DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan
Not a member yet
    571 research outputs found

    Pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii hasil kultur jaringan pada jarak tanam yang berbeda

    Get PDF
    Abstract. The purpose of this study is to determine the best planting space on the growth of regenerated tissue culture Kappaphycusalvarezii. The completely randomized design (CRD) was utilized in this study, thre treatment was four different planting spaces; P1: 15cm, P2: 20 cm, P3: 25 cm, and P4: 30 cm with initial weight of 100g/hill. Every treatment has four replicates (four rafts). The data were subjected to one way of analysis of variance (ANOVA) at 5% of error levels and followed by Least Significant Difference (LSD) test. The Anova test showed that planting space gave a significant affect on weight gain and growth rate where the best planting space was 25 cm with weight gain and growth rate of 331.4 g and 4.87% perday, respectively. Keywords: K.alvarezii;space; tissue culture regenerated;growth;photosynthesisAbstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jarak tanam optimum untuk pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii hasil kultur jaringan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan menggunakan bibit hasil kultur jaringan dengan jarak tanam yang berbeda yakni P1: jarak tanam 15cm , P2: jarak tanam 20 cm, P3: jarak tanam 25 cm, dan P4: jarak tanam 30 cm dengan berat awal 100 g/rumpun, masing-masing perlakuan dengan empat kali ulangan pada 4 rakit. Data penelitian yang diperoleh, ditabulasi menggunakan Microsoft excel dan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf kesalahan 5%, kemudian dilakukan uji lanjut dengan uji Least Significant Difference (LSD). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jarak tanam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan rumput laut (P0,05), dimana jarak tanam terbaik adalah 25 cm dengan pertambahan bobot 331,4 g dan laju pertumbuhan 4,87% per hari.Kata Kunci: K. alvarezii; Jarak tanam; kultur jaringan; pertumbuhan; fotosintesi

    Kontaminasi senyawa poliklorobifenil (PCB) pada kerang hijau, Perna viridis dari Teluk Jakarta

    Get PDF
    The objective of this research was to examine the contamination level of polychlorinated biphenyl compound in green mussels. Green mussels samples were collected in Jakarta Bay in March 2013. Polychlorinated biphenyl level were quantified by gas chromatography HP 5880 series II completely with Electron Capture Detector (ECD). The levels of polychlorinatedbiphenyl in small size mussels was 0.846 ppb, in medium size mussels was 0.854 ppb, and in biger size mussels was 2.018 ppb. These levels were lowercompared to the safe threshold value for seafood which in 2,000 ppb. Therefore the green mussels from Jakarta Bay is safe to consumpt. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kontaminasi senyawa polikloro bifenil dalam kerang hijau. Contoh kerang hijau dikumpulkan di Teluk Jakarta pada bulan Maret 2013. Kadar polikloro bifenil diukur dengan alat kromatografi gas HP 5880 series II, yang dilengkapi dengan detektor penangkap elektron (ECD). Kadar polikloro bifenil dalam kerang hijau ukuran kecil adalah 0,846 ppb, kerang ukuran sedang adalah 0,854 ppb dan kerang ukuran besar adalah 2,018 ppb. Kadar ini masih rendah bila dibandingkan dengan nilai ambang batas aman untuk makanan hasil laut yakni 2000 ppb. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat apakah kerang hijau di Teluk Jakarta ini masih aman untuk dikonsumsi

    Morfometrik lima species ikan yang dominan tertangkap di Danau Aneuk Laot, Kota Sabang

    Get PDF
    Abstract. The objective of the present study was to analyze the morphometric variationsof five predominant fish species caught in Lake Aneuk Laot, Sabang City,Weh Island.The study was conducted in December 2015 to January 2016. The survey method was used in this study. The fish target were Nile tilapia (Oreochromis niloticus), tilapia (O. mossambicus), snakeskin gourami (Trichopodus pectoralis), giant gourami (Osphronemus goramy) and snakehead (Channa striata). The fish samples were catched using gillnets. The fish sample were analyzed for traditional and truss network morphometrics. The results showed that there is closed morphological relationship between Nile tilapia and tilapia, and between snakeskin gourami and giant gourami, while the snakehead fish was discriminated apart from the two previous groups.Keywords: Morphometric Nile tilapia, tilapia, snakeskin gourami, giant gourami, snakehead fish, Weh IslandAbstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi morfologi ikan hasil tangkapan dominan di Danau Aneuk Laot Kota Sabang dengan menggunakan teknik traditional dan truss morphometric. Penelitian dilakukan pada Desember 2015 sampai Januari 2016. Ikan sampel terdiri dari ikan nila (Oreochromis niloticus), ikan mujair (O. mossambicus), ikan sepat siam (Trichopodus pectoralis), ikan gurami (Osphronemus gorami) dan ikan gabus (Channa striata). Ikan sampel diperoleh dengan menggunakan alat tangkap jaring. Sebanyak 12 karakter traditional morphometric and 14 karakter truss dianalisis dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga kelompok ikan, kelompok pertama ikan nila dan ikan mujair, kedua ikan ini kemiripan yang tinggi; kelompok kedua adalah ikan sepat siam dan ikan gurami, kelompok ketiga adalah ikan gabus yang memiliki kemiripan yang jauh dengan kedua kelompok ikan sebelumnya.Kata kunci: Morfometrik, Nila, mujair, sepat siam, gurami, gabus, Pulau We

    Total nitrogen dan fosfat di perairan Teluk Doreri, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Indonesia (Total nitrogen and phosphorus in the Doreri Bay, Manokwari Regency, West Papua Province, Indonesia)

    Get PDF
    Total Nitrogen (TN) and Phosphate (TP) are the two bio-elements essential that determine the source of life in the waters, including marine waters. This study aims to determine the concentration of TN and TP in the Doreri Bay. The study was conducted from January to March 2012. The sampling of seawater in situ performed three times in the six research stations. Measurement of sea water samples also carried out ex-situ by using method persulphate and peroxidisulphate for each concentration of TN and TP. The measurement results obtained an average TN concentration ranging from 0.053 to 0.165 mg/L with a higher tendency at station 1, 2 and 5 respectively of 0.102 mg/L; 0.100 mg/L; and 0.165 mg/L. While TP concentrations ranged from 0.017 to 0.038 mg/L with a value equal concentrations tended at each station observations. The results showed the value of the concentration of TN tend to vary and TP relatively stable or not varies.Total Nitrogen (TN) dan Fosfat (TP) merupakan dua unsur bioelemen penting yang menentukan sumber kehidupan di perairan termasuk perairan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi TN dan TP di perairan Teluk Doreri. Penelitian dilaksanakan pada Januari 2012 sampai Maret 2012. Pengambilan contoh air laut dilakukan secara in situ sebanyak tiga kali pada enam stasiun penelitian. Pengukuran contoh air laut dilakukan secara eks situ, konsentrasi TN diukur dengan metode persulphate dan TP dengan metode peroxodisulphate. Hasil pengukuran diperoleh rata-rata konsentrasi TN berkisar dari 0,053 0,165 mg/L dengan kecenderungan lebih tinggi pada stasiun 1, 2 dan 5 dengan nilai konsentrasi secara berturut-turut sebesar 0,102 mg/L; 0,100 mg/L; dan 0,165 mg/L. Konsentasi TP berkisar dari 0,017 0,038 mg/L dengan nilai konsentrasi yang cenderung sama pada setiap stasiun pengamatan. Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai konsentrasi TN cenderung bervariasi dan TP relatif stabil atau tidak bervariasi

    Ekstrak daun Avicennia marina sebagai anti jamur pada telur ikan mas, Cyprinus carpio (Avicennia marina leaf extracts as an anti fungal for common carp, Cyprinus carpio eggs)

    Get PDF
    The objective of this research was to determine the effect and the optimum concentration of Avicennia leaf extracts on prevalence, hatching rate and hatching time of common carp eggs (Cyprinus carpio) that infected by Saprolegnia sp. The research was conducted at Balai Benih Ikan (BBI) Lukup Badak, Aceh Tengah District in June 2016. The completely randomized design was used as statistical analysis method in this study with five treatments and 4 replications. The fertilized eggs of common carp were infected by Saporolegnia sp. then treated by immersing in the extract. The treatments were the different concentrations of extract, namely; 0, 5, 10, 15 and 20 ppm. The result of ANOVA test showed that the extract Avecenia leaf extracts gave the significant effect on the prevalence, hatching rate and hatching time of common carp eggs (P0.05). The best results for all parameters were recorded at theconcentration of 10 ppm. Therefore, it is concluded that the optimum concentration is 10 ppm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi optimum ekstrak daun Avicennia marina terhadap prevalensi, daya tetas serta waktu tetas telur ikan mas (Cyprinus carpio) yang terinfeksi Saprolegnia sp. Penelitian dilakukan di Balai Benih Ikan (BBI) Lukup Badak, Kab. Aceh Tengah pada bulan Juni 2016. Analisis statistik menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan dan 4 kali ulangan. Sampel yang digunakan adalah telur ikan mas yang telah terbuahi dan terinfeksi dengan jamur Saprolegnia sp. kemudian direndam dengan ekstrak. Perlakuan yang dilakukan meliputi perlakuan konsentrasi ekstrak yaitu: 0, 5, 10, 15, 20 ppm. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa ekstrak daun Avicennia marina berpengaruh nyata (P0,05) terhadap prevalensi serangan jamur, daya tetas serta waktu tetas telur ikan mas. Nilai terbaik untuk semua parameter yang diukur ditemukan pada konsentrasi 10 ppm ekstrak. Oleh karena itu disimpulkan bahwa konsentrasi yang optimum untuk telur ikan mas adalah 10 ppm

    Analisis pengaruh faktor kualitas air terhadap resiko penyakit white spot syndrome virus (wssv) pada udang vannamei (Litopenaeus vannamei) di Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen

    Get PDF
    Abstract. Research on water quality that influence the risk of White Spot Syndrome Virus (WSSV) in vannamei (L vannamei) shrimps in Peudada Subdistrict of Bireuen District has been done. This research was conducted on October 16 until December 12, 2014 which aimed to study the effects of water quality on the risk of WSSV disease on vannamei shrimpsover 100 fishponds in Peudada Subdistricts. The results showed that 6 % of vannamei fishponds were infecetd by WSSV. Salinity and water resources were statistically significant on the WSSV ( P 0.05) over infected fishponds. Penelitian tentang pengaruh kualitas air terhadap resiko penyakit White Spot Syndrome Virus (WSSV) pada udang vannamei (Lvannamei) di Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen. Penelitian ini dilakukan pada 6 Oktober hingga 12 Desember 2014 dengan tujuan mengetahui pengaruh faktor kualitas air terhadap tingkat infeksi WSSV pada udang vannamei di tambak dalam kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen. Sampel air dan tambak udang diambil dari 100 tambak udang vannamei di Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen. Sampel air dan udang diambil dari setiap tambak. Dari hasil kajian ditemukan bahwa sejumlah 6% tambak terinfeksi WSSV. Sementara itu dari hasil pemeriksaan kualitas air menunjukkan bahwa salinitas dan sumber air berpengaruh terhadap infeksi WSSV (P0.05).Kata kunci: udang vannamei; WSSV; salinitas; infeksi; prevalens

    Pertumbuhan Chlorella sp. pada beberapa konsentrasi limbah batubara (The growth rate of the Chlorella sp. at different concentrations of coal waste water)

    Get PDF
    Chlorella sp. is a single-celled microalga that mostly grows in marine waters. Chlorella sp. can grow in heavy polluted waters and therefore it has potency as a bioremediation agent. This study aimed was to analyze the effect of coal on the growth of Chlorella sp. in plant isolation media and the quality of water in plant isolation media for Chlorella sp. The complete randomized design with 4 treatments of coal concentration was used in this study. Four concentration concentrations were tested namely, 0 ppt, 1 ppt, 3 ppt and 5 ppt. The results revealed that coal with different concentrations gave no significant effect on the growth of Chlorella sp. (p 0.05). The density among the concentrations of 0 ppt, 1 ppt, 3 ppt and 5 ppt were not significantly different. In addition, the coal concentration gave no significant effect on temperature, salinity and potential hydrogen (pH) (p0.05). The Chlorella sp. can grow in the polluted water by coal, and therefore this alga can be used as potential organisms for bioremediation of coal waste.Chlorella sp. merupakan mikroalga bersel satu yang banyak tumbuh di perairan laut. Chlorella sp. dapat tumbuh di perairan yang tercemar berat sehingga berpotensi sebagai bioremediator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi batubara terhadap pertumbuhan Chlorella sp. dan kualitas air pada media kultur Chlorella sp. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen skala laboratorium. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan konsentrasi batubara 0 ppt, 1 ppt, 3 ppt dan 5 ppt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batubara dengan konsentrasi yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan Chlorella sp (P0,05). Kepadatan antara konsentrasi 0 ppt, 1 ppt, 3 ppt dan 5 ppt tidak terlalu jauh berbeda. Konsentrasi batubara juga tidak berpengaruh nyata terhadap parameter suhu, salinitas dan derajat keasaman (pH) (p0,05). Chlorella sp. dapat tumbuh pada lingkungan yang tercemar oleh batubara, sehingga dapat dipakai sebagai organisme yang berpotensi untuk bioremediasi batubara

    Morfometri Danau Kelapa Gading Kota Kisaran, Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara

    Get PDF
    Abstract. Kelapa Gading Lake is an artificial lake located in Asahan of North Sumatera. Data on the lake morphometry is needed to determin the level of water fertility, and to know ability of lake in accepting the pollutant load. The purpose of the study was to examine aspects of the lake morphometry. The research was conducted from February to April 2016. Data collected in this research were depth, water flow, the width of the lake and around the lake. The data were processed using ArcMap. The result showed that Kelapa Gading Lake has an area approximately 11931.37 m2, with the maximum length of 161.14 m, a the maximum width of 124.72 m, and the circumference of 688.50 m. The maximum depth of 2.15 m, with the shape of the lake bottom is flat. The water volume is approximately 15033.52 m3, and the water discharge of about 0.74 to 0.92 L s-1, with a stay of lake water 225-226 days, the brightness of the water ranges from 0.37 to 0.48 m with the compensation depth of about 0.98 to 1.07 m, and Kelapa Gading Lake has low stability.Keywords: ArcMap, bathymetric, compensation depth, lake, morphometry Abstrak. Danau Kelapa Gading merupakan danau buatan yang berada di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Data mengenai morfometri danau sangat diperlukan untuk menentukan tingkat kesuburan perairan dan juga mengetahui seberapa besar kemampuan danau dalam menerima beban pencemar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aspek morfometri danau Kelapa Gading. Penelitian ini dilaksanakan dari Februari-April 2016. Pengambilan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah data kedalaman, debit air, lebar danau, dan keliling danau. Data-data tersebut diolah dengan menggunakan ArcMap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Danau Kelapa Gading memiliki luas sekitar 11.931,37 m2, dengan panjang maksimum 161,14 m, lebar maksimum 124,72 m, keliling 688,50 m. Kedalaman maksimum 2,15 m, dengan bentuk dasar danau rata. Volume Danau Kelapa Gading adalah 15.033,52 m3, debit air sekitar 0,74-0,92 L/s, dengan masa tinggal air danau 225-226 hari, kecerahan air berkisar 0,37-0,48 m dengan kedalaman kompensasi sekitar 0,98-1,15 m, dan Danau Kelapa Gading memiliki stabilitas yang rendah dan akan mudah mengalami pengadukan.Kata kunci: ArcMap, batimetri, danau, kedalaman kompensasi, morfometr

    Analisis kesesuaian dan daya dukung ekowisata bahari Pulau Sebesi, Provinsi Lampung

    Get PDF
    Abstract. The Sebesi Island has coral reefs, mangrove and seagrass ecosystems, and therefore this island has the potenticy to be developed as a tourism destination object. The objectives of the present study were to analysis the suitability and carrying of Sebesi Island for for marine ecotourism activities of diving and snorkeling. The primary data were collected through field sampling, direct observation of field conditions, questionnaires and interviews. The secondary data were collected from previous studies, journals, technical reports and related agencies. The results showed that the Sebesi Island was suitable for diving and snorkeling activities (S2 category) with the carrying capacity for diving and snorkeling activities were 2,394 person/day and 2,489 person/day, respectively.Keywords: coral reef, marine ecotourism, suitability, carrying capacity, Sebesi IslandAbstrak. Pulau Sebesi berpotensi untuk dikembangkan menjadi salah satu Objek Daerah Tujuan Wisata (ODTW). Ekosistem Pulau Sebesi sebagian besar merupakan ekosistem terumbu karang, mangrove dan lamun. Penelitian tentang analisis kesesuaian dan daya dukung ekowisata bahari Pulau Sebesi Provinsi Lampung bertujuan mengkaji kesesuaian kawasan Pulau Sebesi untuk kegiatan ekowisata bahari yaitu diving dan snorkeling dan menganalisis daya dukung (carryng capacity) kawasan Pulau Sebesi. Pengumpulan data primer dilakukan melalui sampling, observasi langsung di lapangan, kuisioner, wawancara terbuka/langsung dan wawancara mendalam di lokasi penelitian. Data sekunder dikumpulkan dengan penelusuran berbagai pustaka, dan instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kegiatan ekowisata bahari diving dan snorkling termasuk dalam kategori sesuai (S2), dengan daya dukung kawasan 2.394/hari orang untuk diving dan 2.489 orang/hari untuk snorkling.Kata kunci: terumbu karang, ekowisata bahari, kesesuaian, daya dukung, Pulau Sebes

    Pencemaran merkuri di perairan dan karakteristiknya: suatu kajian kepustakaan ringkas

    Get PDF
    Abstract. The issue of mercury pollution in Aceh waters, Indonesiadue to gold mining activities hasbeen a polemic in local media and Aceh Local Government and the communities have much concern on this case. The impact of mercury pollution in the Teunom and Tangse (Aceh)rivers was often assumed that it has similarity with Minamatapollution in Japan. This article intends to enlighten the characteristic mercury either as elements or compounds including methyl mercury which is highly toxic. Gold mining using elemental mercury is poorly soluble in water, the solubility is only 0.06 g per ton of mercury but the solubility can increase indark the sea-bed and ina lot of dissolved oxygen. Based on the properties of solubility, it is understood that the mercury levels in the Teunom and Tangse rivers still below the tolerance limit, but the gold mining activities still bringsthe risk of environmental damage especially inadequate supervision. Many researchers were trying to prove the natural conversionfrom mercury into methyl mercury (biomethylation) but they usedthe salt instead of the elemental mercury in their experiments. Methyl mercury is found in nature, but the process mercury conversion into methyl mercury compound is still controversial and it has not obtained adequate evidence for the natural alteration,therefore gold pollution which is due to releasing elemental mercury into environment might not be analogue to Minamata case.Keywords: Aceh; Methyl-mercury; Minamata; Mining; GoldAbstrak. Informasi pencemaran merkuri di perairan Aceh dan kaitannya dengan aktivitas pertambangan emas telah menjadi polemik sehingga menjadi perhatian Pemda Aceh dan Masyarakat. Dampak pencemaran merkuri di Sungai Teunom dan Tangse sering dianalogikan dengan kasus pencemaran merkuri di teluk Minamata, Jepang. Artikel ini bermaksud memberi pencerahan kharakteristik merkuri baik sebagai unsur maupun sebagai senyawa seperti metil merkuri yang sangat beracun. Penambangan emas menggunakan unsur merkuri yang sukar larut dalam air, kelarutannya hanya 0,06 g per ton unsur merkuri namun kelarutannya dapat meningkat jika di dasar laut yang gelap dan banyak oksigen terlarut. Berdasarkan sifat kelarutannya, dapat dipahami bahwa kadar merkuri di Sungai Teunom masih di bawah batas toleransi, namun aktivitas penambangan emas tetap saja memiliki resiko kerusakan lingkungan apalagi jika tidak mendapat pengawasan yang memadai. Banyak peneliti berusaha membuktikan perubahan merkuri menjadi metil merkuri (biometilasi) tetapi mereka menggunakan garam merkuri dan bukan unsur merkuri dalam ekperimen mereka. Metil merkuri memang ditemukan di alam tetapi proses perubahan dari senyawa merkuri menjadi metil merkuri masih diperdebatkan dan belum diperoleh bukti yang kuat perubahan dari unsur merkuri menjadi metil merkuri dalam air sehingga di Peraian Aceh belum tentu tercemar metil merkuri sebagaimana kasus Minamata.Kata kunci: Aceh; metil-merkuri; minamata; penambangan; ema

    529

    full texts

    571

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇