DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan
Not a member yet
571 research outputs found
Sort by
Komposisi biota dasar hasil tangkapan alat garok pada perairan pesisir Kronjo, Tangerang
Garok is a fishing gear that operates at the bottom or surface of the substrate that is caught of various benthic species. The garok gear that operates in sediment, even in the long term can cause changes in the composition of the biota. Because exploitative fishing proses, can cause damage, vulnerability and at the long-term impact to the sustainability of the population. The research was carried out in Kronjo Bay, Tangerang from March to May 2011. The samples were collected from the operation, then determined the species, quantity, and weight of each species. Descriptive statistical analysis and ANOVA were used to determine the significance of the composition between stations and observation times. The caught consist of Placuna placenta, Anadara, Murex, Tellina, and crustaceans which belong to the mollusk and crustacean groups. Statistical analysis did not show a significant difference between the research stations, but it was significantly based on the observation time with Fhit 3,1 and Ftab 1,7. It turned out that the abundance of basic biota was found to be high in April then decreased in May. Likewise, the abundance did not show a significant difference in the location and time of observation. The catch composition on the Kronjo coast is dominated by the gastropod group with an average composition of above 50% per operation.Keywords:GarokCompositionDemersalKronjoCoastalABSTRAKGarok adalah alat tangkap yang dioperasikan di dasar perairan yang menangkap berbagai jenis biota dasar. Alat garok yang dioperasikan dapat menangkap beragam jenis biota dasar dan dalam jangka lama dapat menyebabkan terjadinya perubahan komposisi biota. Alat tangkap yang bersifat eksploitatif dapat menyebabkan kerusakan, kerentanan sehingga menganggu keberlanjutan populasi secara jangka panjang. Penelitian dari praktek penggunaan alat garok ini dilakukan di Teluk Kronjo Tangerang mulai Maret-Mei tahun 2011. Sampel dikumpulkan secara eskploratif dari operasi alat garok, kemudian tentukan jenis, jumlah dan bobotnya dari setiap jenis. Analisis statistik deskriptif dan ANOVA digunakan untuk mengetahui perbedaan komposisi antar stasiun dan antara waktu pengamatan. Hasil tangkapan terdiri dari jenis Placuna placenta, Anadara, Murex, Tellina, dan krustasea yang termasuk kelompok moluska dan krustasea. Analisis statistik tidak menunjukan perbedaan yang nyata antara stasiun penelitian, namun berbeda nyata berdasarkan waktu pengamatan dengan Fhit 3,1 dan Ftab 1,7. Kelimpahan biota dasar ditemukan tinggi pada bulan April kemudian menurun pada bulan Mei. Begitu juga kelimpahan tidak menunjukan perbedaan yang nyata pada lokasi dan waktu pengamatan. Komposisi tangkapan di pesisir Kronjo didominasi oleh kelompok gastropoda dengan komposisi rata-rata diatas 50% setiap kali operasi.Kata kunci:GarokKomposisiDemersalKronjoPesisi
Komposisi dan status guild komunitas ikan di Waduk Sempor Jawa Tengah
Abstract.The functional community is described depends on the function of species in utilization food (guild). The utilization of food is a process of energy transfers in the food chain and it is represented in the pyramid of numbers. The objective of this research was to analyze the structure community of fish and the guild compositions in Sempor Reservoir. This research applied a survey with purposive random sampling technique with four station in Sempor Reservoir. Sampling at each site was taken 4 replication with interval 1 monts. The composition and status of the guild is carried out by mesuring the guild based on the position of the mouth, tooth type, gill filter type, and ratio of body length and intestine. Guilds are composed of compositions depicted by a number pyramid based on the number of species per station. The results of this reserach captured 439 individuals consists of 14 species and belong to 6 families that dominated by Cyprinidae. The number and species of fish caught were the most at the Bangkong river inlet (142 individuals) and the lowest at the center of the reservoir (60 individuals). Comparison of the composition of fish guilds at the four stations in the Sempor Reservoir shows that the number of omnivorous and carnivorous fish is obtained more than herbivorous fish. The composition of the guild at Kalianget river inlet (72.9%) and Central reservoir (42.7%) was dominated by carnivorous fish, while at Pengantalan river inlet (52.9%) and Bangkong (58.9%) were dominated by omnivorous fish. The composition of herbivorous fish is at least at all stations so that in general the composition of fish guilds in the Sempor reservoir has not been balanced.Keywords: species composition, guild, pyramid of number,Sempor reservoir Abstrak. Komunitas secara fungsional menggambarkan fungsi spesies yang ditentukan dengan pemanfaatan sumber makanan (guild). Pemanfaatan makanan dalam rantai makanan merupakan proses transfer energi dan digambarkan dengan piramida jumlah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji komposisi dan tingkat status guild komunitas ikan yang tertangkap di perairan waduk Sempor. Penelitian dilakukan dengan metode survei dan teknik purposive random sampling pada 4 stasiun di Waduk Sempor. Sampling dilakukan sebanyak 4 kali tiap bulan. Komposisi dan status guild dengan mengukur guild berdasarkan posisi mulut, tipe gigi, tipe tapis insang, dan rasio panjang tubuh dan usus. Komposisi guild digambarkan dengan piramida jumlah berdasarkan jumlah spesies per stasiun. Hasil penelitian diperoleh 439 individu terdiri dari 8 Familia dan 14 Spesies yang di dominasi familia Cyprinidae. Jumlah dan jenis individu ikan yang tertangkap paling banyak pada inlet sungai Bangkong (142 individu) dan terendah pada bagian tengah waduk (60 individu). Perbandingan komposisi guild ikan pada empat stasiun di waduk Sempor menunjukkan bahwa jumlah ikan omnivora dan karnivora lebih banyak diperoleh daripada ikan herbivora. Komposisi guild pada inlet sungai Kalianget (72,9%) dan Tengah waduk (42,7%) di dominasi oleh ikan karnivora, sedangkan pada inlet sungai Pengantalan (52,9%) dan Bangkong (58,9%) di dominasi ikan omnivora. Komposisi ikan herbivora paling sedikit pada semua stasiun sehingga secara umum komposisi guild ikan di waduk Sempor belum seimbang.Kata kunci: komposisi jenis, guild, piramida jumlah, waduk Sempo
Kinerja Pelabuhan Perikanan Nusantara (Ppn) Karangantu - Banten, Indonesia
Karangantu Nusantara Fishing Port (NFP) accommodates production, processing and marketing activities, also fishermen development. Services for vessels as production facilities include: providing a home base for the fishing fleet, ensuring smooth loading of captured fishes, providing supplies for vessels such as fresh water, fuel, ice and others. This study aims to analyze the activities and operational performance and find out the determinants of the performance of Karangantu NFP. This research was conducted in October 2019 to January 2020 at the Karangantu NFP. Data analysis was performed using two methods; the first is a descriptive method to analyze the operational activities of the Karangantu NFP and assess operational performance based on the Decree of Director General of Capture Fisheries in 2015 Number 20 / KEP-DJPT / 2015; the second is Structural Equation Model (SEM) method, which is to define the determinants of Karangantu NFP performance. The results showed that Karangantu NFP operational activities continued to increase. Ship visits during 2019 increased by 15.75%. The production volume of landed fish increased by 9.0%, but the value of production fell by 7.1% due to the catches of most fish with low economic value and poor fish quality. The performance evaluation of 27 criterias based on the Decree of Director General of Capture Fisheries in 2015 showed that the operational performance of the Karangantu NFP during October 2019-January 2020 performed well. Based on SEM test results, internal (human resource/personal, budget, fishermen, and productivity)variables have the most influence on NFPperformance.Keywords: Performance, SEM, Fishing Port, Capture Fisheries, KarangantuABSTRAKPelabuhan Perikanan Nusantara (PPN)Karangantumenampungaktivitasproduksi, pengolahan dan pemasaran, serta pembinaan nelayan. Pelayanan terhadap kapal perikanan sebagai sarana produksi meliputi: penyediaan basis bagi armada penangkapan, menjamin kelancaran bongkar ikan hasil tangkapan, menyediakan suplai logistik bagi kapal-kapal ikan seperti air tawar, bahan bakar minyak, es untuk perbekalan dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitasdan kinerjaoperasionalsertamengetahuifaktor-faktor penentu kinerja PPN Karangantu. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober 2019 hingga Januari 2020 di PPN Karangantu. Analisis data dilakukan dengan dua metode; pertama metode deskriptif yaitu untuk menganalisisaktivitas operasional PPN Karangantudan penilaian kinerja operasional berpedomanKeputusan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap tahun 2015 Nomor 20/KEP-DJPT/ 2015; keduametode Structural Equation Model(SEM)yaitu untuk mengetahui faktor-faktor penentu kinerja PPN Karangantu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas operasional PPN Karangantu terus mengalami peningkatan. Kunjungan kapal selama tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar 15,75%. Volume produksi ikan yang didaratkan naik sebesar 9,0 %, namun untuk nilai produksi turun sebesar 7,1 % disebabkanhasil tangkapan sebagian besar ikan yang nilai ekonomis rendah dan mutu ikan kurang baik. Penilaian kinerja terhadap 27 kriteriaberpedoman keputusanDirektur Jenderal Perikanan Tangkap tahun 2015 menunjukkan bahwa kinerja operasional PPNKarangantuselamaOktober 2019-Januari 2020 berkinerja Baik.Berdasarkan hasil pengujian SEM,variabel internal(sumberdaya manusia/pengelola, anggaran, nelayan dan produktivitas)mempunyai pengaruh paling besar terhadap kinerjaPPN.Kata kunci: Kinerja, SEM, Pelabuhan Perikanan, Perikanan Tangkap, Karangant
Kondisi plankton pada tambak ikan kerapu di Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara, Sumtera Utara
Abstract. Fishpond is one of the habitats from organisme such as plankton which is have a role as main food resources for organisms with high trophic level (such as fish). This objectives of the study were to determine the condition of plankton in grouper fishponds in Mesjid Lama Village, Talawi District, Batu Bara District. Plankton sampling and water quality measurements were carried out from February to June 2019. The abundance of phytoplankton in grouper fish ponds varied between 1,765-4,113 ind/L. The composition of phytoplankton species found during observation was dominated by diatom groups or Bacillariophyceae classes. The abundance of zooplankton in grouper ponds varied from 330-1,165 ind/L with the lowest abundance found at station 6 with a total of 330 ind/L and the highest abundance was found at station 4 with a number of 1,165 ind/L. The zooplankton genus that is often found is Acartia. Diversity value H
Aspek biologi dan dinamika populasi ikan tenggiri (Scomberomorus commerson Lacepede 1800) di Perairan Arafura
Abstract. The Arafura waters are rich in fishery resources such as shrimp, demersal fish, pelagic fish, and crustaceans. The Tenggiri fish (Scomberomorus commerson) is the mainstay of pelagic fisheries and is dominant landed in 2 (two) locations in Poumako (Mimika) and Dobo (Aru Islands). The number of samples measured during the study was 2,645 species derived from the waters of Arafura. The production of fisheries increased to be an indication that it is necessary to manage the intensive utilization of fish resources to keep the population. Management requires basic scientific study of biological aspects and population dynamics of Narrow-bareed mackerel. The study was conducted from March to December 2017 in Poumako and Dobo. The 35-130 cmFL fish size structure is dominant at a size of 95 cmFL with negative allometric growth. The length at the first catch is 78 cmFL with a growth rate of (K) = 0.86 per year and an infinitive length (L) = 136.5 cmFL. Fish were first to catch at the age of 10 months, and the age reached infinitive (L) is 9.5 years old. The recruitment of the fish from August (11.82%) up to October (18.13%) with a peak of September at 23.75%. The fishing mortality (F) is higher than that of natural mortality (M) so that the exploitation rate (F) = 0.67, which indicates that overfishing has occurred in this area. One form of fisheries management that can be done is to limit the fishing season to provide the opportunity of fish to reproduce and recruitment to restore the population.Keywords: Biological aspects, dynamic population, Scomberomorus commerson, Arafura, Poumako, Dobo Abstrak. Perairan Arafura kaya akan sumberdaya perikanan baik udang, ikan demersal, ikan pelagis dan krustasea. Ikan tenggiri (Scomberomorus commerson) menjadi andalan perikanan pelagis dari perairan ini dan dominan didaratkan pada dua lokasi yaitu di Poumako (Mimika) dan Dobo (Kepulauan Aru). Jumlah sampel yang diukur selama penelitian adalah 2.645 ekor ikan tenggiri. Adapun tujuan dari kajian ini untuk perencanaan pengelolaan terhadap pemanfaatan ikan tenggiri yang semakin pasif dieksploitasi sehingga populasinya tetap terjaga. Oleh karena itu pengelolaan ini memerlukan dasar kajian ilmiah berupa aspek biologi dan dinamika populasi ikan tersebut. Penelitian ini dilakukan dari Maret hingga Desember 2017 di Poumako dan Dobo. Hasil analisis distribusi panjang ikan menunjukkan nilai antara 35-130 cmFL, dimana dominan yang tertangkap pada ukuran 95 cmFL dengan pola pertumbuhan allometrik negatif. Ukuran pertama kali ikan tertangkap adalah 78 cmFL dengan laju pertumbuhan (K) = 0,86 per tahun dan panjang infinitif (L) = 136,5 cmFL. Ikan pertama kali tertangkap diestimasikan pada usia 10 bulan dan umur saat mencapai panjang infinitif (L) adalah 9,5 tahun. Rekruitmen ikan ini diestimasikan berlangsung pada Agustus (11,82%) hingga Oktober (18,13%) dengan puncak rekruitmen terjadi pada bulan September sebesar 23,75%. Nilai kematian akibat penangkapan (F) lebih tinggi dibandingkan dengan kematian alamiah (M) sehingga tingkat pemanfaatannya (F) = 0,67 yang artinya ikan sudah mengalami overfishing. Salah satu bentuk pengelolaan perikanan ikan tenggiri yang dapat dilakukan adalah dengan membatasi musim penangkapan agar memberikan kesempatan ikan melakukan reproduksi dan rekruitmen di perairan sehingga dapat memulihkan populasi.Kata kunci: Aspek biologi, dinamika populasi, Scomberomorus commerson, Arafura, Poumako, Dob
Komunitas ikan karang di perairan karang Pulau Weh, Sabang, Provinsi Aceh
Abstract.Prolonged coral reef damages due to natural and anthropogenic factors may lead to fish habitat changes. The habitat alteration will make the necessary study of fish community structures.Thisstudy was conducted inthe12 stations of the Weh Island reef waters.The purposeof this studyisto provide baseline data for monitoring activities in the future.The study objective is to identify the reef fish community structuresin terms of diversity, species composition, density, and biomass. Methodsused was belt transect and visual census withintransectareasof350 m2. The results showed that there were at least 126 species of reef fishes with 18 families included in the fishing targeted group and the indicator fish group. Those respectively consisted of 23 corallivorous species, 36 herbivorous species, 53 carnivorous species and 14 zooplantivorous species.Their species number, density and biomass were varied among transect sites.The dominant species of corallivores wereHemitaurichthys zoster, Chaetodon guttatissimus, Chaetodon colare, Chaetodon trifasciatus, Forcipiger flavissimus, Chaetodon vagabundus, Chaetodon meyeri, Chaetodon kleinii, Heniochus singularis,andHeniochus pleurotaenia. The dominant species of herbivores wereAcanthurus leucosternon, Ctenochaetus striatus, Acanthurus tristis, Ctenochaetus truncatus, Zebrasoma scopas, Chlorurus sordidus, Acanthurus triostegus, Scarus niger, Scarus ghobban andAcanthurus auranticavus.The dominant species of carnivores werePempheris vanicolensis, Odonus niger, Mulloidichthys vanicolensis, Scolopsis ciliatus, Parupeneus barberinus, and Scolopsis bilineatus.The dominant spcies ofzooplanktivores werePterocaesio tile, Caesio xanthonotus, Sargocentron caudimaculatum, Myripristis berndti, Caesio caerulaurea, Pterocaesio randalli, Pterocaesio chrysozona, Caesio varilineatus andMyripristis kuntee.Species diversity of fish indicator and target fishes are relatively high. Among of the dozen study sites that have excellent conditions of diversity, composition, density and biomass are three location only.Keywords:Reef fish,communitystructures, Weh Island, Provinsi Aceh.Abstrak.Perubahan habitat ikan dapat terjadi sebagai akibat kerusakan terumbu karang yang berkepanjangan oleh sebab faktor-faktor alami dan kegiatan manusia. Perubahan habitat seperti ini mendorong kepada suatu kebutuhan penelitian struktur komunitas ikan karang. LokasiPenelitianinidilakukan di12stasiun padaperairankarangpulauWeh.Sasaran penelitian adalah untuk menyediakan data dasar bagi dalam kaitannya dengan kegiatan-kegiatan pemantauan dikemudian hari.Tujuan penelitian untuk mengindentifikasi struktur komunitas ikan karangberkaitan dengan parameterkeanekaragaman,komposisi jenis, kepadatan individual dan biomassa.Metode yang digunakan adalah transek sabuk dan sensus visual dalam areatransek seluas 350 m2. Hasil penelitian menunjukkanbahwa didapat126jenis ikan karang yang mewakili18sukuyang termasuk kelompok ikan karang target dan ikan indikator. Jenis-jenis tersebut masing-masing terdiri dari 23 species koralivora, 36 species herbivora, 53 species karnivora dan 14 species zoopanktivora. Jumlah jenis, kepadatan dan biomassanya ditemukan bervariasi antara lokasi transek. Jenis yang mendominasi koralivora adalahHemitaurichthys zoster, Chaetodon guttatissimus, Chaetodon colare, Chaetodon trifasciatus, Forcipiger flavissimus, Chaetodon vagabundus, Chaetodon meyeri, Chaetodon kleinii, Heniochus singularis,danHeniochus pleurotaenia.Jenis yang mendominasi herbivora adalahAcanthurus leucosternon, Ctenochaetus striatus, Acanthurus tristis, Ctenochaetus truncatus, Zebrasoma scopas, Chlorurus sordidus, Acanthurus triostegus, Scarus niger, Scarus ghobbandanAcanthurus auranticavus.Jenis yang mendominasi karnivora adalahPempheris vanicolensis, Odonus niger, Mulloidichthys vanicolensis, Scolopsis ciliatus, Parupeneus barberinus,danScolopsis bilineatus. Jenis yang mendominasi zooplanktivora adalahPterocaesio tile, Caesio xanthonotus, Sargocentron caudimaculatum, Myripristis berndti, Caesio caerulaurea, Pterocaesio randalli, Pterocaesio chrysozona, Caesio varilineatusdanMyripristis kuntee.Keanekaragaman jenis ikan indikator dan ikan karang target relatif tinggi. Di antara 12 lokasi penelitian yang terbaik dalam hal keragaman, komposisi, kepadatan dan biomassa hanya dijumpai pada tiga lokasi saja.Kata Kunci:Ikan karang, struktur komunitas, Pulau Weh Island, Provinsi Aceh
Kondisi suhu dan salinitas serta korelasinya dengan variabilitas eddy di Perairan Halmahera dan Mindanao
The purpose of this study was to determine the dynamics of the waters around Halmahera Eddy (HE) and Mindanao Eddy (ME) both horizontally and vertically. The location of the study is in the Pacific Equator Pacific Waters with embedded at 20 - 10oN and 125o-135o E. The data used were temperature and salinity downloaded from Argo Float data centre and combined with surface currents data from MyOcean. The results showed that the two eddies have different impacts on water conditions. In HE, the characteristics are shown by convergent moving mass of water, increasing surface temperature and decreasing salinity. The characteristics of eddy in these waters indicate the existence of downwelling. In ME the mass of water moves divergently, the condition of the sea surface temperature is lower and the salinity level increases. The characteristics of eddy in these waters indicate upwelling.Keywords:EddiesUpwellingIndonesia ThroughflowArgo floatABSTRAKTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dinamika perairan di sekitar Halmahera Eddy (HE) dan Mindanao Eddy (ME) baik secara horizontal dan vertikal. Lokasi kajian berada di Perairan Pasifik Equator Barat dengan koordinat 2o LS 10o LU dan 125o BT 135o BT. Data yang digunakan adalah data suhu dan salinitas dari Argo Float dan data arus permukaan dari MyOcean. Hasil penelitian menunjukan bahwa kedua eddy ini memberikan dampak yang berbeda terhadap kondisi perairan. Di HE, karakteristiknya ditunjukkan dengan massa air yang bergerak secara konvergen, meningkatnya suhu di permukaan dan menurunnya kadar salinitas. Karakteristik eddy di perairan ini menunjukkan adanya downwelling. Di ME massa air bergerak secara divergen, kondisi suhu permukaan lautnya lebih rendah dan kadar salinitasnya meningkat. Karakteristik eddy di perairan ini ini menunjukkan adanya upwelling.Kata kunci:EddiesTaikan airArus Lintas IndonesiaArgo floa
Variasi morfologis induk udang galah (Macrobrachium rosenbergii de Man, 1879) Populasi Siratu, GIMacro, Mahakam, dan Bengawan Solo
Giant freshwater prawn is a native Indonesian freshwater prawn, which has the largest body size among other freshwater prawn. Efforts to increase the production of giant prawns can be done by genetic improvement of the parent. The main basis for conventional genetic improvement of giant freshwater prawns is availability of morphological variation information. This study is to determine the morphological variations of the giant prawn broodstock of Siratu, GIMacro, Mahakam, and Bengawan Solo populations which are cultured in Unit Kerja Budidaya Air Payau Balai Budidaya Udang Galah (UKBAP BBUG) Samas. Through this research it is expected to determine the broodstock with a profitable character that is able to produce hybrids with profitable characters as well. Baseline morphometrics were observed from the ratio of cephalothorax: abdomen length, ratio of carapace: rostrum length and ratio of carapace: abdomen length. Morphological variations were observed using 58 characters which included morphometric, meristic and morphological characters. The results showed the largest ratio of cephalothorax and abdomen average length owned by Bengawan Solo population, while the largest ratio of carapace and abdominal average length owned by Mahakam. The highest morphological variation is owned by Mahakam with 52% similarity. The lowest morphological variation is owned by GIMacro and Siratu populations with 80% similarity. The giant prawn broodstock which is expected to produce hybrid with profitable character is the broodstock from Bengawan Solo population.Keywords:Giant freshwater prawn,Morphological variation,SiratuGIMacro,Mahakam,Begawan SoloABSTRAKUdang galah merupakan udang air tawar asli Indonesia, yang memiliki ukuran tubuh terbesar di antara udang air tawar lainnya. Sejauh ini beberapa upaya peningkatan produksi udang galah perlu kajian mendalam, di antaranya melalui perbaikan genetik induk. Adapun informasi penting yang harus diketahui untuk perbaikan genetik induk udang galah adalah karakterisasi morfologis induk udang galah yang diperkirakan unggul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi morfologis induk udang galah populasi Siratu, GIMacro, Mahakam, dan Bengawan Solo yang dibudidayakan di Unit Kerja Budidaya Air Payau Balai Budidaya Udang Galah (UKBAP BBUG) Samas. Adapun karakter morfometrik utama yang diamati meliputi rasio rerata panjang sefalotoraks: abdomen, rasio rerata panjang karapaks: panjang rostrum dan rasio rerata panjang karapaks: abdomen. Selain itu, 58 karakter variasi morfologis juga diamati, meliputi karakter morfometrik, meristik dan morfologi. Hasil penelitian menunjukkan rasio rerata panjang sefalotoraks dan abdomen terbesar dimiliki populasi Bengawan Solo, sedangkan rasio rerata panjang karapaks dan abdomen terbesar dimiliki populasi Mahakam. Variasi morfologis tertinggi dimiliki populasi Mahakam dengan similaritas 52% terhadap ketiga populasi yang lain. Variasi morfologis terendah dimiliki populasi GIMacro dan Siratu dengan similaritas 80%. Induk udang galah yang diharapkan dapat menghasilkan hibrid dengan karakter unggul adalah induk populasi Bengawan Solo.Kata kunci:Udang galah, Variasi morfologis, Siratu, GIMacro, Mahakam, Bengawan Sol