Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    THE EFFECT OF BIO URINE APPLICATION FREQUENCIES ON THE GROWTH AND YIELDS OF ONION PLANTS (Allium fistulosum L.) ON ALUVIAL LAND

    No full text
    Erma Sulistia Nengsih1),Rahmidiyani2),Wasi’an2)1) Faculty of Agriculture Students, Tanjungpura University2) Teaching Staff of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak e-mail : [email protected]                                                         ABSTRACT                         This study aims to determine the best frequency of bio-urine appalication on the growth and yield of onion plants on alluvial soil. This research was carried out in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University Pontianak, from April 6th, 2018 to May, 25th 2018. The research method used was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatments, namely (f1): without bio urine, (f2): appalied once in a time (14 HST), 100 ml / L water, (f3): twice application (14.24 HST), 50 ml / L water, (f4): three times application (14,24,34 HST), 33 , 33 ml / L of water, and (f5): four times of application (14,24,34,44 HST), 25 ml / L of water. Each treatment were repeated 5 times, and each experimental unit consisted of 3 plant samples, so that the total number of plants were 75 plants. Observation variables in this study were plant height (cm), root volume (cm3), number of tillers per clump (fruit), plant fresh weight per clump (g), and plant dry weight per clump (g). The results of this study indicated that the effect of the frequency of 100 ml bio-urine giving the same response to the plant height, root volume, number of tillers, fresh weight and dry weight of onion leaves. Keywords : alluvial bio urine, onion

    EVALUASI DAYA HASIL GENOTIPE JAGUNG F14 DI LAHAN GAMBUT

    No full text
    This research was done to evaluate yield potential of five F14 genotypes of maize in peat soil. This research was done in Rasau Jaya II peat soil since January until June 2018. The experiment used Randomized Block Design (RBD), consisted of five F14 genotypes that is B, C, D, E, F and one control variety, Arjuna (A). Each treatments were grouped into five block. The results showed that the yield of five F14 genotypes was relatively the same as the control variety. Genotypes showing good yield on Rasau Jaya II peat soil are genotypes F, B and C

    KARAKTERISASI PADI BERAS HITAM ASAL KECAMATAN MANDOR PADA FASE GENERATIF DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING (PMK)

    No full text
    KARAKTERISASI PADI BERAS HITAM ASAL KECAMATAN MANDOR PADA FASE GENERATIF DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING (PMK) Arianti Kuntari (1),Wasi’an(2) dan FadjarRianto (2)(1) Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian   Universitas Tanjungpura ABSTRAK    Karakter morfologi padi lokal beras hitam jenis Tampi dan Sekilap sangat diperlukan. Selain memberi identitas, mengumpulkan sifat-sifat unggul yang terdapat pada padi lokal beras hitam dapat dimanfaatkan sebagai program perbaikan varietas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ciri atau karakter morfologi  fase generatif padi beras hitam asal Kecamatan Mandor pada tanah Podsolik Merah Kuning (PMK. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak selama 50 hari,mulai 29juni 2017 sampai dengan 16Agustus 2017. Penelitian menggunakan pola rancangan acak lengkap (RAL), Penelitian menggunakan pola rancangan acak lengkap (RAL), Perlakuan meliputi jenis padi hitam A (Desa Tampi) dan jenis padi hitam B (Desa Sekilap). Setiap perlakuan masing-masing diulang 48 kali. Variabel pengamatan ini adalah  tinggi tanaman, umur tanaman, anakan maksimum, persentase anakan produktif, jumlah gabah permalai, panjang malai, waktu berbunga, warna ujung gabah, keluarnya malai, tipe malai, bulu ujung gabah, jumlah malai per rumpun, persentase gabah berisi penuh, bobot 100 butir dan pengamatan lingkungan.Hasil  analisis  karakter pada padi lokal beras hitam jenis Tampi dan Sekilap yang memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda terdapat pada anakan maksimum, warna ujung gabah, keluarnya malai, tipe malai.Karakter morfologi yang sama antara kedua jenis padi beras hitam adalah first heading,Main heading (Hari), tinggi tanaman (cm), umur tanaman (Hari), panjang malai (cm), bulu ujung gabah, persentase gabah berisi penuh, jumlah gabah per malai (bulir), jumlah malai per rumpun, persentase anakan produktif dan bobot 100 butir.  Kata kunci:Identifikasi karakter, fase generatif, padi lokal beras hitam jenis Tampi dan Sekila

    PENGARUH URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh urin sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 22 Juli sampai dengan 19 September 2017 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 3 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah u1 = urin sapi 0 ml/L air, u2 = urin sapi 50 ml/L air, u3 = urin sapi 100 ml/L air, u4 = urin sapi 150 ml/L air, u5 = urin sapi 200 ml/L air. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, diameter umbi, berat segar umbi per rumpun, dan berat kering angin umbi per rumpun. Hasil penelitian pada konsentrasi perlakuan urin sapi 0-200 ml/L air memberikan respon yang sama terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, diameter umbi, berat segar umbi per rumpun dan berat kering angin umbi per rumpun tanaman bawang merah pada tanah aluvial.

    ANALYSIS OF CHANGES IN LAND USE IN 2005 UNTIL 2015 IN THE PENIRAMAN VILLAGE SUNGAI PINYUH SUBDISTRICT MEMPAWAH DISTRICT

    No full text
    ABSTRACT The rapid population growth requires increasing number of residential areas and for land use conversion on agricultural production. This study aims to Know extensive changes in land use in 2005 and 2015, Knowing paddy land-use changes in 2005 and 2015 as well as land use change Assessing the level of rice production as well as reference information to calculate an estimate of rice production. This research was conducted in the village of Peniraman, Subdistrict Sungai Pinyuh, Subdistrict Mempawah, West Kalimantan Province. The duration of the study period commencing from April 16  2016 until May 16 2016. The shomed that in 2015 dominate land use  plantation, (1665.31 ha), or 64.55% of the area of ​​the village of Peniraman. The smallest land use were residential (5.35% or 137.19 ha area) In 2015 forest area were ​​375.89 ha, or 14.57% of the total area of ​​the Village Peniraman. Paddy filds were western part of the village Peniraman were ​​ 249.75 ha large area, or 9.67% of the total area of ​​the Village Peniraman. Land use chanse since 2005 to 2015 showed that the land use change is an area of ​​607.9 ha or 23.56% of the area of ​​the village of Peniraman, has been converted to other land use type. Paddy production of the calculation of land productivity (ton / ha / 10 year) of agricultural land obtained an average productivity of the land by 3.55 ton per ha per year. if effected on a paddy field area Ekssesting 249.75 ha with the equality productivity, this value indicates that the hectarage, can produce as much as 3443.5 ton of paddy

    PENGARUH KOMPOS KULIT BUAH KAKAO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING

    Get PDF
    PENGARUH KOMPOS KULIT BUAH KAKAO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNINGBeni 1), Rahmidyani 2), Tatang Abdurrahman 2)1) Mahasiswa Fakultas Pertanian dan 2) Dosen Fakultas PertanianUniversitas Tanjungpura Pontianak.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik kompos kulit buah kakao terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 19 maret sampai 7 juni 2017, penelitian dilaksanakan di Kampung Berungkat Kecematan Sekayam Kabupaten Sanggau. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 6 perlakuan dan 5 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 3 sampel, jumlah keseluruhan sebanyak 90 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah k1= 300 g/polybag kompos kulit buah kakao, k2= 600 g/polybag kompos kulit buah kakao, k3= 900 g/polybag kompos kulit buah kakao, k4= 1.200 g/polybag kompos kulit buah kakao, k5= 1.500 g/polybag kompos kulit buah kakao dan k6= 1.800 g/polybag kompos kulit buah kakao. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat buah per buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos kulit buah kakao dengan 900 g/polybag merupakan dosis efektif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah podsolik merah kuning.Kata Kunci: kompos kulit buah kakao, podsolik merah kuning, terun

    GAYA HIDUP (lifestyle) DALAM PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK HERBALIFE DI KOTA PONTIANAK

    No full text
    ABSTRAK                    Gaya hidup sehat adalah membuat hidup yang baik dalam menciptakan kehidupan yang sehat. Gaya hidup sehat herbalife dapat memenuhi kebutuhan nutrisi, mineral, karbohidrat, protein yang dibutuhkan oleh tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor gaya hidup (aktivitas, minat, opini, dan demografi) yang mempengaruhi konsumen dalam proses keputusan pembelian produk minuman herbalife di Kota Pontianak. Sampel dipilih secara accidental sampling dengan jumlah sampel 150 responden dan menggunakan analisis konjoin. Penelitian menunjukan faktor gaya hidup terbukti mempengaruhi keputusan pembelian produk minuman herbalife. Bagian dari faktor gaya hidup yang mempengaruhi proses keputusan pembelian adalah olahraga, kerja, acara sosial, hobi, keluarga, prestasi, manfaat, pendidikan dan usia.Kata Kunci: Herbalife, Gaya Hidup, Keputusan Pembelian, Analisis Konjoin

    PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG AYAM DAN KCl TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL

    No full text
    Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura yang tergolong sayuran rempah memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomi tinggi. Usaha untuk meningkatkan produksi bawang merah di Kalimantan Barat dapat dilakukan pada berbagai jenis tanah, termasuk tanah aluvial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis kombinasi yang terbaik dari pupuk kandang ayam dengan KCl terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Desa Parit Bugis, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah. Penelitian dimulai dari tanggal 21 Mei 2018 sampai 19 Agustus 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu A= 50 g/tanaman pupuk kandang ayam setara dengan 10 ton/ha dan 1,5 g KCl/tanaman setara dengan 300  kg/ha, B= 75 g/tanaman pupuk kandang ayam setara dengan                 15 ton/ha dan 1,25 g KCl/tanaman setara dengan 250  kg/ha, C= 100 g/tanaman pupuk kandang ayam setara dengan 20 ton/ha dan 1 g KCl/tanaman setara dengan 200  kg/ha, D= 125 g/tanaman pupuk kandang ayam setara dengan 25 ton/ha dan 0,75 g KCl/tanaman setara dengan 150  kg/ha, E= 150 g/tanaman pupuk kandang ayam setara dengan 30 ton/ha dan 0,5 g KCl/tanaman setara dengan 100 kg/ha. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap ulangan terdiri dari 3 tanaman sampel sehingga tanaman seluruhnya berjumlah 75 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun (helai), jumlah umbi per rumpun (buah), berat segar umbi per rumpun (g), berat kering angin umbi per rumpun (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk kandang ayam dan KCl memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan.Kata kunci : aluvial, bawang merah, KCL dan pupuk kandang ayam

    PENGARUH PENAMBAHAN AIR JERUK SAMBAL (Citrus microcarpa) PADA AIR MINUM TERHADAP KADAR LEMAK DAGING BROILER

    No full text
    PENGARUH PENAMBAHAN AIR JERUK SAMBAL (Citrus microcarpa) PADA AIR MINUM TERHADAP KADAR LEMAK DAGING BROILERABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan air jeruk sambal (Citrus microcarpa) pada air minum terhadap kadar lemak daging broiler terbaik penurunan dan taraf lemak daging broiler. Materi yang digunakan adalah ayam umur 1 hari (DOC) strain CP 707 sebanyak 80 ekor yang ditempatkan dalam kandang berukuran (5,5 x 2,5 x 2 m) yang disekat menjadi 20 unit dengan setiap unit percobaan di isi 4 ekor broiler. Pakan yang digunakan adalah pakan komersial (BR10, BR11 dan BR12). metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan dengan taraf perlakuan p0 (0% jeruk sambal per 1 L air), p1 (0,4% jeruk sambal per 1 L air), p2 (0,8% jeruk sambal per 1 L air) dan p3( 1,2% jeruk sambal per 1 L air). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5% dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan dapat meningkatkan persentase bobot karkas, penurunan persentase lemak abdominal dan persentase lemak daging broiler. Kesimpulan penambahan air jeruk sambal pada air minum dapat menurunkan lemak daging  dengan taraf terbaik pemberian terjadi pada taraf 0,8%. Kata kunci: broiler, jeruk sambal, lemak dagin

    SIFAT FISIKA DAN SIFAT KIMIA TANAH DARI TIGA PERIODE SETELAH DIBAKAR PADA LADANG BERPINDAH DI KABUPATEN MELAWI

    No full text
    ABSTRAKMembakar hutan merupakan suatu metode praktis dalam persiapan lahan untuk keperluan perladangan yang paling murah dan sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sifat fisika dan sifat kimia tanah dari tiga periode setelah dibakar pada ladang berpindah 3 tahun (PB3), 5 tahun (PB5), 10 tahun (PB10) dan hutan sekunder (HS) di Desa Kayu Bunga, Kecamatan Belimbing Hulu, Kabupaten Melawi. Variabel penelitian meliputi sifat kimia tanah yaitu bobot isi, kadar air kapasitas lapang, porositas total, pH. Sifat kimia yaitu nitrogen total (N-total), fosfor tersedia, kalium dapat dipertukarkan (K-dd), kalsium dapat dipertukarkan (Ca-dd), magnesium dapat dipertukarkan (Mg-dd), natrium dapat dipertukarkan (Na-dd), kejenuhan basa (KB), kapasitas tukar kation dan C-organik. Hasil penelitian menunjukkan PB5, PB3 dan HS bertekstur lempung berliat sedangkan PB10 bertekstur liat. Sifat fisika tanah bobot isi tertinggi dari keempat lahan terdapat pada  lahan HS (1,13 g/cm3), kadar air tertinggi pada PB10 (61,36%), porositas tertinggi pada PB10 (58,96%). Sifat kimia tanah N-total tertinggi pada lahan HS, PB10 dan PB5 yaitu sebesar 0,27%, C-organik pada HS sebesar 0,27%, pH tanah dengan nilai tertinggi pada PB3 yaitu 5,36, P-tersedia pada HS (16,66 ppm), Ca-dd tertinggi pada PB3 sebesar 1,11 cmol/kg, Mg-dd pada lahan PB3 yaitu 0,51 cmol/kg, Na-dd dengan niai tertinggi pada lahan PB 5 sebesar 0,46 cmol/kg, nilai tertinggi K-dd terdapat pada lahan PB5 yaitu 0,31 cmol/kg, KTK tertinggi pada lahan HS sebesar 12,15 cmol/kg dan KB pada lahan PB3 sebesar 21,68%.  Kata kunci: Sifat kimia tanah, sifat fisika tanah , periode setelah dibakar

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇