Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    Pengaruh Beberapa Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Bibit Anggrek Vanda Sp

    No full text
    Orchid Vanda sp is one of the most popular orchids. The number of request for the Vanda sp orchid must be balanced with sufficient seed production. Seedling of orchids in pots will grow well if it has suitable planting media, good treatment and fertilization. One of the alternatives that must be done to fulfill the nutrient needs of orchid seeds is  fertilization. The aim of this research is to get the best liquid organic fertilizer on the growth of Vanda sp. This research was conducted in experimental garden at Agriculture faculty of Tanjungpura University Pontianak. This study used the Completely Randomized Design (RAL) experimental method, which consisting of 5 treatment levels and each treatment consisting of 5 replications and each treatment unit consisting of 4 plants. A total of 100 plants were obtained. The treatment that we used was Liquid Organic Fertilizer ,which were A: Pupuk Sugih, B: Top G2 Fertilizer, C: Green Tonic Fertilizer, D: Super NPK Indovit Fertilizer, E: NPK Plus Natural TE fertilizer. The variables observed in this study were the increase of leaf length (cm), the increase of leaf number (strands), the increase of leaf width (cm) and the increase of the number of roots (strands). Based on the result of the research, it can be concluded that the best liquid organic fertilizer is not found, but Green Tonic and NPK Plus TE natural fertilizer can be used as fertilizer for leaf growth, and the number of leaves, orchid vanda sp. Keywords: Orchid Seeds Vanda sp, Liquid Organic Fertilizer, Type of Fertilize

    Pengaruh Pupuk Kotoran Ayam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Jahe Pada Tanah Aluvial

    No full text
    Productivity of ginger (Zingiber officinale)  in Indonesia are generally low, this may be related to several factors such as less optimal fertilization, unsuitable environmental conditions to grow, both climate and soil fertility, as well as the use of non recommended cultivation techniques. The aims  of this study was to determine the effect of Cattle Chicken Manures on The Growth and Yield of Ginger on alluvial soil. The experiment was conducted at the from April until Juni 2018. The research design used in this study was Completely Randomized Design with 5 levels Cattle Chicken Manures The treatments were the use of P1 = 10 ton/ha , P2 = 15 ton/ha, P3 = 20 ton/ha, P4 = 25 ton/ha, P5 = 30 ton/ha. Each treatment was repeated five times, and the experimental unit consisted of 4 plant samples. Varieties of ginger used came from farmer’s garden. The parameters measured were plant height, number of tillers, number of leaves,  number of klorofil and rhizome weight plant-1. The results showed that Peel have significant effect on plant height, number of tillers, number of leaves,  number of klorofil and rhizome weight plant. Result of diversity in this research showed that  20 ton/ha Peel equal of 2,8 kg/ha give tend better than dose another treatment toward to ginger plant and yield on alluvial soil.Keywords: Aluvial,  Chicken manures, Ginge

    PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN ABU SABUT KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS DI TANAH ALUVIAL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk kandang ayam dan abu sabut kelapa yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil jagung manis di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Desa Kalimas Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Faktorial, dengan pola Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 2 faktor. Pupuk kandang ayam (K) terdiri dari 3 taraf yaitu: k1 (pupuk kandang ayam sebanyak 10 ton/ha), k2 (pupuk kandang ayam sebanyak 15 ton/ha) k3 (pupuk kandang ayam sebanyak 20 ton/ha) dan abu sabut kelapa (A) terdiri dari 2 taraf yaitu : a1 ( pemberian abu sabut kelapa 0,613 ton/ha),  a2 (pemberian abu sabut kelapa 1,23 ton/ha). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 30 petak bedengan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis pupuk kandang ayam dan abu sabut kelapa memberikan pengaruh yang tidak nyata dan tidak terjadi interaksi terhadap semua variable pengamatan tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, berat tongkol kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol tanpa kelobot dan panjang tongkol tanpa kelobot. Sehingga tidak terdapat perlakuan terbaik. Pemberian pupuk kandang ayam dan abu sabut dengan perlakuan K3A1 (pupuk kandang ayam 20 ton/ha dan abu sabut kelapa 0,613 ton/ha) merupakan perlakuan yang efektif karena memberikan kecenderungan lebih tinggi walaupun tidak memberikan pertambahan yang signifikan.Kata Kunci:

    TINGKAT KEPERIDIAN Menochilus sexmaculatus FABRICIUS BERDASARKAN PERBEDAAN JUMLAH PAKAN YANG DIBERIKAN PADA PENGUJIAN DI LABORATORIUM

    No full text
    ABSTRAK Salah satu serangga predator adalah Menochilus sexmaculatus Fabrisius (Coccinellidae : Coleoptera) dan memiliki keperedian yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menegtahui keperidian  M. sexmaculatus dengan perlakuan jumlah pakan yang berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diberikan berupa pemberian pakan dengan jumlah yang berbedaan yakni : 10, 40, dan 80. Penelitian dengan rancangan digunakan untuk melihat perbedaab jumlah pakan terhadap keperidian M. sexmaculatus. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan M. sexmaculatus yang dipelihara dengan pakan A. craccivoramampu berkembang dan menghasilkan telur terbanyak 138,83/hari, dengan ukuran telur paling besar pada perlakuan P3 yaitu 9,82 µm, lama peneluran/umur peneluran 8-16 hari, dan persentase telur menetas tertinggi  76,24%/hari. Pemberian pakan 80 ekor pakan menghasilkan telur sehat dan kuantitas terbaik pada M. sexmaculatus.   Kata kunci : Keperidian, M. sexmaculatus, pakan.

    PENGARUH KOMBINASI PUPUK KOTORAN KAMBING DAN KCl TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL

    No full text
    PENGARUH KOMBINASI PUPUK KOTORAN KAMBING DAN KCl TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIALNeri Andani(1), Siti Hadijah(2), Setia Budi(2)(1)Mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura(2) Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis kombinasi terbaik pupuk kotoran kambing dan KCl terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Ketinggian tempat 1-2 m dari permukaan laut, penelitian dilaksanakan di kebun mulai dari tanggal 25 Februari sampai tanggal 17 Mei 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah pemberian kombinasi pupuk kotoran kambing dan KCl yaitu n₁ (10 ton/ha pupuk kotoran kambing setara dengan 1 kg/petak dan KCl 300 kg/ha setara dengan 30 g/petak), n₂ (15 ton/ha pupuk kotoran kambing setara dengan 1,5 kg/petak dan KCl 250 kg/ha setara dengan 25 g/petak), n₃(20 ton/ha pupuk kotoran kambing setara dengan 2 kg/petak dan KCl 200 kg/h asetara dengan 20 g/petak), n₄ (25 ton/ha pupuk kotoran kambing setara dengan 2,5 kg/petak dan KCl 150 kg/ha setara dengan 15 g/petak), n₅(30 ton/ha pupuk kotoran kambing setara dengan 3 kg/petak dan KCl 100 kg/ha setara dengan 10 g/petak). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah umbi, berat segar umbi per rumpun (g), berat kering angin umbi per rumpun (g), berat segar umbi per petak (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk kotoran kambing dan KCl pada tanah aluvial memberikan pengaruh tidak nyata pada semua variabel pengamatan. Pemberian kombinasi pupuk kotoran kambing dan KCl memberikan respon yang sama terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat segar umbi per rumpun, berat segar umbi per petak, dan berat kering angin per rumpun, namun ada kecenderungan semakin tinggi pupuk kotoran kambing dan semakin kecil KCl yang di berikan semakin baik hasil yang didapatkan. Kata kunci: Aluvial, Bawang merah, KCl, Pupuk kotoran kambin

    PENGARUH AMELIORAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian amelioran dan mendapatkan dosis amelioran yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Penelitian berlangsung dari tanggal 09 April 2017 sampai dengan tanggal 10 juni 2017, penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 taraf yaitu (a1= 100% kapur dolomit, a2= 80% kapur dolomit  + 20% ASK, a3= 60% kapur dolomit + 40% ASK, a4= 40 % kapur dolomit          + 60% ASK, a5= 20 % kapur dolomit+ 80% ASK, dan a6= 100% ASK).      Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan setiap satuan percobaan terdiri dari 3 sampel tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian amelioran berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun, jumlah umbi, berat umbi segar dan berat umbi kering angin. Penggunaan abu sabut kelapa dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan kapur dolomit. Kata kunci :Amelioran, Bawang merah, Tanah Gambu

    Pengaruh Jenis Pupuk Daun Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Anggrek Cattleya sp

    No full text
    Orchid cattleya sp in phase seeds requires supply elements hara enough to growth and development .Adding to the confusion supply quite needs to be done to spawn orchid growing well developed .One alternative in the addition of the by doing hara fertilizing .Currently fertilizer available dipasaran had a composition of vary , so necessary testing fertilizer which appropriate to spawn orchid cattleya sp .This study attempts to get the library fertilizer leaves the best on the growth of seeds orchid cattleya sp .This research start in march to date 03-03 july 2018 in the garden experiment faculty agricultural tanjungpura pontianak university. Was used in the study design the experimental methods are random complete ( ral ) , consisting of 5 treatment and every treatment consisting of 5 deuteronomy and every unit consisting of 3 treatment plant sample the total sample obtained 75 plants .Treatment that is used is the type of fertilizer leaves where a: fertilizer super bionic , b: fertilizer bio sugih , c: fertilizer orchid booster premium , d: fertilizer top g2 , e: fertilizer green a tonic .Variable observed in this research is the addition of another long narrow leaves ( cm ) , number of leaves ( strands ) , the addition of another wide leaves ( cm ) and number of the root ( strands ) .Based on the research done it can be concluded that fertilizer a kind of green a tonic , super bionic and bio sugih can be used as a fertilizer for growth long narrow leaves , and number of leaves , seeds cattleya orchid sp

    CHEMICAL CHARACTERISTICS OF PEAT SOIL ON VARIOUS WATER TABLE DEPTHS IN DRAINAGE

    Get PDF
    This study aims to determine the chemical characteristics of peat soil in various depths of water drainage. This research was conducted in Rasau Jaya General Village Rasau Jaya Sub-district, Kubu Raya Regency. Soil analysis was conducted at Soil Chemistry and Soil Fertility Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura Pontianak. Soil sampling is done by disturbed soil sampling method and done by diagonal. Soil sampling was conducted on 3 plot of land observation, consisting of P0 without drainage channel, P1 drainage water channel depth 30 cm and P2 water depth of drainage channel 60 cm. Each plot is 40 x 50 m in size and there are 5 observation points. Each observation point there are 2 depths of 0-20 cm and 20 - 40 cm. The method used is descriptive data analysis to see comparison of chemical characteristics of peat soil in each plot of land P0, P1, and P2 which contained some water depth of drainage channel. The parameters observed in this study were soil reaction (soil pH), cation exchange capacity (CEC), base saturation (KB), N-total (%), P available (ppm), K (cmol (+) 〖kg〗 ^ (-1)), Ca (%), Mg (%), C-Organic (%). Keywords: Chemical Characteristics, Peat, Drainage

    STRUKTUR KOMUNITAS GULMA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TANAMAN BELUM MENGHASILKAN (TBM) PADA LAHAN BERPASIR

    No full text
    ABSTRAK     Perbedaan pengelolaan di perkebunan kelapa sawit mengakibatkan perbedaan struktur komunitas gulma. Struktur komunitas gulma perlu diketahui sebelum dilaksanakannya pengendalian gulma sebab tidak semua jenis gulma merugikan bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari struktur komunitas gulma di perkebunan kelapa sawit tanaman belum menghasilkan (TBM) milik perusahaan dan perkebunan kelapa sawit TBM milik rakyat di lahan berpasir di Desa Goa Boma, Kec. Monterado. Penelitian dilakukan dengan analisis vegetasi dengan menggunakan metode kuadrat berukuran 1m x 1m. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ditemukan 29 jenis gulma yang mencakup 19 family. Pada areal kebun perusahaan ditemukan 19 jenis gulma dan pada areal kebun rakyat ditemukan 17 jenis gulma. Gulma yang memiliki Summed Dominance Ratio (SDR ) tertinggi pada  kebun perusahaan adalah Gleichenia linearis sebesar 25,29 %, Melastoma affine sebesar 13,77 %, Micania micranta  15,89, dan Nephrolepis bisserata 15,68 %. Sedangkan pada perkebunan rakyat  gulma dominan yang ditemukan yaitu Scoparia dulcis 35,45 %, Paspallum comersenii 17,50 %, Imperata cylindrica  23,57 % dan Pteridium esculentum 11,38%. Kata kunci :gulma, lahan berpasir, struktur komunitas, TBM kelapa sawi

    KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI BUMBU INSTAN EKSTRAK DAUN SAN-SAKNG (Albertisia papuana Becc.) DENGAN PENAMBAHAN MALTODEKSTRIN DAN 0,6% NaCl PADA PROSES PENGERINGAN

    No full text
    KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI BUMBU INSTAN EKSTRAK DAUN SAN-SAKNG (Albertisia papuana Becc.) DENGAN PENAMBAHAN MALTODEKSTRIN DAN 0,6% NaCl PADA PROSES PENGERINGAN Zainal Arifin¹, Suko Priyono dan Eva Mayasari²¹Mahasiswa dan ²Dosen  Fakultas Pertanian  Universitas Tanjungpura PontianakJln. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124Email korespondensi : [email protected] Abstrak Daun san-sakng (Albertisia papuana Becc.) merupakan penyedap masakan yang biasa digunakan oleh masyarakat Dayak di Kalimantan Barat Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kualitas penggunaan daun san-sakng dengan cara penambahan formulasi maltodekstrin dan NaCl pada pembuatan bumbu instan daun san-sakng. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, (1) Penambahan maltodekstrin dengan konsentrasi 5%, 10%, 15%. (2) penambahan NaCl 0,6% sebelum dan setelah pengeringan. Hasil perlakuan terbaik berdasarkan parameter fisik, kimia dan sensori adalah perlakuan maltodekstrin 5% dan NaCl 0,6% sebelum pengeringan dengan rerata kadar air 9,25%, rendemen 10,33%, daya serap air 0,20%, aktivitas air 0,51%, pH 5,69, total asam amino 1,23% dan sensori  4,95% (suka).Kata Kunci: Albertisia papuana Becc, bumbu instan, daun san-sakng, maltodekstrin, NaCl,  pengeringan

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇