Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan (JIPTEK)
Not a member yet
199 research outputs found
Sort by
PETA KOMPETENSI PROFESI OPERATOR MESIN PRODUKSI DAN GAP KOMPETENSI ANTARA KOMPETENSI LULUSAN SMK JURUSAN TEKNIK PEMESINAN DENGAN TUNTUTAN DUNIA KERJA (Studi kasus pada Bengkel Pemesinan di Kota Surakarta)
This research purpose is to explore extensively about the competencies required in the workplace, especially in profession of machine operators. The research also aims to find the gap that exists between the competence of vocational school graduates majoring in machinery with the demands of competence in the workplace. The research method used in this study is exploratory qualitative research method. From this research it can be seen that the macro level profession competence of machine operators can be classified into 3 groups of competencies, that is: 1) base competency, 2) Core Competency, and 3) supporting competency. Based on the base competency map, there was a gap between vocational school graduates with professional competence of machine operators, that is 1) competency to read engineering drawings and 2) competency using hand tools. Based on core competency map, 33% of vocational school graduates on levels less capable to work in core area of the machine operator profesion. Based on supporting-competency map, workshop-leaders and senior machine operators have assessed the ability of vocational school graduates are also less capable to perform the service to consumers
OPTIMALISASI PENGGANTIAN BAHAN IKAT SMART CONCRETE (SELF HEALING CONCRETE) UNTUK DAERAH RAWAN GEMPA
Inovasi dalam perkembangan teknologi beton menampilkan jenis beton yang mempunyai kemampuan untukmenyembuhkan diri saat terjadi keretakan yang dikenal sebagai self healing concrete (SHC). Rancang campur SHCmencakup kelecekan (workability,) kuat tekan dan permeabilitas. Penggunaan fly ash bervariasi dari 0 – 55% dariberat semen yang digantikan.Pemanfaatan fly ash dalam beton berfungsi mengubah CaOH menjadi C-S-H. CaOH merupakan unsurlemah dalam beton menjadi C-S-H yang memiliki fungsi pengikat dan memberikan kontribusi pada kekuatan beton.Butiran fly ash yang berukuran lebih kecil dari semen dimanfaatkan sebagai filler yang memiliki peran ganda:sebagai pengisi ruang-ruang kosong antar agregat dalam beton sehingga gradasi campuran lebih “smooth” sekaligusberperan sebagai lubrikan yang dapat meningkatkan workability campuran (Haque et al 1984). Pemakaian fly ashjuga akan mengurangi penggunaan semen, makin sedikit semen yang digunakan akan menurunkan suhu reaksisehingga kemungkinan retak akibat efek termal tereduksi (Mehta et al 2006). Pengurangan jumlah semen jugaberdampak pada peningkatan workability campuran beton. Ditinjau dari permeabilitas, butiran fly ash yang halusakan meningkatkan kepadatan beton sehingga akan semakin kecil permeabilitasnya.Dari hasil pengujian, analisis data dan pembahasan maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagaiberikut: Penggunaan fly ash dengan kadar tertentu dapat mempengaruhi sifat beton segar yang dihasilkan, semakintinggi kandungan fly ash yang digunakan semakin baik pula workability dan flowability beton segar yang dihasilkan.Penggunaan material fly ash dapat menurunkan biaya produksi untuk beton normal yang memiliki sifat self healingconcrete (SHC) karena dapat mereduksi sebagian atau lebih kebutuhan penggunaan semen pada campuran beton.Salah satu faktor utama yang mempengaruhi nilai kuat tekan beton adalah umur beton. Penggunaan kadar fly ashdiatas 50% dari berat binder yang digunakan memiliki nilai kuat tekan awal yang kurang baik untuk pengerjaanbeton yang memerlukan waktu pengerasan dan kekuatan awal yang tinggi, karena proses pengerasan ( setting time)dan penambahan kekuatan betonnya agak lambat pada umur beton kurang dari 28 hari. Setelah umur 28 hari kuattekan beton yang menggunakan fly ash sebagai penggantian sebagian semen mengalami kenaikan sebesar 25% padakadar 10%, 20%, 25%, 30%, 35% dan 45% dibanding dengan beton konvensional. Tetapi pada kadar 55% kuattekan beton menurun. Kuat tekan optimum terjadi pada kadar 45%. Penggunaan fly ash sebagai pengganti semendapat memperkecil nilai koefisien permeabilitas beton. Berdasarkan uraian tersebut,maka SHC diharapkanmempunyai kelebihan dibandingkan dengan beton konvensional dalam hal kelecekan (workability), kuat tekan danpermeabilitas yang akan meningkatkan ketahanan beton (durability)
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN MAHASISWA PADA MATA KULIAH TEKNIK PONDASI
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempengaruhi hampir seluruh kehidupan manusia di berbagai bidang. Untuk dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, maka kualitas sumber daya manusia harus ditingkatkan melalui peningkatan mutu pembelajaran. Pendidikan tidak hanya bertujuan memberikan materi pelajaran tetapi lebih menekankan bagaimana mengajak mahasiswa untuk menemukan dan membangun pengetahuannya sendiri sehingga mahasiswa dapat mengembangkan kecakapan hidup (lifeskill) dan siap untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menghendaki situasi belajar yang alamiah, yaitu mahasiswa belajar dengan sungguh-sungguh dengan cara mengalami dan menemukan sendiri pengalaman belajarnya. Situasi pembelajaran sebaiknya dapat menyajikan aplikasi nyata, masalah yang autentik dan bermakna yang dapat menantang mahasiswa untuk memecahkannya. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah pembelajaran berdasarkan masalah atau Problem Based Instruction (PBI). Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh model pembelajaran PBI dapat meningkatkan keaktifan, kemandirian disamping ketuntasan belajar mahasiswa.Penelitian berlangsung di prodi Pendidikan Teknik Bangunan FKIP UNS Surakarta selama 6 bulan efektif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa prodi Pendidikan Teknik Bangunan Semester V yang mengikuti mata kuliah Teknik Pondasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK) atau lesson study. Data dikumpulkan melalui observasi objek, portofolio pengerjaan tugas dan angket.Berdasar hasil analisis penelitian penerapan pembelajaran Problem Based Instruction menunjukan bahwa model Problem Based Instruction dapat diterapkan pada Mata Kuliah Teknik Pondasi. Kegiatan pembelajaran Problem Based Instruction, telah berhasil meningkatkan kemandirian dalam mengkonstruksi pengetahuannya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar, keaktifan mahasiswa mengalami peningkatan walaupun tidak signifikan, dan ketuntasan belajar mahasiswa tercapai yang ditunjukkan tidak hanya dari hasil belajar, tetapi juga proses pembelajaran sudah terpusat pada mahasiswa (student centered). Pembelajaran Problem Based Instruction yang dilaksanakan, menurunkan jumlah mahasiswa yang mempunyai score di bawah rata-rata kelas dari 63% menjadi hanya 47% yang mempunyai score di bawah rata-rata kelas dan meningkatkan nilai rerata hasil belajar dari 78,6 menjadi 78,85
ANALISIS PENERAPAN HEAT TRANSFER PADA PEMANASAN BAHAN BAKAR BENSIN MELALUI PIPA KAPILER BERSIRIP RADIAL DI DALAMUPPER TANK RADIATOR UNTUK MENINGKATKAN PERFORMANSI MESIN KIJANG
The purpose of this study wereto determine the effect usage of gasoline heating through a capillary tube which is radial finned in the upper tank of radiator on fuel consumption and exhaust emissions of CO and HC in the engine of Toyota Kijang.This study is experimental. The sample in this study was the machine of Toyota Kijang with machine number 7855290. Free variable of the research is the usage of fuel heating with fin variations on the copper capillar tube consist of copper capillar tube without fin, finned copper capillar tube with the ranges between the fins are 10 mm, 20 mm, and 30 mm and variations of engine speed at 1000 r.p.m., 2000 r.p.m., and 3000 r.p.m. Experimental method to measure the fuel consumption is done by recording the time required for spent fuel 50 cc and exhaust emissions of CO and HC in the engine of Toyota Kijang.The result of this research shows that the average consumption at engine speed 1000 r.p.m. on the normal condition Toyota Kijang has average fuel consumption 32,066×10-3 cc per cycle. In the usage of fuel heating using three copper tubes with the range between the fins is 10 mm fuel consumption by 25,174×10-3 cc per cycle. Fuel consumption decreased by 6,892×10-3 cc per cycle or 21,58%. At engine speed 2000 r.p.m. on the normal condition Toyota Kijang average consumption 38,487×10-3 cc per cycle. In the usage of fuel heating using three copper tubes with the range between the fins is 10 mm fuel consumption by 28,121×10-3 cc per cycle. Fuel consumption decreased by 10,366×10-3 cc per cycle or 26,93%. At engine speed 3000 r.p.m. on the normal condition Toyota Kijang average consumption 36,783×10-3 cc per cycle. In the usage of fuel heating using three copper tubes with the range between the fins is 10 mm fuel consumption by 31,187×10-3 cc per cycle. Fuel consumption decreased by 5,596×10-3 per cycle or 15,21%. The conclusion of this research is the usage of fuel heating using three copper tubes with the range between the fins is 10mm in the upper tank of radiator can reduce the biggest lowers fuel consumption on the Engine of Toyota Kijang 1989.This research also shows that: the usage of fuel heating use 3 finned copper tubes in the upper tank of radiator can reduce the highest level on exhaust emissions of CO and HC in the engine of Toyota Kijang. The different of CO exhaust emission is 2,54 % volume or 85 % while the HC exhaust emission is 139,667 ppm volume or 72 %
PENGARUH PEMANASAN BAHAN BAKAR MELALUI PIPA TEMBAGA BERSIRIP RADIAL DI DALAM UPPER TANK RADIATOR DAN PENAMBAHAN ETANOL PADA BAHAN BAKAR TERHADAP EMISI GAS BUANG CO DAN HC MOBIL SUZUKI APV
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh pemanasan bahan bakar melalui pipa tembaga bersirip radial di dalam upper tank radiator terhadap emisi gas buang pada mobil Suzuki APV; (2) pengaruh penambahan etanol pada bahan bakar bensin pertalite terhadap emisi gas buang pada mesin bensin Suzuki APV; (3) pengaruh pemanasan bahan bakar melalui pipa tembaga bersirip radial di dalam upper tank radiator dan penambahan etanol pada bahan bakar bensin terhadap emisi gas buang pada mesin bensin Suzuki APV ; (4) perbandingan penggunaan campuran bahan bakar pertalite dan etanol dengan pertamax murni terhadap emisi ags buang mobil Suzuki APV. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan analisis data deskriptif komparatif. Data diperoleh dari emisi gas buang dengan menggunvariasi presentase campuran pertalite dan etanol 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30% menggunakan metode tanpa pemanasan bahan bakar dan menggunakan pemanasan bahan bakar pipa bersirip radial dengan variasi pipa yang digunakan adalah tanpa pipa, pipa tanpa sirip, pipa dengan sirip radial jarak 30 mm, 20 mm, 10 mm, dengan panjang pipa 550 mm. Hasil penelitian adalah sebagai berikut ini. Pertama, pemanasan bahan bakar melalui pipa bersirip radial di dalam upper tank radiator mengakibatkan emisi gas buang CO dan HC menurun. Jumlah emisi terendah pada saat pemanasan bahan bakar menggunakan pipa bersirip radial dengan jarak antar sirip 10 mm, CO sebesar 0,936 % vol dan HC sebesar 303,33 ppm. Kedua, penambahan etanol pada pertalite dengan kadar 0% s.d. 20% dapat mengurangi emisi gas buang CO dan HC mobil Suzuki APV. Emisi gas buang CO dan HC paling rendah terjadi pada kadar etanol 20%, dimana CO sebesar 0,625 % vol dan HC 282,33 ppm. Ketiga, pemanasan bahan bakar melalui pipa bersirip radial di dalam upper tank radiator dan penambahan etanol pada pertalite mengakibatkan emisi gas buang CO dan HC menurun. Jumlah emisi terendah pada saat pemanasan bahan bakar melalui pipa bersirip radial jarak 10 mm dan penambahan etanol dengan kadar 20%, dimana CO sebesar 0,333 % vol dan HC sebesar 240 ppm.Kata Kunci: pipa bersirip radial, etanol, mesin bensin, EFI, emisi gas buang CO dan H
EVALUASI KINERJA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FKIP UNS MENGGUNAKAN METODE INTEGRATED PERFORMANCE MEASUREMENT SYSTEMS (IPMS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dari Program Studi Pendidikan Teknik Mesin. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah (1) Integrated Performance Measurement Systems (IPMS) yang tujuan utamanya adalah merancang sistem pengukuran; (2) Analytical Hierarchy Process (AHP) yang bertujuan untuk melakukan pembobotan indikator; dan (3) Objective Matrix (OMAX) yang bertujuan untuk melakukan pengukuran kinerja. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, hasil rancangan pengukuran kinerja terdiri dari 14 indikator yang termasuk dalam 6 kriteria perspektif pengukuran kinerja. Kedua, tingkat kinerja pada tiap Key Performance Indicators (KPI) yang paling tinggi adalah indikator tersedia instrumen baku untuk mengukur kinerja dosen dalam perkuliahan, sedangkan kinerja yang paling rendah adalah indikator 95% lembar Berita Acara Perkuliahan (BAP). Kinerja Program Studi Pendidikan Teknik Mesin secara keseluruhan memiliki indeks kinerja sebesar 5,055, sehingga kinerja pada Program Studi Pendidikan Teknik Mesin masuk dalam kategori mengalami peningkatan kinerja. Ketiga, kinerja yang perlu ditingkatkan pada Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta terdapat 8 Key Performance Indicators (KPI). Kinerja yang perlu diperbaiki pada Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta adalah 95% lembar Berita Acara Perkuliahan (BAP) terisi. Kata Kunci: pengukuran kinerja, IPMS, AHP, Pendidikan Teknik Mesin, KPI
EFEKTIFITAS KOMUNIKASI PEMBELAJARAN ONLINE DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA E-LEARNING PADA PERKULIAHAN BODY OTOMOTIF
This study aims to determine the effectiveness of learning communication with e -learning models onthe Body of Automotive lecture. The course material is included in the e -learning website at FKIP UNS.The methods of this study is a qualitative methods and it is used the Ex Post Facto. The population ofthe study was all students taking the automotive concentration. Data collection was done through aquestionnaire. Data analysis was done by a descriptive.Based on the study result, we got the conclusion that: (1) the teaching material is quite understandableby students, (2) the material such as text, images, sound, and harmony in all three teaching materials can bereceived clearly by students, (3) The teaching material increases knowledge of students, (4 ) e-learning modedirects the student to agree with the teaching material, (5) e-learning mode encourages the students tocomplete the task of e-learning teaching material. In general, the study found that the delivery of coursematerial’s to students through the e-learning model’s was effective. so, we could concluded the learningcommunication is effective
PENYELARASAN ANTARA PERMINTAAN DENGAN PENYEDIAAN GURU PRODUKTIF BERDASARKAN SPEKTRUM KEAHLIAN DI SMK DALAM PERSPEKTIF DESENTRALISASI PENDIDIKAN
Structuring expertise with the rising spectrum of competence and skill development of the ratio between the SMA: SMK is 30 SMA : 70 SMK has consequences on the fulfillment of teachers in vocational productive. Teachers' needs for productive subjects did in fact still not be met by LPTK and become increasingly difficult to meet due to teachers earning the required majority has not been organized by LPTK. The need for truly productive teachers perceived as an obstacle difficult to solve in the area. For that, the necessary alignment between demand with the supply of teachers by utilizing the model teacher's certification activities and cooperation between LPTK with Non LPTK with Local Government done with synergize the availability of customize and can be generated LPTK teacher and scholar who produced non LPTK but the field of knowledge in accordance with the requirements SMK
PENERAPAN METODE PROJECT WORK DALAM PEMBELAJARAN PRAKTIK UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PRAKTIK BODY OTOMOTIF PADA MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FKIP UNS TA 2012/2013
This reseach aims to study how to improve the student competence by implementation of project work learning method . Specifically this research aims to study the percentage of mastery learning on automotive body practice lecture .This research used PTK ( Classroom Action Research ) and was performed two cycles . The research was conducted in the Mechanical Engineering Department at PTK UNS PTK with 7th semester students . And the student took a course automotive body practice. The number of the student was 34 person. Data was collected by a test or tests of competence . Analysis of the data used descriptive qualitative analysisThe results shows that student competence’s increase in automotive body practice learning. From two cycles , there has been an increase in from 72.85 to be 77.24 . In the second cycle to 70.01 . While the percentage of students who have not passed are also increasing . From 11.8 % to 2.9 % . In the second cycle of 0%
PENGARUH FLY ASH SEBAGAI BAHAN TAMBAH BETON RINGAN FOAM TERHADAP BERAT JENIS, KUAT TEKAN DAN DAYA SERAP AIR, UNTUK MATERIAL DINDING STRUKTUR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh penambahan fly ash dan foam terhadap berat jenis beton ringan foam, (2) pengaruh penambahan fly ash dan foam terhadap kuat tekan beton ringan foam, (3) pengaruh penambahan fly ash dan foam terhadap daya serap air beton ringan foam, dan (4) persentase fly ash dan foam pada beton ringan foam yang memenuhi mutu sebagai dinding struktur sesuai SNI 03-3449-2002. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Sampel yang digunakan berupa beton ringan foam berbentuk silinder sebanyak 120 buah dengan diameter 75 mm dan tinggi 150 mm. Persentase penambahan fly ash terhadap berat pasir adalah 0%, 15%, 30%, 45%, 60%. Sedangkan persentase penambahan volume foam terhadap volume beton adalah 20%, 30% dan 40% dari perbandingan 1 foam agent: 40 air . Pengujian kuat tekan, daya serap air dan berat jenis dilakukan pada umur beton 28 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh kuat penambahan fly ash dan foam terhadap berat jenis beton ringan foam, ada pengaruh sangat kuat penambahan fly ash dan foam terhadap kuat tekan beton ringan foam dan ada pengaruh sedang penambahan fly ash dan foam terhadap daya serap air beton ringan foam. Dalam penelitian ini tidak terdapat persentase fly ash dan foam pada beton ringan foam yang memenuhi syarat sebagai dinding struktur. Kata kunci: Berat jenis, kuat tekan, daya serap air, fly ash, beton ringan foa