JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Not a member yet
176 research outputs found
Sort by
Eksistensi Penggunaan Bahasa Indonesia pada Masyarakat Marginal di Demak
Language is a connecting tool for humans in everyday life. In this world, of course, there are many languages, one of which is Indonesian. Indonesian aims to unite and make it easier to communicate between regional ethnic groups, because Indonesia has many different languages. The aim of this research was to describe, analyze and research the existence of Indonesian language use among marginalized communities in Demak. This research is qualitative with a descriptive approach. Data collection techniques through observation, distribution of questionnaires, interviews and documentation. Data analysis is carried out by presenting data in the form of tables and drawing conclusions. Based on the research results, it was found that marginalized communities in Demak only use Indonesian during formal activities or events. People in Demak tend to use regional languages or Javanese in their daily lives, this is because they feel more comfortable and proficient when communicating. Factors that influence the language use of marginalized communities in Demak, namely work factors and environmental factors
Tindak Tutur Ilokusi pada Podcast Deddy Corbuzier Eposide Jessica Wongso, Riset Ini Netflix Tidak Punya
This study aims to gain an understanding of the various forms and functions of illocutionary speech acts in Deddy Corbuzier's podcast which discusses Jessica Wongso's case data ice cold that is notowned by Netflix, recently became a public conversation about a film entitled Ice Cold. The type ofresearch used is the qualitative descriptive method. The data used in this study was in the form of speech transcripts consisting of sentences or paragraphs showing the location of illocutionary speech acts in Deddy Corbuzier's podcast on Youtube social media. The source of the research data is in the form of a video podcast Deddy Corbuzier episode of Jessica Wongso, this research Netflix does not have. In this study, data collection techniques used recording techniques and free listening methods. Based on the results of the study, various types of illocutionary speech acts were found according to Searle in Tarigan, the forms of illocutionary speech acts found were classified into five main categories, namely assertive, directive, declarative, commissive, and expressive
Penerapan Media Belajar Digital Story Jumper terhadap Kreativitas Menulis Antologi Puisi Siswa SMA Santun Pontianak
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan Media Digital Story Jumper dalam proses penulisan antologi puisi oleh siswa SMA Santun di Kota Pontianak. Bentuk Penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Siswa kelas XII IIS SMA Santun Pontianak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik questioner/angket, dan dokumentasi, dengan alat pengumpul data berupa angket, dan dokumentasi. Teknik Analisis Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Teknik analisis isi. Berdasarkan hasil analisis data angket/questioner siswa kelas XII IIS SMA Santun Pontianak penerapan media pembelajaran digital Story Jumper dikategorikan “Baik”. Penerapan Media Digital Story Jumper oleh siswa SMA Santun Memudahkan dalam pembuatan puisi, dapat dilihat dari hasil angket siswa merasa media Story Jumper memiliki fitur-fitur yang bervariasi dalam membuat puisi jadi lebih menarik, beberapa diantaranya yang membuat siswa senang menggunakan aplikasi ini Story Jumper memiliki fitur gambar, latar belakang dan suara, sehingga puisi yang mereka buat terasa hidup. Walaupun siswa baru pertama kali menggunakannya, tetapi siswa merasa media Story Jumper mudah untuk mengaplikasikanya. Dari hasil angket diyakini bahwa membuat puisi dengan media digital Story Jumper dapat membuat siswa lebih kreatif. Selanjutnya media pembelajaran digital Story Jumper dapat diterapkan pada mata Pelajaran Menulis, berbicara, membaca dan menyimak
Analisis Citra Perempuan dalam Novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan Kajian Kritik Sastra Feminisme Marxis
This study analyzes the image of women in the novel Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan. The aims of this study were: (1) to identify and describe the self-image of women in the novel Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan, (2) to identify and describe the social image of women in the novel Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan. The theory used in this study is literary criticism of Marxist feminism. This study uses descriptive qualitative research with data on a novel entitled Beauty Is a Wound. The data in this study are in the form of words, phrases, sentences, or paragraphs which contain self-image and social image of women in the novel Cantik Itu Luka. The data collection technique used is the technique of reading and noting. Qualitative descriptive data analysis was carried out in three stages, namely; (1) Data reduction; (2) Data Presentation, (3) Drawing Conclusions. The results of the study found the image of women in the novel Cantik Itu Luka. This study found four forms of female image, namely (1) physical aspect of self-image, (2) psychological aspect of self-image, (3) social image of family aspect, (4) social image of community aspect. Each sub-problem has causes for the image of women, such as: physical assessment of female characters, psychological assessments, family assessments of female figures, and community assessments of female figures. The implications of this research can be used for the general public and language learning, namely reviewing the contents of the novel
Nilai Perjuangan Tokoh Utama Dalam Novel Sang Alkemis Karya Paulo Coelho: Pendekatan Semiotik Ferdinand De Saussure
The purpose of this study is to determine the values of struggle in the main character of the novel The Alchemist by Paulo Coelho using Ferdinand de Saussure's semiotic approach in the form of signifiers and signs. The method used in this research is a qualitative approach with descriptive method. The data used are paragraphs or dialogs in the novel The Alchemist by Paulo Coelho. Data collection techniques in this study are data reduction techniques, namely by selecting data by focusing on the data needed according to the criteria and data analysis is carried out by grouping data, coding data, interpreting and describing data. The results obtained show that the novel The Alchemist by Paulo Coelho contains the values of the struggle carried out by the main character. These values include (1) the value of struggle in the form of self-sacrifice totaling 2 data, (2) the value of struggle in the form of price-respect totaling one data, (3) the value of struggle in the form of patience and unyielding spirit totaling 6 data, and (4) the value of cooperation struggle totaling 2 data. From the data that have been found, it shows that Ferdinand de Saussure's semiotic approach can be used to analyze the values of struggle. This can be shown by the discovery of markers in the excerpts of the Alchemist's novel paragraphs that contain the markers of the values of struggle
Struktur, Fungsi dan Makna Mitos Masyarakat Melayu Sambas
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur, fungsi dan makna mitos masyarakat Melayu Sambas. masalah dalam penelitian ini meliputi, pendeskripsian struktur mitos, pendeskripsian fungsi mitos, pendeskripsian makna mitos, pendeskripsian hasil penelitian dalam rencana pelaksannaan pembelajran bahasa Indonesia di sekolah. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat asli Sambas yang tinggal di Desa Seburing. Teknik pengumpul data dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, teknik pengamatan lapangan, dan teknik rekam. Sedangkan alat pengumpul data berupa lembar wawancara, lembar observasi, dan alat rekam. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini difokuskan pada ketekunan pengamatan dan triangulasi. Berdasarkan analisis dalam pembahasan dapat disimpulkan bahwa mitos masyarakat Melayu Sambas terdapat 35 mitos. Hasil penelitian tersebut terdapat 31 Struktur dua bagian dan 4 struktur tiga bagian dalam mitos. Mitos masyarakat Melayu Sambas terdapat fungsi mitos. Makna dalam mitos masyarakat Melayu Sambas terdapat makna terdalam. Selanjutnya penelitian ini diimplementasikan pada kelas VII, semester ganjil pada kompetensi dasar (KD) 3.4 Menelaah struktur dan kebahasaan teks narasi (cerita fantasi) yang dibaca dan didengar. 4.4 menyajikan gagasan kreatif dalam benuk ceita fantasi secara lisan dan tulisan dengan memperhatikan stuktur dan kebahasaan
Pergeseran Penggunaan Kata Sapaan oleh Generasi Milenial Banjar di Kota Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan pergeseran kata sapaan yang digunakan oleh generasi milenial Banjar di Kota Banjarmasin ditinjau dari ranah kekeluargaan; (2) mendeskripsikan pergeseran kata sapaan yang digunakan oleh generasi milenial Banjar di Kota Banjarmasin ditinjau dari ranah ketetanggaan; (3) mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kata sapaan yang digunakan oleh generasi milenial Banjar di Kota Banjarmasin dari ranah kekeluargaan dan ketetanggaan. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini hanya berfokus pada sapaan yang bergeser saja. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan teknik simak, cakap, libat, dan catat. Hasil penelitian ini menunjukkan: ada 3 bentuk kata sapaan yaitu, bentuk kata sapaan hormat, bentuk kata sapaan biasa, bentuk kata sapaan kasar Pertama, pergeseran bentuk kata sapaan hormat oleh generasi milenial Banjar dalam ranah kekeluargaan terdapat 11 kata sapaan yang bergeser. Kedua, pergeseran bentuk kata sapaan hormat oleh generasi milenial Banjar dalam ranah ketetanggan terdapat 4 bentuk kata sapaan tergeser,dan 5 bentuk kata sapaan biasa yang bergeser terakhir bentuk kata sapaan kasar ada 2 sapaan bergeser sehingga total kata sapaan bergeser ada 22 kata. Ketiga, terdapat 5 faktor yang mempengaruhi bergesernya kata sapaan tersebut yaitu (a) adanya urbanisasi (b) adanya bahasa lain yaitu, bahasa Indonesia dan bahasa asing lainnya, (c) adanya alih generasi, (d) adanya tingkat pendidikan seseorang, dan (e) adanya perkembangan teknologi dan era digital di zaman milenial. Peneliti berharap dapat memberikan manfaat kepada masyarakat agar dapat memahami perkembangan kata sapaan serta cara penggunaan kata sapaan yang baik dan benar dalam bahasa Banjar
Pembelajaran Teks Puisi dengan Menggunakan Media Permainan Edukasi Role Playing Game (RPG) di SMA
Materi puisi diarahkan agar peserta didik dapat memahami serta menikmati puisi sebagai salah satu genre teks sastra. Melalui pembelajaran teks puisi, perserta didik mempunyai pengalaman berkreasi dalam menciptakan sebuah sastra bentuk teks puisi berdasarkan apa yang dilihat, didengar, serta dialaminya. Permainan edukasi RPG yang digunakan dalam penelitian ini berupa permainan petualangan. Materi dalam permainan petualang tersebut berupa pengetahuna yang dilengkapi dengan soal latihan tentang suasana, tema dan makna teks puisi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektifan pembelajaran teks puisi dengan menggunakan media pembelajaran permainan edukasi RPG di kelas X SMA. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data diolah dengan menggunakan rumus statistik sederhana. Adapun hasil penelitian bahwa pembelajaran teks puisi dengan menggunakan media permainan edukasi Role Playing Game (RPG) bagi peserta didik kelas X SMA efekktif dengan nilai rerata pembelajaran sebesar 72,4
Analisis Korpus dalam Mengevaluasi Buku Ajar BIPA Ditinjau dari Sebaran Kata dan Konkordansi
Studi penelitian ini bertujuan untuk mengetahui input kosakata mahasiswa asing di kelas BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) level dasar. Banyak pakar menyatakan bahwa dengan sering diulangnya sebuah kata maka mahasiswa asing akan lebih mudah menghafal dan menungkapkannya kembali, baik lisan maupun tulisan. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan studi korpus. Software AntConc sangat membantu proses pengumpulan data penelitian. Ada tiga hal yang diperoleh dari penelitian ini. Pertama, tipe kata pada Buku BIPA 1 sebanyak 1.559 kata dengan tokens sebanyak 9.456 dan tipe kata pada Buku BIPA 2 sebanyak 1.264 dengan tokens sebanyak 7.073. Kedua, persentase tipe kata dibagi menjadi kata berfrekuensi rendah dengan 70,88% pada Buku BIPA 1 dan 69,78% pada Buku BIPA 2. Kata berfrekuensi sedang dengan 12,77% pada Buku BIPA 1 dan 13,93% pada Buku BIPA 2. Kata berfrekuensi tinggi dengan 16,36% pada Buku BIPA 1 dan 16,30% pada Buku BIPA 2. Ketiga, jenis kata yang masuk ke dalam kata berfrekuensi rendah memiliki persentase yang tinggi. Hal demikian membuat mahasiswa sulit untuk mengingat sebuah kata dalam jangka waktu lama dikarenakan minimnya frekuensi pengulangan kata
Respon Siswa Terhadap Penggunaan Modul Cerita Rakyat Berbasis Kearifan Lokal untuk Siswa SMP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap penggunaan modul cerita rakyat berbasis kearifan lokal di kelas VII SMP Agape Pontianak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas 7 SMP Agape Pontianak dengan jumlah siswa sebanyak 37. Instrumen yang digunakan berupa angket yang telah divalidasi dengan hasil validasi bahwa instrumen layak digunakan. Bentuk angket yang digunakan adalah angket tertutup. Pertanyaan untuk angket sebanyak 14 dengan alternatif jawaban sangat setuju (skor 5), setuju (skor 4), ragu-ragu (skor 3), Tidak Setuju (skor 2), Sangat Tidak Setuju (skor 1). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan modul cerita rakyat berbasis kearifan lokal sangat praktis digunakan dalam proses pembelajaran dengan hasil respon siswa skor 83,74%.