Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    pengaruh pupuk kandang sapi dan kapur terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah gambut

    No full text
    PENGARUH PUPUK KANDANG SAPI DAN KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH GAMBUT Darmono Lbn Gaol (1), Eddy Santoso (2), Nurjani (2) (1) Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang sapi dan kapur yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah gambut. Dilaksanakan di rumah plastik dan dimulai pada tanggal 23 Mei sampai 16 Agustus 2013. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu pupuk kandang sapi (P) yang terdiri dari 3 taraf yaitu p1 (250 g/polybag), p2 (500 g/polybag), dan p3 (750 g/polybag). Faktor kedua yaitu dosis kapur (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu k1 (80,25 g/polybag), k2 (110 g/polybag), k3 (140 g/polybag). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 4 sampel, sehingga terdapat 27 satuan perlakuan dan 108 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi dan kapur pada penelitian ini berpengaruh tidak nyata terhadap volume akar (cm3), luas daun (cm2), berat kering tanaman (g), berat krop (g), dan diameter krop (cm), tetapi pada variabel diameter krop hanya interaksi antara pupuk kandang sapi dosis 500 g dan kapur dosis 80,25 g yang berbeda nyata. Kata kunci : Kapur, Kubis Bunga, Pupuk Kandang Sapi, Tanah Gambu

    RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KAILAN TERHADAP PENGGUNAAN PUPUK KASCING PADA TANAH ALUVIAL

    No full text
    Kailan merupakan salah satu jenis sayuran yang digemari konsumen dan mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi. Penanaman kailan pada tanah aluvial dihadapkan pada sejumlah kendala, yaitu tingkat kemasaman tanah tinggi, struktur tanah yang kurang baik, dan kandungan bahan organik rendah. Salah satu jenis pupuk organik untuk mengatasi masalah ini adalah pupuk kascing. Pupuk kascing adalah pupuk yang berasal dari bahan organik yang telah divermi kompos oleh cacing tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik pupuk kascing terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kailan pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor, terdiri dari 6 taraf perlakuan, dan 4 kali ulangan. Penelitian dilakukan pada bedengan berukuran 100cm x 100 cm, sehingga terdapat 24 bedengan. Setiap bedengan terdiri dari 16 tanaman, sehingga jumlah tanaman keseluruhan adalah 384 tanaman kailan. Perlakuan pupuk kascing yang digunakan adalah pada dosis 0 ton/ha, 5 ton/ha, 10 ton/ha, 15 ton/ha, 20 ton/ha, dan 25 ton/ha. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman, volume akar, bobot kering tanaman, dan produksi per bedengan. Pemberian pupuk kascing pada tanah aluvial berpengaruh nyata pada variabel bobot segar tanaman, volume akar, dan bobot kering tanaman, namun berpengaruh tidak nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, dan produksi per bedengan. Pemberian kascing pada tanah aluvial dengan dosis 20 ton/ha adalah dosis terbaik pada penelitian ini. Kata kunci : Aluvial, Kailan, Kascin

    Analisis Efisiensi Pemasaran Buah Semangka Di Desa Sarang Burung Kolam Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas

    No full text
    Semangka merupakan salah satu jenis komoditas holtikultura yang banyak disukai masyarakat. Salah satu daerah sentral produksi semangka adalah di Desa Sarang Burung Kolam Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas. Tujuan peneliti adalah untuk mengetahui saluran pemasaran yang paling efisien, mengetahui besarnya keuntungan dari masing-masing lembaga pemasaran dan mengetahui fungsi dari setiap lembaga pemasaran yang terlibat dalam proses pemasaran buah semangka di Desa Sarang Burung Kolam Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Pengambian data responden sebanyak 31 responden yaitu 23 responden dari petani semangka, 3 responden pedagang pengumpul, 4 responden pedagang pengecer dan 1 responden pedangang besar dari keseluruhan petani dan pedagang dilokasi tempat penelitian. Alat analisis yang digunakan Farmerʼs share, margin pemasaran dan profitability index.Pemilihan lokasi di Desa Sarang Burung Kolam Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas. Hasil penelitian menunjukan bahwa saluran pemasaran I buah semangka efisien, yang ditandai dengan Farmer's share yang lebih besar dari margin pemasaran. Sedangkan saluran pemasaran II untuk kelas A memiliki nilai persentase Farmer's share yang sama besarnya dengan nilai margin pemasaran, untuk kelasa B saluran pemasarannya dinilai efisien, yang ditandai dengan niai persentase Farmer's share yang lebih besar dari margin pemasaran. Sedangkan untuk saluran pemasaran III untuk kelas A belum efisien, yang ditandai nilai persentase Farmer's share lebih rendah dari nilai persentase margin pemasaran. Pada saluran pemasaran I untuk kelas A dan B persentase Farmer's share sebesar 100%. Dan saluran II untuk kelas A persentase Farmer's share sebesar 50%, kelas B sebesar 52%. Sedangkan untuk saluran pemasaran III untuk kelas A  persentase Farmer's share sebesar 41,67 %. Margin pemasaran terbesar pada saluran I kelas B yaitu sebesar 86,11% jika dibandingkan dengan saluran pemasaran laingnya. Apabila dilihat dari segi keuntungan, maka keuntungan tertinggi terletak pada saluaran pemasaran I kelas A sebesar Rp 4.179,1 /Kg.   Kata Kunci : Efisiensi Pemasaran, Margin Pemasaran, Farmer's share dan Profitability index

    EFEKTIVITAS HERBISIDA CAMPURAN CYHALOFOP-BUTYL DAN PYRIBENZOXIM TERHADAP GULMA Spenochlea zeylanica, Leptochloa chinensis, dan Fimbristylis milliacea

    Full text link
    Pencampuran herbisida dengan dua atau lebih jenis bahan aktif dapat memperluas spektrum pengendalian gulma. Campuran herbisida satu bahan aktif dengan bahan aktif yang lain dapat menunjukkan respons yang bersifat antagonis atau tidak antagonis. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat efektivitas herbisida campuran berbahan aktif cyhalofop-butyl dan pyribenzoxim terhadap gulma Spenochlea zeylanica, Leptochloa chinensis, dan Fimbristylis milliacea. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober – Desember 2021 di rumah plastik dan Laboratorium Pestisida Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan beberapa taraf dosis perlakuan dan diulang 5 kali. Perlakuan herbisida cyhalofop-butyl 100 g/l EC diuji pada dosis (0; 1,875; 3,75; 7,5; 15; 30; 50) l/ha, herbisida pyribenzoxim 50 g/l EC diuji pada dosis (0; 4; 8; 16; 32; 64) l/ha, dan herbisida campuran cyhalofop-butyl dan pyribenzoxim 60/25 g/l EC diuji pada dosis (0; 1,875; 3,75; 7,5; 15; 30) l/ha. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam dan analisis probit menggunakan program SAS dilanjutkan dengan perhitungan indeks kombinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa herbisida campuran cyhalofop-butyl dan pyribenzoxim efektif dalam mengendalikan gulma Spenochlea zeylanica dimulai pada dosis 3,75 l/ha (P2) dengan persen kematian 60,48%, gulma Leptochloa chinensis dimulai pada dosis 1,875 l/ha (P1) dengan persen kematian 56,92%, dan gulma Fimbristylis milliacea dimulai pada dosis 15 l/ha (P4) dengan persen kematian 58,56%. Pencampuran herbisida cyhalofop-butyl dan pyribenzoxim dengan nilai indeks kombinasi sebesar 0,85 (IK ≤ 1) sehingga kedua jenis herbisida campuran tersebut bersifat tidak antagonis

    RISK IDENTIFICATION IN INCREASING THE ADDED VALUE OF KERUPUK AMPLANG AT KETAPANG DISTRICT

    No full text
    The obstacles faced by IKM that want to add value to similar products are increasingly complex, especially the amplang IKMs in Ketapang Regency. In order to have good competitiveness with various problems, it is necessary to have an elaboration of value-added improvement activities. then survey activities were carried out to find 9 IKMs, then compiled a questionnaire by making closed questions to Amplang IKM owners by violating the restrictions during production activities. on production risks such as machine breakdown, work environment discomfort, work accidents and requests such as contracts not going according to plan, demand for amplang fluctuates, competitors for amplang products. Furthermore, researchers seek to formulate several methods from experts in mitigating risk, namely using FMEA calculations so that they can prioritize the highest risk, namely the demand for ampalng which fluctuates by 28.87 because the IKM predicts orders from big holidays, using the ordering method via Whatsapp media, when Currently, IKM is trying to use social media, but it is difficult to access because using Google Mail which seems complicated, so IKM continues to use Whatsapp media as well as promotional media

    PENGARUH KNO3 DAN PACLOBUTRAZOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA LAHAN SULFAT MASAM

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paclobutrazol dan pupuk KNO3 terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan sulfat masam. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai kakap, Kabupaten Kubu  Raya, dimulai sejak  5 September 2022 -  5 Januari 2023. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pola Split Block faktorial yang terdiri dari 3 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian paclobtrazol yang terdiri dari 3 taraf konsentrasi yaitu: 0, 750, dan 1500 ppm, sedangkan faktor kedua adalah pemberian pupuk KN03 dengan 3 taraf dosis yaitu 4, 8, 12 g/tanaman. Variabel yang diamati tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, diameter batang, berat tongkol dengan kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, jumlah baris per tongkol, dan diameter tongkol. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa Pemberian Paclobutrazol dan KNO3 berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil jagung pada lahan sulfat masam. Secara mandiri pemberian paclobutrazol dapat menekan pertumbuhan memanjang (tinggi tanaman, panjang daun), memperlebar daun serta memperbesar diameter batang, namun tidak mempengaruhi hasil tanaman (berat tongkol tanpa kelobot). Pemberian paclobutrazol 0 ppm dan KNO38g/tanaman setara dengan 400 kg/ha memberikan pertumbuhan dan hasil jagung manis terbaik pada lahan sulfat masam

    RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL GAMBAS TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK KOTORAN AYAM DAN PUPUK NPK PADA MEDIA GAMBUT

    Full text link
    Penggunaan tanah gambut sebagai media tanam dihadapkan masalah yaitu pH rendah dan kurang tersedianya unsur hara yang dibutuhkan tanaman sehingga perlu dilakukan penambahan unsur hara dengan pemberian kombinasi pupuk kotoran ayam dan NPK. Tujuan penelitian untuk mendapatkan kombinasi dosis pupuk kotoran ayam dan NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman gambas pada media gambut. Penelitian dimulai dari tanggal 11 Mei sampai 24 Juli 2022 dan dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 pelakuan kombinasi pupuk kotoran ayam dan NPK diulang 4 kali sehingga jumlah seluruhnya yaitu 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu r1 = Pupuk kotoran ayam 10 ton/ha + NPK 300 kg/ha, r2 = Pupuk kotoran ayam 15 ton/ha + NPK 250 kg/ha, r3 = Pupuk kotoran ayam 20 ton/ha + NPK 200 kg/ha, r4 = Pupuk kotoran ayam 25 ton/ha + NPK 150 kg/ha, r5 = Pupuk kotoran ayam 30 ton/ha + NPK 100 kg/ha. Variabel yang diamati adalah volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah pertanaman, diameter buah, panjang buah, berat perbuah dan berat buah pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai kombinasi pupuk kotoran ayam dan pupuk NPK memberikan hasil sama terhadap jumlah buah/pertanaman, diameter buah, panjang buah dan berat buah perbuah tanaman gambas. Pemberian kombinasi pupuk kotoran ayam 25 ton/ha + NPK 150 kg/ha dapat mengurangi pupuk NPK sebesar 50 kg/ha pada berat buah pertanaman gambas

    PENGARUH PEMBERIAN MIKORIZA DAN FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALUVIAL

    Full text link
    Budidaya kedelai edamame di Kalimantan Barat masih dihadapkan pada sejumlah kendala diantaranya yaitu kurangnya lahan subur yang dapat menunjang produksi kedelai edamame salah satunya yaitu tanah aluvial. Namun tanah aluvial memiliki beberapa kekurangan seperti pH yang rendah, kurangnya unsur P dan K Adanya infeksi koloni FMA pada perakaran tanaman mampu meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara yang terjerap didalam tanah secara efisien dan maksimal khususnya unsur hara P. Fosfor(P) memiliki peran yang esensial artinya keberadaannya tidak dapat digantikan oleh unsur hara lain, oleh karena itu kecukupan hara P ini harus terpenuhi agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hasil terbaik pemberian FMA dan Fosfat terhadap kedelai edamame pada media tanam aluvial. Penelitian ini berlangsung sejak 10 Oktober sampai 31 Desember 2022, dilaksanakan di Jl. Raya Kalimas Hulu, Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan secara faktorial dengan pola Split-plot Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama sebagai petak utama yaitu FMA (M) yang meliputi, m0 : tanpa pemberian FMA ; m1 : dengan pemberian FMA 20 g/tanaman. Faktor Kedua sebagai petak anakan yaitu Fosfat (P) yang meliputi, p1 : SP-36 250 kg/ha » 100% Rekomendasi pemupukan; p2 : SP-36 125 kg/ha » 50% Rekomendasi pemupukan; p3 : SP-36 62,5 kg/ha » 25% Rekomendasi pemupukan. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong pertanaman, berat polong pertanaman dan persentase infeksi akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pemberian FMA dan Fosfat 125 kg/ha memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 2 MST, interaksi pemberian FMA dan Fosfat 62,5 kg/ha memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 4 MST dan berat kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian FMA dengan penggunaan Fosfat sebesar 62,5 kg/ha atau setara dengan 25% rekomendasi pemupukan fosfat pada kedelai edamame mampu memberikan hasil yang setara dengan penggunaan Fosfat sebesar 250 kg/ha atau setara dengan 100% rekomendasi pemupukan fosfat pada kedelai edamam

    IMPACTS OF FOREST CONVERSION TO CROPLAND ON VILLAGES DEVELOPMENT CASE OF HUTAN PROTECTED FOREST PINANG LUAR – KUBU RAYA DISTRICT

    No full text
    Forest conversion activities into non forestry purposes impacts on decreasing of forest function as a main role sustainable development, especially as water regulators and as carbon storage. Therefore, deforestation not only causes a direct loss of forest habitat but also leads to indirect impacts as ecosystem services deteriorate or fail.  Forests provide ecosystem services that include the regulation of weather and climate at local, regional and even global levels.  Existence of protected forest Pinang Luar  ± 3.228 acres take an important part and people living in the area has a high dependency on the forest. Farming activities become a treat to the forest and their indications show that cropland and palm estate already in the forest area. Land cover changes in protected forest Pinang luar at 2003 – 2012 impacts on villages at ring 1 area hierarchy decrease cause by population growth are not followed by the additional of infrastructures in economy, health and education. It is also caused by land conversion that occurred in the protected forest Pinang Luar. In the period 2003 - 2012, the villages directly affected (ring 1) have a level area hierarchy is much worse compared to villages that are not directly affected (Ring 2). And it affected to the development of the villages in the ring 2 which is better than the village at ring 1. These conditions happen because at the village in ring 1 change only on land not on the impact on the level of development that could affect the region hierarchy. This is in contrast with the ring 2 villages where the changes occur not only on land but also on its impact on the development so as to enhance the region hierarchy in ring 2 villages. Key words : Forest conversion, Hierarchy Level, Ring 1 Village, Ring 2 Village

    PENGARUH INVESTASI DAN TENAGA KERJA TERHADAP PDRB SEKTOR PERTANIAN DI KALIMANTAN BARAT

    No full text
    Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa rendahnya jumlah investasi sektor pertanian yang ada di Kalimantan Barat dan juga sangat fluktuatif jumlah tenaga kerja sektor pertanian sedangkan pada kenyataannya sektor pertanian merupakan sektor riil penyumbang jumlah PDRB terbesar dibanding sektor lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tenaga kerja, investasi: realisasi Penanaman Modal Asing, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto sektor pertanian Provinsi Kalimantan Barat selama kurun waktu 1997-2012. Penelitian ini menggunakan data runtut waktu tahun 1997-2012 dan menggunakan analisa regresi Ordinary Least Square (OLS) dengan EVIEWS 7 hasil analisis menunjukkan bahwa tenaga kerja, investasi swasta (PMA dan PMDN) memberi dampak positif terhadap perkembangan PDRB sektor pertanian di provinsi Kalimantan Barat.  Sebagai upaya meningkatkan PDRB sektor pertanian Provinsi Kalimantan Barat maka diperlukan kebijakan mendorong minat berinvestasi di daerah. Pengembangan usaha sebaiknya diarahkan pada kegiatan yang bersifat padat karya agar mampu menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin. Agar tercapainya peningkatan PDRB sektor pertanian yang baik, dan pertumbuhan ekonomi  serta peningkatan pendapatan perkapita masyarakat.       Kata kunci : investasi PMA dan PMDN, tenaga kerja, PDR

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇