Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
1262 research outputs found
Sort by
PENILAIAN TIGA MODEL INFILTRASI TERHADAP KECOCOKAN TIGA PENGGUNAAN LAHAN PADA TANAH INCEPTISOLS DESA TANJUNG BUNUT KECAMATAN TAYAN HILIR KABUPATEN SANGGAU
ABSTRAKPenelitian dilakukan di Desa Tanjung Bunut Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau, pada penggunaan lahan hutan sekunder, kelapa sawit dan lahan terbuka. Kecamatan Tayan Hilir mengalami kemajuan dalam segi pembangunan, alih fungsi lahan menjadi perkebunan, pemukiman dan industri, mempengaruhi ketersediaan air tanah dan daya serap tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses laju infiltrasi pada tiga model persamaan infiltrasi yakni Horton, Philip dan Kostiakov dalam memprediksi kecepatan proses masuknya air kedalam tanah pada tiga penggunaan lahan yaitu hutan sekunder, perkebunan kelapa sawit dan lahan terbuka menggunakan perbandingan MAE (Mean Absolute Error). Metode penelitian adalah pengambilan sampel tanah utuh dan terganggu. Parameter yang diamati pada penelitian ini meliputi tekstur, bobot isi, kadar air lapangan, porositas, permeabilitas tanah, kedalaman muka air tanah, profil tanah, C-Organik tanah dan laju infiltrasi. Setelah dilakukan uji validasi menggunakan MAE (Mean Absolute Error) didapatkan model infiltrasi pada hutan sekunder valid dengan nilai MAE 0,99 menggunakan parsamaan Horton. Model infiltrasi pada Kelapa sawit valid dengan nilai MAE 8,53 menggunakan persamaan Philip dan model infiltrasi untuk lahan terbuka dengan nilai MAE 7,25 persamaan Horton.Kata Kunci : Penggunaan lahan, Infiltrasi, MAE (Mean Absolute Error
PENGARUH KOMPOS AMPAS TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAHE MERAH PADA TANAH GAMBUT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos ampas tebu terhadap pertumbuhan dan hasil jahe merah pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di di Pontianak pada bulan Maret sampai Juni 2015, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan kompos tebu, yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu P0 (0 ton/ha), P1 (10 ton/ha), P2 (15 ton/ha), P3 (20 ton/ha), P4 (25 ton/ha), P5 (30 ton/ha). Masing – masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun, jumlah anakan per rumpun dan berat segar rimpang (g). Hasil penelitian menunjukkan kompos ampas tebu berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah daun minggu ke-12 dan 16, jumlah anakan per rumpun dan berat segar rimpang. Dosis terbaik kompos ampas tebu untuk pertumbuhan dan hasil jahe merah di tanah gambut adalah 25 ton/ha
PENGARUH PEMBERIAN LUMPUR PADAT KELAPA SAWIT DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI EDAMAME PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING
Pengembangan budidaya tanaman kedelai edamame di tanah podsolik merah kuning sering dihadapkan pada kendala sifat fisik dan kimia tanah yang kurang baik. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan penambahan bahan organik berupa lumpur padat kelapa sawit dan pupuk NPK yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi pemberian lumpur padat kelapa sawit dan pupuk NPK serta mengetahui dosis lumpur padat kelapa sawit dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Manggis, Kelurahan Roban, Kota Singkawang Tengah, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung selama 3 bulan mulai dari tanggal 01 Agustus sampai 05 November 2022. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial sebagai rancangan dasar yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu lumpur padat kelapa sawit (S) yang tediri dari 3 taraf perlakuan: s1=15 ton/ha, s2=30 ton/ha, s3= 45 ton/ha dan faktor kedua yaitu pupuk NPK (N) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan: n1= 150 kg/ha, n2= 300 kg/ha, n3= 450 kg/ha. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapat 9 kombinasi. Variabel yang diamati dalam penelitian ini berupa: tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman, berat polong per tanaman, berat polong per petak, umur berbunga, dan umur panen. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh interaksi lumpur padat kelapa sawit dan pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame di tanah podsolik merah kuning. Pengaruh lumpur padat kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 5 MST, jumlah polong pertanaman, berat polong pertanaman dan berat polong per petak. Pengaruh pupuk NPK 16:16:16 berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame di tanah podsolik merah kuning. Pemberian lumpur padat kelapa sawit dengan dosis 30 ton/ha dan pupuk NPK 16:16:16 dengan dosis 150 kg/ha merupakan dosis yang efisien untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah podsolik merah kuning
SUBSTITUSI TAPIOKA OLEH PATI BIJI DURIAN DALAM PEMBUATAN NUGGET AYAM : KAJIAN KARAKTERISTIK SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORI
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kadar substitusi tapioka oleh pati biji durian yang terbaik dalam pembuatan nugget ayam melalui kajian karakteristik sifat fisikokimia dan sensori. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor perlakuan yaitu substitusi tapioka oleh pati biji durian (D) yang terdiri dari lima perlakuan yaitu substitusi 0 g, 50 g, 100 g, 150 g, 200 g. Variabel pengamatan meliputi kadar air, kadar lemak, kadar protein, kadar abu, kadar karbohidrat dan uji sensori. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan uji F (ANOVA), jika berpengaruh nyata, dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur dengan taraf 5 %. Uji sensori menggunakan metode Kruskal-Wallis selanjutnya untuk mendapatkan hasil terbaik dilakukan uji indeks efektifitas. Hasil penelitian pembuatan nugget ayam yang menghasilkan perlakuan terbaik adalah nugget ayam 50 g pati biji durian. Nugget ayam yang dihasilkan memiliki karakter fisikokimia : kadar air 45,90%, kadar lemak 17,20%, kadar protein 22,90%, kadar abu 0,99%, kadar karbohidrat 13,79%, rasa 3,84 (enak), warna 3,67 (kuning), kekenyalan 3,20 (kenyal), kesukaan 3,76 (suka). nugget ayam, fisikokimia, sensori, substitusi, pati biji durian
PERSEPSI ANGGOTA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KUD “SEPUDAK” DI DESA GALING KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS
ABSTRAK Koperasi Unit Desa “SEPUDAK” merupakan salah satu KUD yang didirikan dengan tujuan untuk memajukan kesejahteraan ekonomi dan kegiatan usaha anggota dan jajarannya.Akantetapisaatini KUD “SEPUDAK” menghadapikendaladalampengembangannya, baikdarisumberdayamanusia (SDM) dan,sumberdaya modal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi anggota tertadap kualitas pelayanan KUD “SEPUDAK” di Desa Galing Kecamatan Galing Kabupaten Sambas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (porpusive sampling) yaitu di Desa Galing dengan pertimbangan bahwa Desa Galing merupakan tempat berdirinya KUD “SEPUDAK” dan merupakan KUD yang memegang peranan utama dalam menyalurkan sarana produksi pertanian. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 responden dari 255 populasi yang rata-rata anggotanya adalah petani. Hasil penelitian tentang persepsi anggota terhadap kualitas pelayanan yang di analisis berdasarkan lima dimensi. Terdapat empat dimensi menunjukkan kategori kurang baik dengan rata-rata skor masing-masing dimensi yakni: dimensi bukti langsung sebesar 75 persen, dimensi kepedulian sebesar 72,68 persen, dimensi kehandalan sebesar 63,57 persen, dan dimensi daya tanggap sebesar 70,5 persen, sedangkan untuk dimensi jaminan berada dalam kategori baik dengan skor sebesar 78 persen. Kata Kunci : Persepi, Kualitas Pelayanan, KUD “SEPUDAK
RESPON TOMAT TERHADAP PEMBERIAN ABU KAYU DAN PUPUK KANDANG AYAM PADA TANAH GAMBUT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik pemberian abu kayu dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat di tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di Kota Pontianak, mulai bulan Juli sampai Oktober 2013. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Perlakuan pertama adalah abu kayu yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 10,44 ton/ha, 16,60 ton/ha, dan 22,70 ton/ha. Perlakuan kedua, pupuk kandang ayam juga terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 10 ton/ha, 15 ton/ha, dan 20 ton/ha. Ada 9 kombinasi perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, bobot kering tanaman, jumlah tandan bunga per tanaman, jumlah buah per tandan, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, dan bobot per buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu kayu dengan dosis 16,60 ton/ha memberikan hasil terbaik terhadap volume akar, jumlah buah per tandan, jumlah buah per tanaman, dan bobot buah per tanaman. Pemberian pupuk kandang ayam dengan dosis 10 ton/ha, 15 ton/ha, dan 20 ton/ha pada media tanah gambut menghasilkan pertumbuhan dan hasil tomat yang relatif sama terhadap semua variabel pengamatan. Kata kunci : Tomat, abu kayu, pupuk kandang ayam, tanah gambut
PENGARUH PEMBERIAN LIMBAH IKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI PADA TANAH GAMBUT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pemberian limbah ikan yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil optimal tanaman kedelai di tanah gambut dan dilaksanakan di lahan Jl. Kom Yos Soedarso, Pontianak Barat dari tangga 23 Maret 2013 hingga 25 Mei 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu takaran limbah ikan yang terdiri dari 5 taraf (0 gram, 250 gram, 500 gram, 750 gram, dan 1000 gram). Variabel yang diamati adalah berat kering tanaman, volume akar, jumlah polong isi, berat biji kering kedelai, dan bobot 100 biji kering. Data pengamatan diolah menggunakan analisis sidik ragam dan uji lanjut BNJ5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian takaran limbah ikan berpengaruh nyata terhadap volume akar serta berat biji kering kedelai dan berpengaruh tidak nyata terhadap berat kering tanaman dan jumlah polong isi. Pemberian takaran limbah ikan sebanyak 250 gram per 10 kg media gambut menunjukkan produksi biji kering paling banyak diantara 4 taraf perlakuan lainnya
UJI KUALITAS AIR UNTUK IRIGASI DI DESA SEGARAU PARIT KECAMATAN TEBAS KABUPATEN SAMBAS
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui klasifikasi kesesuaian air untuk irigasi dengan cara melakukan uji kualitas air sungai untuk irigasi yang berada di Sub DAS Desa Segarau Parit. Dengan mengetahui klasifikasi kesesuaian air tersebut akan dapat ditentukan faktor faktor yang menjadi kendala dalam pengelolaan air irigasi untuk pertanian tersebut. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa kriteria kesesuaian air untuk irigasi yang dilakukan pada veriabel pengamatan utama seperti salinitas (DHL) nilai rata-rata pada kondisi pasang kecil 0,029 ds/m dan pada kondisi pasang besar 0,031 ds/m, Kadar boron pada kondisi pasang kecil 0,060 mg/l dan pada kondisi pasang besar 0,056 mg/l, nilai SAR pada kondisi pasang kecil 13,59 meq/l dan pada kondisi pasang besar 11,54 meq/l , dan nilai SRC pada kondisi pasang kecil -0,37 meq/l dan kondisi pasang besar -0,38 meq/l. Dan nilai variabel pendukung seperti pH air nilai rata-rata pada kondisi pasang kecil 6,09 dan pada kondisi pasang besar 6,07, Debit aliran pada kondisi pasang kecil 8,93 m³/detik dan pada kondisi pasang besar 11,34 m³/detik. Kecerahan air nilai rata-rata pada kondisi pasang kecil 24,9 cm dan pada kondisi pasang besar 22,7 cm. Nilai alkalinitas pada kondisi pasang kecil dengan nilai rata-rata 25,89 mg/l dan pada kondisi pasang besar 22,24 mg/l. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa kriteria kesesuaian air untuk irigasi yang telah dilakukan, pada variabel pengamatan Utama dan variabel pengamatan pendukung pada kondisi pasang kecil dan kondisi pasang besar tersebut masih berada didalam kriteria yang telah ditetapkan untuk penggunaan air irigasi, sehingga air yang berada Di Desa Segarau Parit dapat digunakan untuk air irigasi pertanian. Kata kunci : Kualitas air untuk irigas
ANALISIS FINANSIAL USAHA PEMBESARAN IKAN MAS (Cryprinus carpio L) DALAM KOLAM PADA PEKARANGAN DI KECAMATAN PINOH SELATAN KABUPATEN MELAWI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha pembesaran ikan Mas dalam kolam pada pekarangan Di Kecamatan Pinoh Selatan Kabupaten Melawi dari segi finansial. Penelitian ini menggunakan metode survey. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive), Teknik Pengambilan sampel dilakukan dengan sampling populasi dengan Jumlah 30 orang petani dan semuanya diambil sebagai responden. Metode analisis yang digunakan adalah 5 Kriteria Investasi yaitu Net Present Value (NPV), Net B/ C Ratio, Internal Rate of Return (IRR), Payback period (PP). Hasil Penelitian menunjukan bahwa usaha pembesaran ikan mas dalam kolam pada pekarangan Di Kecamatan Pinoh Selatan Kabupaten Melawi layak untuk diusahakan ditinjau dari aspek finansialnya, dimana NPV bernilai positif pada tingkat suku bunga 10 % yaitu Rp. 16.027.998 Net B/C Ratio adalah 1,5. IRR sebesar 11%. Dari hasil analisis Payback Period diperoleh lama pengembalian modal investasi untuk usaha pembesaran ikan Mas dalam kolam yaitu dalam waktu 1 tahun 5 bulan. Kata Kunci : Analisis Finansial, Net Present Volue (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Ratio), Internal Rate Of Return (IRR), Paybay Period (PP)
PENGARUH PEMBERIAN BAHAN ORGANIK TERHADAP HASIL PADA BEBERAPA VARIETAS UBI JALAR PADA TANAH ALLUVIAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan organik terhadap hasil empat varietas ubi jalar lokal serta interaksinya antara keduanya. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 2 Februari 2014 sampai tanggal 2 Mei 2014 di kebun percobaan yang terletak di Desa Parit Lintang Kecamatan Salatiga. Waktu penelitian selama 3 bulan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor 1 yaitu jenis varietas ubi jalar lokal yang ditempatkan sebagai mainplot terdiri dari ubi jalar oranye ( v1), ubi jalar kuning ( v2), ubi jalar putih ( v3), ubi jalar ungu ( v4). Faktor 2 sebagai subplot yaitu jenis bahan organik terdiri dari pupuk kotoran ayam (b1), pupuk kotoran sapi (b2), pupuk kotoran kambing (b3). Dosis penggunaan bahan organik yaitu pupuk kotoran ayam 30,30 kg/petak, pupuk kotoran sapi 15,31 kg/ petak, pupuk kotoran kambing 14 kg/petak. Setiap perlakuan terdiri dari 3 tanaman sampel. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi jumlah umbi pertanaman, jumlah umbi perpetak, berat umbi pertanaman (g), berat umbi perpetak (g), diameter umbi pertanaman (cm). Hasil penelitian menunjukan pemberian bahan organik dan penggunan varietas ubi jalar dapat meningkatkan hasil tanaman ubi jalar pada tanah alluvial. Pemberian bahan organik pupuk kotoran ayam dengan dosis 30,30 kg/petak merupakan perlakuan terbaik yang memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap berat umbi perpetak, diameter umbi pertanaman, sedangkan perlakuan penggunaan varietas ubi jalar ungu dan putih merupakan varietas yang terbaik terhadap variabel jumlah umbi pertanaman. Kata kunci : Bahan Organik, Tanah Alluvial ,Varietas,