159 research outputs found

    ANALISIS SISTEM KONTROL MOTOR DC SEBAGAI FUNGSI DAYA DAN TEGANGAN TERHADAP KALOR

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian daya dan sistem kontrol tegangan rangkaian peningkatan suhu motor DC. Banyak energi listrik yang diubah menjadi panas sehingga dapat menyebabkan peningkatan suhu motor DC pada stator dan rotor. Dalam penelitian ini, daya dan sistem kontrol tegangan rangkaian mendeteksi peningkatan suhu motor DC dan juga sebagai umpan balik variabel. Kontrol sistem pasokan tenaga listrik berdasarkan perubahan tersebut. Dalam penelitian ini kami memperoleh tenaga maksimum dan tegangan dapat diukur sampai 7,5 watt, tegangan 15 volt dengan arus listrik 0,5 ampere pada temperatur 35 oC dan daya minimum watt 6, tegangan 12 volt dengan ampere listrik saat ini 0,5 pada suhu 27 oC. Sistem kontrol ini efektif, karena mampu mengubah suhu rendah dan kontrol motor DC secara cepat.Kata kunci: kontrol, voltase, daya and kalo

    CRITICAL CURRENT ENHANCEMENT USING HOLES

    Full text link
    The critical current densities of superconductor having arrays of square holes and lines hole exposed under electric and perpendicular magnetic field are calculated using time dependent Ginzburg-Landau equation (TDGLE). The result shows that the addition of an array of hole and lines hole enhance the critical current density through different pinning mechanism. The enhancement of critical current by an array of hole addition enhances the critical current densities through commensurate effect and produces the critical current peaks at matching magnetic fields while the addition lines hole to superconductor enhances the critical current through a simple pinning but covering a wider magnetic region. The enhancement factors produced by the both holes are discussed.Keywords: Superconductor, Time dependent Ginzburg-Landau, Two dimensions, Holes, Critical curren

    STUDY OF REACTION PATHWAY AND KINETIC OF ESTRAGOLE ISOMERIZATION TO CIS-ANETHOLE AND TRANS-ANETHOLE

    Full text link
    Estragole isomerization in basic condition resulted cis- and trans-anethole. Hence, there were two reaction pathway of estragole isomerization i.e. parallel and consecutive. The reaction pathway gave information about reaction mechanism. Estragole isomerization was carried out in various kind and volume of solvent, base ratios, and at various time and temperature. The products were analyzed by GC-MS, and FTIR. The result showed that the estragole isomerization pathway in ethanol and ethylene glycol was parallel. The mechanism of estragole isomerization proceed through carbanion intermediate with Eatotal of 178,6238 J/mol .Keywords: estragole, cis-anethole, trans-anethole, isomerization pathway

    KOALJABAR GELANGGANG DERET PANGKAT FORMAL

    Full text link
    Gelanggang deret pangkat teritlak (GDPT) dikonstruksi melalui monoid terurut kuat SS, yang komutatif dan gelanggang komutatif RR yang memiliki identitas. Jika SS kanselatif terhadap urutannya, maka R[[S]]R[[S]] merupakan submodul RSR^{S} atas R[S]R[S]. Gelanggang deret pangkat formal (GDPF) sebagai kasus khusus GDPT dipelajari untuk mengungkap eksistensi koaljabar di dalam struktur GDPF. Kata kunci: Koaljabar, Gelanggang deret pangkat teritlak, monoid, gelanggang deret pangka

    LAJU KOROSI BAJA OLEH DESULFOMICROBIUM BACULATUM DAN DESULFOMONAS PIGRA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju korosi baja produksi PT. Krakatau Steel oleh  bakteri Desulfomicrobium baculatum dan Desulfomonas pigra. Metode penelitian eksperimental di laboratorium dilakukan dengan rancangan acak lengkap pola faktorial. Faktor pertama adalah baja (ST24,ST40 dan ST 52). Faktor kedua adalah media (HCl 0,1 M, 1 M; H2S04 0,1 M, H2SO4) dan faktor ketiga adalah jenis bakteri (D.baculatum dan D.pigra). Data dianalisis dengan sidik ragam, dan jika ada perbedaan diuji dengan jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi baja ST24,ST40 dan ST52 meningkat cepat dengan adanya  bakteri Desulfomicrobium baculatum dan Desulfomonas pigra,  khususnya  dalam media   yang mengandung H2SO4 1M. Laju korosi baja ST24 dalam media   yang mengandung H2SO4 1M tanpa Desulfomicrobium baculatumdan Desulfomonas pigra meningkat dar 5,87mg/det menjadi 43,39 mg/det dalam media   yang mengandung H2SO4 1M dan Desulfomicrobium baculatum dan menjadi   33,39 m/det dalam media yang mengandung Desulfomonas pigra. Laju korosi baja ST40 dalam media   yang mengandung H2SO4 1M tanpa Desulfomicrobium baculatum dan Desulfomonas pigra bertambah dari  3,85mg/det menjadi 39,67 mg/det dalam media   yang mengandung H2SO4 1M dan Desulfomicrobium baculatum dan menjadi   29,67 m/det dalam media yang mengandung Desulfomonas pigra .Laju korosi baja ST52 dalam media   yang mengandung H2SO4 1M tanpa Desulfomicrobium baculatum dan Desulfomonas pigra adalah 2,97mg/det menjadi 37,32 mg/det dalam media   yang mengandung H2SO4 1M dan Desulfomicrobium baculatum.dan menjadi   27,32 m/det dalam media yang mengandung Desulfomonas pigraKata Kunci : laju korosi, baja, bakteri pereduksi sulfat, Desulfomicrobium baculatu

    Estimasi Value-at-Risk dengan pendekatan Extreme Value Theory-Generalized Pareto Distribution (STUDI KASUS IHSG 1997-2004)

    Full text link
    Dalam paper ini, akan diperkenalkan suatu metode dalam perhitungan VaR yaitu VaR-GPD. Kelebihan metode ini adalah pendekatannya bahwa data mengikuti distribusi GPD (Generalized Pareto Distribution) yang mengakomodasi bentuk distribusi empiris data yang cenderung memiliki ekor gemuk (heavy tail). Kata kunci: Extreme value theory, Generalized Pareto distribution, Value at ris

    PEMILIHAN BAHAN ISIAN DAN PERBANDINGAN REFLUKS PADA DISTILASI PEMISAHAN METANOL DARI PRODUK SAMPING BIODIESEL

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian pengambilan kembali metanol dari crude gliserol dengan cara distilasi menggunakan kolom yang berisi bahan isian. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kondisi operasi terbaik pada proses distilasi. Variabel yang diteliti adalah jenis bahan isian (keramik, kaca, dan baja anti karat) dan perbandingan refluks. Dari variasi jenis bahan isian dapat ditentukan nilai HETP (Height Equivalent of Theoritical Plate) masing-masing bahan isian. Dengan menggunakan variasi perbandingan refluks pada kisaran 0,230 sampai dengan 4,0 dapat digunakan untuk menentukan perbandingan refluks optimum yang menghasilkan distilat optimum. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa konsentrasi metanol dalam distilat yang dihasilkan untuk ketiga bahan isian di atas adalah untuk keramik 92,21%, kaca 97,03% dan baja anti karat 98,94%. Nilai HETP dari ketiga bahan isian di atas adalah untuk keramik 13,72 cm, kaca 12,13 cm dan baja anti karat 9,72 cm. Bahan isian yang paling baik adalah baja anti karat karena kadar metanol yang dihasilkan paling tinggi yaitu 98,94 % dan nilai HETP baja anti karat paling kecil yaitu 9,72 cm. Perbandingan refluks optimum untuk berat umpan awal sebanyak 263,7 gram dengan mempertimbangkan kwantitas dan kwalitas metanol yang dihasilkan dalam distilat adalah 2,125.Kata kunci: metanol, distilasi, HET

    BASIS PENGETAHUAN DENGAN MODEL KEPUTUSAN KELOMPOK UNTUK DIAGNOSIS GANGGUAN KEJIWAAN

    Full text link
    Basis pengetahuan merupakan salah satu bagian terpenting dari sistem pakar. Pengetahuan dalam basis pengetahuan dapat direpresentasikan dalam berbagai cara. Namun sebagian besar basis pengetahuan belum mengakomodasi adanya preferensi dari beberapa pengambil keputusan (group support system).Pada penelitian ini, pengetahuan dibangun dari preferensi yang diberikan oleh beberapa pengambil keputusan. Pengambil keputusan (pakar) akan berperan dalam memberikan preferensinya terkait dengan diagnosis gangguan kejiwaan. Preferensi diberikan baik terhadap fitur (gejala atau tanda) dalam kondisi tertentu, maupun terhadap gangguan dalam kondisi tertentu. Pada penelitian ini, telah terkumpul sebanyak 124 fitur dan 30 gangguan. Preferensi terhadap fitur yang relevan dalam suatu kondisi, diberikan oleh pengambil keputusan dalam format utility vector. Pada penelitian ini, telah terkumpul sebanyak 105 kondisi. Sedangkan preferensi terhadap gangguan yang terpengaruh dalam suatu kondisi, diberikan oleh pengambil keputusan dalam format selected subset vector. Transformasi masing-masing vektor ke dalam bentuk matriks relasi preferensi fuzzy dilakukan dalam rangka mendukung proses komposisi antar preferensi (agregasi). Operator Ordered Weighted Averaging (OWA) digunakan untuk melakukan proses agregasi tersebut. Operator Quantifier Guided Dominance Degree (QGDD) digunakan untuk melakukan proses eksploitasi dalam rangka mendapatkan fitur yang relevan, dan alternatif gangguan yang paling terpengaruh. Nilai rata-rata hasil eksploitasi dipilih sebagai nilai threshold untuk menetapkan fitur dan gangguan yang relevan tersebut.Hasil penelitian mendapatkan basis pengetahuan yang direpresentasikan dalam bentuk IF – THEN dengan jumlah pengetahuan sebanyak 635 pengetahuan.Kata kunci: preferensi, fuzzy MADM, pakar

    SINTESIS DAN KARAKTERISASI KATALIS NiO-CoO-MoO/ZEOLIT ALAM DAN NiO-MoO-CoO/ZEOLIT ALAM DAN UJI KATALISASI PADA PROSES HIDRORENGKAH PELUMAS BEKAS

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian dan karakterisasi katalis NiO-CoO-MoO/zeolit alam dan NiO-MoO-CoO/zeolit alam pada hiyrocracking pelumas bekas menjadi fraksi bensin dan diesel. Zeolit alam Klaten diaktivasi dengan metode hidrotermal pada temperatur 500 oC selama 6 jam (diperoleh sampel ZAAH). Impregnasi logam Ni, Co, dan Mo pada sampel ZAAH menggunakan garam prekursor berturut-turut Ni(NO3)2..6H2O, Co(NO3)2. 6H2O, dan (NH4)6Mo7O24. 4H2O, pada temperatur 90 oC selama 5 jam, lalu diuapkan dan dikeringkan pada suhu 120 oC kemudian diaktivasi dengan metode microwave dengan daya 550 watt selama 15 menit. Sampel katalis dioksidasi pada temperatur 500 oC selama 2 jam dengan aliran gas O2. Karakterisasi katalis meliputi penentuan luas permukaan spesifiki menggunakan metode BET (NOVA-1200e), penentuan jumlah situs asam total menggunakan metode gravimetri dengan adsorpsi uap NH3 dan piridin, IR-Spectroscopy, X-ray diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscophy (SEM). Hidrorengkah pelumas bekas secara katalitik maupun termal dilakukan dengan menggunakan reaktor sistem flow jenis fixed-bed yang terbuat dari stainless steel, pada temperatur 400oC dengan variasi laju alir H2 15 , 20, dan 25mL/menit selama 1 jam dengan rasio katalis/umpan 1: 5, produk hasil hidrorengkah oli bekas berupa cairan, kokas dan gas, dianalisis dengan GC dan GC-MS.Hasil penelitian menunjukkan, sampel ZAAH, NiO-CoO-MoO/ZAAH dan NiO-MoO-CoO/ZAAH memiliki luas permukaan spesifik berturut-turut 26,00 m2/g, 25,75 m2/g, dan 29,55 m2/g. Konversi produk cair terbanyak dihasilkan oleh katalis NiO-CoO-MoO/ZAAH sebesar 87,09%, laju alir 20 mL/menit, dengan selektivitas terhadap fraksi bensin , diesel dan minyak berat masing-masing sebesar 60,52%, 7,93% dan 31,59%. Katalis NiO-MoO-CoO/ZAAH menghasilkan konversi produk cair terbanyak sebesar 75,86%, laju alir 20 mL/menit, dengan selektivitas terhadap fraksi bensin , diesel dan minyak berat masing-masing sebesar 77,61%, 12,01% dan 10,38%.Kata kunci: hidrorengkah; katalis ; aktivasi; impregnasi, bensin, diesel, minyak bera

    APLIKASI MIKROSEISMIK UNTUK MEMINDAI DAN MENGIDENTIFIKASI KEBERADAAN HIDROKARBON

    Full text link
    Mikroseismik (mikrotremor) hidrokarbon adalah suatu fenomena baru dalam mendeteksi dan mengidentifikasi keberadaan hidrokarbon secara langsung. Teknologi baru yang dikembangkan berdasarkan fenomena tersebut dalam terminologi ini disebut MHDI (Microseismic for Hydrocarbon Detection and Identification). Teknologi ini digunakan pada eksplorasi hidrokarbon, pemantauan dan pengembangan lapangan minyak. Teknik tersebut didasarkan pada prinsip-prinsip sifat non-linear dari suatu sistem fluida dalam medium berpori. Hidrokarbon dalam sistem (medium) berpori pada batuan reservoir dapat dipikirkan sebagai deformasi karakteristik dari spektrum noise bumi alami dalam jangkau frekuensi yang rendah, yaitu antara 0,2 – 6,0 Hz. Sinyal seismik frekuensi rendah ini direkam secara pasif di permukaan bumi dengan seismometer yang sangat sensitif, dan secara spektroskopi dianalisis untuk menghasilkan sebuah spektrum tertentu yang unik, yang dapat digunakan sebagai indikator keberadaan hidrokarbon secara langsung.Kata kunci: mikroseismik, hidrokarbo

    150

    full texts

    159

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    BIMIPA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇