SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
Not a member yet
    432 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016

    Get PDF
    ABSTRAK Esty Setyarsih. K8412027. PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret,             2015/2016. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi dengan menerapkan  model pembelajaran problem based learning di kelas XI IPS 2 SMA Negeri 5 Surakarta tahun ajaran 2015/2016Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 5 Surakarta tahun ajaran 2015/2016. Sumber data adalah guru dan siswa. Teknik pengumpulan data dengan (1) observasi untuk memperoleh data dari sumber yang berupa tempat, peristiwa, atau perilaku, (2) dokumentasi untuk memperoleh data dari arsip dan dokumen, dan (3)  tes untuk memperoleh data hasil belajar siswa.Hasil penelitian adalah sebagai berikut ini. Pada prasiklus ketuntasan belajar siswa adalah 21,87% dengan nilai rata-rata kelas 60. Pada siklus I ketuntasan belajar siswa menjadi 65,62% dengan nilai rata-rata kelas 76,84. Pada siklus II hasil presentase ketuntasan belajar siswa semakin meningkat, ketuntasan belajar pada siklus II yaitu 100% dengan nilai rata-rata 87,03. Dari aspek sikap siswa juga mengalami peningkatan, yaitu skor rata-rata 2,75 pada siklus I kemudian di siklus II meningkat menjadi 3,34. Begitu pula pada aspek keterampilan siswa, pada siklus I skor rata-ratanya 2,79 kemudian meningkat 3,26 pada siklus II.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 5 Surakarta tahun ajaran 2015/2016. Kata Kunci : Problem Based Learning, hasil belajar.

    KOMPARASI METODE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DAN METODE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) SERTA PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 2 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2015/2016

    Get PDF
    ABSTRAK              Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan penggunaan metode Numbered Head Together dan metode Two Stay Two Stray terhadap hasil belajar sosiologi siswa (2) pengaruh penggunaan metode Numbered Head Together dan metode Two Stay Two Stray terhadap hasil belajar sosiologi siswa (3) seberapa besar pengaruh metode Numbered Head Together dan metode Two Stay Two Stray terhadap hasil belajar sosiologi siswa.              Penelitian ini dilakukan pada kelas XI IPS di SMA Negeri 2 Boyolali. Penelitian ini termasuk penelitian kausal komparatif dengan bentuk eksperimen semu. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 2 Boyolali Tahun Pelajaran 2015/2016. Sampel penelitian sebanyak dua kelas diambil dengan teknik Multistage Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis SPSS Versi 21. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan penggunaan metode Numbered Head Together dan metode Two Stay Two Stray terhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Boyolali tahun pelajaran 2015/2016. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan rata-rata metode Numbered Head Together sebesar 72,965 dan rata-rata metode Two Stay Two Stray sebesar 79,172 dengan selisih dari kedua metode sebesar 3.634, dan ρ = 0.001 (signifikan). (2) terdapat pengaruh penggunaan metode Numbered Head Together dan metode Two Stay Two Stray terhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Boyolali. Hasil analisis ini menunjukkan F = 13.204 dengan ρ = 0.001 (Sangat Signifikan). (3) besar pengaruh metode Numbered Head Together dan metode Two Stay Two Stray terhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS sebesar 8%.              Kesimpulan penelitian adalah ada perbedaan penggunaan metode Numbered Head Together dan metode Two Stay Two Stray terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Boyolali. Nilai rata-rata kelas yang menggunakan metode Two Stay Stwo Stray lebih tinggi daripada nilai rata-rata kelas Numbered Head Together. Metode belajar memberikan pengaruh terhadap hasil belajar sosiologi yaitu sebesar 8%, sedangkan 92% di pengaruhi faktor lain. Kata Kunci: Hasil Belajar Sosiologi, Metode Numbered Head Together, Metode Two Stay Two Stray.Kata Kunci : komparasi, metode numbered head together, metode two stay two stra

    PENDIDIKAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI PELESTARIAN WAYANG KULIT DI DESA KEPUHSARI, KECAMATAN MANYARAN, KABUPATEN WONOGIRI

    Get PDF
    ABSTRAKPENDIDIKAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI PELESTARIAN WAYANG KULIT DI DESA KEPUHSARI, KECAMATAN MANYARAN, KABUPATEN WONOGIRI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) proses pendidikan yang belangsung di sanggar-sanggar Desa Kepuhsari; (2) peran sanggar-sanggar dalam melestarikan dan mengembangkan wayang kulit di Desa Kepuhsari; dan 3) sikap masyarakat terhadap upaya pelestarian wayang kulit yang dilakukan oleh sanggar-sanggar di Desa Kepuhsari. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data primer berasal dari data wawancara mendalam kepada informan serta observasi langsung di lapangan, sedangkan sumber data sekunder berasal dari analisis dokumentasi. Teknik pengambilan subyek penelitian berupa purposive dengan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi langsung, wawancara mendalam dan dokumentasi atau arsip. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan pemilahan data, interpretasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) proses pendidikan yang berlangsung di sanggar-sanggar Desa Kepuhsari berlangsung secara nonformal dan fleksibel; (2) sanggar dijadikan pusat inovasi dalam masyarakat, sehingga sanggar mempunyai peran yang cukup penting dalam pelestarian wayang kulit yang merupakan warisan kearifan lokal di Desa Kepuhsari; Sanggar telah melakukan proses pewarisan budaya dari generasi tua kepada generasi muda yang sangat berpengaruh terhadap upaya untuk pelestarian wayang kulit,; dan 3) sebagian masyarakat mendukung dengan diadakannya berbagai upaya yang dilakukan oleh sanggar, karena sanggar merupakan satu sarana untuk pelestarian wayang kulit, tetapi ada juga sebagian masyarakat yang tidak mendukung, hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan sudut pandang masyarakat.                                                                                              Kata kunci: Pendidikan, Kearifan lokal, Pelestarian, Wayang Kuli

    TAYUBAN DALAM TRADISI BERSIH DESA DI DUSUN SAMBENG, DESA KEPUHSARI, KECAMATAN MANYARAN, KABUPATEN WONOGIRI

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan fungsi tayuban dalam tradisi bersih desa. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Sambeng, Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri dengan subyek penelitian masyarakat Dusun Sambeng dan yang terlibat acara tayuban dalam bersih desa.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Wawancara mendalam dilakukan dengan informan kunci yaitu masyarakat Dusun Sambeng, sedangkan untuk informan pendukung adalah tokoh masyarakat serta tokoh agama Sambeng. Observasi dilakukan dengan mengamati tempat-tempat danyangan. Dokumentasi menggunakan dokumen tulisan seperti data perencanaan rasulan Dusun Sambeng tahun 2015, sedangkan dokumen gambar berupa foto tayuban di Dusun Sambeng pada september 2015. Teknik pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data mengunakan model interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tayuban dalam bersih desa dimaknai sebagai kearifan lokal. Bentuk kearifan lokal masyarakat Dusun Sambeng terlihat pada tradisi bersih desa. Pemaknaan tayuban dalam  tradisi bersih desa mewujud dalam relasi masyarakat dengan alam (danyang). Tayuban merupakan bentuk persembahan masyarakat Dusun Sambeng kepada danyang yang dijadikan sebagai upaya masyarakat dalam “mencari keselamatan” hidup. Fungsi tayuban dalam bersih desa yaitu sebagai solidaritas sosial. Solidaritas sosial masyarakat Dusun Sambeng termasuk dalam solidaritas mekanik. Solidaritas sosial ini mewujud dalam tindakan-tindakan yang terbentuk melalui proses interaksi sosial, diantaranya membayar iuran untuk tayuban, kerja bakti membersihkan Dusun, rewang, kenduri atau kondangan, dan saat puncak acara tayuban Bagi individu yang tidak terlibat dalam tayuban, akan mendapatkan sanksi yang berupa gunjingan masyarakat dan teguran langsung. Kata Kunci : Kearifan Lokal, Solidaritas Sosial, Tayuba

    PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016

    No full text
    ABSTRAK Esty Setyarsih. K8412027. PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret, Mei 2016. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi dengan menerapkan  model pembelajaran problem based learning di kelas XI IPS 2 SMA Negeri 5 Surakarta tahun ajaran 2015/2016Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 5 Surakarta tahun ajaran 2015/2016. Sumber data adalah guru dan siswa. Teknik pengumpulan data dengan (1) observasi untuk memperoleh data dari sumber yang berupa tempat, peristiwa, atau perilaku, (2) dokumentasi untuk memperoleh data dari arsip dan dokumen, dan (3) tes untuk memperoleh data hasil belajar siswa.Hasil penelitian adalah sebagai berikut ini. Pada prasiklus ketuntasan belajar siswa adalah 21,87% dengan nilai rata-rata kelas 60. Pada siklus I ketuntasan belajar siswa menjadi 65,62% dengan nilai rata-rata kelas 76,84. Pada siklus II hasil presentase ketuntasan belajar siswa semakin meningkat, ketuntasan belajar pada siklus II yaitu 100% dengan nilai rata-rata 87,03.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 5 Surakarta tahun ajaran 2015/2016. Kata Kunci : Problem Based Learning, hasil belajar, sosiologi.

    PENGGUNAAN LKS SEBAGAI TINDAKAN RASIONALITAS GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN (Kajian Fenomenologi di SMA N 7 Surakarta Tahun Pelajaran 2015/2016).

    Get PDF
    AbstrakTomi Wursito Adi. NIM K8411066 PENGGUNAAN LKS SEBAGAI TINDAKAN RASIONALITAS GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN (Kajian Fenomenologi di SMA N 7 Surakarta Tahun Pelajaran 2015/2016). Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. April 2016.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan guru menggunakan LKS dalam proses pembelajaran di kelas serta mengetahui dampak yang ditimbulkan dari penggunaan LKS tersebut. Penelitian ini dilakukan di SMA N 8 Surakarta.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data berasal dari wawancara, observasi, serta dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan informan kunci yang terdiri dari 1 guru laki-laki dan 2 guru perempuan yang mengajar kelas XI IPS. Sedangkan informan pendukung terdiri 2 peserta didik kelas XI IPS. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan informan dengan cara purposive. Dalam melakukan uji validitas data, yang dilakukan yaitu dengan metode cara pengumpulan data triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan serta verifikasi.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, hasil yang didapatkan sebagai berikut: (1) LKS sebagai sumber utama dalam proses pembelajaan, (2) LKS dianggap lebih praktis dan lengkap dibandingkan buku paket, (3) Pembelajaran hanya bertumpu dan berbasis pada LKS, (4) Guru kurang inovatif dan malas dalam membuat soal, (5) Siswa menjadi tidak kritis. Pemilihan LKS  sebagai sumber utama dalam proses pembelajaran merupakan sebuah tindakan rasionalitas dari guru.Kata kunci : Pembelajaran, LKS, Tindakan Rasionalitas

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIF SCRIPT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS X IPS 1 SMA NEGERI 1 BANYUDONO TAHUN PELAJARAN 2015/2016.

    Get PDF
    AbstrakAgus Widodo. K8410005. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIF SCRIPT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS X IPS 1 SMA NEGERI 1 BANYUDONO TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Skripsi, Surakarta; Fakultas Keguruan dan Ilmu Kepedidikan. Universitas Sebelah Maret. ........Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Banyudono Tahun Pelajaran 2015/2016 dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe kooperatif script.Penelitian ini merupakan termasuk Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) yang dilakukan dalam dua siklus. Pada tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan. tindakan, observasi dan refleksi. Subyek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Banyudono Tahun Pelajaran 2015/2016, dengan jumlah peserta didik 32. Tehnik pengumpulan data utama pada penelitian ini yaitu dengan observasi dan test. Sementara, pengumpulan data sekunder dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan tehnik analisis diskriptif kalitatif dan kuantitatif.Hasil menunjukan bahwa penerapan model pembelajaraan kooperatif tipe kooperatf script dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Banyudono Tahun Pelajaran 2015/2016 pada mata pelajaran sosiologi. Pada pratindakan hasil peserta didik menunjukan rata – rata 2,45. Dan meningkat pada siklus I menjadi 2,72. Kemudian diikuti pada siklus II menjadi 2,93.Simpulan pada penelitian ini adalah penerapan model Kooperatif Script meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran sosiologi kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Banyudono Tahun Pelajaran 2015/2016. Kata kunci :  Penelitian Tindakan Kelas, Kooperatif Script, Hasil Belajar 

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN WISATAWAN DALAM BERKUNJUNG KE OBYEK WISATA WADUK GAJAH MUNGKUR WONOGIRI

    Get PDF
    ABSTRAKAji Prasetyo : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN WISATAWAN DALAM BERKUNJUNG KE OBYEK WISATA WADUK GAJAH MUNGKUR WONOGIRI.Kabupaten wonogiri memiliki Bendungan yang cukup terkenal, yaitu Waduk Serba Guna Gajah Mungkur Wonogiri. Waduk Gajah Mungkur adalah sebuah waduk yang terletak 3 km di selatan Kota kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Perairan danau buatan ini dibuat dengan membendung sungai terpanjang di pulau Jawa yaitu sungai Bengawan Solo. Danau buatan ini dibangun pada tahun 1970-an dan beroperasi sejak tahun 1978. Pembangunan waduk gajah mungkur merupakan pengorbanan dari sebagian besar masyarakat wonogiri demi pembangunan. Sebanyak 51 kelurahan atau desa ditenggelamkan dan 60.000 jiwa rela ditransmigrasikan keluar jawa dengan sistem bedol desa. Bendungan ini merupakan waduk terbesar se-Asia Tenggara yang dibangun dengan fungsi utama sebagai pengendali banjir (Flood Control) sungai bengawan Solo.Obyek Wisata puncak pass ini dilengkapi dengan beberapa sarana wisata antara lain : Taman Satwa, Kolam Renang, Mainan anak-anak, sky, Perahu , Sepeda air, Sarana olah raga gantole, Rumah makan terapung (karamba), Tempat ibadah, Toilet, Tempat Parkir, Kereta Kelinci  dan Naik Gajah. Dibukanya Waduk Gajah Mungkur sebagai obyek wisata, banyak memberi keuntungan terhadap masyarakat sekitar maupun memberi sumbangan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak sedikit Bagi kabupaten Wonogiri. Selain itu juga ada banyak warga sekitar lokasi Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur yang mencari penghidupan di daerah Waduk Gajah Mungkur. Ada berbagai usaha yang bisa di lakukan masyarakat di sekitar Obyek Wisata, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengadakan penelitian di Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur. Masalah dalam penelitian ini dirumuskan Apakah Kenyamanan berpengaruh terhadap Keputusan Pemgumjung, Apakah Promosi berpengaruh terhadap Keputusan pengunjung, Apakah Kenyamanan, Promosi secara bersama-sama berpengaruh terhadap Keputusan pengunjugPengembangan pariwisata merupakan upaya sebagai pembangunan daerah, dimana pariwisata merupakan industri lintas sektor, bukan hanya sebagai wisata saja untuk rekreasi tetapi pariwisata juga mampu menggerakkan roda perekonomian rakyat dari kalangan bawah sampai kalangan atas. Pengelolaan pengembangan yang dilakukan mampu menarik wisatawan untuk datang dan juga mampu mendatangkan wisata baru sehingga jumlah wisatawan juga semakin banyak. Pengembangan Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur mampu meningkatkan jumlah pengunjung yang juga mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah yang diterima dari sektor pariwisata. Selain itu juga berpengaruh besar pada pendapatan masyarakat Desa Sendang yang memiliki usaha disekitar obyek wisata. Dengan adanya obyek wisata tersebut, masyarakat bisa membuka lapangan pekerjaan baru ataupun sampingan yang bisa menambah pendapatan sehingga juga berpengaruh pada kesejahteraan dari masyarakat sekitar Obyek wisata

    RASIONALITAS PILIHAN ORANG TUA TERHADAP PESANTREN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN REMAJA AWAL

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menjelaskan alasan orang tua memilih pesantren sebagai lembaga pendidikan remaja awal. Penelitian dilaksanakan di SMP MTA Gemolong dengan teknik pemilihan informan berupa purposive sampling. Informan yang dipilih adalah 4 orang orang tua siswi mukim, kepala sekolah, kepala asrama putri, guru BK, dan 4 orang siswi mukim. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui teknik in depth interview, observasi langsung, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Analisis data melalui menginterpretasikan kata-kata yang disampaikan oleh informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan orang tua adalah (1) agar anak memiliki ahklak yang bagus (2) perasaan ketidakmampuan mendidik anak di rumah (3) merupakan anggota MTA (4) kesamaan pengalaman sebagai siswa MTA (5) biaya asrama murah (6) keyakinan terhadap MTA sebagai tuntunan yang paling benar. Tujuan rasional orang tua adalah MTA. MTA memberikan keuntungan maksimal bagi orang tua karena anak akan memiliki pedoman yang sama dengan orang tua, uang SPP yang dibayarkan bermanfaat bagi pengembangan MTA, dan menunjukkan loyalitas orang tua sebagai anggota MTA. Orang tua sebagai aktor yang rasional mengendalikan anaknya agar menuruti keinginannya dengan cara memberikan motivasi dan pemahaman bahwa pesantren merupakan pilihan terbaik bagi anaknya. Kata Kunci: MTA, pesantren, pilihan rasiona

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR AND SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI DI KELAS XI IPS 4 SMA BATIK 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016

    Get PDF
    ABSTRAKNur Haetik. K8412060. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATF TIPE THINK, PAIR AND SHARE UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI DI KELAS XI IPS 4 SMA BATIK 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016.  Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan hasil belajar mata pelajaran Sosiologi pada siswa kelas XI IPS 4 SMA Batik 1 Surakarta tahun ajaran 2015/2016 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think, Pair and Share (TPS). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yakni, perencanaan, pelaksanaan, observasi serta refleksi. Subjek  penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 4 SMA Batik 1 Surakarta dengan jumlah siswa 47 anak. Teknik  pengumpulan data utama dilakukan dengan teknik observasi dan tes, sedangkan teknik pendukung yaitu wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan partisipasi dan hasil belajar siswa di kelas XI IPS 4 pada setiap siklus. Partisipasi belajar siswa pada pra siklus menunjukkan skor 2,77 dengan siswa yang berpartisipasi aktif sebesar 34,04% meningkat pada siklus I menjadi 3,06 dengan siswa aktif sebesar 59,57% dan pada siklus II meningkat menjadi 3,37 dengan siswa yang berpartisipasi aktif sebesar 80,85%. Sedangkan rata-rata hasil belajar kognitif siswa juga meningkat dari tahap pra siklus sebesar 74,52 meningkat menjadi 79,36 pada siklus I, kemudian meningkat kembali menjadi 84,09 pada siklus II.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think, Pair and Share (TPS) dapat meningkatkan partisipasi dan hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran sosiologi kelas XI IPS 4 SMA Batik 1 Surakarta tahun ajaran 2015/2016. Kata Kunci : Partisipasi, Hasil Belajar, Think, Pair and Share (TPS), PTK.

    398

    full texts

    432

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇