Research Report - Engineering Science

Research Report - Engineering Science
Not a member yet
    269 research outputs found

    PEMBERDAYAAN USAHA KECIL RUMPUT LAUT AULIA SARI DI KELURAHAN MAJAHLEGA, KECAMATAN RANCASAR1, BANDUNG

    Get PDF
    Perkembangan dunia usaha membuat persaingan bisnis semakin ketat sehingga para pebisnis haruslah cermat dalam melihat setiap peluang. Rumput laut adalah suatu produk pertanian yang melimpah di Indonesia, khususnya di pesisir selatan Jawa Barat. Rumput laut dapat ini dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan dan dan berpeluang untuk menghasilkan keuntungan. AULIA SARI adalah salah satu kelompok usaha kecil di Kel. Majahlega, Kec. Rancasari Bandung yang memproduksi makanan olahan rumput laut. Usaha ini menghasilkan produk utama yaitu baso, dodol, cendol, dan kerupuk. Usaha ini masih relatif baru dan mempunyai potensi untuk berkembang mengingat rumput laut adalah salah satu produk yang mempunyai kandungan protein tinggi, kandungan serat tinggi, dan mengandung cukup banyak vitamin. Untuk mengembangkan usaha ini perlu didukung oleh pihak luar terutama dalam pemasaran. Tujuan program PKM ini adalah pendampingan dalam menghitung harga pokok, membuat membuat konsep pemasaran, mencari lokasi penjualan (gerai), dan pembuatan web-site. Luaran dari program PKM ini adalahmempunyai harga pokok masing-masing produk, lokasi penjulan produk (gerai), konsep pemasaran, dan web-site. Hal ini diharapkan AULIA SARI usaha kecil menjadi usaha yanglebih berkembang sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyakat sekitar Kel. Majahlega, Kec. Rancasari Bandung.Kata kunci: rumput laut, produk olahan, pemasaran, harga pokok, dan gerai. 

    KARAKTERISTIK FISIK KORIDOR KOMERSIAL ANTAR KOTA BARU DALAM KAITANNYA DENGAN PENATAAN PERIFERI KAWASAN TERSTRUKTUR DAN REGULASI Kasus Studi: Koridor Serpong Tangerang Selatan

    Get PDF
    Masalah urbanisasi, keterbatasan lahan, dan permasalahan kota lainnya menyebabkan perkembangan fisik arsitektural di perkotaan sulit untuk dikendalikan. Pengembangan kota baru merupakan salah satu strategi yang dilakukan oleh pemerintah untuk berbagai tujuan termasuk pemerataanpembangunan fisik maupun memperbaiki kualitas fisik arsitektural kota induk/kota utama dengan menyediakan kota penunjang di wilayah yang berdekatan.Pada kenyataannya terjadi gejala ketidak seimbangan struktur fisik kota akibat konsep linkage yang tidak dipikirkan dengan serius. Karena pembentukan fisikarsitektural kota membutuhkan waktu yang panjang dan merupakan akumulasi setiap tahap perkembangannya. Pengembangan kota baru tidak hanya menyangkut aspek fisik spasial yang berkaitan dengan arsitektur, geografi dandemografi, tetapi dipengaruhi pula oleh aspek sosial dan budaya dari lingkungan perkotaan yang dikembangkan.Dengan demikian pengembangan kota baru akan menimbulkan dampak yang seharusnya diantisipasi melalui perencanaan dan perancangan penghubungnya, karena berbagai masalah akan timbul terutama terhadap kualitas fisik arsitektural. Antara lain tekanan urbanisasi yang tidak terkendali akan mengubah srtuktur kota kearah negatif, dan mengakselerasi alih-fungsi pada struktur, pola ruangarsitektural dan wajah permukiman. Sehingga muncul fenomena pemadatan fisik, ketidak teraturan struktur ruang dan berbagai hal negatif lainnya. Melalui 3 tahap, maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisistruktur fisik arsitektural kawasan penyambung antara kota baru dan kota utama, agar ditemukan kekuatan dan kelemahan dalam proses perancangan maupun pembangunannya. Tahap pertama adalah kegiatan identifikasi secara detail tentang kondisi fisik kotabaru, penyambung dan kota induk. Tahap kedua menemukan kekuatan-kekuatan fisik arsitektural yang ada dan kelemahan yang ada serta tahap ketiga menemukanaspek khusus yang mempengaruhi perkembangan fisik arsitektur yang ideal dalam menghubungkan kota induk dan kota baru. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah : Pendekatan melalui kasus studi sebagai unit amatan, kerangka pemikiran, prosedurpenelitian,teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, analisis dan penarikan kesimpulan. 

    PEMURNIAN GARAM DENGAN METODE HIDROEKSTRAKSI BATCH

    Get PDF
    Garam merupakan salah satu komoditi besar Indonesia.Garis pantai perairan Indonesia dapat menjadi salah satu modal untuk memproduksi garam dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan garam nasional. Namun, kualitas garam industri di Indonesia masih menjadi kendala, sehingga kebutuhan garam industri masih mengandalkan garam impor, terutama dari Australia. Pengembangan teknologi pemurnian di Indonesia sendiri masih menggunakan bahan pengendap, dimana proses ini membutuhkan energi yang cukup besar dan hasilnya pun masih belum dapat memenuhi SNI. Penelitian ini bertujuan untuk mencari teknologi pemurnian garam yang dapat dilakukan dengan proses yang sederhana. Pemurnian garam dilakukan dengan proses hidroekstraksi secara batch, dimana kristal garam K2 berukuran kasar, -20+30 mesh, dan -10+20 mesh dicuci menggunakan larutan garam jenuh dengan F:S divariasikan 1:10, 1:20, dan 1:40. Proses ekstraksi dilakukan selama 10, 30, dan 60 menit. Kualitas garam hasil pemurnian ditentukan berdasarkan analisis kadar NaCl, Ca2+, dan Mg2+. Kadar NaCl tertinggi 98,34% diperoleh pada proses menggunakan kristal garam berukuran -20+30 mesh, F:S = 1:20, dan waktu ekstraksi selama 30 menit. Proses hidroekstraksi batch dapat menurunkan 78,21% Ca2+ dan 76,09% Mg2+.Kata kunci : garam, pemurnian, hidroekstraksi  

    KALIBRASI SISTEM PENGUKURAN DISTRIBUSI TEMPERATUR PADA THERMOCHROMIC LIQUID CRYSTAL DENGAN METODE PENGOLAHAN CITRA

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengamati hubungan nilai statistik citra hue pada permukaan Thermochromic Liquid Crystal (TLC) yang mengalami kontak dengan suatu benda bertemperatur tertentu. TLC yang digunakan memiliki rentang temperatur 250-300 C dan 300-350 C. Teknik pengambilan citra dilakukan dengan scanner untuk setiap variasi temperatur pada rentang tersebut. Citra asli yang diperoleh dalam bentuk RGB dikonversi menjadi HSV (Hue, Saturation, Value), dengan mengambil komponen hue saja, kemudian citra hue tersebut diolah dengan teknik pengolahan citra berdasarkan morfologi matematika menggunakan perangkat lunak Matlab2013a dengan proses utama opening dan closing untuk mendapatkan kualitas citra yang lebih baik. Berdasarkan analisis visual pada citra akhir hasil pengolahan citra, terdapat perbedaan setiap citra untuk berbagai temperatur yang tampak dari tingkat kecerahan dan perbedaan pola lingkaran yang dibentuk. Secara kuantitatif, citra akhir untuk setiap temperatur tersebut dapat dibedakan berdasarkan nilai statistiknya. Nilai max dan mean citra hue semakin meningkat seiring meningkatnya temperatur untuk setiap sampel. Berdasarkan nilai mean, kedua sampel menunjukkan kecenderungan hubungan linearitas yang sama.Kata kunci: Thermochromic Liquid Crystal (TLC), citra hue, morfologi matematika 

    KOMUNITAS IBU BELAJAR MATEMATIKA : MITRA SDN BANDUNG BARU 1, SDN BANDUNG BARU 2, SDN CIUMBULEUIT 1, SDN CIUMBULEUIT 3 DAN SDN CIUMBULEUIT 4

    Get PDF
    Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh kelompok dosen dan mahasiswa jurusan Matematika UNPAR untuk ketiga kalinya. Program ini melanjutkan dengan mitra sekolah tahun lalu yaitu SDN Bandung Baru 1, SDN Bandung Baru 2, SDN Ciumbuleuit 1, SDN Ciumbuleuit 3 dan SDN Ciumbuleuit 4. Program tahun 2014 ini juga menghasilkan buku bahan ajar baru yang merupakan revisi dari modul sebelumnya ditambah dengan berbagai materi baru. Program ini berupa pelatihan dan pendampingan bagi komunitas ibu untuk belajar Matematika yang biasanya dianggap sulit. Merujuk pada Millennium Development Goals (MDGs) yang dideklarasikan oleh PBB tahun 2000, pendidikan dasar, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan adalah dua di antara delapan tujuan milenium tersebut. Ibu merupakan salah satu faktor penting dalam pendidikan anak-anak, namun kadang karena belum setaranya kesempatan pendidikan bagi perempuan mengakibatkan akses untuk memasuki lapangan kerja tidak mudah demikian pula untuk keterlibatan dalam pendidikan anak-anak mereka. Komunitas Ibu Belajar Matematika (IbM) adalah suatu program pengabdian kepada masyarakat yang ditujukan kepada kelompok ibu-ibu yang memiliki putera-puteri yang sedang belajar di tingkat sekolah dasar. Melalui program IbM ini, kami ingin membantu pihak sekolah, untuk menumbuhkan dan mengembangkan minat siswa dalam mempelajari matematika dengan mengubah pandangan bahwa belajar matematika adalah menyenangkan. 

    Budaya Tektonika Bugis di Kabupaten Bone

    No full text
    Penelitianini merupakan lanjutan dari rangkaian penelitian saya mengenai Budaya Tektonik. Penelitian saya sebelumnya (tahun 20110), yaitu mengenai Budaya Tektonik Tamkesi di Pulau Timor, Indonesia Timur. Pada kesempatan kali ini, Bugis dipilih sebagai objek penelitian, karena adanya kerjasama penelitian antara Unpar dengan Universiti Malaya diKuala Lumpur. Titik berangkat kerjasama penelitian ini adalah persamaan etnis yang ada di Indonesia dan Malaysia yaitu: masyarakat Aceh, Bugis, Padang, dan Jawa. Oleh karena itu, sebagai bagian dari kerjasama penelitian tersebut, masyarakat Bugis di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menjadi objek telaah penelitian kali ini.Masyarakat Bugis terkenal sebagai masyarakat pelaut yang tangguh yang dengan kapal Pinisinya berlayar ke berbagai penjuru dunia sejak lama. Hal ini menarik para ahli untuk meneliti mengenai budaya, bahasa dan legenda La Galigo masyarakat Bugis, namun telaah mengenai budaya tektonik rumah Bugis masih sangat jarang. Sesuai dengan pemahamankata tektonik, budaya tektonik pada penelitian ini akan dilihat melalui prosesnya dan keterkaitannya dengan para buildernya.Penelitian ini akan dibagi menjadi empat tahap: tahap pertama, studi literatur mengenai budaya masyarakat Bugis; tahap kedua adalah proses pembangunan rumah Bugis. Tahap ketiga adalah studi lapangan yang terdiri dari 2 bagian, yaitu: 1. observasi dan pengukuran rumah Bugis, dan 2. wawancara dengan penghuni rumah terkait dengan pembangunanrumahnya. Tahap ketiga adalah analisa dan rumusan budaya tektonik rumah Bugis di Kabupaten Bone. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran aktor pada tahapan proses pembangunan yang terjadi. Pada akhirnya penelitian ini, menyimpulkan perbedaan dan persamaan proses pembangunan rumah Bugis dengan budaya membangun yang terjadi pada masa kini.Kata Kunci: budaya tektonik, Bugis, Kabupaten Bone.  

    PENGARUH PENERAPAN PERATURAN TENTANG BANGUNAN PADA PEMBENTUKAN APARTEMEN DI KOTA BANDUNG

    Get PDF
    The rapid growingurban demographic influences the housing problem, especially for the healthy and humanize houses.Apartment as one of the vertical housing type become a solution.On the other hand, apartment as a building must fulfilled the administrative criteria and technical criteria which is find in building regulations.Through indepth observation, everybody can see that the building regulations for built up the apartment had not in the appropriate condition. Those situation emerged different interpretation of form and massing apartment’s building.Therefore the aim of this research is to have knowledge abaout the influence of building regulations in buiding process of apartment.This research had choosen an apartment building named Dagobutik, which is located in north Bandung as the case study. Investegated and identified through the building regulations which are positive using in Bandung as local government building laws

    Pengaruh Ukuran Baume, Jenis dan Jumlah enzim Glukoamilase terhadap Perolehan Bioetanol dari Sagu

    Get PDF
    Sagu merupakan salah satu sumber pangan berkarbohidrat tinggi yang diperolehdari teras batang pohon sagu atau rumbia. Di Indonesia, sagu mempunyai peranan sosial,ekonomi, dan budaya yang cukup penting karena tepungnya yang berkarbohidrat tinggidigunakan sebagai sumber makanan pokok di daerah tertentu, seperti di daerah pesisirPapua dan Maluku. Sebagai sumber karbohidrat, sagu memiliki keunikan karena mudahtumbuh di daerah rawa-rawa. Seiring perkembangan teknologi, tepung sagu yangberkarbohidrat (pati) tinggi mulai dikembangkan sebagai bahan membuat bioetanol,mengingat jumlah produksinya yang berlimpah di Indonesia.Bioetanol mulai dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif karena sifatnya yangramah lingkungan, mudah diproduksi dan dapat dibuat dari bahan-bahan alami sepertijagung, tebu dan sagu. Oleh karena itulah, bioetanol merupakan bahan bakar alternatifyang menjanjikan di masa yang akan datang. Pembuatan bioetanol tersebut melaluihidrolisis, fermentasi dan pemurnian. Tahap hidrolisis terdiri dari likuifikasi menggunakanenzim alfa-amilase dan tahap sakarifikasi menggunakan enzim glukoamilase.Penelitian dilakukan dengan memvariasikan kekentalan larutan pati awal menjadi10, 12 dan 15 baume dan jumlah enzim glukoamilase sebanyak 0,4 mg/bk dan 0,6 mg/bk.Hasil terbaik yang diperoleh akan dibandingkan dengan penggunaan enzim imobilisasipada tahap sakarifikasi. Tahap fermentasi dilakukan dengan menggunakan fermipan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekentalan larutan dengan 10 baumemenghasilkan konsentrasi yang cukup baik untuk diolah oleh fermipan menjadi bioetanol.Jumlah enzim glukoamilase sebanyak 0,6 mg/bk memberikan hasil bioetanol yang tinggi.Enzim imobilisasi dapat menghasilkan konsentrasi glukosa yang sama tingginya denganeznzim glukoamilase murni, namun masih sedikit dapat diolah oleh fermipan untukmenghasilkan bioetanol

    SISTEM PEMBAYARAN ELEKTRONIK MIKRO DENGAN SMART CARD UNTUK KAMPUS STUDI KASUS: UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN

    Get PDF
    Seiring dengan kemajuan di bidang teknologi informasi, saat ini masyarakat mulai membutuhkan dan memanfaatkan sistem pembayaran elektronik (SPE), yang memiliki kelebihan-kelebihan tertentu (misalnya dalam hal kemudahan, kepraktisan, kecepatan bertransaksi, dll.). Salah satu bentuk SPE adalah SPE Mikro, yaitu SPE yang dimanfaatkan untuk menangani transaksi pembayaran mikro/recehan, misalnya pada pembayaran parkir, pembelian makanan, tiket, foto-copy, dll.Berdasarkan hasil survei dengan penyebaran kuesioner kepada sejumlah pegawai dan mahasiswa pada lima fakultas di Unpar didapatkan kesimpulan bahwa para pegawai dan mahasiswa ternyata juga berminat untuk dapat memanfaatkan SPE Mikro di lingkungan kampus. Pada penelitian ini, SPE Mikro sebagai model solusi dari kebutuhan tersebut dirancang dengan memanfaatkan device pembaca/penulis ke smart card yang berbasis teknologi RFID (Radio Frequency Identification).Pada penelitian ini telah dilakukan analisis kebutuhan pengguna, analisis dan pemodelan sistem, perancangan, implementasi dan pengujian dari sebuah prototipe SPE Mikro untuk Unpar. Pemodelan sistem diberikan dalam bentuk struktur organisasi yang terkait dengan SPE Mikro, prosedur-prosedur, diagram use-case, pemodelan engine dan basisdata pada sistem. Perancangan dipaparkan dalam bentuk perancangan fisik basisdata, diagram sequence, diagram kelas beserta method-method yang rinci dan user interface (UI). Implementasi sistem dilakukan dengan kakas PHP, Delphi dan DBMS MySql. Dari hasil pengujian didapati bahwa prototipe yang dibangun sudah dapat berfungsi dengan baik dan benar.Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan pada masa yang akan datang Unpar dapat membangun SPE Mikro sebagaimana diminati oleh para pegawai dan mahasiswa Unpar

    TRANSFER TEKNOLOGI VERTIKAL DAN REKAYASA PRODUK KIMIA YANG TERPADU DALAM PEMBANGUNAN AWAL INDUSTRI PAKAN ANJING DALAM NEGERI

    Get PDF
    Recently, having dog as a hobby has increased in some numbers and followed by the demand for dog foods. For all these years, dog foods in Indonesia are imported products due to the lack of good technology transfer in formulation and production technology, especially for small scale industry. The objective of this research is to study the formulation of dog food, to study the innovation of equipment using non-extrusion process, and finally to carry out vertical technology transfer management based the research results The method used in this research, namely; survey of dog food through the owner, generalized and selecting ideas to formulate dog food, design equipment and process of non-extrusion, trial of the equipment in order to produce dog food, analyzing product, and finally to carry out vertical technology transfer to small scale dog food industry in Indonesia through equipment scale-up. Outputs of this research are: non extrusion technology for producing dog food, dog food, scale-up equation, and the obstacles of transfer technology. The research result shows that integrated product design and vertical transfer of technology can give the best formulation and technology of non extrusion in developing dog food industry. It also identified the critical points and obstacles in dog food industry. Formulation 1: 2, using chicken dog food meat and rice flour, has fulfilled the nutrition requirements for international standard. Technology of extrusion can be replaced by technology of non extrusion for it has the same results in nutrition. Dog food in this research has a good flavor which can fulfilled dog’s appetite and the needs of breeder and owner. The scale-up model uses the density of dough to estimate the mixer dimension. Key words: Raw material and dog products, product design, vertical transfer of technology, innovation of design of equipment and non–extrusion process, scale-u

    261

    full texts

    269

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Research Report - Engineering Science
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇