Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
1262 research outputs found
Sort by
PEMATAHAN DORMANSI BENIH KOPI LIBERIKA MENGGUNAKAN BERBAGAI KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN KNO3
Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan dalam sub sektor perkebunan yang memiliki nilai pasar yang cukup tinggi baik di dalam ataupun di luar negeri dan juga memiliki kontribusi yang cukup nyata di dalam perekonomian Indonesia. Benih kopi memiliki masa dormansi yang relatif lama yaitu 5-8 minggu untuk muncul kecambah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi dan lama perendaman KNO3 yang terbaik terhadap pematahan dormansi benih kopi liberika. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Pontianak, sejak 8 Februari sampai 7 Mei 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu konsentrasi dan lama perendaman, serta setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang dimaksud terdiri dari : konsentrasi KNO3 0% selama 12 jam, konsentrasi KNO3 0% selama 24 jam, konsentrasi KNO3 0,5% selama 12 jam, konsentrasi KNO3 0,5% selama 24 jam, konsentrasi KNO3 1% selama 12 jam, konsentrasi KNO3 1% selama 24 jam. Variabel yang diamati dalam penelitian ini terdiri atas indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, panjang hipokotil, panjang akar, dan berat kering kecambah normal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua interaksi perlakuan yang sama baiknya yaitu konsentrasi KNO3 0,5% dengan lama perendaman 24 jam dan konsentrasi KNO3 1% dengan lama perendaman 12 jam karena menghasilkan ratarata yang tinggi untuk variabel pengamatan indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan panjang hipokotil
PENGARUH AMELIORAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS KUBIS BUNGA PADA LAHAN PASANG SURUT SULFAT MASAM DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR
Penelitian ini bertujuan untuk melihat dosis kombinasi amelioran yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas kubis bunga dan untuk melihat respon dua varietas kubis bunga yang terbaik terhadap pemberian kombinasi amelioran pada lahan pasang surut sulfat masam dengan sistem budidaya jenuh air. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pasang surut sulfat masam Golden River Camp yang berlokasikan di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kuburaya, Provinsi Kalimantan Barat pada bulan Juli sampai dengan November tahun 2023. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah split blok yang terdiri dari 2 faktor yang diulang sebanyak 3 kali pada masing-masing perlakuan. Faktor pertama yaitu, varietas (V) terdiri dari v1 = Larissa, v2 = Snow White dan faktor kedua yaitu, kombinasi amelioran (J) terdiri dari j1 = pupuk kandang ayam + kapur, j2 = pupuk kandang kambing + kapur, j3 = pupuk kandang ayam + pupuk hayati, j4 = pupuk kandang kambing + pupuk hayati. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, berat segar tanaman, luas daun, berat kering tanaman, muncul bunga, diameter krop dan berat krop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata dari interaksi antara varietas dan amelioran terhadap pertumbuhan kubis bunga pada tanah sulfat masam dengan sistem budidaya jenuh air, berbagai kombinasi amelioran memberikan pertumbuhan dan hasil yang sama pada masing-masing varietas kubis bunga dan kubis bunga varietas larissa pertumbuhan dan hasilnya lebih baik dibandingkan dengan kubis bunga varietas snow white pada lahan sulfat masam
PENGARUH KOMPOSISI PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN PADA TINGGI MUKA AIR BERBEDA
Sistem budidaya yang sering digenangi air pada sekitar bedengan akan menyebabkan tercucinya unsur hara yang dapat membuat kekurangan nutrisi pada sistem penyerapan dalam pertumbuhan tanaman mentimun, maka harus dilakukan meninggikan bedengan yang berbeda dalam budidaya tanaman mentimun. Budidaya jenuh air dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil dengan memberikan nutrisi seperti pupuk yang teratur sebab pada sistem budidaya jenih air ini nutrisi yang di butuhkan pada tanaman sering tercuci akibat terbawanya air yang pada sekitar bedengan. Pemberian berbagai pupuk diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman mentimun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis komposisi pupuk NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil mentimun pada sistem budidaya jenuh air dan untuk mendapatkan tinggi muka air tanah yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil mentimun pada sistem budidaya jenuh air. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Kalimas Tengah, Dusun Melati, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap. Penelitian berlangsung dari tanggal (1 September - 12 Oktober 2022). Penelitian merupakan percobaan yang disusun dalam rancanagan acak kelompok (RAKL) split blok yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah tinggi muka air yaitu b1(10 cm), b2 (20 cm), b3 (30 cm). Faktor kedua kombinasi pupuk yaitu terdiri dari p1 (NPK 8 g), p2 (NPK 8 g, Urea 6 g), dan p3 (NPK 8 g, Urea 6 g, SP36 4 g). Semua perlakuan diulang sejumlah 3 kali. Terdapat 4 sampel tanaman sebagai satuan pengamatan perpetak dengan 1 sampel tanaman sebagai sampel destruktif, sehingga terdapat 108 satuan perlakuan. Variebel pengamatan terdiri dari berat kering tanaman (gram), jumlah buah (buah), berat buah (kg), bobot buah (kg), panjang buah (cm), diameter buah (cm). Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi pupuk NPK + Tinggi Muka Air Tanah memberikan berpengaruh nyata pada berat kering tanaman, namun berpengaruh tidak nyata pada panjang buah, berat buah, bobot buah, jumlah buah dan diameter buah
PENGARUH GIBERELIN DAN JENIS NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAKCOY PADA HIDROPONIK SUMBU
Sawi pakcoy (Brassica rapa subsp. Chinensis) merupakan jenis sayuran sawi-sawian yang termasuk dalam family Brassicaceae. Budidaya sawi pakcoy dapat dilakukan secara hidroponik untuk memaksimalkan potensi hasil. Selain itu hidroponik mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan bersih serta bebas dari pestisida sehingga digemari oleh masyarakat. Produksi sawi pakcoy pada sistem hidroponik dapat dimaksimalkan dengan meningkatkan konsentrasi nutrisi yg diberikan, namun jika konsentrasi diberikan terlalu tinggi dapat membuat tanaman keracunan dan terganggu pertumbuhannya serta meningkatkan biaya akibat penambahan nutrisi, sementara itu giberelin diduga berperan meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman melalui percepatan pembelahan sel, sehingga pengaplikasian giberelin diharapkan mampu meningkatkan hasil sawi pakcoy yang didukung dengan jenis nutrisi yang tepat. Adapun tujuan penelitian ini yaitu mencari konsentrasi giberelin yang terbaik, mengetahui jenis nutrisi yang terbaik serta mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi giberelin dan jenis nutrisi untuk pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy pada hidroponik sumbu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu konsentrasi giberelin (g) dengan 3 taraf perlakuan yaitu 0, 50 dan 100 ppm. Faktor kedua adalah jenis nutrisi (n) dengan 3 taraf perlakuan yaitu Goodplant, racikan 1 dan racikan 2. Hasil uji keragaman menunjukkan terdapat pengaruh nyata interaksi antara giberelin dan jenis nutrisi pada luas daun 2 MST. Pada perlakuan konsentrasi giberelin memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, luas daun usia 2 MST, volume akar dan berat segar tajuk tanaman. Adapun pada perlakuan jenis nutrisi memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun pada usia 4 MST, luas daun usia 3 dan 4 MST, volume akar dan berat segar tajuk tanaman. Berdasarkan Uji Duncan, diketahui bahwa interaksi berpengaruh nyata antara perlakuan konsentrasi giberelin dan jenis nutrisi terhadap tanaman sawi pakcoy yaitu pada luas daun usia 2 MST, pemberian konsentrasi giberelin 0 ppm (tanpa giberelin) pada jenis nutrisi racikan 1 merupakan perlakuan terbaik. Pengaplikasian giberelin memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan, namun berpengaruh tidak nyata terhadap hasil. Sedangkan perlakuan jenis nutrisi, pada jenis nutrisi racikan 2 merupakan terbaik terhadap luas daun 3 dan 4 MST, sama baiknya dengan nutrisi racikan 1 terhadap volume akar dan berat segar tajuk tanaman
Keragaman Parasitoid Ulat Penggulung Daun Pisang (Erionota thrax L) di Desa Sungai Kupah Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya
BIODIVERSITY OF BANANA LEAF ROLLERS CATERPILLARS (Erionota thrax) IN SUNGAI KUPAH VILLAGE SUB DISTRIC SUNGAI KAKAP OF KUBU RAYA DISTRICT RidhoFatraWijaya(1), Indri Hendarti dan TrisHarisRamadhan(2), (1)Student and (2)Lectures Agronomic Study of Agriculture Faculty Tanjungpura University ABSTRAC Parasitoids as the natural enemies of banana leaf rollers caterpillars (E. thrax) are important for biological control. Banana leaf rollers, caused crop damage which affect to production. This research aims to determine parasitoids of E. thrax in Sui.Kupah Kubu Raya District. The research was conducted in the Pest Laboratory Agriculture Faculty Tanjungpura University. The study was conducted by survey method with purposive sampling approach. E. thrax larvae and pupae were collected from Banana Leaf and the Larvae kept in a plastic jar. Feed until the parasitoid came out. The results obtained 3 types of parasitoids that attack E. thrax, called parasitoid larvae: Charops sp. and parasitoid pupae: Brachemyria sp. and Xhantopimpla sp. Parasitism percentage of E. thrax based on location are the first location in larvae 5.12% and pupa 6.45%, the second location ??in larvae 11.32% and pupa 6.89%, and the third location in larvae 5.26% and pupa 24%. Diversity index of Parasitoid species in Banana Leaf Rollers Pest is low in this garden. Dominance from three garden area is parasitoid of Brachemyria sp. is the dominant spesies on three type of plantations. Keywords: Diversity, Erionota thrax, Parasitoids
PENGARUH INOKULASI RHIZOBIUM DAN PUPUK FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALUVIAL
merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak dibudidayakan oleh petani diIndonesia. Edamame bisa dimanfaatkan sebagai makanan sela atau cemilan, makanan pembuka, dan berbagai olahan lainnya. Tanah Aluvial sebagai media tumbuh tanaman edamame mempunyai beberapa kendala seperti pH rendah, struktur tanah menggumpal, mudah tergenang, penyediaan air dan udara yang buruk, dan kurangnya kandungan unsur hara serta bahan organik pada tanah. Selain faktor tanah ketersediaan unsur hara seperti N merupakan unsur paling penting dalam pertumbuhan edamame. Namun ketersediaan N didaerah tropis seperti indonesia tergolong rendah maka perlu dilakukan inokulasi Rhizobum yang berperan dalam menambat N diudara sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan N pada tanaman kedelai dan pemberiaan pupuk Fosfat sebagai penunjang simbiosis antara rhizobium dan tanaman kedelai edamame. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan interaksi dosis Rhizobium dan pupuk fosfat yang memberikan pertumbuhan dan hasil edamame terbaik pada tanah Aluvial. Penelitian dilakukan selama kurang lebih 3 bulan yang dimulai sejak 15 Agustus 2022 sampai dengan 22 oktober 2022. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor inokulasi rhizobium 3 taraf, dan faktor pupuk Fosfat 3 taraf. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan yang dimaksud adalah faktor pertama r0= 0 g/kg benih, r1= 4 g/kg benih, r2= 8 g/kg benih, faktor kedua p1= 150 kg/ha pupuk Fosfat setara dengan 28,8 g/petak, p2= 200 kg/ha pupuk Fosfat setara dengan 38,4 g/petak, p3= 250 kg/ha pupuk Fosfat setara dengan 48 g/petak. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, berat kering tanaman, jumlah bintil akar efektif, jumlah bintil keseluruhan, jumlah polong pertanaman, berat polong pertanaman, dan berat polong perpetak. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, didapatkan kesimpulan bahwa (1) pengaruh tunggal inokulasi rhizobium dosis 4g/kg benih memberikan pengaruh yang nyata terhadap hampir seluruh variabel pengamatan kecuali pada parameter tinggi tanaman (2) pengaruh tunggal pemberian pupuk fosfat memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan dan tidak menunjukan adanya interaksi antara perlakuan rhizobium dan posfat terhadap semua variabel pengamatan.
STUDY OF MAKING FRUIT LEATHER FROM APPLE MANGROVE ( Sonneratia caseolaris) AND PAPAYA ( Carica papaya L.)
THIS STUDY AIMS TO GET THE FORMULA FRUIT LEATHER FROM APPLE MANGROVE AND PAPAYA WITH THE BEST FISIKOKIMIA AND SENSORIES WHICH CAN BE ACCEPTED. THIS STUDY USING COMPLETE RANDOMIZED DESIGN (CRD) WITH 1 FACTOR THAT IS COMPARISON OF APPLE MANGROVE AND PAPAYA PER 1 LITRE WATER WITH 6 TREATMENTS WITH 4 REPLICATIONS. THE COMPARISON ARE 500G, 400G, 300G, 200G, 100G AND 0G OF APPLE MANGROVE WITH EACH PAPAYA 0G, 100G, 200G, 300G, 400G AND 500G. THE OBSERVATION VARIABLES ARE VITAMIN C, PH, ACID OF TOTAL, MOISTURE CONTENT, AND THE SENSORIES, IF TREATMENT HAVE AN EFFECT ON THE REALITY CONTINUED WITH THE TUKEY 5%. THE SENSORI TEST USED KRUSKAL-WALLIS METHOD AFTER THAT TO GET THE BEST TREATMENT OF TEST MAKE AN EFEKTIVINNES INDEX. THE RESULT SHOWS THAT THE LEVEL OF COMPARISON OF APPLE MANGROVE AND PAPAYA HAVE AN EFFECT ON THE VITAMIN C, TOTAL OF ACID, PH, MOISTURE CONTENT , COLOUR, TASTE, TEKSTUR AND AROMA, BUT HAVEN’T AN EFFECT ON LIKED OF FRUIT LEATHER. FRUIT LEATHER WITH THE COMPARISON 300G APPLE MANGROVE : 200G PAPAYA HAS THE CHARACTERISTIC OF THE BEST FISIKOKIMIA AND SENSORI WITH VITAMIN C 8,14 MG / 100G, TOTAL OF ACID 1,99, PH 3,41, 24,03% MOISTURE CONTENT, COLOUR 3,48 ( NUTBROWN), AROMA 4,00 ( AROMA OF APPLE MANGROVE A LITTLE PAPAYA), TASTE 4,24 ( SWEET RATHER SOUR), TEKSTUR 3,64 ( FLEXING STICKY), AND LIKED 3,44 ( RATHER LIKE)
PENGARUH WAKTU APLIKASI HERBISIDA PARAQUAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea masy saccharata Sturt)
PENGARUH WAKTU APLIKASI HERBISIDA PARAQUAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Henny Listifia1) Sarbino dan Rahmidiyani2) 1)Mahasiswa, 2)Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh waktu aplikasi herbisida paraquat yang tepat terhadap pertumbuhan dan produksi pada tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), terdiri dari 5 perlakuan dengan 3 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 5 sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah waktu aplikasi 3 minggu setelah tanam (P1), Waktu aplikasi 4 minggu setelah tanam (P2), waktu aplikasi 5 minggu setelah tanam (P3), waktu aplikasi 6 minggu setelah tanam (P4) dan pendangiran (P5). Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), berat kering brangkasan jagung (g), diameter tongkol (cm), panjang tongkol (cm), berat bersih tongkol per tanaman (g), berat tongkol per bedengan (kg) dan berat kering gulma (g). Hasil Penelitian menunjukan bahwa waktu penyemprotan herbisida paraquat tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, berat kering brangkasan jagung, diameter tongkol, panajang tongkol, berat bersih tongkol per tanaman, berat tongkol per bedengan tetapi berpengaruh nyata terhadap berat kering gulma, penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan P2 (waktu penyemprotan 4 MST) memberikan hasil terbaik terhadap berat tongkol bersih yaitu 298,8 gram per tanaman. Kata Kunci : Herbisida Paraquat, Jagung Manis, Waktu Aplikasi THE INFLUENCE OF TIME IN PARAQUAT HERBICIDE APPLICATION TO THE GROWTH AND THE RESULTS OF SWEET CORNS (Zea mays saccharata Sturt) Henny Listifia1) Sarbino dan Rahmidiyani2) 1)Student, 2)Lecturers in Agriculture Faculty of Tanjungpura University ABSTRACT The aim of this research is to know the influence of implementation time of herbisida paraquat to growth of and production of sweet corn plants. This research used randomized block design (RBD), consists of 5 implementations by 3 repetitions and each repetition consists of 5 samples. The intended treatment is implementation time 3 weeks after planting (P1). Implementation time 4 weeks after planting (P2), implementation time 5 weeks after planting (P3), implementation time 6 weeks after planting (P4) by cultivation (P5). The variable that observed in this research includes the higher plants (cm), dry weight stover of corn (g), cob diameter (cm), the length of the cob (cm), net weight of the cob each plants (g), weight of the cob each plot (kg) and dry weight of weeds (g). The result of this research shows that the time of spraying herbisida paraquat is not influential to the higher plants, dry weight stover of corn, cob diameter, cob length, cob net weight, cob weight each plot but it is influential to dry weight of weeds, this research shows that from all of implementation, P2 give the best result, that is implementation time 4 weeks after planting with the net weight of the cob each plants is 298,8 gram.Key words: Herbisida paraquat,sweet corn, implementation tim
PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA HIJAU PADA TANAH ALUVIAL
Selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu komoditi sayuran hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat. Selada banyak dipilih oleh masyarakat karena tekstur dan warna yang membuat penampilan makanan menjadi menarik sehingga mampu menambah selera makan. Pupuk kandang sapi dapat memperbaiki sifat fisik tanah, seperti menggemburkan tanah, meningkatkan porositas, aerasi, dan mikroorganisme tanah, sehingga akar didalam tanah dapat berkembang dengan baik. Pupuk urea berfungsi sebagai penyuplai unsur N bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik kombinasi pupuk kandang sapi dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada hijau pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 15 Agustus 2022 - 17 September 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang menggunakan faktor tunggal yaitu kombinasi pupuk kandang sapi dan pupuk Urea (P). Terdapat 4 taraf yang terdiri dari 6 ulangan dan 4 sampel tanaman pada setiap perlakuan sehingga total keseluruhan ada 96 sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut P1 0 ton + 300 kg/ha, P2 10 ton + 200 kg/ha, P3 20 ton + 100 kg/ha, P4 30 ton + 0 kg/ha. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa kombinasi pupuk kandang sapi 10 ton/ha dengan urea 200 kg/ha memberikan dosis terbaik terhadap berat segar tanaman dan berat kering tanaman. Sedangkan terhadap volume akar, tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman memberikan respon yang sama pada tanaman selada hijau
Pengaruh Kompos Kulit Buah Duku Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Seledri (Apium graveolens L) Pada Tanah Alluvial
THE INFLUENCE OF DUKU SKIN COMPOST TO GROWTH AND YIELD OF CELERY (Apium graveolens L) ON ALLUVIAL SOIL Subandi (1), Surachman (2), Setia Budi (2) (1) Students Of Agriculture Faculty (2) The Lecturer Of Agriculture Faculty Of Tanjungpura University Pontianak ABSTRACK This study aims to determine the effect of duku skin compost on growth and yield of celery on Alluvial soil. The research was conducted in Punggur Besar Village, Kubu Raya District. The research was conducted from 14th September 2014 until 09th November 2014. This study used a completely randomized design (CRD), which consists of 6 treatments and 4 replications, each replication consisted of 3 plants so there are 72 plants totally. The treatments used: k0 (without giving duku skin compost), k1 (10% organic matter equal to 22.23 gr/polybag), k2 (15% organic matter equal to 76.73 gr/polybag), k3 (20% organic matter equal to 131.2 gr/polybag), k4 (25% organic matter equal to 185.7 gr/polybag) and K5 (30% organic matter equal to 240.2 gr/polybag). The variables measured were the root volume, number of leaf, plant height, the upper plant fresh weight, and the upper plant dry weight. The results showed that application of duku skin compost on Alluvial gave significant effect on number of leaf, plant height, the upper plant fresh weight, and the upper plant dry weight. Duku skin compost significantly affected all variables observation, with the best results at a 30% of organic matter equal to 240.2 gr/polybag. Keywords: Alluvial, Celery, Duku Skin Compost,