTA SURAKARTA (Studi Deskriptif Kualitatif Siswa Kelas XII). Novia Ardhanariswari. K8412058. Dr. Zaini Rohmad, M.Pd, Dra. Siti Rochani, M.Pd. Skripsi. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Januari 2017. Tujuan penelitian ini adalah, pertama untuk mengetahui pandangan siswa tentang Ganesha Operation dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kota Surakarta. Kedua, mengetahui hasil belajar siswa yang mengikuti bimbingan belajar di Ganesha Operation.Penelitian ini adalah penelitian jenis kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data untuk mengetahui pandangan siswa tentang bimbingan belajar Ganesha Operation dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kota Surakarta menggunakan metode wawancaraterstruktur. Informan pada penelitian ini adalah siswa yang mengikuti bimbingan belajar di Ganesha Operation, selain itu peneliti juga melibatkan orang tua siswa untuk mengetahui kebenaran informasi yang disampaikan oleh siswa.Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa siswa memandang Ganesha Operation sebagai lembaga bimbingan belajar yang paling diminati di Kota Surakarta, terbukti dengan adanya 14 unit yang tersebar di Kota Surakarta. Selain itu keberhasilan dan prestasi Ganesha Operation dalam meningkatkan hasil belajar siswa menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa. Metode belajar The King dianggap mampu memudahkan proses belajar siswa dalam mengingat materi pelajaran dan mengerjakan soal di sekolah.Hasil belajar siswa yang mengikuti bimbingan belajar di Ganesha Operation mengalami peningkatan. Hasil ujian nasional yang diperoleh sesuai dengan target, mencapai angka diatas 75. Semua informan lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur undangan di Universitas Sebelas Maret Surakarta.Hal tersebut berkaitan dengan teori pilihan rasional Coleman. Dalam teori tersebut dijelaskan bahwa seorang individu memiliki tujuan dan alasan tertentu dalam bertindak. Segala sesuatu yang dipilih individu tersebut memiliki tujuan untuk mencapai kepuasan yang ada dalam diri individu itu sendiri. Ada dua unsur utama dalam teori Coleman yaitu aktor dan sumber daya. Siswa dianggap sebagai aktor yang mempunyai tujuan dan tindakan yang tertuju pada upaya pencapaian tujuan. Sedangkan Ganesha Operation dianggap sebagai sumber daya yang menarik perhatian siswa untuk bergabung dalam upaya peningkatan hasil belajar siswa. Siswa memilih Ganesha Operation dianggap rasional karena bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar di sekolah.Kata kunci : Siswa, Ganesha Operation, Hasil Belajar, Pilihan Rasional James S. Colema
PARADIGMA FAKTA SOSIAL DALAM PENDIDIKAN KARAKTER JUJUR PADA PESERTA DIDIK SMPIT INSAN KAMIL KARANGANYAR
ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh sekolah SMPIT Insan Kamil Karanganyar dalam membentuk karakter jujur pada peserta didiknya karena kejujuran adalah karakter yang penting.Penelitian ini dilaksanakan di (Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu) SMPIT Insan Kamil Karanganyar tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi kasus. Teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara dan dokumen. Sumber data penelitian berasal dari data primer yaitu dengan mengambil narasumber yang terdiri dari kepala sekolah, guru, siswa/siswi dan teman bermainnya serta orang tua/wali murid dan data yang didapat secara langsung dari peristiwa atau aktivitas yang sedang berlangsung, sedangkan data sekunder terdiri dari dokumen internal serta penelusuran web online mengenai sekolah tersebut. Uji analisis data menggunakan teori sosiologi fungsional klasik tentang fakta sosial milik Emile Durheim.Upaya penanaman karakter jujur dilaksanakan secara bersama-sama dari semua pihak, baik kepala sekolah, guru, wali kelas, orang tua bahkan antar siswa satu terhadap siswa lainnya. Upaya tersebut diantaranya ialah (1) Upaya preventif untuk mencegah ketidakjujuran pada peserta didik SMPIT Insan Kamil Karanganyar. (2) Upaya represif untuk mengatasi ketidakjujuran peserta didik SMPIT Insan Kamil Karanganyar. (3) Membiasakan peserta didik dengan ibadah wajib dan sunnah (4) Pengintegrasian nilai kejujuran dalam pembelajaran dan evaluasi, dan (5) Pengintegrasian nilai kejujuran dalam kegiatan tambahan di luar kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian upaya yang dilakukan pihak sekolah mampu menanamkan kebiasaan bersikap jujur kepada peserta didik. Berdasarkan analisis fakta sosial milik Emile Durheim, hal ini dikarenakan individu yang menjadi peserta didik sepenuhnya tidak memiliki otonom karena mereka tidak dapat secara sepenuhnya menentukan dirinya sendiri. Mereka tidak mampu menentukan karakter mana yang harus mereka miliki, mereka bersikap jujur karena mendapatkan karakter tersebut melalui pendidikan dari lingkungannya. Sehingga mereka secara sadar maupun terpaksa harus mengikuti kebiasaan yang ditetapkan di sekolahnya jika tidak ingin dianggap sebagai anak yang menyimpang. Kata kunci : pendidikan karakter, jujur, fakta sosia
KOMPARASI METODE JIGSAW DAN METODE MAKE A MATCH SERTA PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 MOJOLABAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya (1) Perbedaan antara penggunaan metode Jigsaw dan metode Make a Match terhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA N 1 Mojolaban; (2) Pengaruh penggunaan metode Jigsaw dan metode Make a Match terhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA N 1 Mojolaban; (3) Besar pengaruh penggunaan metode Jigsaw dan metode Make a Match terhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA N 1 Mojolaban Tahun Ajaran 2015/2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X, XI, dan XII IPS di SMA Negeri 1 Mojolaban. Sampel penelitian yang terpilih adalah seluruh siswa kelas XI IPS 1 dan XI IPS 3 dengan teknik pengambilan sampel Multistage Cluster Random Sampling. Penelitian ini termasuk penelitian kausal komparatif dengan bentuk penelitian semu. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes untuk mengetahui hasil belajar kognitif siswa dan angket untuk mengetahui respon siswa terhadap metode pembelajaran yang digunakan. Analisis data menggunakan uji-t independent sample. Hasil penelitian adalah sebagai berikut (1) Ada perbedaan pengguanaan metode Jigsaw dan Metode Make a Match terhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Mojolaban. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukan selisih dari kedua t sebesar 3,765 dan ρ sebesar 0.025 (signifikan). (2) Ada pengaruh penggunaan metode Jigsaw dan metode Make a Match terhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Mojolaban. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis dimana t menunjukan angka 2,136 dengan tingkat signifikansi 0,040 (signifikan). (3) Besar pengaruh penggunaan metode Jigsaw dan Make a Match terhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Mojolaban sebesar 15,3%, sedangkan 84,7% sisanya merupakan faktor dari variabel lain yang tidak diteliti oleh peneliti. Kesimpulan penelitian ini adalah ada perbedaan penggunaan metode Jigsaw dan metode Make a Match terhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Mojolaban. Nilai rata – rata kelas metode Make a Match lebih tinggi dibandingkan nilai rata – rata kelas metode Jigsaw. Metode belajar memberikan pengaruh terhadap hasil belajar sosiologi siswa yaitu sebesar 15,3 %, sedangkan 84,7% dipengaruhi oleh faktor lain. Kata Kunci : Hasil Belajar Sosiologi, Metode Jigsaw, Metode Make a Matc
STRATEGI ADAPTASI MENJADI SINGLE MOTHER (STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF PEREMPUAN SINGLE MOTHER DI DESA CEPOKOSAWIT KECAMATAN SAWIT KABUPATEN BOYOLALI
ABSTRACTThis research aims to determine (1) the meaning of women in the life of being a single mother in the village community Cepokosawit; (2) the implementation of economic strategies doing single mother as a single parent in maintaining the survival of his family in Cepokosawit village. This research used descriptive qualitative method to produce and process the research data descriptive nature, such as transcripts of interviews and observations. The population in this study are all citizens of the women in Cepokosawit village, Sawit district, Boyolali regency. The selected Informants were several single mothers in Cepokosawit village. The technique of taking informants using purposive sampling based on certain criteria, (1) the informant is a single mother who has been separated from her husband for at least four years; (2) has a dependent school child and unmarried; (3) comes from a medium family . The collection of data carried out by interview and observation of the life of a single mother in their role as the main breadwinner of the family. Data analysis technique is done by means of data collection, data reduction, data display and drawing conclusions or data verification . The results of this research are, First, the meaning of a single mother in Cepokosawit village is a tough woman who has a high fighting spirit alive. Forms of toughness and high living struggle can be seen from how a single mother in handling the domestic realm that is taking care of the house and educate children alone as well as in the public domain serves as a hard fighter backbone of the family. Second, the economic adaptation strategies in a single mother family visible in how they align with the amount of income a family needs every day of his life. Forms of economic planning is also evident from the way a single mother to save, set aside in part piecemeal revenue that could be used to meet the needs of their child's education and are used for urgent needs. Most single mother who can not save their children's education costs and the shortage will ask for help to relatives who are more capable. Keywords: family, strategy, single mothe
KEKERASAN TERHADAP ANAK DALAM KELUARGA DALAM PERSPEKTIF FAKTA SOSIAL
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor yang meneyebabkan terjadinya kasus kekerasan terhadap anak dalam keluarga.Penelitian ini dilaksanakan Desa Klunggen Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri dengan teknik pemilihan informan berupa purposive sampling. Informan yang dipilih dalam penelitian ini adalah orangtua yang telah memiliki anak selama lebih dari 15 tahun, orangtua dengan latar belakang pekerjaan yang berbeda, masyarakat di Desa Klunggen, dan anak – anak yang tinggal di lingkungan tersebut. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Analisis data dalam penelitian ini diawali dengan pengumpulan data, mereduksi data, menyajikan data, dan terakhir menarik kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan kekerasan terhadap anak terjadi dalam keluarga ada tiga yaitu, (1) Pewarisan kekerasan antar generasi (2) Kekerasan terhadap anak dalam keluarga sulit diungkap ke ruang publik (3) Latar belakang budaya (Adanya hubungan kedudukan dalam masyarakat yang selalu menempatkan anak dalam posisi terbawah).Teori fakta sosial Durkheim menjelaskan bahwa anak sebagai individu yang lemah selalu diposisikan terbawah dalam masyarakat. Sehingga semua yang dia lakukan harus sesuai dengan apa yang diperintahkan dan diajarkan oleh orang dewasa/orangtua dalam keluarga. Ketika anak melakukan sesuatu yang diluar aturan orang dewasa tersebut, maka anak tersebut akan mendapat sanksi dari perbuatannya. Kata Kunci : kekerasan, anak, keluarga
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI DI KELAS XI IPS 3 SMA NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016
ABSTRAKEmillia Niken Palupi. K8412026. PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI DI KELAS XI IPS 3 SMA NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Skripsi. Fakuktas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2016. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan keaktifan dan hasil belajar mata pelajaran Sosiologi siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Surakarta tahun pelajaran 2015/ 2016 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Surakarta sebanyak 32 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik utama dalam pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, sementara teknik pendukung dengan menggunakan wawancara, dokumentasi, dan arsip. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar mata pelajaran Sosiologi siswa kelas XI IPS 3 mulai dari hasil belajar siswa pra siklus, siklus I sampai siklus II. Keaktifan siswa menunjukkan prosentase 18,75% pada tahap pra tindakan meningkat menjadi 59,37% pada siklus I dan kembali meningkat menjadi 87,50% pada siklus II. Hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan dari nilai rata-rata kelas 75,41 pada pra siklus meningkat menjadi 78,46 pada siklus I dan kembali meningkat menjadi 85,90 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Surakarta pada tahun pelajaran 2015/ 2016. Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Numbered Heads Together (NHT), Keaktifan dan Hasil Belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 1 SIDOHARJO WONOGIRI TAHUN PELAJARAN 2015/2016
ABSTRAKTitis Prabaningrum. K8409066. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 1 SIDOHARJO WONOGIRI TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Juni 2016.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya (1) peningkatan motivasi belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw; (2) peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sidoharjo Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 21 siswa. Sumber data yang digunakan adalah informan, tempat atau lokasi, peristiwa, dokumen atau arsip. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, tes, angket dan dokumentasi. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar dan hasil belajar sosiologi siswa XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sidoharjo mengalami peningkatan setelah di terapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Hasil ini di tunjukkan dengan adanya peningkatan prosentase motivasi belajar siswa dan peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklusnya. Peningkatan motivasi belajar siswa dilihat dari dua aspek yaitu berdasarkan lembar observasi dan angket. Motivasi belajar siswa berdasarkan hasil observasi pada siklus I ke siklus II mengalami kenaikan sebesar 13,33% yaitu dari motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 62,85% mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 76,18%.Sedangkan motivasi belajar berdasarkan perhitungan angket pada siklus I ke siklus II mengalami kenaikan sebesar 4,72% yaitu dari motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 73,92% mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 78,64%. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari nilai rata-rata siswa pra siklus, yaitu 73,76 meningkat 3,85 pada siklus I sebesar 77,61 mengalami kenaikan hasil belajar pada siklus II sebesar 3,96 dengan nilai rata-rata siswa mencapai 81,57.Kata kunci: Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, motivasi belajar, hasil belajar