DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan
Not a member yet
    571 research outputs found

    Tutupan makroalga pada terumbu karang di kawasan konservasi perairan (KKP) Nusa Penida, Bali

    Get PDF
    The interaction between algae and coral is one of the most important of ecological processes in coral reef ecosystems. They are one of the main food sources in a large number of herbivorous animals in coral reef ecosystems. Makroalgae is also a major competitor in degrading coral reefs at a time when macroalgae gains dominate the coral reefs. Algae growth is relatively very fast, so it can be used as an indicator in the initial study to determine the processes that affect populations and coral reef communities. The purpose of this study is to determine the distribution of macroalgae cover on coral reefs in the Nusa Penida, Bali using the transect quadrant (1x1m2)x 100m method. This study shows that the lowest macroalgae cover at Crystal Bay and the highest in Buyuk can be concluded that the high macroalgae cover is made possible by the large supply of nutrients from the land which becomes the supplier of organic materials that increases the fertility of waters, meanwhile in the waters close to the high seas obtain additional nutrients derived from the lifting of the water mass (upwelling). Data and information are needed for the interest of regional planning towards the future related to the management and utilization of marine resources potential in the coastal area in Nusa Penida, Bali.Interaksi antara alga dan karang merupakan hal terpenting dari proses ekologi pada ekosistem terumbu karang. Mereka merupakan salah satu sumber produsen primer pada sejumlah besar hewan herbivora pada ekosistem terumbu karang. Makroalga juga menjadi pesaing utama dalam mendegradasi terumbu karang pada saat kelimpahaan makroalga mendominasi terhadap terumbu karang. Pertumbuhan alga tergolong sangat cepat, sehingga dapat digunakan sebagai indikator dalam studi awal untuk mengetahui proses yang mempengaruhi populasi dan komunitas terumbu karang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sebaran tutupan makroalga pada terumbu karang di daerah utama wisata penyelaman Nusa Penida, Bali dengan menggunakan metode transek kuadran dengan ukuran (1x1m2) x 100 m. Penelitian ini menunjukan bahwa tutupan makroalga terendah pada Crystal Bay dan tertinggi di Buyuk dapat ditarik kesimpulan jika tingginya tutupan makroalga dimungkinkan oleh besarnya suplai nutrien daratan yang menjadi pensuplai bahan organik yang meningkatkan kesuburan perairan. Sedangkan pada perairan yang dekat dengan laut lepas mendapat tambahan nutrien yang berasal dari pengangkatan massa air (upwelling). Data dan informasi ini diperlukan untuk kepentingan perencanaan pengembangan wilayah ke depannya yang terkait dengan pengelolaan dan pemanfaatan potensi sumberdaya laut di wilayah pesisir di Nusa Penida, Bali

    Tipe sedimen di Perairan Pantai Anoi Itam Kota Sabang

    Get PDF
    Abstrak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui distribusi sedimen dan penyebaran sedimen di Perairan Pantai Anoi Itam Sabang. Sampel sedimen permukaan diambil pada Bulan April 2017 dari sepuluh stasiun yang tersebar di sepanjang daerah intertidal. Tubecore berdiameter 2,5 inch diaplikasikan untuk mengambil sedimen hingga ketebalan 20 cm dari permukaan. Semua sampel dianalisis menggunakan saringan bertingkat dengan menggunakan metode ayak basah. Persentase kehadiran yang tinggi banyak dijumpai pada ayakan berukuran 1 atau fraksi pasir kasar, sejalan juga dengan hasil analisis rataan ukuran butiran menunjukkan kisaran pada rentang pasir kasar, hanya stasiun 6 yang rataannya berada pada rentang pasir kasar (coarse sand). Tipe sedimen yang dijumpai adalah pasir sedikit berkerikil (Slightly Gravelly Sand) dan pasir berkerikil (Gravelly Sand).Kata Kunci: Pantai Anoi Itam, Sedimen, Distribusi Sedime

    Akumulasi logam berat (Pb dan Cu) pada Akar dan daun mangrove Avicennia marina di Sungai Lamong, Jawa Timur

    Get PDF
    Abstract.Mangrove ecosystem of Lamong River is located in an area with dense human activities such as industrial, heavy traffic, settlements and harbour activities. These activities could triggered the input of heavy metals, especially Pb and Cu. Mangrove ecosystem can be developed as a control of heavy metal pollution and also as a pollutant trap. In this study, the analysis of heavy metals (Pb and Cu) in water, sediment and mangorves roots and leaves were measured. Theaim of this study was to determine the ability of Avicennia marinas roots and leaves in absorbing heavy metals (Pb and Cu).Samples were obtained and then analysed byAAS(Atomic Absorbsion Spectrofotometer).The result showed that heavy metal concentrationsof Pb were in the range of 0.11 mg/L - 16.87 mg/L and Cu in the range of 0.001 mg/L - 34.84 mg/L.Avicennia marina in the study site was categorized as excluder based on BCF1 and phytoextraction due to TF1.The results of this study indicate that Avicennia marinacan be developed into phytoremidiation agents because theywas able to absorb and transfer heavy metals from the environment to their plant tissues.Keywords:BCF;TF; Avicennia marina; Heavy metal;Lamong RiverAbstrak.Ekosistem mangrove Sungai Lamong terletak di area yang padat aktivitas manusia seperti aktivitas industri, lalu lintas yang padat, pemukiman dan pelabuhan. Hal tersebut memicu masukan logam berat, khususnya Pb dan Cu. Ekosistem mangrove dapat dikembangkan sebagai pengendalian pencemaran logam berat dan dapat juga digunakan sebagaipollutant trap. Pada penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui kemampuanAvicennia marinadalam menyerap logam berat Pb dan Cu dari lingkungannya. Sampel dianalisa menggunakan AAS(Atomic Absorbsion Spectrofotometer).Hasil konsentrasi logam berat Pb berkisar antara 0,11 mg/L 16.87 mg/L dan Cu berkisar antara 0,001 mg/L 34,84 mg/L.Avicennia marinadi lokasi penelitian bersifatexcluderkarena nilai BCF1 dan fitoekstraksi karena nilai TF1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mangroveAvicennia marinadapat dikembangkan menjadi agen fitoremidiasi karena mampu menyerap dan mentransfer logam berat dari lingkungan ke jaringan tubuh yang lain.Kata kunci:BCF; TF;Avicennia marina; Logam berat; Sungai Lamon

    Penerapan suhu pemingsanan dalam transportasi sistem kering ikan baronang Siganus sp.

    Get PDF
    Abstract.Rabbitfish (Siganussp.)is an unfamiliar fish consumption in public. Demand of fresh fishes continue to increase every year. One method to maintain freshness of fish is fish transportation method. The research purpose was to determine the best rabbitfih immotilization temperature for filler media in transportation tools packaging, immotilization fish use 2 ppt of clove oil, and then fish conscious test was measured at , 14C, dan 17C, and 19C of temperatures.The experiments were the fish conscious time and water quality analyses. Test of water qualities were seawater before used, water plus anesteshia (water+clove oil), immotilization water (water+clove oil+fish), seawater for temperature treatment, andseawaterafter conscious fish. Water quality parameter analyses were DO (Dissolved oxygen),pH, CO2, TAN, KH, GH, NO3, NO2. The best temperature of fish conscious time test in this experiment was 17C with 300 minutes of conscious time.Keywords: Immotilization;Siganus sp.;Transportation;Water qualityAbstrak.Ikan baronang (Siganussp.) merupakan ikan konsumsi yang belum familiar di masyarakat luas. Ikan segar terus meningkat permintaannya setiap tahunnya. Salah satu metode untuk mempertahankan kesegaran ikan adalah dengan metode transportasi. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui suhu pemingsanan terbaik ikan baronang untuk media pengisi pada kemasan alat transportasi, ikan dipingsankan dengan minyak cengkeh 2 ppt kemudian di uji waktu sadar ikan dengan perlakuan suhu 19C, 14C, dan 17C. Pengujian yang dilakukan adalah uji waktu sadar ikan dan uji kualitas air. Kualitas air yang diuji adalahair laut sebelum digunakan, air ditambah anestesi (air+minyak cengkeh), air proses pemingsanan (air+minyak cengkeh+ikan), air laut untuk perlakuan suhu, dan air setelah pembugaran.Parameter uji kualitas air adalah DO, pH, CO2, TAN, KH, GH, NO3, NO2. Pengujian waktu sadar ikan terbaik adalah dengan perlakuan suhu 17C dengan waktu sadar sebesar 300 menit.Kata kunci:Transportasi;Siganussp.;Pemingsanan;Kualitas ai

    Keragaman Genetik Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) di Perairan Laut Maluku Utara

    Get PDF
    Skipjack tuna is a migratory species that migrate globally throughout the ocean. The North Maluku Sea has a big potency on skipjack, this resource has been exploited intensively and gave the negative impact on skipjack population. The genetic data is one of the important information to strategy a better sustainable fisheries management. Hence, the aims of the study were to analyze the genetic diversity data in North Maluku Sea. The samples were collected from three locations, namely Morotai Island, South Halamera and Bacan. A total of 10 samples were collected from every location. The samples were extracted with Chelex 10%, and processing for PCR and sequencing. The results showed that molecular characteristics in skipjack are 546 (bp). The genetic diversity was ranged from 0.800-1.000 with the total of 28 haplotypes of 30 samples. The genetic diversity is included in high/undisturbed criteria and showed the population still in stable condition.Ikan Cakalang merupakan migratori spesies yang bermigrasi secara global di seluruh samudera. Potensi ikan cakalang sangat tinggi di perairan laut Maluku Utara. Pemanfaatan sumberdaya ikan cakalang sudah dilakukan lama dan terus menurus sehingga berdampak pada penurunan, oleh karena itu perlu segera dilakukan pengelolaan secara berkelanjutan. Data genetik merupakan salah satu informasi penting untuk menyusun rencana pengelolaannya di perairan laut Maluku Utara. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis keragamana genetik ikan cakalang di perairan Maluku Utara. Sampel ikan diperoleh dari tiga lokasi, yaitu Pulau Moratai, Halamera Selatan dan Bacan, masing-masing lokasi dengan 10 sampel. Hasil penelitian diperoleh karakteristik molekuler pada ikan cakalang 546 (bp). Keragaman genetik ditemukan berkisar 0.800-1.000 dengan jumlah 28 jaringan haplotipe dari 30 sampel. Nilai keragaman genetik masuk dalam kriteria tinggi/baik, sehingga bisa dikatakan bahwa populasi ikan masih dalam kondisi stabil

    Variabilitas suhu laut pada kejadian IOD (Indian Ocean Dipole) di perairan barat Sumatera menggunakan data Argo Float

    Get PDF
    The objective of the research was to analyze the vertical variability of the water column in the West Sumatra waters. The data used to analyze the vertical variability was the temperature data sets from Argo float instruments which were operated from 2009 to 2011 in the West Sumatran sea region. The secondary data that used was the geostrophic current data sets which obtained from the Jason image satellite also sea temperature anomaly data. The method used in this research is by analyzing temporally and spatially and then describing while comparing the data. The result of the research showed that IOD formed from June to July with the peak of IOD was from September to November and the disintegration starts in December. The SST average on 2009 (Neutral IOD) during peak phase of IOD was 29.060C, in 2010 (Negative IOD) the SST mean is 28.690C, in 2011 (Positive IOD) the SST mean was 28.790C. The result from spatial analyzes showed that the strong IOD was the main reason for the movement of the mixed layer in West Sumatra waters, so the warm water cannot be found around the West Sumatra waters. The upper boundary depth of thermocline during peak phase of 2009s neutral IOD starts from September was on 82.59 m, in October was 86.12 m and in November was 89.5 m. In Septemeber 2010 the upper thermocline boundary was found on 89.06 m deep, in October was 104.05 m, and in November was 107.36 m, the thermocline got deeper because the input of water masses from West Indian Ocean intensifies because of negative IOD event. In September 2011 the upper thermocline boundary was found on 64.16 m, in October was 75.35 m and in November was 79.88 m. The thermocline found more shallow because the mixed layer on East Indian Ocean moved westward so the thermocline lifted up to fill the water column emptiness.Penelitian ini bertujuan mengkaji variabilitas kolom air secara vertikal di perairan Barat Sumatera. Data yang digunakan yaitu data suhu dari instrumen Argo float yang beroperasi di perairan Barat Sumatera tahun 2009 2011. Data pendukung yaitu data arus geostropik yang diperoleh yang diperoleh dari citra Jason selain itu digunakan data suhu anomali laut. Metode yang digunakan adalah analisis temporal dan spasial serta deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan proses pembentukan IOD terjadi pada Juni Agustus kemudian mencapai puncak pada September November dan proses peluruhannya pada Desember. Rata rata SPL pada fase puncak tahun 2009 (IOD netral) yaitu 29.060C; pada 2010 (IOD negatif) yaitu 28.690C; dan pada 2011 (IOD positif) yaitu 28.790C. Berdasarkan analisis spasial IOD dengan intensitas kuat mengakibatkan pergerakan massa air hangat melewati perairan Barat Sumatera sehingga tidak terdeteksi lagi di lokasi ini. Batas atas termoklin pada fase puncak IOD 2009 (September) yaitu 82.59 m; Oktober sekitar 86.12 m dan November mencapai 89.5 m. Selanjutnya pada 2010 yaitu pada September sekitar 89.06 m; Oktober sekitar 104.05 m dan November mencapai 107.36 m. Terlihat, termoklin semakin dalam karena massa air hangat dari Hindia Barat yang mengisi perairan Barat Sumatera menjadi semakin kuat pada fase IOD negatif. Sebaliknya, pada September 2011 termoklin berada pada kedalaman 64.16 m; Oktober pada kedalaman 75.35 m dan November sekitar 79.88 m. Pada periode ini termoklin terdeteksi lebih dangkal karena lapisan mixed layer bergerak ke Hindia Barat dan kekosongannya diisi lapisan termoklin

    Potensi mangrove Avicennia alba sebagai agen fitoremediasi timbal (Pb) dan tembaga (Cu) di Perairan Wonorejo, Surabaya

    Get PDF
    Abstract.One of the regions in Surabaya which has accumulated the largest pollution levels was the region of Wonorejo.Wonorejo is an area that is used as a mangrove conservation. But,Pb and Cu are heavy metals that have been detected in high concentration in this region.Avicennia albahas been known to have the ability to absorb heavy metals so that mangrove can be used us phytoremediation agent. The purposes of this research were to analyze the concentration of heavy metals (Pb and Cu) in sediments, roots and leaves ofAvicennia alba;to understand the potential ofAvicennia albaas an agent of phytoremediation. The result showed that Cu concentration was higher than Pb concentration in sediment, roots and leaves. The concentrationsof Cu were4.13 ppm - 36.95 ppm and Pb between 3.28 ppm - 23.79 ppm.Based on bioconcentration factor (BCF)Avicennia alba was categorize as excluder(BCF1)of both heavy metals, but concentrationoftranslocation factor (TF)of Pb was categorized phytoexstraction (TF1) and Cu was categorized phytostabilization (TF1). The result of the BCF and TF showed thatAvicennia alba can absorb heavy metals (Pb and Cu) from the environment, however the mobility of the heavy metals in the mangrove will experience different phytoremediation mechanisms (phytostabilization for Cu;phytoexstractionfor Pb).Keywords:Avicenniaalba,Phytoremediation, Factor Bioconcentration, Factor Translocation, Heavy Metal (Pb and Cu)Abstrak.Salah satu kawasan di Kota Surabaya yang mempunyai tingkat akumulasi pencemaran terbesar adalah wilayah Wonorejo. Wonorejo merupakan wilayah yang dimanfaatkan sebagai daerah konservasi mangrove. Namun, Pb dan Cu merupakan logam berat yang terdeteksi dalam jumlah yang tinggi pada wilayah ini.Avicennia albamempunyai kemampuan menyerap logam berat sehingga mangrove dapat dijadikan sebagai agen fitoremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Pb dan Cu yang terdapat dalam sedimen, akar dan daunAvicennia alba; untuk mengetahui potensiAvicennia albasebagai agen fitoremediasi logam berat Pb dan Cu.Distribusi Pb dan Cu pada sedimen, akar dan daun menunjukkan Cu lebih tinggi dibandingkan Pb yang berkisar 4.13 ppm - 36.95 ppm untuk Cu dan 3.28 ppm - 23.79 ppm untuk Pb. Berdasarkan nilai faktor biokonsentrasi (BCF) makaAvicennia albaterkategori bersifat excluder (BCF1) untuk kedua logam berat, namun berdasarkan faktor translokasi (TF)Avicennia albabersifat fitoekstraksi(TF1) terhadap Pb dan fitostabilisasi (TF1) terhadap Cu. Berdasarkan hasil perhitungan BCF dan TF maka dapat disimpulkan bahwaAvicennia albamampu untuk menyerap logam berat (Pb dan Cu) yang berada pada dilingkungannya namun mobiltas kedua logam berat pada mangrove akan mengalami mekanisme fitoremediasi yang berbeda (fitostabilisasi untuk Cu ; fitoekstraksi untuk Pb).Kata Kunci:Avicennia alba, Fitoremediasi, Faktor Biokonsentrasi, Faktor Translokasi, Logam Berat (Pb danCu

    Dampak keberadaan Pelabuhan Perikanan Nusantara Idi Aceh Timur terhadap sosial ekonomi masyarakat nelayan

    Get PDF
    The purpose of this study was to analyze the socio-economic impact of the community as beneficiaries of Idi fishing port (PPN) and to formulate a strategy to increase people's income. The method used in this research is descriptive method and case study, where descriptive method is used to collect data about the condition and activity of Idi fishing port operation within 5 (five) years, while the case study method is used to know the socio-economic condition of the community as the beneficiary ports, where the data were taken are workers within the port area as well as direct or indirect beneficiaries of port activities with a focal point on fishing communities as the largest workers in the port area. Formulation of income generation strategy using SWOT analysis. The results of the study explain that the condition of the community around the of Idi fishery port is not much different from the condition of other coastal communities where education is not the main priority. In addition, the amount of income in general is still strongly influenced by fish production and ship visits and has not yet met the needs of household fishermen's expenditure. Strategies that can be used to increase people's income is through increased efficiency in the preparation of facilities and infrastructure so that the process of fishing and loading and unloading fish can be faster, saving time and saving cost. Further information on the location of fishing ground and encourage the use of frozen freezer on board is recommended to be done so that the cost of fishing is cheaper and fish prices higher.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak sosial ekonomi masyarakat nelayan sebagai penerima manfaat Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi serta merumuskan strategi peningkatan pendapatan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dan studi kasus, dimana metode deskriptif digunakan untuk mengumpulkan data mengenai kondisi dan aktivitas operasional PPN Idi dalam jangka waktu 5 (lima) tahun. Perumusan strategi peningkatan pendapatan masyarakat menggunakan analisis Internal Strengths dan weaknesses serta lingkungan Eksternal Opportunities dan Threats (SWOT). Hasil penelitian menjelaskan bahwa kondisi masyarakat nelayan disekitar PPN Idi tidak jauh berbeda dengan kondisi masyarakat pesisir lainnya dimana pendidikan bukan prioritas utama. Selain itu jumlah pendapatan secara umum masih sangat dipengaruhi oleh produksi ikan serta kunjungan kapal. Strategi yang bisa digunakan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yaitu melalui peningkatan efisiensi dalam penyiapan sarana serta prasarana sehingga proses nelayan berangkat dan bongkar muat ikan bisa lebih cepat, menghemat waktu dan biaya. Selanjutnya informasi lokasi keberadaan ikan secara berkala serta mendorong penggunaan freezer beku diatas kapal direkomendasikan untuk dilakukan sehingga biaya melaut lebih murah dan harga ikan lebih tinggi

    Analisis kebijakan peningkatan efektivitas pemberian bantuan dana Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) pada kelompok nelayan di Kota Banda Aceh

    Get PDF
    The objective of the study was to analyze the policy of increasing the effectiveness of providing PUMP funds to fishermen groups in Kota Banda Aceh. Mina Rural Business Development Program (PUMP) was one of the models developed by the Ministry of Marine Affairs and Fisheries to overcome poverty for coastal communities. From the previous research data, it was known that PUMP funding is considered ineffective because there were still many people who did not benefit from this PUMP fund and the improper use of PUMP funds targeted by beneficiary communities. To improve the effectiveness of PUMP funding, it was necessary to do in the policy analysis on the effectiveness of this PUMP fund. Analysis Hierarchy process (AHP) was used to look at the policies to be used for the effectiveness of PUMP grants. The method of collecting data was the interview or deep interview with policymakers in DKP Aceh Province, with NGOs and academics in Banda Aceh. The Results of Analysis Hierarchy process shows the criteria that mainly influence the increasing effectiveness of PUMP funding assistance to the fishermen economy are human resources, followed by time and human resources. While the policy priority of increasing the effectiveness of PUMP funding to the fishermen economy is to increase the capacity of the fishermen's supervisor, followed by management financial training of fishermen and intensively monitoring post-aid activities.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan peningkatan efektivitas pemberian bantuan dana PUMP pada kelompok nelayan di Kota Banda Aceh. Program Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) merupakan salah satu model yang dikembangkan oleh Dirjen Perikanan Kelautan (DKP) untuk menggulangi kemiskinan bagi masyarakat pesisir. Dari data penelitian sebelumnya, diketahui bahwa bantuan dana PUMP ini dinilai tdak efektif karena masih banyaknya masyarakat yang tidak memperoleh manfaat dari dana PUMP ini dan penggunaan dana PUMP yang tidak tepat sasaran oleh masyarakat penerima bantuan. Untuk meningkatkan efektivitas pemberian dana PUMP tersebut maka perlu dilakukan di analisa kebijakan tentang efektivitas pembarian dana PUMP ini. Analisis Hirarki Proses digunakan untuk melihat kebijakan yang akan digunakan untuk efektivitas pemberian dana PUMP. Metode pengambilan data adalah wawancara atau deep interview dengan pengambil kebijakan yang ada di DKP Provinsi Aceh, dengan LSM yang ada di banda Aceh serta dengan pihak akademisi yang ada di Banda Aceh. Hasil yang didapat adalah Hasil Analisis Hirarki Proses menunjukkan kriteria yang paling mempengaruhi peningkatan efektivitas pemberian bantuan dana PUMP terhadap perekonomian nelayan adalah kriteria sumberdaya manusia, kriteria waktu dan kriteria SDM. Sedangkan prioritas kebijakan peningkatan efektivitas pemberian bantuan dana PUMP terhadap perekonomian nelayan adalah peningkatan kapasitas tenaga pembimbing diurutan pertama, diikuti pelatihan manajemen pengelolaan keuangan nelayan dan pemantauan secara intensif kegiatan pasca penyaluran bantuan. Sedangkan kriteria yang paling mempengaruhi peningkatan efektivitas pemberian bantuan dana PUMP terhadap perekonomian nelayan adalah kriteria sumberdaya manusia, kriteria waktu dan kriteria SDM

    Kajian kualitas perairan Teluk Gorontalo dengan menggunakan metode STORET

    Get PDF
    Good water quality is extremely important to support life of organisms. The determination of water quality status was needed as reference to monitor water pollution in aquatic system. This study aimed to assess the status of water quality in the Gorontalo Bay. There ware five sampling sites which represented the coastal condition and ecological characteristic. Sampling was carried out in May-July 2017. Sampling procedure of water samples carried out based on APHA standard method. Existing water quality data was analyzed by using STORET method. The result showed that Gorontalo bay obtained total score -39. It means the status of water quality the Gorontalo bay during sampling period in bad category.Kondisi kualitas air suatu perairan yang baik sangat penting untuk mendukung kelulushidupan organisme yang hidup di dalamnya. Penentuan status mutu air perlu dilakukan sebagai acuan dalam melakukan pemantauan pencemaran kualitas air suatu sistem akuatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status mutu air di perairan Teluk Gorontalo. Terdapat 5 stasiun pengamatan yang dipilih berdasarkan kondisi pantai dan karakteristik ekologi Teluk Gorontalo. Pengambilan sampel parameter kualitas air dilakukan di sepanjang perairan Teluk Gorontalo pada bulan Mei-Juli 2017. Prosedur pengambilan sampel berdasarkan metode baku APHA. Data kualitas air yang ada kemudian akan dianalisis dengan menggunakan Metode STORET. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teluk Gorontalo memperoleh total skor -39. Hal ini menunjukkan status mutu Teluk Gorontalo di bulan Mei-Juli tergolong dalam kategori buruk

    529

    full texts

    571

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇