SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
432 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI PADA SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 1 MOJOLABAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016
ABSTRAK Kartika Pratama Sari. K8412038. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI PADA SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 1 MOJOLABAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret, Mei 2016.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Mojolaban Tahun Pelajaran 2015/2016 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Mojolaban yang terdiri dari 36 siswa. Sumber data pada penelitian ini adalah guru dan siswa. Teknik pengumpulan data utama pada penelitian ini adalah observasi dan tes, selain itu teknik pengumpulan data pendukung adalah wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa secara kognitif. Hasil pra tindakan menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa yaitu 64,53, kemudian pada evaluasi siklus I menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa 76,72 dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 82,56.Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran sosiologi kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Mojolaban Tahun Pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : pembelajaran kooperatif, Two Stay Two Stray, hasil belajar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS X-3 SMA NEGERI 1 NOGOSARI TAHUN PELAJARAN 2015/2016
ABSTRAK Fandi Setyawan. K8410023. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS X-3 SMA NEGERI 1 NOGOSARI TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret. Juli 2016. Penelitian ditujukan untuk meningkatkan hasil belajar Sosiologi siswa kelas X-3 SMA Negeri 1 Nogosari Tahun Pelajaran 2015/2016 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW.Penelitian ini merupakan sebuah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas X-3 SMA Negeri 1 Nogosari sejumlah 30 siswa dan guru pengampu mata pelajaran Sosiologi. Teknik pengumpulan data meliputi pengamatan (observasi), wawancara, tes serta dokumentasi. Teknik analisis data ada. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif komparatif sedangkan data kualitatif menggunakan teknik analisis kritis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW dapat meningkatkan hasil belajar Sosiologi siswa kelas X-3 SMA Negeri 1 Nogosari Tahun Pelajaran 2015/2016. Ketuntasan belajar siswa menunjukkan peningkatan. Prosentase ketuntasan belajar 63,33% pada tahap prasiklus, sedikit meningkat menjadi 66,67% pada siklus I dan meningkat kembali menjadi 86,67% pada siklus II. Nilai rata-rata kelas dari 73,67% pada pra siklus sedikit mengalami peningkatan menjadi 74,87% pada siklus I dan meningkat kembali menjadi 78,36% pada siklus II, dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75 dan indikator ketercapaian 75%.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW dapat meningkatkan hasil belajar Sosiologi siswa kelas X-3 SMA Negeri 1 Nogosari Tahun Pelajaran 2015/2016. Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas (PTK), JIGSAW, Hasil Belajar Sosiologi.
ANALISIS GENDER DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 2 BOYOLALI
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengungkapkan alasan dibalik banyaknya perempuan yang lebih berprestasi secara akademik daripada laki-laki; (2) mengetahui idealisme peran gender berdasarkan aktivitas yang dilakukan siswa-siswi SMAN 2 Boyolali; dan 3) mengetahui akar internalisasi gender didalam pendidikan.Peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi fenomenologi. Informan berasal dari siswa dengan peringkat prestasi akademik tiga besar di kelas yang terdapat laki-laki di dalamnya.Hasil penelitian adalah sebagai berikut ini. Pertama, adanya perbedaan prestasi belajar ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dilihat dari intensitas belajarnya, siswa perempuan lebih banyak menggunakan waktunya untuk belajar dari pada laki-laki. Belenggu terhadap peran domestik pada siswi perempuan menyebabkan ia lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. Selain itu, pandangan mengenai sosok perempuan yang “seharusnya” rajin mendorong siswa perempuan untuk lebih tekun belajar. Sedangkan laki-laki yang mampu menduduki peringkat 10 besar mengaku jarang belajar, mereka menambah nilai dengan keaktifan di kelas. Keaktifan murid laki-laki didorong oleh banyaknya peran publik yang dilakukan. Kedua, siswa perempuan lebih dominan berperan pada ruang domestik seperti menyapu lantai, mengepel lantai, mencuci baju, menyeterika baju, mengurus adik, serta menjaga toko. Sedangkan siswa laki-laki cenderung berperan di ruang publik seperti futsal, bermain motor trail, melihat offroad, band, dan bermain playstation. Ketiga, pihak-pihak yang mensosialisasikan bias gender bagi siswa-siswi SMAN 2 Boyolali diantaranya keluarga dan sekolah. Sosialisasi bias gender oleh keluarga dilakukan melalui pembagian peran yang diberikan oleh orangtua kepada anak-anak mereka. Di sekolah, sosialisasi bias gender dilakukan oleh guru dengan menyalurkan ideologi berbias gender yang dimiliki guru melalui teguran-teguran terhadap siswanya, serta banyak terdapat konten berbias gender yang terdapat pada modul-modul yang setiap hari digunakan siswa sebagai sumber belajar. Kata Kunci: sosialisasi gender, pendidikan, prestasi belaja
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016
ABSTRAKKartika Mega Pertiwi. K8412037. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Mei 2016.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada mata pelajaran sosiologi siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 5 Surakarta Tahun Pelajaran 2015/2016 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS 1 SMA Negeri 5 Surakarta dengan jumlah 30 peserta didik. Teknik utama pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, test, dan angket, sementara teknik pengumpulan data pendukung menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualititatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran sosiologi di kelas XI IPS 1 SMA Negeri 5 Surakarta tahun pelajaran 2015/2016. Pada siklus I motivasi belajar peserta didik yang berkriteria baik 66,67%, meningkat menjadi 86,67% pada siklus II. Pada pra tindakan hasil belajar peserta didik menunjukkan rata-rata 70,13, meningkat menjadi 76,4 pada siklus I, dan meningkat menjadi 87,06 pada siklus II. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi kelas XI IPS 1 SMA Negeri 5 Surakarta. Kata kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Jigsaw, Motivasi Belajar, Hasil Belajar.
ANALISIS KONSEP DISTINCTION PIERRE BOURDIEU DALAM PEMILIHAN SEKOLAH BERLABEL ISLAM DI SURAKARTA
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan keberadaan sekolah berlabel Islam di Surakarta, mendeskripsikan sudut pandang masyarakat dalam memaknai sekolah berlabel Islam, dan menjelaskan pembedaan kelas dalam masyarakat yang tercipta melalui pemilihan sekolah. Penelitian ini dilaksanakan di Yayasan Nur Hidayah dan Yayasan Lembaga Pendidikan Al Firdaus Surakarta.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Wawancara mendalam dilakukan dengan informan kunci yaitu orang tua murid beberapa sekolah berlabel Islam di Surakarta dan informan pendukung ialah pihak sekolah dan yayasan. Dokumentasi berupa dokumen tulisan yaitu data perkembangan sekolah di Surakarta dari BPS Jawa Tengah tahun 2014, hasil angket wawancara terbuka dengan beberapa orang tua murid sekolah berlabel Islam, dan foto-foto yang diambil selama proses penelitian. Teknik pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan snowball sampling. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data fenomenologis yang terdiri dari pengelompokkan data, pengurangan data yang tidak penting, memfokuskan pada tema penelitian, analisis tema penelitian, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian yaitu perkembangan sekolah berlabel Islam di Surakarta pada saat ini sudah cukup pesat, baik dari segi jumlah maupun prestasi. Masyarakat Surakarta memaknai sekolah berlabel Islam sebagai arena pelepasan tanggung jawab orang tua dalam pengasuhan dan pengawasan proses belajar anak. Sekolah berlabel Islam juga dimaknai sebagai arena kekuatan bagi orang tua untuk menaikkan ataupun mempertahankan posisi sosialnya di masyarakat. Dalam pemilihan sekolah berlabel Islam berkaitan erat dengan selera. Tidak sedikit orang tua murid yang menyekolahkan anak-anaknya di sekolah berlabel Islam atas dasar prestise. Sekolah berlabel Islam dimanfaatkan oleh para orang tua murid untuk menaikkan ataupun mempertahankan posisi sosialnya di masyarakat. Kata kunci : Ranah Pendidikan, Pembedaan, Selera
HUBUNGAN ANTARA PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN MINAT BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI KEBAKKRAMAT TAHUN PELAJARAN 2015/2016
ABSTRAK Ricka Intan Setyani. K8411062. HUBUNGAN ANTARA PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN MINAT BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA XI IPS SMA NEGERI KEBAKKRAMAT TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret. Januari. 2016.Penelitian bertujuan untuk mengetahui : (1) Untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara pemanfaatan media pembelajaran dengan hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran 2015/2016. (2) Untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara minat belajar dengan hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran 2015/2016. (3) Untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara pemanfaatan media pembelajaran dan minat belajar dengan hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran 2015/2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri Kebakkramat. Sampel yang digunakan sejumlah 106 Siswa diambil dengan Teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi ganda. Kesimpulan penelitian ini bahwa : (1) Hipotesis yang berbunyi “Terdapat hubungan yang signifikan antara pemanfaatan media pembelajaran dengan hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran 2015/2016” dinyatakan diterima. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda diperoleh nilai signifikansi <0,05, yaitu 0,001. Jadi dapat dinyatakan bahwa korelasi signifikan, dengan hasil korelasi sebesar 0,305. (2) Hipotesis yang berbunyi “Terdapat hubungan yang signifikan antara minat belajar dengan hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran 2015/2016” dinyatakan diterima. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda diperoleh nilai signifikansi <0,05, yaitu 0,000. Jadi dapat dinyatakan bahwa korelasi sangat signifikan, dengan hasil korelasi sebesar 0,413. (3) Hipotesis yang berbunyi “Terdapat hubungan yang signifikan antara pemanfaatan media pembelajaran dan minat belajar dengan hasil belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran 2015/2016” dinyatakan diterima. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda diperoleh Fhitung (14,029) > Ftabel (3,08), dengan signifikansi <0,05, yaitu 0,000. Jadi dapat dinyatakan bahwa korelasi signifikan.Kata kunci : Hasil Belajar Sosiologi, Media pembelajaran, Minat belajar.
JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ANTROPOLOGI HUBUNGAN ANTARA FASILITAS SEKOLAH DAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS IPS DI SMA NEGERI 8 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016
ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) Hubungan antara fasilitas sekolah dengan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Surakarta Tahun Pelajaran 2015/2016. (2) Hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Surakarta Tahun Pelajaran 2015/2016. (3) Hubungan antara fasilitas sekolah dan minat belajar dengan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Surakarta Tahun Pelajaran 2015/2016.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Surakarta yang berjumlah 167 siswa. Sampel yang digunakan sejumlah 54 siswa diambil dengan teknik cluster proporsional non random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket dan dokumentasi serta wawancara sebagai penunjang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi ganda.Kesimpulan penelitian ini bahwa: (1) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara fasilitas sekolah dengan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Surakarta Tahun Pelajaran 2015/2016. (2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar dengan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Surakarta Tahun Pelajaran 2015/2016. (3) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara fasilitas belajar dan minat belajar dengan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Surakarta Tahun Pelajaran 2015/2016. Jadi dapat dinyatakan bahwa fasilitas sekolah dan minat belajar secara bersama-sama memiliki memiliki pengaruh yang positif dan signifikan dengan prestasi belajar Sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Surakarta Tahun Pelajaran 2015/2016.Kata Kunci: Kuantitaif, Prestasi Belajar Sosiologi, Fasilitas Sekolah, Minat Belajar.
RASIONALITAS PILIHAN ORANG TUA TERHADAP PESANTREN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN REMAJA AWAL
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menjelaskan alasan orang tua memilih pesantren sebagai lembaga pendidikan remaja awal. Penelitian dilaksanakan di SMP MTA Gemolong dengan teknik pemilihan informan berupa purposive sampling. Informan yang dipilih adalah 4 orang orang tua siswi mukim, kepala sekolah, kepala asrama putri, guru BK, dan 4 orang siswi mukim. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui teknik in depth interview, observasi langsung, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Analisis data melalui menginterpretasikan kata-kata yang disampaikan oleh informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan orang tua adalah (1) agar anak memiliki ahklak yang bagus (2) perasaan ketidakmampuan mendidik anak di rumah (3) merupakan anggota MTA (4) kesamaan pengalaman sebagai siswa MTA (5) biaya asrama murah (6) keyakinan terhadap MTA sebagai tuntunan yang paling benar. Tujuan rasional orang tua adalah MTA. MTA memberikan keuntungan maksimal bagi orang tua karena anak akan memiliki pedoman yang sama dengan orang tua, uang SPP yang dibayarkan bermanfaat bagi pengembangan MTA, dan menunjukkan loyalitas orang tua sebagai anggota MTA. Orang tua sebagai aktor yang rasional mengendalikan anaknya agar menuruti keinginannya dengan cara memberikan motivasi dan pemahaman bahwa pesantren merupakan pilihan terbaik bagi anaknya. Kata Kunci: MTA, pesantren, pilihan rasiona
PANDANGAN SISWA TENTANG GANESHA OPERATION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KOTA SURAKARTA (Studi Deskriptif Kualitatif Siswa Kelas XII)
ABSTRAK PANDANGAN SISWA TENTANG GANESHA OPERATION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KOTA SURAKARTA. Novia Ardhanariswari. K8412058. Skripsi. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Desember 2016. Tujuan penelitian ini adalah, pertama untuk mengetahui pandangan siswa tentang Ganesha Operation dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kota Surakarta. Kedua, mengetahui hasil belajar siswa yang mengikuti bimbingan belajar di Ganesha Operation.Penelitian ini adalah penelitian jenis kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data untuk mengetahui pandangan siswa tentang bimbingan belajar Ganesha Operation dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kota Surakarta menggunakan metode wawancara terstruktur. Pada penelitian ini diambil lima siswa sebagai informan yang diambil dari berbagai unit Ganesha Operation di Kota Surakarta.Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa siswa memandang Ganesha Operation sebagai lembaga bimbingan belajar yang mempunyai reputasi baik di masyarakat dan berdedikasi tinggi dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa yang mengikuti bimbingan belajar di Ganesha Operation mengalami peningkatan. Hasil ujian nasional yang diperoleh sesuai dengan target. Semua informan lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur undangan di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Kata kunci : Siswa, Ganesha Operation, Hasil Belajar, Pilihan Rasional
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL BENTUK VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI X IPS 2 SMA BATIK 1 SURAKARTATAHUN PELAJARAN 2015/2016
ABSTRAKMichael Ricy Sambora. K8412050. PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL BENTUK VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI X IPS 2 SMA BATIK 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, April 2016. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Sosiologi siswa kelas X IPS 2 SMA Batik 1 Surakarta tahun pelajaran 2015/ 2016 melalui penggunaan media pembelajaran audio visual bentuk video. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas X IPS 2 SMA Batik 1 Surakarta sebanyak 48 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik utama dalam pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, sementara teknik pendukung dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Audio Visual bentuk Video dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Sosiologi siswa kelas X IPS 2 mulai dari hasil belajar pra siklus, siklus I sampai siklus II. Ranah kognitif dari pra siklus 33,33 % meningkat menjadi 58,34% pada siklus I dan kembali meningkat pada siklus II mencapai 87.5%. Ranah afektif diperoleh peningkatan rata-rata prosentase dari siklus I sebesar 72% meningkat menjadi 83.17% pada siklus II. Ranah psikomotor juga mengalami peningkatan rata-rata prosentase dari siklus I sebesar 75% menjadi 83,34% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan media pembelajaran audio visual tipe video dapat meningkatkan hasil belajar sosiologi siswa kelas X IPS 2 SMA Batik 1 Surakarta pada tahun pelajaran 2015/ 2016. Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Media audio Visual bentuk Video, Hasil Belajar.