Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan
Not a member yet
285 research outputs found
Sort by
DAMPAK PENURUNAN HARGA SAWIT TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI SAWIT DI PANTAI TIMUR SUMATERA UTARA
Pada penelitian yang dilakukan, Penulis menyoroti masalah dari dampak penurunan harga sawit dalam kaitannya dengan kondisi sosial ekonomi keluarga di Pantai Timur Sumatera utara yang berprofesi sebagai petani sawit, yaitu dengan membandingkan kondisi sosial ekonomi masyarakat sebelum dan sesudah penurunan harga di Pantai Timur Sumatera utara. Dalam hal ini, dampak penurunan harga sawit terhadap kondisi sosial ekonomi petani tidak positif, yang berarti penurunan harga sawit memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap kondisi sosial ekonomi petani, baik itu dalam segi pendapatan, pendidikan, maupun kesehatan. Guna memperoleh data maupun tanggapan dari masyarakat yang berprofesi sebagai petani secara langsung, Penulis langsung datang kelapangan melakukan penelitian serta membagikan angket (kuesioner) kepada 100 responden yang tinggal di Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang bedagai dan Kecamatan Raya kahean Kabupaten Simalungun.Dengan berpedoman pada Hipotesa yang diajukan yaitu Ho: Tidak terdapat perbedaan kondisi pendapatan sebelum dan sesudah penurunan harga kelapa sawit di Pantai Timur Sumatera utara. Ha : Ada perbedaan kondisi pendapatan sebelum dan sesudah penurunan harga kelapa sawit di Pantai Timur Sumatera utara. Maka Ha diterima dan Ho ditolak setelah dilakukan analisa data dengan uji t. Dampak penurunan harga sawit memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi sosial ekonomi di Pantai Timur Sumatera utara.Kata Kunci : Harga Sawit, kesejahteraan Petani Sawi
Dampak Perekonomian Terhadap Masyarakat Miskin Di Lingkungan Kampung Nelayan Kecamatan Medan Labuhan
Kemiskinan merupakan masalah yang sangat fatal karena berkaitan dengan ketidak mampuan masyarakat kota Medan yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan hidup yang selama ini sangatlah memprihatinkan dengan adanya harga pangan dan papan semakin meningkat dan masyarakat tidak dapat mengimbangi dengan lajunya pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat dan masyarakat tidak dapat mengikuti lajunya perkembangan tersebut dan semakin tertindaslah masyarakat kalangan bawah yang tidak mempunyai penghasilan yang tetap itu sangat berpengaruh pada perekonomian yang dialami oleh masyarakat kota Medan. Berbagai kebijakan dan program yang ada dirasakan semakin kurang efektif dalam upaya menurunkan penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan yang terbukti dari masa ke masa. Dibenahinya kebijakan dan perhatian pemerintah terhadap rakyat miskin harus diperhatikan lebih serius lagi dan dapat memberi lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang banyak penganguran diakibatkan tingginya perekonomian yang tidak dapat dijangkau oleh masyarakat kalangan bawah
Analisis Pembentukan Portofolio Yang Efisien Pada Perusahaan Keramik, Kaca Dan Porselen Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Dengan Model Markowitz
Penelitian ini dilakukan untuk menentukan saham-saham yang termasuk dalam kombinasi portofolio efisien, tingkat keuntungan dan tingkat resiko dari portofolio yang terbentuk. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, diperoleh sampel sebanyak 5 perusahaan. Teknik analisis yang digunakan adalah Model Markowitz dan dibantu dengan program Microsoft Excel 2010 dalam perhitungan koefisien korelasi.Hasil dari pembentukan portofolio yang efisien komposisi dana yang didapat membentuk investasi yang efisien bila mengacu pada diversifikasi yang disarankan oleh Markowitz (Markowitz Efficien Portofolio) yang menyebutkan bahwa investor akan memilih portofolio ke 2 dengan proporsi saham PT Asahimas Flat Glass Tbk 20%, saham PT Intikeramik Alamsari Industri Tbk 30% dan saham PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk 50%, dengan tingkat keuntungan yang diharapkan 1,335% dan tingkat resiko investasi 7,976%
Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Sumatera Utara
Kemiskinan merupakan salah satu masalah dalam perekonomian yang kompleks dan multidimensional. Oleh karenanya perlu dicari solusi untuk mengatasi atau paling tidak mengurangi tingkat kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat kemiskinan di propinsi Sumatera Utara.Penulis menggunakan instrumen penelitian kepustakaan, studi dokumentasi, browsing internet, dimana data yang diambil merupakan data skunder dari instansi terkait terutama Badan Pusat Statistik Sumatera Utara, serta dalam menganalisis data menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana.Hasil pengolahan data didapat pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di propinsi Sumatera Utara
Analisis Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar Rupiah, Dan Suku Bunga SBI Terhadap Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan Di Bursa Efek Indonesia
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh inflasi, nilai tukar rupiah, dan suku bunga SBI terhadap pergerakan indek harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia. Populasi penelitian ini adalah data triwulan periode Maret 2007 sampai dengan Maret 2015. Data diolah dengan metode uji statistik regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama inflasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pergerakan indeks harga saham gabungan. Kedua menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pergerakan indeks harga saham gabungan. Ketiga menunjukkan bahwa suku bunga SBI berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pergerakan indeks harga saham gabungan. Keempat hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inflasi, nilai tukar rupiah, dan suku bunga SBI berpengaruh terhadap pergerakan indeks harga saham gabungan secara simultan
ANALISIS KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN DI PROPINSI SUMATERA UTARA
Selama proses pembangunan Indonesia dalam beberapa waktu belakangan ini dalam bidang ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang stabil dan menunjukkan adanya peningkatan. Begitu juga dengan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara yang mengalami peningkatan. Tetapi pertumbuhan ekonomi yang mengalami peningkatan tidak diikuti meratanya distribusi pendapatan di Sumatera Utara. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis ketimpangan distribusi pendapatan di Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Sumatera Utara dengan menggunakan data sekunder dengan runtun waktu yaitu pada tahun 2002 sampai 2013, yang bersumber dari data Badan Pusat Statistik Sumatera Utara. Berdasarkan hasil analisis bahwa ketimpangan distribusi pendapatan di Sumatera Utara semakin meningkat walaupun tidak sebesar ketimpangan distribusi pendapatan di Indonesia jika dilihat dari nilai koefisien gininya, dimana koefisien gini di Sumatera Utara pada tahun 2013 mencapai 0,354. Tahun 2013 ketimpangan distribusi pendapatan tertinggi terjadi di Samosir 0,28 dan Tanjung Balai sebesar 0,287 sementara ketimpangan distribusi pendapatan yang paling rendah bahkan mendekati nol (pemerataan sempurna) terjadi di kabupaten Karo sebesar 0,098 dan Labuhan Batu Selatan sebesar 0,108.Kata Kunci : Ketimpangan distribusi pendapatan, koefisien gin
ANALISIS KETERSEDIAAN INFRASTRUKTUR KESEHATAN DAN AKSEBILITAS TERHADAP PEMBANGUNAN KESEHATAN PENDUDUK DI PROVINSI SUMATERA UTARA
Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis perkembangan dari infrastruktur fisik dan nonfisik kesehatan berhubungan dengan pembangunan kesehatan penduduk di Provinsi Sumatera Utara serta melakukan estimasi variabel ketersediaan infrastruktur fisik dan nonfisik kesehatan yang mempengaruhi kesehatan penduduk di Provinsi Sumatera Utara.Data penelitian ini diambil untuk periode tahun 2013 dengan jumlah sampel sebanyak 33 kabupaten/kota di propinsi Sumatera Utara. Data penelitian ini adalah data sekunder yaitu, data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara dan Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara yaitu berupa data tentang Indeks Pembnagunan Manusia, Ketersediaan Infrstruktur Kesehatan, Tenaga Medis, dan Aksebilitas di Provinsi Sumatera Utara. Model analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling.Berdasarkan uji F, dapat disimpulkan bahwa variabel Pembangunan Kesehatan yang diproksikan dengan Infrastruktur Kesehatan, Tenaga Medis, dan Aksebilitas secara simultan signifikan berpengaruh positif terhadap Pembnagunan Kesehatan Penduduk. Selanjutnya, hasil uji t menunjukkan bahwa variabel Infrastruktur Kesehatan dan Tenaga Medis secara signifikan berpengaruh positif terhadap Pembangunan Kesehatan Masyarakat. Sedangkan variabel Aksebilitas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Pembangunan Kesehatan Masyarakat.Dari model regresi yang dihasilkan, Infrastruktur Kesehatan mempunyai koefisien terbesar sehingga dapat dikatakan bahwa ketersediaan Infrastruktur Kesehatan adalah indikator yang paling dominan.Kata kunci : Pembangunan Kesehatan, Infrastruktur Kesehatan, Tenaga Medis, dan Aksebilita
ANALISIS USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI INDONESIA
Keberhasilan pembangunan identik dengan terciptanya laju pertumbuhan perekonomian dan penyerapan tenaga kerja yang tinggi, salah satu sektor riil yang dapat mengurangi tingkat pengangguran adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dimana alat yang digunakan sebagai motor penggeraknya adalah orang-orang yang bekerja di perkotaan maupun pedesaan dalam ruang lingkup usaha kecil maupun menengah. UMKM mempunyai peranan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, terbukti pada waktu bangsa Indonesia mengalami krisis yang terjadi beberapa waktu lalu, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lebih tangguh dalam menghadapi realita tersebut, sedangkan usaha yang berskala besar mengalami stagnasi bahkan berhenti aktifitasnya.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan demikian apa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan data secara objektif terhadap kondisi yang ada, perkembangan usaha miko kecil menengah dan perkembangan dalam penyerapan tenaga kerja semuanya terangkum dalam fokus penelitian, yaitu perkembangan sektor UMKM dalam perekonomian Indonesia serta karakteristik ketenagakerjaan dan peran UMKM dalam penyerapan tenaga kerja.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran UMKM dalam penyerapan tenaga kerja sangatlah besar, karena dapat dilihat dari perkembangan UMKM yang terus menerus mengalami peningkatan yang cukup signifikan, hal tersebut juga akan mempengaruhi tingkat penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai peran UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja.Kata Kunci : UMKM, penyerapan tenaga kerj