Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA PEDAGANG SAYUR DI PASAR FLAMBOYAN KOTA PONTIANAK

    No full text
    ABSTRACTThe purpose of this study to determine the effect of working capital, business experience, working hours, and the number of items to the income obtained by vegetable greengrocer in the Market Flamboyan Pontianak City, and to determine the variables that have the most influence on business income obtained by vegetable greengrocer in Flamboyan Market City Pontianak. The sampling method was done by purposive sampling with 100 samples of greengrocer in Flamboyan traditional market of Pontianak City. Analysis of data using multiple linear regression analysis with the help of SPSS 21.0. the results of this study indicate that the working capital, working hours and the number of items have a positive effect with a significant level to the income of vegetable greengrocer in Flamboyan Market while the business experience factor does not significantly affect the income of vegetable greengrocer at Flamboyan Market Pontianak City. Keywords: Business income, working capital, business experience, working hours and the number of items.ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh besarnya modal kerja, pengalaman usaha, jam kerja, dan jumlah jenis barang terhadap pendapatan yang diperoleh pedagang sayur di Pasar Flamboyan Kota Pontianak, dan untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap pendapatan usaha yang diperoleh pedagang sayur di Pasar Flamboyan Kota Pontianak. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara Purposive Sampling dengan sampel sebanyak 100 orang pedangan sayur di pasar tradisional Flamboyan Kota Pontianak. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 21.0. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel modal kerja, jam kerja dan jumlah jenis barang memberikan pengaruh yang positif dengan taraf signifikan terhadap pendapatan pedagang sayur di Pasar Flamboyan sedangkan faktor pengalaman usaha tidak memberipengaruh yang signifikan terhadap pendapatan pedagang sayur di Pasar Flamboyan Kota Pontianak. Kata Kunci : Pendapatan Usaha, Modal Kerja, Pengalaman Usaha, Jam Kerja, Dan Jumlah Jenis Barang

    Pemetaan Indeks Bahaya Erosi Sub DAS Jetak di Kabupaten Sintang dengan Sistem Informasi Geografis (SIG)

    No full text
    ABSTRAKErosi menimbulkan masalah dalam pertanian karena tanah yang tererosi dapat mengurangi ketebalan lapisan tanah atas yang merupakan penyedia nutrisi bagi tanaman telah terkikis dan terangkut akibat terjadinya erosi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai Pemetaan Indeks Bahaya Erosi Sub DAS Jetak di Kabupaten Sintang dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Besarnya laju erosi dihitung menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation) dengan menggunakan peta-peta tematik sebagai parameter dalam perhitungan USLE, yaitu factor erosivitas hujan (R), faktor erodibilitas (K), faktor panjang dan kemiringan lereng (LS), faktor pengelolaan tanaman (C), dan faktor pengelolaan tanah (P). Sub Daerah Aliran Sungai (Sub DAS) Jetak memiliki luas ± 25.147,20 ha.Penelitian dilakukukan di wilayah Sub DAS Jetak. Lingkup penelitian hanya dibatasi pada penelitian prediksi erosi dengan metode USLE dan dilanjutkan dengan penentuan Indeks Bahaya Erosi (IBE).Hasil perhitungan erosi menunjukkkan  bahwa Sub DAS Jetak memiliki 4 kelas yaitu sangat tinggi (116,80 – 242,14 ton/ha/th), tinggi (53,18 – 116,79 ton/ha/th), sedang (12,35 – 53,17 ton/ha/th) dan rendah (0 – 12,34 ton/ha/th). Indeks Bahaya Erosi (IBE) Sub DAS Jetak memiliki 4 kelas, yaitu rendah, sedang,  tinggi dan sangat tinggi. Kelas rendah dengan nilai 0 – 0,98 yang memiliki luas ± 24.062,62 ha, untuk IBE dengan kelas sedang dengan nilai 1,01 - 3,98  yang memiliki luas ± 696,51 ha, untuk IBE dengan kelas tinggi dengan nilai 4,01 – 9,39 dengan luas ± 37,47 ha, sedangkan untuk IBE dengan kategori sangat tinggi dengan nilai IBE 10 – 14,75 yang memiliki luas ± 350,60 ha. Kata Kunci: Daerah Aliran Sungai, Erosi, Indeks Bahaya Erosi, Jeta

    PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK RUMPUT LAUT TERHADAP TANAMAN SELADA SECARA HIDROPONIK

    No full text
    Semakin bertambahnya penduduk Indonesia serta meningkatnya kesadaran penduduk akan kebutuhan gizi menyebabkan bertambahnya permintaan akan sayuran selada sehingga perlu dilakukan usaha peningkatan hasil selada. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi ekstrak rumput laut terbaik bagi pertumbuhan dan hasil selada secara hidroponik. Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Sosial, Sakok, Singkawang mulai tanggal 25 Mei sampai 23 Juli 2016. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor yaitu konsentrasi ekstrak rumput laut dengan 5 taraf perlakuan yaitu 10 ml/l air, 20 ml/l air, 30 ml/l air, 40 ml/l air dan 50 ml/l air. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu jumlah daun pertanaman (helai), berat basah bagian atas (g), volume akar (cm3), berat kering bagian atas (g), berat kering akar (g). Hasil penelitian pemberian ekstrak rumput laut menunjukkan berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil selada secara hidroponik.Kata Kunci : Selada, Hidroponik, Eksrak Rumput Laut

    RESPONSE SOME OF BLACK LOCAL RICE SEEDS WEST KALIMANTAN DROUGHT STRESS ON THE GERMINATION PHASE

    No full text
    ABSTRACTIn West Kalimantan there are several types of local black rice varieties, among others; Beliah, Gula, Itam, Tabah, Ukah, Poe Arank, Senakin, Sekadau 1, Sekadau 2, and two varieties of comparison: Ciherang, and Inpago 8, which have been cultivated for generations. Local black rice is very popular by the community because it is easy in the implementation of cultivation, cheap production costs, and rice product can be made into various types of food, in which the results are better than white rice. The objective is to find out the response of 9 types of local black seeds in West Kalimantan to the drought stress in the germination phase. This research was Designed in a Completely Randomized Design (CRD) method. The observed parameters were; vigor index (%), germination (%), growth rate (% / etmal), plumule length (cm), root length (cm) and normal germination weight (g). Polyethylene Glycol (PEG 6000) concentration of 20% used as a treatment to drought stress (mg). The results showed that the seeds of local black rice rice from West Kalimantan namely Beliah, Gula, Itam, Senakin, Sekadau 1, Sekadau 2, Ukah, Poe arank treaded applied with PEG 6000 solution as drought stress simulation showed good response when viewed from benchmark vigor seed (vigor index, and growing speed). While black seeds of Tabah showed a bad response (20% vigor index, growth rate 13.03% / etmal, 4.09 cm long plumule). Keywords: rice seed, PEG 6000, seed response, salinity

    IDENTIFIKASI STATUS HARA N, P DAN K PADA LAHAN TANAMAN KARET DI DESA SEMUNTAI KECAMATAN KETUNGAU HILIR KABUPATEN SINTANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara N, P dan K pada lahan tanaman karet, rekomendasi umum hara N, P dan K untuk menunjang produksi yang baik. Penelitian ini di laksanakan di Desa Semuntai Kecamatan Ketungau Hilir Kabupaten Sintang dengan luas lokasi 4 ha. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung di lapangan, pengambilan sampel tanah yang harus dilakukan adalah menentukan titik lokasi, titik sampel dipilih untuk memilih blok perkebunan karet di lokasi penelitian, dengan menggunakan sistem acak yang terdiri dari 4 titik dengan kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm, masing-masing titik terdapat 5 sub sampel sehingga terdapat 4 sampel tanah dan dikompositkan. Parameter pengamatan reaksi tanah (pH), N-total tanah, P-tersedia, K dapat ditukarkan, C-organik tanah. Hasil analisis pH tanah pada lokasi penelitian tergolong rendah, N-total tanah tergolong rendah sampai sedang, Fosfor (p) tersedia tanah pada lokasi penelitian tergolong tinggi sampai sedang, kadar Kalium dapat dipertukarkan (K-dd) tanah pada lokasi penelitian tergolong rendah dan C-organik pada lokasi penelitian tergolong rendah sampai sedang. Pada Lokasi penelitian perlu penambahan unsur hara N, P dan K serta penambahan kapur

    PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK PADA PRODUK KAYU LAPIS (PLYWOOD) DI PT. SAMBAS ALAM LESTARI

    No full text
    The supply chain flow has a very important role, starting from the supply of raw materials to finished products. Therefore, this analysis conducted to measure and assess the implementation of the company's supply chain has been achieved. The aim of this study is to measure supply chain implementation. Supply chain implementation measurement is based on five core processes in the SCOR method. Then the weighting was done using Analytic Hierarchy Process (AHP) for each perspective, dimension, and KPI as well as scoring systems using OMAX and analysis with Traffic Light System. The results showed that the supply chain implementation categorized of green was amount 23 KPIs, yellow categories were 14 KPIs and red categories were 4 KPIs. Scoring results using the OMAX method obtained a total index value of 7,677. Based on the Traffic Light System, the index value is in the yellow category which shows the company’s implementation is close to the target set by the company. It is expected that the company can maintain good implementation indicators and can improve implementation indicators that near targets and poor implementation indicators, in order to be better in accordance with the company’s goals in the future.The supply chain flow has a very important role, starting from the supply of raw materials to finished products. Therefore, this analysis conducted to measure and assess the implementation of the company's supply chain has been achieved. The aim of this study is to measure supply chain implementation. Supply chain implementation measurement is based on five core processes in the SCOR method. Then the weighting was done using Analytic Hierarchy Process (AHP) for each perspective, dimension, and KPI as well as scoring systems using OMAX and analysis with Traffic Light System. The results showed that the supply chain implementation categorized of green was amount 23 KPIs, yellow categories were 14 KPIs and red categories were 4 KPIs. Scoring results using the OMAX method obtained a total index value of 7,677. Based on the Traffic Light System, the index value is in the yellow category which shows the company’s implementation is close to the target set by the company. It is expected that the company can maintain good implementation indicators and can improve implementation indicators that near targets and poor implementation indicators, in order to be better in accordance with the company’s goals in the future

    ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI KELURAHAN SIANTAN HULU KECAMATAN PONTIANAK UTARA

    No full text
    ABSTRAK Penggunaan lahan merupakan wujud nyata dari pengaruh aktivitas manusia terhadap sebagian fisik permukaan bumi. Daerah perkotaan mempunyai kondisi penggunaan lahan dinamis, sehingga perlu terus dipantau perkembangannya, karena seringkali pemanfaatan lahan tidak sesuai dengan peruntukannya dan tidak memenuhi syarat. Penelitian ini bermaksud untuk memperoleh informasi perubahan penggunaan lahan antara tahun 2004 dan 2013 di Siantan Hulu, dan memetakan perubahannya. Metode penelitian yang digunakan menggunakan Analisis Sistem Informasi Geografis (SIG) terdiri dari : analisis tumpang susun, sentroid, penyangga dan ekstraksi data atribut. Hasil penelitian menunjukkan pada tahun 2004 perubahan penggunaan lahan yang terbesar adalah semak belukar (318,3 hektar atau 37,18%) dan yang terkecil adalah perkebunan (7,52 hektar atau 0,88%). Di tahun 2013 perubahan penggunaan lahan yang terbesar adalah permukiman (405,86 hektar atau 47,41%), kemudian yang terkecil adalah sawah (9,13 hektar atau 1,07%). Perkembangan permukiman bergeser ke arah barat menuju jalan utama. Sebaran permukiman, diidentifikasi dari sentroidnya yang menunjukkan bahwa pada tahun 2004-2013 dipengaruhi oleh jarak dari jalan utama, yang mana didominasi 0-200 m dari jalan utama. Berdasarkan analisis spasial perencanaan tata ruang wilayah kota, menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan penggunaan lahan dimana perubahan yang terbesar terjadi pada Kawasan Permukiman 229,22 hektar dan yang paling kecil perubahannya adalah Kawasan Jasa Perkantoran 1,47 hektar.   Kata Kunci:     Perubahan Penggunaan Lahan, Sistem Informasi Geografis,   Rencana Tata Ruang Wilayah Kot

    BEACH RESOURCES STUDY FOR ECOTOURISM ADJUSTMENT AT TEMAJUK BEACH TEMAJUKVILLAGE PALOH DISTRICT SAMBAS REGENCY

    No full text
    ABSTRACT This study aims to determine the coastal tourism potential seen from the perceptions and social characteristics of the community and visitors as well as knowing the ecological suitability of the coastal area with the carrying capacity of the Temajuk Beach area. The research was carried out from July-December 2018 at the Temajuk Beach area of Temajuk Village, Paloh District, Sambas Regency. The method used in this study is primary data collection of water quality analysis, method of determining regional suitability based on the multiplication of scores and weights obtained from each parameter, depth, beach type, beach width, water brightness, current velocity, water base material, biota observation dangerous, and availability of clean water. Based on the results of research at Temajuk Beach, it has natural resource potential that can be developed into a coastal ecotourism area. Beach tourism activities that can be done in this area include swimming, sunbathing, water sports and beach recreation. The Regional Suitability Index (IKW) in Temajuk Beach area Temajuk village, Paloh sub-district is categorized very according to the percentage of each station. At station one which is at Tanjung Bendera Beach with a percentage of 88.57% and station two which is on Mauludin Beach with a percentage of 87.85%. The carrying capacity of the area in Temajuk Beach is 160 people / day for swimming, sunbathing, beach recreation and water sports. Keywords: Ecotourism, Potential, Beaches, Social Perception

    ANALISIS PENDAPATAN PEDAGANG IKAN DI PASAR FLAMBOYAN KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya tingkat  pendapatan   yang  diterima pedagang ikan  di pasar flamboyan Kota Pontianak. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, dengan menggunakan Analisis Kuantitatif yaitu dengan menghitung penerimaan dan biaya yang dikeluarkan dalam berdagang untuk memperoleh Pendapatan. Responden dalam penelitian  yaitu pedagang yang menjual ikan di pasar flamboyan Kota Pontianak yaitu dengan jumlah responden 37 orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : penerimaan yang diperoleh pedagang ikan di pasar flamboyan kota pontianak  yaitu sebesar Rp. 4.381.350/Hari. Sedangkan total biaya yang dikeluarkan oleh pedagang ikan yaitu sebesar Rp. 3.795.414/Hari. Dengan demikian tingkat pendapatan pedagang ikan di pasar flamboyan Kota Pontianak yaitu sebesar Rp. 585.936/Hari.  Kata Kunci : Pedagang Ikan, Pasar Flamboyan, Pendapata

    STUDI SIFAT FISIKA TANAH GAMBUT PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA RASAU JAYA UMUM KECAMATAN RASAU JAYA

    No full text
    STUDI SIFAT FISIKA TANAH GAMBUT PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA RASAU JAYA UMUMKECAMATAN RASAU JAYA Selly Siskawati(1), Urai Edi Suryadi(2), Bambang Widiarso(2)(1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan(2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura PontianakABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan beberapa sifat fisika tanah gambut pada beberapa penggunaan lahan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rasau Jaya Umum Kecamatan Rasau Jaya. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung di lapangan, pengambilan sampel 3 penggunaan lahan yaitu lahan kelapa sawit, kebun campuran dan semak belukar masing-masing 6 titik pengamatan dan 2 kedalaman yaitu kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Parameter pengamatan terdiri dari sifat fisika : kematangan gambut, bobot isi, kadar air kapasitas lapangan, bobot jenis partikel, porositas tanah, kadar abu dan konduktivitas hidrolik; Parameter pendukung : reaksi tanah (pH), ketebalan gambut, jeluk muka air tanah, jeluk muka air di saluran drainase, C-Organik, N-Total dan rasio C/N. hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisika : tingkat kematangan gambut di lokasi penelitian tergolong hemik. Bobot isi pada penggunaan lahan semak belukar kedalaman 0-30 cm dan kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dibanding penggunaan lahan lainnya. Kadar air kapasitas lapangan pada penggunaan lahan kebun sawit kedalaman 0-30 cm dan kebun campuran kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dibandingkan penggunaan lahan lainnya. Berat jenis partikel pada penggunaan lahan kebun sawit kedalaman 0-30 cm dan semak belukar kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan lahan lainnya. Porositas total pada penggunaan lahan  kebun sawit kedalaman 0-30 cm dan kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dari penggunaan lahan lainnya. Kadar abu pada penggunaan lahan kebun campuran kedalaman 0-30 cm dan semak belukar lebih tinggi dibanding penggunaan lahan lainnya. Konduktivitas hidrolik pada penggunaan lahan semak belukar kedalaman 0-30 cm dan kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan lahan lainnya. Parameter pendukung : reaksi tanah di lokasi penelitian tergolong sangat masam, ketebalan gambut di lokasi penelitian tergolong gambut sedang, jeluk muka air tanah di lokasi penelitian tergolong sedang – agak dalam, jeluk muka air di saluran drainase tergolong kedalaman sedang, kandungan C-Organik di lokasi peneliatan tergolong sangat tinggi, N-Total tanah di lokasi penelitian tergolong sangat tinggi dan rasio C/N tanah di lokasi penelitian tergolong sangat tinggi. Kata kunci : penggunaan lahan, Tanah gambut,  sifat fisika tana

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇