Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    PENGARUH JUMLAH BIBIT DAN PUPUK N, P, K TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI HITAM DI TANAH ALUVIAL

    No full text
    Padi hitam merupakan salah satu jenis padi yang terdapat di Provinsi Kalimantan Barat Khususnya desa Senakin diketahui memiliki kandungan antosianin dan mengandung pigmen lebih baik dari beras merah dan beras putih serta baik untuk kesehatan manusia. Dewasa ini produksi padi di Kalimantan Barat mengalami penurunan akibat berbagai kendala, diantaranya penerapan budidaya padi yan kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi jumlah bibit dan pupuk N, P, K terhadap pertumbuhan dan hasil padi hitam di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu jumlah bibit (bibit/polybag) sebanyak 4 taraf (b1=1; b2=5; b3=10; b4=20), Faktor kedua yaitu pupuk N, P, K (dosis anjuran) sebanyak 3 taraf (p1=0,5; p2=1; p3=1,5). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan masing-masing unit perlakuan terdiri dari 3 sampel. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah per malai, berat gabah permalai. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi interaksi jumlah bibit dan pupuk N, P, K terhadap variabel jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai dan jumlah gabah per malai. Jumlah bibit berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan variabel pengamatan lainnya. Pupuk N, P, K berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai dan jumlah gabah per malai, namun berpengaruh tidak nyata terhadap variabel tinggi tanaman

    ANALISIS KUALITAS AIR PADA SALURAN IRIGASI UNTUK KEBUTUHAN PADI SAWAH DI DESA SUNGAI RADAK I KECAMATAN TERENTANG KABUPATEN KUBU RAYA

    No full text
    The research aimed to know the quality of water irrigation for paddy soil’ needs in Sungai Radak I, Terentang District, Kubu Raya Regency. The samples were conducted and observed in the field and the water was conducted in laboratory. The direct observation involved water temperature, brightness, water pH, and water discharge. The analisis conducted in laboratory observed electrical conductivity (EC), boron, alkalinity, Sodium Adsorption Ratio (SAR), Residual Sodium Carbonate (RSC), Field research was conducted to observe and take water samples in a waterway gate point which flows to the first irrigation during tidal.               According to the observation in the field it showed that the average score for water quality at high tide was water temperature 28,4oC, brightness 22,6 cm, water pH 6,83, water discharge 0,391 m3/second while at low tide was water temperature  28,7oC, brightness 26,6 cm, water pH 6,61, water discharge 0,075 m3/second. Based on laboratory result it showed that the average of water quality at high the was EC 0,017 dS/m, boron 0,004 mg/l, alkalinity 1,66 mg/l, SAR 0,6543, RSC -0,1603 meq/l while at low tide was EC 0,021 dS/m, boron 0,006 mg/l, alkalinity 2,83 mg/l, SAR 0,8001, RSC -0,1368 meq/l, base on these result the research findings showed that water quality at tidal in Sungai Radak I, Terentang District, Kubu Raya Regency was appropriate for irrigation. Key words: Water Quality, Irrigation Channel, Paddy Soil

    STUDI STATUS HARA KALSIUM DAN MAGNESIUM UNTUK TANAMAN PADI PADA LAHAN SAWAH DI DESA SEBENTE KECAMATAN TERIAK KABUPATEN BENGKAYANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg) pada tanah, rekomendasi umum hara Ca dan Mg untuk  menunjang produksi padi yang baik. Penelitian ini dilakukan di Desa Sebente Kecamatan Teriak Kabupaten Bengkayang dengan luas Persawahan Desa Sebente 5 Ha. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung dilapangan dan wawancara dengan petani, pengambilan sampel tanah diambil dari 5 petak sawah yang berbeda-beda, dalam satu petak sawah di ambil 5 titik sampel tanah dengan pengambilan sistem diagonal dan dikompositkan. Parameter pengamatan Reaksi Tanah (pH), Ca-dd, Mg-dd, C-Organik Tanah, Tekstur, Kejenuhan Basa, Kapasitas Tukar Kation. Hasil analisis pH tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat masam sampai masam, kadar kalsium (Ca) dapat dipertukarkan tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah sampai rendah, kadar magnesium (Mg) dapat dipertukarkan tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah, rendah sampai sedang, C-Organik pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah,tinggi sampai sangat tinggi, Kejenuhan Basa pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah sampai sedang, Kapasitas Tukar Kation pada lokasi penelitian tergolong rendah, sedang sampai tinggi

    POPULASI WALANG SANGIT (Leptocorisa oratorius F) DAN TINGKAT PARASITASI TELURNYA PADA BEBERAPA VARIETAS PADI DI LAHAN TADAH HUJAN

    No full text
    Walang sangit (Leptocorisa Oratorius F) merupakan hama utama yang menyerang tanaman padi. Kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan walang sangit mengakibatkan penurunan hasil dan gabah menjadi hampa. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari serangan walang sangit pada beberapa varietas padi serta jenis dan potensi parasitoid yang menyerang telur walang sangit. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan BPP Tekarang dengan tahapan pembibitan, penanaman dengan jarak 20 cm X 10 cm sistem jarwo, pemeliharaan tanaman meliputi penyiangan gulma dan penyulaman, pengambilan sampel, dan panen. Pengambilan sampel dimulai setelah tanaman padi berumur satu bulan setelah tanam kemudian diamati setiap seminggu sekali, setiap telur yang didapat dimasukkan ke dalam kantong plastik. Selain pengamatan telur dilakukan juga perhitungan populasi walang sangit pada tiap-tiap petak contoh, sampai padi mendekati panen. Telur yang telah diambil dari lapangan kemudian dipelihara di Petridish, Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Populasi walang sangit mulai muncul pada saat masa primordia dan populasi tertingggi pada varietas Situ Bagendit serta pada varietas Inpara 2 mengalami lonjakan populasi pada minggu terakhir. Jumlah telur walang sangit tertinggi pada varietas Inpara 2 dan pada varietas Situ Bagendit tidak ditemukan telur walang sangit. Persentase rerata bulir hampa tertinggi pada varietas Situ Bagendit dan terendah varietas Inpago 8. Rerata Berat 1000 biji tertinggi pada varietas Inpago 8 dan terendah varietas Situ Bagendit. Hasil panen tertinggi pada varietas Inpara 2 dan terendah pada varietas Situ Bagendit.Kata kunci : Lahan Tadah Hujan, padi, Parasitoid Telur, Walang Sangit

    ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN SELAI SRIKAYA SUKA HATI DI PONTIANAK

    No full text
    This study aims to analyze what factors influence the purchasing decisions of consumers of srikaya Suka Hati in Pontianak. The population in this study are all consumers who buy the product. Sampling is taken using the method Convenience /Accidental Sampling, with a total sample of 100 respondents. This study used survey method with factor analysis. The results of this study indicate that there are nine new factors that influence consumer purchasing decisions on the products of  srikaya Suka Hati namely product, distribution, motivation, social, perception, promotion, price, personal, and lifestyle. Keywords: Factor analysis, purchasing decision, srikaya Suka Hati

    KAJIAN FORMULASI PUREE DAGING DAN PUREE EMPULUR NANAS (ANANAS COMOSUS (L) MERR) DALAM PEMBUATAN COOKIES

    No full text
    Pineapple is one of fruit that has a specific flavor and usually consumed fresh. It also has a short shelf-life, therefore it is necessary to be diversified. Generally, cookies are made from low protein flour so that it can be formulated with other ingredients.The ingredients added are pineapple flesh puree and pineapple pith puree which has high content of fiber and beneficial for helping the digestive process. This study aimed to determine the comparison between cookies formulations which made from different levels of pineapple components puree, namely flesh and pith based on physicochemical and sensory characteristics.This study used a randomized block design (RBD) with one treatment factor, which was a comparison between flesh and pith pineapple puree consists of 6 levels.The results showed that the best cookie formulation was at 75 % puree of flesh and 25 % puree of pineapple pith with moisture content at 2.42 %, ash content at 0.99 %, crude fiber 2.54 %, texture at 0.13 %, protein content 7.1 %, fat content 35.41 %, and carbohydrate 54.56 %.The best characteristic cookies based on sensory were hardness 3.93 (quite crunchy), flavor 2.60 (less acidic), aroma 2.77 (lack of fruit aroma), color of 3.43 (quite yellow), and preference of 3.70 (quite like it).The formulation of flesh puree and pineapple pith puree that the panelists like, does not affect the overall preference for the cookies produced. keyword : pineapple, cookies, fiber, puree, formulatio

    PENGARUH KULIT PISANG KEPOK(Musa paradisiacaformatypica) DAN DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP KUALITAS NUTRISI PAKAN KELINCI BERBENTUK PELET

    No full text
    Feed is one of the most important factors for the success of a livestock business.Rabbit’s growth can be optimal when the amount as well as the quality of the feed, and the nutrient is fulfilled decently. This study aims to determine the nutritional quality of rabbit feed that is in the form of pelet combined with musa paradisiacal formatypica and carica papaya. This study had been conducted for 3 months (March - June 2018) at the laboratory of Teknologi Hasil Pertaniandan Kesuburan Tanah, agriculture department, Universitas Tanjungpura Pontianak. This study used randomized block design which are 5treatments and 5 repetitions; P1 (24% of Banana peel+ 0 % Papay leaves), P2 (18% Banana peel + 6 Papay leaves), P3 (12% Banana peel + 12 Papay leaves), P4 (6% Banana peel + 18% Papay leaves) and P5 (0% Banana peel + 24% Papay leaves). The analysis showsthat the treatment has significant effect (P<0,05) on moisture, ash, crude fat, crude protein, crude fibre and carbohydrates. The results of this study concluded that the value of the nutritional content in accordance with the needs of rabbits was obtained in treatment 4, namely 6% kepok banana peel and 18% papaya leaves. Based on the nutritional content produced, the feed can be given to adult rabbits.Keywords: Banana Peel, Papay Leaves, Proximate Analysis, Pellet

    ketersedian unsur hara makro n, p, k pada tanah sawah irigasi di dusun begasing desa sedahan jaya kecamatan sukadana kabupaten kayong utara

    No full text
    KETERSEDIAAN UNSUR HARA MACRO N, P, K  PADA TANAH SAWAH IRIGASI DI DUSUN BEGASING DESA SEDAHAN JAYA KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA Ni Made Supadmi1), Sutarman Gafur2), Ismahan Umran2) 1)MahasiswaFakultas Pertanian dan 2)Staf Pengajar jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  ketersediaan unsur hara makro N (nitrogen), P (fosfor) dan K (kalium) tanah sawah irigasi guna meningkatkan produksi padi yang lebih optimal. Penelitian dilakukan di Desa Sedahan Jaya Dusun Begasing dengan luas sampel lahan 5 ha. Setiap titik sampel luasnya 1 ha dibagi menjadi 5 titik sub sampel dan sampel tanah diambil pada kedalaman 0-20 cm kemudian dikompositkan. Sampel tanah dianalisis di Laboratorium Sifat Kimia dan Kesuburan Tanah untuk mengetahui unsur hara dalam tanah. Hasil analisis tanah menunjukkan bahwa unsur hara makro N (nitrogen), P (fosfor) dan K (kalium) tanah sawah irigasi di Dusun Begasing termasuk dalam kriteria rendah, terutama untuk unsur hara nitrogen dan kalium. Sedangkan untuk unsur hara fosfor termasuk dalam kriteria sedang sampai sangat tinggi.Setiap lokasi penelitian perlu dilakukan pemupukan dengan rata-rata pupuk Urea 189 kg/ha, SP36 100 kg/ha dan KCl 80 kg/ha.   Kata kunci : Ketersediaan Unsur Hara, Tanaman Padi, Rekomendasi Pemupukan dan Sedahan Jay

    PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI KEONG MAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI MERAH

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan dari bulan November 2017 sampai dengan Januari 2018. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh frekuensi pemberian pupuk organik cair dari keong mas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan frekuensi pemberian POC keong mas yaitu p0 = tanpa permberian, p1= 5 hari sekali, p2= 10 hari sekali, p3= 15 hari sekali. Masing-masing perlakuan di ulang sebanyak 6 kali,dan setiap satuan percobaan terdiri dari 4 sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, umur panen, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, diameter buah, panjang buah dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi pemberian pupuk organik cair dari keong mas berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan.Kata kunci: Cabai merah, frekuensi, keong mas, pupuk organik cair

    EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PASANG SURUT UNTUK TANAMAN PADI DI DESA SUNGAI PELANG KECAMATAN MATAN HILIR SELATAN KABUPATEN KETAPANG

    No full text
    Evaluasi lahan adalah suatu proses pendugaan potensi dari sebidang lahan untuk suatu macam penggunaan yang telah dipertimbangkan dan untuk menerapkan alternatif penggunaan lahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lahan pasang surut serta mengetahui tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman padi di Desa Sungai Pelang Kecamantan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang serta memberikan rekomendasi untuk perbaikannya. Penelitian dimulai dari Maret sampai dengan Mei 2015. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan terhadap minipit sebagai perwakilan dan hasil analisis sifat kimia tanah di laboratorium diketahui bahwa jenis-jenis tanah dikelompokan kedalam ordo Inceptisols dan digolongkan kedalam sub-group Sulfic Endoaquepts dan Typic Sulfaquepts. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian lahan untuk tanaman padi  menunjukkan bahwa lahan tersebut memiliki kesesuaian lahan aktual (S3fx) dengan faktor penghambat retensi hara dan toksisitas pada SPT 1 dan (N2f) dengan faktor penghambat retensi hara pada SPT 2. Upaya evaluasi kesesuaian lahan perlu didukung dengan pemberian rekomendasi pengelolaan antara lain rekomendasi pembuatan dan perbaikan drainase, rekomendasi pengapuran dan rekomendasi pemupukan.

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇