Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
1262 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH LENGKENG YANG TELAH DISIMPAN DENGAN MENGGUNAKAN MOISTURIZING KNO3
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh moisturizing KNO3 dalam meningkatkan viabilitas benih lengkeng yang sudah mengalami penyimpanan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Klimatologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Waktu penelitian selama 2 bulan. Penelitian ini menggunakan percobaan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) tunggal yang terdiri 7 perlakuan dengan 4 ulangan, setiap perlakuan terdiri dari 20 benih lengkeng. Perlakuan A ( Kontrol simpan tanpa moisturizing ), B ( Kontrol moisturizing aquades ), C ( Moisturizing KNO3 1 %), D ( Moisturizing KNO3 2 %), E ( Moisturizing KNO3 3 %), F ( Moisturizing KNO3 4 %), T ( Kontrol langsung tanam tanpa disimpan ) .Variabel yang diamati dalam penelitian ini, yaitu kadar air, daya berkecambah, keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh, indeks vigor. Perlakuan dengan cara moisturizing menggunakan KNO3 mulai dari konsentrasi 2% sudah mampu untuk meningkatkan DB, KCT, KST terhadap benih lengkeng yang sudah disimpan selama dua hari . Moisturizing KNO3 dengan konsentrasi 2% efektif dalam meningkatkan KST benih, konsentrasi 3% efektif meningkatkan DB, KCT. Semua cara Moisturizing dapat meningkatkan KA benih lengkeng yang telah disimpan selama dua hari. Kata kunci: Benih lengkeng, Kelembaban,Konsentrasi KNO3, Lama penyimpana
PENGARUH KOMPOS LIMBAH SAGU DAN FUNGI Mikoriza Arbuskula TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT PADA TANAH ULTISOL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos limbah sagu dan FMA terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah ultisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor dengan faktor pertama adalah dosis kompos limbah sagu (K) terdiri dari empat level dan faktor kedua adalah FMA (M) yang terdiri dari dua level sehingga terdapat 8 kombinasi perlakuan. Kombinasi perlakuan yang dimaksud adalah k0m0 (tanpa kompos limbah sagu + tanpa FMA), k0m1 (tanpa kompos limbah sagu + FMA), k1m0 ( 556 gram kompos limbah sagu + tanpa FMA), k1m1 (556 gram kompos limbah sagu + FMA), k2m0 (1214 gram kompos limbah sagu + tanpa FMA), k2m1 (1214 gram kompos limbah sagu + FMA), k3m0 (1872 gram kompos limbah sagu + tanpa FMA), k3m1 (1872 gram kompos limbah sagu + FMA) Variabel yang diamati adalah volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah, berat buah (g), persentase akar terinfeksi (%). Penelitian dilaksanakan mulai Juni hingga September 2014 di lapangan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos limbah sagu dan FMA memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan tanaman tomat yaitu pada volume akar dan berat kering tanaman. Pemberian kompos limbah sagu dengan dosis 556 g/10 kg media setara dengan 5 % bahan organik memberikan pengaruh yang efektif terhadap jumlah buah dan dosis 1214 g/10 kg media memberikan pengaruh yang efektif terhadap berat buah tanaman tomat. Kompos limbah sagu 1872 g/10 kg media setara dengan 15% bahan organik dan FMA memberikan hasil persentase infektifitas akar tertinggi yaitu 87,33%. Kata kunci : Kompos limbah sagu, FMA, Ultisol, Tomat
PENGARUH KOMPOS LIMBAH SAGU DENGAN DEKOMPOSER Trichoderma harzianum TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PADA TANAH ALUVIAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos limbah sagu dengan dekomposer Trichoderma harzianum terhadap pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah aluvial dan mengetahui dosis kompos limbah sagu dengan dekomposer Trichoderma harzianum yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah aluvial. Penelitian berlangsung dari tanggal 15 Juli 2013 sampai dengan 24 Agustus 2013. Penelitian dilaksanakan di Jalan Tanjung Raya 2 komplek Villa Parma B. 20 Kecamatan Pontianak Timur. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan, 5 ulangan dan setiap ulangan terdapat 4 sampel tanaman. Perlakuan sebagai berikut : S0 (Tanpa kompos limbah sagu), S1 (805 g kompos limbah sagu / 8 kg tanah), S2 (1.197 g kompos limbah sagu / 8 kg tanah), S3 (1.589 g kompos limbah sagu / 8 kg tanah), S4 (1.981 g kompos limbah sagu / 8 kg tanah). Variabel pengamatan terdiri dari jumlah daun (helai), kehijauan daun (Spad Unit), luas daun (cm2), berat kering tanaman (g), berat segar tanaman (g), berat segar umbi (g), diameter umbi (cm), panjang umbi (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos limbah sagu dengan dekomposer Trichoderma harzianum berpengaruh nyata terhadap luas daun, berat kering tanaman, jumlah daun minggu ke-4 dan ke-6, berat segar tanaman, berat segar umbi, panjang umbi dan diameter umbi dan tidak berpengaruh nyata terhadap kehijauan daun dan jumlah daun minggu ke-2 setelah tanam. Secara umum, kompos limbah sagu dengan dosis 805 g/8 kg tanah merupakan dosis yang paling efisien pada penelitian ini tetapi nilai rerata yang tertinggi pada semua variabel yang diamati dihasilkan tanaman lobak dengan pemberian kompos limbah sagu dosis 1.981 g/8 kg tanah. Kata kunci: Aluvial , Kompos Limbah Sagu, Lobak, Trichoderma harzianu
PENGARUH KOMPOS TANKOS KELAPA SAWIT DAN AZOTOBACTER TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING
Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan kantor BPP Kabupaten Bengkayang. Waktu penelitian berlangsung dari Juli 2021 sampai November 2021. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos TKKS dan Azotobacter terhadap pertumbuhan hasil jagung pada PMK serta untuk mendapatkan perlakuan terbaik dari aplikasi kompos TKKS dan Azotobacter terhadap pertumbuhan jagung pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan rancangan Petak Terbagi (Split plot) dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama penggunaan Azotobacter yang terdiri dari 2 taraf perlakuan sebagai petak utama, yaitu : a0 =tanpa Azotobacter dan a1 = dengan Azotobacter. Faktor kedua adalah dosis kompos TKKS yang terdiri dari 4 taraf perlakuan sebagai anak petak, yaitu k0 = tanpa kompos TKKS, k1 = kompos TKKS 3 ton/ha, k2 =kompos TKKS 6 ton/ha, dan k3 = kompos TKKS 9 ton/ha. Perlakuan di ulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 24 unit percobaan. Variabel pegamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang tongkol, jumlah baris per tongkol, berat tongkol kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, dan berat biji kering per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Azotobacter belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung pada tanah Podsolik Merah Kuning dan pemberian kompos TKKS dosis 6 ton/ha dapat meningkatkan tinggi tanaman dan diameter batang tanaman jagung pada tanah Podsolik Merah Kuning
PENGARUH BOKASI KIRINYU DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH ALUVIAL
Kubis bunga (Brassica oleraceae var. botrytis L) merupakan tanaman hortikultura yang memiliki potensi untuk dibudidayakan di Kalimantan Barat. Pemberian bahan organik pada tanah aluvial untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan menyerapan unsur hara serta air bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis interaksi terbaik bokasi kirinyu dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah aluvial. Penelitian dimulai dari tanggal 13 September 2022 hingga 15 November 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yaitu : perlakuan pemberian bokasi kirinyu (a) terdiri dari 3 taraf yaitu : a1 = 10 ton/ha, a2 = 20 ton/ha, a3 = 30 ton/ha dan perlakuan pemberian pupuk kalium (b) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : b1 = 200 kg/ha, b2 = 300 kg/ha, b3 = 400 kg/ha. Masing–masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap perlakuanya terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga terdapat 108 sampel unit pengamatan dalam penelitian. Variabel-variabel yang diamati meliputi : jumlah daun (helai), volume akar (3), berat kering tanaman (g), berat krop (g), dan diameter krop (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi kirinyu 20 ton/ha dan pupuk kalium dosis 400 kg/ha dapat meningkatkan variabel tertinggi dibaningkan perlakuan lainnya yaitu hasil rerata volume akar 34,67 cm3, berat kering 41,30 g, berat bunga 504,44 g dan diameter bunga 18,92 cm tanaman kubis bunga pada tanah aluvial
PENGARUH KOMBINASI AB MIX DAN POC TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA SECARA HIDROPONIK WICK SYSTEM
Peningkatan pertumbuhan dan produksi tanaman selada pada sistem hidroponik dengan pengaplikasian kombinasi AB Mix dan POC dapat membantu meminimalisir penggunaan pupuk AB Mix yang merupakan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi AB mix dan POC terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada secara hidroponik wick system. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 14 Juli – 8 September 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 8 taraf perlakuan dengan 3 ulangan. Masing-masing ulangan terdiri dari 4 sampel. Jadi total keseluruhan yang diperoleh 96 tanaman. Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari 100% AB mix, 90% AB mix + 10% POC, 80% AB mix + 20% POC, 70% AB mix + 30% POC, 60% AB mix + 40% POC, dan 50% AB mix + 50% POC, 40% AB mix + 60% POC, 30% AB mix + 70% POC. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi perlakuan dari kombinasi AB Mix dan POC berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan berat segar tanaman namun berpengaruh tidak nyata terhadap volume akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi AB Mix dan POC yang menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang terbaik pada tanaman selada adalah 80% AB Mix + 20% POC.Kata Kunci : Hidroponik, Kombinasi AB Mix dan POC, Selad
PENGARUH PEMBERIAN ABU KAYU DAN PUPUK KCL PADA TANAMAN LOBAK KULTIVAR CHERRY BELLE DI TANAH ALUVIAL
Lobak Kultivar Cherry belle adalah tanaman yang termasuk dalam family Brasicaceae ini memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi sehingga sudah cukup banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Banyak sekali jenis dan varietas lobak yang dikenal oleh masyarakat, salah satu jenisnya adalah Cherry Belle yang memiliki bentuk bulat berwarna merah dengan daging berwarna putih. Tanaman lobak ini dapat dikembangkan pada berbagai jenis tanah, salah satunya adalah tanah alluvial. Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tanam seringkali dihadapkan pada berbagai permasalahan seperti sifat kimia yang memiliki kadar unsur hara yang rendah serta kadar kemasaman yang cukup tinggi. Upaya untuk meningkatkan pH tanah aluvial yang bersifat masam adalah dengan pemberian abu kayu yang dapat menggantikan fungsi kapur dan pemberian pupuk KCl yang dapat mencukupi kebutuhan unsur hara kalium yang dibutuhkan lobak. Penelitian ini dimulai sejak 2 Oktober hingga 1 Desember 2022. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Faktorial dua Faktor dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah Abu Kayu dengan 3 taraf perlakuan yaitu a₁ = 63g/polybag atau setara dengan 21 ton/ha, a₂ = 72 g/polybag atau setara dengan 24 ton/ha, a₃ = 81 g/polybag atau setara dengan 27 ton/ha dan faktor keduanya adalah pupuk KCl dengan 3 taraf yaitu k₁ = 0,75 g/polybag atau setara dengan 50 kg/ha, k₂ = 1,5 g/polybag atau setara dengan 100 kg/ha, k₃ = 2,25 g/polybag atau setara dengan 150 kg/Ha. Masing – masing perlakuan dilakukan 3 ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar tanaman dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap interaksi perlakuan yang diberikan memberikan hasil yang sama baiknya pada variabel jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar tanaman dan berat kering tanaman, sehingga efisiensi penggunaan dosis abu kayu dan pupuk KCl dalah pada perlakuan 63 g/polybag atau setara dengan 21 ton/ha dan 0,75 g/polybag atau setara dengan 50 kg/ha
PENGARUH PEMBERIAN KOTORAN AYAM TERHADAP KETERSEDIAAN N, P, K DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS PADA TANAH GAMBUT
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kotoran ayam terhadap reaksi tanah, nitrogen total tanah, fosfor tersedia tanah, kalium tersedia tanah dan hasil tanaman jagung manis pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percontohan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak selama 6 bulan mulai bulan maret sampai agustus 3013. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Yang terdiri dari 7 perlakuan yaitu: A0 tanpa kotoran ayam, A1 (60 gram/polybag), A2 (120 gram/polybag), A3 (180 gram/polybag), A4 (240 gram/polybag), A5 (300 gram/polybag), A6 (360 gram/polybag). Adapun Variabel pengamatan pada penelitian ini terdiri dari Reaksi (pH) tanah, nitrogen (N) total tanah, fosfor (P) tersedia Tanah, kalium (K) tersedia tanah dan hasil berat tongkol pertanaman (gram). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan kotoran ayam tidak berpengaruh nyata terhadap reaksi (pH) tanah dan nitrogen (N) total tanah, sedangkan fosfor (P) tersedia tanah, kalium (K) tersedia tanah dan berat tongkol pertanaman berpengaruh nyata denagan perlakuan kotoran ayam. Kata kunci: tanah gambut, jagung manis, kotoran ayam
PENGARUH PUPUK HAYATI PGPR DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI PADA TANAH PMK
Peningkatan produksi kedelai di Kalimantan Barat dapat dilakukan melalui penggunaan tanah marjinal Podsolik Merah Kuning (PMK). Kendala sifat fisik tanah dapat diperbaiki dengan pemberian pupuk hayati PGPR dan pupuk kandang ayam sebagai amelioran dan pengikat hara yang akan digunakan tanaman ketika membutuhkan unsur hara, kemudian hara dilepas perlahan sesuai kebutuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis interaksi PGPR dan Pupuk Kandang Ayam terbaik bagi pertumbuhan dan hasil kedelai pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 8 taraf perlakuan dan 3 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 4 sampel sehingga terdapat 96 tanaman. Perlakuan terdiri dari p0k1 = Tanpa PGPR dan 200 g pupuk kandang ayam, p0k2 = Tanpa PGPR dan 150 g pupuk kandang ayam, p0k3 = Tanpa PGPR dan 100 g pupuk kandang ayam, p0k4 = Tanpa PGPR dan 50 g pupuk kandang ayam, p1k1 = dengan PGPR dan 200 g pupuk kandang ayam, p1k2 = dengan PGPR dan 150 g pupuk kandang ayam, p1k3 = dengan PGPR dan 100 g pupuk kandang ayam, dan p1k4 = dengan PGPR dan 50 g pupuk kandang ayam. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, umur berbunga, berat kering tanaman, presentase jumlah bintil akar efektif, berat 100 biji kering tanaman, jumlah polong isi pertanaman, berat biji kering pertanaman, volume akar, dan eksplorasi dan karakterisasi PGPR. Hasil penelitian menunjukkan pemberian PGPR dan pupuk kandang ayam dengan dosis 150 g/polybag memberikan pertumbuhan hasil kedelai yang terbaik pada tanah Podsolik Merah Kuning
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH PORANG MELALUI MOISTURIZING EKSTRAK BAWANG MERAH
Perbanyakan tanaman porang dapat dilakukan dengan cara generatif menggunakan biji. Namun, kendala yang dihadapi perbanyakan secara generatif yaitu adanya masa dormansi pada benih porang. Upaya untuk mengatasi hal tersebut diperlukan perlakuan khusus untuk menyeragamkan dan meningkatkan viabilitas benih porang yang sedang dorman yaitu dengan metode moisturizing menggunakan ekstrak bawang merah sebagai zpt alami. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang merah terhadap peningkatan viabilitas benih porang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti adalah konsentrasi ekstrak bawang merah (B) terdiri dari 6 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang dimaksud adalah: B0 = kontrol (moisturizing menggunakan air), B1 = moisturizing 30% ekstrak bawang merah, B2 = moisturizing 45% ekstrak bawang merah, B3 = moisturizing 60% ekstrak bawang merah, B4 = moisturizing 75% ekstrak bawang merah, B5 = moisturizing 90% ekstrak bawang merah. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, panjang plumula dan panjang radikula. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa moisturizing pada benih porang yang diberi perlakuan ekstrak bawang merah maupun yang tanpa diberikan ekstrak bawang merah dapat mematahkan dormansi benih porang dan meningkatkan pertumbuhan panjang plumula dan radikula benih porang. Konsentrasi yang efektif untuk pertumbuhan plumula dan radikula benih porang yaitu pada konsentrasi 45% ekstrak bawang merah