Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
1262 research outputs found
Sort by
RESPON TANAMAN UBI JALAR PADA PEMBERIAN PUPUK KOTORAN KAMBING DI LAHAN ALUVIAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman ubi jalar pada pemberian pupuk kotoran kambing di lahan aluvial dan mencari dosis pupuk kotoran kambing yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil ubi jalar di lahan aluvial. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2017 sampai 23 Juni 2017 yang berlokasi di jalan Alas Kusuma Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari 1 faktor yaitu faktor dosis pupuk kotoran kambing (K) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, dimana setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut: k1= 5 ton/ha pupuk kotoran kambing setara 131 g/tanaman, k2= 10 ton/ha pupuk kotoran kambing setara 262 g/tanaman, k3= 15 ton/ha pupuk kotoran kambing setara 393 g/tanaman, k4= 20 ton/ha pupuk kotoran kambing setara 524 g/tanaman, dan k5= 25 ton pupuk kotoran kambing setara 656 g/tanaman. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah bobot isi tanah (g/cm3), jumlah klorofil daun (spad unit), berat kering tanaman (g), panjang batang utama (cm), jumlah umbi pertanaman (umbi), berat umbi pertanaman (kg), dan berat umbi perpetak (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kotoran kambing dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil ubi jalar pada lahan aluvial. Pemberian pupuk kotoran kambing 20 ton/ha setara 524 g/tanaman merupakan dosis yang optimum untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil ubi jalar pada tanah aluvial.Kata kunci : Pupuk Kotoran Kambing, Tanah Aluvial, Ubi Jalar
THE EFFECT OF COMBINATION OF KCl AND BANANA PEEL COMPOST ON THE GROWTH AND YIELD OF TOMATO ON ALLUVIAL SOIL
The purpose of this study was to determine the best dose of the combination of KCl and Compost Banana Peel on the growth and yield of tomatoes on alluvial soil. This research was conducted from October 2017 to January 2018 at Trial Garden of Agriculture faculty Tanjungpura University. The research design used in this study was Completely Randomized Design with 6 levels of combination treatment of KCl and Compost Banana Peel: A = 3.1 g/polybag KCl + 0 Compost Banana Peel, B = 3.1 g/polybag KCl + 500 g/polybag Compost Banana Peel, C = 4.4 g/polybag KCl + 500 g/polybag Compost Banana Peel, D = 5.6 g/polybag KCl + 500 g/polybag Compost Banana Peel, E = 6.9 g/polybag KCl + 500 g/polybag Compost Banana Peel, F = 8.1 g/polybag KCl + 500 g/polybag Compost Banana Peel. Each treatment was repeated four times, and the experimental unit consisted of 4 plant samples. Variables in this study were plant height, root volume, dry weight, number of fruit per plant, fruit weight per plant and weight per fruit. The result of variety analysis shows that combination of KCl and Banana Peel Compost have significant effect on plant height, root volume, dry weight and not significant effect on number of fruit per plant, fruit weight per plant and weight per fruit, the result of this research show that combination 3,1 g/polybag KCl + 500 g/polybag Compos Banana Peel equal of 20 ton/ha give effektive growth and yield on tomato plant on alluvial soil. Keywords: Alluvial, Compost Banana Peel And KCl, Tomato
CHARACTERIZATION OF SOME GENERATIVE PHASES OF BLACK RICE ORIGIN OF WEST KALIMANTAN ON RED YELLOW PODZOLIC SOIL
Characterization of black rice is needed to know the character information of the plant. This study aims to determine the generative phase morphology characteristic and the level of similarity of some black rice from West Kalimantan on RYP soil. This research was conducted in experimental garden of Faculty of Agriculture of Tanjungpura University. The study used Completely Randomized Design (CRD), consisting of 4 treatments A = Nanga Taman, B = Sanggau, C = Senakin and D = Ensalang. Each treatment were replicated 6 times and each replication consisted of 3 plant samples. The observed measurement were stem strength, plant height, leaf maturity (yellowing), panicle emergence, grain fertility, plant age, leaf color, number of productive tillers, stem color, number of grain per panicle, pannicle type, secondary panicle, males, lemma and palea, hair on lemma and palea, color of grain tip, grain tip, grain end, long grain, diameter of stem segment, length of panicle, seed width and weight of 100 grains. Character observation data were analyzed using MVSP program to obtain dendogram. Based on the analysis of generative phase character, the plant was divided into 3 groups. The first group consists of Senakin black rice. The second group consisted of the black rice species of Ensalang and Sanggau. The third group consists of Nanga Taman black rice
THE MARKETING MIX ON PURCHASING DECISION OF MILK ULTRA HIGHT TEMPERATURE(UHT)
ABSTRACTMore factors influence consumer in taking purchasing decision, that is factor product, price,distribution and promotion. The purpuse of this research is to analyze product factor (assurance,healty, high quality and flavor) price factor(price range, discount, and price according to quality), distribution factor(easy to find, proximity of location and the place) and promotion factor(frequency, information coveyor, and advertisement)of purchasing decision milk UHT on 150respondent by purposive sampling with descriptive method used analysis Structural Equation Modelling (SEM). The result show all off marketing mix (product, price, distribution and promotion) gave positive and significant influence to purchase decision of milk UH. For producers to improve products, such as using materials that are strong and durable, while for prices such as providing cheaper prices in order to compete with other dairy products, and for promotion that provides advertising products that attract and cut prices. Given that product variables, prices and promotions significantly influence the decision to purchase UHT milk. Keywords: marketing mix, purchase decision, structural equation modelling (SEM)
KAJIAN KUALITAS AIR AKIBAT PENAMBANGAN EMAS PADA SUB DAS SEKAYOK KABUPATEN BENGKAYANG
Penelitian dilaksanakan di Sub DAS Sekayok Kabupaten Bengkayang. Penelitian di laksanakan untuk mengamati dan mengambil sampel air yang berjumlah 9 sampel. Penelitian dilakukan pada tiga titik yaitu bagian Hulu, Tengah dan Hilir Sub DAS Sekayok Kabupaten Bengkayang. Pengukuran di lapangan meliputi temperatur, kecerahan dan debit aliran, sedangkan pengukuran di laboratorium meliputi pengamatan Total Suspended Solid (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Dissolved Oxygen (DO), pH Air, Merkuri (Hg). . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas air akibat penambangan emas di Sub DAS Sekayok Kabupaten Bengkayang. Lingkup penelitian hanya dibatasi pada kualitas air sungai untuk para meter yang berhubungan dengan uji kualitas air kelas satu. Berdasarkan hasil pengukuran di lapangan rata-rata suhu air sub DAS Sekayok pada titik I sebesar 26,4 0C, titik II sebesar 30 0C dan titik III sebesar 26,10C. Rata-rata debit aliran sub DAS Sekayok pada titik I sebesar 0,33 m3/detik, titik II sebesar 0,09 m3/detik dan titik III sebesar 0,14 m3/detik. Untuk nilai rata-rata kecerahan air pada titik I sebesar 48,5 cm, titik II sebesar 18,3 cm dan titik III rata-rata kecerahan air sebesar 17,3 cm. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 tentang Penggolongan Kriteria Kualitas Air Kelas I, Standar Nilai rata-rata Total Padatan Tersuspensi sebesar 50 mg/l. Standar Nilai rata-rata Oksigen Terlarut sebesar 6 mg/l. Untuk Standar Nilai rata-rata COD sebesar 10 mg/l. Standar Nilai rata-rata pH Air sebesar 6-9 mg/l. Standar Nilai rata-rata BOD sebesar 10 mg/l dan Standar Nilai rata-rata Merkuri sebesar 0,001 mg/l. Kata kunci : Kualitas Air Dan Penambangan Ema
HUBUNGAN KETERSEDIAAN HARA PADA TANAH ULTISOLS DENGAN LINGKAR BATANG DAN BERAT LATEKS DI KEBUN KARET RAKYAT KABUPATEN MEMPAWAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar unsur hara tanah yang ditanami tanaman karet serta untuk mengetahui hubungan kadar unsur hara tanah yang berpengaruh terhadap lingkar batang dan berat lateks. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 3 Agustus sampai 17 Oktober 2017 di Desa Benuang, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah. Metode yang digunakan metode survey dengan menentukan sampel tanaman karet yang berumur 15 tahun yang dikelompokkan dalam tiga tingkatan. Ketiga tingkatan tersebut ditentukan berdasarkan lateks yang dihasilkan dan pengukuran diameter batang. Tingkatan yang dimaksud adalah Baik=diameter batang >22cm berat lateks 120 gr/pohon/hari, Sedang=diameter batang 16–22cm berat lateks 60–120 gr/pohon/hari, Jelek=diameter batang <16cm berat lateks 60 gr/pokok/hari. Unsur hara yang diamati dalam penelitian ini adalah N, P, K, Ca, Mg. Hasil penelitian menunjukan N, P, KTK, KB, pH, C-organik memberikan pengaruh terhadap berat lateks dan K, Ca, Mg, bobot isi tidak memberikan pengaruh terhadap berat lateks. N, P, K, Mg, KTK, KB, pH, C-organik memberikan pengaruh terhadap lingkar batang Ca, dan bobot isi tidak memberikan pengaruh terhadap lingkar batang.Kata Kunci: Lingkar Batang, Lateks, Ultisol, Unsur Hara, Karet.
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN ANGGREK Dendrobium sp PADA FASE REMAJA
Indonesia sangat kaya dengan jenis dan varietas tanaman hortikultura, salah satunya yaitu tanaman anggrek. Anggrek berpotensi baik untuk dikembangkan, akan tetapi perkembangan produksi anggrek di Kalimantan Barat masih relatif rendah. Tanaman anggrek memerlukan waktu lama untuk memproduksi bunga dari hasil silangan, maka perlu adanya pemberian pupuk sebagai penyedia hara untuk pertumbuhan, perkembangan dan pembungaan.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi pupukdaun yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman anggrek Dendrobium sp pada fase remaja. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, dengan lama penelitian 3 bulan. Dilaksanakan pada tanggal 12 September 2017 sampai 12 Desember 2017.Penelitian ini menggunakan metode eksprimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri satu faktor yaitu pupuk daun dengan 5 taraf konsentrasi dan 5 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 3 tanaman sampel, sehingga jumlah total keseluruhan populasi adalah 75 tanaman. Variabel pengamatan meliputi pertambahan panjang daun, pertambahan lebar daun, pertambahan jumlah anakan dan pengamatan lingkungan. Pemberian konsentrasi pupuk Hyponex Hijau pada semua variabel pengamatan tanaman anggrek Dendrobium sp menunjukan respon yang sama dengan pemberian konsentrasi 1-3 g/l sehingga tidak terdapat konsentrasi terbaik, namun 1 g/l merupakan konsentrasi yang efektif
KAJIAN BAKTERI BINTIL AKAR PADA BEBERAPA TIPE PENGGUNAAN LAHAN GAMBUT DI KELURAHAN SIANTAN HILIR KECAMATAN PONTIANAK UTARA
ABSTRAKDi Kalimantan Barat, lahan gambut tidak hanya dimanfaatkan untuk usaha budi daya tanaman pangan dan tanaman hortikultura, tetapi juga dimanfaatkan untuk tanaman keras seperti tanaman karet dan kelapa sawit. Perbedaan praktek budidaya pertanian dan perbedaan perlakuan karena perbedaan tipe penggunaan lahan mengakibatkan perbedaan pada sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Bakteri Rhizobium adalah kelompok bakteri yang berkemampuan sebagai penyedia hara bagi tanaman. Peranan Rhizobium terhadap pertumbuhan tanaman khususnya berkaitan dengan masalah ketersediaan hara bagi tanaman inangnya. Simbiosis ini menyebabkan bakteri Rhizobium dapat menambat nitrogen dari atmosfir, dan selanjutnya dapat digunakan oleh tanaman inangnya.Penelitian ini bertujuan yaitu untuk mengetahui jumlah bakteri bintil akar pada lahan gambut dibeberapa tipe penggunaan lahan gambut pada komoditas pertanian dan perkebunan seperti kelapa sawit, lidah buaya, pepaya, sawi, nanas, dan hutan sekunder. Penelitian ini dimulai pada bulan Agustus sampai November 2018 dengan lokasi pengambilan sampel tanah bertempat di Sungai Selamat, kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak. Parameter yang diamati adalah parameter utama (bintil akar) dan parameter penunjang (reaksi tanah (pH), kadar abu, c-organik, n-total, rasio c/n, bahan organik, kadar air tanah, bobot isi, kematangan tanah, kedalaman muka air tanah, vegetasi dan jarak parit). Metode analisis dengan metode analisis keragaman klasifikasi satu arah (One Way Anova) dengan Rancangan Acak Lengkap Apabila dari hasil Anova ini terdapat pengaruh nyata pada α = 0,05 maka analisis data dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur.Hasil penelitian menunjukkan rerata jumlah bintil akar tertinggi pada beberapa tipe penggunaan lahan di lahan gambut tertinggi terdapat pada lahan sawi yaitu 10,31/ bintil dan yang terendah terdapat pada lahan kelapa sawit yaitu 1,50/ bintil biji Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa beberapa penggunaan lahan tanaman (kelapa sawit, lidah buaya, pepaya, sawi, nanas, dan hutan sekunder) berpengaruh nyata terhadap jumlah bintil akar. Hasil uji lanjut menyatakan bahwa lahan kelapa sawit dan lidah buaya tidak berbeda nyata dengan lahan pepaya, nanas, dan hutan sekunder. Penggunaan lahan gambut tanaman sawi tidak berbeda nyata dengan lahan gambut tanaman pepaya, nanas, dan hutan sekunder tetapi berbeda nyata dengan lahan kelapa sawit dan lidah buaya. Kata kunci: Bakteri Bintil Akar, Nitrogen, Tanah Gambut, Tipe Penggunaan Lahan, Rhizobiu
THE INFLUENCE FACTORS OF PURCHASING DECISION “BUDI UTOMO” TARO STICK IN PONTIANAK
ABSTRACTThe high competition requires snack producers to be more active in implementing marketing strategies so that the product may sells in the market. The purpose of this study is to find out the factors influence consumers decision for purchasing “Budi Utomo” taro stick in Pontianak. This research used survey method with qualitative and quantitative data type. Total sample of this research was 100 respondents. The data analysis technique used is factor analysis. The result of this research shows that there are six factors affecting the consumers in purchasing decision, namely price, family, product, promotion, location, and individual. The most dominant factors “price”.Key Word: Factors analysis, purchasing decisions, taro stick, consumer behavio
Identifikasi Kesuburan Tanah Alluvial pada Perkebunan Karet Rakyat di Desa Lingga Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya
Karet merupakan komoditas yang penting untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama peralatan rumah tangga yang merupakan bahan bakunya dari karet, seperti sol sepatu, kursi, selang, sikat, ember, pelapis kabel, ban, dan beranekaragam manfaat karet dalam kehidupan sehari-hari lainnya. Luas perkebunan karet secara umum di Kabupaten Kubu Raya pada tahun 2008 adalah sebesar 32.145,1 ha dengan total produksi 11.140 ton dengan produktivitas 346,5 kg/ha/tahun dan pada tahun 2009 produksinya mengalami penurunan menjadi 10.958,7 ton, dengan produktivitas 340,9 kg/ha/tahun. Luas perkebunan karet di Kecamatan Sungai Ambawang sendiri adalah 13.001,4 ha dan merupakan terluas di Kabupaten Kubu Raya dengan jumlah produksi sebesar 6.305,3 ton dengan produktivitas 484,9 kg/ha/tahun (BPS Kabupaten Kubu Raya 2009). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah, rekomendasi umum hara N, P dan K untuk menunjang pertumbuhan dan produksi yang baik. Penelitian ini dilakukan di Desa Lingga Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya dengan luas umum kebun karet di Desa Lingga 500 Ha. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung dilapangan dan wawancara dengan petani, pengambilan sampel tanah diambil dari 2 umur tanaman yang berbeda-beda, dalam satu lokasi di ambil 5 titik sampel tanah dengan pengambilan sistem grid dan dikompositkan. Parameter pengamatan Reaksi Tanah (pH), N-Total Tanah, P tersedia, K dapat dipertukarkan, C-Organik Tanah, Kapasitas Tukar Kation, Calsium tersedia, Magnesium, Natrium, Kejenuhan Al, Bobot Isi, Kedalaman Pirit, Warna Tanah Kedalaman Muka Air Tanah dan Drainase. Hasil analisis pH tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat masam, Kadar nitrogen (N) total tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah sampai rendah, kadar fosfor (P) tersedia tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah, kadar kalium (K) dapat dipertukarkan tanah pada lokasi penelitian tergolong rendah, C-Organik pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah sampai sedang, magnesium (Mg) tersedia pada lokasi penelitian tergolong sangat sendah sampai rendah, natrium (Na) pada lokasi penelitian tergolong rendah, Kejenuhan Alumunium (Al) pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah, kedalaman sufidik dilokasi penelitian tergolong sangat dalam, Kapasitas Tukar Kation pada lokasi penelitian tergolong sedang, Kejenuhan Basa pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah, dan status kesuburan tanah pada lokasi penelitian tergolong rendah.Kata kunci :Status Hara, Tanaman Karet, Kesuburan Tanah