Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    Studi Sifat Fisika Tanah Pada Dua Tingkatan Umur Budidaya Karet Di Dusun Tiang Aji Desa Lamoanak Kecamatan Menjalin Kabupaten Landak

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sifat fisika tanah pada dua tingkatan umur budidaya tanaman karet di Dusun Tiang Aji, Desa Lamoanak, Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak. Penelitian dilakukan di Desa Lamoanak Dusun Tiang Aji, lahan penelitian merupakan lahan tanaman karet dengan umur 14 tahun dan umur 5 tahun, dengan luas masing-masing 1 ha. Dalam 1 ha diambil 5 titik sampel  secara diagonal, dengan 2 kedalaman yaitu 0-30 cm dan 30-60 cm. Sampel tanah diambil dalam bentuk sampel tanah utuh dan sampel tanah terganggu. Analisis data menggunakan analisis statistik uji-t berpasangan.Hasil dari penelitian ini profil tanah pada lahan karet umur 5 tahun dan umur 14 tahun memiliki dua lapisan tanah, warna tanah pada lahan karet umur 5 tahun kedalaman 0-30 titik 1 dan 5 memiliki warna tanah 10 YR 3/4  dan titik 2, 3, 4 memiliki warna tanah 10 YR 5/8, sedangkan kedalaman 30-60 cm titik 1 memiliki warna tanah 10 YR 5/8, dan titik 2, 3, 4, 5 memiliki warna tanah 10 YR 7/6. Warna tanah pada lahan karet umur 14 tahun kedalaman 0-30 titik 1 dan 2 memiliki warna 10 YR 4/2, dan titik 3, 4, 5 memiliki warna tanah 10 YR 5/8 sedangakan kedalaman 30-60 cm titik 1, 3 dan 5 memiliki warna tanah 10 YR 7/6, titik 2 memiliki warna 10 YR 7/8 dan titik  4 memiliki warna tanah 10 YR 8/3. Tekstur tanah pada umur 5 tahun kedalaman 0-30 adalah lempung dan kedalaman 30-60 cm adalah lempung berpasir, sedangkan umur 14 tahun kedalaman 0-30 cm adalah lempung berpasir, dan kedalaman 30-60 adalah lempung. Struktur tanah lahan karet umur 5 tahun dan umur 14 tahun kedalaman 0-30 adalah Granular (butiran), sedangkan kedalaman 30-60 cm umur 5 tahun adalah Gumpal Bersudut, dan kedalaman 30-60 cm umur 14 tahun adalah Gumpal Membulat. Nilai rerata kemantapan agregat tanah pada lahan karet umur 5 tahun lebih tinggi dari pada lahan karet umur 14 tahun. Rerata bobot isi tanah pada lahan karet umur 5 tahun lebih rendah dari pada umur 14 tahun. Nilai rerata porositas tanah pada umur 5 tahun lebih tinggi dari pada umur 14 tahun pada kedalaman 0-30, sedangkan pada kedalaman 30-60 porositas tanah lebih tinggi pada umur 14 tahun dari pada umur 5 tahun. Kadar air kapasitas lapang pada lahan karet umur 5 tahun memiliki rerata lebih tinggi dari pada umur 14 tahun. Rerata permeabilitas tanah pada lahan karet umur 5 tahun lebih tinggi dari pada lahan karet umur 14 tahun. Nilai rerata pH tanah pada umur 5 tahun lebih rendah dari pada umur 14 tahun. Nilai rerata C-organik, N-total, dan C/N ratio pada lahan karet umur 5 tahun lebih tinggi dari pada lahan karet umur 14 tahun.Kata kunci : Sifat Fisika Tanah, Tanaman Karet, Umur Bididaya

    PENINGKATAN VIABILITAS BENIH PADI LOKAL MENGGUNAKAN polyethylene glycol

    No full text
    Benih padi merupakan benih yang cepat mengalami kemunduran kualitas seiring dengan lamanya penyimpanan sehingga menurunkan daya berkecambahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi PEG yang terbaik untuk peningkatan viabilitas benih padi lokal. Penelitian dilakukan di Laboratorium Agronomi dan Klimatologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan faktor tunggal yang terdiri dari 5 taraf perlakuan, yaitu: k0 = tanpa PEG, k1 = PEG dengan konsentrasi 1 %, k2 = PEG dengan konsentrasi 2,5 %, k3 = PEG dengan konsentrasi 4 %, k4 = PEG dengan konsentrasi 5,5 %. Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 2 sampel. Setiap sampel menggunakan 50 benih padi yang disusun dalam gulungan kertas merang. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar air benih (%), daya berkecambah benih (%), indeks vigor (%), keserempakan tumbuh (%), dan kecepatan tumbuh (%/etmal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi PEG yang paling efektif yaitu 1 % dengan rata – rata indeks vigor 77,20 %, dan kecepatan tumbuh 24,17 %.Kata kunci: padi, polyethylene glycol, viabilitas

    PENGARUH SLUDGE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Sludge serta dosis yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil cabai pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan pada Tanggal 3 Juni 2016 –  9 Oktober 2016                   di Jl. Wonodadi 2 Gg. Permata Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini  menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL)  yang terdiri dari lima taraf perlakuan dan lima ulangan. Setiap ulangan terdiri dari empat tanaman sampel. Perlakuan dalam penelitian adalah pemberian Sludge dengan dosis:        s1 = 10 ton/ha, s2 = 20 ton/ha, s3 = 30 ton/ha, s4 = 40 ton/ha, dan s5 = 50 ton/ha. Variabel yang diamati dalam  penelitian ini adalah  meliputi tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (gram), umur berbunga (hari), berat buah pertanaman (gram), jumlah buah pertanaman (buah) dan berat perbuah (gram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian  Sludge berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm), umur berbunga (hari), berat buah pertanaman (gram) dan berat perbuah (gram). Pemberian Sludge sebanyak 10 ton/ha merupakan dosis yang efektif.   Kata kunci : Cabai, Sludge, Tanah Podsolik Merah Kunin

    PENGARUH PEMBERIAN BOKASI AMPAS TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG UNGU PADA TANAH ALUVIAL

    Get PDF
    ABSTRAKPengembangan budidaya tanaman terung di Kalimantan Barat masih belum begitu luas karena tanaman terung umumnya hanya diusahakan sebagai tanaman sampingan dengan cara bercocok tanam yang belum intensif. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi tanah aluvial agar sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman adalah dengan memberikan bahan organik bokasi ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bokasi ampas tebu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung  pada tanah aluvial dan dosis  bokasi ampas tebu yang terbaik untuk  pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di jalan Parit Haji Husin 2. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari satu faktor yaitu bokasi ampas tebu dengan 6 taraf perlakuan dan 4 ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 5 tanaman sampel, dengan jumlah total keseluruhan sampel 120 tanaman. perlakuan yang digunakan adalah k1 = 10 ton/ha, k2= 15 ton/ha, k3 = 20 ton/ha, k4 = 25 ton/ha, k5= 30 ton/ha, k6= 35 ton/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman 3 MST dan 5 MST (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman (buah), panjang buah pertanaman (cm), berat buah pertanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi ampas tebu memberikan pertumbuhan yang baik terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman 3 MST, 5 MST, jumlah buah pertanaman, dan panjang buah tanaman terung ungu pada tanah aluvial. Pemberian bokasi ampas tebu 20 ton/ha memberikan hasil yang efektif pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung unguKata kunci: Bokasi Ampas Tebu, Tanah Aluvial, Terung Ungu

    Critical Period of Cucumber Fruit (Cucumis sativus Linn) Against Black Fruit Bug (Leptoglossus australis F.) in the field

    No full text
    Monika (1), Tris Haris Ramadhan (2), Indri Hendarti( 3) (1) University Student of Agriculture and (2) Instructor Staf of Agriculture Faculty Tanjungpura University Pontianak  ABSTRACTLeptoglossus australis F  is one of the pests of cucumber  that reduce the quality and quantity of yield. The purpose of this research was to find out when the critical period of fruit whenever attack by L.australis can cause  damage. The research was conducted in the plant protection laboratory and on the land of the Faculty of Agriculture of Tanjungpura University for approximately 5 months. The design used was a randomized block design (RAK) with 7 treatment levels and 4 replications. The treatment use was time of infestation (M) when the different of fruit age began with one days post pollination (M1), two days after pollination (M2), three days after pollination (M3), four days after pollination (M4), five days after pollination (M5), and six days after pollination (M6) along with the control (M0). In each treatment was infested two bugs of 3rd instar with one day infestation. Before infestation, the bug fasting at 10 hours.  The damage of cucumber fruit is measured by the length of the fruit, the diameter of the fruit, and the weight of the fruit of the cucumber. The result showed that the infestation of two bug in third instar at the age of 1 day after bloom has caused the symptoms of destruction and loss of cucumber fruit.Keywords : Cucumber, Infestation, L. australis (F), Product loss.     1) University Student of Agriculture and (2) Instructor Staf of Agriculture Faculty Tanjungpura University Pontiana

    PENGARUH PEMBERIAN KOTORAN PUYUH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING

    No full text
    PENGARUH PEMBERIAN KOTORAN PUYUH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Yesi Aprilita (1, Fatriani (2, Rahmidiyani (31)Mahasiswa Fakultas Pertanian, dan 2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpua [email protected] Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kotoran puyuh yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini dimulai dari tanggal 04 Oktober 2017 sampai dengan 27 November 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan, masing-masing perlakuan terdiri dari 3 sampel, sehingga terdapat 60 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu : k1 = 1 ton/ha kotoran puyuh setara dengan 78 g/polybag, k2 = 6 ton/ha setara dengan 95 g/polybag, k3 = 11 ton/ha setara dengan 183 g/polybag, k4 = 16 ton/ha setara dengan 270 g/polybag, k5 = 21 ton/ha setara dengan 358 g/polybag. Variabel pengamatan yang diamati  adalah volume akar, jumlah anakan per rumpun, berat basah tanaman dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pemberian kotoran puyuh berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan.  Kata kunci : tanah podsolik merah kuning, bawang daun, kotoran puyu

    PERUBAHAN BEBERAPA SIFAT KIMIA ULTISOL AKIBAT PEMBERIAN LIMBAH SOLID SAWIT DAN ABU CANGKANG KEONG MAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sifat  kimia tanah akibat pemberian perlakuan limbah solid sawit dan penambahan abu cangkang keong mas, mengetahui perubahan sifat kimia yang di tinjau dari pertumbuhan dan hasil serta hubungan interaksi antara sifat kimia tanah terhadap hasil terung. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, penelitian dilaksanakan dari tanggal 02 April  2016 sampai dengan tanggal 07 Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan metode percobaan faktorial yang disusun secara Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktorial yaitu faktor pertama adalah jenis abu cangkang keong mas dengan kode (a),dan faktor kedua yaitu beberapa perlakuan solid sawit dengan kode (s) sehingga dari perlakuan diperoleh 8 kombinasi perlakuan terdiri dari 4 ulangan dalam blok. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi : pH Tanah Setelah Inkubasi, C-Organik, dan P tersedia, Tinggi Tanaman (cm), Diameter Batang (mm), Berat Buah per Tanaman (gram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Abu Cangkang Keong Mas dan Solid Sawit dapat meningkatkan pH tanah, diameter batang, dan tinggi tanaman terung yang ditandai dengan perlakuan menunjukan pengaruh yang nyata

    Effect Of Lime and Guano To Growth and Yield of Okra Grown in Peat Soil

    No full text
    The research aimed were to obstain the best dose of interaction between lime and guano on the growth and yield of  okra grown on peat soil. The research was carried out at the research garden of the Faculty Agriculture, Tanjungpura University, starting from October until December 2018. The experimental was in factorial design of experiment was on completely randomized design (CRD) consisting of two factors namely lime (a) and guano (b). Lime consist of 3 treatment levels,  namely a1 (49 g lime/polybag), a2 (66 g lime/polybag) and a3 (83 g lime/polybag), and guano consist of 3 levels of treatment namely, b1 (45 g guano/polybag), b2 (90 g guano/polybag) dan b3 (135 g guano/polybag), there are 9 treatment combinations with 3 replications and each replication consists of 4 sample plants. The combination of treatments were to is a1b1, a1b2, a1b3, a2b1, a2b2, a2b3, a3b1, a3b2, and a3b3. The variables observed in this study were plant height (cm), root volume (cm3), plant dry weight (g), fruit numbers per plant (fruit), fruit weight per plant (g)  and average weight per fruit (g). The results showed that there were no interaction doses between lime and guano was found, but the effective doses were able to increase the growth and yield of okra namely 66 g lime/polybag and 90 g guano/polybag.Keyword : guano, lime, okra, peat soi

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI PADI (Oryza Sativa L.) DI DESA SB. USRAT KECAMATAN JAWAI KABUPATEN SAMBAS

    No full text
    ABSTRACTSB.Usrat is one of the villages in Jawai sub district where some people work as farmers who participate in producing rice to meet the needs of rice in the village. Government-backed farmers are working to increase rice production in order to meet the increasing demand for rice caused by the increasing consumption of the community. In realizing sustainable agriculture and in an effort to increase production farmers need to utilize production factors effectively and efficiently. This study uses quantitative data types with the method used in this study is multiple regression analysis with the help of SPSS (Statistical Product and Service Solutions) 18.0 for windows applications. The results showed that multiple regression analysis was Y = -119.282 + (-2.388)X1 + 1975.153X2 + 35.670X3 + 2.626X4 + 45.891X5 + 16.416X6, the simultaneous test obtained 0.000 < 0.1. This shows that the overall variables of age, land area, education, farming experience, interaction with extension workers, and involvement in farmer groups have significant effect on rice production at a significant level of 10%. Based on the result of t test indicate that variable of land and education have significant effect to rice farming production, while age, farming experience, interaction with extension agent, and involvement in farmer group have no significant effect on rice production.Keywords: District Jawai, Farming Rice, Productio

    Evaluasi Komposisi dan Gizi Bubur Pedas di Kota Pontianak

    No full text
    This study aims to determine the composition and nutritional value of spicy porridge in Pontianak. This study used qualitative method by surveying and simple random sampling. Samples were taken from spicy porridge stall on five subdistrict of Pontianak which the stall criteria are produce the porridge by itself and the location at main street of each own subdistrict. The research conducted by interviewing the stall owner using questionnaire, recording and weighing all materials that used to produce spicy porridge. The observed variable are proximate analysis and crude fiber. Data were analyzed descriptively. The survey results showed that the ingredient type percentage used to produce spicy porrige at Pontianak are vegetables (51,43%), cereals (19,17%), spices (15,66%), and tubers (10,34%) respectively, while another used ingredients are less than 5%. The results of nutrition percentage are 70,61 % of water, carbohydrate 19,50 %, 6,29 % of fat, 1,65 % of protein, 1,38 % of crude fiber, and 0,57 % of ash

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇