Prosodi
Not a member yet
176 research outputs found
Sort by
EMPOWERING THE JAVANESE VALUES AS PORTRAYED IN MARCO KARTODIKROMO’S STUDENT HIJO
Luruh, trapsila, mardawa, dan lain-lain adalah nilai-nilai kehidupan yang diwariskan oleh nenek moyang. Nilai-nilai lokal yang menjadi ciri khas budaya Jawa tersebut diabadikan di sebuah novel klasik berjudul Student Hijo karya Marco K. Sebuah karya yang tidak hanya mengambarkan tentang nilai-nilai Jawa dan penerapannya di tengah pengaruh kuat budaya asing, namun juga pengaruh diamalkannya nilai-nilai tersebut. Namun ironisnya karya ini tidak pernah diperhitungkan di jamannya. Maka sebagai upaya untuk memberi alternatif karya sastra Indonesia klasik yang telah sekian lama terlupakan, lewat tulisan ini, karya tersebut dihadirkan untuk diapresiasi. Untuk mengapresiasi novel tersebut, Cultural criticism dan Javanese values digunakan sebagai alat untuk mendapat gambaran tentang pemberdayaan nilai-nilai Jawa
POLITENESS STRATEGY IN REQUEST: DOES IT ALWAYS WORK WELL?
Request is one of speech act phenomena, which we encounter most frequently in everyday social interaction. When expressing a request, the speaker has an intention to the hearer to do something that is beneficial to him/her. In this circumstance, the speaker is impossing on the hearer; while the hearer has to pay cost of carrying out the request. Brown and Levinson claim request as one kind of face threatening acts (FTA). Because of the nature of request, politeness strategy must be applied when expressing a request. There are four super strategies of politeness strategy defined by Brown and Levinson, i.e. bald on record, positive politeness, negative politeness, as well as off record. There are some reasons underlying the use of certain strategies. They are the urgency of the request itself, the relationship between the speaker and the hearer, not to mention the speaker’s willingness to lessen the imposition on the hearer. Yet, the use of the politeness strategies do not always work well. In other word, the speaker does not always gain what he wants
STAGING A STREETCAR NAMED DESIRE, UNDERSTANDING ITS ELEMENTS
Drama seperti genre sastra yang lainya selalu identik dengan penggunaan bahasa kiasan dalam menyampaikan ekspresinya kepada pembaca. Khususnya drama, kalimat – kalimat dan kata – kata kias tersebut akan terefleksikan melalui dialog diantara para tokoh dalam cerita. Dari dialog yang dilakukan oleh para tokoh tersebut maka akan dapat dianalisis dan diobservasi elemen – elemen figuratif yang lain, semacam karakterisasi, struktur cerita, seting atau latar, tone, dan juga tema. Sayangnya, bagi sebagian besar mahasiswa, memahami elemen – elemen figuratif tersebut merupakan persoalan yang sulit, apalagi jika drama tersebut adalah drama klasik, seperti drama A Streetcar Named Desire karya Tennessee Williams. Dengan demikian salah satu solusi yang digunakan untuk membantu tingkat pemahaman para mahasiswa terhadap elemen – elemen figuratif ini adalah dengan cara memanggungkan atau menampilkannya dalam pentas drama di kelas. Makalah ini akan mengamati dan menganalisis strategi – strategi yang digunakan untuk memberikan tingkat pemahaman elemen – elemen figuratif dalam drama. Strategi – strategi yang digunakan tersebut terdiri dari beberapa tahap, yaitu: persiapan, diskusi, pengarahan, dan penampilan.Kemudian langkah selanjutnya, setelah penampilan, mahasiswa diberikan beberapa pertanyaan dalam bentuk kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman terhadap elemen – elemen figuratif mahasiswa setelah mereka menampilkan secara langsung drama tersebut
MODEL DAN PRINSIP-PRINSIP PENERJEMAHAN IDIOM DAN GAYA BAHASA DARI BAHASA INGGRIS KE BAHASA INDONESIA
Translating idioms and figurative languages is more difficult than translating ordinary expressions. Novel translators usually have problems in translating those aspects because they should reproduce in the target language (TL) the closest natural equivalence of the source language (ST) message, firstly in terms of meaning and secondly in terms of style accepted socio-culturally. Idioms and figurative languages are sometimes not translated into the acceptable ones in the target language. The readers are often confused on what they are reading because expressions are not understandable. The solution of those problems is to provide a model of translating idioms and figurative languages. The model that is designed here to produce high quality of translation product is Tripartite Cycle Model.
HOLISTIC CRITICISM: AN APPROACH IN TRANSLATION STUDY
Penerjemahan merupakan bidang ilmu linguistik terapan yang memfokuskan pada penerapan aspek-aspek baik mengenai teori-teori sastra dan budaya namun juga paradigma kebahasaan. Di dalam penerapan tersebut menghasilkan produk yang disebut dengan terjemahan. Salah satu upaya untuk melihat kualitas suatu terjemahan digunakan suatu pendekatan yang disebut dengan pendekatan kritik holistik, yaitu pendekatan yang digunakan untuk menguji suatu terjemahan dalam sudut pandang faktor genetik, objektif, dan afektif. Di dalam artikel ini penulis berusaha mendeskripsikan mengenai pendekatan kritik holistik dan implementasinya di dalam melihat kualitas suatu terjemahan
BLACK BRITISH IDENTITY IN KWAME KWEI ARMAH’S ELMINA’S KITCHEN
Identitas orang-orang keturunan Afrika yang telah menjadi warga negara Inggris menjadi isu menarik sejak mereka menetap dan membentuk masyarakat diaspora (imigran yang masih mempertahankan budaya mereka) di Inggris. Konstruksi identitas dipengaruhi oleh berbagai hal seperti keluarga, gender, ras, sejarah, bahasa, tingkah laku dan keterlibatan dalam kehidupan sosial. Drama kontemporer orang-orang keturunan Afrika di Inggris adalah karya penting yang merepresentasikan identitas orang-orang Afrika dan menjadi media untuk menyuarakan aspirasi dan pemikiran mereka dalam masyarakat Inggris yang didominasi oleh orang-orang kulit putih. Drama berjudul “Dapur Elmina” (Elmina’s Kitchen) karya Kwame Kwei Armah mengambarkan masyarakat keturunan Afrika dari Karibia di Inggris dan berbagai strategi mereka dalam beradaptasi dan bertahan hidup di Inggris. Sebagai kelompok minoritas, orang-orang keturunan Afrika ini bisa dikenali dari tradisi dan budaya mereka yang tercermin dari bahasa, bentuk kesenian, pakaian, kebiasaan, cara berpikir hingga tingkah laku. Lebih khusus lagi, identitas mereka bisa dilihat dari kebiasaan mereka melakukan kejahatan dan kekerasan. Artikel ini pertama akan menggambarkan masyarakat keturunan Afrika asal Karibia dan menghubungkannya dengan konstruksi identitas mereka secara umum. Kemudian, artikel ini akan menganalisis kontruksi identitas tokoh-tokoh keturunan Afrika di Inggris sebagaimana yang tercermin dalam drama “Dapur Elmina” (Elmina’s Kitchen
FRASA VERBAL BAHASA MADURA
The small amount ofreferencesrelated to Madurese language studies inspires the writer to present this article. This articlestudies Madurese language. which is percieved from a very specificcontext; syntacticphrasal context.From theresults of the study, it isfoundthat Madurese verbs vary in forms. Verbalphrasescan be categorized intothreebasedon thepresence or the absence ofnounswithin the structures, those are;transitive, intransitive, andditransitive verbal phrases. Basedon the complexity of the structures, verbalphrasescan be dividedinto two, those aresimplexandcomplex. Based on theposition ofheadconstituentsandattributes constituents, verbalphrasescan be dividedinto four, namelycoordinative verbalphrase,modificative verbalphrases, predicative verbalphrases, andcomplementative verbal phrases.The existence ofthis article isexpected to be amoraleboosterto linguistic researchers,tobeeven hardertocarry outmore researchrelated to Madurese language
HUBUNGAN KONJUNGTIF DALAM PENERJEMAHAN
A text should have a unity in order to represent its cohesiveness. One of the aspects in determining the unity is logical markers. Conjunctive Relation has a significant role in determining logical relation in a text. As logical markers, it unavoidably enables translators to configure logical meaning both in source text and in target text when translators are doing translation activity. In addition, conjunctive relation occasionally appears in several forms in either source text or target text. The forms of conjunctive relation can be realized explicitly or metaphorically signaling logical relation
Perempuan Kuasa: Citra Perempuan dalam Cerpen Laila Karya Putu Wijaya
There are many male authors who take woman as the theme in their literary works. It is unavoidably that the image of women in those literary works either positive or negative. One of literary works which took woman as the theme and written by male author is a short story titled Laila by Putu Wijaya. It is interesting to find out how the image of women is described by the author by using feminism literary critic. Apparently, the description of woman is positive. For him, woman should get respect from man and have strong personality
RUSH HOUR IN “DISILLUSIONMENT OF TEN O’CLOCK”
Stilistika adalah analisis linguistic pada teks karya sastra. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji karya sastra melalui analisis stilistika yang berdasarkan ilmu bahasa sistemik fungsional dan sistem semiotik karya sastra. Pembahasan menggunakan riset pustaka, data kualitatif, studi documenter, metode deskriptif dan pendekatan intrinsic-obyektif. Pembahasan menunjukkan bahwa analisis semantik menghasilkan makna bahasa latar belakang (the automatized meaning) dan makna bahasa latar depan (the foregrounded meaning). Selanjutnya makna latar belakang menghasilkan masalah utama (subject matter) dan makna bahasa latar depan menghasilkan makna sastra (literary meaning). Selanjutnya makna sastra menghasilkan tema (theme). Akhirnya diketahui bahwa masalah utama berkisah tentang tak ada yang aneh, dan makna sastra tentang pekerjaan sibuk pada jam 10, serta tema tentang jam sibuk