Research Report - Engineering Science

Research Report - Engineering Science
Not a member yet
    269 research outputs found

    PENENTUAN VARIABEL BERPENGARUH PADA PENGAMBILAN MINYAK BIJI TEH SECARA MEKANIK MENGGUNAKAN PENGEPRES HIDROLIK

    Get PDF
    Pemanfaatan teh selama ini masih terbatas pada bagian daunnya saja. Biji teh merupakan bagian tanaman teh yang memiliki beragam kandungan senyawa berharga, khususnya minyak nabati bermutu tinggi yang menjadi fokus penelitian ini. Metode pengambilan minyak dari biji secara mekanik merupakan ide alternatif yang kompeten dan cocok untuk diaplikasikan pada masyarakat perkebunan. Kondisi bahan baku dan proses selama pengepresan perlu dicari untuk mengoptimalkan kuantitas dan kualitas minyak yang dihasilkan. Variabel yang disinyalir akan mempengaruhi pengepresan antara lain: perlakuan awal umpan (termal berupa: perebusan, pengukusan, pemanggangan; mekanik berupa pengecilan ukuran), tekanan, massa umpan, jumlah tahap pengepresan, dan frekuensi penguraian cake akan diamati pengaruhnya dalam penelitian ini.Bahan baku berupa buah teh akan mengalami perlakuan awal terlebih dahulu berupa penghilangan daging buah, pemecahan tempurung, sortasi inti biji, pengeringan inti biji di bawah sinar matahari hingga kadar air ±10%, perlakuan termal dan mekanik terhadap inti biji hasil sortasi sesuai dengan level variasi yang ditentukan. Biji teh kemudian dipres menggunakan pengepres hidrolik dengan variasi kondisi pengepresan yang ditentukan. Minyak yang didapat disentrifugasi untuk memisahkan pengotor tersuspensi dan pengotor koloid lainnya sehingga diperoleh produk berupa minyak kasar. Pada penelitian ini, setiap variabel akan divariasikan sebanyak 2 level dan akan diolah menggunakan rancangan percobaan 2 level faktorial dengan respon berupa yield minyak kasar dan kadar pengotor.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan termal (pemanggangan dan pengukusan) pada inti biji teh pra pengepresan lebih dominan dibandingkan pengaruh perlakuan mekanis (pengecilan ukuran). Perlakuan termal berupa pemanggangan inti biji pada temperatur 100oC pra pengepresan meningkatkan yield minyak biji teh yang dihasilkan. Pengepresan pada inti biji teh utuh memberikan yield minyak yang lebih tinggi dibandingkan pada inti biji serbuk.Perlakuan termal berupa pengukusan inti biji dan perlakuan mekanis berupa pengecilan ukuran hingga bentuk serbuk (-100+200 mesh) pra pengepresan tidak cocok diaplikasikan pada biji teh.Urutan variabel pengepresan yang memberikan pengaruh terbesar terhadap yield minyak yang didapatkan pada pengeprean inti biji teh berturut – turut sebagai berikut:a) tekanan pengepresan,b) jumlah tahap pengepresan,c) temperatur pemanggangan,d) frekuensi pengepresan dane) massa umpan (namun pengaruhnya tidak signifikan)

    IDENTIFIKASI KEBUTUHAN AWAL AKAN SISTEM PENDUKUNG KOMUNIKASI SOSIAL UNTUK PENDUDUK LANJUT USIA (ELDERLY) DI INDONESIA

    Get PDF
    Belakangan ini, fenomena penuaan populasi (aging population) telah melanda di negara-­‐negara berkembang seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup penduduk dan jumlah penduduk lanjut usia (elderly). Indonesia pun tidak luput mengalami fenomena tersebut, melihat proporsi jumlah penduduk lanjut usia dari total jumlah penduduk Indonesia yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu implikasi yang cukup penting dari fenomena tersebut adalah peningkatan rasio ketergantungan lanjut usia (old-­‐age dependency ratio). Ketergantungan lanjut usia terhadap orang lain cenderung meningkatkan kebutuhan orang lanjut usia untuk bersosialisasi. Di samping itu, waktu yang tersedia untuk bersosialisasi pun relatif menjadi lebih banyak dibandingkan ketika mereka masih belum menginjak usia lanjut. Namun ironisnya banyak orang lanjut usia yang cenderung mengalami masalah kesepian (loneliness).Dalam rangka memfasilitasi aktivitas sosial lansia yang lebih efektif dan efisien, dibutuhkan adanya suatu media komunikasi sosial yang lebih sesuai dengan kebutuhan, pola hidup serta kemampuan fisik dan kognitif mereka. Penelitian ini melihat permasalahan tersebut dari sisi pandang perancangan produk dan teknologi komunikasi dengan mengidentifikasi kebutuhan awal dan menghasilkan konsep desain suatu sistem pendukung komunikasi sosial untuk penduduk lanjut usia di Indonesia.Dua langkah utama yang dilakukan untuk mencapai tujuan penelitian ini adalah melakukan survei melalui wawancara dengan 40 orang lansia yang berdomisili di 3 kota besar di Indonesia yaitu Bandung, Jakarta dan Surabaya, serta menyelenggarakan suatu design workshop. Dari hasil survei diperoleh beberapa kebutuhan awal akan sistem pendukung komunikasi sosial untuk lansia, antara lain perlu dirancang suatu sistem yang memungkinkan komunikasi yang rutin dan mudah, memudahkan penggunaan media komunikasi dengan teknologi masa kini, dan menggunakan media komunikasi yang ergonomis. Berangkat dari persona dan scenario yang disusun berdasarkan kebutuhan-­‐ kebutuhan tersebut, dilaksanakan suatu design workshop yang diikuti 10 orang mahasiswa yang menghasilkan 5 konsep desain yaitu FamilyTab, L-­‐Pad, Just Write it Down, CerKom dan Fairy Tale Phone sebagai alternatif konsep sistem pendukung komunikasi sosial untuk lansia

    Pengukuran Kepuasan Pengguna dan Usulan Peningkatan Layanan Akademik Online di Universitas Katolik Parahyangan: Pengukuran dan Pengembangan Inisiatif Usulan Perbaikan

    Get PDF
    Penyedia layanan selalu berusaha untuk meningkatkan layanannya. Upaya ini membutuhkan pengukuran sebagai dasar bagi inisiatif perbaikan yang akan dilakukan. Layanan akademik online Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) dibangun untuk memfasilitasi mahasiswa dalam proses administrasi akademik selama masa studinya. Layanan ini mulai beroperasi pada tahun 2008 dan saat ini sudah beroperasi secara  penuh dan mencakup mahasiswa di semua Program Studi yang ada di Unpar.Sampai saat ini belum pernah dilakukan evaluasi terhadap layanan tersebut dalam bentuk pengukuran kualitas atau kepuasan pengguna yang bisa dijadikan sebagai dasar untuk inisiatif perbaikan. Dalam penelitian ini akan dilakukan pengukuran tingkat kualitas dan kepuasan pengguna layanan akademik online Universitas Katolik Parahyangan yang nantinya diharapkan bisa menjadi dasar bagi inisiatif perbaikan yang perlu dilakukan oleh Biro Teknologi Informasi sebagai pengelola layanan.Pengukuran didasarkan pada model Customer Information Satisfaction (CIS) dengan modifikasi sesuai dengan kondisi yang ada, menghasilkan 5 dimensi dengan 18 butir pertanyaan tentang kualitas layanan dan 1 butir pertanyaan tentang tingkat kepuasan total. Survey dilakukan secara online melalui portal mahasiswa kepada mahasiswa angkatan 2008. 2009 dan 2010 dengan jumlah responden sebanyak 1.754. Tingkat kepuasan total rata-­‐rata adalah sebesar 3,58 pada skala 6 atau 53,4% berdasarkan TTB. Berdasarkan leverage analysis, 7 atribut menjadi fokus perbaikan, yaitu ketersediaan customer service, kualitas customer service, akurasi informasi, keamanan data, kemutakhiran informasi, fleksibilitas akses, dan kesesuaian content. Berdasarkan hasil pengukuran dan analisis diusulkan beberapa inisiatif perbaikan, yaitu peningkatan koordinasi antara BTI dengan unit terkait, peningkatan kompetensi petugas customer service, perpanjangan jam operasi customer service pada saat beban tinggi, edukasi pengguna mengenai aspek sistem dan content layanan, evaluasi sertifikasi SSL, dan peningkatan fleksibilitas akses.Kata kunci: kepuasan pengguna, kualitas layanan, Customer Information Satisfactio

    OPTIMASI RASIO TEPUNG TERIGU, TEPUNG PISANG, DAN TEPUNG UBI JALAR, SERTA KONSENTRASI ZAT ADITIF PADA PEMBUATAN MIE

    Get PDF
    Penelitian ini berfokus pada diversifikasi pangan di Indonesia (dalam hal ini adalah mie)menggunakan alternatif bahan baku yang relatif murah dan tersedia berkelimpahan. Selaintepung terigu, akan digunakan tepung pisang dan tepung ubi jalar untuk substitusi parsial.Penelitian dimulai dengan analisis bahan baku (kadar karbohidrat, protein, serat, air, danabu); pembuatan mie dengan variasi rasio tepung terigu terhadap tepung campuran, variasijenis dan konsentrasi aditif (CMC dan xanthan gum). Produk mie dianalisis tekstur dan sifatfisiknya selama pemasakan (swelling index dan cooking loss). Faktor yang diamati adalahrasio dari tepung terigu dan campuran dan konsentrasi zat aditif. Sedangkan respon yangakan diamati adalah tingkat kekerasan mie, nilai swelling index, dan nilai cooking loss.Kondisi optimum ditentukan menggunakan standar mie di pasaran. Mie yang dianggapoptimum dianalisis karbohidrat, protein, serat kasar, abu, dan airnya. Hasil yang diperolehmenunjukan bahwa tepung pisang dan tepung ubi jalar dapat digunakan sebagai bahan bakupembuatan mie. Rasio tepung berpengaruh signifikan terhadap tingkat kekerasan mie, nilaiswelling index, dan nilai cooking loss mie kering. Sementara, konsentrasi zat aditif hanyaberpengaruh signifikan terhadap nilai cooking loss mie kering yang dihasilkan. Daripenelitian ini diharapkan dapat dikembangkan penelitian lanjutan dengan target modifikasipati sehingga tidak menggunakan tepung terigu sama sekali. Penelitian ini sendirimerupakan bagian dari penelitian besar dengan tujuan akhir bisa didapatkan re-assemblybaik di bidang pangan maupun non pangan

    PENGAJARAN OPTIKA MODERN UNTUK MAHASISWA FISIKA

    Get PDF
    Ilmu optik terus mengalami perkembangan seiring dengan ditemukannya konsep kelajuancahaya yang konstan dan fisika kuantum. Awalnya pembelajaran optika terbatas dalamkonsep cermin, lensa, alat optik, namun kemudian berkembang sejak lahirnya fisikamodern hingga penemuan laser optik, disebut optika modern. Telah dilakukan penelitianterhadap mahasiswa fisika yang pernah dan sedang mengambil mata kuliah optikamodern mengenai minat dan masukan mereka terhadap perkuliahan optika modernmelalui kuisioner. Sebanyak 10% menyatakan sangat tertarik, 20% menyatakan tertarikdan 40% cukup tertarik dan 40% menyatakan tidak tertarik. Kurangnya minat mahasiswaterhadap perkuliahan optika modern ini mempengaruhi nilai rata-rata kelas yang kurangsetiap tahunnya padahal mata kuliah ini adalah mata kuliah wajib untuk mahasiswa Fisikapada tahun ke-3. Namun dalam kuisioner, beberapa mahasiswa memberi usulan tentangperkuliahan optika modern diantaranya menambahkan kegiatan eksperimen ataupunsimulasi dengan komputer. Sebanyak 90% mahasiswa mengusulkan adanya kegiataneksperimen atau laboratorium, selebihnya simulasi dengan komputer. Hal inimenunjukkan perlunya dilakukan pengembangan perkuliahan mengingat perkembanganilmu optik yang semakin pesat dan terkait dengan teknologi terkini. Berdasarkanpendapat dari mahasiswa dan perkembangan ilmu pengetahuan terkini, telah disusunprioritas materi dalam satuan acara perkuliahan dan pengembangan metode perkuliahandengan memasukkan unsur kegiatan eksperimen, seperti eksperimen sederhana dansimulasi.Kata kunci : optik, optika modern, metode perkuliaha

    Dialog Ilmu dan Iman: Suatu Pendekatan dan Cara Realisasinya – tahap 2

    Get PDF
    Konstitusi Apostolik Ex Corde Ecclesiae, yang menyatakan bahwa di universitas katolik perludihidupkan dialog antara ilmu dan iman, agar cara pencarian kebenaran menjadi utuh, menjadi titiktolak penelitian ini. Pada tahap pertama hasil penelitian ini, telah disimpulkan bahwa asumsi-asumsidasar ilmu dan iman itu memang berbeda, tetapi penalaran yang didasarkan pada asumsi yang berbedaitu bersifat serupa, yaitu rasional, konsisten, dan sesuai dengan hal-hal yang dapat diamati. Pada tahapkedua, telah disimpulkan bahwa keberlakuan ilmu dibatasi pada hal-hal yang masih dapat diukur secarareprodusibel-konsisten, sedangkan keberlakuan iman dibatasi oleh pilihan masing-masing orang; adanyasyarat reprodusibel-konsisten bagi pilihan iman itu sementara ini dipandang masih merupakan hipotesis.Bagian awal penelitian ini telah dipresentasikan di Jogjakarta International Conference on Physics padabulan September 2012, sebagai kontribusi untuk memperluas kawasan diskusi ke lingkungan ilmuwan yang menghadirinya, dan masukan yang diperoleh menunjukkan ketiadaan hipotesis tersebut di atas.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dialog, dengan pernyataan dari setiap pihakdipandang secara positif dan konstruktif, agar dapat lebih mudah menerawang kebenaran yang tersiratdalam kata-kata dan gaya bahasa yang digunakan. Satu kesimpulan lain yang telah dicapai dalampenelitian tahap kedua ini adalah, bahwa setidaknya sampai abad ke 18, ilmu dan iman telahberkembang dengan saling mendukung dan bertautan: bernalar dalam ilmu bertumpu pada kepercayaan(belief) akan beberapa prinsip dasar yang dihipotesiskan sebagai kebenaran tentatif (karena disadarinyaketerbatasan daya manusia) yang seperlunya dapat diadaptasikan, sedangkan bernalar dalam iman(trust) akan adanya Tuhan dilakukan dengan niat mendalami ilmu demi makin dimuliakannya Tuhan

    PENENTUAN VISKOSITAS DAN SIMULASI MUDFLOW SUKARESMI-CIANJUR BERDASARKAN HASIL FLOW BOX TEST

    Get PDF
    Di Indonesia ini seperti yang kita ketahui banyak daerah yang rawan Mudflow merupakan bentuk perpindahan material tanah yang berupa aliran tanah pada tanah berbutir halus jenuh air. Mudflow terjadi saat tanah berada pada kondisi viscous liquid atau nilai indeks kecairan lebih dari 1. Mudflow yang terjadi di Sukaresmi, Cianjur pada Januari 2013 akan dianalisis pergerakannya dari daerah inisiasi hingga berhenti di daerah deposisi menggunakan bantuan program FLO-2D dengan parameter reologi berupa viskositas () dan yield stress (y) yang didapatkan dari hasil uji Flow Box. Simulasi akan dilakukan pada 3 Skenario berbeda, yaitu saat kadar air (w) lebih kecildari batas cair (LL), wsama dengan LL, dan wlebih besar dari LL. Sehingga dapat dilakukan suatu verifikasi dan validasi hasil uji Flow Box menggunakan program FLO-2D. Dari hasil simulasi program dapat diketahui bahwa mudflow terjadi saat kadar air sama dengan atau melebihi batas cair, dan nilai parameter reologi berpengaruh terhadap perilaku aliran mudflow. Kata kunci: Mudflow, kadar air, batas cair, FLO-2D, viskositas, yield stres

    ULTRASONIC-ASSISTED DRYING AND INTERMITTENT DRYING: A MODELING STUDY USING THE REACTION ENGINEERING APPROACH (REA)

    Get PDF
    Drying is a simultaneous heat and mass transfer process which involves significantenergy consumption. For sustainable processing practice, ultrasonic-assisted drying is oftenimplemented. In order to assist in process design and optimization, a physically-meaningfuldrying model is useful. The REA (reaction engineering approach), which has been shown tobe accurate to model several challenging drying cases, is implemented here to model theultrasonic-assisted drying with various intensities. The relative activation energy (ΔEv,b)generated from one accurate drying experiment is used to model the ultrasound-assisteddrying with various intensities. The results of modeling match very well with theexperimental data. The REA is accurate to model the ultrasonic-assisted drying. Themechanisms of ultrasonic-assisted drying can be explained well by the REA. A landmark forprocess intensification of drying process has been set up by the REA. The model can bereadily adopted in industrial settings for process design and optimization

    Pengembangan Metode Optimasi Tangguh untuk Rantai Pasok yang Berbentuk Umum

    Get PDF
    Permasalahan yang dialami sebuah rantai pasok semakin kompleks karena mening-katnya persaingan antar perusahaan. Lingkungan bisnis menjadi lebih kompetitifterutama dengan munculnya berbagai ketidakpastian dalam berbagai hal. Kon-sumen yang memiliki daya tawar yang semakin tinggi menyebabkan perubahan-perubahan permintaan konsumen perlu ditanggapi dengan baik agar perusahaantetap dapat memenuhi permintaan tersebut. Waktu produksi dan waktu trans-portasi atau lead time pemenuhan permintaan juga dapat berubah-ubah karenaberbagai hal mulai dari rusaknya mesin, rusaknya kendaraan transportasi hinggaterjadinya bencana alam. Metode optimasi tangguh berusaha untuk menanggapiperubahan-perubahan tersebut dalam perencanaannya sehingga rencana yang di-hasilkan tetap stabil terhadap berbagai perubahan atau gangguan.Keputusan strategis yang berimplikasi besar dalam perencanaan rantai pasok diantaranya adalah menentukan lokasi dan jumlah persediaan pengaman. Penelitianterdahulu telah mengevaluasi penggunaan metode optimasi tangguh (Sitompul danHariandja, 2011) dan algoritma jalur terpendek (Sitompul dan Suryadi, 2011) un-tuk menyelesaikan masalah rantai pasok yang berbentuk linear atau serial. Peneli-tian ini akan mengembangkan metode optimasi tangguh untuk rantai pasok yangberbentuk umum dalam menentukan lokasi dan jumlah persediaan pengaman den-gan memperhatikan perubahan-perubahan pada besar permintaan dan lead time.Model yang dikembangkan untuk rantai pasok berbentuk linear ternyata meru-pakan masalah atau program non linear yang tidak dapat diselesaikan dengan al-goritma jalur terpendek. Oleh karena itu, masalah ini diselesaikan dengan meng-gunakan metode optimasi tangguh yang diusulkan oleh Mulvey et al. (1995)

    PERANCANGAN SISTEM EVALUASI KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI JURUSAN TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN

    Get PDF
    Peningkatan kualitas pendidikan harus dilaksanakan oleh setiap lembaga pendidikan untukmengatasi persaingan tersebut. Oleh karena itu Jurusan Teknik Industri Fakultas TeknologiIndustri Universitas Katolik Parahyangan harus menerapkan suatu sistem evaluasi yang baik.Perbaikan sistem evaluasi dilakukan dengan memanfaatkan teori-teori mengenai sistemevaluasi yang diterapkan secara khusus untuk pendidikan berdasarkan Pedoman EvaluasiProses Pembelajaran. Teori tersebut diterapkan bersamaan dengan tahapan-tahapan sertateori mengenai evaluasi program menurut pandangan Fitzpatrick dalam Program Evaluation(2004). Tahapan yang dilakukan dalam sistem evaluasi ini adalah tahap penentuan tujuanevaluasi, pemilihan pendekatan, penentuan evaluator, memfokuskan evaluasi, sertaperencanaan evaluasi dalam pelaksanaan dan juga secara manajerial.Rancangan sistem usulan melengkapi faktor-faktor penilaian yang berpengaruh terhadapproses pembelajaran sebagai usaha untuk memperbaiki sistem yang ada. Desain evaluasiyang digunakan adalah cross section dan pre-post. Pada sistem usulan dirancangpengumpulan data dilakukan secara online serta menerapkan teknik sampling dalampengumpulan data evaluasi. Usaha perbaikan lain adalah dengan menambahkan sumberdata dari sistem evaluasi, serta memperbaiki penyampaian laporan hasil evaluasi.Penetapan waktu serta personel evaluasi dalam sistem usulan ini juga diperbaiki agar dapatdilakukan tindak lanjut sebagai usaha peningkatan kualitas dari pendidikan yang diberikan

    261

    full texts

    269

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Research Report - Engineering Science
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇