Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan (JIPTEK)
Not a member yet
199 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADU PADAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL DAN EFEKTIFITAS BELAJAR PADA MATA PELAJARAN AUTOCAD KELAS XI TEKNIK GAMBAR BANGUNAN DI SMK NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN ANGKATAN 2015/2016
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh peningkatan hasil belajar dan efektifitas belajar siswa dalam mata pelajaran AutoCad setelah dilakukan penerapan pembelajaran kooperatif padu padan antara tipe Student TeamsAchievment Divisions (STAD), Make a Match, dan Numbered Heads Together (NHT) pada Kelas XI Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 5 Surakarta tahun angkatan 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Sumber data berasal dari guru dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dengan metode observasi, dokumentasi, tes, dan wawancara. Hasil penelitian disimpulkan bahwa, (1) penggunaan model pembelajaran padu padan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada ranah kognitif, persentase ketuntasan pra tindakan 54,84%, pada siklus I 61,54%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 81,48%, (3) Ranah afektif pada pra tindakan, siswa yang mendapat predikat baik (B) sebanyak 64,5% pada siklus I meningkat menjadi 84,61%, pada siklus II mengalami peningkatan 92,59% berpredikat baik (B), (4) Ranah Psikomotorik juga mengalami peningkatan yaitu pada pra tindakan persentase ketuntasan siswa sebesar 54,84% pada siklus I sebesar 69,23% dan pada siklus II menjadi 96,30%. (2) penggunaan model pembelajaran kooperatif padu padan dapat meningkatkan efektifitas belajar yang awalnya pada pra tindakan siswa kurang berpartisipasi dalam pembelajaran, perlahan siswa memperhatikan guru dalam menjelaskan materi, siswa lebih berani bertanya dan mengemukakan pendapatnya dalam pembelajaran dan diskusi kelompok. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Padu Pada
TINJAUAN PENAMBAHAN LIMBAH STYROFOAM DAN FLY ASH TERHADAP BERAT JENIS, KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON RINGAN STRUKTURAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1)Pengaruh penambahan styrofoam dan fly ash terhadapberat jenis beton ringan struktural; (2)Pengaruh penambahan styrofoam dan fly ash terhadap kuat tekan betonringan struktural dan (3)Pengaruh penambahan styrofoam dan fly ash terhadap kuat lentur beton ringanstruktural.Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen. Variabel dari penelitian ini ada dua yaitu variabelbebas dan variabel terikat. Variabel bebasnya adalah variasi styrofoam 20%, 30%, 40% dari kebutuhan agregatkasar dan variasi fly ash 0%, 20%, 30%, 40% dari kebutuhan semen. Sedangkan variabel terikatnya adalah beratjenis, kuat tekan dan kuat lentur beton. Benda uji untuk uji berat jenis dan kuat tekan beton berbentuk silinderdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Sedangkan untuk uji kuat lentur berbentuk persegipanjang dengan sisi 15 cmdan panjang 60 cm. Mutu beton rencana 25 Mpa dan di uji pada umur 28 hari.Dari hasil pengujian diketahui bahwa: (1) Penggantian sebagian agregat kasar dengan styrofoammengurangi kuat tekan beton, semakin besar prosentase styrofoam maka semakin rendah kuat tekan beton.Penggantian sebagian semen dengan fly ash meningkatkan kuat tekan beton. Namun setelah tercapai nilaioptimum maka penambahan fly ash kedalam campuran beton akan mengakibatkan penurunan kuat tekan beton.Dan dari semua kuat tekan beton yang dihasilkan, tidak satupun yang memenuhi persyaratan kuat tekan betonringan struktural, yaitu harus lebih besar dari 17,24 MPa; (2) Penggantian sebagian agregat kasar denganstyrofoam mengurangi berat jenis beton, semakin besar prosentase styrofoam maka semakin rendah berat jenisbeton. Penggantian sebagian semen dengan fly ash meningkatkan berat jenis beton, semakin besar prosentase flyash maka semakin besar pula berat jenis beton. Dan dari semua berat jenis beton yang dihasilkan , tidak satupunyang memenuhi persyaratan berat jenis beton ringan struktural, yaitu harus lebih kecil dari 1850 kg/m3; (3)Penggantian sebagian agregat kasar dengan styrofoam mengurangi kuat lentur beton, semakin besar prosentasestyrofoam maka semakin rendah kuat lentur beton. Penggantian sebagian semen dengan fly ash meningkatkankuat tekan beton. Namun jika penambahan fly ash terlalu berlebihan maka akan mengakibatkan penurunankekuatan beton. Penggantian sebagian semen oleh fly ash yan
KAJIAN PENERAPAN GREEN BUILDING PADA GEDUNG BANK INDONESIA SURAKARTA
Sektor konstruksi diketahui memberikan dampak cukup besar bagi lingkungan. Sektor konstruksi berkontribusimenghasilkan emisi gas karbon lebih dari 40%, menggunakan material dari alam yang jumlahnya cukup besar,menyumbangkan limbah, serta mengurangi daerah untuk resapan air dan area hijau. Atas dasar inilah dalamkerangka pembangunan berkelanjutan, para praktisi di dunia konstruksi terus didorong untuk menerapkankonsep green building. Saat ini keberadaan green building di Indonesia masih sangat sedikit, sehingga konsepdan pemahaman konsep green building di Indonesia masih harus terus disosialisasikan dan didorongpenerapannya. Penelitian ini bermaksud mengeksplorasi penerapan konsep green building pada gedung BankIndonesia (BI) Surakarta. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi latar belakang dan proses penerapan konsepgreen building pada gedung tersebut, serta mengetahui pandangan dan peran dari dari pihak-pihak yang terlibatdalam proses perencanaan, pembangunan serta penggunaannya. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatankombinasi metode kuantitatif dan kualitatif dari owner, konsultan perencana, kontraktor dan pengguna gedung.Untuk memastikan kualitas data yang dikumpulkan, dilakukan triangulasi teknik pengumpulan data meliputiobservasi, wawancara mendalam, kuesioner dan studi dokumentasi. Penentuan sampel sumber data dilakukansecara purposive. Analisis data kualitatif dilakukan melalui proses data reduction, data display, dan verification.Hasil penelitian menunjukkan komitmen yang kuat dari owner sebagai pioneer dalam mewujudkan bangunanyang ramah lingkungan dan hemat energi sebagai alasan utama penerapan konsep green building pada GedungBI Surakarta. Aplikasi green building yang diterapkan meliputi: penggunaan solar panel sebagai sumber energialternatif, penggunaan kaca low-e sebagai pencahayaan alami, memanfatkan air limbah untuk di daur ulang,ruang terbuka hijau yang maksimal, adanya reflecting pool, penggunaan peralatan mekanikal-elektrikal yanghemat energi, terdapat parkir sepeda dan shower compartement, terdapat BAS (Building Automation System),perlengkapan sanitary yang ramah lingkungan, serta lingkungan kerja yang sehat dan nyaman. Owner,kontraktor dan pengguna gedung memiliki persepsi positif dan peran serta yang cukup besar dalam mewujudkangreen building. Meskipun kontraktor memiliki persepsi yang positif namun dalam proses konstruksi terdapatbeberapa hal yang dirasakan menjadi beban kontraktor antara lain proses konstruksi dan proses administrasiyang lebih rumit, serta timbulnya biaya-biaya ekstra yang harus ditanggung kontraktor. Pemerintah diharapkandapat memberikan berbagai insentif yang mendorong penerapan konsep green building
SUPERVISI PENGAJARAN UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI SEKOLAH DASAR (Studi Multikasus di SD Laboratorium Sumber Ilmu,SDN Sekar Arum I, SDK Sang Surya, San SON Madukoro VI, Malang)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan program supervisi pengajaran untuk meningkatkan profesionalisme guru di sekolah dasar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru, Kepala Sekolah melalui supervisi pengajaran melaksanakan upaya-upaya sebagai berikut: melaksanakan kunjungan kelas, monitoring KBM, rapat dewan guru, pembinaan secara individu maupun kelompok, bacaan profesional, studi lanjut, mengikutkan guru dalam KKG, penataran/lokakarya/seminar, sharing dan diskusi antar guru, guru dengan kepala sekolah, guru dengan pengawas
PENGARUH PENGGUNAAN BATTERY LIFE EXTENDER TECHNOLOGY TERHADAP TEMPERATUR CHARGING DAN BERAT ELEKTROLIT PADA YUASA LEAD ACID BATTERY TIPE LIQUID VENTED 12V 5Ah
The purpose of this research: (1) To investigate battery temperature during charging using batterycharger and electrolyte weight reduction in Yuasa lead acid battery 12V 5Ah liquid vented type before givingbattery life extender technology (Vitta-Q battery vitamin). (2) To investigate battery temperature duringcharging using battery charger and electrolyte weight reduction in Yuasa lead acid battery 12V 5Ah liquidvented type after giving Vitta-Q battery vitamin.This research was used experimental method. The experiment was conducted at the Laboratory ofAutomotive Mechanical Engineering Education Program, the Laboratory of Mechanical Civil EducationProgram, JPTK FKIP UNS Surakarta and the Laboratory of Mathematics and Natural Sciences FMIPA UNSSurakarta which addressed at Ahmad Yani 200 Kartasura. The instruments which used to test were DeltaDT.115K battery charger, Mettler Toledo digital balance, and Perkin Elmer UV/VIS Spectrometer. The researchpopulation were Yuasa 12V 5Ah battery with code number YB5L-B and the research sample were 6 Yuasa 12V5Ah batteries with code number YB5L-B with lifetime of approximately 2 years or 20.000 miles. Thecomparative study descriptive investigation methode was used to analyse the data.Based on this research can be concluded: (1) The measurement on Yuasa lead acid battery 12V 5Ahliquid vented type before giving Vitta-Q battery vitamin during charging using battery charger resulted thetemperature 49 oC and weight of electrolyte 209.5 gr in 230.0 gr electrolytes. (2) The measurement on Yuasalead acid battery 12V 5Ah liquid vented type after giving 2 ml of Vitta - Q battery vitamin per cell duringcharging using battery charger resulted the lowest temperature 40.3 oC and weight of electrolyte 216.4 gr in230.0 gr electrolytes. (3) The measurement on Yuasa lead acid battery 12V 5Ah liquid vented type after giving3.5 ml of Vitta - Q battery vitamin per cell during charging using battery charger resulted the highesttemperature 49.8 oC and weight of electrolyte 208.1 gr in 230.0 gr electrolyte
PENGARUH PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP HASIL BELAJAR PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGAN SMK PANCASILA SURAKARTA
Tujuan penelitian adalah: 1) Untuk menemukan ada dan tidaknya perbedaaan pengaruh antara penerapan pendidikan karakter melalui model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dengan konvensional terhadap hasil belajar mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan (PMKR). 2) Untuk menemukan hasil belajar dengan penerapan pendidikan karakter melalui model Student Teams Achievement Division (STAD) lebih tinggi dari konvensional konvensional pada mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan (PMKR). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif quasi eksperiment. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Populasi penelitian adalah kelas XI program keahlian Teknik Kendaraan Ringan dan sampel penelitian adalah siswa kelas XI-TKR 1 (23 siswa) dan XI-TKR 3 (22 siswa) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pancasila Surakarta. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan metode dokumentasi, observasi dan tes. Validitas instrumen penelitian yang dilakukan meliputi: uji validitas butir soal, reliabiitas soal, tingkat kesukaran dan daya beda soal. Uji prasyarat analisis meliputi uji normalitas menggunakan SPSS versi 21 Lilliefors (Shapiro-Wilk), uji homogenitas menggunakan SPSS versi 21 Levene-Statistic dan uji keseimbangan menggunakan SPSS versi 21 Independent Sample T Test. Uji hipotesis dengan mengunakan SPSS versi 21 Independent Sample T Test. Hasil penelitian ini yaitu: 1) ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara penerapan pendidikan karakter melalui model Student Teams Achievement Divisions (STAD) dengan konvensional terhadap hasil belajar Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan. 2) Hasil belajar dengan penerapan pendidikan karakter melalui model Student Teams Achievement Division (STAD) lebih tinggi dari konvensional.Kata kunci: Penerapan Pendidikan Karakter, Student Teams Achievement Division (STAD), konvesional, dan Hasil belaja
EVALUASI PELAKSANAAN PRAKTIK INDUSTRI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL CIPP PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi: (1) konteks (context) Program Praktik Industri meliputi (a) tujuan Program Praktik Industri, (b) sasaran Program Praktik Industri, (c) relevansi Program Praktik Industri, (d) sistem pengelolaan Program Praktik Industri; (2) masukan (input) Program Praktik Industri yang meliputi (a) penyiapan pengelolaan Program Praktik Industri, (b) penyiapan kompetensi mahasiswa; (3) proses (process) pelaksanaan Program Praktik Industri yang meliputi (a) peran mahasiswa (b) peran dosen pembimbing (c) peran instruktur industri (d) hambatan pelaksanaan Program Praktik Industri; (4) produk (product) Program Praktik Industri meliputi (a) pengembangan personalitas mahasiswa (b) pengembangan keterampilan mahasiswa (c) kesiapan kerja mahasiswa (d) pengalaman inovatif mahasiswa (e) kepuasan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif evaluatif model CIPP (Context, Input, Process, Product).Sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling yaitu koordinator Program Praktik Industri, Dunia Industri (DU/DI), dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin pelaksana Program Praktik Industri periode 2015 dan periode 2016. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, dan wawancara. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas logika. Teknik analisis kuisioner yang digunakan dalam penelitian ini melalui analisis rata-rata yang dinilai berdasarkan kriteria penilaian. Hasil penelitian menunjukkan: (1) evaluasi terhadap konteks (context) Program Praktik Industri tergolong tinggi, aspek ini meliputi: (a) ketercapaian tujuan Program terhadap pelaksanaan Praktik Industri, (b) ketercapaian sasaran Program terhadap pelaksanaan Praktik Industri, (c) adanya relevansi Program Praktik Industri dengan Dunia Industri (DU/DI), (d) adanya sistem pengelolaan Program Praktik Industri yang baik; (2) evaluasi terhadap masukan (input) Program Praktik Industri tergolong cukup. Aspek masukan meliputi: (a) penyiapan pengelolaan Program Praktik Industri, (b) penyiapan kompetensi mahasiswa; (3) evaluasi terhadapproses (process) pelaksanaan Program Praktik Industri tergolong cukup. Aspek proses yang meliputi: (a) peran mahasiswa (b) peran dosen pembimbing (c) peran instruktur industri (d) hambatan pelaksanaan Program Praktik Industri; (4) evaluasi terhadap produk (product) Program Praktik Industri tergolong tinggi. Aspek produk meliputi: (a) pengembangan personalitas mahasiswa (b) pengembangan keterampilan mahasiswa (c) kesiapan kerja mahasiswa (d) pengalaman inovatif mahasiswa (e) kepuasan mahasiswa. Kata kunci: Evaluasi Program, CIPP, Program Praktik Industr
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI KARBONASI SAMPAH ORGANIK UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN LINGKUNGAN DAN ENERGI DI BOYOLALI
KKN-PPM program objectives are : (1) Increase awareness and empathy students to weak economy community problems, resulting in a change in behaviour of students, intuitions and the target group, in this case is the Dibal village community by KKN-PPM programs, (2) Solve environmental problems caused by waste in the Dibal village and create a clean and comfortable environment with environmentally concious socialization and support go green movement, (3) Implementing technology carbonated organic waste into bio-briquettes as an alternative fuel in Dibal village.KKN-PPM activities carried out with of continuous activities series, namely : (1) disseminasion to Dibal community, (2) Procurement of bio-briquette maker equipment : carboning drum, pail, smoothing tool/sieve/strainer, mixer, bio-briquette mold machine, and stove, (3) Training how to make bio-briquette, (4) training how to use bio-briquette.The program implementation results are : (1) Dibal community continuosly able to utilize waste into environmental issues as an alternative fuel through pyrolysis combustion technologies such as bio-briquette, (2) Establishment of the independence of the target communities in managing organic waste into alternative fuel bio-briquette, (3) Dibal villagers applying bio-briquette as an alternative fuel
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN E-LEARNING BERBASIS SCHOOLOGY DENGAN MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SISTEM KOMPUTER KELAS X MULTIMEDIA SMK NEGERI 6 SURAKARTA PADA TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) perbedaan prestasi belajar siswa antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen yang diberikan treatment penggunaan e-learning berbasis schoology dengan menggunakan model discovery learning; (2) efektivitas penggunaan e-learning berbasis schoology dengan menggunakan model discovery learning dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X multimedia SMK Negeri 6 Surakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan random sampling. Metode penelitian ini menggunakan quasi eksperimental. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi untuk mengetahui pengelolaan pembelajaran sebelum dan sesudah diberikan treatmen penggunaan e-learning berbasis schoology dengan menggunakan model discovery learning. Metode dokumentasi untuk mengetahui daftar nama, jumlah siswa, nilai harian serta bukti penelitian dengan menggunakan pengambilan gambar. Metode tes untuk mengetahui hasil pretest dan posttest. Analisis data yang digunakan uji non parametrik menggunakan mann whitney test dan wilcoxon sign rank test. Berdasarkan hasil penelitian, pertama terdapat perbedaan nilai posttest antara kelas kontrol dan kelas eksperimen setelah diberikan treatment berupa penggunaan e-learning berbasis schoology menggunakan model discovery learning, nilai sig lebih kecil dari taraf signifikan 0,05 yaitu 0,000 0,05. Kedua penggunaan e-learning berbasis schoology menggunakan model discovery learning lebih efektif, dengan peningkatan nilai gain sebesar 0,94. Sedangkan pembelajaran konvensional memberikan peningkatan nilai gain sebesar 0,74.Kata Kunci : Efektivitas, E-learning, Schoology, Model discovery learning, Prestasi belajar sisw
PENGARUH PENGGANTIAN SEBAGIAN TANAH LIAT OLEH FLY ASH BATUBARA TERHADAP NILAI THERMAL PROPERTIES SEBAGAI UPAYA MEMETAKAN MATERIAL BATU BATA YANG RAMAH LINGKUNGAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh penggantian sebagian tanah liat oleh fly ash batubara terhadap nilai thermal properties batu bata; (2) persentase optimal penggantian sebagian tanah liat oleh fly ash batubara untuk mendapatkan batu bata dengan daya hambat panas maksimal; (3) nilai perbandingan thermal properties yang dihasilkan oleh batu bata dengan campuran fly ash batubara pada variasi campuran 0%, 15%, 30%, 40%, dan 50%. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Karakteristik batu bata yang diuji pada penelitian ini adalah berat jenis, susut bakar, porositas, kuat tekan, dan konduktivitas termal. Benda uji yang digunakan terbuat dari tanah liat dengan campuran fly ash batubara dengan dimensi 23 cm x 11 cm x 5 cm. Hasil penelitian adalah sebagai berikut ini. Pertama, ada pengaruh penggantian sebagian tanah liat oleh fly ash batubara terhadap nilai thermal properties (Fhitung 57,927 > Ftabel 4,67). Kedua, Persentase 50% merupakan persentase optimal penggantian sebagian tanah liat oleh fly ash batubara dengan daya hambat panas sebesar 0,201 Kcal/mhºC. Ketiga, nilai thermal properties yang dihasilkan oleh batu bata dengan campuran fly ash batubara pada variasi campuran 0%, 15%, 30%, 40%, dan 50% masing-masing untuk konduktivitas termal sebesar 0,362 Kcal/mhºC; 0,264 Kcal/mhºC; 0,282 Kcal/mhºC; 0,215 Kcal/mhºC; dan 0,201 Kcal/mhºC dan nilai densitas sebesar 1,35 gr/cm3; 1,18 gr/cm3; 1,14 gr/cm3; 1,02 gr/cm3; dan 0,98 gr/cm3. Kata Kunci: batu bata, fly ash batubara, thermal properties, konduktivitas terma