BIMIPA
Not a member yet
159 research outputs found
Sort by
STUDI PEMANFAATAN GAYA PEMBALIK PEGAS SEBAGAI ALAT UKUR PERCEPATAN SENTRIFUGAL
Telah dibuat sebuah prototipe alat ukur percepatan sentrifugal yang memanfaatkan gaya pembalik pegas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa kebera-daan alat ukur percepatan masih langka. Alat itu perlu dibuat, dengan biaya murah, sehingga digunakanlah regangan pegas sebagai sensornya. Penelitian dimulai dengan menempatkan bola besi di ujung pegas, yang diletakkan di pelat putar. Periode putaran pelat diatur, dan regangan pegas (oleh adanya gaya sentrifugal yang diderita bola besi) diukur dengan mistar. Nilai regangan pegas dialihragamkan menjadi tegangan listrik, setelah arus listrik dari baterei dilewatkan pada tahanan geser. Akhirnya diperoleh sebuah prototipe alat ukur percepatan sentrifugal. Kawasan ukur alat itu adalah dari 0 sampai dengan 9,6 m/s2, dan berketelitian 90%.
Kata kunci: Gaya pembalik pegas, percepatan sentrifuga
ANALISIS PORTOFOLIO RESAMPLED EFFICIENT FRONTIER BERDASARKAN OPTIMASI MEAN-VARIANCE
Keputusan alokasi asset yang tepat pada investasi portofolio dapat memaksimalkan keuntungan dan atau meminimalkan risiko. Metode yang sering dipakai dalam optimasi portofolio adalah metode Mean-Variance Markowitz. Dalam prakteknya, metode ini mempunyai kelemahan tidak terlalu stabil. Sedikit perubahan dalam estimasi parameter input menyebabkan perubahan besar pada komposisi portofolio. Untuk itu dikembangkan metode optimasi portofolio yang dapat mengatasi ketidakstabilan metode Mean-Variance dengan memperbanyak input. Salah satu caranya adalah menggunakan Optimasi Resample Efficient Frontier (REF) dengan memanfaatkan metode Monte Carlo. Paper ini menampilkan analisis performance hasil investasi pada portofolio menggunakan dua metode optimasi REF dan Mean-Variance Efficient Portfolio (MVEP). Hasil uji empiris menunjukkan dua keunggulan metode REF dibandingkan MVEP. Metode REF sangat jarang memberikan strategi short sell dan nilai rata-rata Sharpe rasio yang lebih baik dibandingkan dengan MVEP terutama pada tingkat resiko minimal.Kata kunci : Optimasi Portofolio, Mean-Variance, Resampling, Monte Carlo
DIODE-LASER BASED PHOTO-ACOUSTIC SPECTROSCOPY IN ATMOSPHERIC NO2 DETECTION
We have developed a simple, low cost, and compact NO2 detection system. It’s based on photoacoustic spectroscopy (PAS) method uses a diode laser as a source of radiation. The PAS system has a detection limit of 10 ppbv for NO2. With this set-up we were able to detect the NO2 concentration from urban air near our campus. We have also investigated the NO2 dissociation effect on the PAS system via NO measurements using a direct absorption spectroscopy method on quantum cascade laser (QCL) system.
Keywords: photoacoustic spectroscop
PENGGUNAAN ALGORITMA GENETIKA DALAM PENINGKATAN KINERJA FUZZY CLUSTERING UNTUK PENGENALAN POLA
Algoritma genetika (AG) adalah metode untuk menyelesaikan persoalan optimasi berbasis teori evolusi dalam biologi. Algoritma ini bekerja pada populasi calon penyelesaian yang disebut kromosom yang awalnya dibangkitkan secara random dari ruang penyelesaian fungsi tujuan. Dengan menggunakan mekanisme opearator genetik yaitu persilangan dan mutasi populasi dievolusikan melalui fungsi fitness yang diarahkan pada kondisi konvergensi. Algoritma ini dapat diterapkan dalam banyak area fungsi-fungsi optimasi, salah satu penerapannya adalah fungsi objektif berbasis fuzzy clustering.
Fuzzy clustering bertujuan mengelompokkan n objek yang disajikan dengan vektor kedalam C-cluster berdasarkan kesamaannya dengan pusat cluster yang diukur melalui fungsi jarak. Fungsi tujuan Jm didefinisikan sebagai fungsi V (matriks sifat prototipe) dan U ( fungsi keanggotaan Fuzzy dari objek i: 1, 2, . . . .,n menjadi anggota cluster j: 1, 2, . . . . , c) yang diminimumkan melalui iterasi. Karena sensitivitas inisiasi random terjebak dalam minimum lokal, pendekatan genetik biasanya dapat diterapkan untuk menghilangkan masalah diatas.
Penelitian ini ditujukan untuk mempelajari unjuk kerja AG pada masalah fuzzy clustering, khususnya fuzzy C Mean (FCM). Guided GA (GGA) sebagai alternatif FCM diperkenalkan melalui kode MATLAB, kedua algoritma ini dibandingkan melalui tiga kasus numerik. Unjuk kerja FCM dan GGA-FCM diuji melalui beberapa parameter seperti kesahihan cluster, kompleksitas, laju klasifikasi komputasi. Hasilnya menunjukkan bahwa GGA-FCM mempunyai unjuk kerja yang lebih baik dibandingkan FCM dalam bentuk Jm, kesahihan cluster dan laju klasifikasi, meskipun dalam kompleksitas komputasi lebih rumit dan memerlukan waktu lebih banyak.
Kata kunci : fuzzy cluctering, Algoritma Genetika, GGA-FCM, FCM
A COMPACT TEA CO2 LASER FOR FIELD-BASED SPECTROCHEMICAL ANALYSIS OF GEOLOGICAL SAMPLES
A compact capacitor-transfer TEA CO2 laser of 180 mJ output energi and 50 ns pulse duration in half width has been designed and constructed for field use. This laser is suitable for laser microprobe spectrochemical analysis on geological and mining samples. Experiments show that the use of helium as a surrouding gas suppresses the continous emission spectrum of the plasma, thus increasing the S/N ratio. Using glass as standard samples, the minimum detectable concentrations are estimated with Zn neutral line and F ionic line to be 60 ppm and 500 ppm, respectively.
Keywords : lasers ( Compact TEA CO2 ), field-based analysis, laser microprobe analysi
PEMILIHAN HUBUNGAN INPUT-NODE PADA JARINGAN SARAF FUNGSI RADIAL BASIS
Model jaringan saraf fungsi radial basis (Radial Basis Function Neural Network = RBFNN) adalah model jaringan saraf dengan satu unit dalam lapisan tersembunyi, dimana fungsi aktivasinya adalah fungsi basis (Gaussian) dan fungsi linear pada lapisan output. Untuk mendapatkan model RBFNN terbaik, diperlukan kombinasi yang tepat antara jumlah variabel input, jumlah node (kluster), yang berimplikasi pada jumlah parameter optimal. Untuk menda-patkan sejumlah node yang diinginkan dilakukan dengan mengelompokkan data. Salah satu metode pengelompokan data adalah metode K-mean. Dengan terbentuknya kelompok data, maka nilai tengah dan varians variabel input pada setiap kluster dapat dihitung. Komponen invers varians pada fungsi aktivasi RBFNN merupakan bobot dari suatu pergeseran, sehingga diperlukan nilai interval untuk varians tersebut. Nilai varians suatu variabel input pada suatu node yang berada diluar diluar interval mengindikasikan hubungan input dengan node tidak memberi sumbangan yang signifikan pada model RBFNN, sehingga perlu dihapus. Penentuan model terbaik dari RBFNN dapat diketahui dengan kriteria nilai Mean Square Error (MSE) kecil dan Koefisien Determinasi (R2) besar.
Kata kunci : RBFNN, K-mean, Interval Varians, MSE, R
MINYAK JARAK KEPYAR SEBAGAI ALTERNATIF MEDIUM GELASI DALAM PEMBUATAN KERNEL UO2 DENGAN METODE GELASI ITERNAL
Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh medium gelasi dalam pembuatan kernel UO2 dengan metode gelasi internal. Kernel UO2 dibuat dengan menambah larutan uranil nitrat dengan urea, HMTA (heksametilen tetra amin) pada suhu ( 50C, kemudian digelasi pada berbagai media gelasi, gel yang diperoleh dikeringkan, dikalsinasi pada suhu 800 0C, direduksi pada suhu 750 0C. Tujuan penelitian ini untuk membuat kernel bentuk bola dengan berbagai medium gelasi, untuk itu masing-masing tahapan diamati secara fisik : warna , bentuk (kebulatan) dan kwalitas kernel UO2. Densitas kernel UO2 dipengaruhi oleh bentuk bola, porositas dan luas permukaan. Bentuk bola dipengaruhi oleh ukuran butir (diameter penetes), tegangan muka, perbedaan densitas antara medium gelasi dengan sol umpan dan viskositas medium. Pada penelitian ini, divarisi medium gelasi 2-etilheksanol (ρ 0,83 g/ml), CCl4 (ρ 1,59 g/ml) dan minyak jarak kepyar (ρ 0,96 g/ml), diameter lubang penetes serta konsentrasi surfaktan (triton X-45) dalam medium 2-etilheksanol. Semakin kecil perbedaan densitas medium dengan sol umpan dapat menghasilkan kernel berbentuk bulat yang lebih besar. Kenaikan konsentrasi triton X-45 menyebabkan gel yang diperoleh berbentuk bulat bola namun konsentrasi triton X-45 yang terlalu tinggi menyebabkan gel yang dihasilkan berubah dari bulat bola menjadi memanjang. Konsentrasi triton X-45 yang optimum adalah 0,15 % volume medium 2-etilheksanol. Diperoleh hasil densitas optimum kernel UO2 dalam medium 2-etilheksanol, CCl4 dan minyak jarak kepyar masing-masing adalah 7,87676 g/ml, 7,56278 g/ml dan 5,90478 g/ml.
Kata kunci: kernel UO2, minyak jarak kepya
FUNGTORIALITAS PADA ALJABAR INSIDENSI BERHINGGA
Aljabar insidensi pada umumnya didefinisikan pada poset berhingga lokal, sekarang akan didefinisikan pada sembarang poset yang dikenal sebagai aljabar insidensi berhingga. Dalam tulisan ini akan ditunjukkan eksistensi fungtor kovarian dari kategori poset ke kategori aljabar insidensi berhingga.Kata –kata kunci: poset berhingga lokal, fungtor, aljabar insidensi berhingga
CHARACTERIZATION OF NANO-STRUCTURES IN MATERIALS BY TRANSMISSION ELECTRON MICROSCOPY
We will introduce the usefulness of convergent beam electron diffraction (CBED) in nano-characterization of materials: (1) Determination of local lattice strain in Si, (2) Determination of polarity of GaN of wurtzite structure, (3) Measurement of local oxygen concentration of the high Tc superconductor YBa2Cu3Oy. Keywords: convergent beam electron diffractio
KAJIAN AWAL DEKTEKSI DINI PENYAKIT DALAM DENGAN METODE NON-INVASIVE SPEKTROSKOPI FOTOAKUSTIK LASER
Telah dilakukan kajian awal deteksi dini penyakit dalam menggunakan spektrometer fotoakustik (SFA) laser yang dibangun di Laboratorium Fisika Atom-Inti Jurusan Fisika FMIPA UGM. Eksperimen dilakukan dengan metode pengambilan sampel yang non-invasive yaitu melalui hembusan nafas relawan. Analisa data dari hasil eksperimen dilakukan menggunakan metode Analisis Multikoponen Gas dengan menggunakan software Origin dan Matlab. Hasil analisis dapat menunjukkan tiga macam gas karakteristik berbeda yang dapat dipakai untuk mencirikan suatu jenis penyakit tertentu, yaitu gas Etilen, Aseton dan Amonia.
Kata kunci: Fotoakustik laser dan Analisis multikomponen ga