Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains
Not a member yet
68 research outputs found
Sort by
Tindak Tutur Ilokusi dalam Percakapan Santri di Pondok Pesantren Mahasiswa Darussalam Surakarta
The research entitled "Illocutionary Speech of Santri Conversations at the Surakarta Darussalam Islamic Boarding School: Pragmatic Study" aims to describe or analyze the illocutionary forms used by students in interacting at the Darussalam Darussalam Islamic Boarding School. The method used in this study is a pragmatic qualitative method. This method is a research method that seeks to describe the meaning of speech in a community according to the object of the actual situation. The results of this study indicate that in interacting, between santri one and the other there is an illocutionary form that intersects the language used by students in the Darussalam Islamic Boarding Schoo
Pengelolaan Kelas dalam Melaksanakan Pembelajaran Aktif
Class management is a planned activity that is deliberately carried out by the teacher with the aim of creating and maintaining optimal conditions, building a positive socio-emotional climate and creating a good atmosphere of interpersonal relations. So that it is expected that the learning and teaching process can run effectively and efficiently, so that learning objectives are achieved. Improving the quality of education will be achieved if the teaching and learning process held in the classroom is truly effective and is useful for achieving the ability of the knowledge, attitudes and skills expected. Because basically the teaching and learning process is at the core of the overall education process, including the teacher is one of the important factors in determining the success of the teaching and learning process in the classroom.Pengelolaan kelas adalah kegiatan yang terencana yang sengaja dilakukan oleh guru dengan tujuan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal, membangun iklim sosio-emosional yang positif serta menciptakan suasana hubungan interpersonal yang baik. Sehingga diharapkan proses belajar dan mengajar dapat berjalan secara efektif dan efesien, sehingga tercapai tujuan pembelajaran. Peningkatan mutu pendidikan akan tercapai apabila proses belajar mengajar yang diselenggarakan di kelas benar-benar efektif dan berguna untuk mencapai kemampuan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diharapkan. Karena pada dasarnya proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan, di antaranya guru merupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan berhasilnya proses belajar mengajar di dalam kelas
Pengelolaan Majlis Taklim Dan Pengajian Umum
Majlis taklim is a recitation association, so the motive is to seek religious knowledge and get merit from Allah, so the participants are growing rapidly in various regions. In order to be effective and efficient, the majlis taklim needs to be managed properly by arranging the curriculum to the guidance of rolling ustadz who provide the material. General recitation is the study of religious knowledge which is displayed to the public and all audiences. Public recitations get a variety of challenges and to face these challenges, general recitation needs strategic steps.Majlis taklim merupakan perkumpulan pengajian, sehingga motifnya adalah mencari ilmu agama dan mendapatkan pahala dari Allah, sehingga pesertanya semakin berkembang pesat di berbagai daerah. Supaya berlangsung efektif dan efisien, maka majlis taklim perlu dikelola dengan baik dengan ditata kurikulumnya sampai pada pembinaan juga rolling ustadz yang memberikan materi. Pengajian umum adalah pengajian ilmu agama yang sifatnya ditampilkan untuk umum dan semua khalayak. Pengajian umum mendapatkan berbagai tantangan dan untuk menghadapi tantangan tersebut maka pengajian umum perlu langkah-langkah strategis
Eksistensi Tunagrahita dalam Pembuatan Batik Ciprat
Kesan tunagrahita sebagai pribadi yang tidak mandiri seperti terbantahkan ketika melihat keadaan kampung peduli tunagrahita yang berada di Desa Simbatan, Nguntoronadi Kab. Magetan. Tunagrahita yang banyak ditemui di Desa Simbatan dihimpun menjadi satu oleh pemerintah desa dan dinas sosial serta diberikan pelatihan pembuatan batik ciprat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi tunagrahita di Desa Simbatan dalam membuat batik ciprat. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis deskriptif kualitatif, dengan memperoleh data hasil penelitian melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyandang tunagrahita di Simbatan mampu menghasilkan karya berupa batik ciprat. Pembuatan batik dilakukan dengan cara mencipratkan malam (bahan pewarna membatik) ke kain dengan menggunakan kuas. Dipilihnya batik ciprat karena yang memungkinkan tunagrahita bisa mengerjakannya dengan mudah. Selain menghasilkan karya kain batik ciprat, karya lain yang dihasilkan berupa taplak meja dan sepatu kain dengan motif batik ciprat
Pengaruh Model Pembelajaran Scramble Dengan Media Question Card Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN Kertosari II Kabupaten Madiun
Kurang antusiasnya siswa dalam kegiatan pembelajaran mengakibatkan perlu dikembangkan model dan media pembelajaran yang efektif. Siswa merasa bosan dengan model pembelajaran konvensional yang sering digunakan guru. Dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisisiswa, sifat materi bahan ajar, fasilitas media yang tersedia. Model pembelajaran Scramble dengan media Question Card merupakan daya dukung utama bagi guru untuk menciptakan suasana belajar siswa secara aktif, menumbuhkan kreativitas dan semangat siswa untuk mempelajari materi-materi yang ada di dalamnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian True Eksperimental. Desain penelitian Postest Only Control desain. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV sebanyak 48 siswa yang terdiri dari 24 siswa kelas IV eksperimen dan 24 siswa kelas kontrol. Penentuan sampel di dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik tes. Dalam menganalisis data menggunakan metode statistik dengan rumus uji-t dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan model pembelajaran Scramble dengan media Question Card terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Kertosari II di Kabupaten Madiun. Ini terlihat pada hasil belajar nilai rata-rata siswa yang diajar menggunakan model tersebut 82,91, sedangkan siswa yang diajarkan dengan model konvensional 68,75, serta diperoleh = 6,074,lebih besar dari = 1,679.Kurang antusiasnya siswa dalam kegiatan pembelajaran mengakibatkan perlu dikembangkan model dan media pembelajaran yang efektif. Siswa merasa bosan dengan model pembelajaran konvensional yang sering digunakan guru. Dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisisiswa, sifat materi bahan ajar, fasilitas media yang tersedia. Model pembelajaran Scramble dengan media Question Card merupakan daya dukung utama bagi guru untuk menciptakan suasana belajar siswa secara aktif, menumbuhkan kreativitas dan semangat siswa untuk mempelajari materi-materi yang ada di dalamnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian True Eksperimental. Desain penelitian Postest Only Control desain. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV sebanyak 48 siswa yang terdiri dari 24 siswa kelas IV eksperimen dan 24 siswa kelas kontrol. Penentuan sampel di dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik tes. Dalam menganalisis data menggunakan metode statistik dengan rumus uji-t dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan model pembelajaran Scramble dengan media Question Card terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Kertosari II di Kabupaten Madiun. Ini terlihat pada hasil belajar nilai rata-rata siswa yang diajar menggunakan model tersebut 82,91, sedangkan siswa yang diajarkan dengan model konvensional 68,75, serta diperoleh = 6,074,lebih besar dari = 1,679
Diagnosa Kesulitan Mahasiswa PGMI IAIN Ponorogo Dalam Membelajarkan Bilangan Pecahan
Fraction is one of the material taught in mathematics which includes basic concepts and preparatory material in learning other numbers and developing student algebraic reasoning abilities. But most elementary school / MI teacher candidates have difficulty in learning fractions. This needs to be analyzed because if a prospective teacher teaches many mistakes, then it can be ascertained that students who are taught will also experience the same thing. So that as students of elementary / MI teacher candidates must have adequate mastery of material. This research is a qualitative research that produces data on the problems of PGMI IAIN students in learning fractions. The results showed that the problems experienced by SD / MI teacher candidates in learning fractions include: 1) difficulties in teaching fractions of meaning, 2) difficulties in learning fractions worth, 3) Difficulties in teaching the sum of fractions if they have a denominator that is not same, 4) Difficulties in learning to reduce fractions with denominators are not the same, 5) Difficulties in learning fraction multiplication, 6) Students have difficulty in teaching the meaning and results of fraction distribution.Pecahan merupakan salah satu materi yang diajarkan dalam matematika yang mencakup konsep dasar dan materi prsayarat dalam mempelajari bilangan yang lain serta mengembangkan kemampuan penalaran aljabar mahasiswa. Tetapi kebanyakan mahasiswa calon guru SD/MI mengalami kesulitan dalam membelajarkan bilangan pecahan. Hal ini perlu dianalisis karena apabila calon seorang guru dalam mengajarkan banyak terjadi kesalahan maka dapat dipastikan bahwa siswa yang diajar juga akan mengalami hal yang sama. Sehingga sebagai mahasiswa calon guru SD/MI harus mempunyai bekal penguasaan materi yang memadai. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menghasilkan data mengenai permasalahan mahasiwa PGMI IAIN dalam membelajarkan bilangan pecahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan yang dialamai mahasiswa calon guru SD/MI dalam membelajarkan bilangan pecahan diantaranya yaitu: 1) kesulitan dalam membelajarkan makna pecahan, 2) kesulitan dalam membelajarkan pecahan senilai, 3) Kesulitan dalam membelajarkan penjumlahan bilangan bilangan pecahan jika mempunyai penyebut yang tidak sama, 4) Kesulitan dalam membelajarkan pengurangan bilangan pecahan dengan penyebut tidak sama, 5) Kesulitan dalam membelajarkan perkalian pecahan, 6) Mahasiswa mengalami kesulitan dalam membelajarkan makna dan hasil pembagian pecahan
Penelitian ini memfokuskan permasalahan pada (1) stilistika deskriptif, (2) stilistika genetis, dan (3) representasi pendidikan. Pada novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi pilihan kata meliputi kata sapaan, leksikon bahasa daerah (bahasa Minang, Jawa, Sunda), leksikon bahasa asing (bahasa Arab, Inggris, Prancis). Pada novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata pilihan kata meliputi kata leksikon bahasa daerah (Melayu dan Belitung), leksikon bahasa asing (Inggris), dan kata ilmiah. Gaya bahasa yang terdapat pada kedua novel difokuskan pada lima gaya bahasa yaitu; majas personifikasi, majas metafora, majas simile, majas hiperbola, dan majas metonimia. Pada novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi dan novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata terdapatnya fenomena yang terkuak dalam sebuah makna kata yang tersirat dengan menggunakan pengembangan teori representasi pendidikan pondok pesantren pada novel N5M karya Fuadi dan sekolah umum pada novel SP karya Andrea. Kedua novel tersebut dikaji dengan pendekatan stilistika deskriptif dan genetik
Analisis Kesalahan Siswa dan Pemberian Scaffolding Pada Materi Operasi Bilangan Bulat
Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bentuk scaffolding yang akan diberikan kepada siswa berdasarkan kesalahannya. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di sekolah dasar di Pamekasan dengan 14 siswa. Metode pengumpulan data dimulai dengan meminta peserta didik untuk menyelesaikan soal terkait operasi bilangan bulat khususnya penjumlahan dan pengurangan selanjutnya mengidentifikasi kesalahan melalui lembar jawaban siswa kemudian dilakukan wawancara untuk memastikan pola kesalahan siswa. Hasilnya dari 14 siswa ditemukan 4 jenis kesalahan yang dilakukan diantaranya siswa tidak memahami bilangan negatif; siswa tidak dapat membuat model matematika pada soal cerita dengan baik; siswa kesulitan pada saat ada operasi pengurangan dan tanda negatif pada bilangan yang berurutan; siswa tidak teliti dalam mengerjakan. Adapun scaffolding yang diberikan berdasarkan kesalahan siswa adalah bagi siswa yang tidak memahami bilangan negatif bisa di ilustrasikan dengan menggunakan kartu bermuatan; bagi siswa yang kesulitan dalam memodelkan soal cerita dengan benar, menggunakan ilustrasi dari kehidupan nyata yang sering dihadapi; menggunakan alat peraga kartu bilangan bermuatan atau dengan menggunakan garis bilangan dengan aturan yang telah ditetapkan terlebih dahulu; untuk siswa yang ceroboh, memberikan saran agar selalu mengecek jawaban setelah mengerjakan soal. Berdasarkan hasil pre tes dan post tes terlihat bahwa ada perbaikan hasil nilai siswa setelah memperoleh scaffolding.Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bentuk scaffolding yang akan diberikan kepada siswa berdasarkan kesalahannya. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di sekolah dasar di Pamekasan dengan 14 siswa. Metode pengumpulan data dimulai dengan meminta peserta didik untuk menyelesaikan soal terkait operasi bilangan bulat khususnya penjumlahan dan pengurangan selanjutnya mengidentifikasi kesalahan melalui lembar jawaban siswa kemudian dilakukan wawancara untuk memastikan pola kesalahan siswa. Hasilnya dari 14 siswa ditemukan 4 jenis kesalahan yang dilakukan diantaranya siswa tidak memahami bilangan negatif; siswa tidak dapat membuat model matematika pada soal cerita dengan baik; siswa kesulitan pada saat ada operasi pengurangan dan tanda negatif pada bilangan yang berurutan; siswa tidak teliti dalam mengerjakan. Adapun scaffolding yang diberikan berdasarkan kesalahan siswa adalah bagi siswa yang tidak memahami bilangan negatif bisa di ilustrasikan dengan menggunakan kartu bermuatan; bagi siswa yang kesulitan dalam memodelkan soal cerita dengan benar, menggunakan ilustrasi dari kehidupan nyata yang sering dihadapi; menggunakan alat peraga kartu bilangan bermuatan atau dengan menggunakan garis bilangan dengan aturan yang telah ditetapkan terlebih dahulu; untuk siswa yang ceroboh, memberikan saran agar selalu mengecek jawaban setelah mengerjakan soal. Berdasarkan hasil pre tes dan post tes terlihat bahwa ada perbaikan hasil nilai siswa setelah memperoleh scaffolding