Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
1262 research outputs found
Sort by
Eksplorasi Nematoda Patogen Serangga (NPS) di Areal Tanaman Kelapa Sawit pada Tipe Tanah Berbeda
ABSTRAKNematoda Patogen Serangga (NPS) sebagai agens hayati, terdiri atas dua genus yaitu Steinernema dan Heterorhabditis. Nematoda famili Steinernematidae dan Heterorhabditidae bersimbiosis dengan bakteri genus Xenorhabdus dan Photorhabdus. Kemampuan NPS untuk menyebar, mempertahankan diri, menemukan inang dan reproduksi di dalam tanah dipengaruhi oleh tipe tanah, tekstur tanah, pH tanah, dan bahan organik, untuk mendapatkan NPS diperlukan kegiatan eksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan jumlah NPS, serta bakteri simbion NPS pada areal tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Utama Pengendalian Hayati Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Pontianak yang berlangsung dari bulan Agustus sampai November 2014. Isolasi NPS dilakukan dari lahan gambut, berpasir dan PMK. NPS diperoleh melalui dua tahap yaitu “baiting” dan “white trap” dan selanjutnya NPS yang diperoleh dihitung populasinya, diidentifikasi secara morfologi dan uji gram bakteri. Hasil dari isolasi metode “baiting”didapatkan persentase kematian larva T. molitor paling tinggi terdapat pada lahan berpasir. NPS pada lahan gambut didapatkan spesies Steinernema carpocapsae, sedangkan pada lahan PMK dan berpasir merupakan spesies S. siamkayai . Jumlah rata-rata NPS tertinggi terdapat pada lahan gambut. Ukuran NPS yang terpanjang dan terlebar terdapat pada lahan gambut. Bakteri simbion yang terdapat pada NPS dari ketiga isolat lahan merupakan bakteri Xenorhabdus sp. Kata kunci : Eksplorasi, Kelapa sawit, Nematoda patogen serangga
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) DI DESA SUNGAI NIPAH KECAMATAN SIANTAN KABUPATEN PONTIANAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat partisipasimasyarakat dalam perencanaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Sungai NipahKecamatan Siantan Kabupaten Pontianak, untuk mengetahui tingkat partisipasimasyarakat dalam pelaksanaan ADD di Desa Sungai Nipah Kecamatan SiantanKabupaten Pontianak, untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalamevaluasi ADD di Desa Sungai Nipah Kecamatan Siantan Kabupaten Pontianak.Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei agar dapat mengetahuikondisi, situasi dan hambatan-hambatan yang terjadi di lapangan denganinformasi yang akurat, tepat waktu dan cepat. Populasi penelitian ini adalahseluruh masyarakat Desa Sungai Nipah yang berjumlah 322 Kepala Keluarga(KK), dengan jumlah sampel 10% dari keseluruhan populasi yaitu sebanyak 35orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan kuesioner,serta ditunjang dengan hasil observasi di lapangan. Analisis data yang digunakanadalah dengan menggunakan analisis chi square dan analisis deskriptif. Hasilpenelitian berdasarkan perhitungan chi kuadrat menunjukkan bahwa partisipasimasyarakat dalam perencanaan ADD di Desa Sungai Nipah Kecamatan SiantanKabupaten Pontianak adalah signifikan, partisipasi masyarakat dalam pelaksanaanADD di Desa Sungai Nipah Kecamatan Siantan Kabupaten Pontianak adalahsignifikan dan partisipasi masyarakat dalam evaluasi ADD di Desa Sungai NipahKecamatan Siantan Kabupaten Pontianak adalah signifikan.Kata kunci : partisipasi, masyarakat, alokasi dana desa, sungai nipa
PENGARUH LAMA FERMENTASI DAN KONSENTRASI SUKROSA TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORI TEH KOMBUCHA KULIT PELEPAH ALOE VERA
ABSTRACT The aim of this research was to found out the lengthy fermentation and sucrose concentration to produce phsysicochemical properties and sensory the best ones for fickle aloe vera leaves in kombucha tea aloe vera leaves. This research used a Completely Randomized Design with factorial pattern (two factors). The first factor was the lengthy fermentation (2, 4 and 6 days), and sugar concentration (9%. 12% and 15%) with 3 replication. Variables observed were the total soluble solid, pH, total acid, vitamin C and sensory analysis. Observational data obtained in the study results were statistically analyzed by F test (ANOVA) with a 5% level test. If significant treatment, followed by a test of Honestly Significant Difference (HSD) at 5% level. Sensory outcome data were analyzed using Kruskall-Wallis method, then to get the best treatment to test the effectiveness of the index. The best treatment was the combination of 6 days of fermentation and concentration of sucrose 15% this kombucha leaves aloe vera tea had 9,73obrix total soluble solid, pH 3,74, 3,25% total acid, vitamin C 5,28 (mg/100g) and the result sensory analysis which is brownish yellow coloured, with aromatic value is smell sting acid, sweetnes value is sweet less, acidity value is acidish sour, fond ness value is kinda like. Keywords:kombucha leaves aloe vera tea, lengthy fermentation, phsysicochemical, sensory, sucrose concentratio
UJI PERSISTENSI ISOLAT BAKTERI ENTOMOPATOGEN TERHADAP LARVA Crocidolomia pavonana (F.)
ABSTRAK Persistensi merupakan faktor yang sangat penting dalam pengendalian hama di lapangan, semakin tinggi tingkat persistensinya semakin tinggi pula keberhasilan dalam mengendalikan hama di lapangan. Pada umumnya insektisida biologi yang bersumber dari mikroorganisme belum diketahui secara pasti tentang persistensinya di lapangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui persistensi bakteri entomopatogen terhadap larva Crocidolomia pavonana (F) pada permukaan tanaman brokoli di lapangan. Metode pengujian yang dilakukan adalah metode force feeding. Serangga uji larva instar II dipaksa untuk memakan daun yang telah disemprtotkan isolat bakteri (residu pada daun). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yaitu selang waktu antara aplikasi bakteri dengan infestasi hama C. pavonana dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasil dari pengujian yang dilakukan ternyata bakteri yang diujikan mempunyai daya persistensi yang cukup tinggi di lapangan. Hal ini terlihat dari mortalitas larva C. pavonana pada selang waktu perlakuan 14 hari, kematian yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada larva masih mencapai 52%. Kata Kunci : Bakteri entomopatogen, Crocidolomia pavonana (F), Persistensi
ANALISIS EFISIENSI SALURAN PEMASARAN GULA KELAPA DI DESA JERUJU BESAR KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA
Salah satu daerah sentra produksi gula kelapa adalah di Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan setiap lembaga pemasaran gula kelapa, dan (2) mengetahuisaluran pemasaran mana yang paling efisiendi Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Pada penelitian ini digunakan metode survei, dengan lokasi penelitian di Desa Jeruju Besar. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive). Populasi penelitian ini adalah produsen gula kelapa yang ada di Desa Jeruju Besar. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah acak sederhana (Simple Random Sampling), yaitu setiap anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel dengan jumlah produsen sampel 32 orang dari 63 produsen gula kelapa. Hasil penelitian menunjukkan (1) fungsi fungsi pemasaran yang dilakukan setiap lembaga pemasaran gula kelapa yaitu fungsi pertukaran (penjualan dan pembelian) dilakukan oleh produsen, pedagang pengecer, pedagang besar, dan pedagang pengumpul. Fungsi fisik (pengemasan dan pengangkutan) dilakukan oleh produsen, pedagang pengecer, pedagang besar, pedagang pengumpul. Sedangkan untuk fungsi pelancar dilakukan oleh pedagang besar dan pedagang pengumpul. (2) Saluran pemasaran gula kelapa yang paling efisien adalah saluran pemasaran I yaitu Produsen gula kelapa Pengecer Konsumen Akhir yang ditinjau dari marjin pemasaran 25,00%, Farmers Share 75,00%, dan Profitability Indeks 2.64 Kata Kunci:Fungsi Pemasaran, Margin Pemasaran, Farmers Share, Profitability Index, Gula Kelap
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI LADA (Piper nigrum, L) DI DESA SUNGAI PALAH KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usahatani lada di desa Sungai Palah Kecamatan Galing Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja yaitu di desa Sungai Palah dengan pertimbangan bahwa desa Sungai Palah merupakan salah satu desa sentral produksi lada di Kecamatan Galing. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 responden petani lada. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan kriteria investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya investasi usahatani lada adalah Rp.19.895.643 dengan biaya operasional Rp.41.602.139. Jika tingkat suku bunga Bank Rakyat Indonesia (Kabupaten Sambas) yang berlaku sekarang 12%, maka NPV yang dicapai adalah Rp.89.645.079 Net B/C Ratio sebesar 4,0 dan IRR sebesar 56,72% serta masa pengembalian modalnya selama 3 tahun 6 bulan. Analisis sensitivitas menunjukkan apabila terjadi kenaikan biaya operasional (harga pupuk) sebesar 6,97% dan apabila terjadi penurunan benefit (harga jual lada) sebesar 10%, maka usahatani lada di desa Sungai Palah Kecamatan Galing Kabupaten Sambas layak dijalankan. Kata kunci : Analisis Kelayakan Finansial, Usahatani Lada, Desa Sungai Palah, Analisis Sensitivit
ANALISIS STRUKTUR DAN MARJIN PEMASARAN KARET DI KABUPATEN KAPUAS HULU
Karet merupakan salah satu komoditi perkebunan yang diperdagangkan secara internasional memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap penerimaan devisa negara. Marjin yang diperoleh lembaga pemasaran karet sesuai dengan karateristik pasar yang dicerminkan, salah satunya adalah prilaku pasar dan jumlah lembaga pemasaran yang terlibat langsung. Tujuan penelitian adalah menganalisis struktur pasar dan marjin lembaga pemasaran karet. Metode yang digunakan adalah metode survey yang dianalisis secara deskriptif.Untuk melihat struktur pasar digunakan analisis Indeks Herfindahl, sedangkan untuk melihat marjin digunakan analisis marjin pemasaran.Hasil penelitian menunjukkan bahwastruktur pasar yang terjadi pada lembaga pemasaran karet di Kabupaten Kapuas Hulu mengarah padapasar persaingan tidak sempurna (oligopsoni). Hal ini dicerminkan oleh Indeks Herfindahl (0< IH < 1), kemudian marjin pemasaran yang diperoleh berkisar antara Rp 2.000 sampai dengan Rp 2.500 per kg. Lembaga pemasaran seharusnya dapat memperoleh informasi pasar secara akurat, sehingga mengetahui saluran pemasaran karet yang lebih menguntungkan, serta perlu adanya peranan pemerintah dalammengatasi persoalan-persoalan pada perkebunan karet. Kata kunci: Karet, Marjin, Struktur Pasar, Analisis Indeks Herfindahl
Analisis Keuntungan Usaha Pembuatan Terasi Skala Rumah Tangga Di Dusun Sebangkau Desa Pemangkat Kota Kecamatan Pemangkat
ABSTRAK Terasi ialah bumbu masak yang terbuat dari olahan udang rebon melalui proses fermentasi. Usaha ini dilakukan ibu rumah tangga dalam mengatasi hasil panen udang rebon yang meningkat dan kurangnya permintaaan pasar akan udang rebon segar. Pengolahan udang rebon ini menjadi peluang usaha yang dilakukan dalam skala rumah tangga dengan teknologi dan sarana sederhana. Penelitian ini bertujuan menganalisis Pendapatan, Keuntungan, Volume Produksi, dan Efisiensi Usaha pembuatan terasi skala rumah tangga. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan lokasi penelitian ditentukan sengaja (pruporsive), yaitu di Dusun Sebangkau Desa Pemangkat Kota dengan pertimbangan daerah tersebut adalah daerah pesisir dan sentra pembuatan terasi di Kabupaten Sambas. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu rumah tangga yang melakukan usaha pembuatan terasi yaitu 29 orang responden. Menggunakan analisis Penerimaan, Keuntungan, Break Even Point dan R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan usaha pembuatan terasi skala rumah tangga denganrata–rata penerimaan Rp. 5.917.241 dan keuntungan sebesar Rp 3.846.197,- perbulan, Usaha Pembuatan Terasi di Desa Pemangkat mencapai titik impas (BEP) atas volume produksi (unit) sebesar 3.2 Kilogram, dengan penjulan sebesar Rp 177.679,- Selanjutnya dengan menggunakan R/C Ratio untuk mengukur biaya dari suatu produksi dengan kriteria R/C Ratio > 1, R/C Ratio < 1 dan R/C Ratio = 1. Hasilnya ialah R/C Ratio memperoleh nilai 2.9 yang berarti usaha tersebut efisien dan dapat dikembangkan. Kata Kunci : Usaha Pengolahan Udang Rebon, Keuntungan, BEP, R/C Rati
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS JASA PELAYANAN DI FRESH MART KOTA PONTIANAK
Abstrak Fresh mart merupakan bisnis ritel yang menjual barang kebutuhan sehari-hari dengan lokasi yang mudah dijangkau, suasana aman dan nyaman dalam berbelanja, tidak kesulitan memilih barang-barang yang diperlukan, kualitas barang lebih terjamin bila dibandingkan berbelanja di pasar tradisional, harga barang pasti sehingga tidak perlu ditawar dan dapat berbelanja berbagai keperluan dalam satu tempat sehingga menghemat waktu dan tenaga. Kenyataaannya Fresh mart masih kurang dalam menyempurnakan pelayanannya dengan masih terdapatnya produk yang dijual tanpa label harga, sikap karyawan yang dianggap kurang ramah, karyawan yang dinilai lama tanggap dalam menanggani keinginan konsumen, dan item produk yang kurang lengkap. Tujuan penelitian menganalisis tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas jasa pelayanan di Fresh mart Kota Pontianak. Metode Accidental Sampling digunakan pada 96 responden. Analisis data menggunakan Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengidentifikasi tingkat kepuasan konsumen atas kualitas jasa pelayanan di Fresh mart dengan menentukan tingkat kesesuaian dari atribut mutu dan prioritas perbaikan mutu (Diagram Kartesius). Hasil penelitian konsumen merasa puas dengan terdapat Sembilan atribut dari 20 atribut yang diteliti. Sembilan atribut yaitu keakuratan menimbang dan memberi label harga, keakuratan pembayaran, jaminan halal dan izin depkes, keramahtamahan karyawan, ketersediaan tanggal kadaluarsa produk, keamanan lingkungan, kenyamanan ruangan, kebersihan ruangan dan kerapian ruangan. Sehingga saran yang diperoleh adalah kelengkapan produk, label harga, jaminan halal dan izin depkes kinerjanya perlu diperbaiki agar dapat mencapai kepuasan yang optimal. Kata kunci: Importance Performance analysis (IPA), Kepuasan Konsumen, Pelayanan
KARAKTERISTIK JELLYLIANG TEH PADA BERBAGAI FORMULASI DAUN MUJE (Dicliptera chinensis)
Liang teh adalah minuman fungsional yang dibuat dari daun muje dan daun nanas kerang. Liang teh mengandung vitamin C, vitamin B, dan vitamin A, sehingga berpotensi sebagai bahan baku untuk pembuatan jelly. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi daun muje yang terbaik pada pembuatan jellyliang teh berdasarkan karakter fisikokimia dan sensori.Pembuatan liang teh menggunakan bahan baku daun nanas kerang sebanyak 40 g dan daun muje dengan berbagai formulasi, yaitu 0 g, 25 g, 50 g, 75 g, dan 100 g, sedangkan pembuatan jelly diambil dari liang teh tersebut dengan penambahan agar 10 g, asam sitrat 1,5 g, dan gula 100 g. Hasilpenelitianmenunjukkan bahwa penambahan daun mujeberpengaruh nyata terhadap pH dan total asam jelly liang teh. Formulasi terbaik adalah daun muje sebanyak 100 g yang memiliki karakter fisikokimia yaitu total padatan terlarut 19,38 °brix, kadar air 60,19 %, pH 3,53, total asam 0,34 %, dan daya tekan 1,17 kg force dengan daya tarik 8,00 mm per 4,00 detik,dan karakter sensori adalah tekstur3,49 (agak keras), keasaman 2,97 (agak asam), warna 4,34 (merah), kemanisan3,46 (manis), dan kesukaan 3,49 (suka)